KING. Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia. Nia Zulkarnaen : Dan Menjalankan. Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "KING. Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia. Nia Zulkarnaen : Dan Menjalankan. Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif"

Transkripsi

1 Tidak Untuk Diperjualbelikan DiplomasiNo. 21, TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Menlu RI : No. 53 Tahun Tahun V, Tgl. II, 15 Tgl. Maret 15 Juli April Agustus Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Presiden SBY Kontribusi Islam Dan Menjalankan Demokrasi Dalam Membangun Indonesia Mengenang Seratus Tahun Mohammad Roem Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif Da i Bachtiar : Menyelesaikan Persoalan TKI di Malaysia Dengan Kepala Dingin Kebudayaan, Fondasi Untuk Memperkuat Hubungan RI - Suriname Nia Zulkarnaen : KING Film Bertema Bulutangkis Pertama di Dunia ISSN ISSN Kontribusi Diplomasi Terhadap Kemajuan Indonesia Departemen Luar Negeri Republik Indonesia

2 TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Daftar Isi Fokus utama Presiden SBY Menjalankan Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif Fokus Jakarta Menjadi Salah Satu Diplomatic Capital Bagi Kawasan Asia Timur Fokus Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM Fokus Memperkuat Visibilitas dan Kredibilitas OKI Kedepan Fokus KOMISI HAM OKI Kompatibilitas Antara Islam, HAM dan Demokarasi SOROT Membangun Kapasitas Negara Anggota OKI Di Bidang HAM SOROT Demokrasi Yang Kuat Membutuhkan Fondasi Mikro Yang Kuat BINGKAI KBRI Canberra Luncurkan Program Digitalisasi Naskah Perjanjian RI-Australia BINGKAI Penyerahan Hasil Raker Kepada Menlu RI sorot Indonesia Menjadi Model Bagi Hubungan Islam dan Demokrasi SOROT Figur Demokrasi Menjadi Elemen Utama Bagi Kebijakan Luar Negeri Indonesia SOsok Duta Besar Jauhari Oratmangun Jangan Pernah Tinggalkan Jati Diri sosok Dubes Elias Ginting Tak Pernah Punya Cita-Cita Menjadi Diplomat lensa Mengenal(kan) Indonesia Lewat Film: Catatan Diskusi Bersama Riri Riza 7 F O K U S Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM

3 Memasuki abad ke-21, Indonesia mengusung alldirection foreign policy dengan slogan: million friends and zero enemy. Indonesia kini telah menjelma menjadi regional power, dan tentunya dengan global responsibilities dan global interests. Karenanya Indonesia dituntut untuk selalu aktif menguatkan hubungan, kerja sama, dan kemitraan dengan negara sahabat manapun atas dasar kepentingan nasional dan common interest masyarakat global. Di awal abad 21 ini, dunia penuh dengan dinamika dan perubahan. Dunia semakin menghadapi isuisu yang critical dan fundamental, dimana untuk mengatasi isu-isu tersebut, dunia memerlukan global collaboration, partnership, and cooperation untuk membangun dunia yang lebih aman, damai, adil dan membawa kemakmuran bagi semua. Demikian juga dengan kepentingan nasional yang semakin menuntut perjuangan semua pihak, khususnya para diplomat dan Perwakilan RI di luar negeri. Diplomasi yang mesti dijalankan adalah diplomasi yang cerdas, cekatan, dan efektif. Peran Ambassador dan Diplomat dalam hal ini sangat penting dan juga very challenging dan dituntut menghasilkan berbagai achievement yang nyata Dalam dua tahun kedepan, Indonesia memiliki prioritas dan agenda besar; melakukan percepatan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat; membangun demokrasi yang lebih matang dan berkualitas, dan; berupaya dengan sekuat tenaga untuk menegakkan hukum dan keadilan bagi semua. Untuk itu Presiden RI mengharapkan para Kepala Perwakilan RI di luar negeri dan seluruh diplomat Indonesia untuk; be confident; have a global view; know your missions, be achievement oriented; dan always be ready, active and creative. Di era yang sangat dinamis seperti sekarang ini, para diplomat harus hands on dan reaching out terhadap berbagai permasalahan dan siapa saja. Terhadap perubahan yang terjadi, dalam arti yang luas di forum-forum internasional, para diplomat Indonesia diharapkan berperan untuk lead that change. Diplomat Indonesia harus selalu siap, bahkan aktif dan kreatif dalam hal ini. Abad 21, mungkin merupakan abad paling progresif yang pernah dikenal umat manusia. Suatu abad di mana lebih banyak hal yang akan berubah dalam sepuluh tahun ke depan dari pada seratus tahun terakhir, suatu abad yang penuh dengan berbagai kemungkinan dan peluang. Di tengah kondisi yang demikian, Indonesia tercatat sebagai negara dengan mandat yang kuat di bidang demokrasi dan HAM yang kemudian menindaklanjutinya dengan menterjemahkan demokrasi dan HAM ke dalam pembangunan ekonomi. Indonesia menjadi refleksi terbaik sebagai salah satu dari tiga negara anggota OKI di G-20 yang menjunjung HAM dan demokrasi. Indonesia berpeluang sebagai promotor dan contoh bagi negara-negara lain, khususnya negara anggota OKI, sebagai negara yang menjunjung HAM dan demokrasi serta nilai Islam. Indonesia menjadi bagian dari pembuatan sejarah, dengan signifikansi yang besar untuk umat Islam, OKI, dan masyarakat internasional. Pembentukan Komisi HAM di OKI merupakan Diplomasi TABLOID Media Komunikasi dan Interaksi Teras Diplomasi perwujudan dari pemenuhan organisasi dalam mereformasi dirinya sendiri, dan juga merupakan suatu bentuk pergeseran paradigma OKI yang memberikan keunggulan bagi prinsip-prinsip demokrasi dan HAM. Komisi HAM OKI diharapkan akan dapat membantu 1,3 miliar umat Islam untuk menentukan nasib mereka sendiri untuk menjadi lebih baik dan unggul. Komisi HAM OKI diharapkan mampu membawakan kepercayaan diri, pemberdayaan dan kebangkitan kembali Muslim serta berada pada posisi untuk menjalin kemitraan dengan peradabanperadaban lainnya, memberikan kontribusi signifikan terhadap perdamaian yang berkelanjutan dan kemakmuran dunia. Indonesia dapat menjadi pelajaran berharga sebagai salah satu negara paling beragam dan berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia berhasil melalui masa pergolakan setelah krisis moneter dan keuangan yang mengakibatkan kerusakan ekonomi, ancaman separatis, ketegangan etnis, dan konflik agama. Untuk mengatasi dan menangani permasalahan tersebut, Indonesia menganut nilai-nilai serta prinsip-prinsip demokrasi dan HAM sebagai bagian dari reformasi nasional dalam semua bidang. Sementara itu terkait dengan upaya menjaga institutional memory terhadap perjanjian-perjanjian yang pernah dilakukan antara Indonesia dengan negara-negara mitranya, Kemlu RI telah melakukan pengumpulan kembali dan identifikasi perjanjianperjanjian yang pernah dilakukan dengan masingmasing negara akreditasi. Dalam hal ini KBRI Canberra tercatat sebagai Perwakilan Indonesia yang pertama mempelopori upaya pengumpulan kembali dan identifikasi perjanjian-perjanjian tersebut yang kemudian melakukan pengelolaannya secara digital. Seluruh perjanjian yang telah diidentifikasi dan kemudian dikelola dengan sistem digital tersebut dapat diakses oleh publik sebagai bentuk upaya keterbukaan informasi publik, akuntabilitas dan partisipasi publik dalam perumusan kebijakan Pemerintah. [] Pelindung Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Pengarah Direktur Diplomasi Publik penanggung jawab/pemimpin Umum Firdaus, SE. MH Pemimpin Redaksi Firdaus, SE. MH Wakil Pemimpin Redaksi Khariri Makmun Redaktur Pelaksana Cahyono dewan redaksi Fransiska Monika Dilla Trianti M. Rizki S. Malia Staf Redaksi Saiful Amin Arif Hidayat M. Fauzi Nirwansyah Dian harja Irana Tata Letak dan Artistik Tsabit Latief Distribusi Mardhiana S.D. Suradi Sutarno Harapan Silitonga Kontributor M. Dihar Staf Diplomasi Publik SUMBER FOTO COVER Dok. presidensby.info Alamat Redaksi Direktorat Diplomasi Publik, Lt. 12 Kementerian Luar Negeri RI Jl. Taman Pejambon No.6 Jakarta Pusat Telp , , Fax : , Tabloid Diplomasi dapat didownload di Diterbitkan oleh Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri R.I Bagi anda yang ingin mengirim tulisan atau menyampaikan tanggapan, informasi, kritik dan saran, silahkan kirim Wartawan Tabloid Diplomasi tidak diperkenankan menerima dana atau meminta imbalan dalam bentuk apapun dari narasumber, wartawan Tabloid Diplomasi dilengkapi kartu pengenal atau surat keterangan tugas. Apabila ada pihak mencurigakan sehubungan dengan aktivitas kewartawanan Tabloid Diplomasi, segera hubungi redaksi.

4 4 FOKUS utama Presiden SBY Menjalankan Diplomasi Yang Cerdas, Cekatan, dan Efektif lomat, Duta Besar dan politisi ada di dalamnya. Saya mengingatkan kembali hal-hal seperti itu untuk memberikan pengingatan bahwa peran Ambassador, Diplomat itu sangat penting tetapi juga very challenging dan kemudian dituntut output ataupun achievement yang nyata. Saya ingin menyampaikan lima harapan dan directive. Yang pertama, be confident; yang kedua, have a global view; yang ketiga, know your missions; yang keempat, be achievement oriented; dan yang kelima, always be ready, active and creative. Sederhana saja, meskipun barangkali implementasinya tidak sesederhana sebagaimana yang diucapkan. Para Kepala Perwakilan harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, karena Indonesia masa kini adalah Indonesia yang akan menuju ke masa depan yang semakin baik. Oleh karena itu, mentalitas kita, mentalitas dan mindset para kepala Perwakilan dan Diplomat haruslah mentalitas dan mindset sebagai Diplomat sebuah emerging nation. Mentalitas negara terbesar di ASEAN, di kawasan Asia Tenggara, dan negara anggota G-20. Maknanya dalam, jangan diantara kita ada yang masih memiliki mentalitas negara yang memang dulu pernah terpuruk ketika di negeri kita terjadi krisis multidimensional. Dengan kerja keras dan pertolongan Tuhan, itu telah bisa kita lewati, kita selamat, dan sekarang emerging. Ketika ekonomi dunia mengalami krisis, ekonomi Indonesia bukan hanya selamat, we could survive, bukan hanya bertahan tapi juga terus tumbuh. Ketika banyak krisis politik dan demokrasi di banyak belahan dunia, demokrasi di negeri kita makin mekar menuju ke kematangannya. Mengambil contoh yang riil, tahun lalu kita juga bisa menunjukkan kepada dunia bahwa kita juga bisa mengemban tugas yang baik, yaitu ada Bali Summit. Bulan November lalu kita diuji oleh sejarah, apakah kita bisa menyelenggarakan perhelatan yang penting, setelah awal November ada pertemuan G-20 di Cannes, Paris, host-nya adalah negara maju. Lantas berikutnya ada APEC Summit di Honolulu, Hawaii, host-nya juga negara maju, dan tiga hari setelah itu dilaksanakan Bali Summit, baik itu ASE- AN Summit, ASEAN Plus Summit ataupun East Asia Summit yang pertama kali dise- Presiden RI memberikan paparan kepada seluruh peserta Raker Keppri di Gedung Pancasila, 23/2/12. Dunia makin kompleks dan terus berubah serta berkembang, demikian juga kepentingan nasional kita makin menuntut perjuangan kita semua, perjuangan seluruh kepala perwakilan RI di forum internasional. Kemudian diplomasi yang mesti kita jalankan tentulah diplomasi yang cerdas, cekatan, dan efektif dalam arti menghasilkan sesuatu. Sebagaimana dilaporkan oleh Menteri Luar Negeri bahwa dalam rapat kerja pimpinan ini, para Menteri dan Menlu sendiri telah memberikan sejumlah penjelasan, termasuk pembekalan, baik yang berkaitan dengan dinamika dan perkembangan di dalam negeri, capaian, dan tantangan yang dihadapi, strategi, kebijakan dan aksi-aksi yang pemerintah jalankan, serta yang paling penting untuk para Kepala Perwakilan, diplomasi dan perjuangan di forum internasional. Tugas para Kepala Perwakilan tidak ringan, tapi menentukan karena bergerak di arena politik, diplomasi dan juga untuk perdamaian. Otto von Bismarck pernah mengatakan bahwa politic is the art of the possible. Jadi kalau ingat seperti itu, tidak ada tugas yang tidak bisa kita laksanakan. Tidak ada diplomasi yang tidak bisa kita lakukan dengan hasil yang baik. Saya pernah membaca, Ambassador itu is an honest man and woman who is sent to lie abroad for the good of his or her country. Kalau dalam teori etika, Lie di sini tentu untuk kebaikan, masuk di teritori etik untuk bangsa dan negara, bukan sebuah kejahatan. Maksud saya adalah pandai-pandailah membawakan diri berdiplomasi memperjuangkan kepentingan kita. Kalau tadi saya mengatakan ada pertautan antara politic, war and diplomacy, kita pasti pernah mendengar bahwa war is a continuism of politic by other means. Jadi kalau politiknya tidak conclusive atau buntu, memang prosesnya kemudian terjadilah perang. Tapi ketika perang berkecamuk, kemudian semua mengatakan apakah harus perang terus, kadangkala diplomasi datang sebagai penolong. Sehingga diplomacy is an continuism of war by other means dalam arti yang baik itu adalah to defense of our national interest, untuk mengakhiri peperangan yang sebetulnya bukan pilihan yang tepat lagi untuk mencapai kepentingan nasional kita. Dalam kontek itu ternyata para Diplenggarakan dengan kehadiran Amerika Serikat dan Rusia. Pada bulan yang sama, Indonesia juga mesti menjalankan SEA Games di dua kota, yaitu Palembang dan Jakarta. Kita diuji, tapi sejarah akhirnya mencatat bahwa kedua tugas mulia itu dapat kita laksanakan dengan baik. SEA Games yang telah lepas dari kita sejak tahun 1997 dapat kita capai kembali, sebagaimana investment grade yang dulu lepas pada tahun 1997, telah datang kembali. Ini tentu harus kita jadikan capital bagi peningkatan confidence dan rasa percaya diri kita. Dengan can do spirit, saya pikir dan saya yakin bahwa kita akan bisa mencetak prestasi di masa depan. Dengan sejumlah capaian, hasil dan prestasi itu, kita tidak boleh minder. Diplomat Indonesia tidak boleh minder pada diplomat bangsa lain, apalagi di jajaran ASEAN. Meskipun tentu saja masih banyak permasalahan, tantangan, dan pekerjaan rumah kita di Indonesia ini. Dok. infomed Itu harus saya akui dan mesti kita akui dengan jujur. Di hadapan para duta besar dan pimpinan beberapa organisasi internasional pada beberapa saat yang lalu, saya jelaskan secara terbuka dan jujur, bahwa banyak raport kita yang nilainya biru, meskipun ada sejumlah nilai merah yang menjadi pekerjaan rumah untuk kita perbaiki, koreksi, dan kita buat menjadi lebih baik di masa depan. Itulah jabaran dari be confident. Yang kedua, have a global view. Dengan posisi kunci Indonesia di kawasan Asia Tenggara, di ASEAN, dan membership kita di G-20, sebagaimana tadi dikatakan oleh Menteri Luar Negeri, bahwa Indonesia kini adalah regional power with global interests and global responsibilities. Itulah kita sekarang ini. Terlepas dari our national interests, kita juga mendapatkan amanah dari konstitusi kita, dan ini adalah landasan dan rujukan utama bagi politik dan kebijakan No. 53 Tahun V 15 maret - 14 APRIL 2012

5 FOKUS utama 5 luar negeri serta diplomasi kita. Global view ini penting dan tidak cukup kita hanya memiliki regional view, apalagi national atau domestic view, karena kuatnya interconnectiveness di era globalisasi ini. Saya ingin memberi contoh dimana kita akan gagal dan kalah kalau di era globalisasi ini kita tidak memiliki global view yang saya maksud dan sampaikan tadi. Ketika terjadi krisis ekonomi pertama kali pada 2008 di Amerika Serikat dan kemudian dalam skala tertentu di Eropa dan tempat lain, kemudian terjadi krisis lagi pada 2011 di Eropa, utamanya di Eurozone, dan juga di beberapa tempat, Indonesia kena pukul. We were hit by those two crises, terutama di bidang ekonomi. Maknanya, bahwa kita harus paham, ikut berperan dan juga mengambil bagian dalam pengelolaan perekonomian global. Itulah maknanya kita menjadi bagian dari G-20 dan other international organizations grouping. Kita tidak bisa lepas dan menunggu apa yang akan datang ke negeri kita. Contoh yang lain adalah geopolitik di Afrika Utara dan Timur Tengah yang terjadi sekarang ini dan juga beberapa saat yang lalu. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat dan Uni Eropa mengakibatkan harga minyak meroket sekarang ini, dan itu memukul ekonomi semua bangsa, termasuk ekonomi kita. Ekonomi kita dalam keadaan baik, pertumbuhannya tinggi dibandingkan negara lain, tiba-tiba harus mengalami musibah ini. Oleh karena itulah, saya kira Para Kepala Perwakilan mendengar statement saya kemarin, dengan keadaan seperti ini kita mesti menyesuaikan kembali APBN, fiskal dan subsidi kita sehingga semuanya akan membawa kebaikan bagi rakyat kita. Harga BBM, yang tadinya saya berpikir kalau ada solusi lain, tidak perlu harus ada kenaikan, nampaknya harus kita tinjau kembali. Terpaksa, tetapi tentu ini akan membawa selamatnya perekonomian kita di masa depan. Ini salah satu contoh urusan geopolitics, tensions dan konflik yang tidak melibatkan Indonesia. Dan saya kurang happy kalau negara-negara itu begitu saja melakukan sesuatu tanpa memikirkan bangsa-bangsa lain, sebagaimana yang saya contohkan tadi, kejadian di Timur Tengah, yang akhirnya membikin melonjaknya harga minyak dunia. Contoh yang lain, kerja sama untuk mengatasi climate change atau global warming. Kalau kita pasif dan tidak ikut berperan, barangkali rezim, protokol atau kerjasamanya tidak adil, kurang fair, dan tidak realistik bagi negara-negara berkembang. Oleh karena itulah, kita berdiplomasi dan berperan dalam kaitan itu pula. Isu pangan dan energi yang menjadi hajat hidup manusia sedunia, termasuk bangsa Indonesia, juga tidak boleh kita lepaskan dan kemudian kita tidak berperan sama sekali. Kita memiliki global view on that issue. Itu hanya sejumlah contoh yang memang kita semua dan Kepala Perwakilan yang berada di berbagai negara di dunia tentu menjadi bagian dari diplomasi kita, dan dari peran internasional negara kita. Dengan penjelasan contoh-contoh penting dari apa saja yang menjadi isu global yang berpengaruh bagi kehidupan semua negara, termasuk negara kita, maka saya berharap Para Kepala Perwakilan bisa tetap aktif atau makin aktif menjalankan tugas diplomasi pada semua urusan tadi. Semuanya tentu untuk kepentingan nasional kita, for the save of our nation interests. Yang ketiga, know your missions. Ini berarti tahu dan menguasai apa misinya dan tugasnya, what is your goal and objectives ketika mengemban sebagai Duta Besar, Konjen maupun Konsul. Apa pula prioritas dan agendanya, dimana para menteri koordinator dan para menteri, telah menyampaikan semuanya dalam rangkaian rapat kerja ini. Saudara tentu mengetahui tugastugas Kepala Perwakilan dan Diplomat secara umum. Misalnya, tentu saja menjaga hubungan baik, menjaga citra Indonesia, melindungi dan melayani warga negara kita, mematahkan dis-informasi tentang Indonesia dan banyak lagi tugastugas konvensional yang harus dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan. Disamping itu ada sejumlah tugas penting dan bahkan tugas-tugas khusus yang harus Saudara jalankan, yang harus para Diplomat lakukan. Saya ingin menyebut beberapa saja. Di bidang ekonomi, memang diplomasi ekonomi harus digalakan. Saya ingin all Ambassador menguasai, mengetahui tentang ekonomi, disamping tentunya expertise dan kapabilitas yang lain. Ketika dunia sering dirundung krisis seperti ini, untuk menjaga pertumbuhan kita, strong economic growth, maka ada dua andalan disamping government spending dan household consumption, yaitu investasi dan perdagangan, utamanya ekspor. Para Kepala Perewakilan harus gigih betul, agar kita memiliki kekuatan investasi yang tinggi, baik investasi negara sahabat ke Indonesia ataupun investasi Indonesia company di negara-negara di para Duta Besar bertugas. Trade juga demikian, utamanya ekspor kita, terobos, tembus dan dapatkan opportunity sebesar-besarnya dari foreign investment and trade. Duta Besara harus bisa dan berani melakukan perjuangan, war begitu, untuk melawan unfair policies, untuk melindungi produk-produk Indonesia yang menurut pendapat kita, tidak fair seperti ini. Saya menyampaikan kepada para Duta Besar Asing, pimpinan lembaga internasional, bahwa sangat tidak fair, kalau tiba-tiba Indonesia tidak boleh berkebun kelapa sawit dan menjual kelapa sawitnya, padahal itu berkaitan dengan ekonomi kita, hajat hidup rakyat Indonesia. Masih banyak yang miskin, tapi kemudian diblok oleh dunia, ini Unfair and unjust. Bahwa Indonesia diminta oleh dunia untuk jangan merusak lingkungan, jangan careless di dalam perkebunan kelapa sawit, dan harus memenuhi standar internasional A, B, C, D, yes, saya dukung 200%, kita welcome untuk kerja sama kemitraan, welcome any NGO to cooperate with us, untuk memastikan bahwa di dalam usaha perkebunan, industri dan perdagangan, semua itu kita ikuti. Kita juga ingin lingkungan kita selamat dan tidak ada kerusakan apapun di negeri ini untuk anak cucu kita. Wisata adalah sumber potensial untuk pertumbuhan ekonomi kita, karenanya jangan pernah bosan. Saya tahu sudah banyak yang Saudara lakukan, tapi do more untuk menggaet dan mengajak lagi wisatawan ke negeri kita. Di berbagai forum tingkat dunia, banyak sekali kompetisi untuk leadership positions. Tolong, jangan pernah lupa untuk memperjuangkan itu, untuk memberikan informasi ke Jakarta, kepada Menlu, kepada saya, bahwa ada posisi yang bagus dan alangkah baiknya kalau putra-putri Indonesia mendapatkan kesempatan pada posisi itu. Kita samasama berjuang sampai di situ, termasuk peacekeeping missions, peacekeeping forces. Banyak sekali senior leadership positions yang bisa diduduki oleh orangorang Indonesia, jenderal-jenderal dan kolonel-kolonel Indonesia. Kalau itu diinformasikan, sama-sama diperjuangkan, pastilah lebih banyak lagi. Perlindungan dan layanan terhadap para tenaga kerja Indonesia, saya kira para menteri sudah menyampaikan. Itu juga prioritas, termasuk upaya gigih, usaha kita untuk membebaskan atau paling tidak mendapatkan keringanan bagi saudara-saudara kita yang terancam hukuman mati. Kita sudah membentuk satgas, menjalankan diplomasi all out. Saya mengirim surat dan berkomunikasi lisan dengan sejumlah kepala negara, kepala pemerintahan untuk itu. Mari kita juga menjadikan upaya itu sebagai prioritas. Termasuk kerjasama yang baik menyangkut climate change, banyak opportunity, dunia ingin misalnya hutan Indonesia tidak rusak, karena mereka berkepentingan, itu paru-paru dunia. Kalau mereka berkepentingan, hutan mereka sudah gundul, tidak punya hutan lagi, to contribute, share with us. Itu juga perlu dilakukan diplomasi yang baik. Yang keempat, be achievement oriented. Istilah saya, jangan kebanyakan geledek tapi hujan tidak turunturun. Ukuran sukses atau tidak sukses adalah hasil, prestasi, atau progress. Kalau ada treaty, agreement, atau MoU itu harus dijalankan. Menghasilkan treaty, agreement, atau MoU itu satu prestasi, tapi akan lebih berprestasi lagi kalau all MoUs, agreements, dan treaties itu betul-betul kita dijalankan dimana peran Duta Besar, peran Diplomat amat penting dalam konteks itu. Saya ingin, mulai tahun ini, setiap tahun ada laporan kinerja dari para Duta Besar. Cukup lima halaman kepada saya, tembusan Wakil Presiden, Menlu dan Kepala UKP4. Tulis apa adanya, what you have achieved dan tentu akan kita cross check nanti. Untuk Konjen tentunya ditujukan kepada Menlu. Yang terakhir, last but not least, Always be ready, active and creative. Saya kira semua sudah merasakan dan sudah menjalankan bahwa di era kini disamping politik bebas aktif, dulu Bung Hatta dan tentunya juga Bung Karno punya semboyan mendayung di antara dua karang. Dulu ada blok Barat dan blok Timur, kita mendayung di antara itu, meskipun tetap ada non blok. Sekarang dunia tidak lagi menjadi dua kutub, maka saya kenalkan istilah navigating in turbulence water, ada badai, topan, banyak karang, serta ini dan itu. We have to be able to navigate untuk terus mencapai pantai tujuan yang tentunya more challenging, more demanding, more complex dibandingkan tatanan dunia di era pasca perang dingin. Oleh karena itu, disamping politik bebas aktif, kita telah menjalankan all direction foreign policy. Tadi diingatkan kembali oleh Menlu, million friends, zero enemy. Disamping aktif juga kreatif. Aktif saja tidak cukup, must be also creative, more creative. Kadang-kadang we have to think outside the box, mencari break through. Harus muncul options yang barangkali belum dipikirkan sebelumnya. To achieve our objectives, to accomplish your missions. [] (Disunting dari Pengarahan Presiden RI kepada Peserta Rapat Kerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di Luar Negeri Tahun 2012, Gedung Pancasila Jakarta, 23 Februari 2012) 15 maret - 14 APRIL 2012 No. 53 Tahun V

6 6 F O K U S Menlu RI: Jakarta Menjadi Salah Satu Diplomatic Capital Bagi Kawasan Asia Timur Menlu RI menyampaikan pengantar sebelum Presiden RI kepada Perwakilan Asing mengenai perkembangan Indonesia di Jakarta, 14/2/12. Dewasa ini terdapat tidak kurang dari 128 perwakilan asing, perwakilan tetap untuk ASEAN dan organisasi internasional di Jakarta. Perwakilan asing di Indonesia merupakan perwakilan dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia; dari Azerbaijan di Asia Tengah hingga Zimbabwe di Afrika bagian selatan; dari Panama di Amerika Tengah hingga Finlandia di utara Eropa. Perwakilan asing yang berada di Jakarta juga beragam, dari negara maju hingga berkembang, dari negara kepulauan hingga landlocked developing countries. Demikian pula keberadaan organisasi internasional di Jakarta yang bergerak dalam berbagai isu seperti sekretariat ASEAN, UNDP, ILO dalam bidang perburuhan hingga wakil WHO untuk isu kesehatan. Keragaman ini mencerminkan jangkauan dan aspek multi dimensi kebijakan politik luar negeri Indonesia. Dengan berbagai perkembangan di tanah air dan semakin berkembangnya ASEAN menjadi organisasi kawasan yang semakin memiliki pengaruh di tingkat global, Jakarta akan semakin menjadi salah satu diplomatic capital bagi kawasan Asia Timur. Pada tahun 2011 yang lalu misalnya, tercatat 5 (lima) negara telah membuka perwakilan di Indonesia, yaitu kedutaan besar Belarus, Fiji, Kolombia, Paraguay dan Konsulat Jenderal RRT di Medan. Pada tahun 2011 yang lalu pula, sebanyak 16 negara telah menetapkan perwakilan negaranya untuk ASEAN di Jakarta. Dengan demikian, hingga akhir tahun 2011, tercatat 61 negara yang telah memiliki Wakil Tetap untuk ASEAN. Pada tahun 2012 ini, beberapa negara telah merencanakan akan membuka perwakilan di Jakarta antara lain Georgia, Oman, dan Vanuatu. Di saat yang sama, pada tahun 2011 yang lalu, 11 Perwakilan Indonesia di beberapa negara yang baru di buka telah mulai beroperasi. Melalui keberadaan perwakilan asing di Jakarta dan perwakilan Indonesia di luar negeri, terbentang peluang yang lebih luas untuk semakin meningkatkan kerjasama bilateral dan multilateral pada masa yang akan datang. Menjadi tugas yang melekat sebagai Duta Besar atau pimpinan organisasi internasional termasuk di Indonesia, untuk memperdalam dan memperluas hubungan bilateral dengan negara dimana Duta Besar tersebut ditugaskan. Tugas yang sangat mulia ini tentunya tidak ringan. Peran dan kehadiran Duta Besar sangat penting, khususnya di dunia saat ini yang semakin kompleks dan dipenuhi ketidakpastian. Dimana tidak ada satu pun negara yang dapat menyelesaikan tantangan global saat ini secara sendiri. Kerjasama internasional mutlak dibutuhkan. Disinilah peran penting dari kehadiran seorang Duta Besar. Secara khusus, pada era dewasa ini, perkembangan teknologi informasi memberikan dampak bagi tugas dan fungsi seorang diplomat, terutama Duta Besar. Dunia dengan berbagai informasi yang beragam dan real time. 24/7 cycle. Tentu situasi ini memberikan peluang dan tantangan bagi seorang Duta Besar. Tidak terkecuali di Indonesia. Duta Besar memiliki akses informasi dari berbagai sumber secara terbuka. Namun disaat yang sama, kondisi dimaksud memberikan tantangan bagi Duta Besar untuk dapat menyarikan esensi dan memberikan makna dari informasi yang tersedia. Inilah sekali lagi pentingnya peran dan tugas Duta Besar. Menyadari hal tersebut, melalui berbagai cara, media dan forum, Kementerian Luar Negeri senantiasa berkomunikasi dengan perwakilan asing khususnya para Duta Besar untuk memberikan informasi yang tepat waktu, akurat, relevan dan utuh mengenai kebijakan dan perkembangan di Indonesia. Kesemuanya dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat dan mutakhir mengenai kebijakan dan perkembangan di tanah air dengan utuh.[] Dok. infomed (Disunting dari Pengantar dan Laporan Menlu RI pada Paparan Presiden RI Kepada Perwakilan Asing dan Organisasi Internasional di Tanah Air Mengenai Perkembangan di Indonesia).

7 F O K U S 7 Indonesia Mendorong Kerjasama OKI Meningkatkan Pemajuan HAM Pemerintah Indonesia mendapatkan kepercayaan dari negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) sebagai tuan rumah Sesi Pertama Komisi HAM Permanen dan Independen OKI (OIC - Independent Permanent Human Rights Commission/ IPHRC). Sesi Pertama IPHRC OKI ini diselenggarakan di Hotel Aryaduta Jakarta pada tanggal Februari Kepercayaan tersebut merupakan suatu bentuk pengakuan terhadap peran aktif Indonesia dalam mendorong pentingnya kerja sama OKI untuk meningkatkan pemajuan dan perlindungan HAM di negaranegara anggotanya, termasuk melalui pembentukan IPHRC OKI. Sesi Pertama IPHRC OKI di Jakarta ini juga merupakan wujud komitmen Indonesia untuk mempercepat berfungsinya IPHRC OKI dan menunjukkan kepemimpinan Indonesia di bidang HAM di dunia Islam. Acara pembukaan Sesi Pertama IPHRC ini dilakukan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Wardana. Hadir dalam acara pembukaan tersebut, Sekretaris Jenderal OKI, Prof. Ekmeleddin Ihsanoglu, anggota Komisi Tinggi HAM PBB, Ibrahim Salama, anggota Komisi HAM Kazakhstan, Duta Besar Askar Shakirov, 18 anggota Komisi HAM OKI, serta wakil-wakil dari negara-negara anggota OKI. Anggota IPHRC merupakan individu independen dan ahli di bidang HAM, demokrasi dan Islam. Para Komisioner tersebut dipilih berdasarkan keahlian yang dimiliki dan dengan mempertimbangkan keseimbangan wakil dari tiga kawasan (Asia, Afrika dan Arab) dan dipilih untuk masa kerja tiga tahun. Wakil Indonesia adalah Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin (staf pengajar pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang terpilih sebagai salah satu anggota untuk periode Pembentukan IPHRC OKI merupakan suatu pencapaian penting dalam upaya pemajuan dan perlindungan HAM di dunia Islam. Pada tataran eksternal, hal ini menunjukkan komitmen negara-negara Islam bagi pemajuan nilai-nilai demokrasi dan HAM. Pada tataran internal, IPHRC OKI akan membantu upaya OKI sendiri untuk terus meningkatkan kepedulian akan pemajuan dan perlindungan HAM di antara negara-negara anggotanya. Dok. infomed Ibrahim Salama, Direktur Perjanjian HAM, Kantor Divisi Komisaris Tinggi HAM PBB menyampaikan pidato pada sesi pertama IPHRC-OKI di Jakarta, 20/2/12 Pembentukan IPHRC OKI merupakan tindak lanjut dari Ten- Years Programme of Actions OKI yang disahkan pada KTT Luar Biasa OKI di Makkah tahun 2005 dan Piagam OKI baru yang disahkan di KTT OKI ke-11 di Dakar pada tanggal 14 Maret Ten-Years Programme of Actions merupakan cetak biru yang diluncurkan OKI untuk menjawab berbagai tantangan baru yang dihadapi oleh dunia Islam melalui reformasi dan revitalisasi kelembagaan serta reorientasi misi organisasi. Program Aksi ini merupakan awal perubahan OKI yang tidak hanya memfokuskan pada masalah politik tetapi juga ekonomi, perdagangan, pembangunan, sosial dan ilmu pengetahuan yang diharapkan dapat menjawab kesenjangan kesejahteraan umat. Di bidang politik dan intelektual, dalam 10 tahun diharapkan OKI mampu menangani berbagai isu seperti upaya membangun nilai-nilai moderasi dan toleransi; membasmi ekstrimisme, kekerasan dan terorisme; menentang Islamophobia; dan meningkatkan solidaritas dan kerja sama antarnegara anggota. Sementara Piagam OKI yang baru menggarisbawahi beberapa hal penting, antara lain pentingnya mendorong dan menghidupkan nilai-nilai luhur dalam Islam yang berhubungan dengan perdamaian, kasih sayang, toleransi, persamaan, keadilan, dan kehormatan manusia, serta mendorong pembentukan Badan HAM OKI. Statuta pembentukan IPHRC OKI disahkan pada Konferensi Tingkat Menteri ke-38 di Astana, Kazakhstan, bulan Juni 2011 yang juga menyepakati pemilihan 18 anggota IPHRC. Selain melakukan pemilihan Ketua dan Biro IPHRC OKI, dimana Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin terpilih sebagai Ketua sementara, Sesi Pertama IPHRC OKI juga memfokuskan pembahasan tentang rules of procedures dan isu-isu prioritas, seperti hak-hak sipil dan politik, hak-hak ekonomi, sosial dan budaya di negara-negara OKI serta situasi di Palestina dan wilayah pendudukan lainnya. IPHRC mengidentifikasi Hak-hak Asasi Perempuan dan Anak-anak, Hak atas Pembangunan dan Hak atas Pendidikan, serta penelitian sebagai prioritas utama dari pekerjaannya. IPHRC juga memberikan referensi khusus mengenai aspek HAM dalam agenda OKI untuk menyediakan dukungan teknis guna peningkatan kapasitas dan kebutuhan untuk jaringan kelembagaan di negara-negara anggota. Dalam rekomendasinya kepada Dewan Menteri Luar Negeri, IPHRC menawarkan untuk membantu negaranegara anggota atas permintaan, termasuk di daerah penting, yang memenuhi persyaratan mekanisme pelaporan HAM. IPHRC juga mendorong negara-negara anggota untuk memanfaatkan secara penuh potensi keahlian IPHRC dengan mengacu pada hal-hal yang berkaitan dengan HAM dan undang-undang yang sesuai untuk memberikan advisory. IPHRC menekankan kontribusi nilai-nilai Islam dan HAM diakui secara universal, dan mengakui pentingnya kerjasama antara negara-negara anggota OKI, termasuk pertukaran best practices. IPHRC akan bertemu dua kali dalam satu tahun kalender untuk membahas berbagai permasalahan HAM, termasuk cara-cara untuk membantu negara-negara anggota dalam pelaksanaan kewajiban HAM internasional. Selain menyatakan terima kasih kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia atas keramahan yang diberikan selama penyelenggaraan Sesi Pertama ini, IPHRC juga menyatakan keprihatinan yang mendalam pada pelanggaran HAM yang sedang berlangsung di beberapa negara anggota OKI, khususnya di Suriah, dan juga atas terjadinya insiden pembakaran salinan Al-Quran di Afghanistan berikut hilangnya sejumlah nyawa manusia.[]

Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016

Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016 Pidato Bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden Republik Indonesia Pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa Ke-71 New York, 23 September 2016 Bapak Presiden SMU PBB, Saya ingin menyampaikan ucapan

Lebih terperinci

DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA

DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA DEKLARASI BERSAMA TENTANG KEMITRAAN STRATEGIS ANTARA PERANCIS DAN INDONESIA Jakarta, 1 Juli 2011 - 1 - Untuk menandai 60 tahun hubungan diplomatik dan melanjutkan persahabatan antara kedua negara, Presiden

Lebih terperinci

Menakar Arah Kebijakan Pemerintah RI Dalam Melindungi Hak Asasi WNI di Luar Negeri

Menakar Arah Kebijakan Pemerintah RI Dalam Melindungi Hak Asasi WNI di Luar Negeri MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA --------- POINTERS Dengan Tema : Menakar Arah Kebijakan Pemerintah RI Dalam Melindungi Hak Asasi WNI di Luar Negeri OLEH : WAKIL KETUA MPR RI HIDAYAT NUR

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pd Prasetya dan Pelantikan Perwira TNI dan Polri, 2 Juli 2013, di Surabaya Selasa, 02 Juli 2013

Sambutan Presiden RI pd Prasetya dan Pelantikan Perwira TNI dan Polri, 2 Juli 2013, di Surabaya Selasa, 02 Juli 2013 Sambutan Presiden RI pd Prasetya dan Pelantikan Perwira TNI dan Polri, 2 Juli 2013, di Surabaya Selasa, 02 Juli 2013 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PRASETYA PERWIRA TENTARA NASIONAL INDONESIA

Lebih terperinci

MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL

MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL MENEGAKKAN TANGGUNG JAWAB MELINDUNGI: PERAN ANGGOTA PARLEMEN DALAM PENGAMANAN HIDUP WARGA SIPIL Resolusi disahkan oleh konsensus* dalam Sidang IPU ke-128 (Quito, 27 Maret 2013) Sidang ke-128 Inter-Parliamentary

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI Pd Rapat KKIP, tgl 12 Maret 2014, di Mako Armatim TNI-AL, Surabaya Rabu, 12 Maret 2014

Sambutan Presiden RI Pd Rapat KKIP, tgl 12 Maret 2014, di Mako Armatim TNI-AL, Surabaya Rabu, 12 Maret 2014 Sambutan Presiden RI Pd Rapat KKIP, tgl 12 Maret 2014, di Mako Armatim TNI-AL, Surabaya Rabu, 12 Maret 2014 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA RAPAT KOMITE KEBIJAKAN INDUSTRI PERTAHANAN (KKIP) DI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2005 TENTANG PENGESAHAN INTERNATIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS (KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA)

Lebih terperinci

Pidato Dr. R.M Marty M. Natalegawa, Menlu RI selaku Ketua ASEAN di DK PBB, New York, 14 Februari 2011

Pidato Dr. R.M Marty M. Natalegawa, Menlu RI selaku Ketua ASEAN di DK PBB, New York, 14 Februari 2011 Pidato Dr. R.M Marty M. Natalegawa, Menlu RI selaku Ketua ASEAN di DK PBB, New York, 14 Februari 2011 Senin, 14 Februari 2011 PIDATO DR. R.M MARTY M. NATALEGAWA MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA SELAKU

Lebih terperinci

Diadopsi oleh resolusi Majelis Umum 53/144 pada 9 Desember 1998 MUKADIMAH

Diadopsi oleh resolusi Majelis Umum 53/144 pada 9 Desember 1998 MUKADIMAH Deklarasi Hak dan Kewajiban Individu, Kelompok dan Badan-badan Masyarakat untuk Pemajuan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Kebebasan Dasar yang Diakui secara Universal Diadopsi oleh resolusi Majelis

Lebih terperinci

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI KETERLIBATAN ANAK DALAM KONFLIK BERSENJATA Negara-Negara Pihak pada Protokol ini, Didorong oleh dukungan penuh terhadap Konvensi tentang Hak-Hak Anak, yang

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pertemuan Forum KPU Se-ASEAN, Jakarta, 3 Oktober 2011 Senin, 03 Oktober 2011

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pertemuan Forum KPU Se-ASEAN, Jakarta, 3 Oktober 2011 Senin, 03 Oktober 2011 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pertemuan Forum KPU Se-ASEAN, Jakarta, 3 Oktober 2011 Senin, 03 Oktober 2011 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBUKAAN PERTEMUAN FORUM KOMISI PEMILIHAN UMUM

Lebih terperinci

Pidato Penutupan Menlu RI Dr. R.M. Marty Natalegawa Pada Forum Pertemuan Badan Penyelenggara Pemilihan Umum ASEAN

Pidato Penutupan Menlu RI Dr. R.M. Marty Natalegawa Pada Forum Pertemuan Badan Penyelenggara Pemilihan Umum ASEAN Pidato Penutupan Menlu RI Dr. R.M. Marty Natalegawa Pada Forum Pertemuan Badan Penyelenggara Pemilihan Umum ASEAN Rabu, 05 Oktober 2011 PIDATO PENUTUPAN MENTERI LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA DR. R.M.

Lebih terperinci

TOPIK KHUSUS DIPLOMASI INTERNASIONAL

TOPIK KHUSUS DIPLOMASI INTERNASIONAL TOPIK KHUSUS DIPLOMASI INTERNASIONAL MENCIPTAKAN PERDAMAIAN DUNIA Salah satu langkah penting dalam diplomasi internasional adalah penyelenggaraan KTT Luar Biasa ke-5 OKI untuk penyelesaian isu Palestina

Lebih terperinci

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014

ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 ANGGARAN DASAR KOMNAS PEREMPUAN PENGESAHAN: 11 FEBRUARI 2014 PEMBUKAAN Bahwa sesungguhnya hak-hak asasi dan kebebasan-kebebasan fundamental manusia melekat pada setiap orang tanpa kecuali, tidak dapat

Lebih terperinci

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripruna, Jakarta, 27 Oktober 2011 Kamis, 27 Oktober 2011

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripruna, Jakarta, 27 Oktober 2011 Kamis, 27 Oktober 2011 Sambutan Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripruna, Jakarta, 27 Oktober 2011 Kamis, 27 Oktober 2011 SAMBUTAN PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SIDANG KABINET PARIPURNA DI GEDUNG

Lebih terperinci

GLOBALISASI HAK ASASI MANUSIA DARI BAWAH: TANTANGAN HAM DI KOTA PADA ABAD KE-21

GLOBALISASI HAK ASASI MANUSIA DARI BAWAH: TANTANGAN HAM DI KOTA PADA ABAD KE-21 Forum Dunia tentang HAM di Kota tahun 2011 GLOBALISASI HAK ASASI MANUSIA DARI BAWAH: TANTANGAN HAM DI KOTA PADA ABAD KE-21 16-17 Mei 2011 Gwangju, Korea Selatan Deklarasi Gwangju tentang HAM di Kota 1

Lebih terperinci

PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN

PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN PIAGAM KERJASAMA PARTAI DEMOKRAT DAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA TAHUN 2009-2014 Atas berkat Rahmat Allah SWT, Para penandatangan piagam kerjasama telah sepakat untuk membentuk koalisi berbasis platform

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN PENGATURAN KEBIJAKAN PERSAINGAN USAHA DI ASEAN Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN PENGATURAN KEBIJAKAN PERSAINGAN USAHA DI ASEAN Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN 22 BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG MASYARAKAT EKONOMI ASEAN DAN PENGATURAN KEBIJAKAN PERSAINGAN USAHA DI ASEAN 2.1. Masyarakat Ekonomi ASEAN 2.1.1. Sejarah Masyarakat Ekonomi ASEAN Masyarakat Ekonomi ASEAN

Lebih terperinci

Keterangan Pers Bersama Presiden RI dengan Perdana Menteri Perancis, Jakarta, 1 Juli 2011 Jumat, 01 Juli 2011

Keterangan Pers Bersama Presiden RI dengan Perdana Menteri Perancis, Jakarta, 1 Juli 2011 Jumat, 01 Juli 2011 Keterangan Pers Bersama Presiden RI dengan Perdana Menteri Perancis, Jakarta, 1 Juli 2011 Jumat, 01 Juli 2011 KETERANGAN PERS BERSAMA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DENGAN PERDANA MENTERI PERANCIS, Y.M. FRANÃ

Lebih terperinci

Keterangan Pers Presiden RI pasca penetapan APBN-P 2012, Jakarta, 31 Maret 2012 Sabtu, 31 Maret 2012

Keterangan Pers Presiden RI pasca penetapan APBN-P 2012, Jakarta, 31 Maret 2012 Sabtu, 31 Maret 2012 Keterangan Pers Presiden RI pasca penetapan APBN-P 2012, Jakarta, 31 Maret 2012 Sabtu, 31 Maret 2012 KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MENGENAI LANGKAH-LANGKAH PEMERINTAH PASCA PENETAPAN APBN

Lebih terperinci

JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA

JURUSAN SOSIAL YOGYAKARTA UPAYA JEPANG DALAM MENJAGA STABILITAS KEAMANAN KAWASAN ASIA TENGGARA RESUME SKRIPSI Marsianaa Marnitta Saga 151040008 JURUSAN ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS PEMBANGUNAN

Lebih terperinci

Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3)

Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3) Unduh dalam bentuk berkas suara (MP3) TRANSKRIPSI SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERESMIAN PEMBUKAAN KONFERENSI REGIONAL IACA (INTERNATIONAL ASSOCIATION OF COURT ADMINISTRATOR) TAHUN 2011

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pd Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013, tgl.23 Juli 2013, di Jakarta Selasa, 23 Juli 2013

Sambutan Presiden RI pd Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013, tgl.23 Juli 2013, di Jakarta Selasa, 23 Juli 2013 Sambutan Presiden RI pd Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013, tgl.23 Juli 2013, di Jakarta Selasa, 23 Juli 2013 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PUNCAK PERINGATAN HARI ANAK NASIONAL

Lebih terperinci

STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM*

STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM* STATUTA INSTITUT INTERNASIONAL UNTUK DEMOKRASI DAN PERBANTUAN PEMILIHAN UMUM* Institut Internasional untuk Demokrasi dan Perbantuan Pemilihan Umum didirikan sebagai organisasi internasional antar pemerintah

Lebih terperinci

PIDATO DUTA BESAR RI HARSHA E. JOESOEF

PIDATO DUTA BESAR RI HARSHA E. JOESOEF PIDATO DUTA BESAR RI HARSHA E. JOESOEF PADA UPACARA PERINGATAN HUT PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI KE-65, BRATISLAVA, 17 AGUSTUS 2010 Kedutaan Besar Republik Indonesia Bratislava Slovakia 1 Bismillahirrahmanirrahim,

Lebih terperinci

CONSOLIDATION DÉMOCRATIQUE ET D ENRACINEMENT DE LA BONNE GOUVERNANCE

CONSOLIDATION DÉMOCRATIQUE ET D ENRACINEMENT DE LA BONNE GOUVERNANCE LAPORAN KEGIATAN BKSAP DPR RI MENJADI NARA SUMBER DALAM SEMINAR INTERNASIONAL : PROSES DAN TUJUAN DENGAN TEMA CONSOLIDATION DÉMOCRATIQUE ET D ENRACINEMENT DE LA BONNE GOUVERNANCE TANGGAL 10-11 JUNI 2013,

Lebih terperinci

Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas Penyelenggaraan Ibadah Haji, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010

Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas Penyelenggaraan Ibadah Haji, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010 Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas Penyelenggaraan Ibadah Haji, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010 SAMBUTAN PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SIDANG KABINET TERBATAS PENYELENGGARAAN

Lebih terperinci

DEKLARASI PEMBELA HAK ASASI MANUSIA

DEKLARASI PEMBELA HAK ASASI MANUSIA DEKLARASI PEMBELA HAK ASASI MANUSIA Disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 9 Desember 1998 M U K A D I M A H MAJELIS Umum, Menegaskan kembalimakna penting dari ketaatan terhadap

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Penganugerahan Penghargaan Ketahanan Pangan, Jakarta, 6 Desember 2011 Selasa, 06 Desember 2011

Sambutan Presiden RI pada Penganugerahan Penghargaan Ketahanan Pangan, Jakarta, 6 Desember 2011 Selasa, 06 Desember 2011 Sambutan Presiden RI pada Penganugerahan Penghargaan Ketahanan Pangan, Jakarta, 6 Desember 2011 Selasa, 06 Desember 2011 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PENGANUGERAHAN PENGHARGAAN KETAHANAN PANGAN

Lebih terperinci

Pengarahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas, Jakarta, 2 Februari 2012 Kamis, 02 Pebruari 2012

Pengarahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas, Jakarta, 2 Februari 2012 Kamis, 02 Pebruari 2012 Pengarahan Presiden RI pada Sidang Kabinet Terbatas, Jakarta, 2 Februari 2012 Kamis, 02 Pebruari 2012 PENGARAHAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA RAPAT SIDANG KABINET TERBATAS DI KANTOR PRESIDEN,

Lebih terperinci

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011.

Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011. Rio Deklarasi Politik Determinan Sosial Kesehatan Rio de Janeiro, Brasil, 21 Oktober 2011. 1. Atas undangan Organisasi Kesehatan Dunia, kami, Kepala Pemerintahan, Menteri dan perwakilan pemerintah datang

Lebih terperinci

PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG MAJELIS UMUM KE-58 PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA. New York, 23 September 2003

PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG MAJELIS UMUM KE-58 PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA. New York, 23 September 2003 PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG MAJELIS UMUM KE-58 PERSERIKATAN BANGSA-BANGSA New York, 23 September 2003 Yang Mulia Ketua Sidang Umum, Para Yang Mulia Ketua Perwakilan Negara-negara Anggota,

Lebih terperinci

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN

LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN LAMPIRAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA PENDAHULUAN 1. Umum. Pertahanan negara sebagai salah satu fungsi pemerintahan negara merupakan

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MATERI AUDIENSI DAN DIALOG DENGAN FINALIS CERDAS CERMAT PANCASILA, UUD NEGARA RI TAHUN 1945, NKRI, BHINNEKA TUNGGAL IKA, DAN KETETAPAN MPR Dr. H. Marzuki Alie

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Konferensi ke-7 Hakim Mahkamah Konstitusi Asia, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Konferensi ke-7 Hakim Mahkamah Konstitusi Asia, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Konferensi ke-7 Hakim Mahkamah Konstitusi Asia, 13 Juli 2010 Selasa, 13 Juli 2010 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERESMIAN PEMBUKAAN KONFERENSI KE-7

Lebih terperinci

Sambutan oleh: Ibu Shinta Widjaja Kamdani Ketua Komite Tetap Kerjasama Perdagangan Internasional Kadin Indonesia

Sambutan oleh: Ibu Shinta Widjaja Kamdani Ketua Komite Tetap Kerjasama Perdagangan Internasional Kadin Indonesia Sambutan oleh: Ibu Shinta Widjaja Kamdani Ketua Komite Tetap Kerjasama Perdagangan Internasional Kadin Indonesia Disampaikan Pada Forum Seminar WTO Tanggal 12 Agustus 2008 di Hotel Aryaduta, Jakarta Kepada

Lebih terperinci

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE VII PARTAI DEMOKRAT Minggu, 19 Oktober 2008

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE VII PARTAI DEMOKRAT Minggu, 19 Oktober 2008 PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE VII PARTAI DEMOKRAT Minggu, 19 Oktober 2008 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA PERINGATAN HARI ULANG TAHUN KE VII PARTAI DEMOKRAT DI ARENA PEKAN RAYA JAKARTA,

Lebih terperinci

LKjIP PA Watampone Tahun BAB I PENDAHULUAN

LKjIP PA Watampone Tahun BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Kondisi Umum Organisasi Penerapan prinsip-prinsip manajemen dalam sebuah organisasi pemerintahan merupakan elemen penting dan prinsip utama untuk mendukung lahirnya sebuah tata kelola

Lebih terperinci

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Kabinet, Jakarta, 4 April 2012 Rabu, 04 April 2012

Sambutan Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Kabinet, Jakarta, 4 April 2012 Rabu, 04 April 2012 Sambutan Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Kabinet, Jakarta, 4 April 2012 Rabu, 04 April 2012 SAMBUTAN PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA RAPAT TERBATAS KABINET TANGGAL 4 APRIL 2012

Lebih terperinci

K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975

K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975 K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975 1 K-143 Konvensi Pekerja Migran (Ketentuan Tambahan), 1975 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang

Lebih terperinci

BAB 11 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN

BAB 11 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN BAB 11 PENGHORMATAN, PENGAKUAN, DAN PENEGAKAN ATAS HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA Hak asasi merupakan hak yang bersifat dasar dan pokok. Pemenuhan hak asasi manusia merupakan suatu keharusan agar warga negara

Lebih terperinci

RENCANA AKSI GLOBAL MENANG DENGAN PEREMPUAN: MEMPERKUAT PARTAI PARTAI POLITIK

RENCANA AKSI GLOBAL MENANG DENGAN PEREMPUAN: MEMPERKUAT PARTAI PARTAI POLITIK RENCANA AKSI GLOBAL MENANG DENGAN PEREMPUAN: MEMPERKUAT PARTAI PARTAI POLITIK Sebagai para pemimpin partai politik, kami memiliki komitmen atas perkembangan demokratik yang bersemangat dan atas partai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG P E R S DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan

Lebih terperinci

Presented by: M Anang Firmansyah IMF. system Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan berdasarkan perjanjian

Presented by: M Anang Firmansyah IMF. system Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan berdasarkan perjanjian Presented by: M Anang Firmansyah IMF Dana Moneter Internasional adalah Salah satu badan khusus dalam system Perserikatan Bangsa-bangsa yang didirikan berdasarkan perjanjian internasional pada tahun 1945

Lebih terperinci

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI PERKUATAN DAN PENGEMBANGAN WAWASAN KEBANGSAAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT

SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI PERKUATAN DAN PENGEMBANGAN WAWASAN KEBANGSAAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1 SAMBUTAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PADA ACARA PEMBUKAAN SOSIALISASI PERKUATAN DAN PENGEMBANGAN WAWASAN KEBANGSAAN DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Yang saya hormati: Tanggal, 19 Juni 2008 Pukul 08.30 W IB

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republik Perancis saat ini merupakan salah satu negara yang dapat

BAB I PENDAHULUAN. Republik Perancis saat ini merupakan salah satu negara yang dapat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Republik Perancis saat ini merupakan salah satu negara yang dapat dikatagorikan sebagai salah satu negara yang maju dari benua Eropa. Republik Perancis saat ini adalah

Lebih terperinci

Renstra Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN Tahun RENSTRA PUSAT AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI TAHUN

Renstra Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi BSN Tahun RENSTRA PUSAT AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI TAHUN RENSTRA PUSAT AKREDITASI LEMBAGA SERTIFIKASI TAHUN 2015-2019 BADAN STANDARDISASI NASIONAL 2015 Kata Pengantar Dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2007 TENTANG PENGESAHAN PERJANJIAN ANTARA REPUBLIK INDONESIA DAN AUSTRALIA TENTANG KERANGKA KERJA SAMA KEAMANAN (AGREEMENT BETWEEN THE REPUBLIC OF INDONESIA

Lebih terperinci

BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJA SAMA INTERNASIONAL

BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJA SAMA INTERNASIONAL BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJA SAMA INTERNASIONAL A. KONDISI UMUM Perhatian yang sangat serius terhadap persatuan dan kesatuan nasional, penegakan hukum dan penghormatan HAM

Lebih terperinci

KEMENTERIAN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN LUAR NEGERI REPUBLIK INDONESIA DAFTAR PUBLIK KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI PEJABAT PENGELOLA DAN DOKUMENTASI Jl. Taman Pejambon No. 6, Gedung Utama Lantai 10, Jakarta Pusat 10110 Telp: 021.3441508

Lebih terperinci

BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJASAMA INTERNASIONAL

BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJASAMA INTERNASIONAL BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJASAMA INTERNASIONAL BAB 7 PEMANTAPAN POLITIK LUAR NEGERI DAN PENINGKATAN KERJASAMA INTERNASIONAL A. KONDISI UMUM Perhatian yang sangat serius terhadap

Lebih terperinci

2 Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Neg

2 Mengingat : 1. Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Neg LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.200, 2015 PERTAHANAN. Pertahanan Negara. 2015-2019 Kebijakan Umum. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2015 TENTANG KEBIJAKAN UMUM PERTAHANAN NEGARA

Lebih terperinci

BAB III PEMBANGUNAN BIDANG POLITIK

BAB III PEMBANGUNAN BIDANG POLITIK BAB III PEMBANGUNAN BIDANG POLITIK A. KONDISI UMUM Setelah melalui lima tahun masa kerja parlemen dan pemerintahan demokratis hasil Pemilu 1999, secara umum dapat dikatakan bahwa proses demokratisasi telah

Lebih terperinci

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL 1 K-144 Konsultasi Tripartit untuk Meningkatkan Pelaksanaan Standar-Standar Ketenagakerjaan Internasional

Lebih terperinci

Penghormatan dan Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Penghormatan dan Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia XVIII Penghormatan dan Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia Pasal 1 ayat (3) Bab I, Amandemen Ketiga Undang-Undang Dasar 1945, menegaskan kembali: Negara Indonesia adalah Negara Hukum. Artinya, Negara

Lebih terperinci

Keterangan Pers Bersama Presiden RI dan Presiden Korsel, Seoul, 16 Mei 2016 Senin, 16 Mei 2016

Keterangan Pers Bersama Presiden RI dan Presiden Korsel, Seoul, 16 Mei 2016 Senin, 16 Mei 2016 Keterangan Pers Bersama Presiden RI dan Presiden Korsel, Seoul, 16 Mei 2016 Senin, 16 Mei 2016 KETERANGAN PERS BERSAMA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA DAN PRESIDEN KOREA SELATAN KUNJUNGAN KENEGARAAN KE KOREA

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010

Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 Sambutan Presiden RI pada Pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-43, 10 Juni 2010 Kamis, 10 Juni 2010 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PEMBUKAAN PEKAN RAYA JAKARTA KE-43 DI ARENA PRJ-KEMAYORAN, JAKARTA

Lebih terperinci

K111 DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN

K111 DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN K111 DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN 1 K 111 - Diskriminasi dalam Pekerjaan dan Jabatan 2 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN PRIORITAS UNTUK PENGADILAN FEDERAL. 30 September 2011

KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN PRIORITAS UNTUK PENGADILAN FEDERAL. 30 September 2011 KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN PERUBAHAN, DAN PRIORITAS UNTUK PENGADILAN FEDERAL 30 September 2011 1. Ketua Mahkamah Agung RI Harifin Tumpa dan rekan-rekan dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2. Terima kasih

Lebih terperinci

HUBUNGAN INDONESIA -- TIONGKOK BERKEMBANG PESAT...

HUBUNGAN INDONESIA -- TIONGKOK BERKEMBANG PESAT... Kolom IBRAHIM ISA Kemis, 03 Oktober 2013 -------------------- HUBUNGAN INDONESIA -- TIONGKOK BERKEMBANG PESAT... Hubungan dua negeri Asia: -- Indonesia dan Tiongkok--, Yang satu negeri kepulauan terbesar

Lebih terperinci

K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011

K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 2 K-189: Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011 K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi

Lebih terperinci

Deklarasi Dhaka tentang

Deklarasi Dhaka tentang Pembukaan Konferensi Dhaka tentang Disabilitas & Manajemen Risiko Bencana 12-14 Desember 2015, Dhaka, Bangladesh Deklarasi Dhaka tentang Disabilitas dan Manajemen Risiko Bencana, 14 Desember 2015 diadopsi

Lebih terperinci

Keterangan Pers Presiden RI Terkait Surat Balasan PM. Australia, 26 Nov 2013, di Kantor Presiden Selasa, 26 November 2013

Keterangan Pers Presiden RI Terkait Surat Balasan PM. Australia, 26 Nov 2013, di Kantor Presiden Selasa, 26 November 2013 Keterangan Pers Presiden RI Terkait Surat Balasan PM. Australia, 26 Nov 2013, di Kantor Presiden Selasa, 26 November 2013 KETERANGAN PERS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA RAPAT TERBATAS TERKAIT SURAT

Lebih terperinci

K 183 KONVENSI PERLINDUNGAN MATERNITAS, 2000

K 183 KONVENSI PERLINDUNGAN MATERNITAS, 2000 K 183 KONVENSI PERLINDUNGAN MATERNITAS, 2000 2 K-183 Konvensi Perlindungan Maternitas, 2000 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1998 TENTANG PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN

Lebih terperinci

KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR

KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR PERTEMUAN SELA NASIONAL MAHASISWA HUBUNGAN INTERNASIONAL INDONESIA (PSNMHII) XXVI PROMOTING AND SUSTAINING BALI DECLARATION S PRIORITY AREAS ON

Lebih terperinci

KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1

KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1 KOVENAN INTERNASIONAL TENTANG HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1 MUKADIMAH Negara-Negara Pihak pada Kovenan ini, Menimbang bahwa, sesuai dengan prinsip-prinsip yang diproklamasikan dalam Piagam Perserikatan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 1998 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK-HAK ASASI MANUSIAINDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 1998 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK-HAK ASASI MANUSIAINDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 129 TAHUN 1998 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL HAK-HAK ASASI MANUSIAINDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa bangsa Indonesia sebagai bagian

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Silaturahim dengan Para Teladan Nasional, Jakarta, 14 Agustus 2012 Selasa, 14 Agustus 2012

Sambutan Presiden RI pada Silaturahim dengan Para Teladan Nasional, Jakarta, 14 Agustus 2012 Selasa, 14 Agustus 2012 Sambutan Presiden RI pada Silaturahim dengan Para Teladan Nasional, Jakarta, 14 Agustus 2012 Selasa, 14 Agustus 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SILATURAHIM DENGAN PARA TELADAN NASIONAL,

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 LAWANG ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007 / 2008

DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 LAWANG ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007 / 2008 DINAS PENDIDIKAN SMP NEGERI 3 LAWANG ULANGAN AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2007 / 2008 Mata Pelajaran : PPKn Kelas : VII ( TUJUH ) Hari, tanggal : Senin, 9 Juni 2008 Waktu : 60 Menit PETUNJUK UMUM:

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI Pd Strategi Nasional Literasi Keuangan, tgl 19 Nov. 2013, di JCC Selasa, 19 November 2013

Sambutan Presiden RI Pd Strategi Nasional Literasi Keuangan, tgl 19 Nov. 2013, di JCC Selasa, 19 November 2013 Sambutan Presiden RI Pd Strategi Nasional Literasi Keuangan, tgl 19 Nov. 2013, di JCC Selasa, 19 November 2013 SAMBUTAN PRESIDEN RI PADA PELUNCURAN CETAK BIRU STRATEGI NASIONAL LITERASI KEUANGAN, Â DI

Lebih terperinci

Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Tgl. 17 April 2014 Kamis, 17 April 2014

Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Tgl. 17 April 2014 Kamis, 17 April 2014 Pengantar Presiden RI pada Sidang Kabinet Paripurna, di Jakarta, Tgl. 17 April 2014 Kamis, 17 April 2014 PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SIDANG KABINET PARIPURNA DI KANTOR PRESIDEN, JAKARTA

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Lembaga Negara, Jakarta, 3 Agustus 2011 Rabu, 03 Agustus 2011

Sambutan Presiden RI pada Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Lembaga Negara, Jakarta, 3 Agustus 2011 Rabu, 03 Agustus 2011 Sambutan Presiden RI pada Buka Puasa Bersama dengan Pimpinan Lembaga Negara, Jakarta, 3 Agustus 2011 Rabu, 03 Agustus 2011 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA ACARA SILATURAHIM DAN BUKA PUASA BERSAMA

Lebih terperinci

WALIKOTA BANDUNG SAMBUTAN WALIKOTA BANDUNG PADA ACARA PERINGATAN PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945 YANG DIRANGKAI DENGAN BICARA BUKU BERSAMA WAKIL RAKYAT

WALIKOTA BANDUNG SAMBUTAN WALIKOTA BANDUNG PADA ACARA PERINGATAN PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945 YANG DIRANGKAI DENGAN BICARA BUKU BERSAMA WAKIL RAKYAT WALIKOTA BANDUNG SAMBUTAN WALIKOTA BANDUNG PADA ACARA PERINGATAN PIDATO BUNG KARNO 1 JUNI 1945 YANG DIRANGKAI DENGAN BICARA BUKU BERSAMA WAKIL RAKYAT HARI/TANGGAL : SENIN, 30 MEI 2016 WAKTU : - TEMPAT

Lebih terperinci

SAMBUTAN KEPALA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA. PADA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE AGUSTUS 2015

