PENGEMBANGAN KOMIK MATEMATIKA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGEMBANGAN KOMIK MATEMATIKA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP"

Transkripsi

1 PENGEMBANGAN KOMIK MATEMATIKA UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Adit Saputra 1,Raekha Azka 2 Pendidikan Matematika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan komik yang layak dan mampu memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa SMP/MTs. Pengecekan efektivitas, validitas, dan praktibilitas dilakukan pada komik untuk mengetahui kelayakan produk. Komik dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli yang memperoleh skor total 3,23 dari total skor 4. Komik juga dinilai efektif bersadarkan hasil post-test dan skala yang berturut turut menunjukan ketuntasan 83,87 % dan 70%. Komik dinyatakan praktis pula berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran, komik mampu mencapai keterlaksanaan pembelajaran sebesar 70,24%. Oleh karena itu, komik matematika yang dihasilkan pada penelitian pengembangan ini layak digunakan untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa SMP/MTs. Kata Kunci : komik, pemahaman konsep, motivasi belajar ABSTRACT This research is a research and development study. The purpose of this research is to develop comics that are feasible and able to facilitate understanding of concepts and learning motivation of junior high school students. The comics were checked for effectiveness, validity and practicability to determine product feasibility. Comics were declared valid based on expert judgment who got a total score of 3.23 out of a total score of 4. Comics were also considered effective based on the post-test results and the scales, respectively, showed 83.87% and 70% completeness. Comics are stated to be practical based on the results of the analysis of the implementation of learning, comics are able to achieve learning implementation by 70.24%. Therefore, the mathematics comics produced in this development research are suitable to facilitate understanding the concepts and learning motivation of junior high school students. Keywords: comics, concept understanding, learning motivation PENDAHULUAN Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satu hal yang dihadapi adalah globalisasi. Indonesia sebagai negara, harus berkompetisi dengan negara lain di kancah global. Oleh karena itu, pembangunan dan peningkatan kualitas SDM yang berdaya saing menjadi jadwal wajib. Pendidikan, khususnya pendidikan yang berkualitas, memegang peranan penting dalam kesuksesan pembangunan nasional dan peningkatan kualitas SDM ini (Suryadi, et al., 2014). Perbaikan mutu pendidikan Indonesia memang perlu direaliasasikan. Hal ini penting mengingat rendahnya mutu pendidikan itu sendiri. Bahkan, program pendidikan yang mulanya pendidikan untuk semua (education for all) harus diperbaiki menjadi pendidikan berkualitas untuk semua (quality education for all) (Suryadi, et al., 2014). Sebagai wujud perhatian pemerintah akan perbaikan pendidikan adalah dengan dibentuknya Kurikulum 2013 (K13) yang diharapkan mampu mengakomodir perbaikan kualitas siswa secara autentik. Hal 89

2 Sebagai salah satu mata pelajaran wajib dalam K13, matematika diharapkan mampu membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, inovatif dan kreatif, serta kemampuan bekerja sama. Kemampuan kemampuan tersebut akan mampu dikuasai siswa apabila tujuan belajar matematika dapat mereka capai. Berdasarkan Permediknas Nomor 24 Tahun 2016 tujuan pembelajaran matematika pertama yang disebutkan adalah pemahaman konsep. Hal ini mengindikasi betapa pentingnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Bahkan dapat dikatakan bahwa keberhasilan pembelajaran ditentukan juga oleh pemahaman konsep (Nugraeni & Sugiman, 2013). Teori Gagne juga menyatakan bahwa konsep konsep merupakan bentuk utama pembelajaran (Schunk, 2012). Oleh karena itu, kemampuan pemahaman konsep dapat dikatakan menjadi satu hal yang sangat penting dikuasai siswa. Berbagai penekanan akan pemahaman konsep sudah jelas dikemukakan, namun realita di lapangan mengemukakan hasil yang berbeda. Pemahaman konsep matematika belum bisa dikatakan berhasil dalam pendidikan di Indonesia. Hal ini terindikasi dari hasil TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Programme for International Student Assessment) terbaru. Hasil TIMSS tahun 2015 menempatkan peringkat indonesia ke 45 dari 50 negara. Aspek penilaiannya adalah pengetahuan tentang fakta, prosedur, konsep, penerapan pengetahuan, dan pemahaman konsep. Serupa, hasil PISA tahun 2018 menunjukan bahwa indonesia berada di peringkat 73 dari 80 negara. Hasil PISA 2018 ini juga menunjukan skor matematika siswa indonesia adalah 379. Skor yang sangat jauh untuk mencapai rerata skor OECD di 490. Penilaian PISA ini didasarkan pada aspek pemahaman konsep, pemecahan masalah, penalaran, dan komunikasi. Jadi, dapat dikatakan bahwa pemahaman konsep matematika indonesia sangat rendah. Hasil studi pendahuluan di MTs N 9 Bantul juga menunjukan bahwa siswa kelas VII memiliki kemampuan pemahaman konsep yang cukup rendah. Hal ini dapat dilihat dari nilai siswa dan hasil wawancara terhadap guru metematika kelas VII. Berdasarkan data yang diambil rerata nilai siswa pada materi PLSV dan PtLSV adalah 64. Hasil wawancara turut mengkonfirmasi bahwa mayoritas siswa belum menguasai kemampuan pemahaman konsep. Oleh karena itu, mengingat urgensi kemampuan pemahaman konsep maka perbaikan harus segera dilakukan. Prestasi pendidikan seperti kemampuan pemahaman konsep memang dapat dicapai dengan kemampuan intelektual dan bakat, tetapi ada faktor lain yang diakui dalam menentukan pencapaian prestasi pendidikan. Faktor tersebut adalah motivasi. (Azwar, Motivasi dalam Belajar, 1990) Hal ini sesuai dengan artikel Pintrich, Mark, dan Boyle dalam (Schunk, 2012) yang menyebutkan bahwa perubahan konsep melibatkan proses motivasi. Guru harus mampu mengarahkan motivasi siswa di dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan makin tepat motivasi yang diberikan maka makin berhasil pula pelajaran (Sardiman, 2011). Rendahnya motivasi siswa ini juga dapat dilihat di MTs N 9 Bantul. Hal ini terlihat pada observasi pembelajaran yang dilakukan. Pada saat proses pembelajaran siswa sering ijin keluar kelas, tidak memperhatikan pembelajaran, dan tidak mengerjakan apa yang diminta guru. Hasil observasi dikonfirmasi dengan wawancara guru. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru tersebut didapat siswa MTs N 9 Bantul memiliki motivasi belajar matematika yang kurang. Permasalahan pemahaman konsep dan motivasi sudah dicoba diatasi dengan berbagai cara, seperti penggunaan berbagai macam metode pembelajaran dan pembuatan berbagai sumber belajar. Namun penggunaan berbagai metode Hal 90

