PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK)"

Transkripsi

1 PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ushuluddin Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I) Oleh: MI ROJI NIM: PROGRAM STUDI TAFSIR HADIS FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H./2011 M.

2 PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL-QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK) Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ushuluddin Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I.) Oleh: MI ROJI NIM: Pembimbing Dr. M. Suryadinata, M.A PROGRAM STUDI TAFSIR HADIS FAKULTAS USHULUDDIN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1432 H./2011 M.

3 PENGESAHAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL- QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK) telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 29 September Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I) pada Program Studi Tafsir-Hadis. Jakarta, 29 September 2011 Sidang Munaqasyah Ketua Sekretaris Dr. M. Suryadinata, M.A NIP: Muslim, S.Th.I Anggota, Dr. Mafri Amir, M.A NIP: Dr. Bustamin, M.Si NIP:

4 LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan : 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan sesuai ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika di kemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ciputat, 13 September 2011 Mi roji

5 PEDOMAN TRANSLITERASI 1 Konsonan Huruf Arab Huruf Latin Keterangan ا Tidak dilambangkan ب b Be ت t Be ث ts te dan es ج j Je ح h h dengan garis bawah خ kh ka dan ha د d da ذ dz de dan zet ر r Er ز z Zet س s Es ش sy es dan ye ص s es dengan garis bawah ض d de dengan garis bawah ط t te dengan garis bawah ظ z zet dengan garis bawah ع koma terbalik keatas, menghadap ke kanan غ gh ge dan ha 1 Pedoman ini disesuaikan dengan pedoman akademik fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tahun 2006/2007, hal i

6 ف f ef ق q Ki ك k Ka ل l el م m Em ن n En و w We ھ h Ha ء Apostrof ي y Ye Vokal Vokal dalam bahasa Arab, seperti bahasa Indonesia, terdiri dari vokal tunggal atau monoftong dan vokal rangkap atau diftong. Untuk vokal tunggal alih aksaranya adalah sebai beeriku: Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan A Fathah I Kasrah U Dammah Adapun untuk vokal rangkap, ketentuan alih aksaranya sebagai berikut: Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan ai a dan i ي ii

7 و au a dan u Vokal Panjang (Madd) Ketentuan alih aksara vokal panjang (Madd), yang dalam bahasa Arab dilambangkan dengan harakat dan huruf, adalah sebagai berikut: Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan ا Â a dengan topi di atas ي Î i dengan topi di atas و Û u dengan topi di atas Kata Sandang Kata sandang, yang dalam sistem aksara Arab dilambangkan dengan huruf, yaitu alif dan lam, dialih aksarakan menjadi huruf /l/, baik diikuti oleh huruf syamsyiah maupun qamariyah. Contoh: al-rijâl bukan ar-rijâl, al-dîwân bukan ad-dîwân. Syaddah (Tashdid) Syaddah atau tasydid yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda, dalam alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan menggandakan huruf yang diberi tanda syaddah itu. Akan tetapi, hal ini tidak berlaku jika huruf yang menerima tanda syaddah itu terletak setelah kaata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyyah. Misalnya yang secaraa lisan berbunyi ad-daruurah, tidak ditulis ad-darûrah, melainkan al-darûrah, demikian seterusnya. iii

8 Ta Marbûtah Berkaitan dengan alih aksara ini, jika huruf ta marbûtah terdapat pada kata yang berdiri sendiri, maka huruf tersebut dialihaksarakan manjadi huruf /h/ (lihat contoh 1 di bawah). Hal yang sama juga berlaku jika ta marbûtah tersebut diikuti oleh kata sifat (na t) (lihat contoh 2). Akan tetapi, jika huruf ta marbûtah tersebut diikuti oleh kata benda (isim), maka huruf tersebutdialihaksarakan menjadi huruf /t/ (lihat contoh 3). Contoh: no Kata Arab Alih aksara 1 طریقة tarîqah 2 الجامعة الا سلامیة al-jâmî ah al-islâmiyyah 3 وحدة الوجود wahdat al-wujûd Huruf Kapital Meskipun dalam tulisan Arab huruf capital tidak dikenal, dalam alih aksara ini huruf capital tersebut juga digunakan, dengan memiliki ketentuan yang berlaku dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, antara lain yang menuliskan kalimat, huruf awal nama tempat nama bulan, nama diri, dan lain-lain. Penting diperhatikan, jika nama didahului oleh kata sandang, maka yang ditulis dengan huruf capital tetap huruf awal nama diri tersebut, bukan huruf awal atau kata sandangnya. Contoh: Abû Hâmid al-ghazâli bukan Abû Hamid Al- Ghazâli, al-kindi bukan Al-Kindi. iv

9 ABSTRAK Mi roji Prinsip-Prinsip Pendidikan Menurut Al-Qur an (Sebuah Kajian Tafsir Tematik) Masalah pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan manusia seutuhnya, karena kemampuan, kecerdasan dan kepribadian suatu bangsa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan yang ada sekarang ini. Bahkan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa banyak ditentukan oleh pendidikannya. Seiring berjalannya waktu, terjadi problem-problem yang mengiringi proses pendidikan. Salah satu problem dalam dunia pendidikan adalah dichotomy dalam ilmu, yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Akibat dari dichotomy ilmu tersebut memunculkan pandangan yang tidak seimbang antara keduanya, ada yang lebih mengutamakan ilmu agama dan terdapat pula yang lebih mementingkan ilmu umum, hasilnya lahir kepribadian-kepribadian yang kurang utuh pada hakikatnya. Al-qur an sebagai kitab petunjuk telah memberikan arahan-arahannya kepada manusia dalam segala aspek dalam kehidupan ini, tidak terkecuali petunjuknya dalam hal dunia pendidikan. Oleh karenanya, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan yang terdapat dalam al-qur an dengan menggunakan pendekatan metode tafsir maudhu i yang di jelaskan secara deskriptif analitis dan didukung oleh data-data baik yang bersifat primer maupun sekunder. Setelah mengadakan penelitian, penulis menemukan prinsip-prinsip yang ditawarkan al-qur an dalam pendidikan, yaitu : Tauhid, Rasulullah SAW telah menjelaskan bahwa setiap anak lahir diatas fitrah aqidah tauhid dan condong terfitrah mengenal penciptanya yang mengadakan sesuatu dari tidak ada menjadi wujud, tidak menyekutukannya dan tidak menyembah kepada selainnya. Maka pendidikan harus mampu menanamkan nilai-nilai tauhid pada peserta didiknya. Tauhid sebgagai prinsip pendidikan berilmplikasi pada: 1. Tauhid Membentuk Kepribadian Utuh. 2. Tauhid Membentuk Kepribadian Terbuka. 3. Tauhid Membentuk Kepribadian Berani. 4. Tauhid Membentuk Kepribadian Bebas. 5. Tauhid Membentuk Kepribadian Optimis v

10 KATA PENGANTAR Segala puji hanya milik Allah SWT., yang dengan pertolongan-nya penelitian berjudul PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN MENURUT AL- QUR AN (SEBUAH KAJIAN TAFSIR TEMATIK) ini dapat selesai, demikian juga salawat serta salam semoga tercurahkan untuk Rasulullah SAW. Sebagai sebuah karya tulis, penulis menyadari masih terdapat kekurangan atau mungkin kesalahan dalam penulisan skripsi ini. atas semua kekurangan dan kesalahan, penulis menganggap hal tersebut sebagai proses yang harus dilalui untuk menjadi lebih baik. Oleh karenanya, penulis haturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan skripsi ini, semoga Allah SWT membalas kebaikan semua pihak dengan berlipat ganda. Atas segala bantuan tersebut, penulis sampaikan banyak terima kasih; khususnya kepada: 1. Segenap civitas Akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor), Prof. Dr. Zainun Kamal, MA (Dekan Fakultas Ushuluddin), Dr. Bustamin, M.Si (Ketua Jurusan Tafsir-Hadis) dan Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA (Sekjur Tafsir-Hadis). 2. Dr. M. Suryadinata, M.A, selaku pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktunya di tengah-tengah kesibukan beliau untuk membantu, membimbing, dan mengarahkan penulisan skripsi ini. 3. Segenap dosen Fakultas Ushuluddin, khususnya dosen-dosen di jurusan Tafsir-Hadis yang telah banyak berbagi ilmu kepada penulis, sehingga berkat berkat merekalah penulis mendapatkan setetes ilmu pengetahuan. vi

11 4. Staf Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perpustakaan Ushuluddin dan Perpustakaan Tarbiyah yang telah memberikan pelayanan dalam memberikan literatur kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. 5. Kedua orang tua penulis yang selalu memberikan motivasi, bimbingan, pendidikan, dan pengajaran, serta senantiasa mendoakan penulis untuk mencapai kesuksesan di masa depan. 6. Kakang, teteh dan adik penulis yang selalu setia memberi semangat penulis dalam menyelesaikan studi. 7. Teman-teman penulis di manapun berada yang telah memberikan semangat dan motivasi dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini. 8. Terakhir, untuk seluruh pihak yang telah membantu penulis baik secara langsung atau tidak dalam penulisan skripsi. Ciputat, 13 September 2011 Penulis, vii

12 DAFTAR ISI PEDOMAN TRANSLITERASI i ABSTRAK...v KATA PENGANTAR...vi DAFTAR ISI...viii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pembatasan dan Perumusan Masalah C. Tujuan Penelitian 7 D. Tinjauan Pustaka E. Metodologi Penelitian F. Sistematika Penulisan.10 BAB II KERANGKA TEORI A. Pengertian Pendidikan...12 B. Visi dan Misi Pendidikan...18 C. Tujuan Pendidikan...20 D. Prinsip Pendidikan menurut tokoh pendidikan...23 BAB III WAWASAN AL-QUR AN TENTANG PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN A. Tauhid Sebagai Prinsip Pendidikan...26 B. Pengertian Tauhid...26 C. Tauhid dalam al-qur an...27 viii

13 D. Implikasi Tauhid dalam Pembentukan Kepribadian Muslim...36 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan...49 B. Saran-Saran...50 DAFTAR PUSTAKA...51 ix

14 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan manusia seutuhnya, karena kemampuan, kecerdasan dan kepribadian suatu bangsa yang akan datang banyak ditentukan oleh pendidikan yang ada sekarang ini. Bahkan kemajuan suatu masyarakat atau bangsa banyak ditentukan oleh pendidikannya. Dengan demikian, maka problema pendidikan bagi setiap bangsa dan negara akan senantiasa up to date sepanjang masa selama masih terdapat manusia di dalamnya. Itulah sebabnya, maka pendidikan selain kunci kemajuan, juga merupakan suatu tantangan bagi setiap bangsa. Pendidikan merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh setiap negara, khususnya negara yang baru berkembang dan negara terbelakang. Termasuk Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan negara-negara Islam masih sangat penting menghadapi masalah pendidikan. Khursid Ahmad mengemukakan bahwa : Diantara persoalan-persoalan yang dihadapi Dunia Islam pada masa kini, persoalan pendidikan adalah tantangan yang paling berat. Masa depan Dunia Islam akan tergantung kepada bagaimana Dunia Islam itu menanggapi tantangan ini. 1 bahwa : Lebih lanjut, ada suatu ungkapan Azyumardi Azra yang menyatakan Kini sudah tiba saatnya umat Islam melakukan penataan kembali terhadap usaha-usaha pendidikan yang dilakukannya sejalan dengan tuntutan era global dengan berbasiskan pada al-qur an. Rumusan konsep pendidikan yang 1 Salihun A. Nasir, Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja (Jakarta: Kalam Mulia, 2002), h. 17 1

15 2 berdasarkan perspektif al-qur an sudah waktunya untuk disusun. Tugas dan tanggung jawab pendidik dalam melahirkan manusia yang cerdas, berakhlak mulia, unggul dalam ilmu, cakap dalam keterampilan, dan ramah dalam pergaulan sudah waktunya untuk dilakukan. Karena manusia-manusia yang demikian itulah yang diperlukan di era global saat ini, dan manusia itu pula yang dikehendaki oleh al-qur an. 2 Masalah pedidikan merupakan urgensi pertama bagi perkembangan masyarakat. Dengan ungkapan yang lebih gagah, pendidikan adalah penentu hari depan bangsa dan negara. Makato Aso dan Iku Amono menjelaskan bahwa pembaharuan yang menyeluruh di Jepang adalah karena investasi pendidikan. John Vaizey juga menjelaskan bahwa kemajuan Jerman setelah Perang Dunia II adalah berkat investasi sistem pendidikan. Demikian juga di negara-negara maju lainnya seperti Amerika Serikat dan Rusia. 3 Oleh karena itu, Pendidikan memiliki peranan amat penting bagi ikhtiar pembangunan sumberdaya manusia yang berkualitas, yang ditandai oleh adanya peningkatan kecerdasan, pengetahuan, dan keterampilan. Karena itu pendidikan menjadi sangat strategis bagi upaya-upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Secara teoritis maupun secara empiris terbukti bahwa melalui pendidikan bisa dicapai perbaikan derajat kesejahteraan dan pengurangan angka kemiskinan. Pendidikan juga berakibat pada terbukanya berbagai pilihan dan kesempatan mengembangkan diri di masa depan. Dengan demikian, secara umum pendidikan mempunyai peranan amat sentral dalam mendorong individu dan masyarakat untuk mencapai kemajuan pada semua aspek kehidupan. 4 2 Abudin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur an (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), h. viii 3 Salihun A. Nasir, Peranan Pendidikan Agama Terhadap Pemecahan Problema Remaja, h Mutammam, Mengembangkan Tingkat Kualitas Pendidikan Dasar: Sebuah Analisis Pnedidikan Sebagai Investasi (Yogyakarta: Gama Media, 2007), h. 189.

16 3 Dewasa ini, adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang sangat pesat, serta adanya tuntutan kebutuhan hidup yang relatif tinggi telah membawa impact pada dinamika perubahan yang sangat drastis terhadap seluruh aspek dan sendi kehidupan manusia. Akibatnya terjadi lompatan-lompatan yang signifikan dan menunjukkan pada eskalasi yang tinggi akan perkembangan peradaban manusia di muka bumi ini. Impact yang menyertai kemajuan IPTEK dan kebutuhan tiap manusia tersebut di satu sisi telah membawa manusia pada kondisi dan situasi yang diuntungkan, namun ternyata di fihak lain telah membawa negative impact terhadap mindset dan life style manusia itu sendiri, sehingga tidak hanya bersinggungan dengan permasalahan dataran pribadi tiap individu, melainkan merambah pada sebuah problematika bangsa yang cukup serius dalam berbagai aspek kehidupan. Berbagai masalah yang dapat diugkapkan di sini misalnya masih merajalelanya kenakalan remaja atau peserta didik, ilegal loging, maraknya kejahatan, aborsi, narkoba, amoral oleh pendidik ataupun pejabat, anarkhisme, radikalisme, bahkan budaya korupsi yang sampai sekarang belum bisa diminimalisir secara baik. 5 Berbagai problem bangsa tersebut tentunya tidak begitu saja bisa hilang secara sendirinya, atau hanya merupakan tanggung jawab aparat pemerintah dan elemen tertentu, namun harus dipikul secara bersama oleh seluruh elemen bangsa ini tak terkecuali Islam. Untuk mengatasai permaslahan-permasalahan tersebut diperlukan pendekatan yang benar-benar efektif dan efsien agar memperoleh hasil dan solusi yang tepat. Islam bisa memberikan sumbangsihnya yang konstruktif 5 Imam Maksum, Pendidikan Islam dan Globalisasi (Reaktualisasi Tujuan Pendidikan Islam Sebagai Upaya Meminimalisir Problematika Bangsa) (Tulung Agung: Sumenang Kediri, 2009), h. 199.

17 4 melalui perspektif pendidikannya. Pendidikan inilah yang dirasa cukup ampuh dalam memberikan jurus sebagai sebuah solusi oleh semua elemen masyaakat. Pendidikan dengan seluruh sistem yang mendukungnya akan memberikan andil besar dalam membangun karakter dan kepribadian individu, masyarakat, bahkan bangsa yang lebih mencerahkan manusia dan peradaban yang gemilang. 6 Salah satu di antara problem-probem yang mewarnai dunia pendidikan Islam adalah terjadi dichotomy dalam beberapa aspek yaitu; antara Ilmu Agama dengan Ilmu Umum, antara Wahyu dengan Akal serta antara Wahyu dengan Alam. Pandangan yang dikotomis tersebut pada giliran selanjutnya dikembangkan dalam melihat dan memandang aspek kehidupan dunia dan akhirat, kehidupan jasmani dan rohani sehingga pendidikan Islam hanya diletakkan pada aspek kehidupan akhirat saja atau kehidupan rohani saja. Munculnya masalah dikhotomi dengan segala perdebatannya telah berlangsung sejak lama. Boleh dibilang gejala ini sudah mulai tampak pada masamasa pertengahan. Pada periode pertengahan, lembaga pendidikan Islam (terutama Madrasah sebagai pendidikan tinggi) tidak pernah menjadi universitas yang difungsikan semata-mata untuk mengembangkan tradisi penyelidikan bebas berdasarkan nalar. Ia banyak diabdikan kepada ilmu-ilmu agama dengan penekanan pada fiqh, tafsir dan hadist. Sementara ilmu-ilmu non agama (keduniaan), terutama ilmu-ilmu alam dan eksakta sebagai akar pengembangan sains dan teknologi, sejak awal perkembangan Madrasah dan al-jami ah sudah berada dalam posisi marginal. 6 Imam Maksum, Pendidikan Islam dan Globalisasi (Reaktualisasi Tujuan Pendidikan Islam Sebagai Upaya Meminimalisir Problematika Bangsa), h. 200.

18 5 Islam tidak pernah membedakan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu umum (keduniaan), dan/atau tidak berpandangan dikotomis mengenai ilmu pengetahuan. Namun demikian, dalam realitas sejarahnya justru supremasi lebih diberikan pada ilmu-ilmu agama sebagai jalan tol untuk menuju Tuhan. Untuk itu dikhotomi dalam pendidikan Islam perlu dihapuskan, sebab dengan menerima prinsip ini, maka pendidikan Islam hanya akan melahirkan manusia-manusia Muslim yang terpecah kepribadiannya, di masjid atau di langgar mereka bersikap alim, sementara di pasar, di pabrik dan di masyarakat luas mereka tampil sebagai orang asing yang tidak punya orientasi moral, kepedulian social, kasih sayang, kejujuran dan tanggung jawab. Manusia hidup di bumi berfungsi sebagai khalîfah dan âbid, hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, melainkan harus dicapai secara simultan. Oleh karena itu, pendidikan harus berusaha menyeimbangkan dan menyelaraskan kehidupan baik material maupun spiritual, individu maupun sosial, pengetahuan dan moral yang terintegrasi dalam kerangka yang utuh, sehingga tercapai keseimbangan hidup antara dunia dan akhirat. Allah berfirman: 77. Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)

19 6 bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al-Qashas : 77) Oleh karena, itu ajaran Islam tidak mengenal antara ilmu agama dan ilmu umum. Dalam arti, tidak ada pandangan dikotomis mengenai ilmu pengetahuan. Kedua ilmu tersebut harus dimiliki secara integral, agar fungsi khalîfah dan âbid, tadi terlaksana dengan maksimal. 7 Dari berbagai penjelasan di atas, mengenai arti pentingnya suatu pendidikan dan problematika yang mewarnainya, maka penelitian mengenai Prinsip-Prisip Pendidikan Menurut Al-Qur an sangatlah relevan untuk diteliti lebih dalam lagi. berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk menyusun sebuah skripsi dengan mengangkat judul Prinsip-Prinsip Pendidikan Menurut Al- Qur an (Sebuah Kajian Tafsir Tematik). B. Pembatasan Dan Perumusan Masalah Berdasarkan uraian dalam latar belakang masalah di atas, penelitian akan diarahkan kepada masalah prinsip pendidikan menurut al-qur an. Oleh karena itu, masalah pokok penelitian ini adalah bagaimana prinsip pendidikan menurut alqur an. Agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru dalam memahami judul ini, ada baiknya dijelaskan terlebih dahulu maksud dari prinsip dalam judul ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata "prinsip" mempunyai pengertian dasar, asas yang menjadi pokok atau landasan berpikir. 8 Masalah pokok yang telah dirumuskan, akan membatasi permasalahan yang berkaitan dengan penelitian ini. Dengan demikian, penelitian terutama yang 7 M. Zainudin, Paradigma Pendidikan Terpadu, h Tim redaksi, Ensiklopedi Indonesia, (Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve, 1984), h. 2772

20 7 berkaitan dengan pencarian data yang diperlukan, akan lebih terarah, sehingga ada relevansi antara data dengan permasalahan penelitian yang dilakukan. Secara lebih spesifik, perumusan masalah ini adalah : Bagaimanakah Prinsip-Prinsip Pendidikan Menurut Al-Qur an?. C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dan Manfaat Penelitian skripsi ini yaitu : 1. Mengungkapkan pendapat tokoh pendidikan, kemudian mendeskripsikan ayat-ayat al-qur an yang mengandung prinsipprinsip pendidikan. 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam menigkatkan wawasan dan Khazanah keilmuan, khususnya dalam memahami prinsip-prinsip pendidikan menurut al-qur an. 3. Guna melengkapi salah satu persyaratan pada program S1 Fakultas Ushuluddin program studi Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam meraih gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I.) D. Tinjauan Pustaka Dari hasil penelusuran Penulis mengenai Prinsip-Prinsip Pendidikan Menurut Al-Qur an: Sebuah Kajian Tafsir Tematik, penulis menemukan skripsi dan buku yang berjudul sebagai berikut:

21 8 1. Prinsip-Prinsip Pendidikan di balik proses pengangkatan Adam Alaihissalam sebagai khalîfah : kajian surat al-baqarah ayat: Titik fokus skripsi ini adalah mengkaji isi kandungan QS. Al- Baqarah ayat tentang Prinsip-Prinsip Pendidikan yang terkandung di balik proses pengangkatan Adam Alaihissalam sebagai khalîfah. 2. Dasar-Dasar Pendidikan akhlak dalam al-qur an: Kajian Tafsir Surat al-a raf ayat Skripsi ini menjelaskan kandungan QS. Al-A raf ayat tentang dasar-dasar pendidikan akhlak. 3. Prinsip dan Metode Pendidikan Islam. 11 Buku ini menjelaskan tentang prinsip dan metode pendidikan dalam Islam yang ditujukan untuk mencoba menggali paradigma baru pendidikan yang memanusiakan manusia, yang direfleksikan oleh ajaran Islam melalui renugan sejumlah ilmuan muslim terkemuka dan juga sejumlah filosof eksistensialis barat. 4. Dasar-Dasar Pokok Pendidikan Islam. 12 Buku ini menjelaskan tentanng posisi Islam mengenai ilmu, pendidikan dan pengajaran beradasrkan al-qur an dan Hadis, dan 9 Samsul Bahri, Prinsip-Prinsip Pendidikan di balik proses pengangkatan Adam Alaihissalam sebagai khalîfah : kajian surat al-baqarah ayat: (Skripsi S 1 Fakultas Tarbiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2003) 10 Asep Tali Rohimat, Dasar-Dasar Pendidikan akhlak dalam al-qur an: Kajian Tafsir Surat al-a raf ayat (Skripsi S 1 Fakultas Tarbiyah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2004) 11 Bayraktar Bayrakli, Prinsip dan Metode Pendidikan Islam (Jakarta: Lantabora Press, 2005) 12 Muhammad Athiyah al-abrasyi, Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam. (Yogyakarta: Titipan Ilahi Press, 1996.)

22 9 menjelaskan pula fungsi masjid, institut, perpustakaan, seminar-seminar, dan gedung-gedung pertemuan dalam dunia pendidikan Islam sejak dari zaman keemasannya sampai kezaman kita sekarang ini. 5. Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur an. 13 Buku ini berisi kajian terhadap ayat-ayat al-qur an yang berkaitan dengan pendidikan, yaitu menjeaskan tentang visi, misi, tujuan, guru, murid, proses belajar mengajar, biaya, sarana prasarana, lingkungan, manajemen, dan lain sebagainya yang dijelaskan dengan menggunakan ayat-ayat al-qur an yang ditafsirkan oleh ayat lainnya, al-hadis dan pendapat para ulama. Dari hasil penelusuran yang dilakukan penulis, penulis tidak menemukan kajian yang serupa dengan judul penelitian ini. Maka panelitian ini patut untuk dilakukan untuk menambah wawasan dan Khazanah keilmuan, khususnya dalam memahami prinsip-prinsip pendidikan menurut al-qur an E. Metodologi Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data Agar penelitian ini sesuai dengan yang diharapkan, maka teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penelitian pustaka (Library Research), yaitu dengan mengkaji literatur-literatur yang berkaitan dengan topik yang dibahas. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Al-Qur an, Hadits Nabi dan karya-karya yang ditulis oleh para pakar pendidikan yang dapat mendukung pembahasan ini. 2005) 13 Abudin Nata, Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur an. (Jakarta: UIN Jakarta Press,

23 10 2. Teknik Analisis Data Setelah penulis memperoleh data dari berbagai sumber sebagaimana yang tersebut di atas, maka penulis melakukan pengolahan data secara deskriptif-analitik dengan mengumpulkan data yang signifikan dengan pokok permasalahan yang diteliti dengan menggunakan metode tafsir maudlu i tentang istilah yang berkaitan dengan prinsip pendidikan. Analisis yang dilakukan adalah pendapat para tokoh pendidikan tentang prinsip pendidikan yang dihubungkan dengan ayat-ayat Al-Qur an. Sebagai pedoman penulisan skripsi ini, penulis menggunakan Pedoman Penulisan Karya Ilmiyah (Skripsi, Tesis dan Desertasi), yang diterbitkan oleh CeQDA, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tahun F. Sistematika Penulisan Dalam penulisan Skripsi ini penulis membaginya dalam empat bab, dimana setiap babnya mempunyai spesifikasi dan penekanan mengenai topik tertentu, yaitu : Bab pertama pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah yang menjadi pokok dalam skripsi ini, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian, tinjauan pustaka, metodologi peneltian dan sistematika penulisan. Bab kedua merupakan pembahasan mengenai kerangka teori yang meliputi pengertian, Visi Misi, tujuan pendidikan dan pendapat tokoh mengenai prinsip prndidikan. Bab ketiga menjelaskan Prinsip-Prinsip Pendidikan menurut Al-Qur an serta tafsir dan analisisnya.

24 Bab keempat merupakan penutup, meliputi kesimpulan dan saran-saran. 11

25 BAB II KERANGKA TEORI A. Pengertian Pendidikan Untuk menunjukan istilah pendidikan, manusia mempergunakan terma istilah tertentu. Daam bahasa inggris, penunjukan tersebut dengan menggunakan istilah education. 14 Dalam bahasa Arab, pengertian kata pendidikan, sering digunakan pada beberapa istilah, antara lain, al-ta lîm,التعلیم al-tarbiyah,التربیة dan al-ta dîb.التا دیب Namun demikian, ketiga kata tersebut memiliki makna tersendiri dalam menunjukan pada pengertian pendidikan. a. Kata al-ta lîm التعلیم merupakan masdar dari kata allama علم yang berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampaian pengertian, pengetahuan, dan keterampilan. al-ta lîm (transformasi ilmu pengetahuan) bukanlah interaksi antara pendidik dan anak didik yang formal dan kaku. al-ta lîm juga tidak terfokus pada mengejar target materi pelajaran yang berorientasi kualitas simbolik. alta lîm mementingkan keseimbangan dua sisi; dunia-akhirat, lahir-batin, rasionalirasional, substansi-formalitas, dan seterusnya. 15 Firman Allah SWT. 31. Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" (QS. al-baqarah: 31) 14 Jhon M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Indonesia Inggris, (Jakarta: PT. Gramedia, 2003), h Attabik Ali dan Muh. Zuhdi Muhdlar, Kamus al- Ashry, (Yogjakarta: Muassasah Ali Maksum, 1996) h

26 13 Rasyid Ridha mendefinisikan al-ta lîm sebagai proses transmisi berbagai ilmu pengetahuan kepada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan. 16 Muhammad Naquib al-attas mengartikan al-ta lîm dengan pengajaran tanpa pengenalan secara mendasar. 17 b. Kata al-tarbiyah,التربیة merupakan masdar dari kata rabba (رب) yang berarti mengasuh, mendidik, dan memelihara. Dalam leksikologi al-qur an, penunjukan kata al-tarbiyah yang merujuk pada pengertian pendidikan, secara eksplisit tidak ditemukan. 18 Muhaimin dan Abdul Majid berpendapat bahwa altarbiyah merupakan proses transformasi ilmu pengetahuan dari tingkat dasar menuju tingkat berikutnya. Secara aplikatif, proses tarbiyah bermula dari pengalaman, hafalan dan ingatan sebelum menjangkau pada tahap penalaran dan pemahaman. 19 Muhammad Jamaluddin al-qasimi, mengartikan tarbiyah sebagai Proses penyampaian sesuatu sampai pada batas kesempurnaan yang dilaksanakan secara gradual. 20 Sedangkan Muhammad Athiyyah al-abrasy mendefinisikan tarbiyah dengan upaya mempersiapkan individu untuk kehidupan yang lebih sempurna, kebahagiaan hidup, cinta tanah air, kekuatan raga, kesempurnaan etika, sistematik 16 Muhaimin dan Abdul Majid, Pemikiran Pendidikan Islam, (Bandung: Trigenda Karya, 1993), h Muhammad Naquib al-attas, Konsep Pendidikan dalam Islam, (Bandung: Mizan, 1984), h Said Aqil Siradz, Reposisi Kependidikan Islam: Telaah Implementasi UU Sisidiknas Tahun Makalah disampaikan dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh STAI NU, di Jakarta, 10 September Muhaimin dan Abdul Majid, Pemikiran Pendidikan Islam, h Muhammad Jamaluddin al-qâsimi, Tafsir Mahâsin al-ta wîl, (Kairo: Dar Ihya al- Turats), juz I, h. 8.

27 14 dalam berfikir, tajam perasaan, kesungguhan berkereasi, toleransi, kompetensi dalam bahasa dan terampil. 21 c. Kata al-ta dîb,التا دیب merupakan masdar dari addaba,أدب yang berarti pendidikan, perbaikan, dan pendisiplinan. 22 al-ta dîb didefinisikan dengan proses pendidikan yang berorientasi pembentukan pribadi anak didik yang beradab, taat hukum, menjunjung tinggi etika atau sopan santun. Proses al-ta dîb harus didasarkan pada komitmen kuat untuk membangun moralitas manusia dan dimulai dari diri sendiri. Dalam al-ta dîb, seorang pendidik harus selalu sadar bahwa proses al-ta dîb tidak pernah lepas dari arahan Allah. Tuhan ikut campur dengan mengarahkan langkah pendidik. 23 Menurut Muhammad al-naquib al-attas, penggunaan terma al-ta dîb lebih cocok digunakan dalam diskursus pendidikan Islam, dibanding penggunaan terma al-ta lîm maupun al-tarbiyah. Hal ini disebabkan, karena pengertian term al-ta lîm hanya ditujukan pada proses pentransferan ilmu (proses pengajaran), tanpa adanya pengenalan lebih mendasar pada perubahan tingkah laku. Sedangkan terma altarbiyah penunjukan makna pendidikannya masih bersifat umum. Terma ini berlaku bukan saja kepada proses pendidikan pada manusia, akan tetapi juga ditunjukan pada proses pendidikan kepada selain manusia. Padahal diskursus pendidikan Islam hanya ditujukan kepada proses-proses pendidikan yang dilakukan manusia dalam upaya memiliki kepribadian muslim yang utuh, sekaligus membedakannya dengan mahluk Allah lainnya. Dalam konteks ini, 21 Muhammad Athiyyah al-abrasy, Ruh al-tarbiyah wa al-ta lîm, (Saudi Arabia: Dar al-ihya ), h Attabik Ali dan Muh. Zuhdi Muhdlar, Kamus al- Ashry, (Yogjakarta: Muassasah Ali Maksum, 1996) h Said Aqil Siradz, Reposisi Kependidikan Islam: Telaah Implementasi UU Sisidiknas Tahun Makalah disampaikan dalam seminar sehari yang diselenggarakan oleh STAI NU, di Jakarta, 10 September 2003, h. 6

BAB I PENDAHULUAN. di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada

BAB I PENDAHULUAN. di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Allah menciptakan manusia dengan penciptaan yang paling sempurna di antara makluk-nya yang lain. Allah memberi banyak kelebihan kepada manusia, salah satunya yang

Lebih terperinci

HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Oleh: Hambali ABSTRAK

HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Oleh: Hambali ABSTRAK HAKIKAT DAN TUJUAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Oleh: Hambali ABSTRAK Manusia adalah makhluk yang sangat penting, karena dilengkapi dengan pembawaan dan syarat-syarat yang diperlukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. diberbagai belahan dunia terutama Negara-negara yang sedang berkembang banyak

BAB I PENDAHULUAN. diberbagai belahan dunia terutama Negara-negara yang sedang berkembang banyak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan yang begitu pesat akibat dari pengaruh globalisasi yang melanda diberbagai belahan dunia terutama Negara-negara yang sedang berkembang banyak menimbulkan

Lebih terperinci

KONSEP KEADILAN MENURUT IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL MODERN SKRIPSI

KONSEP KEADILAN MENURUT IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL MODERN SKRIPSI KONSEP KEADILAN MENURUT IBNU KHALDUN DAN RELEVANSINYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL MODERN SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ushuluddin (S.Ud) Dalam Ilmu Aqidah

Lebih terperinci

Pembaharuan.

Pembaharuan. Pembaharuan a.s. Disajikan di bawah ini adalah khutbah Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian, Masih Maud dan Imam Mahdi, pada tanggal 26 Desember 1903. Terjemahan ini diambil dari naskah berbahasa Urdu

Lebih terperinci

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA. Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA. Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar Dosen : Muhammad Burhan Amin i Topik Makalah Keluarga Adalah Miniatur Perilaku Budaya Kelas : 1-ID08 Tanggal Penyerahan Makalah

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. dalam penelitian novel Saya Mujahid Bukan Teroris karya Muhammad B.

BAB V PENUTUP. dalam penelitian novel Saya Mujahid Bukan Teroris karya Muhammad B. BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya, hasil temuan penulis dalam penelitian novel Saya Mujahid Bukan Teroris karya Muhammad B. Anggoro yaitu berupa makna pesan dakwah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, karena pada saat usia dini adalah saat yang paling peka dalam

BAB I PENDAHULUAN. pendidikan, karena pada saat usia dini adalah saat yang paling peka dalam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Usia dini merupakan usia yang paling tepat untuk menanamkan pendidikan, karena pada saat usia dini adalah saat yang paling peka dalam pertumbuhan dan perkembangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini, pendidikan agama semakin dibutuhkan oleh manusia, terutama

BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini, pendidikan agama semakin dibutuhkan oleh manusia, terutama BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam era perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, pendidikan agama semakin dibutuhkan oleh manusia, terutama pendidikan agama

Lebih terperinci

SITI MEGAWATI NIM:

SITI MEGAWATI NIM: PROFIL TOKOH AGAMA ISLAM SEBAGAI TAULADAN BAGI MASYARAKAT MENURUT PANDANGAN MASYARAKAT GAMPONG BLANG SKRIPSI Diajukan Oleh SITI MEGAWATI NIM: 211001355 Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)

Lebih terperinci

PIDATO REKTOR PADA SIDANG TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 10 MARET 2016

PIDATO REKTOR PADA SIDANG TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 10 MARET 2016 PIDATO REKTOR PADA SIDANG TERBUKA DALAM RANGKA WISUDA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI 10 MARET 2016 Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Yth Walikota/Bupati Sukabumi Yth Ketua PWM Jawa Barat.

Lebih terperinci

Karakteristik Pendidikan Islam; Sebuah Pengantar Terhadap Pendidikan Islam

Karakteristik Pendidikan Islam; Sebuah Pengantar Terhadap Pendidikan Islam Karakteristik Pendidikan Islam; Sebuah Pengantar Terhadap Pendidikan Islam Oleh: Hidayat Abdullah Disampaikan dalam perkuliahan Landasan Pendidikan Islam Magister Teknologi Pendidikan Universitas Islam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik individu maupun kolektif. Agama memberi sumbangan bagi sistem sosial,

BAB I PENDAHULUAN. baik individu maupun kolektif. Agama memberi sumbangan bagi sistem sosial, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Agama merupakan realitas yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan, baik individu maupun kolektif. Agama memberi sumbangan bagi sistem sosial, dalam arti

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk yang unik dan sangat menarik di mata manusia

BAB I PENDAHULUAN. Manusia adalah makhluk yang unik dan sangat menarik di mata manusia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk yang unik dan sangat menarik di mata manusia itu sendiri. Manusia mempertanyakan diri sendiri apakah ia makhluk jahat atau makhluk baik.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan

BAB I PENDAHULUAN. dipengaruhi oleh pendidikan formal informal dan non-formal. Penerapan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan pendidikan sejalan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga perubahan akhlak pada anak sangat dipengaruhi oleh pendidikan

Lebih terperinci

1. lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi;

1. lebih menitikberatkan pencapaian kompetensi secara utuh selain penguasaan materi; 5. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Luar Biasa Tunalaras (SDLB-E) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya

Lebih terperinci

TAUHID. Aku ciptakan jin dan manusia tiada lain hanyalah untuk beribadah kepadaku (QS. Adz-Dzariyat : 56)

TAUHID. Aku ciptakan jin dan manusia tiada lain hanyalah untuk beribadah kepadaku (QS. Adz-Dzariyat : 56) www.ariefprawiro.co.nr TAUHID HAKEKAT DAN KEDUDUKANNYA Allah berfirman: Aku ciptakan jin dan manusia tiada lain hanyalah untuk beribadah kepadaku (QS. Adz-Dzariyat : 56) Dan sesungguhnya Kami ntelah mengutus

Lebih terperinci

ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Jusmarwan Nacing, SP ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENG ISLAM MENJADI SUMBER MOTIVASI PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Jusmarwan Nacing, SP Bogor, 21 Mei 2010 Manusia, ilmu

Lebih terperinci

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA

APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA APLIKASI PEMBIAYAAN AKAD QARD} DAN JUAL BELI DI BMT AMANAH INSANI SURABAYA SKRIPSI Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan

Lebih terperinci

Keutamaan Kalimat Tauhid dan Syarat-Syaratnya

Keutamaan Kalimat Tauhid dan Syarat-Syaratnya Keutamaan Kalimat Tauhid dan Syarat-Syaratnya Khutbah Pertama:????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????.??????????????????????????????????????????????

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kembali pemikiran kita tentang makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan terkait dengan nilai-nilai, mendidik berarti memberikan,

BAB I PENDAHULUAN. kembali pemikiran kita tentang makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan terkait dengan nilai-nilai, mendidik berarti memberikan, BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Berbicara mengenai pendidikan secara umum kita harus merekonstruksi kembali pemikiran kita tentang makna pendidikan itu sendiri. Pendidikan adalah usaha sadar yang

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS KONSEP HUMANISME RELIGIUS SEBAGAI PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ABDURRAHMAN MAS UD

BAB IV ANALISIS KONSEP HUMANISME RELIGIUS SEBAGAI PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ABDURRAHMAN MAS UD BAB IV ANALISIS KONSEP HUMANISME RELIGIUS SEBAGAI PARADIGMA PENDIDIKAN ISLAM MENURUT ABDURRAHMAN MAS UD Berbagai pengertian dan pengembangan pendidikan Islam yang disampaikan oleh beberapa ahli pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dewasa adalah merupakan tugas utama seorang ibu, karena para ibu mempunyai andil

BAB I PENDAHULUAN. dewasa adalah merupakan tugas utama seorang ibu, karena para ibu mempunyai andil 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan anak dalam rumah tangga adalah tugas semua orang tua, namun mendidik anak sejak dalam kandungan sampai lahir hingga anak tersebut menjadi dewasa

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI METODE MUWAHHADAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENERJEMAH AL-QUR'AN (Studi Kasus di SMP Al-Hikmah Surabaya)

IMPLEMENTASI METODE MUWAHHADAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENERJEMAH AL-QUR'AN (Studi Kasus di SMP Al-Hikmah Surabaya) IMPLEMENTASI METODE MUWAHHADAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENERJEMAH AL-QUR'AN (Studi Kasus di SMP Al-Hikmah Surabaya) SKRIPSI Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM

PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Oleh : Dr. Sukring, M.Pd.I. Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2013 Hak Cipta 2013 pada penulis, Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sejak manusia itu lahir sampai meninggal dunia. Dengan kata lain pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. Sejak manusia itu lahir sampai meninggal dunia. Dengan kata lain pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada hakikatnya pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi manusia. Sejak manusia itu lahir sampai meninggal dunia. Dengan kata lain pendidikan berlangsung seumur

Lebih terperinci

40. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA/MA/SMK/MAK

40. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA/MA/SMK/MAK 40. KOMPETENSI INTI DAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA/MA/SMK/MAK KELAS: X Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi Keterampilan secara keseluruhan

Lebih terperinci

MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL

MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL MANAJEMEN DANA ZAKAT DI BADAN AMIL ZAKAT DAERAH (BAZDA) KABUPATEN KENDAL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana (S1) Dalam Ilmu Ekonomi Islam Disusun

Lebih terperinci

Mempersembahkan... SEQ. Training Kewirausahaan. Menjadi Pebisnis Amanah & Tawadhu

Mempersembahkan... SEQ. Training Kewirausahaan. Menjadi Pebisnis Amanah & Tawadhu Mempersembahkan... SEQ Training Kewirausahaan Menjadi Pebisnis Amanah & Tawadhu ENTREPRENEUR CENTER Amalan Agama Yang Membawa Keberuntungan Sabda Rasulullah: Setiap amal tergantung pada niatnya. Dan setiap

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hadist di atas menunjukkan bahwa peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam membentuk karakter

BAB I PENDAHULUAN. Hadist di atas menunjukkan bahwa peran keluarga khususnya orang tua sangat penting dalam membentuk karakter BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bagi setiap pasangan pengantin yang telah disahkan dalam perkawinan suci yaitu pernikahan, kehadiran seorang bayi mungil tentu dinantikan, sebab merekalah lambang cinta

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik dan tujuan yang berbeda dari disiplin ilmu yang lain. Bahkan sangat

BAB I PENDAHULUAN. karakteristik dan tujuan yang berbeda dari disiplin ilmu yang lain. Bahkan sangat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan agama Islam sebagai suatu disiplin ilmu, mempunyai karakteristik dan tujuan yang berbeda dari disiplin ilmu yang lain. Bahkan sangat mungkin berbeda sesuai

Lebih terperinci

Guru sebagai Ulama. Oleh: Muhammad Kosim. (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN IB Padang)

Guru sebagai Ulama. Oleh: Muhammad Kosim. (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN IB Padang) Guru sebagai Ulama Oleh: Muhammad Kosim (Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN IB Padang) Rasululllah SAW bersanda: Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi dan sesungguhnya nabi tidak mewariskan dinar

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG

BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG 77 BAB IV ANALISIS PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGKUNGAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK AKHLAQUL KARIMAH PADA REMAJA DI DUSUN KAUMAN PETARUKAN PEMALANG A. Analisis Tentang Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam

Lebih terperinci

BAB I KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM. Tujuan bab : Setelah membaca bab ini anda diharapkan dapat menjelaskan konsep ketuhanan dalam Islam

BAB I KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM. Tujuan bab : Setelah membaca bab ini anda diharapkan dapat menjelaskan konsep ketuhanan dalam Islam BAB I KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM Tujuan bab : Setelah membaca bab ini anda diharapkan dapat menjelaskan konsep ketuhanan dalam Islam Sasaran bab : Anda dapat: 1. Menjelaskan falsafah ketuhanan dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu bangsa.

BAB I PENDAHULUAN. karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu bangsa. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan adalah suatu hal yang sangat mendasar bagi suatu bangsa karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu

Lebih terperinci

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA SAMBUTAN PADA ACARA PERINGATAN ISRA MI RAJ NABI MUHAMMAD SAW 1435 H / 2014 H TANGGAL 20 JUNI 2014 Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua. Yang

Lebih terperinci

KEBERPALINGAN MANUSIA DARI KEBENARAN YANG HAKIKI

KEBERPALINGAN MANUSIA DARI KEBENARAN YANG HAKIKI KEBERPALINGAN MANUSIA DARI KEBENARAN YANG HAKIKI OLEH; L U B I S 0088 03 24 2009 Dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Tafsir Program pasca sarajana Universitas Muslim Indonesia Makassar PROGRAM

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan dan perkembangan diberbagai bidang yang ada di masyarakat

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan dan perkembangan diberbagai bidang yang ada di masyarakat BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan Negara Indonesia pada zaman sekarang ini cukup pesat sekali karena dipengaruhi oleh era globalisasi yang hampir merata di seluruh dunia terutama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Secara filosofis, ibadah dalam Islam tidak semata-mata bertujuan

BAB I PENDAHULUAN. Secara filosofis, ibadah dalam Islam tidak semata-mata bertujuan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara filosofis, ibadah dalam Islam tidak semata-mata bertujuan untuk menyembah Allah. Sebab, disembah maupun tidak disembah Allah tetaplah Allah. Esensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Al-Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan utama

BAB I PENDAHULUAN. Al-Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan utama BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Al-Quran adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan utama ajaran islam yang menjadi petunjuk kehidupan umat manusia yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. penulis angkat dalam mengkaji pendidikan ekologi dalam perspektif Islam,

BAB V PENUTUP. penulis angkat dalam mengkaji pendidikan ekologi dalam perspektif Islam, 161 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Sebagaimana telah diuraikan dalam bab pendahuluan, bahwa penelitian ini akan diarahkan guna menjawab rumusan masalah yang telah penulis angkat dalam mengkaji pendidikan

Lebih terperinci

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM

ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM ANALISIS PERILAKU KONSUMEN MUSLIM DALAM HAL TREND JILBAB PERSPEKTIF TEORI KONSUMSI ISLAM (studi kasus pada mahasiswi Fakultas Syari ah Jurusan Ekonomi Islam angkatan 2009 IAIN Walisongo Semarang) SKRIPSI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Implementasi ajaran agama dalam bentuk hubungan sosial kemasyarakatan

BAB I PENDAHULUAN. Implementasi ajaran agama dalam bentuk hubungan sosial kemasyarakatan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Implementasi ajaran agama dalam bentuk hubungan sosial kemasyarakatan dan segala kegiatan yang berujung pada maslahat hidup pada hakekatnya merupakan gambaran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. peran di lingkungannya secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. peran di lingkungannya secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah untuk mempersiapkan anak didik melakukan berbagai peran di lingkungannya secara tepat di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan hak

Lebih terperinci

2015 PEMBELAJARAN PAI PADA PROGRAM AKSELERASI DI SD AR-RAFI BALEENDAH

2015 PEMBELAJARAN PAI PADA PROGRAM AKSELERASI DI SD AR-RAFI BALEENDAH BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup dan kehidupan manusia. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi manusia, karena disaat manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, keterampilan dan ilmu yang lebih tinggi, serta sikap dan perilaku

BAB I PENDAHULUAN. pengetahuan, keterampilan dan ilmu yang lebih tinggi, serta sikap dan perilaku 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia dimasa pembangunan saat ini, manusia dituntut untuk memiliki pengetahuan, keterampilan dan ilmu yang lebih tinggi, serta sikap dan perilaku yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yakni tingginya angka korupsi, semakin bertambahnya jumlah pemakai narkoba,

BAB I PENDAHULUAN. yakni tingginya angka korupsi, semakin bertambahnya jumlah pemakai narkoba, 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini bukan hanya mengenai ekonomi, keamanan dan kesehatan, tetapi juga menurunnya kualitas sumber daya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan merupakan sesuatu yang urgen bagi kehidupan manusia. Maju tidaknya peradaban manusia, tidak terlepas dari eksistensi pendidikan.

Lebih terperinci

Islam sangat mendorong dan mengajak manusia untuk lebih maju dengan berlandaskan

Islam sangat mendorong dan mengajak manusia untuk lebih maju dengan berlandaskan Pendidikan merupakan kebutuhan primer bagi setiap insan di dunia. Pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik kepada terdidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju kepribadian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pada kedewasaan fisik belaka, akan tetapi dapat dipahami kedewasaan psikis. 1

BAB I PENDAHULUAN. pada kedewasaan fisik belaka, akan tetapi dapat dipahami kedewasaan psikis. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya, penyesuaian diri dapat menimbulkan

Lebih terperinci

Dari Sini Kita Memulai

Dari Sini Kita Memulai Membangun Energi dan Karakter Positif Dari Sini Kita Memulai Sebagai manusia, tentu saja kita memiliki harapan dan potensi yang dianugerahkan oleh Allah Swt., namun kita juga memiliki kekurangan. Dengan

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. 1. Pemikiran Habib Abdullah Alawi Al-Hadad tentang pendidikan akhlak dalam

BAB V PENUTUP. 1. Pemikiran Habib Abdullah Alawi Al-Hadad tentang pendidikan akhlak dalam BAB V PENUTUP A. Kesimpulan 1. Pemikiran Habib Abdullah Alawi Al-Hadad tentang pendidikan akhlak dalam kitab Adabu Sulukil Murid Pemikiran Habib Abdullah Alawi Al-Hadad tentang pendidikan akhlak dalam

Lebih terperinci

TEORI BELAJAR KLASIK Oleh : Habibi FKIP Universitas Wiraraja Sumenep

TEORI BELAJAR KLASIK Oleh : Habibi FKIP Universitas Wiraraja Sumenep TEORI BELAJAR KLASIK Oleh : Habibi FKIP Universitas Wiraraja Sumenep Teori belajar berkembang dengan pesat setelah psikologi sebagai bidang ilmu terbentuk. Ilmu pengetahuan sendiri benar-benar eksis dengan

Lebih terperinci

Diajukan oleh LESTARI NIM :

Diajukan oleh LESTARI NIM : METODE ORANG TUA DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANAK DI GAMPONG JAMBO LABU KECAMATAN BIREM BAYEUN KABUPATEN ACEH TIMUR SKRIPSI Diajukan oleh LESTARI NIM : 111005490 Program Studi Pendidikan Agama

Lebih terperinci

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK)

6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) 6. Mata Pelajaran Pendidikan Agama untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/ Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi

Lebih terperinci

HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN

HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN MAKALAH HUBUNGAN ANTARA FILSAFAT, MANUSIA, DAN PENDIDIKAN Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Pendidikan SD Disusun Oleh: -----CONTOH----- PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. benua dan lautan yang sangat luas, maka penyebaran agama-agama yang dibawa. melaksanakan kemurnian dari peraturan-peraturannya.

BAB I PENDAHULUAN. benua dan lautan yang sangat luas, maka penyebaran agama-agama yang dibawa. melaksanakan kemurnian dari peraturan-peraturannya. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Di lihat dari letak geografis kepulauan Indonesia yang strategis antara dua benua dan lautan yang sangat luas, maka penyebaran agama-agama yang dibawa oleh pendatang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dengan pendidikan manusia menjadi lebih mampu beradaptasi dengan

BAB I PENDAHULUAN. Dengan pendidikan manusia menjadi lebih mampu beradaptasi dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bagi suatu bangsa pendidikan merupakan hal yang sangat penting. Dengan pendidikan manusia menjadi lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan, manusia juga akan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK Lampiran 3 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SMA, MA, SMALB, SMK DAN MAK 1. Mata Pelajaran Pendidikan Agama untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA) A. Latar Belakang Agama

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SD, MI, DAN SDLB

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SD, MI, DAN SDLB Lampiran 1 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR TINGKAT SD, MI, DAN SDLB 1. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) A. Latar Belakang Agama memiliki peran

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Islam yang tidak terlalu penting untuk serius dipelajari dibandingkan

BAB 1 PENDAHULUAN. Islam yang tidak terlalu penting untuk serius dipelajari dibandingkan BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagian orang berpikir bahwa fiqh merupakan pelajaran agama Islam yang tidak terlalu penting untuk serius dipelajari dibandingkan dengan pelajaran umum lainnya.

Lebih terperinci

yuslimu-islaman. Bukti ketundukan kepada Allah SWT itu harus dinyatakan dengan syahadat sebagai sebuah pengakuan dalam diri secara sadar akan

yuslimu-islaman. Bukti ketundukan kepada Allah SWT itu harus dinyatakan dengan syahadat sebagai sebuah pengakuan dalam diri secara sadar akan HADITS KEDUA 4 Arti Hadits / : Dari Umar r.a. juga dia berkata : Ketika kami dudukduduk di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. baik intelektual, emosional dan spiritual. Gulen sebagaimana dikutip

BAB I PENDAHULUAN. baik intelektual, emosional dan spiritual. Gulen sebagaimana dikutip 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat di era global seharusnya mampu memfasilitasi perkembangan kecerdasan baik intelektual, emosional dan spiritual.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bagi kemajuan suatu bangsa. Masa anak-anak disebut-sebut sebagai masa. yang panjang dalam rentang kehidupan.

BAB I PENDAHULUAN. bagi kemajuan suatu bangsa. Masa anak-anak disebut-sebut sebagai masa. yang panjang dalam rentang kehidupan. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anak merupakan karunia terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus citacita bagi kemajuan

Lebih terperinci

BAB III NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM. maju agar menjadi golongan yang unggul. Sementara itu pemenuhan di bidang

BAB III NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM. maju agar menjadi golongan yang unggul. Sementara itu pemenuhan di bidang 27 BAB III NILAI-NILAI ENTREPRENEURSHIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk berfikir dan bersikap maju agar menjadi golongan yang unggul. Sementara itu pemenuhan di bidang

Lebih terperinci

KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM PENDEKATAN PSIKOLOGI. Proposal Disertasi : Oleh H. Arifuddin

KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM PENDEKATAN PSIKOLOGI. Proposal Disertasi : Oleh H. Arifuddin Contoh Proposal Disertasi KONSEP PENDIDIKAN KELUARGA DALAM ISLAM PENDEKATAN PSIKOLOGI Proposal Disertasi : Oleh H. Arifuddin A. Latar Belakang Masalah Telah menjadi pendapat umum bahwa pendidikan adalah

Lebih terperinci

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH

PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH PERAN KEPALA MADRASAH DALAM UPAYA MEMBENTUK GURU PROFESIONAL DI MA AL-IRSYAD GAJAH DEMAK JAWA TENGAH TESIS Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam Oleh : MOH. RUBA I NIM

Lebih terperinci

BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA

BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA BUPATI LUWU PROPINSI SULAWESI SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU NOMOR : TENTANG PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI LUWU, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan

Lebih terperinci

HUBUNGAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN PAI DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI DI SD IT IBNU SINA BARAN CAWAS KLATEN SKRIPSI

HUBUNGAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN PAI DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI DI SD IT IBNU SINA BARAN CAWAS KLATEN SKRIPSI HUBUNGAN MUTU LAYANAN PEMBELAJARAN PAI DENGAN PRESTASI BELAJAR PAI DI SD IT IBNU SINA BARAN CAWAS KLATEN SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama

Lebih terperinci

TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH

TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH TEKNIK PENYAMPAIAN PESAN DALAM FILM SANG PEMIMPI PERSPEKTIF DAKWAH SKRIPSI untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai derajat Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Siti

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. diharapkan, sebaliknya jika pendidikan tidak berfungsi optimal, maka tidak akan. tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan.

BAB 1 PENDAHULUAN. diharapkan, sebaliknya jika pendidikan tidak berfungsi optimal, maka tidak akan. tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia, bahkan tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan hidup manusia. Jadi, kebutuhan manusia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. merealisir hal tersebut Menteri Agama dan Menteri P dan K. mengeluarkan keputusan bersama untuk melaksanakan pendidikan agama

BAB I PENDAHULUAN. merealisir hal tersebut Menteri Agama dan Menteri P dan K. mengeluarkan keputusan bersama untuk melaksanakan pendidikan agama BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Semenjak bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya dan mempunyai pemerintahan sendiri, pendidikan agama telah diprogramkan untuk diberikan di sekolah-sekolah

Lebih terperinci

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA 2015 M / 1437 H

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA 2015 M / 1437 H KEBERADAAN DAYAH RAUDHATUL ILMI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN AGAMA DI GAMPONG URAM JALAN KECAMATAN BANDA ALAM KABUPATEN ACEH TIMUR SKRIPSI Diajukan Oleh : NURBAITI Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

BAB I PENDAHULUAN. mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah pondasi utama dalam mengembangkan peradaban manusia. Pendidikan mempunyai pengertian bimbingan atau pertolongan yang diberikan secara sengaja

Lebih terperinci

EVALUASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI RA AL-HIDAYAH DHARMA WANITA PERSATUAN IAIN WALISONGO SEMARANG TAHUN

EVALUASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI RA AL-HIDAYAH DHARMA WANITA PERSATUAN IAIN WALISONGO SEMARANG TAHUN EVALUASI PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI RA AL-HIDAYAH DHARMA WANITA PERSATUAN IAIN WALISONGO SEMARANG TAHUN 2011-2012 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan agama merupakan salah satu bidang studi yang. dimasukkan dalam setiap kurikulum formal dan tingkat dasar hingga

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan agama merupakan salah satu bidang studi yang. dimasukkan dalam setiap kurikulum formal dan tingkat dasar hingga BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Pendidikan agama merupakan salah satu bidang studi yang dimasukkan dalam setiap kurikulum formal dan tingkat dasar hingga perguruan tinggi di Indonesia. Hal ini

Lebih terperinci

Bab 2 LANDASAN ETIKA DALAM ISLAM

Bab 2 LANDASAN ETIKA DALAM ISLAM Bab 2 LANDASAN ETIKA DALAM ISLAM Mengingat islam merupakan agama yang bersumber pada ajaran Allah, maka landasan yang digunakan sebagai pijakan pada penegakan etika dalam islam tetap harus berpedoman pada

Lebih terperinci

KONSEP PENDIDIKAN. Imam Gunawan

KONSEP PENDIDIKAN. Imam Gunawan KONSEP PENDIDIKAN Imam Gunawan KONSEP MENDIDIK Mendidik adalah memberi pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju ke arah kedewasaan, dalam

Lebih terperinci

Dengan Nama Allah Azza wa Jalla

Dengan Nama Allah Azza wa Jalla Dengan Nama Allah Azza wa Jalla Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung sepanjang sejarah dan berkembang sejalan dengan perkembangan sosial budaya manusia di permukaan bumi. Perkembangan pendidikan

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET A

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET A Lampiran 1 STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR PROGRAM PAKET A 01. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Islam dari sumber utamanya yaitu Al-Qur an dan Hadits, melalui kegiatan

BAB I PENDAHULUAN. Islam dari sumber utamanya yaitu Al-Qur an dan Hadits, melalui kegiatan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan Agama Islam adalah upaya sadar dan terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati hingga mengimani, bertakwa, dan berakhlak

Lebih terperinci

S U R G A. Diterjemahkan dari: Where do I Start oleh Bint. Mhahmood Islam4Kids.com. Alih Bahasa: Ummu Abdullah

S U R G A. Diterjemahkan dari: Where do I Start oleh Bint. Mhahmood Islam4Kids.com. Alih Bahasa: Ummu Abdullah S U R G A Diterjemahkan dari: Where do I Start oleh Bint. Mhahmood Islam4Kids.com Alih Bahasa: Ummu Abdullah S U R G A Ada sebuah tempat Muslim yang baik akan pergi Ketika Mereka meninggal Tahukah kamu?

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di hampir semua aspek kehidupan manusia. Di satu sisi perubahan itu bermanfaat

BAB I PENDAHULUAN. di hampir semua aspek kehidupan manusia. Di satu sisi perubahan itu bermanfaat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan manusia. Di satu sisi perubahan itu bermanfaat bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. spiritualitas, di samping membuktikan ajaran-ajaran Al-Qur an yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. spiritualitas, di samping membuktikan ajaran-ajaran Al-Qur an yang bersifat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menghadapi tantangan dunia modern yang bersifat sekuler dan materialistik, umat Islam dituntut untuk menunjukkan bimbingan dan ajaran Al-Qur an yang mampu

Lebih terperinci

PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI

PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI PENGARUH KETAATAN BERIBADAH SISWA TERHADAP PERILAKU SOSIAL SISWA KELAS VIII DI SMP NU 07 BRANGSONG KENDAL SKRIPSI Disusun guna memenuhi tugas dan melengkapi syarat Guna memperoleh gelar Sarjana Strata

Lebih terperinci

PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PAI (STUDI KASUS PADA KELAS 4 DI SD ISLAM SULTAN AGUNG 4 SEMARANG)

PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PAI (STUDI KASUS PADA KELAS 4 DI SD ISLAM SULTAN AGUNG 4 SEMARANG) PEMANFAATAN SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PAI (STUDI KASUS PADA KELAS 4 DI SD ISLAM SULTAN AGUNG 4 SEMARANG) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana S1 Pada

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, Terj. Rahmani Astuti, dkk, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 3.

BAB 1 PENDAHULUAN. Berpikir Integralistik dan Holistik untuk Memaknai Kehidupan, Terj. Rahmani Astuti, dkk, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 3. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Memiliki anak dengan kecerdasan intelektual tinggi merupakan dambaan bagi setiap orang tua, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan prestasi intelektual

Lebih terperinci

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE RESITASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN FIQH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH

EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE RESITASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN FIQH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH EFEKTIFITAS PENGGUNAAN METODE RESITASI DALAM PROSES PEMBELAJARAN FIQH TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA (MTsS) AL-IKHLAS TANAH TERBAN KECAMATAN KARANG BARU KABUPATEN

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S.1) Dalam Ilmu Syari ah

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata 1 (S.1) Dalam Ilmu Syari ah ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP JAMINAN KECELAKAAN KERJA (Studi Implementatif Pasal 9 UU No. 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja di PT Abadi Jaya Manunggal Kendal) SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. utama memiliki peranan yang penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. utama memiliki peranan yang penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Dalam masalah pendidikan, orang tua merupakan pendidik pertama dan utama memiliki peranan yang penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya, sebab Pendidik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan

BAB I PENDAHULUAN. terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan manusia, karena tujuan yang dicapai oleh pendidikan tersebut adalah untuk

Lebih terperinci

BAB II. TINJAUAN FIKIH MTs, IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGANNYA. 1. Pengertian dan Ruang Lingkup fikih MTs.

BAB II. TINJAUAN FIKIH MTs, IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGANNYA. 1. Pengertian dan Ruang Lingkup fikih MTs. BAB II TINJAUAN FIKIH MTs, IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGANNYA A. Tinjauan Umum Fikih MTs. 1. Pengertian dan Ruang Lingkup fikih MTs. Mata pelajaran fikih dalam kurikulum MTs. adalah salah satu bagian mata

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X

PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X PENGARUH PEMBELAJARAN BTQ (BACA TULIS Al-QUR AN) TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS X (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO) SKRIPSI Diajukan sebagai persyaratan memperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Konteks Penelitian. Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Dalam kehidupan suatu bangsa pendidikan memiliki peran yang amat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan kehidupan bangsa yang bersangkutan. Untuk

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan Oleh:

SKRIPSI. Diajukan Oleh: TANGGUNG JAWAB ANAK PEREMPUAN DALAM KELUARGA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP SISTEM KEWARISAN (Kajian Terhadap Adat Perpatih Masyarakat Rembau, Negeri Sembilan) SKRIPSI Diajukan Oleh: SITI AMINAH BINTI MOHD

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam pendidikan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah suatu hal yang mutlak dan menjadi pondasi bagi kemajuan suatu bangsa pada umumnya, dan juga pada tiap individu-individu manusia pada khususnya

Lebih terperinci

TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI

TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI TUGAS AKHIR PEMASYARAKATAN PANCASILA DALAM ERA GLOBALISASI Nama : Devit Surtianingsih NIM : 11.01.2851 Kelompok : B Program Studi : Pancasila Jurusan : D3-TI Dosen : Irton. SE., M.Si STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang semakin canggih ini diakibatkan oleh majunya dunia

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat yang semakin canggih ini diakibatkan oleh majunya dunia BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan urat nadi kehidupan individu dan masyarakat. Sebesar apa yang diberikan pendidikan di setiap pusat pendidikan, sebesar itu pula nilainya dalam mendidik

Lebih terperinci

STUDI ANALISIS PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG SYARAT WANITA ZINA YANG AKAN MENIKAH

STUDI ANALISIS PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG SYARAT WANITA ZINA YANG AKAN MENIKAH STUDI ANALISIS PENDAPAT IBNU QUDAMAH TENTANG SYARAT WANITA ZINA YANG AKAN MENIKAH SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Program Strata 1 (S.1) Dalam Ilmu Syari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. proses pembelajaran peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan.

BAB I PENDAHULUAN. proses pembelajaran peserta didik untuk meningkatkan mutu pendidikan. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan sebuah program. Program melibatkan sejumlah komponen yang bekerja sama dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan yang diprogramkan, pendidikan

Lebih terperinci