FUZOKUGO BAHASA JEPANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "FUZOKUGO BAHASA JEPANG"

Transkripsi

1 Jusuf D. Ondang Abstrak Secara umum dalam bahasa Jepang kata dikelompokkan dalam dua bagian yaitu jiritsugo dan fuzokugo. Jiritsugo ialah kata yang mempunyai makna leksikal dan secara mandiri dapat mengisi fungsi gramatikal. Sebaliknya fuzokugo tidak memiliki arti leksikal dan hanya dapat mengisi fungsi gramatikal bersama dengan jiritsugo. Kata kunci: jiritsugo, fuzokugo, joshi, jodooshi. 1 PENDAHULUAN Jenis kata dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah hinshi ( 品 詞 ). Berdasarkan perkembangannya pengklasifikasian jenis kata bahasa Jepang mengalami beberapa perubahan. Sehubungan dengan hal tersebut, Yoshida (1985 : dalam Sudjianto) mengemukakan bahwa pengklasifikasian jenis kata dalam gramatika bahasa Jepang berdasarkan para pakarnya diklasifikasikan dalam 5 kelompok gramatika yaitu : 1. Otsuki Bunmpoo (Otsuki Fumihiko, ) 2. Yamada Bunpoo (Yamada Yashio, ) 3. Matsushita Bunpoo ( Matsushita Daisaburo, ) 4. Takieda Bunpoo (Takieda Mitoki, ) 5. Hashimoto Bunpoo (Hashimoto Shinkichi, ) Pemikiran dari masing-masing pakar yang disebut di atas sebenarnya tidak terlalu berbeda. Yang menjadi perbedaannya adalah jumlah jenis kata yang mereka klasifikasikan ke dalam jenis kata yang lebih kecil. Masing-masing klasifikasi jenis kata berdasarkan 5 kelompok gramatika adalah sebagai berikut : 1. Otsuki Bunpoo (Otsuki Fumihiko, ) Dalam Otsuki Bunpoo, jenis kata yang dikelompokkan tidak diketahui secara jelas jumlahnya. 2. Yamada Bunpoo (Yamada Yashio, ) Yamada Yashio mengklasifikasikan jenis kata ke dalam 14 jenis meliputi Meishi, Daimeishi, Sushi, Dooshi, Keiyooshi, Sonzaishi, 156

2 Keishiki Dooshi, Keishiki Keiyooshi, Jootai Fukushi, Teido Fukushi, Chinjutsu Fukushi, Setsuzoku Fukushi, Kandooshi dan Joshi. Pengklasifikasian dari Yamada Yshio lebih menitik beratkan pada fukushi Kata Keterangan secara detail. 3. Matsushita Bunpoo (Matsushita Daisaburo, ) Matsushita mengklasifikasikan jenis kata ke dalam 6 jenis, meliputi Meishi, Dooshi, Rentaishi, Kandooshi, Fukushi dan Fukumeishi. 4. Takieda Bunpoo (Takieda Mitoki, ) Takieda Mitoki mengklasifikasikan jenis kata ke dalam10 jenis meliputi Dooshi, Keiyooshi, Keiyooshi Meishi, Fukushi, Rentaishi, Setsuzoku, Kandooshi, Jodooshi dan Joshi. 5. Hashimoto Bunpoo (Hashimoto Shinkichi, ) Hashimoto Shinkichi mengklasifikasikan jenis kata ke dalam 9 jenis, meliputi Dooshi, Keiyooshi, Meishi (di dalamnya termasuk Daimeishi dan Sushi), Fukushi, Rentaishi, Setsuzokushi, Kandooshi, Jodooshi dan Joshi. Dari pengklasifikasian yang diuraikan oleh 5 orang pakar gramatika bahasa Jepang yang diuraikan di atas, Hashimoto Bunpoolah yang digunakan sebagai acuan untuk gramatika bahasa Jepang yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Jepang. Gramatika inilah yang diperkenalkan dan diajarkan kepada para siswa di sekolahsekolah Jepang sampai sekarang. Tomita (1995 : 2) mengemukakan bahwa pengklasifikasian jenis kata yang dipaparkan dalam Hashimoto bunpoo terdiri atas 9 jenis kata. Akan tetapi Tomita lebih lanjut mengklasifikasikan jenis kata ke dalam 10 jenis. Pengklasifikasian Tomita maupun Hashimoto sebenarnya tidak jauh berbeda. Yang membedakannya adalah pemisahan keiyooshi menjadi 2, yaitu keiyooshi yang berakhiran i disebut dengan -i keiyooshi atau keiyooshi saja, dan keiyooshi yang berakhiran dengan -da/-na disebut na keiyooshi atau keiyoodooshi. Klasifikasi jenis kata dalam bahasa Jepang disebut Hinshibunrui ( 品 詞 分 類 ) Menurut Mori dalam Kamus Jepang Indonesia (1985 : 1 bagian belakang) kata ( 単 語 Tango) dalam bahasa Jepang terdiri dari 10 jenis kata dan terbagi atas dua golongan kata yang besar yaitu : 自 立 語 jiritsugo dan 付 属 語 fuzokugo Jenis kata yang termasuk pada golongan 自 立 語 jiritsugo adalah kata-kata yang dapat berdiri sendiri dan memiliki arti yaitu: 157

3 (1) Kata Kerja ( 動 詞 Dooshi), (2) Kata Sifat I ( 形 容 詞 Keiyooshi), (3) Kata Sifat II ( 形 容 動 詞 Keiyoodooshi), (4) Kata Benda ( 名 詞 Meishi), (5) Kata Prakata Benda ( 連 体 詞 Rentaishi), (6) Kata Keterangan ( 副 詞 Fukushi), (7) Kata Penyambung ( 接 続 詞 Setsuzokushi) dan (8) Kata Seru ( 間 投 詞 Kandooshi) Jenis kata yang termasuk pada golongan 付 属 語 Fuzokugo adalah kata-kata yang hanya bersifat membantu yaitu : (1) Kata Bantu ( 助 詞 Joshi) dan (2) Kata Kerja Kopula ( 助 動 詞 Jodooshi). 2 FUZOKUGO Berbeda dengan jiritsugo yang dapat berdiri sendiri dan memiliki arti leksikal, fuzokugo tidak dapat berdiri sendiri dan tidak memiliki arti bila tidak dilengkapi kata kata lain. Oleh karena itu fuzokugo bersifat membantu kata lain dan dengan demikian hanya memiliki arti gramatikal. Fuzokugo terdiri dari joshi 助 詞 (katabantu) dan jodooshi 助 動 詞 (kata bantu kopula) 2.1 JODOOSHI 助 動 詞 (KATA BANTU KOPULA) Berdasarkan artinya, 助 動 詞 jodooshi dapat dibagi sebagai berikut : 1) 使 役 Shieki (perintah, menyuruh) : berakhiran -せる seru, -させる saseru. Pembuatan bentuk menyuruh : a) 五 段 活 用 動 詞 Godan katsuyoo dooshi 身 線 形 mizenkei + せる seru 書 く kaku (menulis) 書 かせる kakaseru (menyuruh menulis) 読 む yomu (membaca) 読 ま せ る yomaseru (menyuruh membaca) 買 う kau (membeli) 買 わ せ る kawaseru (menyuruh membeli) 取 る toru (mengambil) 取 ら せ る toraseru (menyuruh mengambil) b) 一 段 活 用 動 詞 Ichidan Katsuyoo Dooshi 身 線 形 mizenkei + させる saseru 158

