Budaya 442 Langkah Nyata Menuju Kelas Dunia

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Budaya 442 Langkah Nyata Menuju Kelas Dunia"

Transkripsi

1 M e d i a I n f o r m a s i N o. 9 E d i s i M a r e t P T L e n I n d u s t r i ( P e r s e r o ) Menumbuhkan Budaya Len 442 untuk Mencapai Len World Class Budaya 442 Langkah Nyata Menuju Kelas Dunia Wahyuddin Bagenda CEO Len Incorporated Integrity InovationIndependentInsistent Customer Focus Continous Improvement Commitment Competence Efisien Efektif ISSN

2 ISSN PELINDUNG : Sekretaris Perusahaan REDAKSI : Manajer Hukum & Humas ANGGOTA REDAKSI : Staf Hukum & Humas PENYUNTING : Muhammad Sufyan - Bisnis Indonesia REPORTER : Amy Elva S. DESIGN GRAFIS : Ais Lukmanudin, Doni Gunawan A. SIRKULASI & IKLAN : Dadi Meysuhadi DITERBITKAN & DIPUBLIKASIKAN : Bagian Hukum & Humas PT Len Industri (Persero) Telp. : Ext. 105 Pertanyaaan, saran, kritik, dan komentar dapat disampaikan ke redaksi melalui : Pengantar Redaksi Tahun 2012, terasa sangat istimewa bagi perseroan. Setelah lima tahun kebelakang seluruh insan perseroan berpacu meraih pertumbuhan yang saat ini telah kita capai. Maka saatnya kita evaluasi kembali capaian prestasi kita. Dalam beberapa kesempatan, Direksi Len mengangkat issue kualitas pertumbuhan yang telah diraih, apakah telah menambah kokohnya pondasi perseroan atau apakah juga telah memberikan dampak kesejahteraan bagi seluruh stakeholder? Dalam edisi in, redaksi menampilkan informasi-informasi yang berkaitan dengan upaya-upaya manajemen dalam mendongkrak pertumbuhan yang berkualitas. Semangat Incorporated.. Efisiensi.. Budaya perusahaan... Tetap berada pada jalur RJPP... Salam, Redaksi DAFTAR ISI Liputan Utama Budaya 442, Langkah Nyata Menuju Kelas Dunia 1 Dinamika Kerja Efektif, Hasil Kompetitif 13 Formasi 442 : Strategi Jitu Raih Kesuksesan 4 InoTek Software Define Radio 15 RJPP : Acuan 5 Tahun Len Melaju 6 Jendela Inspirasi Sinergi Teknologi dan Keuangan 21 ERP Bukan Barang Ajaib 8 Insert Kekuatan Merek dalam Bisnis 24 Gathering Len 2012 "Get a Stars for The Golden Era 10 Berita Len Galeri Foto Gathering Len 2012 Galeri Foto Foto Pilihan Redaksi Lomba Foto Gathering Len

3 Foto Pilihan Redaksi & Lomba Gathering Len 2012 Pemenang foto pilihan redaksi & lomba gathering Len adalah : Arif Rahman Hakim Yang Muda Menggapai Mimpi Mohamad Ariesca Harun Al Rasyid Buruan euy, Rek hujan yeuh...!! (Tetap jaga keselamatan Anda dan teman kerja Anda) Atur Barisan Hery Sutjahjo LRS 5 Triliun, BISA!!! Bobby S.Sumarsono Selamat kepada pemenang...!!

4 B u l e t i n L e n M e d i a I n f o r m a s i N o. 9 E d i s i M a r e t P T L e n I n d u s t r i ( P e r s e r o )

5 SOFTWARE DEFINED RADIO (SDR) wilayahindonesia.blogdetik.com Oleh Kalfika Yani, ST. Divisi Pusat Teknologi dan Inovasi PT Len Industri (Persero) Foto : Humas Industri komersial wireless communication saat ini menghadapi masalah karena standar link-layer protocol (2,5G, 3G, 4G) yang selalu berubah, dimana teknologi wireless network pada negara yang berbeda akan menghambat fasilitas global roaming dan ada masalah pada rolling-out servis / layanan baru karena keterbatasan handset. Teknologi SDR mengatasi masalah ini dengan mengimplementasikan fungsi radio sebagai sebuah software yang dijalankan pada suatu platform hardware. Selanjutnya, beberapa software mengimplementasikan standar yang berbeda pada sistem radio. Sistem ini dapat diaplikasikan untuk keperluan yang berbeda-beda, sesuai dengan software yang digunakan. Selain itu, software dapat mengimplementasikan layanan baru dengan cara di-download langsung dari udara ke handset. Fleksibilitas ini dapat diperoleh dari sistem SDR. Sebagai salah satu BUMN Industri Strategis, PT Len Industri (Persero) juga mengembangkan teknologi SDR. Saat ini, telah dikembangkan radio taktikal untuk TNI, yaitu radio HF dan VHF. Untuk radio HF, sebagian besar sistemnya masih menggunakan hardware, tetapi ke depan akan dikembangkan teknologi SDR untuk radio ini. Untuk radio VHF yang sudah berhasil dikembangkan adalah baseband processing yang sudah menggunakan prosesor DSP secara penuh, dimana baseband processing adalah proses pengolahan sinyal informasi. Sinyal suara analog diproses secara digital. Sedangkan untuk IF,masih menggunakan hardware. Untuk versi selanjutnya, akan dikembangkan radio VHF dengan baseband processing dan IF processing menggunakan software, sehingga dapat dilahirkan produk dengan full SDR. (Kalfika Yani) Buletin Len No. 9 Edisi Maret

6 Pendahuluan Teknologi Software Defined Radio (SDR) mulai dikembangkan Teknologi SDR diimplementasikan di beberapa fungsi pada pada tahun 1992 oleh Badan Pertahanan Amerika, Department of sistem radio, seperti modulasi/demodulasi, pengolahan sinyal, Defence (DoD) melalui program penelitian yang disebut pemrograman dan link-layer protocol pada software. Hal ini SPEAKeasy. Program penelitian tersebut menghasilkan sangat membantu pada saat mendesain ulang sistem software kemajuan yang cukup berarti bagi pengembangan teknologi radio dimana parameter-parameternya sering diubah-ubah untuk SDR. Diantaranya, adanya kemungkinan teknologi SDR dapat mendapatkan kualitas yang sesuai dengan yang diharapkan. diimplementasikan dengan pengurangan yang berarti terhadap Pada sistem radio yang menggunakan full hardware, ini akan ukuran dan peralatan SDR, serta penambahan kapasitas dan susah dilakukan karena parameter-parameter yang digunakan kinerja sistem. sudah fix, dan jika ingin mengubah suatu parameter, maka hardware-nya juga harus diganti. Sistem radio yang dibangun Pada tahun 1996, pemerintah Amerika menyatukan industri- menggunakan teknologi SDR, dapat dikembangkan untuk industri yang bergerak dalam bidang telekomunikasi ke dalam berbagai aplikasi yang menggunakan link-layer yang berbeda sebuah forum yang disebut dengan forum MMTIS (Modular protocol dan teknik modulasi/demodulasi. Multifunction Information Transfer System). Forum ini berfungsi sebagai pengarah untuk menetapkan standar arsitektur terbuka Industri komersial wireless communication saat ini menghadapi dengan program SPEAKeasy bagi sistem komunikasi masalah karena standar link-layer protocol (2,5G, 3G, 4G) yang pemerintah. Forum MMITS kemudian beralih dari pembahasan selalu berubah, dimana teknologi wireless network pada negara sistem komunikasi untuk komersial. Pada tahun 1999, forum yang berbeda akan menghambat fasilitas global roaming dan ada MMITS diganti namanya menjadi forum SDR. Forum SDR masalah pada rolling-out servis / layanan baru karena mengembangkan teknologi-teknologi SDR untuk aplikasi pada keterbatasan handset. sistem komunikasi bergerak seluler, dan memunculkan pelayanan-pelayanan komunikasi seluler generasi ketiga (3G) Te k n o l o g i S D R m e n g a t a s i m a s a l a h i n i d e n g a n dan generasi keempat (4G). mengimplementasikan fungsi radio sebagai sebuah software yang dijalankan pada suatu platform hardware. Selanjutnya, Software Defined Radio (SDR) adalah teknologi yang beberapa software mengimplementasikan standar yang berbeda berkembang pesat dan selalu menarik untuk industri pada sistem radio. Sistem ini dapat diaplikasikan untuk keperluan telekomunikasi. Beberapa tahun terakhir, sistem radio analog yang berbeda-beda, sesuai dengan software yang digunakan. telah digantikan dengan sistem radio digital untuk berbagai Selain itu, software dapat mengimplementasikan layanan baru aplikasi radio, yaitu pada militer, sipil, dan untuk komersial. Selain dengan cara di-download langsung dari udara ke handset. itu, modul programmable hardware makin banyak digunakan Fleksibilitas ini dapat diperoleh dari sistem SDR. untuk radio digital untuk fungsi yang berbeda-beda. Teknologi SDR bertujuan untuk memaksimalkan programmable hardware Fleksibilitas ini ditawarkan oleh sistem SDR dengan untuk membangun sebuah radio yang berbasis software. memecahkan masalah yang berkaitan dengan penyebaran layanan. Definisi SDR Multistandard : perangkat radio tersebut dapat dioperasikan/diaktifkan pada standar radio yang berbeda, seperti GSM, AMPS, GPRS, DECT, GPS, WCDMA, CDMA, dan WiMax. Multiband : berarti dapat digunakan pada frekuensi kerja yang berlainan, seperti 800 MHz, 900 MHz, VHF, dan UHF. Reconfigurable : perangkat radio tersebut mampu diubah- ubah konfigurasi sistem radionya sesuai dengan standar yang sudah ada. Reprogrammable : perangkat radio tersebut dapat diprogram ulang sehingga memungkinkan untuk memuat (men- download) software yang baru, seperti untuk penambahan layanan, daerah frekuensi, pengkodean, dan lain-lain. Kelebihan SDR Adapun kelebihan SDR antara lain sebagai berikut : Mampu beradaptasi Sistem SDR mampu untuk beradaptasi ke setiap jenis sistem radio yang ada dengan pemakaian multiband dan multistandard. Standar commercial wireless network yang selalu berkembang, mulai dari 2G ke 2.5G/3G, dan kemudian ke 4G. Setiap generasi network memiliki standar link-layer protocol yang sangat berbeda, yang menyebabkan masalah pada pelanggan, wireless network operator, dan peralatan vendor. Software Defined Radio (SDR) forum mendefinisikan SDR sebagai radio yang menggunakan software untuk bagian teknik modulasi, wide-band atau narrow-band operation, fungsi keamanan komunikasi (seperti hopping), dan waveform requirement untuk standar saat ini dan yang akan datang pada daerah frekuensi broad band. Singkatnya, Software Defined Radio (SDR) adalah suatu teknologi dimana software dijalankan pada platform hardware, yaitu pada Digital Signal Processing (DSP) processor, dan Field P r o g r a m m a b l e G a t e A r r a y ( F P G A ), u n t u k mengimplementasikan fungsi-fungsi radio seperti proses modulasi pada transmitter dan proses demodulasi pada receiver. Teknologi SDR dapat diimplementasikan pada militer dan radio komersial. Aplikasi yang lebih luas lagi dari teknologi SDR adalah untuk Bluetooth, WLAN, GPS, Radar, WCDMA, GPRS, CDMA, GSM, dll. Berikut ini adalah kunci dari teknologi SDR : Fleksible : berarti perangkat radio tersebut dapat diubahubah/dimodifikasi karateristiknya sesuai dengan sistem radio yang dikehendaki. Multiservice : artinya, radio yang dapat mengaplikasikan berbagai layanan atau servis berupa suara, teks, dan data. 16 Buletin Len No. 9 Edisi Maret 2012

7 Tidak memerlukan penambahan/perubahan hardware Untuk pembuatan sistem radio yang baru tidak perlu menambah ataupun mengganti hardware (perangkat keras), tetapi cukup dengan penambahan software saja yang dimuat ke dalam DSP. Pelanggan dipaksa untuk membeli handset baru ketika telah dikembangkan generasi baru dari suatu standar network. Network operator juga memerlukan biaya peralatan yang tinggi ketika melakukan migrasi dari generasi lama ke generasi yang baru, karena jika standar berbeda maka hardware yang digunakan oleh vendor juga sangat TI C 5509 DSK Development Kit berbeda. Mudah dan sederhana Pemilihan sistem radio yang dikehendaki dapat dilakukan dengan perubahan yang mudah dan sederhana yaitu cukup mengaktifkan sistem radio yang dikehendaki tersebut. Begitu juga pengembangan untuk jenis sistem radio dan servis yang baru mudah untuk diaplikasikan. Memperkecil ukuran Dengan aplikasi sistem SDR, memungkinkan ukuran hardware yang lebih praktis dengan kapasitas kemampuan yang cukup banyak. Mendukung pengembangan Sistem SDR mampu mendukung pengembangan sistem komunikasi radio yang lebih maju. Air-interface dan link-layer protocol yang berbeda Xilinx Spartan 3A-DSP Development Kit dari berbagai tempat (contohnya, European Wireless Networks didominasi oleh GSM/TDMA sedangkan di USA Teknologi SDR mendukung over-the-air upload software untuk wireless network didominasi oleh IS95/CDMA based). handset pelanggan. Hal ini akan membantu network operator Masalah ini akan mempengaruhi pelanggan yang sering bertindak seperti vendor handset. Network operator dapat bepergian dari satu negara ke negara lain. melakukan kustomisasi massal pada handset pelanggan hanya Wireless network operator akan menemui masalah apabila dengan meng-upload software terbarunya, sehingga melakukan launching layanan baru, karena harus melakukan mempercepat penyebaran layanan baru. Produsen dapat customization pada semua handset pelanggannya. meningkatkan performansi dengan me-remote dan memperbaiki kekurangannya dengan meng-upload versi software yang terbaru Teknologi SDR dapat diimplementasikan di radio untuk ke handset pelanggan serta infrastruktur jaringan. menjalankan fungsi networking infrastructure equipment dan subscriber terminals sebagai software yang dijalankan pada Kekurangan SDR platform hardware tertentu. Hal ini akan memudahkan migrasi jaringan dari satu generasi ke generasi lainnya karena hanya Namun, teknologi SDR juga memiliki beberapa kekurangan, meng-upgrade software-nya saja. Selanjutnya, karena fungsi antara lain sebagai berikut : radio diimplementasikan sebagai software, maka beberapa Memerlukan sistem antena dan tingkat RF yang sesuai untuk software yang berbeda dapat digunakan pada satu handset yang berbagai sistem radio. Sistem radio yang ada memiliki sama. Sebuah software dapat diimplementasikan (baik itu oleh frekuensi dan daya pancar yang berbeda. pelanggan ataupun operator) tergantung jaringan yang Diperlukan sebuah arsitektur ADC yang memiliki : diinginkan. Ini akan mendukung multi-mode handset dan dapat a. Laju pencuplikan (sampling rate) yang tinggi (diatas selalu melakukan koneksi dimanapun berada, sesuai dengan 100 MSampel/detik, MSPS) sehingga mampu layanan jaringan yang tersedia di tempat tersebut. mencuplik sinyal RF. b. Dynamic range yang mampu berubah-ubah dalam daerah yang cukup lebar sesuai dengan jenis sistem radio yang ada. Untuk GSM diperlukan dinamic range sekitar 91 db. c. Resolusi bit yang tinggi [1 ],[2], paling tidak 12 bit d. Error generator (seperti jitter, thermal noise dan error kuantisasi) yang sangat kecil Diperlukan sistem pengolahan sinyal digital dengan pelaksanaan "real-time", sehingga membutuhkan beberapa DSP (Digital Signal Processor) yang diparalel. Sedangkan DSP tersebut tidak cukup memadai untuk setiap fungsi pengolahan sinyal baseband dari jenis sistem radio yang berbeda. Hal ini menyebabkan pemakaian DSP yang cukup banyak Aplikasi SDR membutuhkan sistem pengolahan dan transmisi yang tanpa error, meskipun menggunakan teknik pengkodean (coding) yang baik untuk sistem pengolahannya, tetapi error transmisi tidak dapat dihindari. Karena permasalahan-permasalahan teknik tersebut, hingga kini arsitektur SDR yang ideal tidak dapat direalisasikan. Buletin Len No. 9 Edisi Maret

8 Arsitektur SDR receiver berfungsi untuk mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog Gambar di bawah menunjukkan arsitektur dari untuk kemudian dikeluarkan sebuah radio penerima superheterodyne melalui speaker. ADC dan yang konvensional. Pembuatan radio yang DAC adalah interface antara multiband dan multistandard dengan bagian analog dan digital arsitektur tersebut akan membutuhkan pada suatu sistem radio. rangkaian penerima yang tersendiri Blok DDC (Digital Down untuk setiap daerah frekuensi (band). Converter) berfungsi Solusi ini tidak efektif karena sebagai digital down akan menyebabkan ukurannya converter para receiver, menjadi lebih besar, lebih rumit, sedangkan DUC (Digital Up dan lebih mahal. Begitu juga untuk Converter) berfungsi sebagai setiap standar yang baru akan digital up converter pada sisi memerlukan penambahan rangkaian transmitter. DDC/DUC memproses penerima. Hal tersebut sangatlah modulasi & demodulasi digital tidak praktis. pada level IF, dan sering juga disebut dengan digital tuning. Block diagram Analog Transceiver Sebuah sistem SDR didefinisikan sebagai sebuah sistem radio dimana baseband processing dan DDC/DUC diproses secara software. Ketersediaan smart antenna, wideband RF front-end, teknologi wideband ADC/DAC dan selalu meningkatnya kapasitas pemrosesan (MIPS / Microprocessor without Interlocked Pipeline Stages) dari DSP dan penggunaan microprocessor untuk mengembangkan multi-band, multistandard, multim-mode radio menggunakan teknologi SDR. Pada sistem SDR, link-layer protocol dan proses modulasi/ demodulasi dilakukan menggunakan software. SDR ideal merupakan radio yang seluruh komponennya akan BPF = Bandpass filter Amp = Amplifier diimplementasikan oleh software, termasuk juga untuk tingkat RF. LNA = Low Noise Amplifier 90 = pembalik phase 90o SDR yang ideal diharapkan mampu menyempurnakan generasi LO = Local Oscillator VCO = Voltage Control Oscillator SDR secara menyeluruh. Karena keterbatasan teknologi, SDR LPF = Lowpass filter DAC = Digital to Analog Converter ideal tidak dapat dicapai pada sekarang ini, dan mungkin akan AGC = Automatic Gain Control ADC = Analog to Digital Converter RF = Radio Frequency IF = Intermediate Frequency dapat direalisasikan pada masa yang akan datang. Implementasi dan Pengembangan SDR Karena teknologi yang belum memungkinkan untuk melaksanakan SDR yang ideal, maka dilakukan berbagai pendekatan terhadap sistem SDR yang mungkin dapat diimplementasikan. Salah satu pendekatan yang cukup memungkinkan untuk implementasi SDR pada saat sekarang ini adalah radio transceiver digital. Higher Level Protocols (WAP, TCP/IP) Block diagram Digital Transceiver RF (Radio Frequency) yang juga disebut RF front-end, berfungsi sebagai transmitter / receiver sinyal radio frequency dari antenna melalui coupler dan mengubah sinyal RD menjadi IF (Intermediate Frequency). RF front-end pada bagian receiver akan menerima sinyal dan dikuatkan menggunakan low noise amplifier, kemudian dilakukan down conversion dari frekuensi RF ke IF. Sedangkan pada transmitter, RF front-end akan melakukan up conversion dari frekuensi IF ke RF kemudian melakukan penguatan sinyal RF menggunakan High Power Amplifier (HPA). Blok ADC (Analog to Digital Converter) berada di sisi transmitter berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, sedangkan DAC (Digital to Analog Converter) berada di sisi Radio Applications (link-layer protocols, modulation/demodulation) Operating Environment (hardware resource management, memory management, interrupt management) Hardware Resource (DSPs, FPGAs, microprocessors, memory, analog RF hardware including antenna) Programmability levels of different digital radio systems 18 Buletin Len No. 9 Edisi Maret 2012

9 Gambar tersebut menunjukkan arsitektur software yang ada pada sebuah sistem SDR. Sistem menggunakan platform hardware dengan modul yang bisa diprogram (DSP, FPGA, microprocessor) dan modul analog RF. Operating Environment melakukan fungsi hardware resource management activity seperti mengalokasikan hardware resource untuk aplikasi yang berbeda-beda, memory management, interrupt servicing dan menyediakan interface yang konsisten untuk hardware yang digunakan untuk aplikasi tertentu. Pada sistem SDR, software yang mengimplementasikan link-layer protocol dan modulasi/demodulasi disebut dengan aplikasi radio dan aplikasi ini menyediakan service link-layer untuk layer communication protocol yang lebih tinggi tinggi seperti WAP dan TCP/IP. Berbagai pendekatan dan pengembangan aplikasi SDR akan menyebabkan proses evolusi teknologi radio seperti yang diilustrasikan pada gambar di bawah ini. Evolusi teknologi radio dimulai dengan hardware radio. Sedangkan antara tahun 2002 hingga perkiraan tahun 2008, teknologi SDR akan mulai dapat direalisasikan. Di masa yang akan datang, SDR akan dikembangkan dengan penawaran yang lebih fleksibel dan kemampuan lebih meningkat lagi dengan tercapainya peralatan SDR yang ideal. Hardware Radio merupakan radio yang seluruh komponennya berupa perangkat keras yang berat dan terpisah, tetapi cukup tahan lama. Setiap jenis radio memiliki perangkat yang berbedabeda sehingga setiap perubahan frekuensi kerja diperlukan penukaran peralatan fisik yang sesuai. Software Controlled Radio merupakan radio yang telah mengaplikasikan sistem software sebagai alat kontrol. Radio ini menggunakan teknologi semikonduktor digital modern berupa integrated circuit (IC) digital. Di dalam IC tersebut terdapat software yang memiliki fungsi-fungsi kontrol radio seperti pemograman frekuensi dan pemograman sistem pemilihan dan penombolan serta penggunaan kunci-kunci rahasia untuk sistem proteksi. Tetapi tidak dapat mengubah jenis modulasi atau lebar frekuensi kerja radiasi. Increasing Flexibility & Reconfigurability Hardware Radio Software Controlled Radio Software Defined Radio Increasing Software Capability Ideal Software Defined Radio Evolusi Teknologi SDR Software Defined Radio (SDR) merupakan radio yang sebagian besar komponennya berupa software. SDR memiliki chip DSP (Digital Signal Processor) yang mampu digunakan untuk menghasilkan jenis-jenis modulasi, filter, dan lebar frekuensi kerja yang bervariasi. Akan tetapi untuk tingkat RF, SDR masih menggunakan rangkaian analog dengan rancangan yang besar, pemakaian beberapa jenis antena dan arsitekturnya yang kompleks. SDR ideal merupakan radio yang seluruh komponennya akan diimplementasikan oleh software, termasuk juga untuk tingkat RF. SDR yang ideal diharapkan mampu menyempurnakan generasi SDR secara menyeluruh. Karena keterbatasan teknologi, SDR ideal tidak dapat dicapai pada sekarang ini, dan mungkin akan dapat direalisasikan pada masa yang akan datang. Demo komunikasi menggunakan Alkom Fiscor-100 Radio HF yang direndam kedalam aquarium pada acara Rapim TNI di Mabes TNI. Cilangkap (18/01/2012) Buletin Len No. 9 Edisi Maret

10 Pengembangan SDR PT Len Industri (Persero) Sebagai salah satu BUMN Industri Strategis, PT Len Industri (Persero) juga mengembangkan teknologi SDR. Saat ini, telah dikembangkan radio taktikal untuk TNI, yaitu radio HF dan VHF. Untuk radio HF, sebagian besar sistemnya masih menggunakan hardware, tetapi ke depan akan dikembangkan teknologi SDR untuk radio ini. Sedangkan produk yang telah menggunakan SDR, saat ini sedang dikembangkan radio VHF FM. Dimulai dari tahun 2008, pengembangan radio VHF mulai disimulasikan dan dimodelkan dengan menggunakan tools matlab/simulink. Setelah simulasi berjalan benar, sebuah sistem kemudian akan dimodelkan. Setelah dimodelkan, sistem tersebut akan diimplementasikan menggunakan prosesor DSP. Fungsi pertama yang berhasil diimplementasikan oleh Tim SDR Len adalah filter digital. Jika menggunakan filter analog, untuk membuat satu filter saja harus dibuat rangkaiannya terlebih dahulu. Tetapi dengan menggunakan teknologi SDR, untuk membuat filter ini pertama ditentukan terlebih dahulu spesifikasi tekniknya, kemudian dibuat modelnya menggunakan matlab. Dari matlab akan diperoleh koefisien filter, yang kemudian koefisien tersebut diimplementasikan pada prosesor DSP. Untuk radio VHF yang sudah berhasil dikembangkan adalah baseband processing yang sudah menggunakan prosesor DSP secara penuh, dimana baseband processing adalah proses pengolahan sinyal informasi. Sinyal suara analog diproses secara digital. Sedangkan untuk IF,masih menggunakan hardware. Untuk versi selanjutnya, akan dikembangkan radio VHF dengan baseband processing dan IF processing menggunakan software, sehingga dapat dilahirkan produk dengan full SDR. Tentang Penulis Nama : Kalfika Yani, ST. Tempat & Tgl. Lahir : Mojokerto, 15/09/1985 Pendidikan : S1 STTTelkom Bandung, Teknik Elektro - Telekomunikasi Karir di Len : Agustus sekarang Juli Juli 2011 November Juni 2009 Divisi Pusat Teknologi dan Inovasi Bagian Manajemen & Rekayasa Proyek, UB Sistem Kendali & Pertahanan Bagian Desain Sistem & Inovasi Produk, UB Infohan 20 Buletin Len No. 9 Edisi Maret 2012

11

12

13

14

15

16 Foto : Humas

17

18 Gambar : productionerp.com Foto : Humas

19

20 Foto : Adji P.

21

22

23 airliners.net

24 Foto : Humas

25

26 Foto : Humas Foto : Humas

27 Foto : Ist

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37 Buletin Len No. 9 Edisi Maret

38 Foto 2 Foto 4 Foto 1 Foto 3

39

40

PERENCANAAN ANALISIS UNJUK KERJA WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (WCDMA)PADA KANAL MULTIPATH FADING

PERENCANAAN ANALISIS UNJUK KERJA WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (WCDMA)PADA KANAL MULTIPATH FADING Widya Teknika Vol.19 No. 1 Maret 2011 ISSN 1411 0660 : 34 39 PERENCANAAN ANALISIS UNJUK KERJA WIDEBAND CODE DIVISION MULTIPLE ACCESS (WCDMA)PADA KANAL MULTIPATH FADING Dedi Usman Effendy 1) Abstrak Dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Tujuan

BAB I PENDAHULUAN. 1.2 Tujuan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Radio Over Fiber (RoF) merupakan teknologi dimana sinyal microwave (listrik) didistribusikan menggunakan media dan komponen optik. Sinyal listrik digunakan

Lebih terperinci

Teknik Operasional PCM 30

Teknik Operasional PCM 30 KODE MODUL TS.010 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK TELEKOMUNIKASI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK SUITSING Teknik Operasional PCM 30 BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH

Lebih terperinci

Daftar Isi i ii Jaringan Komputer Daftar Isi iii JARINGAN KOMPUTER Oleh : Jonathan Lukas Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2006 Hak Cipta Ó 2006 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang

Lebih terperinci

KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT

KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT KONSEP FREKUENSI SINYAL WAKTU KUNTINYU & WAKTU DISKRIT Sinyal Sinusoidal Waktu Kontinyu T=/F A A cos X Acos Ft a 0 t t Sinyal dasar Eksponensial dng α imajiner X Ae a j t Ω = πf adalah frekuensi dalam

Lebih terperinci

Penggunaan Internet Secara Sehat

Penggunaan Internet Secara Sehat Penggunaan Internet Secara Sehat Oleh: Doni Mardinal, ST Berbicara masalah internet adalah suatu hal yang langka, hampir setiap orang mengenal yang namanya internet dan sebagian orang sudah bergantung

Lebih terperinci

DIGITAL LINE UNIT (DLU) PADA SENTRAL SWITCHING ELECTRONIC WAHLER SYSTEM DIGITAL (EWSD) PT.TELKOM TBK REGIONAL PANGKALPINANG

DIGITAL LINE UNIT (DLU) PADA SENTRAL SWITCHING ELECTRONIC WAHLER SYSTEM DIGITAL (EWSD) PT.TELKOM TBK REGIONAL PANGKALPINANG 1 DIGITAL LINE UNIT (DLU) PADA SENTRAL SWITCHING ELECTRONIC WAHLER SYSTEM DIGITAL (EWSD) PT.TELKOM TBK REGIONAL PANGKALPINANG *Zulkurniawan**Wahri Sunandar S.T.,M.Eng***Ishar *Mahasiswa Jurusan Teknik

Lebih terperinci

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS

ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS MPLS ANALISA APLIKASI VOIP PADA JARINGAN BERBASIS Dwi Ayu Rahmadita 1,M.Zen Samsono Hadi 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi 2 Dosen Politeknik Elektronika Negeri

Lebih terperinci

Information Systems KOMUNIKASI DATA. Dosen Pengampu : Drs. Daliyo, Dipl. Comp. DISUSUN OLEH:

Information Systems KOMUNIKASI DATA. Dosen Pengampu : Drs. Daliyo, Dipl. Comp. DISUSUN OLEH: Information Systems KOMUNIKASI DATA Dosen Pengampu : Drs. Daliyo, Dipl. Comp. DISUSUN OLEH: Nama : Muh. Zaki Riyanto Nim : 02/156792/PA/08944 Program Studi : Matematika JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

Implementasi Filter IIR secara Real Time pada TMS 32C5402

Implementasi Filter IIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Implementasi Filter IIR secara Real Time pada TMS 32C5402 Oleh: Tri Budi Santoso, Hary Octavianto, Titon Dutono E-mail: tribudi@eepis-its.edu Laboratorium Sinyal, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Lebih terperinci

1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif.

1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif. 1. Cara Memilih dan Memasang Antena TV yang Efektif. Gambar 1. Antena Televisi Sering kita dibuat jengkel bila suatu saat sedang melihat suatu siaran TV tiba-tiba terganggu karena gambar atau suara siaran

Lebih terperinci

Analisa Unjuk Kerja Jaringan Operator 3G(WCDMA-UMTS) Menggunakan Metode Drivetest

Analisa Unjuk Kerja Jaringan Operator 3G(WCDMA-UMTS) Menggunakan Metode Drivetest Analisa Unjuk Kerja Jaringan Operator 3G(WCDMA-UMTS) Menggunakan Metode Drivetest Heri Kiswanto 1, Arifin ST, MT 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan Teknik Telekomunikasi 2 Dosen

Lebih terperinci

Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS

Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS Aplikasi SIP Based VoIP Server Untuk Integrasi Jaringan IP dan Jaringan Teleponi di PENS - ITS Fahmi Alfian 1, Prima Kristalina 2, Idris Winarno 2 1 Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Jurusan

Lebih terperinci

PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI

PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI MODUL 5 PROFESI DI BIDANG TEKNOLOGI INFORMASI APA YANG ANDA KETAHUI? PEKERJAAN? PROFESI? PROFESIONAL? PROFESIONALISME? ETIKA PROFESI? KODE ETIK? BEBERAPA TERMINOLOGI PEKERJAAN Kodrat manusia untuk bertahan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo

SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo PRODUK PROFILE SISTEM INFORMASI MANAGEMENT SPBU PERTAMINA ( FPOS SPBU) PT. FTF Globalindo I. SEKILAS TENTANG APLIKASI Sistem Informasi Management SPBU Pertamina adalah aplikasi komputer yang dikembangkan

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BARU

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BARU Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur SISTEM INFORMASI MANAJEMEN INFRASTRUKTUR TI DAN TEKNOLOGI BARU 1 INFRASTRUKTUR TI Infrastruktur TI terdiri atas sekumpulan perangkat dan aplikasi piranti lunak yang

Lebih terperinci

SPAUN SUS 21 F Router Kabel Tunggal

SPAUN SUS 21 F Router Kabel Tunggal LAPORAN UJI Solusi Satu Kabel untuk Satelit dan Terestrial SPAUN SUS 21 F Router Kabel Tunggal Menggunakan dua frekuensi tetap untuk memancarkan transponder satelit yang diinginkan Mengurangi kebutuhan

Lebih terperinci

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang.

Penentuan Posisi. Hak Cipta 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Penentuan Posisi 2007 Nokia. Semua hak dilindungi undang-undang. Nokia, Nokia Connecting People, Nseries, dan N81 adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Nama produk dan

Lebih terperinci

PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI SUBSCRIBER STATION BERBASIS STANDAR TEKNOLOGI LONG-TERM EVOLUTION

PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI SUBSCRIBER STATION BERBASIS STANDAR TEKNOLOGI LONG-TERM EVOLUTION LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS ALAT DAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI BERBASIS STANDAR TEKNOLOGI LONG-TERM EVOLUTION

Lebih terperinci

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI

MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI MODUL KULIAH SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI KONSEP DASAR SISTEM KENDALI TERDISTRIBUSI Oleh : Muhamad Ali, M.T JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2012 BAB

Lebih terperinci

E BOOK MULTIMEDIA MENGGABUNGKAN AUDIO KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA

E BOOK MULTIMEDIA MENGGABUNGKAN AUDIO KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA E BOOK MULTIMEDIA MENGGABUNGKANN AUDIO KEDALAM SAJIAN MULTIMEDIA PENYUSUN N I GEDE EDI PURMANTA JAYA, ST SMK NEGERI 1 KUTA SELATAN KOMPETENSI DASAR I MENGIDENTIFIKASI DAN PENJABARAN FORMAT AUDIO DIGITAL

Lebih terperinci

Apa Itu Komunikasi Data DATA?

Apa Itu Komunikasi Data DATA? DIKTAT MATA KULIAH KOMUNIKASI DATA PENDAHULUAN KOMUNIKASI BAB I IF Apa Itu Komunikasi Data DATA? Istilah data dalam diktat ini berarti segala sesuatu yang belum memiliki arti bagi si penerimanya. Dalam

Lebih terperinci

Konsep SISTEM OPERASI. Pengenalan Sistem Operasi

Konsep SISTEM OPERASI. Pengenalan Sistem Operasi Konsep SISTEM OPERASI Pengenalan Sistem Operasi Course Objective Definisi Sistem Operasi. Peran Sistem Operasi dalam Sistem Komputer. Tujuan Sistem Operasi. Sejarah perkembangan Sistem Operasi. Sistem

Lebih terperinci

www.viewsonic.com ViewSync WPG-370 Scan for more information

www.viewsonic.com ViewSync WPG-370 Scan for more information Dengan ViewSonic WPG-370 Full HD 1080p wireless presentation gateway pengguna dapat melakukan tayangan/streaming nirkabel konten HD dari laptop dan berbagai perangkat bergerak lain langsung ke proyektor.

Lebih terperinci

2.6. Struktur dasar sistem operasi

2.6. Struktur dasar sistem operasi c. System Call Layanan langsung sisem operasi ke pemogram adalah system call atau API (Application Programming Interface). System call adalah tata cara pemanggilan di program aplikasi untuk memperoleh

Lebih terperinci

ALAT UKUR TINGGI DAN BERAT BADAN MANUSIA SECARA DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLLER IC AT89S51 MENGGUNAKAN ULTRASONIK

ALAT UKUR TINGGI DAN BERAT BADAN MANUSIA SECARA DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLLER IC AT89S51 MENGGUNAKAN ULTRASONIK ALAT UKUR TINGGI DAN BERAT BADAN MANUSIA SECARA DIGITAL BERBASIS MIKROKONTROLLER IC AT89S51 MENGGUNAKAN ULTRASONIK (sensor jarak) dan FLEXIFORCE (sensor tekanan) TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN ERP JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Definisi ERP Daniel O Leary : ERP system are computer based system designed to process an organization s transactions

Lebih terperinci

data telah diorganisasikan melalui komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa.

data telah diorganisasikan melalui komputer, dibandingkan dengan cara pengiriman biasa. Paper I KOMUNIKASI DATA Pertama kali komputer ditemukan, ia belum bisa berkomunikasi dengan sesamanya. Pada saat itu komputer masih sangat sederhana. Berkat kemajuan teknologi di bidang elektronika, komputer

Lebih terperinci

PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN

PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 06 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN RADIO KOMUNIKASI KEBENCANAAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

Lebih terperinci

1.2 Arsitektur Jaringan GSM

1.2 Arsitektur Jaringan GSM 1. Konsep Dasar Teknologi Selular System selular adalah system yang canggih sebab system ini membagi suatu kawasan dalam beberapa sel kecil. Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa frekuensi dapat meluas

Lebih terperinci

JENIS KABEL. Audio Plus Centre

JENIS KABEL. Audio Plus Centre 1 JENIS KABEL Audio Plus Centre Jenis 2 Jenis kabel dibagi berdasarkan fungsinya: 1. Strom / Power 2. Digital 3. Interconnect 4. 1. Strom / Power 3 yang dialiri arus untuk menyalakan perangkat audio disebut

Lebih terperinci

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File

Tips penting. N91 dan N91 8GB umum. Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Manajemen File Tips penting N91 dan N91 8GB umum Nokia PC Suite (terutama Nokia Audio Manager) Nokia PC Suite dioptimalkan untuk manajemen data pada Memori telepon [C:]. Nokia PC Suite dianjurkan untuk mengelola kontak,

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG PERANCANGAN SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DI PT INFOMEDIA SOLUSI HUMANIKA BANDUNG Dedy Kasraji 1, Soni Fajar Surya G, S.T., MCAS. 2 1,2 Program Studi Sistem Informasi STMIK LPKIA Jln. Soekarno Hatta

Lebih terperinci

KOMPONEN DSS IRA PRASETYANINGRUM

KOMPONEN DSS IRA PRASETYANINGRUM KOMPONEN DSS IRA PRASETYANINGRUM 6 alasan mengapa perusahaanperusahaan utama memulai DSS dalam skala besar: Kebutuhan akan informasi yang akurat. DSS dipandang sebagai pemenang secara organisasi. Kebutuhan

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III (D3) Disusun Oleh : Clarissa Chita Amalia J0D007024

Lebih terperinci

PENGUKURAN TELEPON SELULAR GSM DENGAN DIGITAL RADIO COMMUNICATION TESTER (DRCT) CMD 52 DI BALAI UJI PERANGKAT TELEKOMUNIKASI

PENGUKURAN TELEPON SELULAR GSM DENGAN DIGITAL RADIO COMMUNICATION TESTER (DRCT) CMD 52 DI BALAI UJI PERANGKAT TELEKOMUNIKASI PENGUKURAN TELEPON SELULAR GSM DENGAN DIGITAL RADIO COMMUNICATION TESTER (DRCT) CMD 52 DI BALAI UJI PERANGKAT TELEKOMUNIKASI Lulita Endah Lestari, Ir.Irwan Nimara MMSI Penulisan Ilmiah, Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

PEMODELAN FREKUENSI NON SELECTIVE CHANNEL DENGAN EXTENDED SUZUKI PROSES TIPE II

PEMODELAN FREKUENSI NON SELECTIVE CHANNEL DENGAN EXTENDED SUZUKI PROSES TIPE II PEMODELAN FREKUENSI NON SELECTIVE CHANNEL DENGAN EXTENDED SUZUKI PROSES TIPE II Hendro S / 0422055 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Univeristas Kristen Maranatha Jln. Prof. Drg. Suria Sumantri

Lebih terperinci

Sistem Operasi Mobile

Sistem Operasi Mobile Sistem Operasi Mobile Materi Kuliah MI3493 Teknologi Perangkat Bergerak Pramuko Aji, ST. MT. 1 Intro Sistem operasi mobile memiliki banyak kesamaan dengan sistem operasi konvensional.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2005 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN LEMBAGA PENYIARAN SWASTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk

Lebih terperinci

10. Mobile Device Forensics Part 2

10. Mobile Device Forensics Part 2 10. Mobile Device Forensics Part 2 TopiK Collecting and Handling Cell Phones as Evidence Cell Phone Forensic Tools GPS (Global Positioning System) Isolasi Ponsel Gunakan Faraday bag atau kaleng cat untuk

Lebih terperinci

Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T Jaringan Komputer

Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T Jaringan Komputer Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Willy Permana Putra, S.T., M.Eng Jaringan Komputer Jaringan Komputer Jaringan Komputer atau biasa dikenal dengan Local Area Network (LAN) adalah hubungan antara 2 komputer

Lebih terperinci

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar

Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Fokus kami adalah memberi tahu Anda bila perlu dan membantu mengambil data yang tepat dalam waktu singkat. Analisis Video Pintar Penambahan penginderaan dan struktur Bila memerlukan pengawasan video, yang

Lebih terperinci

Central Processing Unit ( CPU )

Central Processing Unit ( CPU ) Central Processing Unit ( CPU ) Tatik yuniati tatikyuniati10@yahoo.co.id Abstrak Central Processing Unit (CPU) adalah perangkat keras komputer yang memahami dan melaksanakan perintah data dari perangkat

Lebih terperinci

COMPIERE. 2009

COMPIERE.  2009 COMPIERE http://en.wikipedia.org, 2009 M. Choirul Amri, Romi Satria Wahono, Compiere ERP Aplikasi Bisnis di Linux,www.ilmukomputer.com, 21-11-2003 Panduan Pendayagunaan Open Source Software: Enterprise

Lebih terperinci

13. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika

13. Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika SALINAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PENYIARAN TELEVISI SECARA DIGITAL DAN PENYIARAN MULTIPLEKSING MELALUI SISTEM TERESTRIAL

Lebih terperinci

Aplikasi Sistem MSDM-BK

Aplikasi Sistem MSDM-BK DESKRIPSI Aplikasi Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Konsep Manajemen SDM Berbasis Kompetensi Manajemen SDM berbasis kompetensi (MSDM-BK) dapat didefinisikan sebagai suatu proses perencanaan,

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER DALAM SISTEM INFORMASI

JARINGAN KOMPUTER DALAM SISTEM INFORMASI JARINGAN KOMPUTER DALAM SISTEM INFORMASI Pendahuluan Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat telah memungkinkan pemakai untuk memperoleh informasi dengan cepat dan akurat. Seiring dengan meningkatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tersebut memanfatkan Radio Frequency Identification (RFID) Reader sebagai

BAB I PENDAHULUAN. tersebut memanfatkan Radio Frequency Identification (RFID) Reader sebagai BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia pendidikan saat ini tingkat kedisplinan lebih diutamakan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan, terutama

Lebih terperinci

ALAT UKUR ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC) BERBASIS KOMPUTER

ALAT UKUR ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC) BERBASIS KOMPUTER ALAT UKUR ARUS DAN TEGANGAN BOLAK-BALIK (AC) BERBASIS KOMPUTER LAPORAN PROYEK AKHIR Oleh : HERRY WAHYONO NIM: 011903102092 PROGRAM STUDI DIPLOMA III TEKNIK ELEKTRO JURUSAN TEKNIK ELEKTRO PROGRAM-PROGRAM

Lebih terperinci

Manajemen Proyek Minggu 2

Manajemen Proyek Minggu 2 Project Management Process Manajemen Proyek Minggu 2 Danny Kriestanto, S.Kom., M.Eng Initiating / Requirement :...awal siklus! Planning : perencanaan... Executing : Lakukan! Monitoring and Controlling

Lebih terperinci

Pendahuluan Secara tradisional, pengembangan- pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi selama ini menggunakan teknologi terrestrial, tetapi

Pendahuluan Secara tradisional, pengembangan- pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi selama ini menggunakan teknologi terrestrial, tetapi Ground Segment TEKNOLOGI VSAT UNTUK KOMUNIKASI MULTIMEDIA By Hasanuddin Sirait Pendahuluan Secara tradisional, pengembangan- pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi selama ini menggunakan teknologi

Lebih terperinci

Lomba Desain Rumah Kokoh

Lomba Desain Rumah Kokoh Lomba Desain Rumah Kokoh PROLOG Rumah adalah salah satu bangunan yang dijadikan tempat tinggal oleh manusia selama jangka waktu tertentu (biasanya lama). Karena itu rumah haruslah kokoh. Kokoh disini tidak

Lebih terperinci

ANALISIS PARAMETER-PARAMETER UTAMA UNTUK DESAIN SENSOR SAR PADA LSA (LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT)

ANALISIS PARAMETER-PARAMETER UTAMA UNTUK DESAIN SENSOR SAR PADA LSA (LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT) ANALISIS PARAMETER-PARAMETER UTAMA UNTUK DESAIN SENSOR SAR PADA LSA (LAPAN SURVEILLANCE AIRCRAFT) Muchammad Soleh *), Rahmat Arief *) *) Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh LAPAN e-mail: msoleh76@gmail.com

Lebih terperinci

MOTOTRBO XiR P8600 SERIES RADIO DIGITAL PORTABEL DUA-ARAH

MOTOTRBO XiR P8600 SERIES RADIO DIGITAL PORTABEL DUA-ARAH SUARA ANDA MENJADI SEMAKIN JELAS MOTOTRBO XiR P8600 SERIES RADIO DIGITAL PORTABEL DUA-ARAH Dari pekerja pabrik komponen bangunan hingga kru perbaikan jalan, MOTOTRBO dapat mengubah perusahaan Anda dan

Lebih terperinci

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN

DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN BUKU AJAR DASAR KOMPUTER DAN PEMROGRAMAN oleh : RINTA KRIDALUKMANA, S.Kom, M.T. Program Studi Sistem Komputer Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2009 Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kepada

Lebih terperinci

REALISASI ROBOT CERDAS PEMADAM API LILIN DENGAN KONFIGURASI LAPANGAN YANG BERUBAH-UBAH ABSTRAK

REALISASI ROBOT CERDAS PEMADAM API LILIN DENGAN KONFIGURASI LAPANGAN YANG BERUBAH-UBAH ABSTRAK REALISASI ROBOT CERDAS PEMADAM API LILIN DENGAN KONFIGURASI LAPANGAN YANG BERUBAH-UBAH Disusun Oleh: Nama : Ratana Chanda Sutjiono NRP : 0422021 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik,, Jl. Prof.Drg.Suria

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA

RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI CONVEYOR PADA PROTOYPE MONITOR PETI KEMAS DENGAN TEKNIK SERAPAN SINAR GAMA Khairul Handono, Alvano Yulian, Nur Hasan, dan Sapta T Pusat Rekayasa Perangkat Nuklir- BATAN, PUSPIPTEK

Lebih terperinci

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7

Daftar Isi. Lampiran Skema... 7 EMS 30 A H-Bridge Daftar Isi 1. Pendahuluan... 3 2. Spesifikasi... 3 3. Tata Letak Komponen... 3 4. Keterangan Antarmuka... 4 5. Contoh Koneksi... 5 6. Tabel Kebenaran... 5 7. Prosedur Testing... 6 7.1.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NOMOR : 17 /PER/M.KOMINFO/9/2005 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN KETENTUAN OPERASIONAL PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA

TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi, Toleransi Jaringan Syaraf Tiruan TOLERANSI UNJUK PENGENALAN JARINGAN SYARAF TIRUAN PADA PENAMBAHAN DERAU DAN SUDUT PUTARAN TERHADAP POLA KARAKTER TULISAN TANGAN JENIS ANGKA Iwan Suhardi Jurusan

Lebih terperinci

MENENTUKAN AGEN DAN MODEL YANG TEPAT BERDASARKAN KEPADATAN TRAFIK PADA CALL CENTER DI CUSTOMER PT. NUSANTARA COMPNET INTEGRATOR, JAKARTA

MENENTUKAN AGEN DAN MODEL YANG TEPAT BERDASARKAN KEPADATAN TRAFIK PADA CALL CENTER DI CUSTOMER PT. NUSANTARA COMPNET INTEGRATOR, JAKARTA MENENTUKAN AGEN DAN MODEL YANG TEPAT BERDASARKAN KEPADATAN TRAFIK PADA CALL CENTER DI CUSTOMER PT. NUSANTARA COMPNET INTEGRATOR, JAKARTA Oleh HELMINA PRISASTI BR SEMBIRING NIM : 612005067 Skripsi Untuk

Lebih terperinci

Untuk radio AM karena sekarang sudah susah untuk mencari IC ZN 414 maka sekarang bisa diganti dengan IC yang equivalen yaitu MK 484.

Untuk radio AM karena sekarang sudah susah untuk mencari IC ZN 414 maka sekarang bisa diganti dengan IC yang equivalen yaitu MK 484. alarm kebakaran Di dalam bagian ini di bahas tentang suatu -sirkuit alarm,dan dalam bab kali ini adalah alarm untuk mengidentifikasi kebakaran. alarm seperti sangat penting bagi komplek-komplek perumahan

Lebih terperinci

Aksesori dan Baterai untuk Radio Dua Arah Portabel Komersial. Motorola CP1660, CP1600, CP1300, CP477, dan CP476

Aksesori dan Baterai untuk Radio Dua Arah Portabel Komersial. Motorola CP1660, CP1600, CP1300, CP477, dan CP476 Aksesori dan Baterai untuk Radio Dua Arah Portabel Komersial Motorola CP1660, CP1600, CP1300, CP477, dan CP476 Komunikasi yang dapat diandalkan dengan fungsi yang ditingkatkan untuk tingkat produktivitas

Lebih terperinci

KECENDERUNGAN YANG AKAN DATANG

KECENDERUNGAN YANG AKAN DATANG KECENDERUNGAN YANG AKAN DATANG RekayasaPerangkatLunaktelah mengalamibany* kemajuan,namun banyak pula masalah yang ritasih ada. Dalam boo ini kita akan mempelajari tentang kecenderungan dalam Rekayasa Perangkat

Lebih terperinci

DQI-07 Delta ADC. Parameter Max Min Power Supply 12V 6V Vin/kanal 5V 0V Vref 5V 1V Range 999.9 0V Karakter/kanal 6 1 Arus max 20A -

DQI-07 Delta ADC. Parameter Max Min Power Supply 12V 6V Vin/kanal 5V 0V Vref 5V 1V Range 999.9 0V Karakter/kanal 6 1 Arus max 20A - DQI-07 Delta ADC Spesifikasi: - resolusi adc 10bit. - 5 kanal input untuk pengukuran tegangan analog. - 2 kanal input untuk pengukuran arus, dengan rshunt yang sudah terintegrasi. - 1 kanal input untuk

Lebih terperinci

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1

Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI DIAN PALUPI RINI, M.KOM 1 Metodologi pengembangan sistem METODOLOGI PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI adalah metode-metode, prosedur-prosedur, konsep-konsep pekerjaan, aturan-aturan yang akan digunakan sebagai pedoman bagaimana dan

Lebih terperinci

Modul 10. Konsep Kanal Fisik dan Logik pada Sistem Selluler

Modul 10. Konsep Kanal Fisik dan Logik pada Sistem Selluler Modul 10. Konsep Kanal Fisik dan Logik pada Sistem Selluler Faculty of Electrical and Communication Institut Teknologi Telkom Bandung 2012 Modul 9 Arsitektur Seluler Interface pada GSM MSC Transcoder BSC

Lebih terperinci

MERUBAH PROSES MANAJEMEN

MERUBAH PROSES MANAJEMEN MERUBAH PROSES MANAJEMEN I. PENDAHULUAN Perdagangan secara elektronik atau elektonik commerce adalah penggunaan komputer dan jaringan komunikasi untuk melakukan proses-proses bisnis. Pandangan umum tentang

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054 PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET LAPORAN TUGAS AKHIR Dibuat sebagai Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2000 TENTANG PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DAN ORBIT SATELIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2000 TENTANG PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DAN ORBIT SATELIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 53 TAHUN 2000 TENTANG PENGGUNAAN SPEKTRUM FREKUENSI RADIO DAN ORBIT SATELIT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan mengenai spektrum

Lebih terperinci

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS

PRESS KIT MAY 2015 PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR RAHAL ASIA - WIRELESS STARS http://rahalasia.com http://wstars.com PERBURUAN HARTA KARUN MAKASSAR ʺPerburuan Harta Makassarʺ Rahal adalah serangkaian seri pertama yang menyenangkan

Lebih terperinci

Komunikasi. Rijal Fadilah S.Si

Komunikasi. Rijal Fadilah S.Si Komunikasi Rijal Fadilah S.Si Pendahuluan Model Komunikasi Komunikasi : proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi

Lebih terperinci

Antena Dipole Oleh YC0PE Ridwan Lesmana

Antena Dipole Oleh YC0PE Ridwan Lesmana Hal 1 dari 5 halaman Antena Dipole Oleh YC0PE Ridwan Lesmana Untuk LEMLOKTA Edisi pertama ini, sengaja Penulis menurunkan artikel tentang Antena Dipole. Mengapa???. Jika Anda adalah seorang anggota ORARI

Lebih terperinci

JARINGAN KOMPUTER. Konsep & Tujuan

JARINGAN KOMPUTER. Konsep & Tujuan JARINGAN KOMPUTER Pendahuluan ruliriki@gmail.com http://blogriki.wordpress.com Konsep & Tujuan http://blogriki.wordpress.com 1 Konsep & Tujuan http://blogriki.wordpress.com Definisi Sekumpulan komputer

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI BENDA HILANG MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT

PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI BENDA HILANG MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT PERANCANGAN ALAT PENDETEKSI BENDA HILANG MENGGUNAKAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT Oleh: Nama : Septi Kurniawan NRP : 2507100047 Pembimbing : Arief Rahman, ST, M.Sc NIP

Lebih terperinci

Identifikasi Hardware PC

Identifikasi Hardware PC Identifikasi Hardware PC No Nama Device/Gambar Fungsi 1. Mainboard atau motherboard Tempat meletakkan atau memasang berbagai komponen, misalnya prosesor,memori,sound card, vga card, dsb. Media transfer

Lebih terperinci

Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST

Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST Pertemuan ke - 12 Unit Masukan dan Keluaran Riyanto Sigit, ST. Nur Rosyid, S.kom Setiawardhana, ST Hero Yudo M, ST Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Tujuan Menjelaskan system komputer unit masukkan/keluaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan manusia sangat penting untuk selalu diperhatikan apalagi setelah seseorang sudah dinyatakan mengidap suatu penyakit yang dapat menghambat aktifitas positif.

Lebih terperinci

WPA750DU PETUNJUK PENGGUNAAN

WPA750DU PETUNJUK PENGGUNAAN WPA750DU PETUNJUK PENGGUNAAN SPESIFIKASI AMPLIFIER Catu Daya: AC220V/50Hz tersedia 3x6V 7A baterai isi ulang Respon frekuensi 35-20000Hz SPL: db(1w/m) T.H.D.:

Lebih terperinci

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS Ferdian Usman (0922025) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen

Lebih terperinci

USER MANUAL TREND MICRO. Instalasi Trend Micro Internet Security. By: PT. Amandjaja Multifortuna Perkasa

USER MANUAL TREND MICRO. Instalasi Trend Micro Internet Security. By: PT. Amandjaja Multifortuna Perkasa USER MANUAL Instalasi Trend Micro Internet Security TREND MICRO By: PT. Amandjaja Multifortuna Perkasa DAFTAR ISI 1. System Requirements Untuk TIS 2. Pertimbangan Instalasi TIS 3. Proses Instalasi TIS

Lebih terperinci

MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN)

MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN) MENGINSTALASI PERANGKAT JARINGAN BERBASIS LUAS (WAN) Oleh: Agus Suroso Sub Kompetensi: 1. Merencanakan Kebutuhan dan Spesifikasi Alat. Daftar Kebutuhan dan spesifikasi WAN Buku manual Gambar topologi Lingkup

Lebih terperinci

Nokia Wireless Music Receiver MD-310

Nokia Wireless Music Receiver MD-310 Nokia Wireless Music Receiver MD-310 Edisi 1.2 2 Tentang unit penerima musik Dengan Nokia Wireless Music Receiver MD-310, Anda dapat menikmati musik favorit dengan audio kualitas tinggi tanpa harus mengganti

Lebih terperinci

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS

MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS MODUL 9 PENGENALAN SOFTWARE PROTEUS TUJUAN 1. Praktikan dapat mengenal software proteus dan merancang skematik rangkaian elektronika serta simulasinya. 2. Praktikan dapat mewujudkan rangkaian yang di simulasikan.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN APLIKASI DOKUMEN MANAJEMEN UNTUK DEPARTEMEN PEMERINTAHAN

PENGEMBANGAN APLIKASI DOKUMEN MANAJEMEN UNTUK DEPARTEMEN PEMERINTAHAN PENGEMBANGAN APLIKASI DOKUMEN MANAJEMEN UNTUK DEPARTEMEN PEMERINTAHAN Dwi Atmodjo Wismono Prto 1) dan Mardiana Purwaningsih 2) 1) Program Studi Sistem Informasi, dan 2) Sistem Komputer Institut Perbankan

Lebih terperinci

dan RBF pada pengendalian plant suhu secara online. I. PENDAHULUAN

dan RBF pada pengendalian plant suhu secara online. I. PENDAHULUAN Perbandingan Unjuk Kerja Jaringan Syaraf Tiruan CMAC (Cerrebellar Model Articulation Controller) dan RBF (Radial Basis Function) pada Pengendalian Plant Suhu secara On Line Amin Fauzan 1, Iwan Setiawan,ST.

Lebih terperinci

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah

BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah BAB II JARINGAN LOCAL AREA NETWORK (LAN) 2.1 Pendahuluan Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer yang berjumlah banyak yang saling terpisah-pisah, akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan

Lebih terperinci

MERANCANG JARINGAN KOMUNIKASI VOIP SEDERHANA DENGAN SERVER VOIP TRIXBOX YANG DILENGKAPI VQMANAGER DAN OPEN VPN

MERANCANG JARINGAN KOMUNIKASI VOIP SEDERHANA DENGAN SERVER VOIP TRIXBOX YANG DILENGKAPI VQMANAGER DAN OPEN VPN MERANCANG JARINGAN KOMUNIKASI VOIP SEDERHANA DENGAN SERVER VOIP TRIXBOX YANG DILENGKAPI VQMANAGER DAN OPEN VPN TUGAS AKHIR Diajukan guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan tingkat Diploma

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIKKA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK LOKAL RADIO SUARA SIKKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIKKA, Menimbang : a. bahwa lembaga penyiaran merupakan

Lebih terperinci

Jaringan Komputer Dan Pengertiannya

Jaringan Komputer Dan Pengertiannya Jaringan Komputer Dan Pengertiannya M Jafar Noor Yudianto youdha_blink2@yahoo.co.id http://jafaryudianto.blogspot.com/ Lisensi Dokumen: Seluruh dokumen di IlmuKomputer.Com dapat digunakan, dimodifikasi

Lebih terperinci

Saya akan tunjukkan bagaimana mengubah kondisi finansial anda dengan cara sederhana, yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya!

Saya akan tunjukkan bagaimana mengubah kondisi finansial anda dengan cara sederhana, yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya! Buat Sahabatku, Mitra Fastpay PERINGATAN: Informasi berikut akan sangat mengejutkan anda. Saya harap segera hentikan kesibukan anda dan serius membaca, karena hari ini adalah TITIK BALIK kehidupan anda

Lebih terperinci

Prototipe Lift Barang 4 Lantai menggunakan Kendali PLC

Prototipe Lift Barang 4 Lantai menggunakan Kendali PLC Prototipe Lift Barang 4 Lantai menggunakan Kendali PLC I. Deradjad Pranowo 1, David Lion H 1 D3 Mekatronika, Universitas Sanata Dharma, Kampus III Paingan Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, 1 dradjad@staff.usd.ac.id

Lebih terperinci

Semua hak cipta. Hak cipta yang lainnya tetap menjadi milik masing-masing.

Semua hak cipta. Hak cipta yang lainnya tetap menjadi milik masing-masing. Copyright 2014 by ZTE Mobile Telecom Company. Pernyataan Hak Cipta Hak cipta buku manual ini milik SHENZHEN ZTE Mobile Telecom Co., LTD. Tanpa ijin tertulis dari pemilik hak cipta, tidak ada bagian dari

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci