KING. Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia. Nia Zulkarnaen : Dan Menjalankan. Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KING. Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia. Nia Zulkarnaen : Dan Menjalankan. Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif"

Transkripsi

1 Tidak Untuk Diperjualbelikan DiplomasiNo. 21, TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Menlu RI : No. 53 Tahun Tahun V, Tgl. II, 15 Tgl. Maret 15 Juli April Agustus Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Presiden SBY Kontribusi Islam Dan Menjalankan Demokrasi Dalam Membangun Indonesia Mengenang Seratus Tahun Mohammad Roem Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif Da i Bachtiar : Menyelesaikan Persoalan TKI di Malaysia Dengan Kepala Dingin Kebudayaan, Fondasi Untuk Memperkuat Hubungan RI - Suriname Nia Zulkarnaen : KING Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia ISSN ISSN Kontribusi Diplomasi Terhadap Kemajuan Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

2 TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Daftar Isi Fokus utama Presiden SBY Menjalankan Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif Fokus Jakarta Menjadi Salah Satu Diplomatic Capital Bagi Kawasan Asia Timur Fokus Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM Fokus Memperkuat Visibilitas dan Kredibilitas OKI Kedepan Fokus KOMISI HAM OKI Kompatibilitas Antara Islam, HAM dan Demokarasi SOROT Membangun Kapasitas Negara Anggota OKI Di Bidang HAM SOROT Demokrasi Yang Kuat Membutuhkan Fondasi Mikro Yang Kuat BINGKAI KBRI Canberra Luncurkan Program Digitalisasi Naskah Perjanjian RI-Australia BINGKAI Penyerahan Hasil Raker Kepada Menlu RI sorot Indonesia Menjadi Model Bagi Hubungan Islam dan Demokrasi SOROT Figur Demokrasi Menjadi Elemen Utama Bagi Kebijakan Luar Negeri Indonesia SOsok Duta Besar Jauhari Oratmangun Jangan Pernah Tinggalkan Jati Diri sosok Dubes Elias Ginting Tak Pernah Punya Cita-Cita Menjadi Diplomat lensa Mengenal(kan) Indonesia Lewat Film: Catatan Diskusi Bersama Riri Riza 7 F O K U S Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM

3 Memasuki abad ke-21, Indonesia mengusung alldirection foreign policy dengan slogan: million friends and zero enemy. Indonesia kini telah menjelma menjadi regional power, dan tentunya dengan global responsibilities dan global interests. Karenanya Indonesia dituntut untuk selalu aktif menguatkan hubungan, kerja sama, dan kemitraan dengan negara sahabat manapun atas dasar kepentingan nasional dan common interest masyarakat global. Di awal abad 21 ini, dunia penuh dengan dinamika dan perubahan. Dunia semakin menghadapi isuisu yang critical dan fundamental, dimana untuk mengatasi isu-isu tersebut, dunia memerlukan global collaboration, partnership, and cooperation untuk membangun dunia yang lebih aman, damai, adil dan membawa kemakmuran bagi semua. Demikian juga dengan kepentingan nasional yang semakin menuntut perjuangan semua pihak, khususnya para diplomat dan Perwakilan RI di luar negeri. Diplomasi yang mesti dijalankan adalah diplomasi yang cerdas, cekatan, dan efektif. Peran Ambassador dan Diplomat dalam hal ini sangat penting dan juga very challenging dan dituntut menghasilkan berbagai achievement yang nyata Dalam dua tahun kedepan, Indonesia memiliki prioritas dan agenda besar; melakukan percepatan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; membangun demokrasi yang lebih matang dan berkualitas, dan; berupaya dengan sekuat tenaga untuk menegakkan hukum dan keadilan bagi semua. Untuk itu Presiden RI mengharapkan para Kepala Perwakilan RI di luar negeri dan seluruh diplomat Indonesia untuk; be confident; have a global view; know your missions, be achievement oriented; dan always be ready, active and creative. Di era yang sangat dinamis seperti sekarang ini, para diplomat harus hands on dan reaching out terhadap berbagai permasalahan dan siapa saja. Terhadap perubahan yang terjadi, dalam arti yang luas di forum-forum internasional, para diplomat Indonesia diharapkan berperan untuk lead that change. Diplomat Indonesia harus selalu siap, bahkan aktif dan kreatif dalam hal ini. Abad 21, mungkin merupakan abad paling progresif yang pernah dikenal umat manusia. Suatu abad di mana lebih banyak hal yang akan berubah dalam sepuluh tahun ke depan dari pada seratus tahun terakhir, suatu abad yang penuh dengan berbagai kemungkinan dan peluang. Di tengah kondisi yang demikian, Indonesia tercatat sebagai negara dengan mandat yang kuat di bidang demokrasi dan HAM yang kemudian menindaklanjutinya dengan menterjemahkan demokrasi dan HAM ke dalam pembangunan ekonomi. Indonesia menjadi refleksi terbaik sebagai salah satu dari tiga negara anggota OKI di G-20 yang menjunjung HAM dan demokrasi. Indonesia berpeluang sebagai promotor dan contoh bagi negara-negara lain, khususnya negara anggota OKI, sebagai negara yang menjunjung HAM dan demokrasi serta nilai Islam. Indonesia menjadi bagian dari pembuatan sejarah, dengan signifikansi yang besar untuk umat Islam, OKI, dan masyarakat internasional. Pembentukan Komisi HAM di OKI merupakan Diplomasi TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Teras Diplomasi perwujudan dari pemenuhan organisasi dalam mereformasi dirinya sendiri, dan juga merupakan suatu bentuk pergeseran paradigma OKI yang memberikan keunggulan bagi prinsip-prinsip demokrasi dan HAM. Komisi HAM OKI diharapkan akan dapat membantu 1,3 miliar umat Islam untuk menentukan nasib mereka sendiri untuk menjadi lebih baik dan unggul. Komisi HAM OKI diharapkan mampu membawakan kepercayaan diri, pemberdayaan dan kebangkitan kembali Muslim serta berada pada posisi untuk menjalin kemitraan dengan peradabanperadaban lainnya, memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian yang berkelanjutan dan kemakmuran dunia. Indonesia dapat menjadi pelajaran berharga sebagai salah satu negara paling beragam dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia berhasil melalui masa pergolakan setelah krisis moneter dan keuangan yang mengakibatkan kerusakan ekonomi, ancaman separatis, ketegangan etnis, dan konflik agama. Untuk mengatasi dan menangani permasalahan tersebut, Indonesia menganut nilai-nilai serta prinsip-prinsip demokrasi dan HAM sebagai bagian dari reformasi nasional dalam semua bidang. Sementara itu terkait dengan upaya menjaga institutional memory terhadap perjanjian-perjanjian yang pernah dilakukan antara Indonesia dengan negara-negara mitranya, Kemlu RI telah melakukan pengumpulan kembali dan identifikasi perjanjianperjanjian yang pernah dilakukan dengan masingmasing negara akreditasi. Dalam hal ini KBRI Canberra tercatat sebagai Perwakilan Indonesia yang pertama mempelopori upaya pengumpulan kembali dan identifikasi perjanjian-perjanjian tersebut yang kemudian melakukan pengelolaannya secara digital. Seluruh perjanjian yang telah diidentifikasi dan kemudian dikelola dengan sistem digital tersebut dapat diakses oleh publik sebagai bentuk upaya keterbukaan informasi publik, akuntabilitas dan partisipasi publik dalam perumusan kebijakan Pemerintah. [] Pelindung Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Pengarah Direktur Diplomasi Publik penanggung jawab/pemimpin Umum Firdaus, SE. MH Pemimpin Redaksi Firdaus, SE. MH Wakil Pemimpin Redaksi Khariri Makmun Redaktur Pelaksana Cahyono dewan redaksi Fransiska Monika Dilla Trianti M. Rizki S. Malia Staf Redaksi Saiful Amin Arif Hidayat M. Fauzi Nirwansyah Dian harja Irana Tata Letak dan Artistik Tsabit Latief Distribusi Mardhiana S.D. Suradi Sutarno Harapan Silitonga Kontributor M. Dihar Staf Diplomasi Publik SUMBER FOTO COVER Dok. presidensby.info Alamat Redaksi Direktorat Diplomasi Publik, Lt. 12 Kementerian Luar Negeri RI Jl. Taman Pejambon No.6 Jakarta Pusat Telp , , Fax : , Tabloid Diplomasi dapat didownload di Diterbitkan oleh Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri R.I Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau menyampaikan tanggapan, informasi, kritik dan saran, silahkan kirim Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber, wartawan Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid Diplomasi, segera hubungi redaksi.

4 4 FOKUS utama Presiden SBY Menjalankan Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif lomat, Duta Besar dan politisi ada di dalamnya. Saya mengingatkan kembali hal-hal seperti itu untuk memberikan pengingatan bahwa peran Ambassador, Diplomat itu sangat penting tetapi juga very challenging dan kemudian dituntut output ataupun achievement yang nyata. Saya ingin menyampaikan lima harapan dan directive. Yang pertama, be confident; yang kedua, have a global view; yang ketiga, know your missions; yang keempat, be achievement oriented; dan yang kelima, always be ready, active and creative. Sederhana saja, meskipun barangkali implementasinya tidak sesederhana sebagaimana yang diucapkan. Para Kepala Perwakilan harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, karena Indonesia masa kini adalah Indonesia yang akan menuju ke masa depan yang semakin baik. Oleh karena itu, mentalitas kita, mentalitas dan mindset para kepala Perwakilan dan Diplomat haruslah mentalitas dan mindset sebagai Diplomat sebuah emerging nation. Mentalitas negara terbesar di ASEAN, di kawasan Asia Tenggara, dan negara anggota G-20. Maknanya dalam, jangan diantara kita ada yang masih memiliki mentalitas negara yang memang dulu pernah terpuruk ketika di negeri kita terjadi krisis multidimensional. Dengan kerja keras dan pertolongan Tuhan, itu telah bisa kita lewati, kita selamat, dan sekarang emerging. Ketika ekonomi dunia mengalami krisis, ekonomi Indonesia bukan hanya selamat, we could survive, bukan hanya bertahan tapi juga terus tumbuh. Ketika banyak krisis politik dan demokrasi di banyak belahan dunia, demokrasi di negeri kita makin mekar menuju ke kematangannya. Mengambil contoh yang riil, tahun lalu kita juga bisa menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa mengemban tugas yang baik, yaitu ada Bali Summit. Bulan November lalu kita diuji oleh sejarah, apakah kita bisa menyelenggarakan perhelatan yang penting, setelah awal November ada pertemuan G-20 di Cannes, Paris, host-nya adalah negara maju. Lantas berikutnya ada APEC Summit di Honolulu, Hawaii, host-nya juga negara maju, dan tiga hari setelah itu dilaksanakan Bali Summit, baik itu ASE- AN Summit, ASEAN Plus Summit ataupun East Asia Summit yang pertama kali dise- Presiden RI memberikan paparan kepada seluruh peserta Raker Keppri di Gedung Pancasila, 23/2/12. Dunia makin kompleks dan terus berubah serta berkembang, demikian juga kepentingan nasional kita makin menuntut perjuangan kita semua, perjuangan seluruh kepala perwakilan RI di forum internasional. Kemudian diplomasi yang mesti kita jalankan tentulah diplomasi yang cerdas, cekatan, dan efektif dalam arti menghasilkan sesuatu. Sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri bahwa dalam rapat kerja pimpinan ini, para Menteri dan Menlu sendiri telah memberikan sejumlah penjelasan, termasuk pembekalan, baik yang berkaitan dengan dinamika dan perkembangan di dalam negeri, capaian, dan tantangan yang dihadapi, strategi, kebijakan dan aksi-aksi yang pemerintah jalankan, serta yang paling penting untuk para Kepala Perwakilan, diplomasi dan perjuangan di forum internasional. Tugas para Kepala Perwakilan tidak ringan, tapi menentukan karena bergerak di arena politik, diplomasi dan juga untuk perdamaian. Otto von Bismarck pernah mengatakan bahwa politic is the art of the possible. Jadi kalau ingat seperti itu, tidak ada tugas yang tidak bisa kita laksanakan. Tidak ada diplomasi yang tidak bisa kita lakukan dengan hasil yang baik. Saya pernah membaca, Ambassador itu is an honest man and woman who is sent to lie abroad for the good of his or her country. Kalau dalam teori etika, Lie di sini tentu untuk kebaikan, masuk di teritori etik untuk bangsa dan negara, bukan sebuah kejahatan. Maksud saya adalah pandai-pandailah membawakan diri berdiplomasi memperjuangkan kepentingan kita. Kalau tadi saya mengatakan ada pertautan antara politic, war and diplomacy, kita pasti pernah mendengar bahwa war is a continuism of politic by other means. Jadi kalau politiknya tidak conclusive atau buntu, memang prosesnya kemudian terjadilah perang. Tapi ketika perang berkecamuk, kemudian semua mengatakan apakah harus perang terus, kadangkala diplomasi datang sebagai penolong. Sehingga diplomacy is an continuism of war by other means dalam arti yang baik itu adalah to defense of our national interest, untuk mengakhiri peperangan yang sebetulnya bukan pilihan yang tepat lagi untuk mencapai kepentingan nasional kita. Dalam kontek itu ternyata para Diplenggarakan dengan kehadiran Amerika Serikat dan Rusia. Pada bulan yang sama, Indonesia juga mesti menjalankan SEA Games di dua kota, yaitu Palembang dan Jakarta. Kita diuji, tapi sejarah akhirnya mencatat bahwa kedua tugas mulia itu dapat kita laksanakan dengan baik. SEA Games yang telah lepas dari kita sejak tahun 1997 dapat kita capai kembali, sebagaimana investment grade yang dulu lepas pada tahun 1997, telah datang kembali. Ini tentu harus kita jadikan capital bagi peningkatan confidence dan rasa percaya diri kita. Dengan can do spirit, saya pikir dan saya yakin bahwa kita akan bisa mencetak prestasi di masa depan. Dengan sejumlah capaian, hasil dan prestasi itu, kita tidak boleh minder. Diplomat Indonesia tidak boleh minder pada diplomat bangsa lain, apalagi di jajaran ASEAN. Meskipun tentu saja masih banyak permasalahan, tantangan, dan pekerjaan rumah kita di Indonesia ini. Dok. infomed Itu harus saya akui dan mesti kita akui dengan jujur. Di hadapan para duta besar dan pimpinan beberapa organisasi internasional pada beberapa saat yang lalu, saya jelaskan secara terbuka dan jujur, bahwa banyak raport kita yang nilainya biru, meskipun ada sejumlah nilai merah yang menjadi pekerjaan rumah untuk kita perbaiki, koreksi, dan kita buat menjadi lebih baik di masa depan. Itulah jabaran dari be confident. Yang kedua, have a global view. Dengan posisi kunci Indonesia di kawasan Asia Tenggara, di ASEAN, dan membership kita di G-20, sebagaimana tadi dikatakan oleh Menteri Luar Negeri, bahwa Indonesia kini adalah regional power with global interests and global responsibilities. Itulah kita sekarang ini. Terlepas dari our national interests, kita juga mendapatkan amanah dari konstitusi kita, dan ini adalah landasan dan rujukan utama bagi politik dan kebijakan No. 53 Tahun V 15 maret - 14 APRIL 2012