4 食 べる taberu (makan) 食 べさせる tabesaseru (menyuruh makan) 寝 る neru (tidur) 寝 させる nesaseru (menyuruh tidur) 起 きる okiru (bangun) 起 き さ せ る okisaseru (menyuruh bangun) 降 りる oriru (turun) 降 り さ せ る orisaseru (menyuruh turun) c) 貨 変 格 活 用 Kahen kaku katsuyoo 来 る kuru (datang) 来 させる kosaseru (menyuruh datang) d) 差 変 格 活 用 Sahen kaku katsuyoo する suru (melakukan) させる saseru menyuruh melakukan) 使 役 Shieki bila dilihat dari bahasa Indonesia mempunyai dua arti, yaitu menyuruh dan membuat. 怒 る okoru 怒 らせる okoraseru dapat berarti menyuruh marah atau membuat marah. 笑 う warau (tertawa) 笑 わせる warawaseru (menyuruh tertawa / membuat tertawa) 2) 受 身 Ukemi (bentuk pasif) : -れる reru, -られる rareru. Pembentukan ukemi adalah sebagai berikut : a) 五 段 動 詞 Godan dooshi 身 線 形 mizenkei + れる reru 盗 む nusumu (mencuri) 盗 まれる nusumareru (dicuri) 叱 る shikaru (memarahi) 叱 られる shikarareru (dimarahi) b) 一 段 活 用 動 詞 Ichidan katsuyoo dooshi 身 線 形 mizenkei + られる rareru 食 べる taberu (makan) 食 べられる taberareru (dimakan) 褒 める homeru (memuji) 褒 められる homerareru (dipuji) c) 貨 変 格 活 用 Kahen kaku katsuyoo 来 る kuru (datang) 来 られる korareru (didatangkan) d) 差 変 格 活 用 Sahen kaku katsuyoo する suru (melakukan) される sareru (dilakukan) 159

5 Susunan kalimat Pasif (1) Sensei wa Ari-san o homemashita 先 生 は アリさん を 褒 めました (Guru memuji saudara Ali) (2) Ali-san wa sensei ni homeraremashita アリさん は 先 生 に 褒 められました (Saudara Ali dipuji oleh guru) (3) Chichi wa ototo o homemashita 父 は 弟 を 褒 めました (Ayah memuji adikku) (4) Ototo wa chichi ni homeraremashita 弟 は 父 に 褒 められました (Adikku dipuji oleh ayah) (5) Doroboo wa watashi no okane o nusumimashita 泥 簿 は 私 の お 金 を 盗 みました (Pencuri mencuri uang saya.) (6) Watashi wa dorobo ni okane o nusumaremashita 私 は 泥 簿 に お 金 を 盗 まれました (Uang saya dicuri oleh pencuri) 3) 可 能 Kanoo (bentuk dapat) : berakhiran -れる reru, -られる rareru Pembentukannya : a) 五 段 活 用 動 詞 Godan katsuyoo dooshi 身 線 形 mizenkei + れる reru いく iku (pergi) 行 かれる ikareru (dapat pergi) よむ yomu (membaca) 読 まれる yomareru (dapat membaca) b) 一 段 活 用 動 詞 Ichidan katsuyoo dooshi 身 線 形 mizenkei + られる rareru 食 べる taberu (makan) 食 べ ら れ る taberareru (dapat makan) 起 きる okiru (bangun) 起 きられる okirareru (dapat bangun) c) さ 変 活 用 動 詞 Sahen katsuyoo する suru (melakukan) できる dekiru (dapat) Catatan : Kata kerja 見 る miru dan 聞 く kiku punya bentuk khusus dalam bentuk dapat yaitu : 見 る miru (melihat) 見 える mieru (kelihatan) 見 えられる mirareru (kelihatan/dapat melihat) 160

6 聞 く kiku (mendengar) 聞 ける kikeru (dapat mendengar) 聞 こえる kikoeru (kedengaran) 4) 自 発 Jihatsu (bentuk gerakan spontan) berakhiran れる reru, -ら れる rareru (7) Yoru ni naru to, kokyoo no koto ga omoidashimasu 夜 に なる と 故 郷 の こと が 思 い 出 します (8) Yoru ni naru to, kokyoo no koto ga omoidasaremasu 夜 に なりと 故 郷 の こと が 思 い 出 されます (Bila malam tiba, teringatlah kampung halaman.) (9) Kono mondai mo soo kangaerarete naranai. この 問 題 も そう 考 えられてならない (Persoalan ini pun tidak terpikirkan.) Catatan : Ada cara pembentukan lain dari 自 発 jihatsu : a)...ようになる yooni naru. (10) Dare mo oshienai noni, kodomo wa hanaseru yooni naru. 誰 も 教 えない の に 子 供 は 話 せるように なる (Pada hal tidak ada yang mengajar, anak-anak dengan sendirinya bisa berbicara.) b) Dengan 可 能 動 詞 kanoo dooshi. (11) Ano eiga o mite itara, nakete shimaimashita. あの 映 画 を 見 ていたら 泣 けてしまいました (Melihat film itu langsung menangis) 5) 尊 敬 Sonkei (bentuk hormat) : -れる reru, -られる rareru (12) Sensei, kono mondai o doo kangaeraremasu ka? 先 生 この 問 題 をどう 考 えられますか (Guru, tolong pikirkan persoalan ini.) Ada cara lain pembentukan dari sonkei. a) お o ditambah dengan 動 詞 dooshi bentuk 連 用 形 renyookei dan ditambah dengan になる ni naru. お o + 動 詞 連 用 形 dooshi renyookei + になる ni naru お 書 きになる okaki ni naru (menulis) お 読 みになる oyomi ni naru (membaca) (13) Otoosan wa shimbun o oyomi ni natte imasu. お 父 さん は 新 聞 を お 読 みになっています (Bapak sedang membaca koran) 161

7 b) Bentuk 動 詞 dooshi khusus 行 く iku - いらっしゃる irassharu (datang) 食 べる taberu - めしあがる meshiagaru (makan) 言 う iu - おっしゃる ossharu dan lain-lain. 6) 希 望 Kiboo (keinginan) : -たい tai, -たがる tagaru (14) Watashi wa Amerika e ikitai. 私 は アメリカ へ 行 きたい (Saya ingin pergi ke Amerika) (15) Toki doki kare ni aitai ときどき 彼 に 会 いたい (Kadang-kadang ingin bertemu dengan dia) (16) Kodomo wa amaimono o kaitagatte imasu. 子 供 は 甘 い もの を 買 いたがっています (Anak-anak ingin membeli gula-gula) 7) 推 量 Suiryo (terkaan, perkiraan) : だろう daroo, でしょう deshoo, ら しい rashii. (17) Ashita wa tabun ii tenki daroo to omoimasu. 明 日 は たぶん いい 天 気 だろう と 思 います (Besok saya kira cuaca akan baik.) (18) Moo juuji narimashita. Kare wa konai deshoo. も 十 時 なりました 彼 は 来 ない でしょう (Sudah jam 10. saya kira dia tidak akan datang. (19) Kare wa wa kono goro isogashi rashii desu. 彼 は この ごろ 忙 しい です (Akhir-akhir ini nampaknya ia sibuk.) 8) 意 思 Ishi, つもり tsumori (bermaksud) : -う u (o), -よう yoo (20) Ashita Tokyo e ikoo to omoimasu. 明 日 東 京 へ 行 こう と 思 います (Besok bermaksud pergi ke Tokyo) (21) Nihongo o benkyoo shiyoo to omotte imasu. 日 本 語 を 勉 強 しよう と 思 っています (Saya bermaksud belajar bahasa Jepang) 9) 判 断 Handan (penegasan) : -だ da, (desu) (22) Sore wa boku no da. それ は ぼくの だ 162

8 (Itu punya saya) (23) Kyoo wa nichiyoobi desu. 今 日 は 日 曜 日 だ (Hari ini hari Minggu) 10) 打 ち 消 し Uchikesi (bentuk negatif) : -ない nai, -ぬ nu, -ず zu, -まい mai. (24) Kyoo wa nani mo tebenai 今 日 は 何 も 食 べない (Hari ini tidak makan apa-apa) (25) Asa gohan o tabezuni, gakkoo e ikimashita. 朝 ごはん を 食 べずに 学 校 へ 行 きました (Tanpa makan pagi pergi ke sekolah) (26) Kore nara hazukashiku wa arumai. これなら 恥 ずかしく は あるまい (Jika ini, tidak akan malu) (27) Namae o shiranu otoko. 名 前 を 知 らぬ 男 (Laki-laki yang tidak tahu namanya) 11) 過 去 Kako, 完 了 kanryoo (bentuk lampau) : -ta (28) Kare wa moo itta. 彼 は もう 行 った (Dia sudah pergi) (29) Yuube nihon no eiga o mimashita. 昨 夜 日 本 の 映 画 を 見 ました (Tadi malam menonton film Jepang) 12) 丁 寧 Teinei (bentuk sopan) : -ます masu Perubahan ます masu menjadi : -ます masu, -ません masen, -まし た mashita, -ませんでした masen deshita. (30) Doko e ikimasu ka どこ へ 行 きますか (Pergi kemana?) (31) Gohan o tabemashita. ご 飯 を 食 べました (Sudah makan nasi.) 163

9 (32) Mada wakarimasen. まだ 分 りません (Belum tahu.) (33) Kinoo, kimasen deshita. きのう 来 ませんでした (Kemarin tidak datang.) 13) 伝 達 Dentatsu (katanya) : そうだ soo da (そうです soo desu) (34) Indonesia wa itsumo atsui soo desu. インドネシア は いつも 熱 いそうです (Katanya Indonesia selalu panas) (35) Kanojo wa Nihon e itta soo da. 彼 女 は 日 本 へ 行 ったそうだ (Katanya dia sudah pergi ke Jepang) 14) 様 態 Yootai (kelihatan, nampaknya) : そうだ soo da (そうです soo desu ) (36) Kono tabemono wa oishisoo desu. この 食 べ 物 は おいしそうです (Makanan ini kelihatan enak.) (37) Sora ga kumotte iru. Ame ga furisoo desu. 空 が 曇 っている 雨 が 降 りそうです (Langit mendung. Kelihatannya akan turun hujan.) Catatan : Lihat perbedaan pembentukan 伝 達 dentatsu dengan 様 態 yootai. Dentatsu bentuk kamus ditambah そうです soo desu, dan 様 態 yootai bentuk 連 用 形 renyookei ditambah そう soo desu. 2.2 助 詞 Joshi (Kata Bantu) 助 詞 Joshi adalah kata-kata yang tidak dapat berdiri sendiri, artinya bila ia terpisah dari kata yang lain, ia tidak mempunyai arti sama sekali. Fungsinya hanya membantu menyambung kata-kata 自 立 語 jiritsugo untuk membentuk kalimat. Setelah diberi fungsi barulah 助 詞 joshi itu bisa mempunyai arti tertentu. Beberapa contoh 助 詞 joshi : は wa, が ga, も mo, や ya, の no, と to, から kara, まで made, より yori, のに noni, dan lain-lain. 1) 格 助 詞 Kakujoshi. 助 詞 Joshi yang dibutuhkan dibelakang kata benda sehingga 164

10 membentuk sebuah bunsetsu, kemudian menunjukkan suatu macam hubungan dengan bunsetsu lainnya. Yang termasuk 格 助 詞 kakujoshi : が ga, の no, に ni, を o, へ e, と to, から kara, で de, より yori. (38) Tsuki ga marui desu. 月 が 丸 いです (Bulan bulat) (39) Kore wa ani no kutsu desu. これは 兄 のくつです (Ini sepatunya kakak (perempuan) (40) Haha wa uchi ni imasu. 母 はうちにいます (Ibu ada dirumah) (41) Sensei wa shimbun o yomimasu. 先 生 は 新 聞 を 読 みます (Guru membaca koran) (42) Ani wa Tomohon e ikimasita. 兄 はトモホンへ 行 きました (Ani pergi ke Tomohan) (43) Ototo wa imoto to asonde imasu. 弟 は 妹 と 遊 んでいます (Adik (laki-laki) bermain dengan adik (perempuan) (44) Saru mo ki kara ochiru. さるも 木 から 落 ちます (Kera juga jatuh dari pohon) (45) Manado wa Tomohon yori nigiyaka desu. マナドはトモホンよりにぎやかです (Manado lebih ramai dari Tomohon) (46) Rita-san wa niwa de asonde imasu. リタさんは 庭 で 遊 んでいます (Nona Rita bermain di halaman) 2) 接 続 助 詞 Setsuzokujoshi Joshi yang dibubuhkan di belakang dooshi, keiyooshi dan keiyoodooshi, membentuk sebuah bunsetsu dan menunjukkan suatu macam hubungan dengan bunsetsu yang lain. Yang termasuk setsuzokujoshi : to, ba, temo (demo), keredo (keredemo), ga, noni, node, kara, shi, te (de), nagara, tari (dari). 165

11 (47) Haru ga kureba hana ga sakimasu. 春 が 来 れば 花 が 咲 きます (Kalau datang musin semi, bunga berkembang.) (48) Haru ga kuru to hana ga sakimasu. 春 が 来 ると 花 が 咲 きます (Begitu musim semi, bunga-bunga berkembang.) (49) Yonde mo wakarimasen. 読 んでもわかりません (Walaupun dibaca juga tidak mengerti.) (50) Mitemo wakaranai daroo. 見 てもわからないだろう (Walaupun dilihat tidak akan mengerti.) (51) Yasui keredemo, mono ga ii desu ne. 安 いけれども 物 がいいです (Walaupun murah, tapi barangnya bagus.) (52) Gado-gado wa oishii desu ga, karai desu. ガドガドはおいしいですが 辛 いです (Gado-gado enak tapi pedas.) (53) Ame ga furu noni, dekakete itta. 雨 が 降 るのに 出 かけていった (Walaupun hujan turun, tapi pergi keluar.) (54) Setsumei ga kuwashii node, yoku wakarimashita. 説 明 が 詳 しいので よくわかりました (Karena penjelasannya jelas, sangat dimengerti.) (55) Kodomo ga nete iru kara, shizuka ni shite kudasai. 子 供 が 寝 ているから 静 かにしてください (Karena anak-anak sedang tidur, mohon tenang.) (56) Iro mo ii shi, katachi mo yoi. 色 もいいし 形 もよい (Warnanya baik juga dan bentuknya juga baik.) (57) Haru ga sugite, natsu ga kita. 春 が 過 ぎて 夏 が 来 た (Sesudah musin semi, datang musim panas.) (58) Aruki nagara kangaeta. 歩 きながら 考 えた (Sambil berjalan berpikir.) (59) Sensei wa ji o kakasetari, bun o tsukurasetari shimasu. 先 生 は 字 を 書 かせたり 文 を 作 らせたりします 166

12 (Guru menuliskan huruf dan membuat kalimat.) (60) Kodomo wa tebetari, asondari, netari suru dake desu. 子 供 は 食 べたり 遊 んだり 寝 たりするだけです (Anak-anak hanya makan, bermain, tidur.) 3) 副 助 詞 Fukujoshi Joshi yang dibubuhkan di belakang jenis kata apa saja, yang biasanya menunjukkan suatu batasan atau derajat (tingkat). Yang termasuk fukujoshi : wa, mo, demo, koso, made, shika, bakari, dake, hodo, nado, kurai (gurai), nari, yara, ka. (61) Nihon wa shimaguni desu. 日 本 は 島 国 です (Jepang adalah negara kepulauan.) (62) Indonesia mo shimaguni desu. インドネシアも 島 国 です (Indonesia juga adalah negara kepulauan.) (63) Eiga demo mi ni ikimashoo ka? 映 画 でも 見 に 行 きましょうか (Apakah kita akan pergi nonton juga film.) (64) Kochira koso arigatoo gozaimasu. こちらこそありがとうございます (Terima kasih juga.) (65) Manado kara Bitung made nijikan kakarimasu. マナドからビヂウンまで 二 時 間 かかります (Dari Manado sampai Bitung makan waktu 2 jam.) (66) Gakusei ga sannin shika inai. 学 生 が 三 人 しかいない (Mahasiswa ada hanya 3 orang.) (67) Jibun no koto bakari desu. 自 分 のことばかりです (Hanya untuk diri sendiri.) (68) Watashi dake ga shitte iru. 私 だけがしている (Hanya saya yang melakukan.) (69) Yomeba yomu hodo omoshiroku naru. 読 めば 読 むほどおもしろくなる (Semakin saya membacanya semakin menartik.) (70) Tsukue no ue ni hon ya empitsu ya pen nado ga aru. 机 の 上 に 本 やえんぴつやペンなどがある 167

13 (Di atas meja ada buku dan pinsil dan pulpen dan lainlain.) (71) Kono hebi wa dono gurai nagai desu ka? このへびはどのぐらい 長 いですか (Ular ini kira-kira berapa panjangnya?) (72) Ocha nari juusu nari hayaku kudasai. お 茶 なりジュース ジュースなり 早 くください (Apakah teh atau jus tolong cepat.) (73) Dare yara ga soo itta. 誰 やらそういった (Siapa pun juga mengatakan begitu.) (74) Are ka kore ka mayotte kita. あれかこれか 迷 ってきた (Saya bingung mau ambil ini atau itu.) 4) 終 助 詞 Shuujoshi Joshi yang dibubuhkan di akhir kalimat atau akhir anak kalimat. Yang termasuk Shuujoshi : ka, na, ne, zo, yo, tomo, sa, wa (75) Ame wa mada futte imasu ka? 雨 はまだ 降 っていますか (Hujan masih turun?) (76) Sonna koto o iu na. そんなことをいうな (Jangan bilang begitu.) (77) Boku wa mo kaeru zo. ぼくも 帰 るぞ (Saya juga akan pulang.) (78) Sore wa dame yo. それはだめよ (Itu jangan!) (79) Asu wa inaka e kaeru sa. 明 日 はいなかへ 帰 るさ (Besok saya pulang kampung) (80) Kyoo wa taihen atsui desu ne. 今 日 は 大 変 暑 いですね (Hari ini sangat panas ya.) (81) Kore de yoroshii desu ka? Aa, kekkoo desu tomo. これでよろしいですか ああ けっこ よろしいですか ああ けっこうですとも ですとも (Apakah ini boleh. Ya, tentu.) 168

14 (82) Kasa o motte ittara, yokatta na. 傘 を 持 っていったら よかったな (Untunglah sudah membawa payung) (83) Sore o kiite ureshii wa. それを 聞 いてうれしいな (Wah, senang mendengarnya!) 3 PENUTUP Fuzokugo yang terdiri dari jodooshi dan joshi, masingmasingnya masih terbagi dalam beberapa subkategori yaitu: 1) Jodooshi 助 動 詞 terbagi atas 使 役 Shieki (perintah, menyuruh), 受 身 Ukemi (bentuk pasif), 可 能 Kanoo (bentuk dapat), 自 発 Jihatsu (bentuk gerakan spontan), 尊 敬 Sonkei (bentuk hormat), 希 望 Kiboo (keinginan), 推 量 Suiryo (terkaan, perkiraan), 意 思 Ishi, つも り tsumori (bermaksud), 判 断 Handan (penegasan), 打 ち 消 し Uchikesi (bentuk negatif), 過 去 Kako atau 完 了 kanryoo (bentuk lampau), 丁 寧 Teinei (bentuk sopan), 伝 達 Dentatsu (katanya) dan 様 態 Yootai (kelihatan, nampaknya). 2) Joshi 助 詞 Joshi (Kata Bantu) terbagi atas 格 助 詞 Kakujoshi, 接 続 助 詞 Setsuzokujoshi, 副 助 詞 Fukujoshi, dan 終 助 詞 Shujoshi 3) Terdapat kesamaan bentuk daripada jodooshi 受 身 Ukemi (bentuk pasif), 可 能 Kanoo (bentuk dapat), 自 発 Jihatsu (bentuk gerakan spontan) dan 尊 敬 Sonkei (bentuk hormat) yaitu -れる reru, -られ る rareru. 4) Terdapat kesamaan bentuk 伝 達 dentatsu dan 様 態 yootai yaitu そ う soo. 5) Banyaknya subkategori jodooshi dan banyaknya kata yang termasuk dalam masing-masing subkategori joshi, ditambah pula dengan adanya kesamaan bentuk tersebut di atas dapat mendatangkan kesulitan dalam mempelajari dan menguasai fuzokugo. DAFTAR PUSTAKA Jidoo Gengo Kenkyuukai Tanoshii Nihongo no Bumpoo. Tokyo : Ikkoosha Kitahara Yasuo Nihongogaku. Tokyo : Shoten. Kridalaksana Harimurti Kamus Linguistik. Jakarta : Gramedia. Nakao Toshio & Hibiya junko & Hattori Noriko Shakai 169

15 Gengogaku Gairon Nihongo to Eigo no rei de Manabu Shakai Gengogaku. Tokyo : Kuroshio Shuppan. Sada Chiaki Atarashii Kokugogaku. Tokyo : Asakusa Shoten. Sujianto Gramatika Bahasa Jepang Modern. Jakarta : Kesaint Blanc. Tanaka Harumi & Tanaka Yukiko. Shakai Gengogaku e no Shootai. Kyoto : Minerubia Shobo. Tanimitsu Tadahiko Nihongogaku. Tokyo : Sakai Shoten. 170

Bab 2. Landasan Teori. perubahan dan dengan sendirinya dapat menjadi predikat. Contoh : 歩く 倒れる 話す.

Bab 2. Landasan Teori. perubahan dan dengan sendirinya dapat menjadi predikat. Contoh : 歩く 倒れる 話す. Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi Masuoka dan Takubo (1992:8) membagi hinshi 品詞 atau kelas kata ke dalam beberapa jenis, yaitu : 1. Doushi 動詞 (verba), yaitu salah satu jenis kelas kata yang dapat mengalami

Lebih terperinci

ぽん ぼん. Morfem. Kata. Alomorf adalah. morfem. Morfem Bebas. Morfem Terikat 形態素 自由形態素 拘束形態素. Contoh. bagan. Definisi. Alomorf. Contoh.

ぽん ぼん. Morfem. Kata. Alomorf adalah. morfem. Morfem Bebas. Morfem Terikat 形態素 自由形態素 拘束形態素. Contoh. bagan. Definisi. Alomorf. Contoh. Kanji MORFOLOGI BAHASA JEPANG Pengantar Linguistik Jepang 7 April 2014 morfologi 形態論 けいたいろん Definisi Objek Kajian Morfologi merupakan salah satu cabang linguistik yang mengkaji tentang kata dan proses

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau シンタクス. Sutedi (2003, hal.61) berpendapat bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat.

BAB I PENDAHULUAN. sehingga pesan dimaksud dapat dipahami. (KBBI:1998:445) dengan adanya penggunaan joshi atau kata bantu dalam kalimat. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sarana manusia untuk berkomunikasi. Komunikasi adalah pengiriman pesan berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga pesan dimaksud

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. termasuk bahasa Jepang. Salah satu keunikan bahasa Jepang ialah adanya. 助詞は 単独で用いられず 名詞や動詞などの他の語に後接する 活用のない語です (Iori, 2000 : 345)

BAB I PENDAHULUAN. termasuk bahasa Jepang. Salah satu keunikan bahasa Jepang ialah adanya. 助詞は 単独で用いられず 名詞や動詞などの他の語に後接する 活用のない語です (Iori, 2000 : 345) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Setiap bahasa yang ada di dunia memiliki keunikan kekhasan masingmasing termasuk bahasa Jepang. Salah satu keunikan bahasa Jepang ialah aya penggunaan 助詞 joshi

Lebih terperinci

BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo.

BAB II JOSHI. berarti klasifikasi kelas kata berdasarkan berbagai karakteristiknya secara. dalam dua kelompok besar, yakni jiritsugo dan fuzokugo. BAB II JOSHI 2.1 Pengertian Joshi Di dalam gramatika bahasa Jepang terdapat pembagian kelas kata yang disebut hinshi bunrui. Hinshi berarti jenis kata atau kelas kata, sedangkan bunrui berarti penggolongan,

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Hinshi 品詞 Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan 続語論 atau シンタクス. Sutedi (2003: 61), berpendapat bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji tentang

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau. kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya:

Bab 2. Landasan Teori. Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau. kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya: Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 品詞 Masuoka dan Takubo (1992, hal.8), mengungkapkan bahwa Hinshi 品詞 atau kelas kata dibagi menjadi sebelas jenis, diantaranya: 1. Doushi 動詞 (verba), yaitu kelas

Lebih terperinci

membahas dari penggunaan dan arti tiga kata kerja tersebut,...ok,...he,.,he,.,he,.,.

membahas dari penggunaan dan arti tiga kata kerja tersebut,...ok,...he,.,he,.,he,.,. 1.Dasar nya :Unkapan Pemberian dan Penerimaan Di bagian ini saya akan membahas lebih dalam mengenai pola kalimat sopan,.yang inti dari pelajaran bahasa jepang level 3 yaitu pola kalimat sopan,bentuk sopan

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM SHUUJOSHI

BAB II GAMBARAN UMUM SHUUJOSHI BAB II GAMBARAN UMUM SHUUJOSHI 2.1. Pengertian Joshi Joshi memiliki beberapa pengertian. Salah satu pengertian joshi dapat dilihat dari penulisannya. Istilah joshi ditulis dengan dua buah huruf kanji.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi yang penting dalam kontak sosial antarmanusia, karena kehidupan manusia yang tidak lepas dari aktivitas berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Jepang terbagi dalam 10 jenis kelas kata. Partikel merupakan salah satu dari 10 jenis kelas kata tersebut. Partikel dalam bahasa Jepang disebut juga joshi. Jumlah

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau

Bab 2. Landasan Teori. Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi 品詞 Istilah sintaksis dalam bahasa Jepang disebut dengan togoron 続語論 atau シンタクス. Sutedi (2003: 61), berpendapat bahwa sintaksis adalah cabang linguistik yang mengkaji

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. di seluruh dunia. Melalui bahasa, manusia dapat saling berinteraksi dan

BAB I PENDAHULUAN. di seluruh dunia. Melalui bahasa, manusia dapat saling berinteraksi dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi kehidupan manusia di seluruh dunia. Melalui bahasa, manusia dapat saling berinteraksi dan berkomunikasi satu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. hal ini disebabkan karena keunikan dari bahasa-bahasa tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa-bahasa di dunia sangat banyak, dan para penuturnya juga terdiri dari berbagai suku bangsa atau etnis yang berbeda-beda. Oleh sebab itu setiap bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Seperti yang dikatakan oleh P.W.J

BAB I PENDAHULUAN. manusia dikenal sebagai makhluk sosial. Seperti yang dikatakan oleh P.W.J BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia tidak terlepas dari budaya. Salah satu unsur penting dalam budaya adalah bahasa. Manusia tidak mungkin hidup tanpa bahasa karena manusia dikenal sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah perilaku mengekspresikan, menyampaikan, dan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah perilaku mengekspresikan, menyampaikan, dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah perilaku mengekspresikan, menyampaikan, dan memahami pikiran, perasaan, dan maksud orang baik dengan lisan maupun tulisan. Manusia dapat berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran,

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan suatu ide, pikiran, hasrat dan keinginan kepada orang lain. Bahasa pun bersifat unik, dalam arti setiap bahasa mempunyai

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA BAHASA JEPANG PROGRAM STUDI BAHASA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa di dunia memiliki ciri khas masing-masing. Salah satunya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Untuk berkomunikasi antar sesama, manusia menggunakan bahasa. Menurut Sutedi, bahasa digunakan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA. Oleh: Juju Juangsih, M.Pd

ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA. Oleh: Juju Juangsih, M.Pd ANALISIS KESALAHAN BAHASA JEPANG DILIHAT DARI LATAR BELAKANG CARA PEMEROLEHAN BAHASANYA Oleh: Juju Juangsih, M.Pd Abstraksi Penelitian ini menganalisis tentang kesalahan pembelajar bahasa Jepang dilihat

Lebih terperinci

ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析

ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析 ビナ ヌサンタラ大学日本語科三年生にみられる ~ てある と ~ ておく という動詞の使用能力の分析 エマラマアジザ 1000878012 ビナヌサンタラ大学 文学部日本語科 2011 Angket Kemampuan Penggunaan Hyougen ~te aru ~ てある dan ~te oku ~ ておく Sumber soal adalah Kiso Hyougen 50 to Sono

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata

Bab 2. Landasan Teori. baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata Bab 2 Landasan Teori 2.1 Definisi Joshi( 助詞 ) Dalam kalimat bahasa Jepang, joshi( 助詞 )memiliki peranan yang sangat vital, baik dalam memberikan penjelasan tentang hubungan antara satu kata dengan kata

Lebih terperinci

BAB II SOFTWERE JLOOK UP. Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup

BAB II SOFTWERE JLOOK UP. Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup BAB II SOFTWERE JLOOK UP 2.1 SOFTWERE KAMUS JLOOK UP Softwere kamus Jlook up adalah softwere kamus Jepang yang cukup handal, karena di samping dapat mengartikan bahasa Jepang ke Inggris dan begitu juga

Lebih terperinci

PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK

PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK PERLUASAN MAKNA PARTIKEL DE UNTUK MENYATAKAN BAHAN DASAR PRODUKSI DALAM MAJALAH KYOU NO RYOURI ABSTRAK Secara umum, bahasa merupakan alat komunikasi yang hanya dimiliki oleh manusia. Ilmu yang mempelajari

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. antaranya adalah partikel atau kata bantu yang disebut joshi ( 助詞 ). Joshi dalam

BAB 1 PENDAHULUAN. antaranya adalah partikel atau kata bantu yang disebut joshi ( 助詞 ). Joshi dalam BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada gramatika bahasa Jepang banyak terdapat keistimewaan. Salah satu di antaranya adalah partikel atau kata bantu yang disebut joshi ( 助詞 ). Joshi dalam kalimat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Definisi bahasa menurut Kridalaksana (2001 : 27) adalah sistem lambang

BAB I PENDAHULUAN. sendiri. Definisi bahasa menurut Kridalaksana (2001 : 27) adalah sistem lambang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi makhluk hidup di seluruh dunia. Bahasa adalah sarana pokok yang digunakan oleh manusia dalam berkomunikasi untuk menyampaikan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHANBERBAHASA DALAM TUGASSAKUBUN

ANALISIS KESALAHANBERBAHASA DALAM TUGASSAKUBUN ANALISIS KESALAHANBERBAHASA DALAM TUGASSAKUBUN ZidaWahyuddin Abstrak.The focus of this paper is to analyze errors or irregularities in the form of improper use of the Japanese grammar in sakubun task (essay

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bantu, atau postposisi termasuk dalam kelompok fuzokugo. Menurut Sudjianto

BAB I PENDAHULUAN. bantu, atau postposisi termasuk dalam kelompok fuzokugo. Menurut Sudjianto BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Joshi dalam bahasa Jepang yang dikenal dengan istilah partikel, kata bantu, atau postposisi termasuk dalam kelompok fuzokugo. Menurut Sudjianto dan Dahidi (2007:181),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa dari berbagai negara memiliki ciri universal dan ciri khusus.

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa dari berbagai negara memiliki ciri universal dan ciri khusus. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa dari berbagai negara memiliki ciri universal dan ciri khusus. Begitu pula dalam bahasa Jepang yang memiliki ciri khusus. Salah satu ciri khusus tersebut

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur

BAB I PENDAHULUAN. Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap bahasa memiliki nuansa makna yang berbeda pada setiap struktur kalimatnya. Makna kalimat tersebut ditandai dengan hadirnya tanda baca, atau kata-kata

Lebih terperinci

BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG. pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat hoshii adalah:

BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG. pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat hoshii adalah: BAB III PENGGUNAAN VERBA BANTU KEINGINAN DALAM BAHASA JEPANG 3.1. Penggunaan Hoshii Hoshii adalah verba bantu yang menyatakan pengharapan/keinginan orang pertama dan orang kedua. Yang mana pola kalimat

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sutedi (2003:2) mengatakan, Bahasa digunakan sebagai alat untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Sutedi (2003:2) mengatakan, Bahasa digunakan sebagai alat untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Prawiroatmodjo & Hoed (1997:115) dalam Dasar Dasar Linguistik Umum, menyatakan peranan bahasa sebagai berikut: Peranan bahasa dalam kehidupan manusia besar sekali.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan kutipan di atas, dapat dikatakan bahwa たび tabi beberapa

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan kutipan di atas, dapat dikatakan bahwa たび tabi beberapa BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah たび (bisa juga dibaca 度 ど jika menempel dengan morfem lain) merupakan salah satu kata dalam bahasa Jepang yang bisa masuk ke dalam beberapa kategori. Dalam Daijiten

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori

BAB 2. Landasan Teori BAB 2 Landasan Teori 品詞 ) 2.1 Teori Kelas Kata ( 品詞 Sama halnya dengan bahasa-bahasa lain, dalam bahasa Jepang juga mengenal kelas kata atau hinshi ( 品詞 ). Pada setiap kelas kata (hinshi) tersebut memiliki

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Setiap negara memiliki bahasa yang berbeda-beda, serta memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Setiap negara memiliki bahasa yang berbeda-beda, serta memiliki BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap negara memiliki bahasa yang berbeda-beda, serta memiliki keunikan tersendiri. Salah satu bahasa yang memiliki keunikan dan karakteristik yaitu bahasa

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini penulis akan menjabarkan teori-teori yang akan digunakan dalam

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini penulis akan menjabarkan teori-teori yang akan digunakan dalam Bab 2 Landasan Teori Pada bab ini penulis akan menjabarkan teori-teori yang akan digunakan dalam penulisan skripsi ini. Teori tersebut antara lain, Teori Keigo yang berupa sonkeigo ( 尊敬語 ) dan kenjoogo

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM. kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam

BAB II GAMBARAN UMUM. kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam BAB II GAMBARAN UMUM 2.1 Kata Kerja Bahasa yang kita gunakan diungkapkan dalam bentuk kalimat. Bentuk kalimat sangat bervariasi dan tidak ada aturan-aturan khusus. Predikat dalam sebuah kalimat merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari aktivitas komunikasi untuk

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari aktivitas komunikasi untuk BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari aktivitas komunikasi untuk berinteraksi satu dengan lainnya. Untuk dapat berkomunikasi, manusia memerlukan alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan

BAB I PENDAHULUAN. struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa Jepang merupakan bahasa yang kaya akan struktur. Keberagaman struktur inilah menjadikan struktur bahasa Jepang menarik. Salah satunya disebabkan karena

Lebih terperinci

BJ システムについて Mengenai BJ System

BJ システムについて Mengenai BJ System BJ システムについて Mengenai BJ System BJ システムは日本語の文法 および漢字を基準にして独自に開発したシステム教材です BJ System adalah sistem pembelajaran bahasa Jepang yang berdasarkan tata bahasa dan tulisan KANJI. 文法を基準にしておりますので 汎用性の高い日本語を習得できます

Lebih terperinci

映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析

映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析 映画 野ブタをプロデュース における社会的 現象 苛め の分析 ノフィセチアワチ 0142012 マラナターキリスト教大学文学部日本語学科バンドン 2007 序論 苛めとは 弱い者を痛めつけることである 痛めつける方法は肉体的にも非肉体的つまり精神的によって為すことが出来る それにより 苛めを受ける人間は苦悩を味わうのである よく言われるように 日本の社会では集団が大きな役割を果しているのである 中根

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori Pada bab ini penulis akan menjelaskan tentang definisi atau pengertian tentang Hinshi, Joshi, Kakujoshi serta penjelasan fungsi partikel ga dalam bahasa Jepang berdasarkan dengan data

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Partikel dalam bahasa Jepang disebut joshi. Joshi adalah kelas kata yang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang Partikel dalam bahasa Jepang disebut joshi. Joshi adalah kelas kata yang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Partikel dalam bahasa Jepang disebut joshi. Joshi adalah kelas kata yang termasuk fuzokugo (kelas kata yang tidak dapat berdiri sendiri) dipakai setelah suatu kata

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bergantung dan berkelompok dengan anggota masyarakat lainnya. Di dalam

BAB I PENDAHULUAN. bergantung dan berkelompok dengan anggota masyarakat lainnya. Di dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia merupakan bagian dari masyarakat sosial, yang hidupnya selalu bergantung dan berkelompok dengan anggota masyarakat lainnya. Di dalam kehidupan bermasyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Aspek atau aspect adalah kategori gramatikal verba yang menunjukkan

BAB I PENDAHULUAN. Aspek atau aspect adalah kategori gramatikal verba yang menunjukkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Aspek atau aspect adalah kategori gramatikal verba yang menunjukkan lamanya dan jenis perbuatannya, apakah mulai, selesai, sedang berlangsung, habituatif (kebiasaan),

Lebih terperinci

ABSTRAK. atau gagasan-gagasan dalam perasaan. Bahasa juga berfungsi sebagai alat

ABSTRAK. atau gagasan-gagasan dalam perasaan. Bahasa juga berfungsi sebagai alat ABSTRAK Bahasa adalah alat yang digunakan seseorang untuk melahirkan pikiranpikiran atau gagasan-gagasan dalam perasaan. Bahasa juga berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang terkumpul secara tak beraturan. Atmadilaga (1977:3) memberi definisi

BAB I PENDAHULUAN. yang terkumpul secara tak beraturan. Atmadilaga (1977:3) memberi definisi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah sebuah sistem, artinya bahasa itu bukanlah sejumlah unsur yang terkumpul secara tak beraturan. Atmadilaga (1977:3) memberi definisi sistem sebagai suatu

Lebih terperinci

BAB 2. Landasan Teori. Noda (1991, hal.38), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hinshi (kelas kata

BAB 2. Landasan Teori. Noda (1991, hal.38), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hinshi (kelas kata BAB 2 Landasan Teori 2.1 Teori Hinshi Noda (1991, hal.38), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan hinshi (kelas kata Jepang) adalah sebagai berikut: 品詞というのはその語が文の中でどう使われているかで分類したものではなく ひとつひとつの語が潜在的な性質を調べて

Lebih terperinci

KISI KISI SOAL POSTTEST. Kompetensi Dasar 毎日の生活

KISI KISI SOAL POSTTEST. Kompetensi Dasar 毎日の生活 KISI KISI SOAL POSTTEST Satuan Pendidikan : SMA Mata Pelajaran : Bahasa Jepang Kelas / Semester : XII / 2 Alokasi Waktu : 10 Menit Jumlah Soal : 20 butir Penulis : Azka D. Nurilmatin N o Standar Kompetensi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing.