3 pembelajaran tidak menunjukan peningkatan yang signifikan bila dilihat dari hasil PISA dan TIMSS. Begitu pula dengan sumber belajar saat ini yang kebanyakan monoton dan kurang menarik minat siswa. Salah satu hasil evaluasi K13 sebelum revisi juga menyebutkan bahwa sebagian guru dalam mengajar belum memanfaatkan sumber belajar secara maksimal dan buku teks menjadi acuan utama tanpa mencoba berkreativitas (Indriani, 2015). Oleh karena itu, perlulah sumber belajar alternatif yang berbeda dan nantinya bisa juga digunakan untuk mendukung berbagai metode pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Komik merupakan salah satu sumber belajar yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar siswa. Sebuah jurnal dari Nanyang Tecnological University di Singapura menyebutkan bahwa siswa yang belajar menggunakan komik dan kartun menjadi lebih termotivasi untuk belajar matematika (Toh, 2012). Jurnal lain menyebutkan pula bahwa komik dapat meningkatkan taraf (kemampuan) matematika siswa (Re, 2014). Menurut Carlson dkk. ilustrasi dalam komik dapat pula membantu siswa memahami konsep konsep ilmiah (Schunk, 2012). Komik tidak serta merta digunakan dalam pembelajaran. Sebagai akademisi, para pendidik memilih komik sebagai sebagai sumber belajar karena memiliki kelebihan yang tentu tidak dimiliki sumber belajar lain. Kelebihan pertama, peminat komik sendiri yang makin meningkat. Kedua, dari tahap perkembangan intelektual anak menurut Piaget yang cocok dengan komik. Kelebihan yang ketiga, dilihat dari kemampuan menyampaikan pesan. Komik merupakan penyampai pesan visual khusus. Sejak kemunculannya di 1890-an dalam perang surat kabar antara William dan Joseph komik berkembang menjadi budaya populer. Peminat komik meningkat dengan pesat seiring dengan perkembangan komik itu sendiri. Menurut NTV Sekai Banzuke (ranking dunia), Jumat (29/11/2013) sekitar pukul waktu Tokyo, Indonesia menjadi negara pembaca manga kedua terbanyak setelah Firlandia (Susilo, 2018). Siswa sekolah dasar dan menengah secara kognitif berada dalam tahap perkembangan peralihan dari operasional kongkrit menuju operasional formal. Siswa dalam tahap operasional konkrit mensyaratkan objek konkrit untuk bisa memahami logika maupun operasi. Komik yang berwujud kumpulan gambar dua dimensi dapat menjembatani pemikiran siswa dari objek fisik. Penggunaan komik dalam pembelajaran diharapkan mampu memahamkan siswa pada konsep yang diajarkan. Wiener dalam Arini, Choiri, & Sunardi, (2017) juga mengungkapkan bahwa komik memiliki kelebihan dibanding media lainnya yaitu, komik berbasis teks menawarkan visual, gambar, dan seni lain dengan kata dan dialog yang membuat teks ini tidak hanya menjadi sesuatu untuk dibaca, tapi sesuatu yang dapat dilihat juga, seperti membaca dan menonton film di waktu bersamaan (Arini, Choiri, & Sunardi, 2017). Komik memiliki alur cerita sehingga menarik seperti film, namun dapat menyesuaikan kecepatan penontonnya. Selain itu, apabila ingin mengulang adegan akan lebih mudah dibanding menggunakan film. Sebagai media pembelajaran, saat ini komik penggunaannya didominasi di sekolah dasar. Hal ini memang sesuai dengan kondisi objektif lapangan. Anak anak yang relatif muda lebih menyukai gambar dibanding tulisan. Walaupun pada kenyataannya komik dapat digunakan di sekolah menengah, bahkan sekolah menengah atas. Oleh karena itu, pembuatan komik untuk SMP/MTs juga diperlukan. Berdasarkan deskripsi di atas, peneliti bermaksud mengadakan sebuah penelitian Research and Development (R&D) atau bisa disebut juga dengan penelitian Hal 91

4 pengembangan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yang didasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya adalah bagaimana menghasilkan komik matematika untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar yang layak digunakan sebagai sumber belajar siswa SMP/MTs?. Pengembangan produk ini bertujuan untuk menghasilkan komik matematika untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar yang layak digunakan sebagai sumber belajar siswa SMP/MTs. METODE PENELITIAN Metode Pengembangan, Subjek, dan Waktu Penelitian Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) dengan model prosedural. Model prosedural dipilih karena beberapa hal. Pertama dengan model yang bersifat deskriptif ini langkah langkah pengembangan dapat diikuti dengan jelas. Alasan lainnya, karena penelitian pengembangan ini hanya akan menghasilkan satu komponen yaitu komik matematika sehingga tidak mungkin menggunakan model konseptual. Produk yang dihasilkan berupa komik dan akan diujikan kepada subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah ahli untuk validasi komik dan siswa MTs N 9 Bantul. Penelitian dilangsungkan pada akhir bulan September hingga awal bulan November. Prosedur Penelitian Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada prosedur penelitian pengembangan menurut Depdiknas (Puslitjaknov, 2008). Prosedur ini diadaptasi dari Borg and Gall yang meliputi lima langkah pengembangan yaitu analisis produk, pengembangan produk awal, validasi ahli dan revisi, uji coba lapangan skala kecil, dan uji coba lapangan skala besar. Data, Instrumen, dan Teknik pengumpulan Data Data yang didapat dalam penelitian ini adalah data validasi komik, data pemahama konsep, data motivasi belajar, data keterlaksanaan pembelajaran, dan data hasil wawancara guru. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian kualitas komik matematika, lembar skala motivasi, lembar validasi soal pemahaman konsep, lembar keterbacaan komik, lembar postest, dan lembar keterlaksanaan pembelajaran. Teknik Analisis Data 1. Pengolahan Hasil Lembar Penilaian Komik Pengolahan lembar validasi komik menggunakan teknik analisis data yang digunakan oleh (Yamasari Y., 2010), yaitu dengan langkah langkah sebagai berikut : a. Membuat dan menganalisis tabel tersebut. b. Mencari rata-rata tiap kriteria dari validator dengan rumus : Keterangan : = rata-rata kriteria ke- i = skor hasil penilaian validator ke- h untuk kriteria ke- i = kriteria = validator = jumlah validator Hasil yang diperoleh dimasukkan di kolom rata rata pada lembar validasi media. c. Mencari rata-rata semua aspek dengan rumus: Keterangan: : rata-rata aspek ke-i : rata-rata untuk aspek ke-i dan kriteria ke-j Hal 92