5 FOKUS utama 5 luar negeri serta diplomasi kita. Global view ini penting dan tidak cukup kita hanya memiliki regional view, apalagi national atau domestic view, karena kuatnya interconnectiveness di era globalisasi ini. Saya ingin memberi contoh dimana kita akan gagal dan kalah kalau di era globalisasi ini kita tidak memiliki global view yang saya maksud dan sampaikan tadi. Ketika terjadi krisis ekonomi pertama kali pada 2008 di Amerika Serikat dan kemudian dalam skala tertentu di Eropa dan tempat lain, kemudian terjadi krisis lagi pada 2011 di Eropa, utamanya di Eurozone, dan juga di beberapa tempat, Indonesia kena pukul. We were hit by those two crises, terutama di bidang ekonomi. Maknanya, bahwa kita harus paham, ikut berperan dan juga mengambil bagian dalam pengelolaan perekonomian global. Itulah maknanya kita menjadi bagian dari G-20 dan other international organizations grouping. Kita tidak bisa lepas dan menunggu apa yang akan datang ke negeri kita. Contoh yang lain adalah geopolitik di Afrika Utara dan Timur Tengah yang terjadi sekarang ini dan juga beberapa saat yang lalu. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat dan Uni Eropa mengakibatkan harga minyak meroket sekarang ini, dan itu memukul ekonomi semua bangsa, termasuk ekonomi kita. Ekonomi kita dalam keadaan baik, pertumbuhannya tinggi dibandingkan negara lain, tiba-tiba harus mengalami musibah ini. Oleh karena itulah, saya kira Para Kepala Perwakilan mendengar statement saya kemarin, dengan keadaan seperti ini kita mesti menyesuaikan kembali APBN, fiskal dan subsidi kita sehingga semuanya akan membawa kebaikan bagi rakyat kita. Harga BBM, yang tadinya saya berpikir kalau ada solusi lain, tidak perlu harus ada kenaikan, nampaknya harus kita tinjau kembali. Terpaksa, tetapi tentu ini akan membawa selamatnya perekonomian kita di masa depan. Ini salah satu contoh urusan geopolitics, tensions dan konflik yang tidak melibatkan Indonesia. Dan saya kurang happy kalau negara-negara itu begitu saja melakukan sesuatu tanpa memikirkan bangsa-bangsa lain, sebagaimana yang saya contohkan tadi, kejadian di Timur Tengah, yang akhirnya membikin melonjaknya harga minyak dunia. Contoh yang lain, kerja sama untuk mengatasi climate change atau global warming. Kalau kita pasif dan tidak ikut berperan, barangkali rezim, protokol atau kerjasamanya tidak adil, kurang fair, dan tidak realistik bagi negara-negara berkembang. Oleh karena itulah, kita berdiplomasi dan berperan dalam kaitan itu pula. Isu pangan dan energi yang menjadi hajat hidup manusia sedunia, termasuk bangsa Indonesia, juga tidak boleh kita lepaskan dan kemudian kita tidak berperan sama sekali. Kita memiliki global view on that issue. Itu hanya sejumlah contoh yang memang kita semua dan Kepala Perwakilan yang berada di berbagai negara di dunia tentu menjadi bagian dari diplomasi kita, dan dari peran internasional negara kita. Dengan penjelasan contoh-contoh penting dari apa saja yang menjadi isu global yang berpengaruh bagi kehidupan semua negara, termasuk negara kita, maka saya berharap Para Kepala Perwakilan bisa tetap aktif atau makin aktif menjalankan tugas diplomasi pada semua urusan tadi. Semuanya tentu untuk kepentingan nasional kita, for the save of our nation interests. Yang ketiga, know your missions. Ini berarti tahu dan menguasai apa misinya dan tugasnya, what is your goal and objectives ketika mengemban sebagai Duta Besar, Konjen maupun Konsul. Apa pula prioritas dan agendanya, dimana para menteri koordinator dan para menteri, telah menyampaikan semuanya dalam rangkaian rapat kerja ini. Saudara tentu mengetahui tugastugas Kepala Perwakilan dan Diplomat secara umum. Misalnya, tentu saja menjaga hubungan baik, menjaga citra Indonesia, melindungi dan melayani warga negara kita, mematahkan dis-informasi tentang Indonesia dan banyak lagi tugastugas konvensional yang harus dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan. Disamping itu ada sejumlah tugas penting dan bahkan tugas-tugas khusus yang harus Saudara jalankan, yang harus para Diplomat lakukan. Saya ingin menyebut beberapa saja. Di bidang ekonomi, memang diplomasi ekonomi harus digalakan. Saya ingin all Ambassador menguasai, mengetahui tentang ekonomi, disamping tentunya expertise dan kapabilitas yang lain. Ketika dunia sering dirundung krisis seperti ini, untuk menjaga pertumbuhan kita, strong economic growth, maka ada dua andalan disamping government spending dan household consumption, yaitu investasi dan perdagangan, utamanya ekspor. Para Kepala Perewakilan harus gigih betul, agar kita memiliki kekuatan investasi yang tinggi, baik investasi negara sahabat ke Indonesia ataupun investasi Indonesia company di negara-negara di para Duta Besar bertugas. Trade juga demikian, utamanya ekspor kita, terobos, tembus dan dapatkan opportunity sebesar-besarnya dari foreign investment and trade. Duta Besara harus bisa dan berani melakukan perjuangan, war begitu, untuk melawan unfair policies, untuk melindungi produk-produk Indonesia yang menurut pendapat kita, tidak fair seperti ini. Saya menyampaikan kepada para Duta Besar Asing, pimpinan lembaga internasional, bahwa sangat tidak fair, kalau tiba-tiba Indonesia tidak boleh berkebun kelapa sawit dan menjual kelapa sawitnya, padahal itu berkaitan dengan ekonomi kita, hajat hidup rakyat Indonesia. Masih banyak yang miskin, tapi kemudian diblok oleh dunia, ini Unfair and unjust. Bahwa Indonesia diminta oleh dunia untuk jangan merusak lingkungan, jangan careless di dalam perkebunan kelapa sawit, dan harus memenuhi standar internasional A, B, C, D, yes, saya dukung 200%, kita welcome untuk kerja sama kemitraan, welcome any NGO to cooperate with us, untuk memastikan bahwa di dalam usaha perkebunan, industri dan perdagangan, semua itu kita ikuti. Kita juga ingin lingkungan kita selamat dan tidak ada kerusakan apapun di negeri ini untuk anak cucu kita. Wisata adalah sumber potensial untuk pertumbuhan ekonomi kita, karenanya jangan pernah bosan. Saya tahu sudah banyak yang Saudara lakukan, tapi do more untuk menggaet dan mengajak lagi wisatawan ke negeri kita. Di berbagai forum tingkat dunia, banyak sekali kompetisi untuk leadership positions. Tolong, jangan pernah lupa untuk memperjuangkan itu, untuk memberikan informasi ke Jakarta, kepada Menlu, kepada saya, bahwa ada posisi yang bagus dan alangkah baiknya kalau putra-putri Indonesia mendapatkan kesempatan pada posisi itu. Kita samasama berjuang sampai di situ, termasuk peacekeeping missions, peacekeeping forces. Banyak sekali senior leadership positions yang bisa diduduki oleh orangorang Indonesia, jenderal-jenderal dan kolonel-kolonel Indonesia. Kalau itu diinformasikan, sama-sama diperjuangkan, pastilah lebih banyak lagi. Perlindungan dan layanan terhadap para tenaga kerja Indonesia, saya kira para menteri sudah menyampaikan. Itu juga prioritas, termasuk upaya gigih, usaha kita untuk membebaskan atau paling tidak mendapatkan keringanan bagi saudara-saudara kita yang terancam hukuman mati. Kita sudah membentuk satgas, menjalankan diplomasi all out. Saya mengirim surat dan berkomunikasi lisan dengan sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan untuk itu. Mari kita juga menjadikan upaya itu sebagai prioritas. Termasuk kerjasama yang baik menyangkut climate change, banyak opportunity, dunia ingin misalnya hutan Indonesia tidak rusak, karena mereka berkepentingan, itu paru-paru dunia. Kalau mereka berkepentingan, hutan mereka sudah gundul, tidak punya hutan lagi, to contribute, share with us. Itu juga perlu dilakukan diplomasi yang baik. Yang keempat, be achievement oriented. Istilah saya, jangan kebanyakan geledek tapi hujan tidak turunturun. Ukuran sukses atau tidak sukses adalah hasil, prestasi, atau progress. Kalau ada treaty, agreement, atau MoU itu harus dijalankan. Menghasilkan treaty, agreement, atau MoU itu satu prestasi, tapi akan lebih berprestasi lagi kalau all MoUs, agreements, dan treaties itu betul-betul kita dijalankan dimana peran Duta Besar, peran Diplomat amat penting dalam konteks itu. Saya ingin, mulai tahun ini, setiap tahun ada laporan kinerja dari para Duta Besar. Cukup lima halaman kepada saya, tembusan Wakil Presiden, Menlu dan Kepala UKP4. Tulis apa adanya, what you have achieved dan tentu akan kita cross check nanti. Untuk Konjen tentunya ditujukan kepada Menlu. Yang terakhir, last but not least, Always be ready, active and creative. Saya kira semua sudah merasakan dan sudah menjalankan bahwa di era kini disamping politik bebas aktif, dulu Bung Hatta dan tentunya juga Bung Karno punya semboyan mendayung di antara dua karang. Dulu ada blok Barat dan blok Timur, kita mendayung di antara itu, meskipun tetap ada non blok. Sekarang dunia tidak lagi menjadi dua kutub, maka saya kenalkan istilah navigating in turbulence water, ada badai, topan, banyak karang, serta ini dan itu. We have to be able to navigate untuk terus mencapai pantai tujuan yang tentunya more challenging, more demanding, more complex dibandingkan tatanan dunia di era pasca perang dingin. Oleh karena itu, disamping politik bebas aktif, kita telah menjalankan all direction foreign policy. Tadi diingatkan kembali oleh Menlu, million friends, zero enemy. Disamping aktif juga kreatif. Aktif saja tidak cukup, must be also creative, more creative. Kadang-kadang we have to think outside the box, mencari break through. Harus muncul options yang barangkali belum dipikirkan sebelumnya. To achieve our objectives, to accomplish your missions. [] (Disunting dari Pengarahan Presiden RI kepada Peserta Rapat Kerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Luar Negeri Tahun 2012, Gedung Pancasila Jakarta, 23 Februari 2012) 15 maret - 14 APRIL 2012 No. 53 Tahun V

6 6 F O K U S Menlu RI: Jakarta Menjadi Salah Satu Diplomatic Capital Bagi Kawasan Asia Timur Menlu RI menyampaikan pengantar sebelum Presiden RI kepada Perwakilan Asing mengenai perkembangan Indonesia di Jakarta, 14/2/12. Dewasa ini terdapat tidak kurang dari 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk ASEAN dan organisasi internasional di Jakarta. Perwakilan asing di Indonesia merupakan perwakilan dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia; dari Azerbaijan di Asia Tengah hingga Zimbabwe di Afrika bagian selatan; dari Panama di Amerika Tengah hingga Finlandia di utara Eropa. Perwakilan asing yang berada di Jakarta juga beragam, dari negara maju hingga berkembang, dari negara kepulauan hingga landlocked developing countries. Demikian pula keberadaan organisasi internasional di Jakarta yang bergerak dalam berbagai isu seperti sekretariat ASEAN, UNDP, ILO dalam bidang perburuhan hingga wakil WHO untuk isu kesehatan. Keragaman ini mencerminkan jangkauan dan aspek multi dimensi kebijakan politik luar negeri Indonesia. Dengan berbagai perkembangan di tanah air dan semakin berkembangnya ASEAN menjadi organisasi kawasan yang semakin memiliki pengaruh di tingkat global, Jakarta akan semakin menjadi salah satu diplomatic capital bagi kawasan Asia Timur. Pada tahun 2011 yang lalu misalnya, tercatat 5 (lima) negara telah membuka perwakilan di Indonesia, yaitu kedutaan besar Belarus, Fiji, Kolombia, Paraguay dan Konsulat Jenderal RRT di Medan. Pada tahun 2011 yang lalu pula, sebanyak 16 negara telah menetapkan perwakilan negaranya untuk ASEAN di Jakarta. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2011, tercatat 61 negara yang telah memiliki Wakil Tetap untuk ASEAN. Pada tahun 2012 ini, beberapa negara telah merencanakan akan membuka perwakilan di Jakarta antara lain Georgia, Oman, dan Vanuatu. Di saat yang sama, pada tahun 2011 yang lalu, 11 Perwakilan Indonesia di beberapa negara yang baru di buka telah mulai beroperasi. Melalui keberadaan perwakilan asing di Jakarta dan perwakilan Indonesia di luar negeri, terbentang peluang yang lebih luas untuk semakin meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral pada masa yang akan datang. Menjadi tugas yang melekat sebagai Duta Besar atau pimpinan organisasi internasional termasuk di Indonesia, untuk memperdalam dan memperluas hubungan bilateral dengan negara dimana Duta Besar tersebut ditugaskan. Tugas yang sangat mulia ini tentunya tidak ringan. Peran dan kehadiran Duta Besar sangat penting, khususnya di dunia saat ini yang semakin kompleks dan dipenuhi ketidakpastian. Dimana tidak ada satu pun negara yang dapat menyelesaikan tantangan global saat ini secara sendiri. Kerjasama internasional mutlak dibutuhkan. Disinilah peran penting dari kehadiran seorang Duta Besar. Secara khusus, pada era dewasa ini, perkembangan teknologi informasi memberikan dampak bagi tugas dan fungsi seorang diplomat, terutama Duta Besar. Dunia dengan berbagai informasi yang beragam dan real time. 24/7 cycle. Tentu situasi ini memberikan peluang dan tantangan bagi seorang Duta Besar. Tidak terkecuali di Indonesia. Duta Besar memiliki akses informasi dari berbagai sumber secara terbuka. Namun disaat yang sama, kondisi dimaksud memberikan tantangan bagi Duta Besar untuk dapat menyarikan esensi dan memberikan makna dari informasi yang tersedia. Inilah sekali lagi pentingnya peran dan tugas Duta Besar. Menyadari hal tersebut, melalui berbagai cara, media dan forum, Kementerian Luar Negeri senantiasa berkomunikasi dengan perwakilan asing khususnya para Duta Besar untuk memberikan informasi yang tepat waktu, akurat, relevan dan utuh mengenai kebijakan dan perkembangan di Indonesia. Kesemuanya dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan mutakhir mengenai kebijakan dan perkembangan di tanah air dengan utuh.[] Dok. infomed (Disunting dari Pengantar dan Laporan Menlu RI pada Paparan Presiden RI Kepada Perwakilan Asing dan Organisasi Internasional di Tanah Air Mengenai Perkembangan di Indonesia).

7 F O K U S 7 Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM Pemerintah Indonesia mendapatkan kepercayaan dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai tuan rumah Sesi Pertama Komisi HAM Permanen dan Independen OKI (OIC - Independent Permanent Human Rights Commission/ IPHRC). Sesi Pertama IPHRC OKI ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta Jakarta pada tanggal Februari Kepercayaan tersebut merupakan suatu bentuk pengakuan terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong pentingnya kerja sama OKI untuk meningkatkan pemajuan dan perlindungan HAM di negaranegara anggotanya, termasuk melalui pembentukan IPHRC OKI. Sesi Pertama IPHRC OKI di Jakarta ini juga merupakan wujud komitmen Indonesia untuk mempercepat berfungsinya IPHRC OKI dan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di bidang HAM di dunia Islam. Acara pembukaan Sesi Pertama IPHRC ini dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Wardana. Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Sekretaris Jenderal OKI, Prof. Ekmeleddin Ihsanoglu, anggota Komisi Tinggi HAM PBB, Ibrahim Salama, anggota Komisi HAM Kazakhstan, Duta Besar Askar Shakirov, 18 anggota Komisi HAM OKI, serta wakil-wakil dari negara-negara anggota OKI. Anggota IPHRC merupakan individu independen dan ahli di bidang HAM, demokrasi dan Islam. Para Komisioner tersebut dipilih berdasarkan keahlian yang dimiliki dan dengan mempertimbangkan keseimbangan wakil dari tiga kawasan (Asia, Afrika dan Arab) dan dipilih untuk masa kerja tiga tahun. Wakil Indonesia adalah Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin (staf pengajar pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang terpilih sebagai salah satu anggota untuk periode Pembentukan IPHRC OKI merupakan suatu pencapaian penting dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM di dunia Islam. Pada tataran eksternal, hal ini menunjukkan komitmen negara-negara Islam bagi pemajuan nilai-nilai demokrasi dan HAM. Pada tataran internal, IPHRC OKI akan membantu upaya OKI sendiri untuk terus meningkatkan kepedulian akan pemajuan dan perlindungan HAM di antara negara-negara anggotanya. Dok. infomed Ibrahim Salama, Direktur Perjanjian HAM, Kantor Divisi Komisaris Tinggi HAM PBB menyampaikan pidato pada sesi pertama IPHRC-OKI di Jakarta, 20/2/12 Pembentukan IPHRC OKI merupakan tindak lanjut dari Ten- Years Programme of Actions OKI yang disahkan pada KTT Luar Biasa OKI di Makkah tahun 2005 dan Piagam OKI baru yang disahkan di KTT OKI ke-11 di Dakar pada tanggal 14 Maret Ten-Years Programme of Actions merupakan cetak biru yang diluncurkan OKI untuk menjawab berbagai tantangan baru yang dihadapi oleh dunia Islam melalui reformasi dan revitalisasi kelembagaan serta reorientasi misi organisasi. Program Aksi ini merupakan awal perubahan OKI yang tidak hanya memfokuskan pada masalah politik tetapi juga ekonomi, perdagangan, pembangunan, sosial dan ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat menjawab kesenjangan kesejahteraan umat. Di bidang politik dan intelektual, dalam 10 tahun diharapkan OKI mampu menangani berbagai isu seperti upaya membangun nilai-nilai moderasi dan toleransi; membasmi ekstrimisme, kekerasan dan terorisme; menentang Islamophobia; dan meningkatkan solidaritas dan kerja sama antarnegara anggota. Sementara Piagam OKI yang baru menggarisbawahi beberapa hal penting, antara lain pentingnya mendorong dan menghidupkan nilai-nilai luhur dalam Islam yang berhubungan dengan perdamaian, kasih sayang, toleransi, persamaan, keadilan, dan kehormatan manusia, serta mendorong pembentukan Badan HAM OKI. Statuta pembentukan IPHRC OKI disahkan pada Konferensi Tingkat Menteri ke-38 di Astana, Kazakhstan, bulan Juni 2011 yang juga menyepakati pemilihan 18 anggota IPHRC. Selain melakukan pemilihan Ketua dan Biro IPHRC OKI, dimana Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin terpilih sebagai Ketua sementara, Sesi Pertama IPHRC OKI juga memfokuskan pembahasan tentang rules of procedures dan isu-isu prioritas, seperti hak-hak sipil dan politik, hak-hak ekonomi, sosial dan budaya di negara-negara OKI serta situasi di Palestina dan wilayah pendudukan lainnya. IPHRC mengidentifikasi Hak-hak Asasi Perempuan dan Anak-anak, Hak atas Pembangunan dan Hak atas Pendidikan, serta penelitian sebagai prioritas utama dari pekerjaannya. IPHRC juga memberikan referensi khusus mengenai aspek HAM dalam agenda OKI untuk menyediakan dukungan teknis guna peningkatan kapasitas dan kebutuhan untuk jaringan kelembagaan di negara-negara anggota. Dalam rekomendasinya kepada Dewan Menteri Luar Negeri, IPHRC menawarkan untuk membantu negaranegara anggota atas permintaan, termasuk di daerah penting, yang memenuhi persyaratan mekanisme pelaporan HAM. IPHRC juga mendorong negara-negara anggota untuk memanfaatkan secara penuh potensi keahlian IPHRC dengan mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan HAM dan undang-undang yang sesuai untuk memberikan advisory. IPHRC menekankan kontribusi nilai-nilai Islam dan HAM diakui secara universal, dan mengakui pentingnya kerjasama antara negara-negara anggota OKI, termasuk pertukaran best practices. IPHRC akan bertemu dua kali dalam satu tahun kalender untuk membahas berbagai permasalahan HAM, termasuk cara-cara untuk membantu negara-negara anggota dalam pelaksanaan kewajiban HAM internasional. Selain menyatakan terima kasih kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas keramahan yang diberikan selama penyelenggaraan Sesi Pertama ini, IPHRC juga menyatakan keprihatinan yang mendalam pada pelanggaran HAM yang sedang berlangsung di beberapa negara anggota OKI, khususnya di Suriah, dan juga atas terjadinya insiden pembakaran salinan Al-Quran di Afghanistan berikut hilangnya sejumlah nyawa manusia.[]

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KEAMANAN NASIONAL RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL Jakarta, 16 Oktober 2012 RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KEAMANAN NASIONAL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL 1 K-144 Konsultasi Tripartit untuk Meningkatkan Pelaksanaan Standar-Standar Ketenagakerjaan Internasional

Lebih terperinci

PERNYATAAN PERS TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA R.M. MARTY M. NATALEGAWA TAHUN 2014

PERNYATAAN PERS TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA R.M. MARTY M. NATALEGAWA TAHUN 2014 Mohon diperiksa dengan penyampaiannya PERNYATAAN PERS TAHUNAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA R.M. MARTY M. NATALEGAWA TAHUN 2014 JAKARTA, 7 JANUARI 2014 Yang terhormat Duta Besar negara sahabat

Lebih terperinci

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional.

Definisi tersebut dapat di perluas di tingkat nasional dan atau regional. Definisi Global Profesi Pekerjaan Sosial Pekerjaan sosial adalah sebuah profesi yang berdasar pada praktik dan disiplin akademik yang memfasilitasi perubahan dan pembangunan sosial, kohesi sosial dan pemberdayaan

Lebih terperinci

K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja

K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja 1 K 122 - Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan

Lebih terperinci

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA 1 K-88 Lembaga Pelayanan Penempatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi

Lebih terperinci

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. *

ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * ARAH PEMBANGUNAN HUKUM DALAM MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY 2015 Oleh: Akhmad Aulawi, S.H., M.H. * Era perdagangan bebas di negaranegara ASEAN tinggal menghitung waktu. Tidak kurang dari 2 tahun pelaksanaan

Lebih terperinci

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA 1 K 100 - Upah yang Setara bagi Pekerja Laki-laki dan Perempuan untuk Pekerjaan yang Sama Nilainya 2 Pengantar

Lebih terperinci

K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi

K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi 1 K 150 - Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK

PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK PERTUMBUHAN LEBIH BAIK, IKLIM LEBIH BAIK The New Climate Economy Report RINGKASAN EKSEKUTIF Komisi Global untuk Ekonomi dan Iklim didirikan untuk menguji kemungkinan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN

SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN SEBUAH AWAL BARU: PERTEMUAN TINGKAT TINGGI TENTANG KEWIRAUSAHAAN Pertemuan Tingkat Tinggi Tentang Kewirausahaan akan menyoroti peran penting yang dapat dimainkan kewirausahaan dalam memperluas kesempatan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL CONVENTION FOR THE SUPPRESSION OF ACTS OF NUCLEAR TERRORISM (KONVENSI INTERNASIONAL PENANGGULANGAN TINDAKAN TERORISME

Lebih terperinci

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun

Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah negara yang melakukan eksekusi hukuman mati menurun Konferensi Pers SETARA Institute Temuan Pokok Riset tentang Pemetaan Implikasi Politik Eksekusi Mati pada Hubungan Internasional Indonesia Jakarta, April 2015-04- Dalam dua dekade terakhir, tren jumlah

Lebih terperinci

Latar Belakang. Mengapa UN4U?

Latar Belakang. Mengapa UN4U? UN4U Indonesia adalah salah satu program penjangkauan terbesar dalam kampanye UN4U global dilaksanakan di beberapa kota di seluruh dunia selama bulan Oktober. Dalam foto di atas, para murid di Windhoek,

Lebih terperinci

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME

PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME PERBANDINGAN KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT TERHADAP NEGARA- NEGARA ISLAM PADA MASA PEMERINTAHAN GEORGE WALKER BUSH DAN BARACK OBAMA RESUME Dinamika politik internasional pasca berakhirnya Perang

Lebih terperinci

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA 1 R-197 Rekomendasi Mengenai Kerangka Promotional Untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI)

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA. Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Ditetapkan oleh Resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) tertanggal 16 Desember 1966, dan terbuka untuk penandatangan, ratifikasi, dan aksesi MUKADIMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER

PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER PEDOMAN ETIKA DALAM BERHUBUNGAN DENGAN PARA SUPPLIER 2 PALYJA GDF SUEZ - Pedoman Etika Dalam Berhubungan Dengan Supplier GDF SUEZ berjuang setiap saat dan di semua tempat untuk bertindak baik sesuai dengan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012

PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 PERATURAN MENTERI PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM.07/HK.001/MPEK/2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF KEMENTERIAN PARIWISATA DAN

Lebih terperinci

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA 1 K 29 - Kerja Paksa atau Wajib Kerja 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki

Lebih terperinci

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI

Ketua Komisi VI DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI PEMBERDAYAAAN KOPERASI & UMKM DALAM RANGKA PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT 1) Ir. H. Airlangga Hartarto, MMT., MBA Ketua Komisi VI DPR RI 2) A. Muhajir, SH., MH Anggota Komisi VI DPR RI Disampaikan

Lebih terperinci

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan,

Saudara-saudara yang saya hormati dan banggakan, SAMBUTAN KEPALA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PADA ACARA SYUKURAN HAB KE 67 TAHUN 2013 SEKALIGUS LEPAS SAMBUTAN KEPELA KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN TAPIN SELASA, 18 DESEMBER

Lebih terperinci

SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR. www.kas.de

SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR. www.kas.de SYARAT-SYARAT KEBERHASILAN TATANAN SOSIAL GLOBAL DAN EKONOMI BERORIENTASI PASAR www.kas.de DAFTAR ISI 3 MUKADIMAH 3 KAIDAH- KAIDAH POKOK 1. Kerangka hukum...3 2. Kepemilikan properti dan lapangan kerja...3

Lebih terperinci

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN

PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN PERATURAN DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 01/17/PDK/XII/2012 TENTANG KODE ETIK OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS

SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL SAMBUTAN MENTERI NEGARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/KEPALA BAPPENAS Pada Acara Temu Muka dan

Lebih terperinci

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan

Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Trio Hukum dan Lembaga Peradilan Oleh : Drs. M. Amin, SH., MH Telah diterbitkan di Waspada tgl 20 Desember 2010 Dengan terpilihnya Trio Penegak Hukum Indonesia, yakni Bustro Muqaddas (58), sebagai Ketua

Lebih terperinci

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka

Nota Kesepahaman. antara. Pemerintah Republik Indonesia. dan. Gerakan Aceh Merdeka Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan komitmen mereka untuk penyelesaian konflik Aceh secara

Lebih terperinci

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA

- 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA SALINAN - 1 - PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 57 TAHUN 2014 TENTANG PENGEMBANGAN, PEMBINAAN, DAN PELINDUNGAN BAHASA DAN SASTRA, SERTA PENINGKATAN FUNGSI BAHASA INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM

PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM 01/01/2014 PIAGAM UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN BAGI PARA SUPPLIER DAN KONTRAKTOR ALSTOM PENDAHULUAN Pembangunan berkelanjutan adalah bagian penggerak bagi strategi Alstom. Ini berarti bahwa Alstom sungguhsungguh

Lebih terperinci

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan

Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui. Pembukaan Piagam Tranparansi bagi Institusi Keuangan Internasional: Menagih Hak untuk Mengetahui Pembukaan Hak untuk mengakses informasi bagi badan publik adalah hak asasi manusia yang paling mendasar, seperti tercantum

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS PENERAPAN NILAINILAI DASAR BUDAYA KERJA APARATUR NEGARA LINGKUP DEPARTEMEN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

CePDeS. Canada Fund For Local Initiatives

CePDeS. Canada Fund For Local Initiatives Canada Fund For Local Initiatives CePDeS Center for Pesantren and Democracy Studies (CePDeS) Jl. Guru No.22 Lenteng Agung Raya Jakarta Selatan Telp/Fax: (62) 21 7820563 E-mail: cepdes.jkt@gmail.com Equitas

Lebih terperinci

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA

DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA DEKLARASI UNIVERSAL HAK-HAK ASASI MANUSIA Diterima dan diumumkan oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 10 Desember 1948 melalui resolusi 217 A (III) Mukadimah Menimbang, bahwa pengakuan atas martabat alamiah

Lebih terperinci

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN

EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN l Edisi 001, Agustus 2011 EMPAT AGENDA ISLAM YANG MEMBEBASKAN P r o j e c t i t a i g k a a n D Luthfi Assyaukanie Edisi 001, Agustus 2011 1 Edisi 001, Agustus 2011 Empat Agenda Islam yang Membebaskan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

KEYNOTE SPEECH MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT RI PADA LOKAKARYA NASIONAL TENTANG PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-X/2012

KEYNOTE SPEECH MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT RI PADA LOKAKARYA NASIONAL TENTANG PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-X/2012 KEYNOTE SPEECH MENTERI KOORDINATOR BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT RI PADA LOKAKARYA NASIONAL TENTANG PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 35/PUU-X/2012 Jakarta, 29Agustus 2013 Yang saya hormati: Menteri Negara

Lebih terperinci

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA SAMA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN LUAR NEGERI

PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA SAMA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN LUAR NEGERI LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : TANGGAL : PETUNJUK PELAKSANAAN KERJA SAMA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN LUAR NEGERI I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam era globalisasi ekonomi

Lebih terperinci

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015

AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 AMANAT MENTERI DALAM NEGERI PADA PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE XIX Tanggal 27 April 2015 Yth. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air Yth. Para peserta upacara sekalian. Assalamu alaikum Warrahmatullahi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN

BAB II LANDASAN PEMIKIRAN BAB II LANDASAN PEMIKIRAN 1. Landasan Filosofis Filosofi ilmu kedokteran Ilmu kedokteran secara bertahap berkembang di berbagai tempat terpisah. Pada umumnya masyarakat mempunyai keyakinan bahwa seorang

Lebih terperinci

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa

B. Modernisasi Menyebabkan Terkikisnya Perhatian Generasi Muda Terhadap Budaya Bangsa A. Latar Belakang KOPI, Dewasa ini, tradisi masyarakat menjadi perhatian aset warisan bangsa. Hal ini disebabkan karena dinamika zaman telah mengubah sikap dan perilaku masyarakat. Tradisi masyarakat selalu

Lebih terperinci

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua

BUPATI BANYUWANGI. Assalaamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua BUPATI BANYUWANGI SAMBUTAN BUPATI BANYUWANGI PADA UPACARA PERINGATAN HARI PENDIDIKAN NASIONAL DIRANGKAI DENGAN PERINGATAN HARI OTONOMI DAERAH KE-18 SEKALIGUS DEKLARASI GEMPITA PERPUS (GERAKAN MASYARAKAT

Lebih terperinci

Bahan Diskusi Sessi Kedua Implementasi Konvensi Hak Sipil Politik dalam Hukum Nasional

Bahan Diskusi Sessi Kedua Implementasi Konvensi Hak Sipil Politik dalam Hukum Nasional Bahan Diskusi Sessi Kedua Implementasi Konvensi Hak Sipil Politik dalam Hukum Nasional Oleh Agung Putri Seminar Sehari Perlindungan HAM Melalui Hukum Pidana Hotel Nikko Jakarta, 5 Desember 2007 Implementasi

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1

Strategic Governance Policy. Pendahuluan. Bab 1 PENDAHULUAN. Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bab 1 PENDAHULUAN Kebijakan Strategik Tata Kelola Perusahaan Perum LKBN ANTARA Hal. 1 Bagian Kesatu PENDAHULUAN I.1. I.1.a. Latar Belakang dan Tujuan Penyusunan Strategic Governance Policy Latar Belakang

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1

Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 S T U D I K A S U S Sistem Rekrutmen Anggota Legislatif dan Pemilihan di Indonesia 1 F R A N C I S I A S S E S E D A TIDAK ADA RINTANGAN HUKUM FORMAL YANG MENGHALANGI PEREMPUAN untuk ambil bagian dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA MENJADI UNDANG-UNDANG

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PENGESAHAN NAGOYA PROTOCOL ON ACCESS TO GENETIC RESOURCES AND THE FAIR AND EQUITABLE SHARING OF BENEFITS ARISING FROM THEIR UTILIZATION TO THE

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia

Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia Mukadimah Menimbang bahwa pengakuan atas martabat alamiah dan hak-hak yang sama dan mutlak dari semua anggota keluarga manusia adalah dasar kemerdekaan, keadilan

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019

RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019 KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL RANCANGAN TEKNOKRATIK RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) 2015-2019 Oleh: Menteri PPN/Kepala Bappenas

Lebih terperinci

K120 HYGIENE DALAM PERNIAGAAN DAN KANTOR-KANTOR

K120 HYGIENE DALAM PERNIAGAAN DAN KANTOR-KANTOR K120 HYGIENE DALAM PERNIAGAAN DAN KANTOR-KANTOR 1 K-120 Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan

Lebih terperinci

DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta

DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta Siaran Pers UNESCO No. 2015-xx DIEMBARGO SAMPAI 9 APRIL (07:00 WIB) Pendidikan untuk Semua 2000-2015: Tujuan pendidikan global hanya dicapai oleh sepertiga negara peserta Paris/New Delhi, 9 April 2015

Lebih terperinci

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL*

BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* BEBERAPA KOMPONEN YANG MENDUKUNG DALAM PELAKSANAAN SISTEM ADMINISTRASI DANDOKUMENTASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL* Oleh: Abdul Bari Azed 1. Kami menyambut baik pelaksanaan seminar ten tang Penegakan Hukum

Lebih terperinci

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini.

MUKADIMAH. Untuk mewujudkan keluhuran profesi dosen maka diperlukan suatu pedoman yang berupa Kode Etik Dosen seperti dirumuskan berikut ini. MUKADIMAH STMIK AMIKOM YOGYAKARTA didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dibidang manajemen, teknologi, dan kewirausahaan, yang akhirnya bertujuan untuk memperoleh

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN ANGGARAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2011

ARAH KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN ANGGARAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2011 ARAH KEBIJAKAN UMUM PENGELOLAAN ANGGARAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2011 A. PENDAHULUAN Kebijakan Pengelolaan Anggaran DPR RI memiliki arti yang sangat penting dan strategis

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN INDUSTRI NASIONAL TAHUN 2015-2035 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA

PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA PEDOMAN PRINSIP-PRINSIP SUKARELA MENGENAI KEAMANAN dan HAK ASASI MANUSIA untuk pertanyaan atau saran, silakan hubungi: HumanRightsComplianceOfficer@fmi.com Semmy_Yapsawaki@fmi.com, Telp: (0901) 40 4983

Lebih terperinci

Selamat Datang Di. AsiaWorks

Selamat Datang Di. AsiaWorks Selamat Datang Di AsiaWorks Program Basic Training adalah pengalaman eksplorasi dan penemuan diri; di sana saya belajar banyak hal tentang diri saya sendiri... dari diri saya sendiri! Kurikulum Inti AsiaWorks

Lebih terperinci

Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional

Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional i ii Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional Politik Luar Negeri Indonesia dan Isu Terorisme Internasional iii iv Politik

Lebih terperinci

K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA

K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA 1 K-19 Perlakukan Yang Sama Bagi Pekerja Nasional dan Asing dalam Hal Tunjangan Kecelakaan Kerja 2 Pengantar

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH

UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA DI SEKOLAH A. Ridwan Siregar Universitas Sumatera Utara I. PENDAHULUAN Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca. Minat baca dengan

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 2009 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 2009 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2009 2009 TENTANG KEPEMUDAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2000 TENTANG PENGESAHAN ILO CONVENTION NO. 182 CONCERNING THE PROHIBITION AND IMMEDIATE ACTION FOR THE ELIMINATION OF THE WORST FORMS OF CHILD LABOUR ( KONVENSI

Lebih terperinci

KATA PEMBUKA KEWIRAUSAHAAN KONSEP DAN IMPLEMENTASI

KATA PEMBUKA KEWIRAUSAHAAN KONSEP DAN IMPLEMENTASI KATA PEMBUKA Rekan-rekan sejawat, saya ingin menginformasikan bahwa di tahun 2012, rangkaian kolom-kolom yang akan saya sajikan terbagi dalam dua kluster, yakni kluster pertama berkenaan dengan aspek-aspek

Lebih terperinci

Jadi tanpa pengawalan tim dari Indonesia? Ya. Di perbatasan, kita percaya saja. Obat dijemput oleh representasi pemerintah Palestina.

Jadi tanpa pengawalan tim dari Indonesia? Ya. Di perbatasan, kita percaya saja. Obat dijemput oleh representasi pemerintah Palestina. {mosimage}dr Joserizal Jurnalis Ketua Presidium Mer-C Tanggal 3 Januari 2009 lalu, dr Joserizal Jurnalis bersama beberapa orang dari Mer-C berangkat ke Aman, Yordania. Rencananya, mereka akan masuk ke

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK)

DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) DISAMPAIKAN OLEH : YUDA IRLANG, KORDINATOR ANSIPOL, ( ALIANSI MASYARAKAT SIPIL UNTUK PEREMPUAN POLITIK) JAKARTA, 3 APRIL 2014 UUD 1945 KEWAJIBAN NEGARA : Memenuhi, Menghormati dan Melindungi hak asasi

Lebih terperinci

Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi

Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi Bab II Tim Evaluasi, Mekanisme Evaluasi, Instrumen Evaluasi, dan Hasil Evaluasi A. Tim Evaluasi T im Evaluasi ditetapkan dengan Keputusan Deputi Menteri Sekretaris Negara Nomor 3 Tahun 2010 tentang Pembentukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya.

BAB I PENDAHULUAN. perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Roda pemerintahan terus bergulir dan silih berganti. Kebijakan baru dan perubahan sistem kerap muncul sebagai bentuk reformasi dari sistem sebelumnya. Dampak

Lebih terperinci

KONSTITUSI IBU PERTIWI KAMI

KONSTITUSI IBU PERTIWI KAMI Bumi, Jan 7, 2011 Dalam perjalanan peristiwa manusia, umat manusia dengan segala kecerdikan mampu untuk pergi ke bulan dan mengirim melalui udara dengan dengan kecepatan cahaya, tapi selama ribuan tahun

Lebih terperinci

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN

CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN CETAK BIRU EDUKASI MASYARAKAT DI BIDANG PERBANKAN Kelompok Kerja Edukasi Masyarakat Di Bidang Perbankan 2007 1. Pendahuluan Bank sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana sistem pembayaran memiliki peranan

Lebih terperinci

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DOKUMEN RAHASIA KERANGKA ACUAN KERJA (KAK) N O T A R I S DALAM RANGKA PELAKSANAAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU (HMETD) / RIGHTS ISSUE PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK PT WASKITA KARYA (PERSERO) TBK JAKARTA,

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 39, 1997 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3683) UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 1997 TENTANG STATISTIK DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG PENGESAHAN KYOTO PROTOCOL TO THE UNITED NATIONS FRAMEWORK C'ONVENTION ON CLIMATE CHANGE (PROTOKOL KYOTO ATAS KONVENSI KERANGKA KERJA PERSERIKATAN

Lebih terperinci

K27 PEMBERIAN TANDA BERAT PADA BARANG-BARANG BESAR YANG DIANGKUT DENGAN KAPAL

K27 PEMBERIAN TANDA BERAT PADA BARANG-BARANG BESAR YANG DIANGKUT DENGAN KAPAL K27 PEMBERIAN TANDA BERAT PADA BARANG-BARANG BESAR YANG DIANGKUT DENGAN KAPAL 1 K-27 Mengenai Pemberian Tanda Berat pada Barang-Barang Besar yang Diangkut dengan Kapal 2 Pengantar Organisasi Perburuhan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang

Hari Raya Natal tahun 2014 bagi narapidana dan anak pidana yang MENTERI IIUKUM DAN HAKASASI MANUSIA REPTIBLIK INDONESIA SAMBUTAN MENTERI HUKUM DAN HAM RI PADA ACARA PEMBERIAN REMISI KHUSUS KEPADA NARAPIDANA DAN ANAK PIDANA PADA PERINGATAN HARI RAYA NATAL TANGGAL 25

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN. TENTANG PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

ISLAM DI ANTARA DUA MODEL DEMOKRASI

ISLAM DI ANTARA DUA MODEL DEMOKRASI l ISLAM DI ANTARA DUA MODEL DEMOKRASI P r o j e c t i t a i g D k a a n Arskal Salim Kolom Edisi 002, Agustus 2011 1 Islam di Antara Dua Model Demokrasi Perubahan setting politik pasca Orde Baru tanpa

Lebih terperinci

Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK

Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Briefing October 2014 Reformasi Sistem Tata Kelola Sektor Migas: Pertimbangan untuk Pemerintah Jokowi - JK Patrick Heller dan Poppy Ismalina Universitas Gadjah Mada Memaksimalkan keuntungan dari sektor

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945. PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e )

UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945. PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e ) UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e ) Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci