Disampaikan oleh Biro Kepegawaian Yogyakarta, 3 Oktober 2014 KEBIJAKAN FORMASI D-IV KESEHATAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Disampaikan oleh Biro Kepegawaian Yogyakarta, 3 Oktober 2014 KEBIJAKAN FORMASI D-IV KESEHATAN"

Transkripsi

1 Disampaikan oleh Biro Kepegawaian Yogyakarta, 3 Oktober 204 KEBIJAKAN FORMASI D-IV KESEHATAN

2 Tanggung jawab Visioner Adaptif Birokrasi dinamis Orientasi pelayana n publik

3 KEBUTUHAN JUMLAH & JENIS PEGAWAI ASN SEPENUHNYA MENUNJANG ARAH PEMBANGUNAN NASIONAL (KORIDOR EKONOMI MP3EI) BAGAIMANA DG ANTISIPASI KEBUTUHAN TENAGA KESEHATAN?

4 PENENTUAN KEBUTUHAN RINCIAN FORMASI TENAGA KESEHATAN DIHARAPKAN MEMPERTIMBANGKAN ANTARA LAIN: ANALISIS BEBAN KERJA KONDISI DEMOGRAFI&GEOGRAFI JUMLAH PASIEN/CAKUPAN PENDUDUK POLA PENYAKIT KARAKTERISTIK FASYANKES, EX PUSKESMAS (24 JAM/-) PROGRAM UNGGULAN

5 PEGAWAI ASN BERDASARKAN S-3/Doktor S-2 S-/Sarjana Diploma IV Diploma III/Sarjana Muda Diploma II Diploma I SLTA SLTP Kejuruan SLTP Sekolah Dasar PENDIDIKAN Daerah Pusat Sumber data: BKN,

6 Rekapitulasi SDM Kesehatan yang didayagunakan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Indonesia No. Jenis SDM Kesehatan Tahun (terkini) Dokter Spesialis Dokter Umum Dokter Gigi Perawat Bidan Kefarmasian Tenaga Kesehatan Lainnya Tenaga Non Nakes TOTAL *) Jumlah tersebut termasuk tenaga kesehatan dari PNS maupun PTT

7 ARAH KEBIJAKAN UMUM FORMASI CPNS 204 Zero Growth secara Nasional dalam arti alokasi formasi nasional sebesar (sama dengan) jumlah PNS yang pensiun secara nasional Pengangkatan PPPK sekitar berdasarkan kebutuhan organisasi Penghitungan kebutuhan JFT dilakukan bersama-sama Instansi Pembina JFT

8 KRITERIA PENENTUAN FORMASI ANJAB DAN ABK RASIO BELANJA PEGAWAI BEZZETING RASIO ASN THD PENDUDUK RASIO ASN THD LUAS WILAYAH BUP RASIO JFT BERDASARKAN PERATURAN MEN.PAN-RB NOMOR : 26 TAHUN 20 TENTANG PEDOMAN PERHITUNGAN JUMLAH KEBUTUHAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG TEPAT UNTUK DAERAH

9 RENCANA FORMASI ASN 204: No CPNS PPPK TOTAL PUSAT DAERAH CONTOH JABATAN2 YG BNYK TDK TERISI THN 203: DOKTER UMUM/SPESIALIS DOSEN AUDITOR TEKNISI TELEKOMUNIKASI & NAVIGASI PENERBANGAN INSPEKTUR NAVIGASI PENERBANGAN PAMONG BUDAYA FORMASI KHUSUS PERANCANG PERUNDANGAN PENGEDALI EKOSISTEM HUTAN GURU SMA & SMK PENYULUH APOTEKER PERENCANA PEMBANGUNAN DISABILITAS ALOKASI KHUSUS

10 REKAP FORMASI JABATAN YANG KOSONG PENGADAAN CPNS KEMENTERIAN KESEHATAN TA. 204 No Nama Jabatan Sisa Formasi Administrator Kesehatan Pertama 2 Analis Data 5 3 Analis Jabatan 4 Analis Kepegawaian Pelaksana 6 5 Analis Kepegawaian Pertama 4 6 Analis Tata Laksana 7 Arsiparis Pelaksana 8 8 Arsiparis Pertama 2 9 Asisten Apoteker Pelaksana 2 0 Auditor Pertama 2 Bendahara 5 2 Dokter Gigi Pertama (Spesialis I Bedah Mulut) 2 3 Dokter Pertama (Dokter Umum) 4 4 Dokter Pertama (Spesialis I Anastesi) 3 5 Dokter Pertama (Spesialis I Jantung Dan Pembuluh Darah) 6 Dokter Pertama (Spesialis I Penyakit Dalam) 4 7 Dokter Pertama (Spesialis I Radiologi) 3 8 Dokter Pertama (Spesialis I Rehabilitasi Medik) 9 Dokter Pertama (Spesialis II Bedah Ortopedi) 20 Dokter Pertama (Spesialis Mikrobiologi) 2 Dokter Pertama (Spesialis Paru) 2 22 Dokter Pertama (Spesialis Patologi Klinik) 3 23 Dokter Pertama (Spesialis Radiologi) 24 Dokter Pertama (Spesialis Rehabilitasi Medik) 25 Dosen Asisten Ahli 55

11 Lanjutan No Nama Jabatan Sisa Formasi 26 Entomolog Kesehatan Pelaksana 3 27 Epidemiolog Kesehatan Pelaksana 5 28 Instruktur Pelaksana 2 29 Instruktur Pertama 3 30 Penata Laporan Keuangan 4 3 Peneliti Pertama 32 Pengadministrasi Keuangan 33 Pengadministrasi Umum Perancang Peraturan Perundang-undangan Pertama 9 35 Perawat Pelaksana 36 Perekam Medis Pelaksana 37 Perencana Pertama 7 38 Pranata Hubungan Masyarakat Pelaksana 39 Pranata Hubungan Masyarakat Pertama 40 Pranata Komputer Pelaksana 2 4 Pranata Komputer Pertama 4 42 Pranata Laboratorium Kesehatan Pelaksana 2 43 Radiografer Pelaksana 4 44 Sanitarian Pelaksana 45 Sekretaris 4 46 Teknisi Elektro Medis Pelaksana 6 47 Teknisi Litkayasa Pelaksana 48 Verifikator Keuangan 6 T o t a l 273

12 PROGRAM KEGIATAN FORMASI KHUSUS TAHUN 204 NO URAIAN FORMASI Formasi untuk Putra/Putri Terbaik lulusan PTN 00 2 Formasi untuk Atlit dan Pelatih berprestasi (untuk Formasi Pelatih Olahraga) 3 Formasi untuk Putra/Putri Daerah yang mendapat program pendidikan Gratis (beasiswa daerah) Formasi untuk Putra/Putri Daerah Penangan Khusus (Khususnya Papua & Papua Barat) (Lanjuta) 5 Formasi untuk Disabilitas (Lanjutan) Formasi untuk Calon Sarjana Mengajar di tempat Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3KT) Jumlah 700

13 DISTRIBUSI PEGAWAI KEMENKES (.559 orang) Data SIMKA Biro Kepegawaian tanggal 23 September 204 Total pegawai

14 DISTRIBUSI PEGAWAI KEMENKES JENJANG D-IV DIRINCI MENURUT RUMPUN KESEHATAN DAN NON KESEHATAN % D-IV Kesehatan 99% D-IV Non Kesehatan Data SIMKA Biro Kepegawaian tanggal 23 September 204 Total.559

15 Distribusi Pegawai Kemenkes Kualifikasi D-IV Kesehatan Rumpun Perawat Dirinci Menurut Jabatan % 46% 53% Struktural Kesehatan Non Kesehatan Total = 437 Pranata Lab. Pendidikan Pelaksana Pranata Lab. Pendidikan Pranata Lab. Pendidikan Pertama Perencana Tidak Sesuai Dosen Analis Data Instruktur Lektor Kepala Lektor Asisten Ahli Non Kesehatan Perawat Gigi Penyelia Perawat Gigi Pelaksana Lanjutan Bidan Penyelia Epidemiolog Perawat Perawat Pemula Administrator Kesehatan Perawat Madya Perawat Muda Perawat Pertama Perawat Penyelia Perawat Pelaksana Lanjutan Kesehatan

16 Distribusi Pegawai Kualifikasi D-IV Kesehatan Rumpun Bidan Dirinci Menurut Jabatan 0% 9% Struktural Kesehatan Non Kesehatan 8% Total = 43 Bidan Pemula 9 Pranata Laboratorium Pendidikan Perencana Penata Laporan Keuangan Analis Data Tidak sesuai Pranata Laboratorium Widyaiswara Pertama Lektor Kepala Lektor Instruktur Asisten Ahli Dosen Administrator Kesehatan Bidan Madya Bidan Pertama Bidan Penyelia Bidan Pelaksana Lanjutan Bidan Pelaksana Perawat Muda Bidan Muda Non Kesehatan Kesehatan

17 Distribusi Pegawai Kualifikasi D-IV Kesehatan Rumpun Kesmas/Kesling Dirinci Menurut Jabatan 0% 59% 4% Struktural Kesehatan Non Kesehatan Total = 66 Entomolog Kesehatan Penyelia Lektor 2 Epidemiolog Sanitarian 3 7 Perencana Pranata Laboratorium Pendidikan Pertama 4 Entomolog Kesehatan Pemula Sanitarian Pemula Sanitarian Pelaksana Lanjutan 2 Instruktur Widyaiswara 2 30 Pranata Laboratorium Kesehatan Sanitarian Muda Sanitarian Pertama 3 6 Penata Laporan Keuangan 2 Pranata Laboratorium Kesehatan 2 Tidak sesuai 5 Sanitarian Madya Sanitarian Penyelia 2 Non Kesehatan Kesehatan

18 Distribusi Pegawai Kualifikasi D-IV Kesehatan Rumpun Gizi Dirinci Menurut Jabatan 0% 33% Struktural 67% Kesehatan Non Kesehatan Total = 58 Perencana 2 Dosen 2 Tidak sesuai Analis Data Instruktur Pranata Laboratorium Pendidikan 3 Pranata Laboratorium Pendidikan Auditor Ahli Muda Lektor Kepala Lektor 2 Asisten Ahli 3 Non Kesehatan Nutrisionis 8 Administrator Kesehatan Nutrisionis Madya 33 Nutrisionis Pertama Nutrisionis Pelaksana Lanjutan Nutrisionis Pelaksana Nutrisionis Muda Nutrisionis Penyelia Kesehatan

