Presentation Outline
|
|
|
- Veronika Susman
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 Chapter 3 Laporan Audit (Audit Report) 1 Presentation Outline I. Laporan Auditor Bentuk Baku II. Kondisi yang Memerlukan Paragraf Penjelas (Explanatory Paragraph) atau Modifikasi Kalimat (Modified Report Wording) III. Opini Lainnya (Other Opinion Possibilities) IV. Pembatasan Scope Audit V. Penyimpangan (Departure) dari GAAP VI. Auditor Tidak Independen 2 1
2 I. Laporan Auditor Bentuk Baku A. Tujuh Bagian dalam Laporan Auditor Bentuk Baku B. Contoh Laporan Auditor Bentuk Baku C. Lima Kondisi yang Diperlukan dalam Laporan Bentuk Baku 3 A. Tujuh Bagian Laporan Auditor Bentuk Baku (1) 1. Judul Laporan Harus memuat kata independen Untuk menunjukkan bahwa audit dalam semua aspek dilaksanakan secara objektif/tidak memihak 2. Address - Kepada siapa laporan ditujukan Biasanya ditujukan kepada Dewan Direksi, Dewan Komisaris atau Para Pemegang Saham Belakangan biasanya hanya ditujukan kepada Pemegang Saham, untuk menunjukkan Auditor independen terhadap perusahaan dan dewan direksi 3. Paragraf Pendahuluan (Introductory paragraph) Menyatakan bahwa KAP telah melasanakan suatu audit Menyebutkan jenis laporan keuangan dan periode yang dicakup dalam audit Menyatakan bahwa laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit 4. Paragraf Lingkup Audit (scope paragraph) Menyatakan bahwa auditor telah melaksanakan audit berdasarkan standar audit Menyatakan bahwa audit dirancang untuk memperoleh keyakinan memadai (reasonable assurance) bahwa laporan keuangan terbebas dari salah saji material Menyatakan bahwa auditor telah mengumpulkan bukti audit dan bukti audit yang dikumpulkan telah memberikan dasar yang memadai untuk memberikan pendapat. 4 2
3 A. Tujuh Bagian Laporan Auditor Bentuk Baku (2) 5. Paragraf Opini (opinion paragraph) berisi pendapat (opini) audit. Menyajikan kesimpulan auditor berdasarkan audit yang telah dilakukan Frasa menurut pendapat kami menunjukkan kemungkinan bahwa dalam laporan keuangan masih terdapat risiko informasi, walaupun laporan keuangan telah diaudit. 6. Nama KAP dan partner yang menandatangani. Nama ini menunjukkan partner akuntan publik yang bertanggung jawab atas audit yang dilakukan 7. Tanggal Laporan Audit merupakan tanggal terakhir pelaksanaan pekerjaan lapangan (field work). Auditor hanya bertanggungjawab sampai dengan tanggal ini. 5 B. Contoh Laporan Audit Bentuk Baku (SA Seksi 508 PSA No. 29) Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2 dan 20 X1, serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggungjawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan KXT tanggal 31 Desember 20X2, dan 20X1, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, nomor izin kantor akuntan publik] [Tanggal] 6 3
4 C. Kondisi yang Diperlukan dalam Laporan Audit Bentuk Baku dan Opini Unqualified Seluruh (empat) basic financial statements tercakup. Seluruh (tiga) Standar Umum telah dilaksanakan. Bukti audit yang memadai telah dikumpulkan dan ketiga Standar Pekerjaan Lapangan telah dilaksanakan. Laporan keuangan telah sesuai dengan SAK/GAAP. Tidak ada kondisi yang memerlukan paragraf penjelas (explanatory paragraph) atau modifikasi kalimat (modified wording) dalam laporan. 7 II. Kondisi yang Mengakibatkan Opini dengan Paragraf Penjelas (Explanatory Paragraph) atau Modifikasi Kata (Modified Report Wording) A. Adanya Ketidak-konsistenan (Lack of Consistency) B. Ketidakpastian Kelangsungan Hidup Perusahaan (Going Concern Problem) C. Auditor Menyetujui Penyimpangan terhadap PABU D. Penekanan pada Suatu Masalah (Emphasis of a Matter) E. Laporan yang Melibatkan Auditor Lain Kondisi A-D mengakibatkan paragraf penjelas setelah paragraf opini, tidak ada perubahan pada 3 paragraf bentuk baku; laporan auditor menjadi 4 paragraf. Kondisi E mengakibatkan perubahan kata pada 3 paragraf laporan audit bentuk baku; laporan tetap berisi 3 paragraf. 8 4
5 A. Adanya Ketidak-konsistenan (Lack of Consistency) Kondisi berikut mempengaruhi konsistensi laporan keuangan dan mengakibatkan paragraf penjelas (explanatory paragraph): Perubahan prinsip akuntansi (contoh: FIFO ke LIFO) Perubahan entitas pelaporan (contoh: perubahan perusahaan yang masuk dalam laporan konsolidasi) Koreksi atas perubahan dari prinsip akuntansi yang tidak diterima secara umum ke PABU (corrections of changing from unacceptable to acceptable acct. principles) Contoh paragraf penjelas: Seperti telah dijelaskan pada Catatan X atas laporan keuangan, perusahaan mengubah metode perhitungan depresiasi dalam tahun 20X2. Perubahan yang mempengaruhi komparabilitas tapi tidak mempengaruhi konsistensi. Jika material, hanya memerlukan pengungkapan (disclosure). Perubahan estimasi (contoh: umur pakai aktiva tetap) Koreksi kesalahan yang tidak melibatkan prinsip akuntansi (contoh: kesalahan perhitungan matematis) Variasi format dan penyajian informasi keuangan. Perubahan yang terjadi akibat peristiwa yang sangat berbeda (contoh: pembatalan proyek riset dan pengembangan) 9 B. Ketidakpastian Kelangsungan Hidup (Going Concern Problem) SA Seksi 341 (PSA No 30) mengharuskan auditor untuk mengevaluasi kemampuan entitas dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam periode waktu yang pantas (tidak lebih dari satu tahun sejak tanggal laporan keuangan yang diaudit). Pada laporan audit harus ditambahkan paragraf penjelas (explanatory paragraph) yang memuat frasa keraguan yang substansial dan going concern. Note: SA Seksi 341 (PSA No 30) memungkinkan pemberian opini WTP (unqualified), wajar dengan pengecualian (qualified), maupun tidak memberi pendapat (disclaimer) apabila terdapat keraguan atas kelangsungan hidup. 10 5
6 C. Auditor Setuju atas Penyimpangan terhadap PABU Dibuat penambahan paragraf penjelas (explanatory paragraph) Auditor dapat memberikan opini WTP (unqualified) apabila penyimpangan terhadap PABU diperlukan untuk menghindari informasi yang misleading. 11 D. Penekanan pada Suatu Masalah Auditor dapat menambah paragraf penjelas (explanatory paragraph) untuk mempertegas suatu masalah, seperti: v Bahwa entitas adalah komponen dari perusahaan yang lebih besar v Transaksi signifikan terhadap pihak yang memiliki hubungan istimewa (related party) v Adanya subsequent events yang sangat penting v Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi komparabilitas laporan keuangan. 12 6
7 E. Laporan yang Melibatkan Auditor Lain Mengambil Tanggung jawab Auditor utama akan mengambil tanggung jawab dari Auditor lain dan tidak ada referensi yang dibuat untuk auditor lain apabila auditor lain mengaudit proporsi yang tidak material, auditor lain tsb sangat terkenal atau disupervisi secara ketat, atau auditor utama melakukan review yang mendalam terhadap pekerjaan auditor lain. Laporan audit bentuk baku diterbitkan Membagi Tanggung jawab Dilakukan pembagian tanggung jawab apabila proporsi yang diaudit auditor lain cukup material, atau review terhadap pekerjaan auditor lain tidak dapat dilakukan. Auditor lain juga bertanggungjawab apabila terjadi tuntutan hukum atas hasil audit Dilakukan modifikasi pada ketiga paragraf Laporan Audit bentuk baku Tidak Mau Mengambil Tanggung jawab Opini wajar dengan pengecualian (qualified) atau tidak memberi pendapat (disclaimer) dapat diberikan, tergantung tingkat materialitas scope yang diperiksa auditor lain. 13 Contoh Laporan Auditor yang Melibatkan Auditor Lain Laporan Auditor Independen [Pihak yang dituju oleh auditor] Kami telah mengaudit neraca konsolidasian perusahaan KXT dan anak perusahaannya tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1, serta laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan perusahaan PQR, suatu anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan KXT, yang laporan keuangannya menyajikan total aktiva sebesar Rp... dan Rp. berturut-turut pada tanggal 31 Desember 20X2 dan 20X1, dan total pendapatan sebesar Rp..dan Rp... untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan jumlah-jumlah untuk perusahaan PQR, semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan perusahaan KXT dan anak perusahaannya tanggal 31 Desember 20X2, dan 20X1, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. [Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntan publik, 14nomor izin kantor akuntan I Made publik] R. Natawidnyana, Ak., CPMA [Tanggal] 7
8 III. Bentuk Opini Lainnya (Selain Opini Wajar Tanpa Pengecualian Unqualified) A. Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) B. Tidak Wajar (Adverse Opinion) C. Tidak Memberi Pendapat (Disclaimer of Opinion) 15 A. Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) Pendapat wajar dengan pengecualian, menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang berhubungan dengan yang dikecualikan. Opini Wajar dengan Pengecualian diberikan apabila: u Pembatasan scope audit yang material (qualified scope, additional paragraph, and qualified opinion) u Ketidaksesuaian yang material terhadap PABU 16 8
9 B. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion) Pendapat tidak wajar menyatakan bahwa laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia Jarang diterbitkan karena auditor telah melakukan investigasi mendalam dan mendapatkan bukti yang sangat kuat bahwa laporan keuangan disajikan dengan tidak wajar. 17 C. Tidak Memberi Pendapat (Disclaimer of Opinion) Pernyataan tidak memberikan pendapat menyatakan bahwa auditor tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan Diberikan pada saat Auditor tidak dapat meyakinkan dirinya bahwa laporan keuangan yang diaudit telah disajikan secara wajar Disclaimer of opinion diberikan apabila: u Pembatasan lingkup audit secara sangat material (highly material scope limitation). u Tidak adanya independensi 18 9
10 IV. Pembatasan Lingkup (Scope) Audit A. Definisi Pembatasan Scope Audit B. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) C. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Tidak memberi pendapat (Disclaimer of Opinion) 19 A. Definisi Pembatasan Scope Opini WTP (unqualified opinion) dapat diberikan apabila pembatasan scope tidak material (immaterial scope limitation). Tidak memberi opini (disclaimer) jika scope dibatasi secara material oleh Auditee. Jika scope dibatasi oleh kondisi lain (bukan oleh Auditee): u Opini wajar dengan pengecualian (qualified) jika laporan keuangan secara keseluruhan tidak terpengaruh. u Tidak memberi pendapat (disclaimer) apabila pembatasan scope terjadi pada beberapa item laporan keuangan
11 B. Pengaruh Pembatasan Scope Audit Opini Wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion) Paragraf pendahuluan sama dengan laporan audit bentuk baku. Paragraf lingkup audit (scope) ditambahkan penjelasan mengenai pembatasan scope dengan menambahkan kecuali yang dijelaskan dalam paragraf di bawah ini. Penambahan paragraf ketiga yang berisi rincian pembatasan lingkup audit. Paragraf opini (paragraf keempat) terdapat modifikasi kata sehingga menyatakan kecuali untuk. 21 C. Pengaruh Pembatasan Scope Audit Tidak memberi pendapat (Disclaimer of Opinion) Paragraf pendahuluan (introductory) dimodifikasi dari Kami telah mengaudit menjadi Kami telah ditugaskan untuk mengaudit Paragraf lingkup (scope paragraph) dihilangkan. Paragraf kedua berisi perincian scope yang dibatasi. Paragraf opini (paragraf tiga) menyatakan tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan
12 V. Tidak dipatuhinya PABU A. Definisi ketidakpatuhan terhadap PABU B. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) C. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion) 23 A. Definisi Tidak Sesuai PABU Opini WTP (unqualified) hanya diberikan bila ketidaksesuaian terhadap PABU tidak material. Opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion) diberikan jika jumlahnya material, tetapi laporan keuangan secara keseluruhan tidak menyesatkan (not misleading). Opini ini juga diberikan bila laporan keuangan tidak mencakup laporan arus kas (statement of cash flows). Opini tidak wajar (adverse) diberikan jika ketidaksesuaian terhadap PABU mengakibatkan keseluruhan laporan keuangan menyesatkan (misleading). 24 Seberapa misleading laporan keuangan? 12
13 B. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Opini Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion) Paragraf pendahuluan (introductory paragraph) sama dengan laporan bentuk baku. Paragraf lingkup (scope paragraph) sama dengan laporan bentuk baku. Paragraf ketiga ditambahkan penjelasan mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan PABU dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan. Paragraf opini (paragraf keempat) berisi frasa yang menyatakan opini wajar, kecuali untuk hal yang dijelaskan pada paragraf tiga. Menurut pendapat kami, kecuali yang disajikan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar 25 C. Pengaruh Pembatasan Lingkup terhadap Laporan Auditor Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion) Paragraf pendahuluan (introductory paragraph) sama dengan laporan bentuk baku. Paragraf lingkup (scope paragraph) sama dengan laporan bentuk baku. Paragraf ketiga ditambahkan penjelasan mengenai hal-hal yang tidak sesuai dengan PABU dan pengaruhnya terhadap laporan keuangan. Paragraf opini (paragraf keempat) berisi frasa yang menyatakan opini tidak wajar. Menurut pendapat kami, karena dampak yang diuraikan dalam paragraf di atas, laporan keuangan yang kami sebut di atas tidak menyajikan secara wajar, sesuai dengan PABU, posisi keuangan 26 13
14 VI. Auditor Tidak Independen Akuntan publik yang tidak independen diharuskan tidak memberi opini (disclaimer). Laporan auditor tidak diberi judul Hanya berisi satu paragraf Kami tidak independen atas Perusahaan XYZ, sehingga neraca tanggal 31 Desember 20xx, laporan laba rugi, laba ditahan, dan arus kas yang berakhir pada periode tersebut tidak kami audit. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut. 27 Summary Type of Report Condition Unqualified Qualified Disclaimer Adverse Limit on audit scope Immaterial Material Highly Material Departure from GAAP Immaterial Material Highly Material Lack of Independence Only report 28 14
BAB 3 LAPORAN AUDIT Laporan Audit Bentuk Baku Judul Laporan Alamat Laporan Audit Paragraf Pendahuluan Paragraf Scope Paragraf Pendapat Nama KAP
BAB 3 LAPORAN AUDIT Laporan merupakan hal yang esensial dalam penugasan audit dan assurance karena laporan berfungsi mengkomunikasikan temuan-temuan auditor. Para pengguna laporan keuangan menyandarkan
SA Seksi 508 LAPORAN AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDITAN. Sumber: PSA No. 29. Lihat SA Seksi 9508 untuk interprestasi Seksi ini PENDAHULUAN
SA Seksi 508 LAPORAN AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDITAN Sumber: PSA No. 29 Lihat SA Seksi 9508 untuk interprestasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan berkaitan
SA Seksi 552 PELAPORAN ATAS LAPORAN KEUANGAN RINGKASAN DAN DATA KEUANGAN PILIHAN. Sumber: PSA No. 53 PENDAHULUAN
SA Seksi 552 PELAPORAN ATAS LAPORAN KEUANGAN RINGKASAN DAN DATA KEUANGAN PILIHAN Sumber: PSA No. 53 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam pelaporan atas dokumen yang dibuat oleh
LAPORAN AUDIT BENTUK BAKU DAN LAPORAN AUDIT TIDAK BAKU
Makalah Auditing LAPORAN AUDIT BENTUK BAKU DAN LAPORAN AUDIT TIDAK BAKU Disusun oleh: KELOMPOK 9 NUR REZEKI ASRIFA SALAM A32112013 SRI ASRIYANI SUMADI A32112024 PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI (PPAk)
BAB II PEMBAHASAN. 2.1 Tipe Opini Auditor. 1. Pendapat wajar tanpa pengecualian
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Tipe Opini Auditor Opini yang terdapat dalam laporan audit sangat penting sekali dalam proses audit atapun proses atestasi lainnya karena opini tersebut merupakan informasi utama
Topik 3 : Laporan Akuntan
Topik 3 : Laporan Akuntan Tujuan : Setelah mempelajari topik ini mahasiswa mampu : 1. Menyebutkan jenis-jenis pendapat akuntan 2. Menyebutkan jenis-jenis laporan akuntan 3. Menjelaskan pertimbangan auditor
AUDIT I AUDIT REPORTS. Afly Yessie, SE, Msi, Ak, CA. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS. Program Studi AKUNTANSI
AUDIT I Modul ke: AUDIT REPORTS Fakultas EKONOMI DAN BISNIS Afly Yessie, SE, Msi, Ak, CA Program Studi AKUNTANSI UNSUR UNSUR LAPORAN AUDIT BENTUK BAKU Judul Laporan. Satndar auditing mewajibkan setiap
LAPORAN AUDI TOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDI TAN
SA Seksi 508 LAPORAN AUDI TOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDI TAN Sumber: PSA No. 29 Lihat SA Seksi 9508 untuk interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan
PERIKATAN AUDIT TAHUN PERTAMA SALDO AWAL
SA Seksi 323 PERIKATAN AUDIT TAHUN PERTAMA SALDO AWAL Sumber: PSA No. 56 PENDAHULUAN 01 Standar pekerjaan lapangan ketiga berbunyi sebagai berikut: Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
JURNAL STIE SEMARANG, VOL 4, NO 2, Edisi Juni 2012 (ISSN : 2252_7826) JENIS-JENIS PENDAPAT AUDITOR (OPINI AUDITOR)
JENIS-JENIS PENDAPAT AUDITOR (OPINI AUDITOR) Sri Wiranti Setiyanti Dosen Tetap Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang Abstraksi Opini audit merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan laporan audit. Opini
LAPORAN KEUANGAN DISUSUN SESUAI DENGAN SUATU BASAIS AKUNTANSI KOMPREHENSIF SELAIN PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM DI INDONESIA
SA Seksi 623 LAPORAN KHUSUS Sumber: PSA No. 41 PENDAHULUAN 01 Seksi ini berlaku untuk laporan auditor yang diterbitkan dalam hubungannya dengan: a. Laporan keuangan yang disusun sesuai dengan basis akuntansi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan globalisasi perekonomian Indonesia pada umumnya menyebabkan peningkatan pesat tuntutan masyarakat atas mutu dan jenis jasa profesi akuntan publik sehingga
BAGIAN AUDIT DILAKSANAKAN OLEH AUDITOR INDEPENDEN LAIN
SA Seksi 543 BAGIAN AUDIT DILAKSANAKAN OLEH AUDITOR INDEPENDEN LAIN Sumber: PSA No. 38 Lihat SA Seksi 9543 untuk Interpretasi Seksi ini. PENDAHULUAN 01 Seksi ini berisi panduan bagi auditor independen
AUDIT LAPORAN KEUANGAN. Pertemuan 3
AUDIT LAPORAN KEUANGAN Pertemuan 3 HUBUNGAN ANTARA AKUNTANSI DAN AUDITING Akuntansi Auditing MANFAAT EKONOMI SUATU AUDIT Akses ke pasar modal Biaya Modal yang Rendah Penangguhan infesiensi dan kecurangan
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualiied Opinion)
Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (PSA 29 SA Seksi 508), ada lima jenis pendapat akuntan yaitu: 1. Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualiied Opinion) Dikatakan pendapat wajar tanpa pengecualian
A. CONTOH LAPORAN AUDIT
A. CONTOH LAPORAN AUDIT 1 2 3 4 5 6 7 7 B. ANALISIS LAPORAN AUDIT PT KIMIA FARMA 1. Alamat Laporan Audit. Laporan ini umumnya ditunjukkan kepada Perusahaan, para Pemegang Saham atau Dewan Direksi Perusahaan
a. Pemisahan tugas yang terbatas; atau b. Dominasi oleh manajemen senior atau pemilik terhadap semua aspek pokok bisnis.
SA Seksi 710 PERTIMBANGAN KHUSUS DALAM AUDIT BISNIS KECIL Sumber : PSA No. 58 PENDAHULUAN 01. Pernyataan Standar Auditing yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia diterapkan dalam audit informasi
KONSISTENSI PENERAPAN PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM DI INDONESIA
SA Seksi 420 KONSISTENSI PENERAPAN PRINSIP AKUNTANSI YANG BERLAKU UMUM DI INDONESIA Sumber: PSA No. 09 PENDAHULUAN 01 Standar pelaporan kedua (disebut di sini sebagai standar konsistensi) berbunyi: Laporan
PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS KEMAMPUAN ENTITAS DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA
SA Seksi 341 PERTIMBANGAN AUDITOR ATAS KEMAMPUAN ENTITAS DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA Sumber: PSA No. 30 Lihat SA Seksi 9341 untuk Interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan
AUDIT LAPORAN KEUANGAN LAPORAN AUDIT & TANGGUNG JAWAB AUDITOR
AUDIT LAPORAN KEUANGAN LAPORAN AUDIT & TANGGUNG JAWAB AUDITOR Perbedaan kepentingan (conflict of interest) Konsekuensi (consequence) Kompleksitas (complexity) Keterbatasan akses (remoteness) Menurut Sofyan
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
EXPOSURE DRAFT PERNYATAAN STANDAR PEMERIKSAAN (PSP) NOMOR : 0.0 TANGGAL : NOPEMBER 00 LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA KOMITE STANDAR PEMERIKSAAN
BAHAN AJAR PEMERIKSAAN AKUNTAN 1. Oleh: Erni Suryandari F, SE., M.Si
BAHAN AJAR PEMERIKSAAN AKUNTAN 1 Oleh: Erni Suryandari F, SE., M.Si FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2016 BAB I PROFESI AKUNTAN PUBLIK Timbul dan Berkembangnya Profesi Akuntan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Opini Audit Laporan audit adalah hasil akhir dari pemeriksaan seorang auditor laporan keuangan kliennya. Di dalam laporan tersebut biasanya terdiri dari
SA Seksi 551 PELAPORAN ATAS INFORMASI YANG MENYERTAI LAPORAN KEUANGAN POKOK DALAM DOKUMEN YANG DISERAHKAN OLEH AUDITOR. Sumber: PSA No.
SA Seksi 551 PELAPORAN ATAS INFORMASI YANG MENYERTAI LAPORAN KEUANGAN POKOK DALAM DOKUMEN YANG DISERAHKAN OLEH AUDITOR Sumber: PSA No. 36 Lihat SA Seksi 9553 untuk Interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. melaksanakan beberapa layanan bagi mereka dengan melakukan. dan dan semata-mata termotivasi oleh kepentingan pribadi.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Landasan Teori Teori agensi, menggambarkan hubungan agensi sebagai suatu kontrak di bawah satu prinsipal atau lebih yang melibatkan agen untuk melaksanakan beberapa layanan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan globalisasi perekonomian Indonesia pada umumnya menyebabkan peningkatan pesat tuntutan masyarakat atas mutu dan jenis jasa profesi akuntan publik sehingga
TANGGUNG JAWAB AUDITOR. by Ely Suhayati SE MSi AK Ari Bramasto SE MSi Ak
TANGGUNG JAWAB AUDITOR by Ely Suhayati SE MSi AK Ari Bramasto SE MSi Ak Tanggung Jawab Auditor vs Tanggung Jawab Manajemen Auditor mempunyai tanggung jawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit. Pekerjaan
(UNQUALIFIED OPINION)
LAPORAN AUDIT Persyaratan Penting 1. Memahami empat standar pelaporan 2. Memahami kata dan kalimat dalam laporan bentuk standar, serta kondisi yang harus dipenuhi untuk menerbitkan laporan bentuk standar.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Agensi Teori agensi merupakan konsep yang menjelaskan hubungan kontraktual antara principals dan agents. Pihak principals adalah pihak yang memberikan
BULETIN TEKNIS NOMOR 01 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
Keputusan BPK RI Nomor : /K/I-XIII./ / Tanggal: September Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia BULETIN TEKNIS NOMOR 0 PELAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH 0 0 0 WTP WDP TW
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Behavioral Decision Theory Behavioral Decision Theory yang mengatakan bahwa seseorang mempunyai keterbatasan pengetahuan dan bertindak hanya berdasarkan persepsinya atas suatu
BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Perusahaan merupakan mesin perekonomian yang sangat berperan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan merupakan mesin perekonomian yang sangat berperan penting di setiap negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 64 Tahun 1999 (dengan diberlakukan Surat
Laporan keuangan bertujuan umum Kerangka bertujuan umum
LAPORAN AUDITOR Definisi Laporan keuangan bertujuan umum : laporan yang disusun berdasarkan suatu kerangka bertujuan umum. Kerangka bertujuan umum : suatu kerangka pelaporan keuangan yang dirancang untuk
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Teoritis 2.1.1. Laporan Keuangan Definisi laporan keuangan menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002 : PSAK par.7) Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Mulyadi (2002:11) auditing adalah :
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis 1. Audit Menurut Mulyadi (2002:11) auditing adalah : Suatu proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. auditee. Ada lima jenis pendapat auditor (IAI,2001), yaitu: 1. pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion),
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pendapat Auditor Penyampaian hasil audit dilakukan secara tertulis dalam bentuk laporan audit mengenai temuan-temuan audit yang ditemukan auditor independen terhadap auditee.
Standar Jasa Akuntansi dan Review memberikan panduan yang berkaitan dengan laporan keuangan entitas nonpublik yang tidak diaudit.
SA Seksi 722 INFORMASI KEUANGAN INTERIM Sumber : PSA No. 73 PENDAHULUAN 01. Seksi ini memberikan pedoman mengenai sifat, saat, dan lingkup prosedur yang harus diterapkan oleh akuntan publik dalam melakukan
SA Seksi 504 PENGAITAN NAMA AUDITOR DENGAN LAPORAN KEUANGAN. Sumber: PSA No. 52 PENDAHULUAN. 01 Standar pelaporan keempat berbunyai sebagai berikut:
SA Seksi 504 PENGAITAN NAMA AUDITOR DENGAN LAPORAN KEUANGAN Sumber: PSA No. 52 PENDAHULUAN 01 Standar pelaporan keempat berbunyai sebagai berikut: Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat
BAB II LANDASAN TEORITIS. perusahaan adalah ciri khas atau sifat yang melekat dalam suatu entitas usaha.
BAB II LANDASAN TEORITIS A. TEORI-TEORI 1. Pengertian dan Karakteristik Auditee Menurut Shidarta dan Christanti dalam Nurliana Safitri (2008) karakteristik perusahaan adalah ciri khas atau sifat yang melekat
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep, Konstruk, Variabel Penelitian 2.1.1 Pengertian Auditing Menurut Mulyadi (2002) auditing adalah: Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara
BAB I PENDAHULUAN. untuk memeriksa laporan keuangan dan menemukan kesalahan atau. adanya indikasi manajemen laba yang dilakukan oleh pihak manajemen
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Audit atas laporan keuangan harus dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen. Auditor independen adalah akuntan publik bersertifikat yang melaksanakan audit
1. LAPORAN AUDITOR BENTUK BAKU BERBAHASA INGGRIS UNTUK KEPENTINGAN EMISI EFEK YANG DICATATKAN DI PASAR MODAL LUAR NEGERI
SA Seksi 9508 LAPORAN AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN AUDITAN: INTERPRETASI SEKSI 508 1. LAPORAN AUDITOR BENTUK BAKU BERBAHASA INGGRIS UNTUK KEPENTINGAN EMISI EFEK YANG DICATATKAN DI PASAR MODAL LUAR NEGERI
BAB II LANDASAN TEORI. karena akuntan publik sebagai pihak yang ahli dan independen pada akhir
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Auditing Auditing memberikan nilai tambah bagi laporan keuangan perusahaan, karena akuntan publik sebagai pihak yang ahli dan independen pada akhir pemeriksaannya akan
SURAT PERIKATAN AUDIT
SA Seksi 320 SURAT PERIKATAN AUDIT Sumber: PSA No. 55 Lihat Seksi 9320 untuk Interpretasi Seksi ini PENDAHULUAN 01 Tujuan Seksi ini adalah untuk memberikan panduan tentang: a. Persetujuan dengan klien
REPRESENTASI MANAJEMEN
SA Seksi 333 REPRESENTASI MANAJEMEN Sumber: PSA No. 17 PENDAHULUAN 01 Seksi ini mensyaratkan auditor untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. memberi mandat kepada pihak lain, yaitu agen. Agen disini melakukan semua
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori Teori Keagenan (Agency Theory) Teori keagenan merupakan suatu konsep yang menjelaskan hubungan antara principal dan agen yang pertama kali dikemukakan oleh Jensen
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Auditing Menurut Alvin A. arens dan james K. Loebbecke (2003,1) pengertian auditing adalah sebagai berikut : Auditing adalah merupakan akumulasi dan evaluasi bukti
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Perhatian utama masyarakat pada sektor publik atau pemerintahan adalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perhatian utama masyarakat pada sektor publik atau pemerintahan adalah mengenai tata kelola keuangan negara. Pemerintah dituntut untuk menciptakan tata kelola
Tabel 4.6.f Uji Validitas Setuju dengan Penyimpangan dari standar akuntansi yang berlaku yang Mendorong Akuntan Publik Memberikan Pendapat Selain
DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Hubungan Antara Asersi Manajemen dengan Tujuan Umum Audit... 21 Tabel 3.1 Instrumen untuk Mengukur Variabel Penelitian... 60 Tabel 4.1 Data Penyebaran Kuesioner... 69 Tabel 4.2 Komposisi
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS. dan kejadian-kejadian ekonomi secara objektif untuk menentukkan tingkat
BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS II.1. Audit Pengauditan adalah suatu proses sistimatis untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti yang berhubungan dengan asersi tentang tindakan-tindakan
BAB I PENDAHULUAN. dianggap memberikan informasi yang salah. (going concern). Auditor perlu memberikan suatu pernyataan mengenai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Banyaknya kasus manipulasi data keuangan yang dilakukan oleh perusahaan besar seperti Enron, Worlcom, Xerox dan lain-lain yang pada akhirnya bangkrut, menyebabkan
PENDAPAT AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
PENDAPAT AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA Antonius Herusetya 1 ABSTRACT Reports are essentials to audit and assurance engagements because they communicate
SA Seksi 435 PELAPORAN AUDITOR ATAS INFORMASI SEGMEN. Sumber: PSA No. 40 PENDAHULUAN
SA Seksi 435 PELAPORAN AUDITOR ATAS INFORMASI SEGMEN Sumber: PSA No. 40 PENDAHULUAN 01 Perusahaan yang beroperasi di berbagai industri, atau di berbagai negara, atau yang memiliki pelanggan besar diwajibkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Dalam menghadapi era globalisasi yang menuju pada era perdagangan bebas, perusahaan kecil dituntut untuk terus berkembang. Namun dalam mengembangkan usahanya tersebut,
REPRESENTASI MANAJEMEN
SA Seksi 333 REPRESENTASI MANAJEMEN Sumber: PSA No. 17 PENDAHULUAN 01 Seksi ini mensyaratkan auditor untuk memperoleh representasi tertulis dari manajemen sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. telah dilakukan oleh Warnida (2012), Yaitu faktot faktor yang mempengaruhi
10 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan teori 2.1.1 Teori Keagenan (Agency Theory) Penelitian yang akan dilakukan kali ini mengacu pada penelitian yang telah dilakukan oleh Warnida (2012), Yaitu faktot
BAB II LANDASAN TEORI. Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian audit.
BAB II LANDASAN TEORI II.1. Audit II.1.1 Pengertian Audit Ada beberapa pendapat dari para ahli mengenai pengertian audit. William F. Messier, Steven M. Glover dan Douglas F. Prawitt yang diterjemahkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
9 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Teori Agensi Kajian teori agensi pada penelitian opini audit going concern. principal (pemilik) mendelegasikan pembuatan keputusan mengenai perusahaan
PELAPORAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI
PELAPORAN PROSEDUR YANG DISEPAKATI Laporan praktisi tentang prosedur yang disepakati yang berkaitan dengan asersi manajemen tentang kepatuhan entitas terhadap persyaratan tertentu atau tentang efektivitas
BAB I PENDAHULUAN. bertujuan untuk dapat survive melainkan harus mampu memiliki keunggulan bersaing
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Persaingan global pada saat ini mengharuskan perusahaan berfikir tidak hanya bertujuan untuk dapat survive melainkan harus mampu memiliki keunggulan bersaing
RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT
SA Seksi 312 RISIKO AUDIT DAN MATERIALITAS DALAM PELAKSANAAN AUDIT Sumber: PSA No. 25 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor dalam mempertimbangkan risiko dan materialitas pada saat perencanaan
Standar Audit (SA) 700. Perumusan suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan
(SA) 00 Perumusan suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan SA Paket 00.indb //0 ::0 AM STANDAR AUDIT 00 PERUMUSAN SUATU OPINI DAN PELAPORAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Berlaku efektif untuk audit atas
BAB II LANDASAN TEORI
BAB II LANDASAN TEORI A. Reviu Laporan Keuangan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara menyatakan bahwa menteri/pimpinan lembaga sebagai pengguna anggaran/pengguna barang kementerian
Standar Audit SA 800. Pertimbangan Khusus Audit atas Laporan Keuangan yang Disusun Sesuai dengan Kerangka Bertujuan Khusus
SA 00 Pertimbangan Khusus Audit atas Laporan Keuangan yang Disusun Sesuai dengan Kerangka Bertujuan Khusus SA Paket 00.indb //0 :: AM STANDAR AUDIT 00 PERTIMBANGAN KHUSUS AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN YANG
SA Seksi 534 PELAPORAN ATAS LAPORAN KEUANGAN YANG DISUSUN UNTUK DIGUNAKAN DI NEGARA LAIN. Sumber: PSA No. 71 PENDAHULUAN
SA Seksi 534 PELAPORAN ATAS LAPORAN KEUANGAN YANG DISUSUN UNTUK DIGUNAKAN DI NEGARA LAIN Sumber: PSA No. 71 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi auditor independen yang berpraktik di Indonesia
SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH. Sumber: PSA No.
SA Seksi 801 AUDIT KEPATUHAN YANG DITERAPKAN ATAS ENTITAS PEMERINTAHAN DAN PENERIMA LAIN BANTUAN KEUANGAN PEMERINTAH Sumber: PSA No. 62 PENDAHULUAN KETERTERAPAN 01 Seksi ini berisi standar untuk pengujian
KOMPILASI DAN RE VIEW ATAS LAPO RAN KEUAN GAN
Kompilasi dan Review atas Laporan Keuangan SAR Seksi 100 KOMPILASI DAN RE VIEW ATAS LAPO RAN KEUAN GAN Sumber: PSAR No. 01 PENDAHULUAN 01 Seksi ini mendefinisikan kompilasi laporan keuangan dan review
SURAT UNTUK PENJAMIN EMISI DAN PIHAK TERTENTU LAIN YANG MEMINTA
SA Seksi 634 SURAT UNTUK PENJAMIN EMISI DAN PIHAK TERTENTU LAIN YANG MEMINTA Sumber: PSA No. 54 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan bagi akuntan dalam melaksanakan dan melaporkan hasil perikatan
Tanggapan Atas Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan
Edisi : VII/Juli 2009 Tanggapan Atas Exposure Draft PSAK 1 (Revisi 2009) tentang Penyajian Laporan Keuangan Oleh: Rian Ardhi Redhite Beny Kurniawan Keduanya Auditor pada KAP Syarief Basir & Rekan Pada
TANGGUNGJAWAB AUDITOR UNTUK MEMPERTIMBANGKAN KEMAMPUAN SATUAN USAHA DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA
ISSN 1411-0393 TANGGUNGJAWAB AUDITOR UNTUK MEMPERTIMBANGKAN KEMAMPUAN SATUAN USAHA DALAM MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPNYA Bambang Suryono *) ABSTRAK Standar Auditing Seksi 341 (dalam S tandar Profesional
BAB I PENDAHULUAN. Institusi keuangan telah menjadi financial supermarket dengan jaringan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Institusi keuangan telah menjadi financial supermarket dengan jaringan global. Bersamaan dengan kemampuan mereka menciptakan dan menawarkan seluruh rentang instrument
KOMUNIKASI MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN INTERN YANG DITEMUKAN DALAM SUATU AUDIT
SA Seksi 325 KOMUNIKASI MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGENDALIAN INTERN YANG DITEMUKAN DALAM SUATU AUDIT Sumber: PSA No. 35 PENDAHULUAN 01 Seksi ini memberikan panduan untuk mengidentifikasi dan melaporkan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dari variabel-variabel yang terdapat di dalam penelitian ini.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori Dalam landasan teori ini dijelaskan mengenai teori yang mendasari atau mendukung perumusan hipotesis dalam penelitian ini, selain itu juga deskripsi dari variabel-variabel
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mempengaruhi audit delay diantaranya adalah hasil yang penelitian yang
A. Review Penelitian Terdahulu. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Beberapa hasil penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay diantaranya adalah hasil yang penelitian yang dilakukan
BAB I PENDAHULUAN. yang akurat dan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan. Laporan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Salah satu manfaat dari jasa akuntan publik adalah memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya untuk pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang telah di
