Masa Depan yang Berkelanjutan: Warisan Rekonstruksi

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Masa Depan yang Berkelanjutan: Warisan Rekonstruksi"

Transkripsi

1 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Masa Depan yang Berkelanjutan: Warisan Rekonstruksi Volume 2: Lembaran Info Proyek

2 Foto Sampul dari kiri ke kanan searah jarum jam: 1. Hampir rumah dibangun atau diperbaiki oleh MDF dengan menggunakan pendekatan berbasis komunitas, yang memperlihatkan bahwa kemitraan masyarakat-pemerintah dapat meraih hasil secara transparan, hemat biaya, dan berkualitas tinggi. Koleksi MDF 2. Fitra Cahyadi, pencicip cita rasa kopi, berada di gudang kopi baru di pinggir Takengon yang didukung dana dari EDFF. Subproyek yang dilaksanakan oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) ini bertujuan agar petani kecil memiliki kendali dalam kualitas, pemasaran, dan penjualan kopi mereka. Tarmizy Harva 3. Jembatan Oyo, jembatan gantung terpanjang di Indonesia yang menghubungkan desa-desa terpencil di Lahagu dan Taraha, Nias, dibangun oleh Proyek Akses Perdesaan dan Pembangunan Kapasitas Nias (RACBP), dan bahkan kini menjadi tempat tujuan wisata warga setempat. Koleksi proyek ILO

3 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Masa Depan yang Berkelanjutan: Warisan Rekontruksi Volume 2: Lembaran Info Proyek Laporan ini disusun oleh Sekretariat Multi Donor Fund dengan kontribusi dari Badan Mitra (UNDP, WFP, ILO,dan Bank Dunia) serta tim proyek. Sekretariat Multi Donor Fund dipimpin oleh Manajer MDF Shamima Khan, dengan anggota tim: Safriza Sofyan, David Lawrence, Anita Kendrick, Akil Abduljalil, Inayat Bhagawati, Lina Lo, Eva Muchtar, Shaun Parker, dan Nur Raihan Lubis. Tim ini didukung oleh Inge Susilo, Friesca Erwan, Olga Lambey, dan Deslly Sorongan. Cerita oleh Rosaleen Cunningham, Lesley Wright, Nur Raihan Lubis, Shaun Parker, dan Tim ILO. Fotografer: Mosista Pambudi/Kantor Berita Antara, Tarmizy Harva, Maha Eka Swasta, Irwansyah Putra, Akil Abduljalil, Shaun Parker, Andrew Bald, Kristin Thompson, Nur Raihan Lubis, Abbie Trayler-Smith/Panos/Department for International Development (UK), dan tim proyek. Mitra Bestari: Kate Redmond, Rosaleen Cunningham, Lesley Wright, Devi Asmarani, dan Nia Sarinastiti. Penyunting Bahasa Indonesia: Wiyanto Suroso. Alih Bahasa: Yoko Sari. Rancangan & Tata Letak: Studio Rancang Imaji. Percetakan: PT Mardi Mulyo.

4 Daftar Isi Volume 2 Daftar Isi Pemulihan Masyarakat 1 Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan Masyarakat (Rekompak) 2 Program Pengembangan Kecamatan (PPK) 3 Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) 4 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pulau Nias (PNPM-R2PN) 5 Rekonstruksi Sistem Administrasi Pertanahan Aceh (RALAS) Pemulihan Transportasi dan Infrastruktur Skala Besar 6 Proyek Pencegahan Banjir Banda Aceh (BAFMP) 7 Proyek Pemberdayaan Rekonstruksi Infrastruktur (IREP) 8 Fasilitas Pendanaan Rekonstruksi Infrastruktur (IRFF) 9 Proyek Pemeliharaan Jalan Lamno-Calang 10 Program Angkutan dan Logistik Laut (SDLP) 11 Program Rekonstruksi Pelabuhan (TRPRP) 12 Proyek Akses Pedesaan dan Pembangunan Kapasitas Nias (RACBP) Cerita Fitur: MDF Naik Rakit Penyeberangan ke Sekolah Penguatan Tata Kelola dan Pembangunan Kapasitas 13 Proyek Perbaikan Jalan dengan Sumberdaya Lokal Pedesaan (CBLR3) 14 Proyek Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus (P2DTK) 15 Program Penguatan Organisasi Masyarakat Madani di Aceh dan Nias (CSO)

5 Lembaran Info Proyek Pelestarian Lingkungan 16 Proyek Hutan dan Lingkungan Aceh (AFEP) 17 Program Pengelolaan Limbah Tsunami (TRWMP) Peningkatan Proses Pemulihan 18 Program Bantuan Teknis (TA) untuk BRR dan Bappenas 19 Proyek Pengurangan Risiko Bencana-Aceh (DRR-A) 20 Program Transformasi Pemerintah Aceh (AGTP) 21 Program Transisi Kepulauan Nias (NITP) Pembangunan Ekonomi dan Mata Pencaharian 22 Fasilitas Pendanaan Pembangunan Ekonomi Aceh (EDFF) 23 Proyek Pengembangan Ekonomi dan Mata Pencaharian Nias (LEDP) Cerita Fitur: Petani Kopi: Akhirnya Menuai Untung Daftar Akronim dan Singkatan

6 8 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Lembaran Info Proyek Pemulihan Masyarakat Pelajar SD sudah tidak sabar untuk kembali bersekolah. Rekonstruksi fasilitas bangunan umum dianggap penting dalam memulihkan masyarakat dan memungkinkan mereka kembali melakukan kegiatan sehari-hari. Kristin Thompson

7 Lembaran Info Proyek 1 Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Perumahan Masyarakat (Rekompak) Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas (Rekompak) memberi hibah langsung kepada masyarakat untuk membangun kembali dan memperbaiki perumahan dan merehabilitasi prasarana permukiman mereka melalui pendekatan yang bertumpu pada masyarakat. Proyek ini telah memenuhi sasaran dan ditutup pada tanggal 30 April Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Perumahan permanen merupakan perhatian utama upaya rekonstruksi setelah bencana pada tahun 2004 yang menghancurkan rumah di Aceh tersebut. Proyek Rekompak melalui pendanaan MDF memelopori pendekatan berbasis komunitas dalam rekonstruksi perumahan, dengan memberi kesempatan kepada masyarakat yang terkena bencana untuk memimpin pemulihan mereka dan agar mempunyai rasa memiliki atas upaya rekonstruksi. Proyek ini menetapkan standar tinggi dalam rekonstruksi perumahan yang terutama didorong oleh pendekatan berbasis komunitas ini. Pendekatan Rekompak telah menjadi model yang direplikasi oleh Pemerintah Indonesia dalam kaitannya dengan rekonstruksi untuk pascabencana lain. PENCAPAIAN PENTING Melalui Rekompak, hampir rumah baru dibangun dan rumah rusak direhabilitasi. Rekompak adalah salah satu dari beberapa proyek yang bertujuan untuk merehabilitasi rumah rusak. Hal ini terbukti menjadi Jumlah Hibah AS$85,00 juta Waktu Pelaksanaan November 2005-April 2010 Badan Mitra Bank Dunia Badan Pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Penyerapan Akhir AS$84,97 juta 1 Banyak rumah baru dibangun di Lambung, Banda Aceh. Dengan bantuan Rekompak yang didanai oleh MDF, hampir rumah telah dibangun kembali dan diperbaiki sehingga tumbuh masyarakat baru yang memiliki semangat hidup di daerah yang dilanda bencana tsunami. Tarmizy Harva 1 Sisa dana yang belum digunakan pada akhir proyek telah dikembalikan ke MDF.

8 10 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Anak-anak bergaya di depan lingkungan baru yang dibangun dengan dukungan dari proyek Rekompak di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Tarmizy Harva pendekatan yang berhasil, dengan tingkat hunian 100 persen pada saat proyek selesai. Adapun rumah yang baru dibangun memiliki tingkat hunian 97 persen. Rekompak menyediakan perumahan di 130 desa dengan menerapkan pendekatan yang berbasis komunitas yang lebih hemat biaya dalam pembangunan rumah dibandingkan dengan pendekatan lain. Masyarakat bersamasama memetakan dan menilai besaran kerusakan dan konstruksi yang diperlukan, dan menetapkan penerima rumah tersebut. Rencana Pembangunan Permukiman (RPP) yang melibatkan masyarakat dalam perencanaan rekonstruksi rumah mereka maupun prasarana masyarakat lain dilakukan di 126 desa. Komponen kesiapsiagaan menghadapi bencana yang sangat penting telah dimasukkan ke dalam rencana tersebut. Proyek ini memberi hibah untuk membangun prasarana masyarakat di 180 desa, dan lebih dari orang secara langsung menikmati jalan desa, jaringan drainase, jembatan, air bersih, dan sarana sanitasi. Proyek ini juga memperkuat kemampuan masyarakat setempat melalui pelatihan pengelolaan usaha dan pelatihan teknis, dan berperan dalam pemulihan masyarakat dengan memacu ekonomi lokal. Dana proyek dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk bahan konstruksi yang dibeli dari pemasok lokal sedangkan anggota masyarakat dipekerjakan sebagai tenaga kerja proyek. Melalui Rekompak, masyarakat diperkenalkan pada teknologi bangunan tahan gempa dan proyek berperan dalam pembentukan komunitas yang lebih aman dan lebih tangguh. Rekompak memajukan peran perempuan dalam perencanaan dan proses pengambilan keputusan masyarakat. Keikutsertaan aktif perempuan dan lebih banyak saran dalam pengambilan keputusan lewat proyek ini membawa perubahan yang baik dalam perancangan dan pemilihan rumah maupun prasarana setempat dan mendorong kaum perempuan berperan lebih besar dalam proses

9 pengambilan keputusan. Hampir sepertiga rumah yang dibangun Rekompak terdaftar atas nama perempuan atau dengan perempuan sebagai pemilik bersama. Pendekatan Rekompak didasarkan pada kemitraan antara masyarakat dan pemerintah. Proyek ini dilaksanakan melalui sistem pemerintah yang ada dan dana disalurkan kepada masyarakat melalui APBN. Pendekatan ini hemat biaya dibandingkan dengan proyek perumahan Hasil Rekompak (CSRRP) yang tidak menggunakan pendekatan yang berbasis komunitas. Tingkat kepuasan penerima manfaat proyek pun sangat tinggi. Berdasarkan keberhasilan pelaksanaan Rekompak di Aceh dan kemudian di daerah bencana di Jawa dan Sumatra, model pendekatan berbasis komunitas untuk pembangunan perumahan dan permukiman ini diambil dan ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai kebijakan dalam rekonstruksi masyarakat pascabencana. 11 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Pencapaian ketika proyek ditutup April 2010 Pencapaian Pembangunan kembali rumah hancur Rehabilitasi rumah rusak Rumah atas nama perempuan atau perempuan sebagai (29%) pemilik-bersama Rencana Pembangunan Pemukiman 126 Jalan desa yang diperbaiki/dibangun (km) 185 Saluran irigasi dan drainase yang diperbaiki/dibangun (km) 171 Air bersih, tempat penyimpanan air, dan sumur (unit) Omiyah, 60 tahun, berdiri di depan rumah barunya di Desa Lancang, Pidie Jaya. Rekompak dengan pendanaan MDF menempatkan masyarakat sebagai penanggung jawab pembangunan rumah dan prasarana desa dan memberdayakan anggota masyarakat, termasuk perempuan, agar pendapat dan harapan mereka dipertimbangkan dalam penetapan keputusan. Tarmizy Harva

10 12 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Lembaran Info Proyek 2 Program Pengembangan Kecamatan (PPK) Program Pengembangan Kecamatan (PPK) memberi hibah langsung kepada desa untuk pelaksanaan rekonstruksi oleh masyarakat. Melalui proses yang berbasis komunitas ini, PPK mendukung pemulihan prasarana masyarakat di lebih dari desa di Aceh dan Nias. Proyek ini berhasil mencapai sasaran dan ditutup pada tanggal 31 Desember Masyarakat di seluruh Indonesia telah melaksanakan pembangunan mereka sendiri di bawah program pemberdayaan masyarakat nasional dengan pelaksana Kementerian Dalam Negeri yang dimulai pada tahun PPK, yang kini merupakan program PNPM Mandiri Pedesaan, memperkuat peran pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk cepat tanggap dan secara efisien memenuhi kebutuhan setempat. MDF memanfaatkan keberhasilan model pembangunan PPK nasional yang berbasis komunitas untuk menyalurkan dana dan membantu rekonstruksi dan rehabilitasi yang berbasis masyarakat di Aceh dan Nias setelah gempa bumi dan tsunami pada tahun PENCAPAIAN PENTING Melalui PPK, masyarakat di seluruh Aceh dan Nias menetapkan prioritas pembangunan masing-masing dan mendapat bantuan keuangan, teknis, dan sosial untuk mewujudkan gagasan menjadi hasil nyata yang dapat memperkuat daya tahan masyarakat terhadap kemiskinan dan masalah lain. Kebanyakan dana PPK disalurkan berupa hibah kepada kecamatan di daerah yang dilanda Jumlah Hibah AS$64,70 juta Waktu Pelaksanaan November Desember 2009 Badan Mitra Bank Dunia Badan Pelaksana Kementerian Dalam Negeri Jumlah Penyerapan Akhir AS$64,70 juta Ibu dan anak-anaknya memanfaatkan jembatan sementara di Gido, Nias, selama jembatan yang lebih aman dan dapat diandalkan sedang dibangun. Program Pengembangan Kecamatan (PPK) membuat ribuan desa di Aceh dan Nias mampu mengidentifikasikan, menganggarkan, dan membangun prasarana penting seperti jembatan. Di daerah rawan bencana seperti Gido, jembatan yang lebih dapat diandalkan menambah kemudahan masuk dan keluar bagi masyarakat terpencil. Kantor Berita Antara

11 13 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Anak-anak perempuan di Kabupaten Aceh Utara sedang mengaji Al-Qur an di sekolah yang baru dibangun, yang merupakan bagian dari PPK MDF. Lebih dari 300 sekolah telah dibangun dalam empat tahun masa proyek dan memberi tanggung jawab kepada masyarakat atas rekonstruksi dan pemulihan pascabencana. Kristin Thompson tsunami. Melalui proses demokratis, ditetapkan nama desa penerima hibah dan jumlah dana pada setiap subproyek. Secara keseluruhan, proyek ini memberi bantuan berupa perencanaan, pelatihan, dan peningkatan kemampuan kepada lebih dari orang di Aceh dan Nias. Lebih kurang desa menerima hibah pendanaan MDF ini. Lebih dari 90 persen dana MDF yang disalurkan lewat hibah PPK digunakan untuk pembangunan atau perbaikan prasarana pedesaan seperti jalan desa, jembatan, sekolah, pasar, puskesmas, sarana irigasi dan drainase, dan pengadaan air bersih. Dana MDF juga digunakan untuk bantuan sosial seperti pinjaman mikro, beasiswa, dan bantuan dana darurat untuk keluarga. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam hal perencanaan dan pengelolaan rekonstruksi di daerahnya dan kegiatan pembangunan pada masa depan merupakan salah satu hasil paling penting dari proyek ini. Lebih dari orang terlibat dalam proses perencanaan oleh masyarakat dan mendapatkan pelatihan. Proyek ini khususnya berhasil dalam pemberdayaan perempuan, yaitu mampu mengajukan pendapat dalam perencanaan, dengan keikutsertaan perempuan dalam kegiatan perencanaan masyarakat mencapai 45 persen. PPK secara tidak langsung berperan dalam pemulihan masyarakat, dengan memacu ekonomi lokal. Dana proyek kembali kepada masyarakat karena bahan mentah dibeli dari pemasok lokal dan anggota masyarakat setempat diperkerjakan sebagai tenaga kerja proyek. Melalui PPK, masyarakat di seluruh Aceh dan Nias menetapkan prioritas pembangunan masing-masing dan mendapat bantuan keuangan, teknis, dan sosial untuk mewujudkan gagasan menjadi hasil nyata yang dapat memperkuat daya tahan masyarakat terhadap kemiskinan dan masalah lain.

12 14 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat PPK terbukti merupakan cara yang hemat biaya untuk pemulihan masyarakat pascabencana di Nias dan Aceh dalam skala besar, memungkinkan masyarakat memiliki suara dalam menentukan dan merencanakan pemulihan mereka sendiri. PPK juga melakukan sinergi dengan proyek lain karena berperan sebagai wahana bagi badan pembangunan dan Pencapaian ketika proyek ditutup Desember 2009 Perbaikan/pembangunan jalan (km) Jembatan diperbaiki/dibangun (unit) 932 Saluran irigasi dan drainase (km) Proyek air bersih (unit) 844 Tempat penyimpanan air (unit) 180 Sarana sanitasi (MCK) 778 Pasar desa 26 Gedung sekolah 292 Pos/klinik kesehatan 11 Nilai beasiswa (AS$) Jumlah penerima (orang) Jumlah pinjaman (AS$) Jumlah penerima (orang) Jumlah usaha/kelompok Hasil PPK Pencapaian Orang yang diperkerjakan melalui subproyek Hari kerja yang dicurahkan (hari) Dana bantuan darurat (AS$) instansi pemerintah lain dalam pelaksanaan program mereka melalui jaringan dan cakupannya yang luas. Proyek ini dimasukkan ke dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan dan masyarakat di Aceh dan Nias tetap menikmati manfaat dari cara yang berbasis komunitas seusai pelaksanaan rekonstruksi. Kerjasama tim dan kerukunan masyarakat berhasil memperbaiki kehidupan warga di desa di Aceh dan Nias melalui PPK. Hibah dari PPK telah membantu pelaksanaan pembangunan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh masyarakat korban bencana, seperti konstruksi sekolah, pasar, kantor, dan puskesmas. Kristin Thompson

13 Lembaran Info Proyek 3 Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) memberikan hibah langsung kepada 273 kelurahan untuk merehabilitasi dan membangun prasarana masyarakat di Aceh. Proyek ini sukses mencapai tujuannya dan ditutup pada bulan Desember Keikutsertaan masyarakat menjadi pusat kegiatan seluruh Program Kemiskinan Perkotaan. Proyek ini mendorong pendekatan perencanaan dari bawah sehingga warga mampu menentukan kebutuhan utama rekonstruksi dan menghidupkan kembali kegiatan ekonomi. Komite lingkungan dan relawan yang dipilih secara demokratis melakukan penilaian atas kerusakan, menyusun rencana pembangunan lingkungan, dan memprioritaskan kegiatan yang memerlukan pendanaan proyek ini. Pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, yang terjadi dalam proses ini menjadi hal penting dalam proyek dan memperkuat potensi pembangunan yang berbasis komunitas dalam jangka panjang. PENCAPAIAN PENTING P2KP mengkhususkan pada masyarakat perkotaan yang paling parah terkena bencana gempa bumi dan tsunami. Penerima manfaat utama proyek ini terdiri dari warga yang tinggal di 402 kelurahan di Aceh. Warga kelurahan mendapat manfaat langsung dan tidak 15 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Jumlah Hibah AS$17,96 juta Waktu Pelaksanaan November 2005-Desember 2009 Badan Mitra Bank Dunia Badan Pelaksana Kementerian Pekerjaan Umum Jumlah Penyerapan Akhir AS$17,45 juta 1 P2KP memperbaiki prasarana masyarakat di 270 kelompok masyarakat yang ada di beberapa kota di Aceh. Seluruh aset yang dibangun oleh program P2KP, seperti jalan ini, telah diserahkan kepada masyarakat atau pemerintah daerah untuk pengoperasian dan pemeliharaannya pada masa mendatang. Sekretariat MDF 1 Sisa dana yang tidak digunakan telah dikembalikan ke MDF.

14 16 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Prasarana masyarakat yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami diperbaiki atau dibangun oleh Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP). Hibah yang diberikan digunakan untuk memperbaiki kualitas hidup melalui pembangunan prasarana kecil seperti saluran drainase dan tempat pembuangan sampah. Kristin Thompson langsung dari hibah layanan masyarakat maupun perbaikan prasarana dan layanan masyarakat, dan keikutsertaan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut melalui proses yang mengikutsertakan masyarakat. Berdasarkan kebutuhan, 273 dari 402 kelurahan tersebut dipilih untuk menerima hibah bagi rekonstruksi dan rehabilitasi prasarana masyarakat. Di banyak daerah proyek, pencapaian rekonstruksi prasarana fisik ini melewati sasaran yang ditetapkan pada awal perencanaan. Bagian terbesar hibah untuk proyek prasarana masyarakat ini diperuntukkan untuk jalanan, jembatan, saluran drainase, dan penyediaan air bersih serta sarana sanitasi. Hampir rumah tangga (sekitar 48 persen jumlah penduduk di 273 kelurahan yang terpilih) menerima hibah bantuan sosial. Proyek ini memasukkan satu komponen penting, yaitu pemberdayaan perempuan. Komponen ini memastikan bahwa kebutuhan kaum perempuan terwakili dalam proses perencanaan oleh masyarakat dan dalam pelaksanaan kegiatan rekonstruksi yang didanai oleh hibah tersebut. Kaum perempuan yang ikut dalam program ini kemudian terlibat dalam kegiatan langsung, menyusun proposal, menyusun laporan pertanggungjawaban, dan berhubungan dengan pemangku kepentingan lain. Proyek P2KP ini merupakan salah satu dari beberapa proyek pembangunan yang bertumpu pada masyarakat, dalam kerangka program nasional pengembangan masyarakat, PNPM Mandiri, yang diharapkan dapat memantapkan keberlanjutan investasi agar bermanfaat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat ini dalam jangka panjang. Proyek ini membantu masyarakat untuk menyusun rencana keterlibatan masyarakat, yang tidak hanya membantu menetapkan kebutuhan prasarana yang akan dibangun melalui hibah dari P2KP, tetapi juga membantu menyalurkan dana tambahan dari proyek pemulihan pascatsunami lain.

15 Seluruh aset fisik masyarakat yang dibangun melalui proyek P2KP seperti jalan, jembatan, sekolah, dan puskesmas, diserahkan kepada masyarakat yang bersangkutan atau pemerintah daerah. Proyek ini telah menyusun modul Hasil P2KP pelatihan dan prosedur tetap bagi pelaksanaan dan pemeliharaan pascaproyek sehingga memperbesar kemungkinan untuk dapat mempertahankan hasil dari proyek ini setelah proyek ditutup. Pencapaian ketika proyek ditutup Desember 2009 Pencapaian Jalan diperbaiki/dibangun (km) 231 Pembangunan jembatan (m) Saluran drainase (km) 176 Penyediaan air bersih(unit) Sarana pembuangan sampah 806 Sarana Unit sanitasi/mck) 405 Gedung sekolah 159 Gedung balai kota/desa 120 Pos/klinik kesehatan 29 Siswa penerima beasiswa (orang) Nilai beasiswa (AS$) Hari kerja yang dicurahkan Dana bantuan sosial (AS$) Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Pemberdayaan perempuan menjadi unsur penting dalam P2KP karena memastikan bahwa kebutuhan perempuan sudah cukup terwakili, dan memperbesar kemungkinan keberlanjutan pembangunan yang berbasis komunitas. Kaum perempuan ini ikut terlibat dalam pembangunan jalan lingkungan mereka. Kristin Thompson

16 18 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Lembaran Info Proyek 4 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pulau Nias (PNPM-R2PN) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pulau Nias (PNPM-R2PN) memberi hibah untuk rekonstruksi rumah, sekolah, kantor pemerintah daerah, dan prasarana umum lainnya di Nias. Proyek ini berhasil mencapai sasaran dan ditutup pada bulan Juni Sebagai salah satu daerah paling miskin dan terpencil di Indonesia, upaya rekonstruksi dan rehabilitasi Nias setelah gempa bumi dan tsunami menghadapi tantangan khas dalam hal kapasitas, prasarana, pelayanan umum, dan akses transportasi. Proyek PNPM-R2PN dengan pendanaan MDF ini bertujuan memperkuat daya tahan warga Nias dengan mendukung pemberdayaan masyarakat di 126 desa. Proyek ini dilaksanakan dengan mengikutsertakan masyarakat dalam proses perencanaan program pemulihan masyarakat di Nias sebagaimana program MDF lainnya seperti Program Pengembangan Kecamatan (PPK). Pada tahun 2011 diakhir program, PNPM- R2PN telah berhasil membangun prasarana penting, pelatihan bagi masyarakat dan pegawai pemerintah, pelestarian budaya yang khas, dan perlindungan lingkungan di pulau terpencil ini. PENCAPAIAN PENTING Nias merupakan salah satu budaya khas di Indonesia dan setiap kegiatan pemulihan harus mengikuti cara setempat, dengan Jumlah Hibah AS$25,75 juta Waktu Pelaksanaan Februari 2007-Juni 2011 Badan Mitra Bank Dunia Badan Pelaksana Kementerian Dalam Negeri Jumlah Penyerapan Akhir AS$20,21 juta 1 PNPM-R2PN membangun hampir rumah di Nias setelah gempa bumi melanda pulau tersebut. Sasaran PNPM-R2PN ialah sebagian daerah di pulau ini yang paling terpencil dan sulit dicapai. Koleksi Proyek PNPM-R2PN 1 Sisa dana yang tidak digunakan telah dikembalikan ke MDF.

17 19 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Jalan desa di Teluk Dalam, Nias Selatan. Rekonstruksi prasarana masyarakat sangat penting dalam membantu pemulihan daerah paling terpencil dan sulit dicapai di pulau ini. Catrini Kubontubuh menghormati norma dan nilai masyarakat. PNPM-R2PN sangat menghargai sumbangsih penting masyarakat dalam upaya konstruksi dan peningkatan kemampuan. PNPM-R2PN merekonstruksi hampir rumah sekitar 37 persen dari jumlah rumah yang dibangun di Nias. Ini merupakan pencapaian besar mengingat bahwa sasaran proyek ini ialah sebagian wilayah terpencil dan sulit untuk dicapai, yang tidak pernah mendapat bantuan perumahan. Proyek ini juga membangun 100 gedung sekolah, 110 kantor desa, dan mendukung hampir 150 proyek prasarana pokok masyarakat seperti jalan masuk, jembatan, sumur, dan jaringan drainase. Seluruh konstruksinya memenuhi standar wilayah rentan gempa. Tambahan pula, proyek ini memperkuat kurikulum dan sistem pendidikan setempat dengan memasukkan pelestarian warisan budaya melalui kerjasama dengan Museum Pusaka Nias. Proyek ini juga mengurus Proyek ini juga mengurus persoalan lingkungan hidup melalui program penanaman kembali yang berhasil. Lebih dari bibit pohon mahoni dan spesies lain ditanam oleh masyarakat sebagai bagian dari rencana pengelolaan kayu untuk mencegah dampak rekonstruksi pada hutan sekitarnya.

18 20 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Anggota masyarakat membangun jalan dan jalan kecil di daerah paling terpencil di Pulau Nias. Dengan PNPM- R2PN, akses terhadap layanan pada 126 desa di Nias semakin baik setelah dilaksanakannya pembangunan jalan, jembatan, sumur dan sistem drainase. Koleksi Proyek PNPM-R2PN persoalan lingkungan hidup melalui program penanaman kembali yang berhasil. Lebih dari bibit pohon mahoni dan spesies lain ditanam oleh masyarakat sebagai bagian dari rencana pengelolaan kayu untuk mencegah dampak rekonstruksi pada hutan sekitarnya. Rekonstruksi di Nias khususnya sulit karena kemiskinan yang merata, kurangnya kapasitas pegawai pemerintah dan masyarakat, kekurangan sumber kayu yang legal, kualitas prasarana yang buruk, dan bencana alam yang sering terjadi di pulau ini. PNPM- R2PN mengatasi sebagian tantangan yang dihadapi ini dengan menambah anggaran biaya dan memperpanjang masa proyek. Tantangan khusus yang dihadapi oleh PNPM- R2PN adalah antara lain tingginya biaya angkutan bahan konstruksi dari luar pulau, dan yang paling penting adalah mencari dan mempertahankan tenaga pendamping lapangan yang dibutuhkan untuk pembangunan yang berbasis komunitas. Proyek ini berhasil mengatasi tantangan tersebut untuk mencapai hasil yang baik bagi masyarakat Nias ketika proyek ditutup pada tahun Hasil PNPM-R2PN Pencapaian ketika proyek ditutup Juni 2011 Pencapaian Rumah Sekolah 100 Kantor desa 110 Prasarana pokok desa (subproyek) 149 subproyek

19 Lembaran Info Proyek 5 Rekonstruksi Sistem Administrasi Pertanahan Aceh (RALAS) Proyek Rekonstruksi Sistem Administrasi Pertanahan (RALAS) membantu pemerintah dalam rekonstruksi hak milik tanah, pengembangan sistem komputerisasi pengelolaan arsip pertanahan, dan reproduksi peta tanah terperinci (peta batas tanah) di Aceh pascatsunami. Proyek ditutup pada tanggal 30 Juni Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 RALAS dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam memulihkan hak milik tanah dan membangun kembali sistem administrasi pertanahan di provinsi ini setelah bencana tsunami. Dampak tsunami terhadap hak milik tanah dan sistem administrasi hak milik tanah sangat besar: rumah dan gedung tidak hanya hancur, tetapi di sebagian daerah seluruh persil tanah hilang ke dalam laut sedangkan tanda batas tanah serta arsip hak tanah juga hilang. Badan Pertanahan Nasional (BPN), yang bertugas melakukan pembagian sertifikat kepemilikan tanah, juga terkena dampak yang parah, yaitu sekitar 30 persen pegawainya di Aceh tewas atau hilang, dan sebagian besar gedung kantornya hancur. Oleh karena itu, dianggap sangat penting mengatasi masalah pertanahan dalam upaya pemulihan yang dilakukan, dan RALAS menjadi salah satu proyek yang segera disetujui oleh Komite Pengarah MDF. Jumlah Hibah AS$14,83 juta Masa Pelaksanaan Agustus 2005-Juni 2009 Badan Mitra Bank Dunia Badan Pelaksana Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jumlah Penyerapan Akhir AS$14,83 juta 1 Mukhaddis, 45 tahun, memegang sertifikat rumah pascatsunami miliknya yang terletak di Meuraxa, Banda Aceh. Dia memegang salah satu dari sertifikat tanah yang diterbitkan melalui Proyek Rekonstruksi Sistem Adminstrasi Pertanahan Aceh (RALAS). Tarmizy Harva 1 Alokasi dana untuk proyek direvisi pada akhir proyek menjadi AS$14,83 juta.

20 22 Lembaran Info Proyek - Pemulihan Masyarakat Salah satu tantangan utama yang dihadapi pegawai pemerintah selama beberapa tahun setelah bencana adalah survei dan identifikasi persil tanah. Oleh RALAS, lebih dari persil tanah berhasil disurvei dan didaftarkan, dan lebih dari sertifikat tanah telah terdistribusikan. Kristin Thompson PENCAPAIAN PENTING Delapan puluh persen dokumen tanah, termasuk seluruh peta tanah terperinci, hilang atau rusak karena bencana alam ini. RALAS mengatasi masalah ini dengan membantu pemulihan hak milik tanah dan memberi bantuan teknis kepada BPN. Pada saat proyek ditutup, RALAS membantu pembuatan kembali lebih dari sertifikat tanah dan lebih dari peta tanah. Selain itu, proyek ini juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat atas hak hukum mereka terkait dengan sertifikat dan kepemilikan tanah, terutama di kalangan perempuan, yang seringkali menghadapi tantangan dalam kepemilikan tanah. RALAS bekerjasama dengan pejabat pemerintah daerah dalam menyusun panduan mengenai hak waris tanah. RALAS memberikan sumbangsihnya dalam membangun kembali sistem administrasi pertanahan di provinsi ini dengan membantu BPN. Proyek ini melatih hampir 500 orang pegawai BPN mengenai ajudikasi dan pendaftaran sertifikat tanah, yang membuat BPN lebih siap dalam menanggapi kebutuhan kepemilikan tanah yang sedang berlangsung di provinsi ini. RALAS juga membantu komputerisasi arsip dan pemetaan kepemilikan tanah daerah setempat, dan membantu pelatihan BPN dalam memelihara sarana online, yang bertujuan untuk memperbaiki pengawasan dan efisiensi hingga ke masa depan. RALAS juga mengatasi persoalan yang terkait dengan perlindungan hak milik tanah dan memberi pelatihan kepada tenaga pendamping lokal (termasuk wakil masyarakat madani) mengenai Ajudikasi Berbasis Masyarakat (Community Driven Adjunction, atau CDA). Pelatihan dan peningkatan kemampuan mengenai CDA melalui RALAS ini akan terus berdampak terhadap layanan pemerintah dalam penerbitan sertifikat tanah. Mungkin yang paling penting adalah bahwa peningkatan kesadaran dan pengertian masyarakat akan prosedur mendapatkan sertifikat tanah akan berdampak pada permintaan dan penanganan secara terbuka akan layanan tersebut hingga

21 ke masa depan. RALAS membantu mencegah spekulasi tanah secara besar-besaran dan pendekatan CDA memperlancar penyelesaian pertikaian masalah tanah di tingkat desa. Proyek ini juga menekankan perlindungan hak milik tanah di kalangan perempuan melalui sertifikat tanah bersama. RALAS menghadapi tantangan besar dalam hampir seluruh bidang saat penerapan programnya; masalah politik, sosial, dan teknis serta lemahnya kapasitas dalam pengelolaan proyek dan keuangan, pengadaan serta fungsi administrasi lainnya disamping besarnya masalah yang harus diatasi. Dampak dari tantangan tersebut menghambat terpenuhinya pencapaian sasaran proyek. Meski demikian, pada saat ditutup, lebih dari sertifikat tanah telah dibagikan, yang diantaranya atas nama atau dimiliki bersama oleh perempuan. Sistem administrasi pertanahan Aceh benar-benar telah diperbaiki, dan kini, ada kesadaran masyarakat yang tinggi mengenai persoalan hak milik tanah di Aceh dan juga peningkatan permintaan untuk pendaftaran dan pemberian sertifikat tanah. 23 Laporan Akhir Multi Donor Fund 2012 Hasil RALAS Pencapaian ketika proyek ditutup Juni 2009 Pencapaian Jumlah keseluruhan sertifikat tanah yang dibagikan Jumlah persil tanah yang diumumkan Jumlah gedung pemerintah yang dibangun kembali atau diperbaiki 5 Jumlah pegawai BPN yang dilatih (orang) 760 Jumlah pendamping masyarakat madani yang dilatih dalam pemetaan tanah 700 masyarakat (orang) Jumlah peta tanah masyarakat yang selesai dibuat Pemilik rumah di Sigli sedang mempelajari sertifikat tanahnya. Program RALAS yang didanai oleh MDF berhasil meyakinkan pemerintah daerah, kaum perempuan Aceh kini memiliki hak kepemilikan tanah yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Kristin Thompson

JAVA RECONSTRUCTION FUND LAPORAN PERKEMBANGAN 2011. Terus Membangun dari Kesuksesan: Secara Efektif Menanggapi Beragam Bencana

JAVA RECONSTRUCTION FUND LAPORAN PERKEMBANGAN 2011. Terus Membangun dari Kesuksesan: Secara Efektif Menanggapi Beragam Bencana JAVA RECONSTRUCTION FUND LAPORAN PERKEMBANGAN 2011 Terus Membangun dari Kesuksesan: Secara Efektif Menanggapi Beragam Bencana JAVA RECONSTRUCTION FUND LAPORAN PERKEMBANGAN 2011 Terus Membangun dari Kesuksesan:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA

PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 13 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN MANAJEMEN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia

Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia IFAD/R. Grossman Mendorong masyarakat miskin di perdesaan untuk mengatasi kemiskinan di Indonesia Kemiskinan perdesaan di Indonesia Indonesia telah melakukan pemulihan krisis keuangan pada tahun 1997 yang

Lebih terperinci

RINGKASAN EKSEKUTIF. Kerusakan dan Kerugian

RINGKASAN EKSEKUTIF. Kerusakan dan Kerugian i RINGKASAN EKSEKUTIF Pada tanggal 27 Mei, gempa bumi mengguncang bagian tengah wilayah Indonesia, dekat kota sejarah, Yogyakarta. Berpusat di Samudera Hindia pada jarak sekitar 33 kilometer di selatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 32 / PRT / M / 2007 TENTANG PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 32 / PRT / M / 2007 TENTANG PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 32 / PRT / M / 2007 TENTANG PEDOMAN OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM, Menimbang Mengingat : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 18 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK DAN PERALATAN PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.207, 2014 LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LINGKUNGAN HIDUP. Hak Guna Air. Hak Guna Pakai. Hak Guna Usaha. (Penjelasan Dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5578) PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013 PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PERMEN-KP/2013 TENTANG PERIZINAN REKLAMASI DI WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL Menimbang DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 30 /PRT/M/2007

MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 30 /PRT/M/2007 MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR: 30 /PRT/M/2007 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI PARTISIPATIF DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2006 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6, Pasal 7,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

Disampaikan pada: SOSIALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO.6 TAHUN 2014 TENTANG DESA dan TRANSISI PNPM MANDIRI Jakarta, 30 April 2015

Disampaikan pada: SOSIALISASI PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NO.6 TAHUN 2014 TENTANG DESA dan TRANSISI PNPM MANDIRI Jakarta, 30 April 2015 KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERMENDES NO.1: Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa PERMENDES NO.5: Penetapan

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Dibuat oleh Direviu oleh Disetujui oleh Kasubbag Umum Kepala Bagian Tata Usaha Kepala Perwakilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PERUBAHAN PERUNTUKAN DAN FUNGSI KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 81 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik

Kajian Tengah Waktu Strategi 2020. Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu Strategi 2020 Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Menjawab Tantangan Transformasi Asia dan Pasifik Kajian Tengah Waktu (Mid-Term Review/MTR) atas Strategi 2020 merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10, Pasal

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Lebih terperinci

PENJELASAN PENGGUNAAN KODE AKUN

PENJELASAN PENGGUNAAN KODE AKUN PENJELASAN PENGGUNAAN KODE AKUN DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN DIREKTORAT AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN AKUN PENJELASAN 52 BELANJA BARANG 521 BELANJA BARANG 5211 Belanja Barang Operasional 52111

Lebih terperinci

Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia

Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia Pemetaan Pendanaan Publik untuk Perubahan Iklim di Indonesia Juli 2014 Komitmen Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi risiko perubahan iklim tercermin melalui serangkaian

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN - 115 - BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Visi dan Misi, Tujuan dan Sasaran perlu dipertegas dengan upaya atau cara untuk mencapainya melalui strategi pembangunan daerah dan arah kebijakan yang diambil

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2014 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa sesuai dengan Pasal 18 ayat (7) Undang-Undang

Lebih terperinci

TABEL 44 INDIKASI PROGRAM PENATAAN ATAU PENGEMBANGAN KECAMATAN KEPULAUAN SERIBU SELATAN

TABEL 44 INDIKASI PROGRAM PENATAAN ATAU PENGEMBANGAN KECAMATAN KEPULAUAN SERIBU SELATAN LAMPIRAN V : PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG DAN PERATURAN ZONASI TABEL 44 INDIKASI PROGRAM PENATAAN ATAU PENGEMBANGAN KECAMATAN

Lebih terperinci

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 13 PERENCANAAN TATA RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA GEOLOGI 1. Pendahuluan Perencanaan tataguna lahan berbasis mitigasi bencana geologi dimaksudkan untuk mengantisipasi

Lebih terperinci

Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang)

Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang) Bahaya Tsunami Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang) Tsunami adalah serangkaian gelombang yang umumnya diakibatkan oleh perubahan vertikal dasar laut karena gempa di bawah atau

Lebih terperinci

Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata

Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata Jalan Aspal Pusong Menuju Desa Wisata Kecamatan Kembang Tanjong merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pidie yang mendapatkan dana dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Mandiri Perdesaan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI BAB 1 UMUM... 01-1 INDONESIA YANG AMAN DAN DAMAI

DAFTAR ISI BAB 1 UMUM... 01-1 INDONESIA YANG AMAN DAN DAMAI DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i BAGIAN PERTAMA UMUM BAB 1 UMUM... 01-1 BAGIAN KEDUA AGENDA MEWUJUDKAN INDONESIA YANG AMAN DAN DAMAI BAB 2 BAB 3 BAB 4 PENINGKATAN RASA PERCAYA DAN HARMONISASI ANTARKELOMPOK MASYARAKAT...

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2010 TENTANG BENDUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menyimpan air yang berlebih pada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Pedoman

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2014 TENTANG PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transmigrasi merupakan bagian integral

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA I. Umum Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar didunia, yang terletak di antara dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia,

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Menimbang

Lebih terperinci

II. PASAL DEMI PASAL Pasal l Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas.

II. PASAL DEMI PASAL Pasal l Cukup jelas. Pasal 2 Cukup jelas. Pasal 3 Cukup jelas. Pasal 4 Cukup jelas. Pasal 5 Cukup jelas. PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2005 TENTANG BADAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI WILAYAH DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Lebih terperinci

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan

MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY. Oleh: Sri Purwani Konsultan MENGELOLA DESA SECARA PARTISIPATIF REFLEKSI STUDI BANDING DESA MUARA WAHAU KE WILAYAH DIY (Desa Banjaroya Kecamatan Kalibawang Kabupaten Kulon Progo, Desa Panggungharjo Kecamatan Sewon dan Desa Sumbermulya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA/DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

Program Respon Tsunami Aceh dan Nias

Program Respon Tsunami Aceh dan Nias ORGANISASI PERBURUHAN INTERNASIONAL Program Respon Tsunami Aceh dan Nias Laporan Perkembangan Januari Agustus 2006 ILO Jakarta Aceh Programme October 2006 IKHTISAR Laporan Perkembangan ini memberikan sebuah

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PRT/M/2015 TENTANG KOMISI IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PRT/M/2015 TENTANG KOMISI IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/PRT/M/2015 TENTANG KOMISI IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK

Lebih terperinci

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam.

selama 12 jam. Pendapatan mereka rataratanya 1.5 juta rupiah sebulan. Saat ini, mata Nelayan 1.000.000 kerja masyarakat adalah nelayan selama 4 jam. Datar Luas Gambaran Umum Desa Datar Luas terletak di Kecamatan Krueng Sabee dengan luas 1600 Ha terdiri dari tiga dusun yaitu Dusun Makmur Jaya, Dusun Damai dan Dusun Subur. Desa yang dipimpin oleh Andalan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam

Lebih terperinci

- 26 - PEMERINTAH. 3. Penetapan rencana. 3. Penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai

- 26 - PEMERINTAH. 3. Penetapan rencana. 3. Penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai - 26 - C. PEMBAGIAN URUSAN AN PEKERJAAN UMUM 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan nasional sumber daya air. 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2006 TENTANG IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 41 Undang-Undang

Lebih terperinci

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014

Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 Panggilan untuk Usulan Badan Pelaksana Nasional Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat dan Masyarakat Lokal Indonesia November 2014 A) Latar Belakang Mekanisme Hibah Khusus untuk Masyarakat Adat

Lebih terperinci

Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan

Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan Bantuan Hibah Grassroots Untuk Kemanusiaan MENTERI LUAR NEGERI JEPANG Bantuan Hibah Grassroots untuk Kemanusiaan Pendahuluan Pemerintah Jepang menyediakan sebuah skema bantuan untuk proyek pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/PRT/M/2015 TENTANG KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/PRT/M/2015 TENTANG KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04/PRT/M/2015 TENTANG KRITERIA DAN PENETAPAN WILAYAH SUNGAI

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG, PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMEDANG, Menimbang : a. bahwa pengaturan pengelolaan air tanah dimaksudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 137

Lebih terperinci

DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI

DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI DEKLARASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MANDIRI Bahwa kemiskinan adalah ancaman terhadap persatuan, kesatuan, dan martabat bangsa, karena itu harus dihapuskan dari bumi Indonesia. Menghapuskan kemiskinan merupakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS

KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG KAJIAN PEMBENTUKAN DAN PENYELENGGARAAN UNIT PELAKSANA TEKNIS BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA (BNPB) - i - DAFTAR

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PERAN SERTA LEMBAGA INTERNASIONAL DAN LEMBAGA ASING NONPEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1. Sasaran Pokok dan Arah Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tujuan akhir pelaksanaan pembangunan jangka panjang daerah di Kabupaten Lombok Tengah

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 1999 TENTANG KAWASAN SIAP BANGUN DAN LINGKUNGAN SIAP BANGUN YANG BERDIRI SENDIRI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 1999 TENTANG KAWASAN SIAP BANGUN DAN LINGKUNGAN SIAP BANGUN YANG BERDIRI SENDIRI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 1999 TENTANG KAWASAN SIAP BANGUN DAN LINGKUNGAN SIAP BANGUN YANG BERDIRI SENDIRI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : Mengingat : Menetapkan :

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ASET IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ASET IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN ASET IRIGASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA)

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Menimbang : PP 47/1997, RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL Bentuk: PERATURAN PEMERINTAH (PP) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 47 TAHUN 1997 (47/1997) Tanggal: 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber:

Lebih terperinci

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai

Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar. dimensi produksi dan dimensi konsumsi. Dimensi produksi memandang keadaan sehat sebagai Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Sekitar Sehat merupakan kondisi optimal fisik, mental dan sosial seseorang sehingga dapat memiliki produktivitas, bukan hanya terbebas dari bibit penyakit. Kondisi sehat