SAMBUTAN KEPALA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA. PADA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE AGUSTUS 2015 SAMBUTAN KEPALA PERWAKILAN REPUBLIK INDONESIA. PADA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA KE 70 17 AGUSTUS 2015 Assalamu'alaikum Waarahmatulahi Wabarakatuh, Salam-sejahtera dan damai bagi kita

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dan Buka Bersama, di Jakarta, tgl. 30 Juni 2014 Senin, 30 Juni 2014

Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dan Buka Bersama, di Jakarta, tgl. 30 Juni 2014 Senin, 30 Juni 2014 Sambutan Presiden RI pd Silaturahim dan Buka Bersama, di Jakarta, tgl. 30 Juni 2014 Senin, 30 Juni 2014 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA SILATURAHIM DAN BUKA PUASA BERSAMA DENGAN PARA PIMPINAN

Lebih terperinci

RESUME 21 BUTIR PLATFORM KEBIJAKAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (1) PEMANTAPAN EKONOMI MAKRO

RESUME 21 BUTIR PLATFORM KEBIJAKAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (1) PEMANTAPAN EKONOMI MAKRO RESUME 21 BUTIR PLATFORM KEBIJAKAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (1) PEMANTAPAN EKONOMI MAKRO Membangun kembali fundamental ekonomi yang sehat dan mantap demi meningkatkan pertumbuhan, memperluas pemerataan,

Lebih terperinci

PUNCAK HARI BHAKTI DOKTER INDONESIA DALAM RANGKA SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL DAN SEABAD IDI, Rabu, 28 Mei 2008

PUNCAK HARI BHAKTI DOKTER INDONESIA DALAM RANGKA SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL DAN SEABAD IDI, Rabu, 28 Mei 2008 PUNCAK HARI BHAKTI DOKTER INDONESIA DALAM RANGKA SEABAD KEBANGKITAN NASIONAL DAN SEABAD IDI, 28-5-08 Rabu, 28 Mei 2008 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PUNCAK HARI BHAKTI DOKTER INDONESIA DALAM

Lebih terperinci

Bismillahi rahmani rahiim,

Bismillahi rahmani rahiim, Pidato Utama Seminar IDB: Mencetak Sumber Daya Manusia yang Kompetitif bagi Pemberdayaan Ekonomi Dr. Hendar (Deputi Gubernur, Bank Indonesia) Jakarta, 13 Mei 2016 Bismillahi rahmani rahiim, Yang saya hormati:

Lebih terperinci

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI PENJUALAN ANAK, PROSTITUSI ANAK, DAN PORNOGRAFI ANAK

PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI PENJUALAN ANAK, PROSTITUSI ANAK, DAN PORNOGRAFI ANAK PROTOKOL OPSIONAL KONVENSI HAK-HAK ANAK MENGENAI PENJUALAN ANAK, PROSTITUSI ANAK, DAN PORNOGRAFI ANAK Negara-Negara Pihak pada Protokol ini, Mempertimbangkan bahwa, untuk lebih lanjut mencapai tujuan Konvensi

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, Copyright (C) 2000 BPHN UU 5/1998, PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN ATAU PENGHUKUMAN LAIN

Lebih terperinci

KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR

KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR KEYNOTE ADRESS RAFENDI DJAMIN WAKIL INDONESIA UNTUK AICHR Workshop Penguatan Komunitas Sosio-Kultural ASEAN 2015: Perumusan lndikator Capaian dari Strategic Measures dalam Attendant Document ASEAN Socio-Cultural

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN Y ANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN Y ANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 1998 TENTANG PENGESAHAN CONVENTION AGAINST TORTURE AND OTHER CRUEL, INHUMAN OR DEGRADING TREATMENT OR PUNISHMENT (KONVENSI MENENTANG PENYIKSAAN DAN PERLAKUAN

Lebih terperinci

Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Bidang Polhukam, di Cipanas, Tgl. 30 Mei 2014 Jumat, 30 Mei 2014

Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Bidang Polhukam, di Cipanas, Tgl. 30 Mei 2014 Jumat, 30 Mei 2014 Pengantar Presiden RI pada Rapat Terbatas Bidang Polhukam, di Cipanas, Tgl. 30 Mei 2014 Jumat, 30 Mei 2014 PENGANTAR PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA RAPAT KABINET TERBATAS BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

Lebih terperinci

Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis, 17 November 2011 Pidato Pembukaan KTT ke-19 ASEAN

Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis, 17 November 2011 Pidato Pembukaan KTT ke-19 ASEAN Pidato Presiden Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Kamis, 17 November 2011 Pidato Pembukaan KTT ke-19 ASEAN PIDATO PEMBUKAAN PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO PADA KOFERENSI TINGKAT TINGGI KE-19 ASEAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kemiskinan menghambat tercapainya demokrasi, keadilan dan persatuan.

BAB I PENDAHULUAN. Kemiskinan menghambat tercapainya demokrasi, keadilan dan persatuan. BAB I PENDAHULUAN Kemiskinan menghambat tercapainya demokrasi, keadilan dan persatuan. Penanggulangan kemiskinan memerlukan upaya yang sungguh-sungguh, terusmenerus, dan terpadu dengan menekankan pendekatan

Lebih terperinci

Pengarahan Presiden RI kepada Manajemen dan Karyawan Panasonic, Jumat, 01 Mei 2009

Pengarahan Presiden RI kepada Manajemen dan Karyawan Panasonic, Jumat, 01 Mei 2009 Pengarahan Presiden RI kepada Manajemen dan Karyawan Panasonic, 01-5-09 Jumat, 01 Mei 2009 ACARA PENGARAHAN PRESIDEN RI KEPADA MANAJEMEN DAN KARYAWAN PANASONIC DI CIBUBUR, JAKARTA TIMUR PADA TANGGAL 01

Lebih terperinci

R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958

R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958 R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958 2 R-111 Rekomendasi Diskriminasi (Pekerjaan dan Jabatan), 1958 Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN Melalui Buku Pegangan yang diterbitkan setiap tahun ini, semua pihak yang berkepentingan diharapkan dapat memperoleh gambaran umum tentang proses penyelenggaraan pemerintahan

Lebih terperinci

Annex 1: Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya

Annex 1: Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Annex 1: Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya Diambil dan terbuka untuk ditandatangani, diratifikasi dan diaksesi oleh resolusi Mahkamah Umum 2200A (XXI) pada 16 Desember 1966, berlaku

Lebih terperinci

Presiden Jokowi: Masyarakat Inggris Harus Lebih Mengenal Indonesia Rabu, 20 April 2016

Presiden Jokowi: Masyarakat Inggris Harus Lebih Mengenal Indonesia Rabu, 20 April 2016 Jokowi: Masyarakat Inggris Harus Lebih Mengenal Indonesia Rabu, 20 April 2016 Joko Widodo menyampaikan, bahwa masyarakat Indonesia lebih mengenal Inggris, ketimbang sebaliknya. "Di Indonesia, pertandingan

Lebih terperinci

Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial

Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial Sebuah Kota bagi Semua Menuju Sydney yang tangguh dan berkeadilan sosial Rangkuman Makalah Diskusi Mengenai Keberlanjutan Sosial Maret 2016 Kota Sydney Rangkuman Sebuah kota untuk semua: semua orang berkembang

Lebih terperinci

Bab IV Penutup. A. Kebebasan Berekspresi sebagai Isi Media

Bab IV Penutup. A. Kebebasan Berekspresi sebagai Isi Media Bab IV Penutup A. Kebebasan Berekspresi sebagai Isi Media Keberadaan Pasal 28 dan Pasal 28F UUD 1945 tidak dapat dilepaskan dari peristiwa diratifikasinya Universal Declaration of Human Rights (UDHR) 108

Lebih terperinci

KERANGKA STRATEGIS Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global

KERANGKA STRATEGIS Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global KERANGKA STRATEGIS 2012-2015 Jejaring Asia-Pasifik untuk Kepemimpinan Global Pertemuan Tahunan Para Presiden APRU ke 16 Universitas Oregon 27-29 Juni 2012 Draf per 24 Mei 2012 APRU: Sekilas Pandang 42

Lebih terperinci

KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA

KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA KODE ETIK KONSIL LSM INDONESIA MUKADIMAH Konsil LSM Indonesia menyadari bahwa peran untuk memperjuangkan partisipasi masyarakat dalam segala proses perubahan membutuhkan pendekatan dan pentahapan yang

Lebih terperinci

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA, 1 PERATURAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG KODE ETIK INSAN OMBUDSMAN KETUA OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : a. bahwa untuk mencapai tujuan Ombudsman, para

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 Nasional, Jakarta, 3 Februari 2012 Jumat, 03 Pebruari 2012

Sambutan Presiden RI pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 Nasional, Jakarta, 3 Februari 2012 Jumat, 03 Pebruari 2012 Sambutan Presiden RI pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2563 Nasional, Jakarta, 3 Februari 2012 Jumat, 03 Pebruari 2012 SAMBUTAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PERAYAAN TAHUN BARU IMLEK 2563 TINGKAT NASIONAL

Lebih terperinci

Bismillahirrohmannirrohiim Assalamu alaikum Wr.Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua,

Bismillahirrohmannirrohiim Assalamu alaikum Wr.Wb. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua, Sambutan Pembukaan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Pada Sustainable Development Goals (SDGs) Conference Indonesia s Agenda for SDGs toward Decent Work for All Hotel Borobudur Jakarta, 17 Februari

Lebih terperinci

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA

KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA 1 KOVENAN INTERNASIONAL HAK-HAK EKONOMI, SOSIAL DAN BUDAYA Mukadimah Negara-negara Pihak Kovenan ini, Menimbang, bahwa sesuai dengan prinsip-prinsip yang diumumkan dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa,

Lebih terperinci