EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR"

Transkripsi

1 EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) Oleh Lidya Melawati NIM: PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H./2011 M.

2 LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ciputat, 7 Juni 2011 Lidya Melawati

3 EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) Oleh Lidya Melawati NIM: Pembimbing, Ismet Firdaus, M.Si NIP: PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H./2011 M.

4 PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada 7 Juni Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I.) pada Program Studi Kesejahteraan Sosial. Sidang Munaqasyah Jakarta, 7 Juni 2011 Ketua Merangkap Anggota, Sekretaris Merangkap Penguji II, Drs. Wahidin Saputra, M.A Ahmad Zaky, M.Si NIP: NIP: Anggota, Penguji I, Penguji II, Nurul Hidayati, S.Ag., M.Pd Ahmad Zaky, M.Si NIP: NIP: Pembimbing, Ismet Firdaus, M.Si NIP:

5 ABSTRAK Lidya Melawati Evaluasi Program Layanan Kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) Bagi Orang Miskin Di Jakarta Timur Keluhan utama masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan adalah mahalnya biaya pengobatan dan perawatan. Keberadaan program layanan kesehatan untuk orang miskin yang berbasis zakat merupakan salah satu pranata filantropi Islam dalam bentuk instrument kreatif untuk memberikan keamanan dan perlindungan bagi kelompok mustahik dengan pemerataan kesejahteraan yang dilakukan oleh kelompok orang kaya (aghniya). Rumah Zakat juga menjalankan program kesehatan maka dalam hal ini penulis membatasi masalah pada salah satu program Senyum Sehat yaitu Rumah Bersalin Gratiis (RBG) di Jakarta Timur. Manfaat keberadaan rumah bersalin gratiis untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak, memudahkan akses orang miskin untuk mendapatkan layanan kesehatan dan status kesehatan yang berdampak pada daya tahan mereka untuk bekerja mencari nafkah, dan kemampuan anak dari keluarga untuk tumbuh dan berkembang. Evaluasi program layanan kesehatan rumah bersalin gratiis bagi orang miskin di Jakarta Timur sebuah penilaian program. Layanan kesehatan adalah proses pemenuhan kebutuhan penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Adapun metode penelitian dalam penyusunan skripsi menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara. Penulis melakukan wawancara kepada 5 orang anggota dan 3 orang yang mewakili manajemen rumah bersalin gratiis. Dalam pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Kesimpulan akhir menggunakan triangulasi. Pelaksanaan program layanan kesehatan rumah bersalin gratiis yaitu pengadaan fasilitas kesehatan gratis berupa rumah bersalin dan klinik umum yang berfungsi memberikan layanan kesehatan tingkat dasar bagi ibu dan anak serta masyarakat kurang mampu. Hasil evaluasi program layanan kesehatan rumah bersalin gratiis yaitu relevansi tentang tujuan program perbaikan kualitas kesehatan dan aksesibilitas layanan kesehatan anggota pemberdayaan di wilayah Integrated Community Development (ICD). Efektifitas kemudahan dalam aksesakses kelompok untuk proses pengobatan dan persalinan keselamatan ibu dan anak yang didahulukan bukan administrasi dan biaya. Efisiensi ketelitian dan ketepatan pemeriksaan dokter dan bidan terhadap pasien. Dokter dan bidan tidak hanya memberikan obat saja tapi meluangkan waktu untuk penyuluhan masalah kesehatan. Kaji dampak kepuasan pasien, penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian bayi dan balita, dan penurunan angka sakit khusus di daerah Jakarta Timur. Berdasarkan kaji kesinambungan rumah bersalin gratiis dapat bertahan jika tetap fokus pada kaum fakir dan miskin. Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi seluruh pihak sehingga model Rumah Bersalin Gratiis yang menjadi salah satu solusi permasalahan kesehatan masyarakat dapat lebih tumbuh dan berkembang di masyarakat luas. v

6 KATA PENGANTAR Bismillãhirrahmãnirrahĩm dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan syukur Alhamdulillah atas rahmat dan pertolongan Allah S.W.T sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR. Skripsi ini diajukan guna melengkapi syarat dalam mencapai gelar Sarjana Sosial Islam jenjang pendidikan strata satu Program Studi Kesejahteraan Sosial pada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini sulit untuk dapat terwujud tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberikan kontribusinya baik material maupun spiritual khususnya kepada: 1. Bapak Dr. Arief Subhan, M.A sebagai Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi beserta Dekanat. 2. Bapak Drs. Wahidin Saputra, M.A sebagai Ketua Sidang Munaqasyah dan Bapak Ahmad Zaky, M.Si sebagai Sekretaris merangkap Penguji II dalam Sidang Munaqasyah. 3. Ibu Nurul Hidayati, M.Pd sebagai Penguji I dalam Sidang Munaqasyah. 4. Bapak Ismet Firdaus, M.Si sebagai Pembimbing Skripsi yang membimbing penulis dalam penyusunan skripsi. 5. Ibu Siti Napsiyah, M.SW sebagai Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial dan Bapak Ahmad Zaky, M.Si sebagai Sekretaris Program Studi Kesejahteraan Sosial. 6. Segenap Dosen Pengajar pada Program Studi Kesejahteraan Sosial. 7. Bapak Mamit dan Ibu Rohaya sebagai Orang Tua yang selalu memotivasi dan memberikan semangat serta doa kepada penulis. 8. Keluarga Bapak Prof. Dr. dr. Amir S Madjid, SpAN. KIC dan Ir. Lola Nursalim Madjid yang telah menjadi Orang Tua Asuh membantu biaya perkuliahan dari semester pertama sampai semester akhir. 9. Keluarga Besar Rumah Bersalin Gratiis yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian. 10. Keluarga Besar BPZIS (Badan Pengelola Zakat, Infak, dan Shadaqah) Mandiri yang telah membantu secara financial untuk penyusunan skripsi. 11. Abdurrahman dan Mardiana sebagai kakak dan Siti Rahma Vara Dilla selaku adik. 12. Sahabat dan teman-teman terdekat yang selalu memberikan dukungan dan masukkan dalam penyusunan skripsi. vi

7 13. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu yang telah mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan skripsi ini. Semoga Allah S.W.T memberikan dan melimpahkan rahmat dan karunia- Nya atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis. Penulis berharap semoga penulisan skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak serta menambah wacana pemikiran bagi kita semua. Jakarta, 7 Juni 2011 Penulis, Lidya Melawati vii

8 DAFTAR ISI LEMBAR JUDUL LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR i ii iii iv v vi viii x xi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 B. Pembatasan dan Perumusan Masalah Pembatasan Masalah Perumusan Masalah 11 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian 11 D. Tinjauan Pustaka 12 E. Sistematika Penulisan 13 BAB II LANDASAN TEORI A. Evaluasi Program Pengertian Evaluasi Program Tujuan dan Pentingnya Evaluasi Pendekatan Evaluasi Desain Evaluasi Indikator Evaluasi 22 B. Layanan Kesehatan Pengertian Jasa, Layanan dan Pelayanan Kesehatan Ciri-Ciri Jasa/Layanan 26 C. Kemiskinan Definisi Miskin Paradigma Kemiskinan Ciri-Ciri Kemiskinan Indikator Kemandirian Individu dan Komunitas 31 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Jenis Penelitian Pendekatan Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian Pemilihan Subjek, Informan dan Objek Penelitian 35 viii

9 B. Metode Penelitian Teknik Pemilihan Informan dan Objek Instrumen dan Alat Bantu Teknik Pengumpulan Data Sumber dan Data Teknik Analisis Data Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Teknik Penulisan 45 BAB IV ANALISIS EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR A. Gambaran Umum Objek Penelitian Profil Rumah Bersalin Gratiis Latar Belakang Rumah Bersalin Gratiis Tujuan Rumah Bersalin Gratiis Struktur Rumah Bersalin Gratiis Sasaran Program Rumah Bersalin Gratiis Penerima Manfaat Program Rumah Bersalin Gratiis Cara Pengajuan Bantuan Program RBG Jenis Layanan Rumah Bersalin Gratiis Fasilitas Pasien Rumah Bersalin Gratiis Sumber Dana Rumah Bersalin Gratiis Tenaga Kerja Rumah Bersalin Gratiis 52 B. Penemuan dan Pembahasan Relevansi Program RBG dengan Kebutuhan Masyarakat Efektifitas Program Rumah Bersalin Gratiis Efisiensi Rumah Bersalin Gratiis Dampak Pelaksanaan Program Rumah Bersalin Gratiis Kesinambungan Rumah Bersalin Gratiis 73 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Pelaksanaan Program Layanan Kesehatan RBG Hasil Evaluasi Program Layanan Kesehatan RBG 77 B. Saran Rumah Bersalin Gratiis Untuk Anggota Mahasiswa 83 DAFTAR PUSTAKA 84 LAMPIRAN 88 ix

10 DAFTAR TABEL 1. Tabel 1 Persentasi Penyaluran Dana ZIS Tahun Tabel 2 Indikator Kemandirian Individu dan Komunitas Tabel 3 Informan Penelitian Tabel 4 Objek Penelitian Tabel 5 Jumlah Anggota RBG Tahun Tabel 6 Jenis Layanan RBG Tabel 7 Jumlah Pekerja Berdasarkan Jenis Kelamin Tabel 8 Bidang dan Jumlah Pekerja Tabel 9 Jumlah Anggota RBG Tahun Tabel 10 Jumlah Anggota RBG Tahun Tabel 11 Data Angka Kematian Ibu dari Tahun x

11 DAFTAR GAMBAR (ILUSTRASI) 1. Gambar 1 Skema Alur Tindakan Pengobatan 67 xi

12 xii

13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemiskinan dan kebodohan merupakan potret sosial yang selama ini sering kali dipertontonkan di media massa, bahkan fenomena itu kerap menimbulkan kegelisahan pemerintah sehingga mereka membuat programprogram penanggulangan kemiskinan sebagai bentuk upaya mengurangi jumlah kemiskinan tersebut. Berbagai program-program tersebut diantaranya bantuan langsung tunai, pemberian beras masyarakat miskin, program pemberdayaan masyarakat kelurahan, kredit usaha rakyat dan bahkan dari kesehatan kini ada upaya orang miskin memperoleh jaminan asuransi kesehatan. 1 Namun dalam pelaksanaan program-program itu hasilnya jauh dari harapan, meskipun dalam tataran konsep program-program pemerintah memiliki korelasi pada pengentasan kemiskinan. Hal ini karena koordinasi dan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat ada perbedaan, programprogram tersebut sering kali tidak tepat sasaran, membentuk karakter penerima bantuan pasrah, program-program tersebut memiliki keterbatasan waktu dan tempat. Dari masalah ini sebaiknya dilakukan evaluasi program untuk menganalisis konsekuensi-konsekuensi lain terjadi di luar rencana. Sedangkan program-program pemberdayaan zakat bukanlah sekedar bantuan sewaktu-waktu untuk meringankan penderitaan hidup orang miskin 1 Gus Yul, Peran LAZ Menghapus Cerita Kemiskinan, artikel diakses pada 30 November 2010 dari 1

14 2 dan selanjutnya tidak diperdulikan lagi bagaimana nasib mereka, tetapi zakat bertujuan menanggulangi kemiskinan, menginginkan agar orang-orang miskin itu mampu memperbaiki sendiri kehidupan mereka. 2 Zakat merupakan salah satu pranata filantropi Islam yang merupakan instrument kreatif untuk memberikan keamanan dan perlindungan bagi kelompok mustahik dengan pemerataan kesejahteraan yang dilakukan oleh kelompok orang kaya (aghniya). 3 Dalam al-qur an dinyatakan bahwa zakat merupakan kewajiban bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana yang dijelaskan dalam Sûrah al- Baqarah/2:267 dan Hadis Riwayat Bukhari berikut: Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang burukburuk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. 2 Yusuf Qardawi, Hukum Zakat (Jakarta: PT Mitra Kertajaya Indonesia, 2010), h Nana Sutisna, Zakat & Empowering, Model Pengelolaan Zakat di Putukrejo: Sinergi Pengelolaan Zakat Melalui Tiga Pilar Komunitas Untuk Kesejahteraan Kaum Miskin (Jurnal Pemikiran dan Gagasan, vol. 3, September 2010), h. 36.

15 3 Rasulullah S.A.W bersabda: Engkau akan melihat orang-orang yang beriman dalam kasih sayang mereka, dalam kecintaan mereka dan dalam keakraban mereka antar sesamanya adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya merasakan sakit, maka sakitnya itu akan merembet ke seluruh tubuhnya, sehingga (semua anggota tubuhnya) merasa sakit, dan merasakan demam (karenanya). (H.R. Bukhari) Dalam al-qur an keharusan setiap orang untuk melindungi keluarga atau kerabat keturunannya dari kesulitan hidup, sebagaimana yang dijelaskan dalam Sûrah an-nisā /4:9 berikut: Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. Dalam pasal 16 ayat 1 dan 2 undang-undang no. 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat, secara eksplisit dinyatakan bahwa pendayagunaan zakat untuk memenuhi kebutuhan hidup para mustahik sesuai dengan ketentuan agama (delapan golongan ashnaf) dan dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif. Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 373 tahun 2003 pasal 28 ayat 2 dijelaskan bahwa pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dilakukan apabila zakat sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup para mustahik dan ternyata masih terdapat kelebihan. Jadi zakat, infaq dan shadaqah (ZIS), terutama infaq dan shadaqah, dapat dimanfaatkan untuk usaha-usaha produktif apabila terdapat usaha-usaha

16 4 nyata yang berpeluang menguntungkan. Dengan demikian, secara garis besar dana zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) dapat didistribusikan pada dua jenis kegiatan yaitu kegiatan-kegiatan konsumtif dan produktif. 4 Dalam al-qur an dinyatakan bahwa zakat, infaq dan shadaqah merupakan salah satu sumber dana pembangunan sarana dan prasarana yang harus dimiliki ummat Islam, seperti sarana pendidikan, kesehatan, institusi ekonomi dan sebagainya. Sebagaimana yang dijelaskan dalam Sûrah at- Taubah/9:71 berikut: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul- Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Lembaga zakat berkewajiban mengembangkan program-program bagi golongan mustahik sebagai sarana pemecahan masalah mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya. Secara umum lembaga zakat harus dapat mencegah (preventif), pemulihan (rehabilitatif), dan pengembangan (developmental) mustahik agar dapat memaksimalkan kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuan. 4 Nasution, et al., 2008.

17 5 Manfaat lembaga zakat adalah kepastian muzakki membayar zakat, menghilangkan rasa rendah diri mustahik, efisiensi dan efektifitas (pengumpulan dan penyaluran), syiar Islam. Perlu dilakukan sinergi antar lembaga zakat, terutama dalam praktek pendistribusian zakat dengan lembaga keuangan syari ah. Potensi ini akan bisa diaktualkan manakala langkahlangkah dan upaya sistematis dilakukan dengan amanah, profesional dan penuh tanggungjawab. Langkah-langkah tersebut antara lain sosialisasi, kelembagaan dan pendayagunaan. Fenomena yang terjadi pada lembaga zakat secara tidak langsung berkaitan erat dengan ilmu kesejahteraan sosial 5 yaitu suatu ilmu terapan yang mengkaji dan mengembangkan kerangka pemikiran serta metodologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas hidup (kondisi) masyarakat antara lain melalui pengelolaan masalah sosial, pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat, dan memaksimalkan kesempatan anggota masyarakat untuk berkembang. Pada mulanya, usaha-usaha kesejahteraan sosial dilakukan oleh kelompok keagamaan. 6 Usaha-usaha kesejahteraan sosial dilakukan melalui pelayanan sosial yang bersifat amal (charity). Usaha-usaha kesejahteraan sosial pada dasarnya berasal dari nilai-nilai humanitarianisme yang percaya bahwa kondisi kemiskinan yang terjadi di tengah masyarakat adalah sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Kemudian muncul kelompok-kelompok (relawan) yang mengupayakan pengembangan usaha kesejahteraan sosial 5 Adi Isbandi Rukminto, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial (Jakarta: UI Press, 2005), h Charles Zastrow, Introduction to Social Work and Social Welfare (Sixth Edition. Pasific Grove: Brooks/Cole Publishing Company, 1996). Page 15.

18 6 untuk memperbaiki kondisi tersebut. Usaha kesejahteraan sosial yang dilakukan oleh relawan yang didasari semangat filantropis selanjutnya berkembang menjadi lebih terarah dan terorganisir. 7 Filantropi sosial yang mempromosikan kesejahteraan sosial antara penyediaan barang pribadi dan pelayanan kepada orang yang membutuhkan. Ada beberapa karakteristik pendekatan filantropi sosial, diantaranya: 8 1. Amal, dimana pendekatan ini tidak memiliki kesinambungan. Artinya, tidak ada lagi interaksi dengan penerima bantuan ketika bantuan selesai diberikan. 2. Penerima pasif, menggunakan pandangan bahwa masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka, sehingga dalam penyelenggaraannya tidak melibatkan partisipasi penerima. 3. Acak, tidak memiliki metode atau tahapan khusus dalam pelaksanaannya. 4. Kemauan, ketergantungan upaya pada kemauan baik dari para donor dan kemauan pemerintah untuk menggunakan uang pembayar pajak demi mendukung kegiatan-kegiatan amal. Pemanfaatan dan pendayagunaan alokasi dana zakat dapat digolongkan sebagai konsumtif tradisional (zakat, infaq dan shadaqah dimanfaatkan dan digunakan langsung oleh mustahik untuk pemenuhan kebutuhan hidup), konsumtif kreatif (zakat, infaq dan shadaqah yang diwujudkan dalam bentuk lain dari jenis barang semula contohnya beasiswa), produktif tradisional (zakat, infaq dan shadaqah yang diberikan dalam bentuk barang-barang 7 Isbandi, Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, h James Migley, Social Development:The Developmental Perspective in Social Welfare (London: Sage Publications Ltd, 1995), h

19 7 produktif), produktif kreatif (pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah diwujudkan dalam bentuk modal). 9 Rumah Zakat adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memfokuskan pada pengelolaan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf secara profesional dengan menitikberatkan program pendidikan, kesehatan, pembinaan komunitas dan pemberdayaan ekonomi sebagai penyaluran program unggulan. Selain menerima titipan zakat, infaq dan shadaqah, Rumah Zakat juga menjalankan beberapa program yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan) dan Senyum Mandiri (kemandirian, kewirausahaan). 10 Rumah Zakat telah hadir di 44 jaringan kantor, di 38 kota besar dari Aceh hingga Papua. Dengan dukungan teknologi informasi, kini semua kantor (pusat-regional-cabang-kantor kas) telah terkoneksi secara online. Membuat pengelolaan lembaga lebih terintegrasi, transparan dan cepat. Dalam pengembangan keempat rumpun programnya Rumah Zakat mengembangkan program pendampingan dan pemberdayaan intensif berbasis komunitas yang disebut integrated community development (ICD) baik per kecamatan maupun kelurahan. 11 Untuk setiap integrated community development dikelola oleh satu orang atau lebih mustahik relation officer yang tinggal di tengah-tengah masyarakat yang dibinanya sehingga pemantauan dan keberlangsungan program lebih 9 Muhammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf (Jakarta: UI Press, 1988), h Wikipedia, Rumah Zakat Indonesia, artikel diakses pada 25 Maret 2011 dari 11 Mengenal Lebih Dekat Rumah Zakat, artikel diakses pada 25 Maret 2011 dari

20 8 terjaga. Semangat membumikan nilai spritualitas menjadi kesalehan sosial membingkai gerak lembaga ini sebagai mediator antara nilai kepentingan muzakki dan mustahik. Antara yang memberi dan menerima, antara para aghniya (orang kaya) dan mereka yang dhuafa sehingga kesenjangan sosial bisa semakin dikurangi jaraknya. 12 Realisasi dana penyaluran zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) Rumah Zakat pada tahun 2010 sebagai berikut: 13 Tabel 1. Persentasi Penyaluran Dana ZIS Tahun 2010 Jenis Penyaluran Persentasi Kesehatan 20% Pendidikan 23% Ekonomi 23% Bencana 7% Penyaluran Langsung 3% Ramadhan 5% Qurban 17% Lain-lain 1% Masyarakat miskin menghadapi masalah keterbatasan akses layanan kesehatan dan rendahnya status kesehatan yang berdampak pada rendahnya daya tahan mereka untuk bekerja mencari nafkah, terbatasnya kemampuan anak dari keluarga untuk tumbuh dan berkembang, dan rendahnya derajat kesehatan ibu. Penyebab utama dari rendahnya derajat kesehatan masyarakat miskin selain kurangnya kecukupan pangan adalah keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan dasar, rendahnya mutu layanan kesehatan dasar, kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat, rendahnya pendapatan 12 Mengenal Lebih Dekat Rumah Zakat, artikel diakses pada 25 Maret 2011 dari 13 Wawancara Pribadi dengan Manager Rumah Zakat, Jakarta, 14 April 2011.

21 9 dan mahalnya biaya jasa kesehatan, serta kurangnya layanan kesehatan reproduksi. 14 Menurut data dari Human Development Indeks (HDI) pada tahun 2010, Indonesia berada pada peringkat 108 di dunia dari segi kualitas sumber daya manusia. Harapan hidup manusia di Indonesia adalah 71.5 tahun, pengeluaran untuk kesehatan di Indonesia adalah 1,2% dari gross domestic product (GDP) Indonesia, sehingga penanggulangan dan pencegahan penyakit di Indonesia sangat rendah hal ini dibuktikan dengan tingkat keselamatan ibu dari kelahiran adalah 420 ibu meninggal saat melahirkan. 15 Dalam kesempatan itu Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa menjelaskan bahwa laporan pembangunan manusia telah mengubah cara pandang bangsabangsa, yaitu bahwa peningkatan pendapatan penduduk bukan satu-satunya yang sangat penting karena yang bermakna akhirnya adalah apakah penduduk berumur panjang, sehat dan mempunyai kehidupan yang produktif. Pengukuran lain dalam laporan ini adalah multidimensional measure of poverty index, yang menambahkan ukuran multiple deprivation, atau faktorfaktor lain yang berpengaruh pada tingkat rumah tangga, meliputi kebutuhan dasar, pendidikan, air bersih dan pelayanan kesehatan serta hal-hal lain dibandingkan hanya pada ukuran yang berbasis pendapatan semata. 16 Sedangkan dari data di Sudin Kesehatan Jakarta Timur sepanjang tahun 2010 ini, jumlah kematian ibu hamil tercatat 4 orang dari total ibu hamil 14 Tim, Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (T.tp.: Tim Penyusun Komite Penanggulangan Kemiskinan, t.t.), h Kualitas SDM Indonesia di Dunia, artikel diakses pada 19 Maret 2011 dari 16 Human Development Report, artikel diakses pada 19 Maret 2011 dari Human Development Report Bataviase.co.id.

22 10 sebanyak orang. Pada tahun 2009, jumlah kematian ibu hamil sebanyak 5 orang dari total ibu hamil sebanyak orang. Sedangkan tahun 2008 silam, jumlah kematian ibu hamil lebih tinggi lagi yaitu 11 orang dari jumlah total ibu hamil sebanyak orang. 17 Sehingga dapat saya simpulkan, beberapa keluhan utama masyarakat miskin terhadap pelayanan kesehatan adalah mahalnya biaya pengobatan dan perawatan, perilaku hidup yang tidak sehat, rendahnya mutu layanan kesehatan dasar disebabkan oleh terbatasnya tenaga kesehatan, kurangnya sarana kesehatan lainnya, kecenderungan penyebaran tenaga kesehatan yang tidak merata, dan rendahnya anggaran yang tersedia bagi pembangunan pelayanan kesehatan. B. Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas bahwa Rumah Zakat mempunyai program pemberdayaan yaitu senyum juara, senyum mandiri dan senyum sehat. Namun karena keterbatasan penulis, maka dalam hal ini membatasi masalah yang akan diteliti pada salah satu program senyum sehat yaitu Rumah Bersalin Gratiis (RBG) di Jakarta Timur diantaranya: a. Pelaksanaan program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG). b. Evaluasi program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG). 17 Rodin Daulat, Posyandu Tekan Angka Kematian Ibu Hamil di Jaktim, artikel diakses pada 3 Mei 2011 dari Pencanangan Pengembangan Hutan Kota Di Kawasan Industri Pulogadung...http://www.timur.jakarta.go.id/v10/?page=Berita&id=664.

23 11 2. Perumusan Masalah Selanjutnya berdasarkan batasan masalah di atas penulis merumuskan permasalahan yaitu bagaimana pelaksaan dan evaluasi program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) di Jakarta Timur dengan rincian: a. Bagaimana pelaksanaan program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG)? b. Bagaimana evaluasi program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG)? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) di Jakarta Timur. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan: a. Untuk mengetahui pelaksanaan program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG). b. Untuk mengetahui hasil evaluasi program layanan kesehatan dari aspek relevansi, efektifitas, efisiensi, dampak dan kesinambungan. 2. Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Manfaat Praktis 1) Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk menilai kinerja program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG).

24 12 2) Dapat memberikan masukkan buat Rumah Zakat dari evaluasi program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan. b. Manfaat Akademis 1) Bagi UIN, sebagai bahan referensi atau tambahan pustaka tentang lembaga zakat dan kesejahteraan sosial. 2) Dapat menambah khazanah keilmuan baru dalam program pelayanan masyarakat melalui lembaga dan kesejahteraan sosial bagi mahasiswa jurusan konsentrasi kesejahteraan sosial. 3) Dapat menambah wawasan dan pengalaman penulis secara langsung dilapangan melalui penelitian ini. D. Tinjauan Pustaka Dalam penulisan skripsi berjudul evaluasi program telah banyak dilakukan oleh beberapa mahasiswa namun masing-masing dari mereka memiliki perbedaan dalam metodologi penulisannya, seperti skripsi karya Izur Suryadi yang melakukan penelitian evaluasi program comdev Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat peternak domba di desa Srogol, kec. Cijeruk, kab. Bogor. Berbeda dengan skripsi karya Muhammad Hasanuddin yang melakukan penelitian evaluasi program kampung ternak dompet dhuafa dalam mengembangkan potensi ternak lokal di desa Lebak Sari Sukabumi Jawa Barat. Pada intinya penulis sangat tertarik pada salah satu program pelayanan yang dilakukan lembaga zakat menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan

25 13 mustahik dan keluarganya. Perbedaan dari skripsi yang lain biasanya evaluasi dilakukan pada bidang ekonomi sedangkan peneliti akan fokus pada program layanan kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG). Berdasarkan hasil uraian di atas maka penulis merasa tertarik dan menelaah untuk mengevaluasi program secara menyeluruh mulai dari input, proses, output, dan impact. Dan judul yang digunakan dalam penelitian adalah: EVALUASI PROGRAM LAYANAN KESEHATAN RUMAH BERSALIN GRATIIS (RBG) BAGI ORANG MISKIN DI JAKARTA TIMUR. E. Sistematika Penulisan Adapun sistematika penyusunan skripsi ini penulis membagi dalam lima bab yaitu: BAB I Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan. BAB II Landasan Teori terdiri dari evaluasi program, layanan kesehatan, kemiskinan. BAB III Metodologi Penelitian terdiri dari ruang lingkup penelitian, metode penelitian. BAB IV Analisis Program Layanan Kesehatan Rumah Bersalin Gratiis (RBG) Bagi Orang Miskin di Jakarta Timur terdiri dari gambaran umum objek penelitian, penemuan dan pembahasan. BAB V Penutup terdiri dari kesimpulan dan saran.

26 14

27 BAB II LANDASAN TEORI A. Evaluasi Program 1. Pengertian Evaluasi Program Evaluasi secara etimologi dalam kamus ilmiah populer adalah penaksiran, penilaian, perkiraan keadaan dan penentu nilai. 18 Dalam kamus besar Bahasa Indonesia kata evaluasi diartikan dengan penilaian. 19 Evaluasi adalah pengidentifikasian keberhasilan atau kegagalan suatu rencana kegiatan atau program. Secara umum dikenal dua tipe evaluasi, yaitu evaluasi terus-menerus (on-going evaluation) dan evaluasi akhir (ex-post evaluation). 20 Tipe evaluasi yang pertama dilaksanakan pada interval periode waktu tertentu, misalnya per tri wulan atau per semester selama proses implementasi (biasanya pada akhir phase atau tahap suatu rencana). Tipe evaluasi yang kedua dilakukan setelah implementasi suatu program atau rencana. Evaluasi biasanya lebih difokuskan pada pengidentifikasian kualitas program. Evaluasi berusaha mengidentifikasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada pelaksanaan atau penerapan program Pius A Partanto dan M Dahlan Al Barry, Kamus Ilmiah Populer (Surabaya: Arloka, 1994), h Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1998), h Edi Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat, Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial (Bandung: PT Refika Aditama, 2005), h Ibid., h

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 14 TAHUN 2008 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA (KIBBLA) DI KABUPATEN MADIUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 23 TAHUN 2008 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PEMALANG, Menimbang : a. bahwa sistem

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data dari Badan Perencana Pembangunan (Bappenas) menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per

BAB I PENDAHULUAN. Menurut data dari Badan Perencana Pembangunan (Bappenas) menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang masalah Menurut data dari Badan Perencana Pembangunan (Bappenas) menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah

Lebih terperinci

STRATEGI RUMAH ZAKAT DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA PEKANBARU

STRATEGI RUMAH ZAKAT DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA PEKANBARU STRATEGI RUMAH ZAKAT DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KOTA PEKANBARU SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen Dakwah (S. Kom. I) Pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Lebih terperinci

Kemiskinan di Indonesa

Kemiskinan di Indonesa Kemiskinan di Indonesa Kondisi Kemiskinan Selalu menjadi momok bagi perekonomian dunia, termasuk Indonesia Dulu hampir semua penduduk Indonesia hidup miskin (share poverty), sedangkan sekarang kemiskinan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM KESEHATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG SISTEM KESEHATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG, The linked image cannot be displayed. The file may have been moved, renamed, or deleted. Verify that the link points to the correct file and location. PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Manusia memiliki hak untuk mendapatkan kesehatan yang layak, sembuh dari penyakit dan mempertahankan kesehatannya sesuai dengan Undang-undang Dasar 1945

Lebih terperinci

PERSETUJUAN PEMBIMBING

PERSETUJUAN PEMBIMBING PERSETUJUAN PEMBIMBING JURNAL STUDI TENTANG PROGRAM KEGIATAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (LPM) DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI DESA AMBARA KECAMATAN BONGOMEME KABUPATEN GORONTALO Oleh : HASANA P. ABAS

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Permasalahan kemiskinan senantiasa menarik dikaji karena merupakan masalah serius

BAB 1 PENDAHULUAN. Permasalahan kemiskinan senantiasa menarik dikaji karena merupakan masalah serius BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Permasalahan kemiskinan senantiasa menarik dikaji karena merupakan masalah serius yang menyangkut dimensi kemanusiaan. Kemiskinan tetap merupakan masalah yang tidak

Lebih terperinci

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM (studi kasus pada mahasiswi Fakultas Syari ah Jurusan Ekonomi Islam angkatan 2009 IAIN Walisongo Semarang) SKRIPSI

Lebih terperinci

TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH

TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Siti

Lebih terperinci

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK

QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK QANUN KABUPATEN BIREUEN NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG ATAS RAHMAT ALLAH YANG MAHA

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR : 3 TAHUN 2009 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA (KIBBLA) DI KABUPATEN

Lebih terperinci

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JAMKESMAS BAGIAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER

KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JAMKESMAS BAGIAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PESERTA JAMKESMAS BAGIAN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI Oleh Retno Eka Pratiwi NIM 080910201013 PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA JURUSAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dalam perannya pada aspek sosial-ekonomi yang sangat besar.

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dalam perannya pada aspek sosial-ekonomi yang sangat besar. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu serta menjadi unsur dari rukun Islam. Zakat merupakan pilar utama dalam Islam khususnya dalam perannya

Lebih terperinci

MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL

MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Dalam Ilmu Ekonomi Islam Disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. selalu mengalami peningkatan. Berdasarkan data pertumbuhan terakhir yang

BAB I PENDAHULUAN. selalu mengalami peningkatan. Berdasarkan data pertumbuhan terakhir yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan salah satu Negara yang tercatat memiliki penduduk Islam terbesar di dunia. Jumlah penduduk di Indonesia setiap tahun selalu mengalami peningkatan.

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN KEPUASAN KONSUMEN LAPTOP TOSHIBA DI KOTA JEMBER

PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN KEPUASAN KONSUMEN LAPTOP TOSHIBA DI KOTA JEMBER PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN KEPUASAN KONSUMEN LAPTOP TOSHIBA DI KOTA JEMBER Effect Product Quality, Price, Promotion and Distribution

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DITINJAU DARI AKUNTABILITAS (Studi Kasus pada SD Jember Lor 3 tahun Anggaran 2012) SKRIPSI

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DITINJAU DARI AKUNTABILITAS (Studi Kasus pada SD Jember Lor 3 tahun Anggaran 2012) SKRIPSI PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DITINJAU DARI AKUNTABILITAS (Studi Kasus pada SD Jember Lor 3 tahun Anggaran 2012) SKRIPSI Oleh: Afida Juwita Sari NIM 090210301034 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

Meilinda Dewi M. NIM

Meilinda Dewi M. NIM EFEKTIVITAS KINERJA PEGAWAI DALAM PELAKSANAAN SISTEM IPA (INSTALASI PENGOLAHAN AIR) DI PDAM JEMBER WILAYAH TEGAL BESAR (The Effectivity of the Worker s Performance of PDAM Jember in Implementation of IPA

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2009 TENTANG SISTEM KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang berlawanan dengan semangat dan komitmen Islam terhadap. yang sejahtera dan baik yang menjadi tujuan utama mendirikan Negara.

BAB I PENDAHULUAN. yang berlawanan dengan semangat dan komitmen Islam terhadap. yang sejahtera dan baik yang menjadi tujuan utama mendirikan Negara. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemiskinan dan kesenjangan sosial ekonomi di sebuah negara yang kaya dengan sumber daya alam dan mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Indonesia, merupakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING UNTUK MENINGKATKAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN PADA RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. adalah lingkungan pertama yang dimiliki seorang anak untuk mendapatkan pengasuhan,

BAB I PENDAHULUAN. adalah lingkungan pertama yang dimiliki seorang anak untuk mendapatkan pengasuhan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kehidupan seorang anak dimulai ditengah lingkungan keluarga, lingkungan keluarga adalah lingkungan pertama yang dimiliki seorang anak untuk mendapatkan pengasuhan,

Lebih terperinci

SEKRETARIAT DAERAH Jalan Jenderal Sudirman No.5 Telepon K I S A R A N

SEKRETARIAT DAERAH Jalan Jenderal Sudirman No.5 Telepon K I S A R A N PEMERINTAH KABUPATEN ASAHAN SEKRETARIAT DAERAH Jalan Jenderal Sudirman No.5 Telepon 41928 K I S A R A N 2 1 2 1 6 NOMOR 9 TAHUN 2008 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN ASAHAN Menimbang : PERATURAN DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah kemiskinan

BAB I PENDAHULUAN. dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah kemiskinan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kemiskinan merupakan permasalahan fundamental yang tengah dihadapi oleh negara berkembang termasuk Indonesia. Masalah kemiskinan merupakan salah satu penyebab

Lebih terperinci

SITI MEGAWATI NIM:

SITI MEGAWATI NIM: PROFIL TOKOH AGAMA ISLAM SEBAGAI TAULADAN BAGI MASYARAKAT MENURUT PANDANGAN MASYARAKAT GAMPONG BLANG SKRIPSI Diajukan Oleh SITI MEGAWATI NIM: 211001355 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Lebih terperinci

Sambutan Presiden RI pada Pencanangan Gerakan Nasional Wakaf Uang, 8 Januari 2010 Jumat, 08 Januari 2010

Sambutan Presiden RI pada Pencanangan Gerakan Nasional Wakaf Uang, 8 Januari 2010 Jumat, 08 Januari 2010 Sambutan Presiden RI pada Pencanangan Gerakan Nasional Wakaf Uang, 8 Januari 2010 Jumat, 08 Januari 2010 PIDATO PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PADA PENCANANGAN GERAKAN NASIONAL WAKAF UANG, TANGGAL 8 JANUARI

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana pada FISIP UPN : Veteran Jawa Timur

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi persyaratan memperoleh Gelar Sarjana pada FISIP UPN : Veteran Jawa Timur PERANAN DINAS KOPERASI USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DALAM PEMBINAAN SENTRA USAHA KECIL PRODUKSI TEMPE DI KELURAHAN TENGGILIS MEJOYO KECAMATAN TENGGILIS MEJOYO PEMERINTAH KOTA SURABAYA. SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

NILAI-NILAI KEBERTAHANAN PETANI TEMBAKAU. (Studi Terhadap Moral Ekonomi Petani Tembakau Desa Glagah Wero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember)

NILAI-NILAI KEBERTAHANAN PETANI TEMBAKAU. (Studi Terhadap Moral Ekonomi Petani Tembakau Desa Glagah Wero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember) NILAI-NILAI KEBERTAHANAN PETANI TEMBAKAU (Studi Terhadap Moral Ekonomi Petani Tembakau Desa Glagah Wero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember) VIABILITY OF VALUES TOBACCO PEASENT (Case study about Values

Lebih terperinci

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II

PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II PERAN BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM DALAM REHABILITASI SOSIAL KEAGAMAAN PADA LANJUT USIA TERLANTAR DI UNIT REHABILITASI SOSIAL MANDIRI SEMARANG II SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

MENGGAGAS PENDIDIKAN BAGI KELOMPOK MASYARAKAT EKONOMI RENDAH

MENGGAGAS PENDIDIKAN BAGI KELOMPOK MASYARAKAT EKONOMI RENDAH MENGGAGAS PENDIDIKAN BAGI KELOMPOK MASYARAKAT EKONOMI RENDAH Hamdan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan IAIN Mataram Email: hamdansiraj@gmail.com ABSTRAK Pendidikan merupakan hak setiap insan Indonesia

Lebih terperinci

MODAL SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN

MODAL SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN MODAL SOSIAL MASYARAKAT NELAYAN DESA KRANJI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN SOCIAL CAPITAL FISHERMAN SOCIETY IN THE KRANJI VILLAGE, PACIRAN DISTRICT, LAMONGAN REGENCY SKRIPSI oleh Sadiwan Hariyanto

Lebih terperinci

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS

GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS GUBERNUR SUMATERA BARAT PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEJAHTERAAN SOSIAL BAGI PENYANDANG DISABILITAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH ZAKAT YANG DIKELOLA BAZDA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA PADANG

SKRIPSI PENGARUH ZAKAT YANG DIKELOLA BAZDA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA PADANG SKRIPSI PENGARUH ZAKAT YANG DIKELOLA BAZDA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA PADANG Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Oleh : PEBRIANITA 07 951 032 Mahasiswa

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMP NEGERI 1 TURI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2011

PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMP NEGERI 1 TURI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2011 PENGELOLAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) DI SMP NEGERI 1 TURI KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA

QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR DAN ANAK BALITA BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA WALIKOTA BANDA ACEH, Menimbang : a. bahwa kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kondisi kesehatan masyarakat akan mempengaruhi produktivitas kerja. Sehat adalah suatu

BAB I PENDAHULUAN. kondisi kesehatan masyarakat akan mempengaruhi produktivitas kerja. Sehat adalah suatu BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ekonomi dan kesehatan memiliki suatu keterkaitan yang sangat erat. Pembangunan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan masyarakat, dan perbaikan pada

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK PERATURAN DAERAH KABUPATEN GRESIK NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GRESIK

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN

PERKEMBANGAN PENCAPAIAN BAGIAN 2. PERKEMBANGAN PENCAPAIAN 25 TUJUAN 1: TUJUAN 2: TUJUAN 3: TUJUAN 4: TUJUAN 5: TUJUAN 6: TUJUAN 7: Menanggulagi Kemiskinan dan Kelaparan Mencapai Pendidikan Dasar untuk Semua Mendorong Kesetaraan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM KESEHATAN KABUPATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM KESEHATAN KABUPATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARANGANYAR NOMOR 15 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM KESEHATAN KABUPATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang Mengingat BUPATI KARANGANYAR, : a. Bahwa kesehatan merupakan hak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Menciptakan. Manifestasi dari kesadaran tersebut, bagi manusia akan tercapai

BAB I PENDAHULUAN. Menciptakan. Manifestasi dari kesadaran tersebut, bagi manusia akan tercapai 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aspek ruhiyah harus senantiasa dimiliki oleh manusia dalam menjalani setiap aktivitasnya, yaitu kesadaran akan hubungannya dengan Allah Yang Maha Menciptakan. Manifestasi

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik Indonesia menjamin kemerdekaan

Lebih terperinci

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.1 Visi dan Misi Daerah Dalam Rencana Strategis Dinas Kesehatan 2016-2021 tidak ada visi dan misi, namun mengikuti visi dan misi Gubernur

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

ANALISIS MATERI PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SMA KELAS XI SKRIPSI. Oleh. Inno Cahyaning Tyas NIM

ANALISIS MATERI PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SMA KELAS XI SKRIPSI. Oleh. Inno Cahyaning Tyas NIM ANALISIS MATERI PELAJARAN BAHASA INDONESIA DALAM BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK (BSE) SMA KELAS XI SKRIPSI Oleh Inno Cahyaning Tyas NIM 080210402039 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025

SKRIPSI. Oleh : Mevi Isnaini Rizkiyana NIM 080210201025 PENINGKATAN MINAT BACA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DI KELOMPOK B4 TAMAN KANAK-KANAK (TK) AL-AMIEN KECAMATAN PATRANG KABUPATEN JEMBER TAHUN PELAJARAN 2011/2012 SKRIPSI Oleh :

Lebih terperinci

PENDIDIKAN PRENATAL DALAM PERSPEKTIF GURU TK DI PONOROGO

PENDIDIKAN PRENATAL DALAM PERSPEKTIF GURU TK DI PONOROGO PENDIDIKAN PRENATAL DALAM PERSPEKTIF GURU TK DI PONOROGO SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Ponorogo Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Lebih terperinci

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK KANDATEL MADIUN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AT

TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK KANDATEL MADIUN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AT TANGGUNG JAWAB SOSIAL PADA PT.TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK KANDATEL MADIUN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY AT PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA TBK KANDATEL MADIUN ) SKRIPSI Oleh Eka Fitriana Said NIM 070910202104

Lebih terperinci

STRATEGI POSITIONING PRODUK MILKU PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) SUSU SEHAT ALAMI MANGLI JEMBER

STRATEGI POSITIONING PRODUK MILKU PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) SUSU SEHAT ALAMI MANGLI JEMBER STRATEGI POSITIONING PRODUK MILKU PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) SUSU SEHAT ALAMI MANGLI JEMBER (POSITIONING STRATEGY MILKU PRODUCT AT PT SUSU SEHAT ALAMI MANGLI JEMBER) SKRIPSI Oleh Irfijiyanti NIM 080910202057

Lebih terperinci

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER

HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER HUBUNGAN PELATIHAN DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PERSEROAN TERBATAS (PT) TABUNGAN DAN ASURANSI PEGAWAI NEGERI (PERSERO) CABANG JEMBER SKRIPSI Diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

RingkasanKajian. MDG, Keadilan dan Anak-anak: Jalan ke depan bagi Indonesia. Gambaran umum Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) berusaha mengangkat

RingkasanKajian. MDG, Keadilan dan Anak-anak: Jalan ke depan bagi Indonesia. Gambaran umum Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) berusaha mengangkat UNICEF INDONESIA OKTOBER 2012 RingkasanKajian MDG, Keadilan dan Anak-anak: Jalan ke depan bagi Indonesia MDG dan Keadilan Bagi Anak-anak di Indonesia: Gambaran umum Mencapai MDG dengan Keadilan: tantangan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR REHABILITASI SOSIAL DENGAN PENDEKATAN PROFESI PEKERJAAN SOSIAL

PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR REHABILITASI SOSIAL DENGAN PENDEKATAN PROFESI PEKERJAAN SOSIAL PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR REHABILITASI SOSIAL DENGAN PENDEKATAN PROFESI PEKERJAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI SOSIAL REPUBLIK

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER

PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS JEMBER Analisis Tingkat Kepentingan (Importance) dan Kinerja (Performance) Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen : Studi Kasus Pada Cipaganti Travel Cabang Jember Skripsi Oleh : DWI SEPTIYANTO NIM 050810291130

Lebih terperinci

PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI

PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI Disusun guna memenuhi tugas dan melengkapi syarat Guna memperoleh gelar Sarjana Strata

Lebih terperinci

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI

NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM RITUAL TINGKEPAN DI DUSUN GINTUNGAN DESA BUTUH KEC. TENGARAN KAB. SEMARANG TAHUN 2011 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam Oleh : MUNAFIAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. 1 Universitas Indonesia. Analisis pelaksanaan..., Rama Chandra, FE UI, 2010.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. 1 Universitas Indonesia. Analisis pelaksanaan..., Rama Chandra, FE UI, 2010. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah kemiskinan yang dihadapi, terutama, oleh negara-negara yang sedang berkembang, memang sangatlah kompleks. Kemiskinan merupakan masalah dalam pembangunan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemutusan hubungan kerja atau kehilangan pekerjaan, menurunnya daya beli

BAB I PENDAHULUAN. pemutusan hubungan kerja atau kehilangan pekerjaan, menurunnya daya beli BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Krisis moneter yang berkepanjangan di negara kita telah banyak menyebabkan orang tua dan keluarga mengalami keterpurukan ekonomi akibat pemutusan hubungan kerja atau

Lebih terperinci

IV.B.22. Urusan Wajib Sosial

IV.B.22. Urusan Wajib Sosial 22. URUSAN SOSIAL Perlindungan dan kesejahteraan sosial diperlukan bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945. Meskipun telah banyak dicatat beberapa keberhasilan, beberapa masalah

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan merupakan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Menurut WHO, kesehatan adalah kondisi dinamis meliputi kesehatan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh IIS ERNAWATI NIM

SKRIPSI. Oleh IIS ERNAWATI NIM PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERDASARKAN TEORI WANKAT DAN OREOVOCZ DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN SISTEM PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI FUNGSI PENGORGANISASIAN MASJID. (Studi Kasus di Masjid Agung Jawa Tengah)

IMPLEMENTASI FUNGSI PENGORGANISASIAN MASJID. (Studi Kasus di Masjid Agung Jawa Tengah) IMPLEMENTASI FUNGSI PENGORGANISASIAN MASJID (Studi Kasus di Masjid Agung Jawa Tengah) SKRIPSI SKRIPSI Diajukan Untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) Jurusan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2011 TENTANG PENGELOLAAN ZAKAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap

Lebih terperinci

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN

VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN VISI MISI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2013 2018 Visi Terwujudnya Kudus Yang Semakin Sejahtera Visi tersebut mengandung kata kunci yang dapat diuraikan sebagai berikut: Semakin sejahtera mengandung makna lebih

Lebih terperinci

SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM

SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM SKRIPSI TINDAKAN OPERASI OLEH DOKTER TERHADAP PASIEN YANG TIDAK MAMPU MELAKUKAN PERBUATAN HUKUM ( SURGERY BY DOCTORS TO PATIENTS WHO ARE UNABLE TO PERFORM ANY LEGAL ACT ) EVALIA FIRMANITASARI NIM. 070710191104

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMERINTAH KOTA PONTIANAK PERATURAN DAERAH KOTA PONTIANAK NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DAN SERTIFIKASI BIDANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA PONTIANAK,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAERAH

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAERAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG BARAT NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG PENYELENGGARAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DAERAH Menimbang : a. Mengingat : 1. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANDUNG BARAT,

Lebih terperinci

PENGARUH PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 2 LUMAJANG TAHUN 2012

PENGARUH PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 2 LUMAJANG TAHUN 2012 PENGARUH PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN DAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA SISWA KELAS XII SMK NEGERI 2 LUMAJANG TAHUN 2012 SKRIPSI Oleh : Eka Sulvijayanti NIM 080210391033 PROGRAM

Lebih terperinci

RAGAM BAHASA REMAJA DALAM SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SKRIPSI. oleh ELIA PUTRI MAHARANI NIM

RAGAM BAHASA REMAJA DALAM SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SKRIPSI. oleh ELIA PUTRI MAHARANI NIM RAGAM BAHASA REMAJA DALAM SITUS JEJARING SOSIAL FACEBOOK SKRIPSI oleh ELIA PUTRI MAHARANI NIM 070210402091 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG 2013, No.892 4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PEMBANGUNAN PERDESAAN SEHAT DI DAERAH TERTINGGAL BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam Undang-Undang

Lebih terperinci

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Berdasarkan visi dan misi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan tujuan dan sasaran pembangunan pada masing-masing

Lebih terperinci

PENYELESAIAN MASALAH OPTIMASI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus : Masalah Transportasi)

PENYELESAIAN MASALAH OPTIMASI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus : Masalah Transportasi) PENYELESAIAN MASALAH OPTIMASI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus : Masalah Transportasi) SKRIPSI Oleh Mariana Ramadhani NIM 031810101038 JURUSAN MATEMATIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

Asas Filsafat Nilai Dasar, Nilai Instrumental, Prinsip-prinsip, dan Faktor-Faktor Ekonomi Islam

Asas Filsafat Nilai Dasar, Nilai Instrumental, Prinsip-prinsip, dan Faktor-Faktor Ekonomi Islam . Asas Filsafat Nilai Dasar, Nilai Instrumental, Prinsip-prinsip, dan Faktor-Faktor Ekonomi Islam 2 Pengertian Sistem Ekonomi Islam adalah sistem pemenuhan kebutuhan hidup manusia untuk mencapai kesejahteraan

Lebih terperinci

IVON PAWESTI SUCI NIM

IVON PAWESTI SUCI NIM ANALISIS AKTIVITAS EKONOMI RUMAH TANGGA BURUH YANG BEKERJA DI PT. SEJAHTERA USAHA BERSAMA UNIT JEMBER DI DESA GAMBIRONO KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER SKRIPSI Oleh: IVON PAWESTI SUCI NIM 100210301103

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013-

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN. Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN 5.1. Visi 2017 adalah : Visi Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2013- ACEH TAMIANG SEJAHTERA DAN MADANI MELALUI PENINGKATAN PRASARANA DAN SARANA

Lebih terperinci

BUPATI PATI PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG

BUPATI PATI PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG BUPATI PATI PERATURAN BUPATI PATI NOMOR 4 TAHUN 2010 TENTANG PETUNJUK OPERASIONAL PROGRAM TERPADU PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERPERSPEKTIF GENDER (P2M-BG) KABUPATEN PATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2

BAB I PENDAHULUAN. negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru adalah usaha sadar yang sengaja direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT DESA DAYAKAN PENGGUNA LAYANAN KARTU JAMKESMAS DI PUSKESMAS BADEGAN KABUPATEN PONOROGO

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT DESA DAYAKAN PENGGUNA LAYANAN KARTU JAMKESMAS DI PUSKESMAS BADEGAN KABUPATEN PONOROGO i ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN MASYARAKAT DESA DAYAKAN PENGGUNA LAYANAN KARTU JAMKESMAS DI PUSKESMAS BADEGAN KABUPATEN PONOROGO SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi

Lebih terperinci

PENERAPAN PENGELOLAAN KELAS DENGAN PENDEKATAN KELOMPOK DAN BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MAN JEMBER 1

PENERAPAN PENGELOLAAN KELAS DENGAN PENDEKATAN KELOMPOK DAN BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MAN JEMBER 1 PENERAPAN PENGELOLAAN KELAS DENGAN PENDEKATAN KELOMPOK DAN BERVARIASI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MAN JEMBER 1 (Studi Kasus Pada Siswa Kelas X1 IPS 2 Sub Pokok Bahasan Perdagangan

Lebih terperinci

PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK MUHAMMADIYAH NGAWEN GUNUNGKIDUL

PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK MUHAMMADIYAH NGAWEN GUNUNGKIDUL PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK MUHAMMADIYAH NGAWEN GUNUNGKIDUL SKRIPSI Oleh : YUYUN DWI LISTIYANI NPM : 20070720122 FAKULTAS AGAMA

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A.. 1. Pengertian adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat. Disamping bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh : MOH. HUSNU ABADI NIM

SKRIPSI. Oleh : MOH. HUSNU ABADI NIM PENINGKATAN AKTIVITAS DAN KETUNTASAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MODEL INKUIRI DISERTAI METODE EKSPERIMEN PADA MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS IX F SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI SKRIPSI Oleh : MOH. HUSNU ABADI

Lebih terperinci

PENGARUH BIMBINGAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK DI PANTI ASUHAN AL HIKMAH WONOSARI NGALIYAN SEMARANG

PENGARUH BIMBINGAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK DI PANTI ASUHAN AL HIKMAH WONOSARI NGALIYAN SEMARANG 1 PENGARUH BIMBINGAN PENYULUHAN AGAMA ISLAM TERHADAP RASA PERCAYA DIRI ANAK DI PANTI ASUHAN AL HIKMAH WONOSARI NGALIYAN SEMARANG SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Sosial

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. emosional yang besar pada setiap wanita yang normal, juga pada kedua orang

BAB I PENDAHULUAN. emosional yang besar pada setiap wanita yang normal, juga pada kedua orang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kehamilan dan kelahiran bayi itu pada umumnya memberikan arti emosional yang besar pada setiap wanita yang normal, juga pada kedua orang tua bayi. Wanita-wanita hamil

Lebih terperinci

PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PENGUASAAN GRAMMAR DI SMP IT SYARIF HIDAYATULLAH JEMBER

PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PENGUASAAN GRAMMAR DI SMP IT SYARIF HIDAYATULLAH JEMBER PERANAN GURU DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS MELALUI PENGUASAAN GRAMMAR DI SMP IT SYARIF HIDAYATULLAH JEMBER LAPORAN PRAKTEK KERJA NYATA Oleh Hurin Inti S NIM 080103101030 JURUSAN DIPLOMA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KOTA MATARAM NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MATARAM, Menimbang : a. bahwa keberadaan dan peranan

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) DISERTAI TEHNIK PETA PIKIRAN (MIND MAPPING) PADA POKOK BAHASAN PERSAMAAN GARIS LURUS DI KELAS

Lebih terperinci

KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS 53 KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kerangka Pemikiran Kemiskinan Proses pembangunan yang dilakukan sejak awal kemerdekaan sampai dengan berakhirnya era Orde Baru, diakui atau tidak, telah banyak menghasilkan

Lebih terperinci

PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI AYAH SITUBONDO

PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI AYAH SITUBONDO PENGGUNAAN KONJUNGSI DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X MA HUSNUL RI AYAH SITUBONDO SKRIPSI Oleh Ely Hidayati NIM 070210402086 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PENANGGULANGAN GELANDANGAN DAN PENGEMIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, Menimbang : a. bahwa Pemerintah

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA PERATURAN DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN NOMOR 4 TAHUN 2012 TENTANG KESEHATAN IBU, BAYI BARU LAHIR, BAYI DAN ANAK BALITA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI HULU SUNGAI SELATAN, Menimbang :

Lebih terperinci

SKRIPSI. oleh. Vaidatul Aliya NIM

SKRIPSI. oleh. Vaidatul Aliya NIM PENERAPAN STRATEGI INKUIRI PADA SUB POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS LINGKARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP IT SYARIF HIDAYATULLAH SUKORAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013

Lebih terperinci

PENERAPAN STRATEGI NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 5 LANGSA.

PENERAPAN STRATEGI NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 5 LANGSA. PENERAPAN STRATEGI NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 5 LANGSA Skripsi Diajukan Oleh : MASTERI Mahasiswa Institut Agama Islam

Lebih terperinci