Lebih terperinci

TATA CARA PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR

TATA CARA PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR : 10/PRT/M/2015 TANGGAL : 6 APRIL 2015 TATA CARA PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR BAB I TATA CARA PENYUSUNAN POLA PENGELOLAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2005 TENTANG PERUBAHAN KETIGA ATAS KEPUTUSAN PRESIDEN NOMOR 80 TAHUN 2003 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN TUNJANGAN KHUSUS JENJANG PENDIDIKAN DASAR

PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN TUNJANGAN KHUSUS JENJANG PENDIDIKAN DASAR PETUNJUK TEKNIS PENYALURAN TUNJANGAN KHUSUS JENJANG PENDIDIKAN DASAR KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2015 KATA PENGANTAR Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa

Lebih terperinci

Contoh RANCANGAN PERATURAN DESA tentang Daftar Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa LAMBANG BURUNG GARUDA

Contoh RANCANGAN PERATURAN DESA tentang Daftar Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa LAMBANG BURUNG GARUDA Contoh RANCANGAN PERATURAN DESA tentang Daftar Kewenangan Berdasarkan Hak Asal Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa LAMBANG BURUNG GARUDA (JIKA DESA TIDAK MEMPUNYAI LAMBANG TERSENDIRI) LAMBANG PEMDES

Lebih terperinci

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER

PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER PERNYATAAN KEBIJAKAN HAK ASASI MANUSIA UNILEVER Kami meyakini bahwa bisnis hanya dapat berkembang dalam masyarakat yang melindungi dan menghormati hak asasi manusia. Kami sadar bahwa bisnis memiliki tanggung

Lebih terperinci

Hari Pangan Sedunia 2015 Perlindungan Sosial dan Pertanian: Memutus Siklus Kemiskinan di Pedesaan

Hari Pangan Sedunia 2015 Perlindungan Sosial dan Pertanian: Memutus Siklus Kemiskinan di Pedesaan Hari Pangan Sedunia 2015 Perlindungan Sosial dan Pertanian: Memutus Siklus Kemiskinan di Pedesaan Catatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep perlindungan sosial kepada guru dan siswa. Catatan ini dikembangkan

Lebih terperinci

Tsunami Evaluation Coalition: Links between Relief, Rehabilitation and Development in the Tsunami Response RINGKASAN ESEKUTIF

Tsunami Evaluation Coalition: Links between Relief, Rehabilitation and Development in the Tsunami Response RINGKASAN ESEKUTIF Tsunami Evaluation Coalition: Links between Relief, Rehabilitation and Development in the Tsunami Response RINGKASAN ESEKUTIF Sasaran evaluasi secara keseluruhan ini adalah untuk mencari tahu tentang bagaimana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kemiskinan menjadi salah satu alasan rendahnya Indeks Pembangunan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia. Kemiskinan menjadi salah satu alasan rendahnya Indeks Pembangunan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Kemiskinan menjadi salah satu alasan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia Indonesia

Lebih terperinci

JENIS PELAYANAN DASAR, INDIKATOR KINERJA, DAN BATAS WAKTU PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

JENIS PELAYANAN DASAR, INDIKATOR KINERJA, DAN BATAS WAKTU PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 01/ PRT/M/2014 TANGGAL : 24 Februari 2014 JENIS PELAYANAN DASAR, INDIKATOR KINERJA, DAN BATAS WAKTU PENCAPAIAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2012 TENTANG PEMBIAYAAN PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SERUYAN

URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SERUYAN Lampiran I : Peraturan Daerah Kabupaten Seruyan Nomor 02 Tahun 2008 Tanggal 14 Januari 2008 URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN SUB BIDANG 1. Kebijakan Kebijakan dan Standar

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 33/Menhut-II/2010 TENTANG TATA CARA PELEPASAN KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DIKONVERSI

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 33/Menhut-II/2010 TENTANG TATA CARA PELEPASAN KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DIKONVERSI PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. 33/Menhut-II/2010 TENTANG TATA CARA PELEPASAN KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DAPAT DIKONVERSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Model Genesi dalam Jurnal : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. 13. No 3 Juli 2007, ISSN 0854-4549.

BAB I PENDAHULUAN. Model Genesi dalam Jurnal : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. 13. No 3 Juli 2007, ISSN 0854-4549. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wilayah pesisir merupakan pertemuan antara wilayah laut dan wilayah darat, dimana daerah ini merupakan daerah interaksi antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang

Lebih terperinci

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi

Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi Dari Bukit Turun Ke Sawah PLPBK di Kawasan Heritage Mentirotiku dan Lakessi PLPBK DI KAWASAN HERITAGE MENTIROTIKU Kabupaten Toraja Utara memiliki budaya yang menarik bagi wisatawan dan memilki banyak obyek

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN BAGIAN 2. PERKEMBANGAN PENCAPAIAN 25 TUJUAN 1: TUJUAN 2: TUJUAN 3: TUJUAN 4: TUJUAN 5: TUJUAN 6: TUJUAN 7: Menanggulagi Kemiskinan dan Kelaparan Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Mendorong Kesetaraan

Lebih terperinci

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL JAKARTA A PERAN PEREMPUAN Perempuan sangat berperan dalam pendidikan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 14 /PRT/M/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 14 /PRT/M/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG MENTERI PEKERJAAN UMUM PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 14 /PRT/M/2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PEKERJAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 88 TAHUN 2014 TENTANG PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (6) Undang-Undang

Lebih terperinci

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam situasi keadaan Darurat bencana sering terjadi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

Dampak Banjir Terhadap Inflasi

Dampak Banjir Terhadap Inflasi Dampak Banjir Terhadap Inflasi Praptono Djunedi, Peneliti Badan Kebijakan Fiskal Siapa yang merusak harga pasar hingga harga itu melonjak tajam, maka Allah akan menempatkannya di dalam neraka pada hari

Lebih terperinci

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN 5.1 Umum Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan, merupakan penjabaran dari Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten ke dalam rencana pemanfaatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi

BAB I PENDAHULUAN. perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Transportasi memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian khususnya perkotaan. Hal tersebut dikarenakan transportasi berhubungan dengan kegiatan-kegiatan

Lebih terperinci

BAB V Area Beresiko Sanitasi

BAB V Area Beresiko Sanitasi BAB V Area Beresiko Sanitasi 6 BAB 5 Area Beresiko Sanitasi Buku Putih Sanitasi sangat penting bagi kabupaten dalam menetapkan prioritas wilayah pengembangan sanitasi yang meliputi pengelolaan air limbah,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 ayat (2) Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2015 TENTANG KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja

Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Prakarsa Karet Alam Berkesinambungan Sukarela (SNR) Kriteria dan Indikator Kinerja Kriteria, Indikator dan KPI Karet Alam Berkesinambungan 1. Referensi Kriteria, Indikator dan KPI SNR mengikuti sejumlah

Lebih terperinci