19 Struktural Kesehatan Non Kesehatan Distribusi Pegawai Kualifikasi D-IV Kesehatan Rumpun Lainnya Dirinci Menurut Jabatan 2% 0% 79% Total = 363 Perencana Teknisi Litkayasa Penyelia Tidak Sesuai Dosen Analis Data Instruktur Auditor Ahli Pertama Lektor Kepala Non Kesehatan Teknisi Elektro Medis Penyelia Teknisi Elektro Medis Pelaksana Radiografer Pemula Radiografer Penyelia Radiografer Pelaksana Lanjutan Radiografer Pelaksana Epidemiolog Kesehatan Muda Pranata Laboratorium Kesehatan Pranata Laboratorium Kesehatan Muda Pranata Laboratorium Kesehatan Pranata Laboratorium Kesehatan Pranata Laboratorium Kesehatan Pranata Laboratorium Kesehatan Teknisi Elektro Medis Pemula Teknisi Elektro Medis Pelaksana Terapi Wicara Pemula Okupasi Terapis Pelaksana Lanjutan Fisioterapis Fisioterapis Madya Fisioterapis Muda Fisioterapis Pertama Fisioterapis Penyelia Fisioterapis Pelaksana Lanjutan Perekam Medis Pelaksana Lanjutan Kesehatan

20 Usulan Formasi CPNS D-IV Kesehatan Th 204 NO JABATAN PENDIDIKAN USULAN Fisioterapis D.IV Fisioterapi 9 2 Instruktur D.IV Akupuntur 5 D.IV Analis Kesehatan 7 D.IV Fisioterapi 3 D.IV Gizi 4 D.IV Gizi Klinik 2 D.IV Keperawatan 2 D.IV Keperawatan Medikal Bedah 2 D.IV Kesehatan Gigi D.IV Kesehatan Lingkungan 4 D.IV Okupasi Terapi D.IV Ortotik Prostetik 4 D.IV Perawat Komunitas Pendidik D.IV Teknik Elektromedik 8 D.IV Teknik Kesehatan Lingkungan D.IV Teknik Radiologi 6 3 Nutrisionis D.IV Gizi 4 Radiografer D.IV Teknik Radiologi 7 5 Teknisi Elektro Medis D.IV Teknik Elektromedik JUMLAH 9

21 ALOKASI FORMASI CPNS TH 204 DENGAN KUALIFIKASI D.IV KESEHATAN No. Unit Utama Kualifikasi Pendidikan Jumlah Formasi Jml Satker Pengusul Fisioterapis Pertama D.IV Fisioterapi 2 Perawat Pertama D.IV Keperawatan Anastesi 3 Pranata Laboratorium D.IV Analis Kesehatan Kesehatan Pertama 4 Radiografer Pertama D.IV Teknik Radiologi 5 5 Teknisi Elektromedis Pertama D.IV Teknik Elektromedik 6 Instruktur Kualifikasi pendidikan beragam JUMLAH 78 5

22 ALOKASI FORMASI CPNS TH 204 JABATAN INSTRUKTUR DENGAN KUALIFIKASI D.IV KESEHATAN No. Jabatan Kualifikasi Pendidikan Jumlah Formasi Jml Satker Pengusul Instruktur D.IV Akupunktur 2 2 D.IV Analis Kesehatan D.IV Fisioterapi 4 D.IV Gizi D.IV Kebidanan D.IV Keperawatan D.IV Keperawatan Gigi D.IV Keperawatan Medikal Bedah 9 D.IV Kesehatan Gigi 0 D.IV Kesehatan Lingkungan 2 2 D.IV Manajemen Informasi & Rekam Medik 2 D.IV Ortotik Prostetik 4 3 D.IV Perawat Gigi 4 D.IV Teknik Elektro Medik D.IV Teknik Radiologi D.IV/S. Kebidanan TOTAL 69 46

23 KARAKTERISTIK D-IV KESEHATAN Jalur profesional D (Diploma Satu) D4 (Diploma Empat) D2 (Diploma Dua) Sp (Spesialis Satu) Merupakan bagian dari jalur profesional D3 (Diploma Tiga) Sp2 (Spesialis Dua) Mata kuliahnya bertujuan memberikan skill/ vokasional Melahirkan tenaga terampil berkualifikasi pendidikan tinggi Perkuliahan membekali aspek praktik Tugas akhir berupa kerja praktik dan laporan

24 LULUSAN D-IV KESEHATAN YANG PENDAYAGUNAANNYA MASIH RENDAH DI LINGKUNGAN KEMENKES NO KUALIFIKASI PENDIDIKAN JUMLAH D.IV ORTOTIK PROSTETIK 0 2 D.IV INSTALASI MEDIK 3 D.IV TERAPI WICARA 4 D.IV KESEHATAN MASYARAKAT 2 5 D.IV GIZI INSTITUSI 2 6 D. IV ANASTESI 3 7 D. IV ANASTESI REANIMASI 3 8 DIPLOMA IV GIZI MASYARAKAT 3 9 D.IV OKUPASI TERAPI 3 0 D.IV PERAWAT KOMUNITAS PENDIDIK 4 D.IV PERAWAT JIWA PENDIDIK 4 2 D.IV PERAWAT MATERNITAS PENDIDIK 6 3 D.IV KESEHATAN LINGKUNGAN 7 4 D.IV PERAWAT ANAK PENDIDIK 9 5 D.IV BIDAN PENDIDIK 9

25 Slide Title Feature Feature 2 Feature 3 Product B Feature Feature 2 Feature 3

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM KEMENTERIAN KESEHATAN RI T.A 2013

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM KEMENTERIAN KESEHATAN RI T.A 2013 ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM KEMENTERIAN KESEHATAN RI T.A 2013 Peminatan : DKI Jakarta FORMASI NO SATUAN KERJA GOL NAMA JABATAN PENDIDIKAN RUANG JML GAJI 1 2 3 4 5 6 1.

Lebih terperinci

TABEL KELOMPOK MAP. S.1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan

TABEL KELOMPOK MAP. S.1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Administrasi Kebijakan Kesehatan I D.IV/S.1/S.2 JABATAN KESEHATAN (HIJAU) Pertama Dokter Gigi Pertama Dokter Gigi Pertama Entomolog Kesehatan Pertama Entomolog Kesehatan Pertama Fisikawan Medis Pertama Fisikawan Medis Pertama Fisioterapis

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM ALOKASI FORMASI ASN. Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E. M. Eng. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN dan RB

KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM ALOKASI FORMASI ASN. Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E. M. Eng. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN dan RB KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM ALOKASI FORMASI ASN Dr. Ir. Setiawan Wangsaatmaja, Dipl., S.E. M. Eng. Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN dan RB KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA & REFORMASI

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL DOKTER, DOKTER GIGI, APOTEKER, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, EPIDEMIOLOG KESEHATAN, ENTOMOLOG KESEHATAN, SANITARIAN, ADMINISTRATOR

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1877, 2014 KEMENKES. Jabatan Fungsional. Pembinaan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KABUPATEN BLORA. Disampaikan oleh : BAMBANG SETYA KUNANTO, SE Kepala Bidang Mutasi Pegawai BKD Blora

PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KABUPATEN BLORA. Disampaikan oleh : BAMBANG SETYA KUNANTO, SE Kepala Bidang Mutasi Pegawai BKD Blora PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KABUPATEN BLORA Disampaikan oleh : BAMBANG SETYA KUNANTO, SE Kepala Bidang Mutasi Pegawai BKD Blora STRUKTUR PNS KABUPATEN BLORA BERDASARKAN JABATAN 6000 5000 JPT 29 4000 3000

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG MOR 54 TAHUN 2007 TENTANG DOKTER, DOKTER GIGI, APOTEKER, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, EPIDEMIOLOG KESEHATAN, ENTOMOLOG KESEHATAN, SANITARIAN, ADMINISTRATOR KESEHATAN, PENYULUH KESEHATAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 47 TAHUN 2006 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DOKTER, DOKTER GIGI, APOTEKER, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, EPIDEMIOLOG KESEHATAN, ENTOMOLOG KESEHATAN, SANITARIAN, ADMINISTRATOR KESEHATAN,

Lebih terperinci

KEBIJAKAN PENGANGKATAN DAN PENETAPAN RINCIAN ALOKASI FORMASI CPNS UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN 2013

KEBIJAKAN PENGANGKATAN DAN PENETAPAN RINCIAN ALOKASI FORMASI CPNS UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN 2013 KEBIJAKAN PENGANGKATAN DAN PENETAPAN RINCIAN ALOKASI FORMASI CPNS UNTUK PELAMAR UMUM TAHUN 2013 KEBIJAKAN ALOKASI FORMASI TAHUN 2013 Saryankes T, perbatasan, tdk diminati Melalui seleksi administrasi Melalui

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG DOKTER, DOKTER GIGI, APOTEKER, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, EPIDEMIOLOG KESEHATAN, ENTOMOLOG KESEHATAN, SANITARIAN, ADMINISTRATOR KESEHATAN, PENYULUH KESEHATAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL BIDAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dan ditugaskan secara

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 60 TAHUN 2016 TENTANG PEMBINAAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN DAN JABATAN FUNGSIONAL NONKESEHATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.339, 2016 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEUANGAN. Tunjangan Jabatan. Fungsional. Teknisi Elektromedis. Pencabutan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 113 TAHUN 2016 TENTANG TUNJANGAN JABATAN

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 21 TAHUN 2009 TENTANG SALINAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR TAHUN 009 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 8 TAHUN 008 TENTANG

Lebih terperinci

PERAN PUSAT PELATIHAN SDM KESEHATAN

PERAN PUSAT PELATIHAN SDM KESEHATAN PERAN PUSAT PELATIHAN SDM KESEHATAN dalam UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI SDM KESEHATAN DAERAH Kepala Pusat Pelatihan SDM Kesehatan disampaikan dalam acara Integrasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. BKDD Kab. Banyumas

KATA PENGANTAR. BKDD Kab. Banyumas KATA PENGANTAR Booklet Informasi Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kabupaten Banyumas Tahun 2017 ini berisi tabel dan grafik serta analisis singkat informasi pegawai di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN RI. Jabatan Fungsional. Rumpun Kesehatan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN RI. Jabatan Fungsional. Rumpun Kesehatan. No.430, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEPOLISIAN RI. Jabatan Fungsional. Rumpun Kesehatan. PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERLAKUAN JABATAN

Lebih terperinci

JABATAN DAN KELAS JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU. TUNJANGAN KINERJA (Rp)

JABATAN DAN KELAS JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU. TUNJANGAN KINERJA (Rp) LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA TENTANG DAN SERTA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA NOMOR : M.HH-01.KP.08.01 TAHUN 2011 TANGGAL : 19 JULI 2011 DAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 12 SERI D NOMOR SERI 2 PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI UTARA NOMOR 15 TAHUN 2006 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 2006 NOMOR 12 SERI D NOMOR SERI 2 PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI UTARA NOMOR 15 TAHUN 2006 TENTANG BERITA DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA TAHUN 00 NOMOR SERI D NOMOR SERI PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI UTARA NOMOR TAHUN 00 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL ANGKA KREDIT DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PERAN TENAGA KESEHATAN VOKASIONAL DALAM PENGUATAN PELAYANAN PRIMER DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

PERAN TENAGA KESEHATAN VOKASIONAL DALAM PENGUATAN PELAYANAN PRIMER DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERAN TENAGA KESEHATAN VOKASIONAL DALAM PENGUATAN PELAYANAN PRIMER DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Disampaikan dalam Pertemuan Koordinasi Nasional Pengembangan

Lebih terperinci

Formulir RL 2 DATA KETENAGAAN

Formulir RL 2 DATA KETENAGAAN Formulir RL 2 DATA KETENAGAAN Kode RS : 3404022 Pria Pria Pria TENAGA MEDIS 8 26 2 10-6 -16 Dokter Umum 3 15-3 -15 Dokter PSDS 1-1 Dokter Spesialis Bedah Dokter Spesialis Penyakit Dalam 1 1 Dokter Spesialis

Lebih terperinci

BAB II BELANJA TIDAK LANGSUNG

BAB II BELANJA TIDAK LANGSUNG BAB II BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja Tidak Langsung 2015 2-1 TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI (TPP) Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merangkap

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG PERATURAN PRESIDEN NOMOR 54 TAHUN 2007 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL DOKTER, DOKTER GIGI, APOTEKER, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, EPIDEMIOLOG KESEHATAN, ENTOMOLOG KESEHATAN,

Lebih terperinci

WORKSHOP ANALISA JABATAN DAN ANALISA BEBAN KERJA TINGKAT KABUPATEN

WORKSHOP ANALISA JABATAN DAN ANALISA BEBAN KERJA TINGKAT KABUPATEN WORKSHOP ANALISA JABATAN DAN ANALISA BEBAN KERJA TINGKAT KABUPATEN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERLAKUAN JABATAN FUNGSIONAL RUMPUN KESEHATAN BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

JABATAN FUNGSIONAL. Kelengkapan Administrasi Kenaikan Pangkat Pilihan bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu : DAFTAR JABATAN FUNGSIONAL

JABATAN FUNGSIONAL. Kelengkapan Administrasi Kenaikan Pangkat Pilihan bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu : DAFTAR JABATAN FUNGSIONAL JABATAN FUNGSIONAL Ketentuan mengenai angka kredit untuk kenaikan pangkat pilihan bagi PNS yang menduduki jabatan fungsional tertentu ditetapkan oleh Menteri yang bertanggungjawab dibidang pendayagunaan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 10 Tahun : 2011 Seri : E PERATURAN BUPATI GUNUNGKIDUL NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN PASAL 1 PERATURAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA 1 BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 28 TAHUN 2006 SERI : E PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR : 28 TAHUN 2006 TENTANG RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KEPUTUSAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR TAHUN TENTANG PENETAPAN HASIL ANALISIS JABATAN DAN BEBAN KERJA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA,

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG

SALINAN PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG SALINAN PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PENETAPAN JENIS JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

kepada mereka (PNS) yang memenuhi kualifikasi untuk suatu Jabatan Fungsional pemerintahan dalam bidang pelayanan maupun dalam fungsi penyelenggaran

kepada mereka (PNS) yang memenuhi kualifikasi untuk suatu Jabatan Fungsional pemerintahan dalam bidang pelayanan maupun dalam fungsi penyelenggaran Pengangkatan Pejabat Fungsional pada dasarnya berkaitan dengan profesionalisme yang harus dimiliki oleh Pegawai Negeri Sipil. Pemberian Jabatan Fungsional sebagai salah satu upaya untuk memberikan penghargaan

Lebih terperinci

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG BUPATI HULU SUNGAI SELATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PETUNJUK PEMBINAAN DAN PELAKSANAAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL RUMPUN KESEHATAN DI

Lebih terperinci

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR03- TAHUN2012 TENTANG JENIS DAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR03- TAHUN2012 TENTANG JENIS DAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU BUPATI BANYUMAS PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR0- TAHUN0 TENTANG JENIS DAN FORMASI JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

WARNA/KELOMPOK MAP BERKAS PELAMAR CPNS KEMENKES

WARNA/KELOMPOK MAP BERKAS PELAMAR CPNS KEMENKES I KUNING (D-IV/S1/S2 Apoteker Dokter Gigi Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut Dokter Gigi Spesialis Endodotik Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak Dokter Gigi Spesialis Gigi dan Mulut Dokter Gigi Spesialis Konservasi

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 35 TAHUN 2010 TENTANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 35 TAHUN 2010 TENTANG GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 35 TAHUN 00 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 47 TAHUN 009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI DENGAN

Lebih terperinci

================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN

================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN ================================================================ PERATURAN WALIKOTA TANGERANG NOMOR 40 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PEJABAT FUNGSIONAL BERDASARKAN

Lebih terperinci

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU (TERAMPIL - AHLI) (per Nov 2014) TINGKAT JABATAN TERAMPIL. 2 Polisi Pamong Praja. 3 Diplomat.

JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU (TERAMPIL - AHLI) (per Nov 2014) TINGKAT JABATAN TERAMPIL. 2 Polisi Pamong Praja. 3 Diplomat. NAMA TERTENTU ( - ) (per Nov 2014) 1 Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah 2 Polisi Pamong Praja 3 Diplomat 4 Kataloger 5 Pemeriksa Merek 6 Pemeriksa Paten 7 Perancang Peraturan Perundang

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA, GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 68 TAHUN 2008 TENTANG

Lebih terperinci

JABATAN FUNGSIONAL KUALIFIKASI PENDIDIKAN FORMASI JENJANG KETERAMPILAN KEAHLIAN. Ruang Lingkup formasi NOMOR URUT NAMA JABATAN FUNGSIONAL

JABATAN FUNGSIONAL KUALIFIKASI PENDIDIKAN FORMASI JENJANG KETERAMPILAN KEAHLIAN. Ruang Lingkup formasi NOMOR URUT NAMA JABATAN FUNGSIONAL 3 4 5 6 7 8 9 3 Diplomat 4 Kataloger 5 Pemeriksa Merek 6 Pemeriksa Paten 7 Perancang Peraturan Perundang - undangan 8 Pemeriksa Desain Industri 9 Penyuluh Hukum 0 Analis Keimigrasian Pemeriksa Keimigrasian

Lebih terperinci

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 114 TAHUN 2015 TENTANG JENIS DAN KEBUTUHAN JABATAN FUNGSIONAL

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 114 TAHUN 2015 TENTANG JENIS DAN KEBUTUHAN JABATAN FUNGSIONAL GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 114 TAHUN 2015 TENTANG JENIS DAN KEBUTUHAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUELIK INDONESIA TENTANG

PRESIDEN REPUELIK INDONESIA TENTANG SALINAN PRESIDEN REPUELIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 115TAHUN 2016 TENTANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : bahwa untuk meningkatkan mutu, prestasi, pengabdian, dan produktivitas kerja

Lebih terperinci

RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES. Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK

RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES. Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK RENCANA KEBUTUHAN DAN PENDAYAGUNAAN TENAGA KESEHATAN TERKAIT UU NAKES Oleh : Kepala Pusat Perencanaan dan Pendayagunaan SDMK Pertemuan Pengelola Institusi Pendidikan Tenaga Kesehatan Yogyakarta, 2 Oktober

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG JENIS DAN KEBUTUHAN JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PAPUA,

Lebih terperinci

-1- GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG

-1- GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG -1- GUBERNUR PERATURAN GUBERNUR NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA AKADEMI ANALIS KESEHATAN DAN AKADEMI FARMASI

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI Z GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAMBI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a.

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Gedung Perbendaharaan Lantai II Telpon : 344-9230 (20 saluran) Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 384-2234, 386-5130, 344-0107

Lebih terperinci

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pasal 56 ayat (1) Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Pasal 56 ayat (1) Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan Penyusunan Kebutuhan Jumlah Pegawai Landasan Hukum UndangUndang Nomor 5 Tahun 04 tentang Aparatur Sipil Negara, Pasal 56 ayat () Setiap Instansi Pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan

Lebih terperinci

Pokok bahasan. Kesehatan

Pokok bahasan. Kesehatan REKAM MEDIS Pokok bahasan 1. Pengertian Rekam Medis 2. Manfaat Rekam Medis 3. Isi Rekam Medis 4. Tata Cara Penyelenggaraan Rekam Medis 5. Rekam Medis Kaitannya Dengan Manajemen Informasi 5. Rekam Medis

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 33 TAHUN 2011

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 33 TAHUN 2011 GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 33 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BERSYARAT BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA KHUSUSNYA TENAGA MEDIS, PARAMEDIS,

Lebih terperinci

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN. Disajikan Pada : RAPAT 23 SEPTEMBER 2014

BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN. Disajikan Pada : RAPAT 23 SEPTEMBER 2014 BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN Disajikan Pada : RAPAT 23 SEPTEMBER 2014 Pemetaan Tenaga Kesehatan Mutu Tenaga Kesehatan Untuk Memenuhi: 1.Hak dan Kebutuhan Kesehatan

Lebih terperinci

WALIKOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA SOLOK NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA SOLOK NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI

Lebih terperinci

Daftar Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu)

Daftar Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu) Daftar Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu) Dilihat: 17394 Update Per Mei NO INSTANSI PEMBINA No. Urut 1 Kementerian Dalam Negeri 1 1 JABATAN FUNGSIONAL JML NAMA JABATAN FUNGSIONAL PER MEN PAN & RB Pengawas

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 2 TAHUN 2017 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BERSYARAT BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA TAHUN ANGGARAN 2017 Lampiran

Lebih terperinci

LOGO PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN

LOGO PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN LOGO PENGEMBANGAN JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN Yuti Suhartati.,S.Kp. M.Kes Kepala Pusat Peningkatan Mutu SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Hotel Ambhara, 20 Juni 2017 www.themegallery.com Overview Pendahuluan

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL

BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL 1 2015 No.66,2015 BERITA DAERAH KABUPATEN BANTUL Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Bantul. Formasi, Jabatan Fungsional Tertentu, Pemerintah Kabupaten Bantul. BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN KEPADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN KEPADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 37 TAHUN 2011 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN KEPADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI SUKOHARJO Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan

Lebih terperinci

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR JAMBI PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG GUBERNUR PERATURAN GUBERNUR NOMOR 46 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN GUBERNUR NOMOR 47 TAHUN 2009 TENTANG FORMASI JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

- 1 - KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU/KHUSUS

- 1 - KELAS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU/KHUSUS - 1 - LAMPIRAN II KEPUTUSAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM.108/KP.403/MP/2016 TENTANG DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PARIWISATA JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU/KHUSUS

Lebih terperinci

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG

GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG GUBERNUR PAPUA PERATURAN GUBERNUR PAPUA NOMOR 29 TAHUN 2015 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BERSYARAT BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI PAPUA KHUSUSNYA TENAGA MEDIS, PARAMEDIS,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang

Lebih terperinci

P E N G U M U M A N NOMOR : 810/ 1363 / /2010 PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH DARI PELAMAR UMUM DI LINGKUNGAN KOTA MOJOKERTO

P E N G U M U M A N NOMOR : 810/ 1363 / /2010 PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH DARI PELAMAR UMUM DI LINGKUNGAN KOTA MOJOKERTO P E N G U M U M A N NOMOR : 80/ 363 /47.404/200 PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH DARI PELAMAR UMUM DI LINGKUNGAN KOTA MOJOKERTO Berdasarkan Keputusan Walikota Mojokerto Nomor : 87/49/47.404/200

Lebih terperinci

RL 2 : Data Ketenagaan Rumah Sakit

RL 2 : Data Ketenagaan Rumah Sakit 1 SULAWESI 2 SULAWESI 3 SULAWESI 4 SULAWESI 5 SULAWESI 6 SULAWESI 7 SULAWESI 8 SULAWESI 9 SULAWESI 10 SULAWESI 11 SULAWESI 12 SULAWESI 13 SULAWESI 14 SULAWESI 15 SULAWESI 16 SULAWESI 17 SULAWESI 18 SULAWESI

Lebih terperinci

RINCIAN TAMBAHAN FORMASI CPNS DAERAH DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KOTA BONTANG TAHUN ANGGARAN 2013

RINCIAN TAMBAHAN FORMASI CPNS DAERAH DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KOTA BONTANG TAHUN ANGGARAN 2013 LAMPIRAN PENGUMUMAN WALIKOTA BONTANG Nomor : 810/ 85 /BKD.02 Tanggal : 11 September 2013 RINCIAN TAMBAHAN FORMASI CPNS DAERAH DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KOTA BONTANG TAHUN ANGGARAN 2013 NO SELURUHNYA

Lebih terperinci

PROGRAM PERCEPATAN Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dari Pendidikan Menengah dan Diploma I Ke Diploma III

PROGRAM PERCEPATAN Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dari Pendidikan Menengah dan Diploma I Ke Diploma III PROGRAM PERCEPATAN Peningkatan Kompetensi dan Kualifikasi Pendidikan Tenaga Kesehatan dari Pendidikan Menengah dan Diploma I Ke Diploma III dr. Kirana Pritasari, MQIH Kepala Pusdiklatnakes Disampaikan

Lebih terperinci

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2008

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2008 ALOKASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL Provinsi : NAD Banda Aceh Tenaga Kesehatan Pendidik S Gizi III/a Tenaga Kesehatan Pendidik D-IV Kebidanan Tenaga Kesehatan Pendidik D-IV Keperawatan Subtotal 3 Unit Pelaksana

Lebih terperinci

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN BAB V SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN A. SARANA KESEHATAN Sarana pelayanan kesehatan di Kabupaten tersebar hampir di seluruh wilayah dimana pada tahun 2013 terdapat 270 sarana kesehatan dan jaringannya baik

Lebih terperinci

Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan. Disampaikan 0leh : Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan

Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan. Disampaikan 0leh : Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan Disampaikan 0leh : Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan OUTLINE Pendahuluan Program Yang Dikembangkan Pendidikan Formal setelah RPL Peta

Lebih terperinci

KURIKULUM PENDIDIKAN D-III TENAGA KESEHATAN

KURIKULUM PENDIDIKAN D-III TENAGA KESEHATAN KURIKULUM PENDIDIKAN D-III TENAGA KESEHATAN NO. PROG STUDI KURIKULUM TAHUN KETERANGAN 1 Keperawatan Kurikulum Inti Keperawatan HK.02.03/I/IV/2/720 8.2/ 2013 2 Kebidanan Kurikulum Inti Kebidanan HK.02.03/I/III/2/879

Lebih terperinci

SALINAN. *."rj5[t,',?5]*.r,o. 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang. 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara

SALINAN. *.rj5[t,',?5]*.r,o. 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang. 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara SALINAN *."rj5[t,',?5]*.r,o PERATUMN PRESIDEN NOMOR 113TAHUN 2016 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL TEKNISI ELEKTROMEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk meningkatkan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN FUNGSIONAL KESEHATAN MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam

Lebih terperinci

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN WALIKOTA PADANG NOMOR 38 TAHUN 2012 TENTANG KRITERIA DAN BESARAN TAMBAHAN PENGHASILAN

Lebih terperinci

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2007

ALOKASI FORMASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI PELAMAR UMUM DEPARTEMEN KESEHATAN TAHUN 2007 1 Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Cilandak Nakes Pendidik D-IV Kesling/S.1 Teknik Kimia/S.1 Penyehatan Lingk. 1 Pranata Komputer S.1 Komputer 1 Subtotal 3 2 I Nakes Pendidik D-IV Kebidanan III/a

Lebih terperinci

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan

2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1187, 2017 KEMENKES. Inpassing. Jabatan Fungsional Kesehatan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2017 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI

Lebih terperinci

Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional

Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Jabatan fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam suatu satuan organisasi yang dalam

Lebih terperinci

- 1 - DAFTAR NAMA JABATAN FUNGSIONAL DAN JABATAN LAINNYA, KELAS JABATAN DAN PERSEDIAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

- 1 - DAFTAR NAMA JABATAN FUNGSIONAL DAN JABATAN LAINNYA, KELAS JABATAN DAN PERSEDIAAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL - 1 - LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 25 TAHUN 2013 TENTANG KELAS DAN NILAI JABATAN PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

SALINAN. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana. 2. Undang-Undang Nomor S Tahun 2Ol4 tentang. 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara

SALINAN. b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana. 2. Undang-Undang Nomor S Tahun 2Ol4 tentang. 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara SALINAN PRES I DEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 114 TAHUN 2016 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PEREKAM MEDIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

RINCIAN TAMBAHAN ALOKASI FORMASI CPNS DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010

RINCIAN TAMBAHAN ALOKASI FORMASI CPNS DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 LAMPIRAN PENGUMUMAN PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DAERAH TAHUN 00 NOMOR : 8.3/7345/BKD/00 TANGGAL : 3 November 00 RINCIAN TAMBAHAN ALOKASI CPNS DAERAH TAHUN ANGGARAN 00 NO NAMA KUALIFIKASI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 17 T ahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran

Mengingat: 1. Undang-Undang Nomor 17 T ahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran PEMBERIAN TUNJANGAN FUNGSIONAL DOKTER/DOKTER GIGI, ASISTEN APOTEKER, PRANATA LABORATORIUM KESEHATAN, PERAWAT/PERAWAT GIGI, DAN BIDAN UNSUR TUNJANGAN KHUSUS PEMBINAAN KEUANGAN NEGARA KEPADA PEGAWAI NEGERI

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 25 TAHUN 2006 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DENGAN

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Usman Sumantri Kepala Badan PPSDM Kesehatan

Usman Sumantri Kepala Badan PPSDM Kesehatan PRA RAKERKESNAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PALANGKARAYA, 17 FEBRUARI 2016 Pemenuhan, Pemerataan, Retensi dan Pendayagunaan SDM Kesehatan Untuk Mendukug Primary Health Care dan Pelayanan Kesehatan Rumah

Lebih terperinci

Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan

Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan Penyelenggaraan Program Percepatan Pendidikan Tenaga Kesehatan Disampaikan 0leh : Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan Dalam Pertemuan Koordinasi PT Penyelenggara Program Percepatan Pendidikan, Hotel

Lebih terperinci

GOL./RUANG (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perawat Pelaksana D.III Keperawatan II/c 2 RSUD Munyang Kute

GOL./RUANG (1) (2) (3) (4) (5) (6) Perawat Pelaksana D.III Keperawatan II/c 2 RSUD Munyang Kute RINCIAN FORMASI ASN DAERAH DARI PELAMAR UMUM PEMERINTAH KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN ANGGARAN 2014 NO. NAMA JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL./RUANG JUMLAH ALOKASI RENCANA PENEMPATAN (1) (2) (3) (4) (5)

Lebih terperinci

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI DAERAH PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA BAB I

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI DAERAH PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA BAB I WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 110 TAHUN 2009 TENTANG PEMBERIAN TAMBAHAN PENGHASILAN BAGI PEGAWAI DAERAH PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

MENUJU ASN YANG PROFESIONAL BERBASIS SISTEM MERIT MELALUI PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL

MENUJU ASN YANG PROFESIONAL BERBASIS SISTEM MERIT MELALUI PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL MENUJU ASN YANG PROFESIONAL BERBASIS SISTEM MERIT MELALUI PENGUATAN JABATAN FUNGSIONAL Aba Subagja Sekretaris Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.251, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHAN. Jabatan Fungsional Tertentu. PNS. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

Lebih terperinci

PENYESUAIAN/INPASSING (PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 )

PENYESUAIAN/INPASSING (PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 ) PENGANGKATAN PNS DALAM JABATAN FUNGSIONAL MELALUI PENYESUAIAN/INPASSING (PERATURAN MENTERI PANRB NO. 26 TAHUN 2016 ) Kepala Bagian Perencanaan Kepegawaian, Biro Kepegawaian dan Organisasi. LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

1 Dokter Jiwa Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa III/b 1 RS. Grhasia. 2 Apoteker Apoteker III/b 1 RS. Grhasia

1 Dokter Jiwa Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa III/b 1 RS. Grhasia. 2 Apoteker Apoteker III/b 1 RS. Grhasia LAMPIRAN 1 JENIS, JUMLAH FORMASI YANG DIBUTUHKAN DAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN YANG DIPERSYARATKAN KODE NO JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN GOL RUANG ALOKASI PENEMPATAN JABATAN I GURU JUMLAH II KESEHATAN 1

Lebih terperinci

SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK) DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN

SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK) DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (SDMK) DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN Peningkatan Kualifikasi SDM Kesehatan POKOPK BAHASAN 1) KETENAGAAN DI BANTEN DAN TANTANGAN SDM KESEHATAN KEDEPAN 2) PERAN DAN TANGGUNG

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BERAU BUPATI BERAU,

PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BERAU BUPATI BERAU, PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 2 TAHUN 2007 TENTANG PENETAPAN JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BERAU BUPATI BERAU, Menimbang : a. bahwa salah satu upaya untuk mengembangkan profesionalisme

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang

Lebih terperinci

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 14 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS LAMPIRAN PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 25 TAHUN 2006 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG

Lebih terperinci

Pasal 8 Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, dibayarkan terhitung mulai bulan Mei 2015.

Pasal 8 Tunjangan Kinerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6, dibayarkan terhitung mulai bulan Mei 2015. - 2 - b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Kepala

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Program Percepatan Pendidikan Diploma III Bidang Kesehatan. Kepala Pusdik SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan

Rencana Pelaksanaan Program Percepatan Pendidikan Diploma III Bidang Kesehatan. Kepala Pusdik SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Rencana Pelaksanaan Program Percepatan Pendidikan Diploma III Bidang Kesehatan Kepala Pusdik SDM Kesehatan Badan PPSDM Kesehatan Latar Belakang 1. UU 36/2014 tentang Tenaga Kesehatan mengatur kualifikasi

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.251, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENHAN. Jabatan Fungsional Tertentu. PNS. Pencabutan. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 06 TAHUN 2014 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

Lebih terperinci

LATAR BELAKANG KESEHATAN ADALAH HAK ASASI MANUSIA DAN INVESTASI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN BANGSA VISI KEMENTERIAN KESEHATAN

LATAR BELAKANG KESEHATAN ADALAH HAK ASASI MANUSIA DAN INVESTASI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN BANGSA VISI KEMENTERIAN KESEHATAN LATAR BELAKANG KESEHATAN ADALAH HAK ASASI MANUSIA DAN INVESTASI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN BANGSA VISI KEMENTERIAN KESEHATAN MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN SALAH SATU STRATEGI PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 8 TAHUN : 009 SERI : E Menimbang : PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 5 TAHUN 009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU PADA PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1996 TENTANG TENAGA KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang

Lebih terperinci