5 : banyak kriteria dalam aspek kei : aspek : kriteria : aspek ke-i kriteria ke-j Hasil yang diperoleh dimasukkan ke kolom rata rata tiap aspek pada lembar validasi media pembelajaran berbantuan komputer. d. Mencari rata-rata total validasi semua aspek dengan rumus: Keterangan: : rata-rata total validitas lembar kerja siswa : rata-rata aspek ke- i : aspek Hasil yang diperoleh dituliskan pada baris rata rata total. e. Mencocokkan rata-rata total dengan kriteria kevalidan pada tabel 1 berikut (Yamasari Y., 2010): Tabel 1 Kriteria Kevalidan Komik Rata Rata Kriteria Total Validasi 3 < RTV TK 4 Valid 2 < RTV TK 3 Cukup Valid 1 < RTV TK 2 Tidak Valid Hasil analisis ini digunakan untuk menentukan salah satu kriteria kelayakan yaitu validitas. 2. Pengolahan Hasil Postest Pengolahan hasil post-test dilakukan dengan cara skoring hasil post-test siswa. Penilaian ini dianggap dapat memenuhi unsur efektivitas apabila pada post-test pemahaman konsep banyaknya siswa yang mampu mencapai KKM KD 3.6 dan 4.6 minimal 60%. Penentuan batas minimal ini didasarkan pada kriteria kecakapan akademik pada tabel 2 berikut (Widyoko, 2012). Tabel 2 Kualifikasi Kriteria Kecakapan Akademik % Ketuntasan (p) Efektivitas Sangat 0 p 20% kurang 20% p 40% Kurang 40% p 60% Cukup 60% p 80% Baik 80% p 100% Sangat Baik Nilai p dalam tabel berikut dapat dihitung dengan menggunakan rumus pa p 100%. pb Simbol p disini merepresentasikan persentase ketuntasan siswa, pa merepresentasikan banyaknya siswa yang tuntas, dan p b merepresentasikan banyaknya siswa yang mengikuti post-test. Perhitungan nilai p ini dilakukan setelah proses skoring hasil post-test siswa dilakukan. Hasil post-test dengan hasil skala motivasi bersama sama menentukan kriteria kelayakan komik, yaitu efektivitas. 3. Pengolahan Hasil Skala Motivasi Tahapan pertama adalah penskoran baik itu pernyataan positif atau negatif dalam skala likert. Tahap kedua adalah penentuan kategorisasi yang dijabarkan sebagai berikut (Arifin, 2009). a. Menentukan skor maksimal (skor ideal) b. Menentukan skor minimal c. Menentukan nilai median yaitu penjumlahan skor maksimal dengan skor minimal dibagi dua. d. Menentukan nilai kuartil 1, yaitu hasil penjumlahan skor minimal dengan median dibagi dua. e. Menentukan nilai kuartil 3, yaitu hasil penjumlahan skor maksimal dengan median dibagi dua f. Membuat skala yang menggambarkan skor minimal, nilai kuartil satu, nilai median, nilai kuartil ketiga dan skor maksimal Hal 93

6 g. Mencari batas-batas skor untuk masing-masing kategori sikap berdasarkan gambar skala seperti pada gambar 1.1 berikut. Gambar 1 Rentang Skor Kualifikasi Motivasi Belajar Tahap ketiga adalah mencari nilai kantitatif keberhasilan komik dalam memfasilitasi motivasi belajar dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Aqib, 2011). p= x 100% Terakhir adalah mengkualifikasikan keberhasilan dengan pedoman Tabel 3 sebagai berikut. Tabel 3 Kualifikasi Kriteria Keberhasilan Motivasi % Keberhasilan (p) Efektivitas 0 p 20% Sangat kurang 20% p 40% Kurang 40% p 60% Cukup 60% p 80% Baik 80% p 100% Sangat Baik 4. Pengolahan Lembar Keterlaksanaan Pembelajaran Perhitungan keterlaksaaan pembelajaran dilakukan dengan menghitung persentase keterlaksanaan pembelajaran yaitu dengan rumus berikut (Syahrir, 2016). p(%) = Selanjutnya hasil digolongkan dalam kriteria berdasarkan Tabel4. Tabel 4 Persentase dan Kriteria Keterlaksanaan Pembelajaran No Persentase Kriteria Keterlaksanaan (%) Sangat Terlaksana Terlaksana Cukup Terlaksana Kurang Terlaksana Sangat Kurang Terlaksana Komik dapat dinyatakan praktis mendapatkan persentase keterlaksanaan minimal 66% dengan kriteria keterlaksanaan terlaksana. Hasil ini akan dicek dengan hasil wawancara untuk mendapatkan data yang lebih valid. 5. Pengolahan Hasil Wawancara Hasil wawancara akan menentukan praktibilitas komik secara kualitatif. Hasil wawancara digunakan untuk mengkonfirmasi hasil praktibilitas dari pengolahan lembar keterlaksanaan pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Produk Analisis dilakukan pada kebutuhan siswa. Survei dilakukan dan mendapatkan data tentang jenis komik kesukaan siswa yang keseluruhannya merupakan manga (komik jepang). Analisis juga dilakukan pada karakteristik siswa dan mendapatkan hasil bahwa karakteristik siswa kelas VII MTs N 9 Bantul cukup beragam. Analisis dilakukan juga pada kurikulum yang berlaku. Hasilnya didapatkan indikator PLSV dan PtLSV yang sesuai dengan indikator pemahaman konsep. Hasil analisis analisis ketiga hal tersebut digabungkan pada tahap penentuan produk. Pada tahap ini juga ditentukan tokoh serta alur cerita secara garis besar. Tokoh cerita pada komik adalah punokawan dan alurnya tentang pencarian harta dalam dungeon. Terakhir, pengumpulan referensi terkait PLSV, PtLSV, dan manga dilakukan. Hal 94

7 Pengembangan Produk Awal Pengembangan produk awal adalah tahap dimana komik beserta instrumeninstrumen pendukung penelitian dibuat. Instrumen yang dimaksud adalah soal pemahaman konsep, RPP dan, lembar keterlaksanaan pembelajaran. Skala motivasi dan lembar validasi komik pada penelitian ini diadopsi da diadaptasi dari penelitian Hidayanti (2015). Pembuatan komik dimulai dari pembuatan peta penyusunan komik, mengumpulkan referensi, mendesai karakter dan membuat skrip cerita. Setelah semua dilakukan penggambaran komik dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi manga studio. Berikut hasil penggambaran komik yang dilakukan. Gambar 4 Aturan Penggunaan Komik Gambar 5 Halaman Chapter Gambar 2 Halaman Sampul Gambar 6 Game 2 Gambar 3 Pengenalan Tokoh Hal 95

8 Gambar 7 Jawaban Game 2 Gambar 8 Profil Penulis Validasi Ahli dan Revisi Validasi dilakukan pada komik dan soal pemahaman konsep. Validator Komik ada dua yaitu validator hali materi berjumlah 2 orang dan validator media berjumlah 2 orang. Selanjutnya validator soal pemahaman konsep juga berjumlag 2 orang. Hasil validasi menyatakan komik valid dari perhitungan rata-rata total kevalidan dengan nilai 3,23 dan mempunyai kriteria. valid dengan nilai CVR tiap itemnya bernilai 1. Uji Coba Lapangan Skala Kecil Uji coba skala kecil mendapatkan data tentang keterbacaan komik. Subjek penelitian ini adalah 6 orang kelas VII C yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan kognitif siswa. Hal ini dilakukan untuk mengatahui keterbacaan komik pada siswa dengan kemampuan kognitif tinggi sampai rendah. Hasil uji coba mendapatkan komik memiliki keterbacaan yang baik berdasarkan hasil angket keterbacaan. Uji Coba Lapangan Skala Besar Uji coba lapangan skala besar dilakukan pada siswa kelas VIIC MTs N 9 Bantul dengan jumlah 32 siswa. Pada uji coba yang dilakukan, secara umum siswa mampu memahami konsep lewat komik dengan baik. Game pada komik juga diperjelas karena pada tahap uji coba skala besar siswa masih belum memahami game dengan baik. Pada tahap ini juga didapat skor pemahaman konsep dan motivasi belajar yang digunakan untuk menilai efektivitas komik. Keterlaksanaan pembelajaran juga dihitung untuk mendapat nilai praktibilitas. Komik dinilai efektif berdasarkan hasil post-test dan skala yang berturut turut menunjukan ketuntasan 83,87 % dan keberhasilan 70%. Komik dinyatakan praktis pula berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran, komik mampu mencapai keterlaksanaan pembelajaran sebesar 70,24%. SIMPULAN dan SARAN Simpulan Pengembangan Komik Matematika untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Siswa SMP dengan menggunakan model pengembangan Borg and Gall telah meperoleh kriteria layak digunakan karena telah sesuai dengan kriteria valid, Praktis dan efektif. Hasil validasi menyatakan komik valid denga nilai 3,23 dan soal valid dengan nilai CVR tiap itemnya bernilai 1. Komik dinyatakan praktis pula berdasarkan hasil analisis keterlaksanaan pembelajaran, komik mampu mencapai keterlaksanaan pembelajaran sebesar 70,24%. Komik dinilai efektif berdasarkan hasil post-test dan skala yang berturut turut menunjukan ketuntasan 83,87 % dan keberhasilan 70%. Hal 96

9 Saran Komik matematika untuk memfasilitasi pemahaman konsep dan motivasi belajar yang dibuat dalam penelitian ini dapat digunakan dalam pembelajaran karena sudah memenuhi krteria kelayakan produk. Selanjurnya Komik matematika yang dibuat perlu dikembangkan lebih lanjut dengan menggunakan penelitian eksperimen sehingga kelayakan komik dalam penggunaan dalam kelas dapat teruji. Komik matematika ini perlu dikembangkan lebih lanjut dengan membuat jilid dua dan seterusnya dengan materi yang berbeda. DAFTAR PUSTAKA Aqib, Z. (2011). Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: Yrama Widya. Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosda Karya. Arini, F. D., Choiri, A. S., & Sunardi. (2017). The Use of Comic s a Learning Aid to Improve Learning Interest of Slow Learner Student. European Journal of Special Education Research, Azwar, S. (1990). Motivasi dalam Belajar. -, -. Hidayanti, D. (2015). Pengembangan Komik Matematika berbasis Edutainment untuk Memfasilitasi Pencapaian Pemahaman Konsep dan Motivasi Belajar Siswa SMP/ MTs Kelas VII pada Pokok Bahasan Lingkaran. Yogyakarta: Tidak Diterbitkan. Indriani, F. (2015). Kompetensi Pedagogik Mahasiswa dalam Mengelola Pembelajaran Tematik Integratif Kurikulum 2013 pada Pengajaran Micro di PGSD UAD Yogyakarta. Profesi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2, Nugraeni, E. A., & Sugiman. (2013). Pengaruh Pendekatan PMRI terhadap Aktivitas Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP. PHYTAGORAS: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 1, Puslitjaknov. (2008). Metode Penelitian Pengembanagan. Jakarta: Depdiknas. Re, A. D. (2014). Reading, Drawing, and Aritmatic using Comic to Teach Elementary Math. Savannah, Georgia: -. Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press. Schunk, D. H. (2012). Learning Theories (Teori -Teori Pembelajaran : Perspektif Pendidikan). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Suryadi, A., Hidayat, B., Rustana, C., Abduhzen, M., Sulistiyo, Rosyidi, U., & Latif, Y. (2014). Pendidikan untuk Transformasi Bangsa: Arah Baru Pendidikan untuk Merubah Mental Bangsa. Jakarta: Kompas. Susilo. (2018, Maret Minggu). Tribunlifestyle. Diambil kembali dari Tribun: /11/29/indonesia-peringkat-ke- 2-pembaca-manga-terbanyak-didunia Syahrir, D. C. (2016). Penerapan Pembelajaran Jigsaw Terintegrasi PBL (Problem Based Learning) berbasis Lesson Study untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Biologi Umum Universitas Negeri Malang. Jornal Bio Education Vol 1 Nomor 1 Oktober ISSN , Toh, T. L. (2012). Use of Cartoons and Comics to Teach Algebra in Mathematics Classrooms. Journal of National Institute of Education, Nanyang Technological University, Singapore, Widyoko, S. E. (2012). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Yamasari, Y. (2010). Pengembangan Media Pembelajaran Matematika Berbasis ICT yang Berkualitas. Seminar Nasional Pascasarjana X - ITS ISBN No , -. Hal 97

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP Pengembangan bahan ajar. (Fadila Dyah R.) 69 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP THE DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIAL BASED ON ETHNOMATHEMATICS

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 BAYANG UTARA ABSTRACT

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 BAYANG UTARA ABSTRACT PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP 1 BAYANG UTARA Sri Yuli Helda*), Anna Cesaria, M. Pd ** ), Anny Sovia, S. Si,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. dan kritis (Suherman dkk, 2003). Hal serupa juga disampaikan oleh Shadiq (2003)

I. PENDAHULUAN. dan kritis (Suherman dkk, 2003). Hal serupa juga disampaikan oleh Shadiq (2003) I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan disiplin ilmu yang sifatnya terstruktur dan terorganisasi dengan baik, mulai dari konsep atau ide yang tidak terdefinisi sampai dengan yang

Lebih terperinci

Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP

Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 M-70 Pengembangan Perangkat Pembelajaran dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia pada Materi Lingkaran untuk Siswa Kelas VIII SMP

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R PADA MATERI HIMPUNAN KELAS VII SMPN 11 KOTA JAMBI 1) Eka Romiati 1), Roseli Theis 2) Alumni Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII

Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII SEMINAR MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2017 Perangkat Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Mendukung Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII Rizqi Annisavitri Program Magister Pendidikan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA (MATERI STATISTIK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING SISTEM 5 M UNTUK SISWA KELAS VII

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA (MATERI STATISTIK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING SISTEM 5 M UNTUK SISWA KELAS VII PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATEMATIKA (MATERI STATISTIK) DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ACTIVE LEARNING SISTEM 5 M UNTUK SISWA KELAS VII 1) Rante Hanjarwati, 2) Yoso Wiyarno Universitas PGRI Adi Buana yosowiyarno@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk membangun bangsa. Pendidikan menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan negara. Menurut Puspendik (2012: 2), kualitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 297) merupakan penelitian

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. kebutuhan yang paling mendasar. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan

I. PENDAHULUAN. kebutuhan yang paling mendasar. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan berperan penting dalam kehidupan manusia. Pendidikan merupakan kebutuhan yang paling mendasar. Dengan pendidikan manusia dapat mengembangkan potensi yang

Lebih terperinci

Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP

Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Implementasi Pendekatan Guided discovery dalam Game Edukasi Matematika untuk Siswa SMP Afif Rizal, Kuswari Hernawati Fakultas Matematika dan

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XIII, No.2, Tahun 2015 Fidya Rizka Anggraeni & Sumarsih 14-22

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XIII, No.2, Tahun 2015 Fidya Rizka Anggraeni & Sumarsih 14-22 PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA MATERI AKUN-AKUN PERUSAHAAN DAGANG DEVELOPING COMIC AS A LEARNING MEDIA OF THE MATERIAL OF TRADING COMPANIES ACCOUNTS Oleh: Fidya Rizka Anggraeni

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Pedagogy Volume 2 Nomor 1 ISSN 2502-3802 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR METODE NUMERIK BERBASIS PEMECAHAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS Ahmad Fadillah 1 Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Produk yang dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) berbasis

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Model Problem Based Learning

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Model Problem Based Learning SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 PM - 32 Upaya Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Melalui Model Problem Based Learning Melda Ariyanti Dosen Teknik Perminyakan Universitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGIEMPAT

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGIEMPAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR KOMIK BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI SEGIEMPAT Diana Puspita Sari 1, Bagus Ardi Saputro FPMIPATI, Universitas PGRI Semarang

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS MATERI TENAGA ENDOGEN UNTUK SISWA SMP KELAS VII

PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS MATERI TENAGA ENDOGEN UNTUK SISWA SMP KELAS VII Pengembangan Komik Sebagai (Cahya Yanuar Hutama) 1 PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS MATERI TENAGA ENDOGEN UNTUK SISWA SMP KELAS VII DEVELOPING A COMIC AS A SOCIAL STUDIES LEARNING RESOURCE

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK SMP KELAS VIII

PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK SMP KELAS VIII Vol.4, No.1, April 2016 PENGEMBANGAN LKS DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL UNTUK SMP KELAS VIII (THE DEVELOPMENT OF STUDENS WORKSHEET USING PMRI APPROACH ON TWO VARIABLE

Lebih terperinci

2015 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS II D I SD N HARAPAN 1 BAND UNG

2015 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA KELAS II D I SD N HARAPAN 1 BAND UNG BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Sekolah Dasar merupakan lembaga pendidikan formal yang berfungsi memberikan kepada siswa bekal pengetahuan, sikap dan keterampilan dasar, yang dewasa ini

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. serta bertanggung jawab. Salah satu cara memperoleh sumber daya manusia yang

I. PENDAHULUAN. serta bertanggung jawab. Salah satu cara memperoleh sumber daya manusia yang 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan guna membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya manusia yang berkualitas adalah mereka yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D). Produk yang akan dikembangkan dalam penelitian ini adalah perangkat

Lebih terperinci

Validitas Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing

Validitas Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Suska Journal of Mathematics Education (p-issn: 2477-4758 e-issn: 2540-9670) Vol. 3, No. 1, 2017, Hal. 15 26 Validitas Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Rena Revita Program

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian 48 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menghasilkan model pengembangan soft skills yang dapat meningkatkan kesiapan kerja peserta didik SMK dalam pembelajaran

Lebih terperinci

research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS)

research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS) BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan atau research and development untuk mengembangkan perangkat pembelajaran

Lebih terperinci

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Siswa SMP Materi Teorema Pythagoras

Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Siswa SMP Materi Teorema Pythagoras SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Realistic Mathematics Education (RME) Untuk Siswa SMP Materi Teorema Pythagoras Sukmo Purwo Diharto

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat,

I. PENDAHULUAN. depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat, I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dalam menunjang kehidupan masa depan yang lebih baik. Melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia khususnya para siswa di tingkat pendidikan Sekolah Dasar hingga

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia khususnya para siswa di tingkat pendidikan Sekolah Dasar hingga BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang wajib dipelajari oleh setiap siswa pada jenjang pendidikan manapun. Di Indonesia khususnya para

Lebih terperinci

Yuniar Fikriani Amalia, Zainuddin, dan Misbah Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin

Yuniar Fikriani Amalia, Zainuddin, dan Misbah Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA FISIKA BERORIENTASI KETERAMPILAN GENERIK SAINS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN Yuniar Fikriani Amalia, Zainuddin, dan Misbah Program

Lebih terperinci

Ika Santia 1, Jatmiko 2 Pendidikan matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri 1 2.

Ika Santia 1, Jatmiko 2 Pendidikan matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri 1 2. Santia dan Jatmiko, Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika... 11 Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berdasarkan Proses Berpikir Relasional Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Masalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Development). Penelitian ini berjudul Pengembangan LKPD IPA tema

BAB III METODE PENELITIAN. Development). Penelitian ini berjudul Pengembangan LKPD IPA tema BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian jenis R&D (Research and Development). Penelitian ini berjudul Pengembangan LKPD IPA tema pencemaran lingkungan berbasis

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS Ayu Tiara Putri 1, Haninda Bharata 2, Arnelis Djalil 2 putri.ayutiara@yahoo.com 1 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensi diri dan keterampilan. makhluk beragama dan makhluk sosial dengan baik.

I. PENDAHULUAN. pembelajaran agar siswa aktif mengembangkan potensi diri dan keterampilan. makhluk beragama dan makhluk sosial dengan baik. I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini karena pendidikan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat. Pendidikan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP Pengembangan Lembar Kerja. (Putri Chandra H.) 1 PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP DEVELOPMENT

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VII-C SMP NEGERI 3 LINGSAR PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING TAHUN AJARAN 2016/2017 ARTIKEL SKRIPSI BAIQ HIDAYAH E1R113012 PROGRAM

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini termasuk penelitian pengembangan. Penelitan pengembangan pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe Course Review Horay ini

Lebih terperinci

Pengembangan Buku Ajar Aljabar Linear berbasis Discovery-Inquiry Guna meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis

Pengembangan Buku Ajar Aljabar Linear berbasis Discovery-Inquiry Guna meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2016 PM - 23 Pengembangan Buku Ajar Aljabar Linear berbasis Discovery-Inquiry Guna meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Swasti Maharani, Tri

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Matematika merupakan ratunya ilmu dan sekaligus menjadi pelayannya, sehingga para siswa harus dibekali untuk menghadapi kehidupan kelak di masyarakat. Manusia sering

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian pembuatan media pembelajaran. Media yang akan dikembangkan adalah media pembelajaran matematika berbentuk komik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian pada skripsi ini adalah penelitian pengembangan, model yang digunakan adalah model pengembangan atau Research and Development (R&D). Metode penelitian

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER OLEH MAHASISWA CALON GURU FISIKA Susilawati Program Studi Pendidikan Fisika, IKIP PGRI Semarang Jln. Lontar No. 1 Semarang susilawatiyogi@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan),

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. terdiri dari lima tahap yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Pengembangan perangkat pembelajaran matematika materi Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia telah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI PECAHAN TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 32 PADANG Bety Harlinda*, Zulfaneti**, Alfi Yunita**

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh setiap manusia. Menurut UU

I. PENDAHULUAN. menjadi kebutuhan mendasar yang diperlukan oleh setiap manusia. Menurut UU I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia saat ini tidak bisa terlepas dari pendidikan. Pendidikan merupakan hal yang sangat fundamental bagi kemajuan suatu bangsa sehingga menjadi kebutuhan

Lebih terperinci

Penerapan Media Komik Matematika Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah di Sekolah Dasar

Penerapan Media Komik Matematika Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah di Sekolah Dasar Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika Vol. 1 No. 1, hal. 1-6, September 2015 Penerapan Media Komik Matematika Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Perkalian dan Pembagian Bilangan Cacah

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII Pengembangan Perangkat Pembelajaran... (Tangguh Yudho Pamungkas) 21 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII DEVELOPING INSTRUCTIONAL MATERIALS

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan untuk mengembangkan instrumen penilaian otentik yang valid dan reliabel dalam menilai pengetahuan dan keterampilan praktikum siswa SMK. Setelah itu,

Lebih terperinci

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom

Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa Materi Garis dan Sudut dengan Pendekatan Inquiry Berbantuan Software Wingeom Dyah Pradipta 1, Kuswari Hernawati

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D). Menurut Wina

BAB III METODE PENELITIAN. dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D). Menurut Wina BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang akan dilakukan yaitu penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggris disebut Research and Development (R&D). Menurut Wina Sanjaya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Abas Hidayat, 2015

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Abas Hidayat, 2015 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam proses pengembangan sumber daya manusia. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII JURNAL

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII JURNAL PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK SISWA SMP KELAS VIII JURNAL Diajukan kepada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF

PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH MATERI GEOMETRI NON EUCLIDES UNTUK MELATIHKAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF 1) 2) 3) Fatriya Adamura, Titin Masfingatin, dan Elma Puspita Kirbiana 1,2,3) FPMIPA, IKIP PGRI

Lebih terperinci

DEVELOPING MATHEMATICAL LEARNING BASED ON DISCOVERY LEARNING MODEL

DEVELOPING MATHEMATICAL LEARNING BASED ON DISCOVERY LEARNING MODEL Yulius, Irwan, & Yerizon p-issn: 2086-4280; e-issn: 2527-8827 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN DENGAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK PESERTA DIDIK SMA KELAS

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK Raifi Wulandari 37, Sunardi 38, Arika Indah K 39 Abstract. The research aims to know the process

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Menurut UU RI tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

Lebih terperinci

E-journal Prodi Edisi 1

E-journal Prodi Edisi 1 E-journal Prodi Edisi 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA SMP BERBASIS SCIENCE EDUTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK THE DEVELOPMENT OF SCIENCE

Lebih terperinci

Ridha 1), Amran 2) dan Hufri 2)

Ridha 1), Amran 2) dan Hufri 2) PILLAR OF PHYSICS EDUCATION, Vol. 3. April 2014, 121-128 PENGEMBANGAN HANDOUT IPA FISIKA BERBENTUK KOMIK BERDASARKAN MODEL PBM UNTUK PEMBELAJARAN SISWA KELAS IX SEMESTER I PADA KONSEP KELISTRIKAN DI SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk mengkaji keefektifan

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang bersifat analisis kebutuhan dan untuk mengkaji keefektifan BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development, R&D). Borg & Gall (Sugiyono 2011: 47) menyatakan bahwa research and development

Lebih terperinci

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta 2)

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Negeri Yogyakarta 2) Pengembangan LKPD Berbasis Conceptual. (Syella Ayunisa Rani) 231 PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS CONCEPTUAL ATTAINMENT UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI KESEIMBANGAN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN PADA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DI MAN YOGYAKARTA I

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN PADA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DI MAN YOGYAKARTA I Pengembangan Instrumen Asesmen. (R.M Mirwan Sabiq) 425 PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN PEMBELAJARAN PADA MATERI GERAK MELINGKAR BERATURAN BERBASIS MEDIA AUDIO VISUAL DI MAN YOGYAKARTA I THE DEVELOPMENT

Lebih terperinci

Joyful Learning Journal

Joyful Learning Journal JLJ 3 (1) (2014) Joyful Learning Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jlj Penerapan Model Student Facilitator And Explaining Berbantuan Media Visual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan perangkat pembelajaran berupa RPP dan LKS dengan pendekatan scientific berbasis problem based learning

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Dalam menghadapi perkembangan zaman, siswa dituntut menjadi individu yang

I. PENDAHULUAN. Dalam menghadapi perkembangan zaman, siswa dituntut menjadi individu yang 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam menghadapi perkembangan zaman, siswa dituntut menjadi individu yang mampu mengembangkan diri dan memiliki kreativitas yang tinggi. Siswa yang memiliki kreativitas

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada

BAB III METODE PENELITIAN. dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berupa perangkat pembelajaran. Perangkat

Lebih terperinci

ARTIKEL ILMIAH OLEH: FITRIA DWITA A1C411031

ARTIKEL ILMIAH OLEH: FITRIA DWITA A1C411031 ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) BERMUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA MATERI JAMUR UNTUK SISWA SMA KELAS X MIA OLEH: FITRIA DWITA A1C411031 FAKULTAS

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATERI BILANGAN BULAT RADESWANDRI Guru SMP Negeri 1 Kuantan Mudik radeswandri@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan kajian, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Proses pengembangan modul pembelajaran geometri berdasarkan teori Van Hiele dilaksanakan

Lebih terperinci

P 75 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN INTEGRASI INTERKONEKSI

P 75 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN INTEGRASI INTERKONEKSI P 75 PENGEMBANGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN INTEGRASI INTERKONEKSI Suparni Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta suparni71@yahoo.com

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII

PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERI LINGKARAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF PADA SISWA SMP KELAS VIII ARTIKEL SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan

BAB III METODE PENELITIAN. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah Lembar Kegiatan A. RANCANGAN PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini dirancang sebagai penelitian Research and Development (R&D) yang merupakan desain penelitian dan pengembangan, yaitu metode penelitian yang

Lebih terperinci

Oleh : Ika Dewi Fitria Maharani, Bambang S.H.M, M.Kom Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY

Oleh : Ika Dewi Fitria Maharani, Bambang S.H.M, M.Kom Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY Pengembangan Media Pembelajaran... (Ika Dewi FM) 1 PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL UNTUK SISWA SMP

Lebih terperinci

57 PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

57 PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 57 PENGEMBANGAN KOMIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (DEVELOPING OF COMICS AS A MEDIUM OF SCIENCE LEARNING IN JUNIOR HIGH SCHOOL) Darmadi*, Wan Syafii, Ferlita Evelyn WS, dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk pemikir yang jauh lebih baik dari makhluk hidup

BAB I PENDAHULUAN. Manusia sebagai makhluk pemikir yang jauh lebih baik dari makhluk hidup BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sebagai makhluk pemikir yang jauh lebih baik dari makhluk hidup lainnya dituntut untuk dapat mengoptimalkan kemampuan bernalarnya agar dapat lulus hidup

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP 58 Jurnal Pendidikan Matematika Vol.6 No.7 Tahun 2017 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI BANGUN DATAR BERORIENTASI PADA PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII SMP

Lebih terperinci

BAB III METODE PENGEMBANGAN

BAB III METODE PENGEMBANGAN BAB III METODE PENGEMBANGAN Bab ini membahas tentang model pengembangan, langkah-langkah dalam penelitian pengembangan atau prosedur pengembangan Research and Development (R&D) melalui model Borg and Gall

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI. B. Pendekatan Penelitian

BAB III METODOLOGI. B. Pendekatan Penelitian 17 BAB III METODOLOGI A. Waktu dan Tempat 1. Lokasi Penelitian Penelitian mengenai pengembangan media berbasis audiovisual untuk materi ekstraksi dilakukan di SMK Negeri 2 Indramayu. Penelitian yang dilakukan

Lebih terperinci

Siti Masruha 21, Sunardi 22, Arika Indah K 23

Siti Masruha 21, Sunardi 22, Arika Indah K 23 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESMENT, SATISFACTION) DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) SUB POKOK BAHASAN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 16 KERINCI

PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 16 KERINCI Biodik Vol 3 No.1 Juni 2017 Hal 8-15 1 PENGEMBANGAN MODUL BIOLOGI BERBASIS KONSTRUKTIVISME PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 16 KERINCI DEVELOPMENT OF BIOLOGY

Lebih terperinci

Agung Wijaya Arifandi et al., Analisis Struktur Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal...

Agung Wijaya Arifandi et al., Analisis Struktur Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal... 1 Analisis Struktur Hasil Belajar Siswa dalam Menyelesaikan Soal Pemecahan Masalah Pokok Bahasan Aritmetika Sosial Berdasarkan Taksonomi SOLO di Kelas VII SMP Negeri 7 Jember (Analysis of Student Learning

Lebih terperinci

Seminar Nasional PGSD UNIKAMA https://semnas.unikama.ac.id/pgsd/artikel.php Vol. 1, Desember 2017

Seminar Nasional PGSD UNIKAMA https://semnas.unikama.ac.id/pgsd/artikel.php Vol. 1, Desember 2017 PENGARUH IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TIEM GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI PANAIKANG 1 KOTA MAKASSAR Eka Fitriana HS STKIP Mega Rezky

Lebih terperinci

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Madrasah Tsanawiyah Kota Tangerang Selatan

Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Madrasah Tsanawiyah Kota Tangerang Selatan SEMINAR NASIONAL MATEMATIKA DAN PENDIDIKAN MATEMATIKA UNY 2015 PM - 132 Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Madrasah Tsanawiyah Kota

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Trends In International Mathematics And Science Study (TIMSS)

BAB I PENDAHULUAN. Trends In International Mathematics And Science Study (TIMSS) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hasil survey dari Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi literasi matematika Indonesia pada tahun 2000 berada

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII SMP/MTs

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII SMP/MTs 1 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERBANDINGAN KELAS VII SMP/MTs Metti Sukri 1, Syofni 2, Syarifah Nur Siregar 3 Email: mettisukri@gmail.com,

Lebih terperinci

Oleh. Erwina Yulia Nengsih * ), Melisa ** ), Rahima ** ) ABSTRACT

Oleh. Erwina Yulia Nengsih * ), Melisa ** ), Rahima ** ) ABSTRACT PENGEMBANGAN MODUL BERORIENTASI PBL (PROBLEM BASED LEARNING) PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Oleh Erwina Yulia Nengsih * ), Melisa ** ),

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan project based learning. Bahan ajar yang dikembangkan berupa RPP BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji kualitas produk tersebut.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013.

BAB III METODE PENELITIAN. Realistik (PMR) bagi siswa SMP kelas VIII sesuai Kurikulum 2013. BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini berupa Lembar Kegiatan Siswa (LKS) materi perbandingan dengan

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. A. Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika

BAB II LANDASAN TEORI. A. Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika BAB II LANDASAN TEORI A. Keterlaksanaan Pembelajaran Matematika Pengertian pembelajaran sebagaimana tercantum dalam UU RI nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional adalah suatu proses interaksi

Lebih terperinci

PENILAIAN BERBASIS KELAS UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI SMP

PENILAIAN BERBASIS KELAS UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI SMP PENILAIAN BERBASIS KELAS UNTUK PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI SMP Arnetis, Mariani Natalina dan Sri Ayuni Program Studi Pendidikan Biologi Jurusan PMIPA FKIP Universitas Riau Pekanbaru

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bab ini akan membahas tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, spesifikasi produk yang dikembangkan, dan keterbatasan produk yang dikembangkan.

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MODEL E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PADA POKOK PEMBELAJARAN ALJABAR DI SMP

PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MODEL E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PADA POKOK PEMBELAJARAN ALJABAR DI SMP PENGEMBANGAN LKS MATEMATIKA MODEL E-LEARNING BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PADA POKOK PEMBELAJARAN ALJABAR DI SMP SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. berkembang dengan pesat. Hal ini tidak terlepas dari peranan dunia

I. PENDAHULUAN. berkembang dengan pesat. Hal ini tidak terlepas dari peranan dunia I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era globalisasi, perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sangat berkembang dengan pesat. Hal ini tidak terlepas dari peranan dunia pendidikan. Pendidikan

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS SMP/MTs DI KECAMATAN PANDAK JURNAL SKRIPSI

IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS SMP/MTs DI KECAMATAN PANDAK JURNAL SKRIPSI Implementasi Kompetensi Pedagogik... (Puji Lestari) 1 IMPLEMENTASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS SMP/MTs DI KECAMATAN PANDAK JURNAL SKRIPSI Disusun oleh: Puji Lestari 11416241048 JURUSAN PENDIDIKAN ILMU

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha untuk menumbuhkembangkan potensi SDM melalui

I. PENDAHULUAN. Pendidikan adalah usaha untuk menumbuhkembangkan potensi SDM melalui I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah usaha untuk menumbuhkembangkan potensi SDM melalui kegiatan pembelajaran. Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2002 (UU Sisdiknas,

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN SOCRATES KONTEKSTUAL UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Heizlan Muhammad, Tina Yunarti, Rini Asnawati Anheizlan@gmail.com Program Studi Pendidikan Matematika

Lebih terperinci

Pengembangan Media Komik Matematika Berbasis Pendekatan Scientific pada Materi Bilangan Bulat

Pengembangan Media Komik Matematika Berbasis Pendekatan Scientific pada Materi Bilangan Bulat Pengembangan Media Komik Matematika Berbasis Pendekatan Scientific pada Materi Bilangan Bulat Dian Fitriani *, Edrizon, Yusri Wahyuni, Rita Desfitri Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs

LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI HIMPUNAN BERBASIS PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK SISWA SMP/MTs Nurul Arfinanti ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Penelitian ini

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan Research and Development (R&D) yang dikembangkan

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN. model pengembangan Research and Development (R&D) yang dikembangkan 39 BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 3.1 Model Penelitian Pengembangan Penelitian yang dilakukan berupa penelitian dan pengembangan, model yang akan dikembangkan dalam pengembangan penelitian

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG UNTUK SMP KELAS IX

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG UNTUK SMP KELAS IX 60 Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6 No 1 Tahun 2017 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN PMRI PADA MATERI BANGUN RUANG SISI LENGKUNG UNTUK SMP KELAS IX DEVELOPING LEARNING MATERIALS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Autograph Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP

BAB I PENDAHULUAN. Pembelajaran Berbasis Masalah Berbantuan Autograph Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Globalisasi dan perkembangan informasi mengalami perubahan pesat ke arah yang lebih maju, termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai Negara berkembang,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran berupa Rancangan Pelaksanaan

Lebih terperinci