BAB I PENDAHULUAN. Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Banyak ahli yang sudah mengemukakan definisi bahasa dengan caranya masingmasing. Namun, secara garis besar Bahasa sebagai alat komunikasi adalah definisi singkat yang

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat

Bab 2. Landasan Teori. Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Tanda Baca Dalam KBBI, definisi dari tanda baca adalah tan da n 1 yang menjadi alamat atau yang menyatakan sesuatu: dari kejauhan terdengar sirene -- bahaya; 2 gejala: sudah

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN. dengan tamu dan setiap tutur katanya tidak dapat dipisahkan dengan kesan hormat

BAB V KESIMPULAN. dengan tamu dan setiap tutur katanya tidak dapat dipisahkan dengan kesan hormat 82 BAB V KESIMPULAN 5.1 KESIMPULAN Seorang Receptionist merupakan orang yang paling sering berkomunikasi dengan tamu dan setiap tutur katanya tidak dapat dipisahkan dengan kesan hormat dan sopan. Dalam

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi

Bab 1. Pendahuluan. hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan sesuatu ide, pikiran, hasrat, dan keinginan (Sutedi, 2003:2). Selain bahasa tentunya dalam, berkomunikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. makhluk lain dimuka bumi ini. Semua orang menyadari betapa pentingnya

BAB I PENDAHULUAN. makhluk lain dimuka bumi ini. Semua orang menyadari betapa pentingnya BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Penggunaan Bahasa merupakan salah satu kelebihan manusia dari makhluk lain dimuka bumi ini. Semua orang menyadari betapa pentingnya peranan bahasa sebagai

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal

Bab 2. Landasan Teori. Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Sintaksis Sintaksis merupakan salah satu bidang kajian dalam linguistik.sintaksis berasal dari bahasa Yunani sun yang berarti dengan dan kata tattein yang berarti menempatkan.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Untuk

BAB I PENDAHULUAN. Manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia menggunakan bahasa sebagai alat untuk berkomunikasi. Untuk menyampaikan sesuatu, manusia dapat menggunakan bahasa lisan maupun tulisan. Dalam tataran lisan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia, bahasa merupakan salah satu unsur yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam kehidupan manusia, bahasa merupakan salah satu unsur yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia, bahasa merupakan salah satu unsur yang menarik untuk dipelajari karena bahasa sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Bahasa adalah alat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membedakannya dari bahasa lain. Contohnya adalah mengenai konstruksi kausatif,

BAB I PENDAHULUAN. membedakannya dari bahasa lain. Contohnya adalah mengenai konstruksi kausatif, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa bersifat universal dan unik, bahasa mempunyai ciri khas tersendiri yang membedakannya dari bahasa lain. Contohnya adalah mengenai konstruksi kausatif,

Lebih terperinci

Bab 2. Tinjauan Pustaka

Bab 2. Tinjauan Pustaka Bab 2 Tinjauan Pustaka 2.1. Teori Pragmatik Pragmatik merupakan suatu cabang dari linguistik yang menjadi objek bahasa dalam penggunaannya, seperti komunikasi lisan maupun tertulis. Menurut Leech (1999:

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. ajektiva (keiyoushi), nomina (meishi), pronomina (rentaishi), adverbia (fukushi), interjeksi

BAB I PENDAHULUAN. ajektiva (keiyoushi), nomina (meishi), pronomina (rentaishi), adverbia (fukushi), interjeksi BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa Jepang secara umum memiliki sembilan kelas kata diantaranya verba (doushi), ajektiva (keiyoushi), nomina (meishi), pronomina (rentaishi), adverbia (fukushi),

Lebih terperinci

DIKTAT KULIAH. Penjelasan Pemakaian Tata Kalimat 日本語研究者教材開発室

DIKTAT KULIAH. Penjelasan Pemakaian Tata Kalimat 日本語研究者教材開発室 DIKTAT KULIAH Penjelasan Pemakaian Tata Kalimat 中級日本語 New Approach Japanese Intermediate Course 日本語研究者教材開発室 By: 小柳昇 (2002,203,2004) Pengantar Diktat ini disusun untuk memberikan penjelasan dalam bahasa

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI

IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DALAM MENYIMAK BAHASA JEPANG TERKAIT DENGAN BENTUK PILIHAN JAWABAN SOAL YANG DIALAMI MAHASISWA DI BALI Desak Made Sri Mardani Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Jepang, yang di dalamnya terdapat unsur-unsur atau kaidah-kaidah yang berbeda.

BAB I PENDAHULUAN. Jepang, yang di dalamnya terdapat unsur-unsur atau kaidah-kaidah yang berbeda. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mempelajari bahasa Indonesia maupun bahasa asing tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang harus diperhatikan. Demikian juga dalam mempelajari bahasa Jepang, yang

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Sebelum memahami arti dari jyodoushi yang sangat rumit, maka kita harus

Bab 2. Landasan Teori. Sebelum memahami arti dari jyodoushi yang sangat rumit, maka kita harus Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Keitairon (Morfologi) Sebelum memahami arti dari jyodoushi yang sangat rumit, maka kita harus mengetahui teori dasar yang membahas tentang pembentukan kata yaitu teori morfologi.

Lebih terperinci

PENGGUNAAN JODOUSHI ~ たい DAN KEIYOUSHI ほしい DALAM KALIMAT PADA KOMIK DORAEMON SERI 25-35

PENGGUNAAN JODOUSHI ~ たい DAN KEIYOUSHI ほしい DALAM KALIMAT PADA KOMIK DORAEMON SERI 25-35 PENGGUNAAN JODOUSHI ~ たい DAN KEIYOUSHI ほしい DALAM KALIMAT PADA KOMIK DORAEMON SERI 25-35 Frieska Sekar Nadya Japanese Department, Faculty of Letters, Bina Nusantara University Jl. Kemanggisan Ilir III No.45,

Lebih terperinci

PDF created with FinePrint pdffactory trial version YUK BELAJAR NIHONGO

PDF created with FinePrint pdffactory trial version  YUK BELAJAR NIHONGO 1 YUK BELAJAR NIHONGO PENGANTAR Saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan Jepang? Atau barangkali sedang kuliah jurusan Bahasa Jepang, atau suatu saat anda ingin pergi ke Jepang baik untuk belajar atau

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa teori yang digunakan dalam

Bab 2. Landasan Teori. Pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa teori yang digunakan dalam Bab 2 Landasan Teori Pada bab ini penulis akan mengemukakan beberapa teori yang digunakan dalam penulisan skripsi ini. Di antaranya teori mengenai konsep kemampuan berbahasa, penerjemahan dan Keigo. Teori

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan pengumpulan data Dalam bab ini akan dijelaskan hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada mahasiswa tingkat II Jurusan Pendidikan Bahasa Jepang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis kesalahan. Penelitian ini disusun sebagai penelitian induktif yakni mencari dan mengumpulkan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL NI DAN DE

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL NI DAN DE ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN PARTIKEL NI DAN DE Elisa Carolina Marion Japanese Department, Faculty of Literature, Bina Nusantara University, Jl. Kemanggisan Ilir III No. 45, Kemanggisan/Palmerah, Jakarta

Lebih terperinci

Berapa Harganya? いくらですか

Berapa Harganya? いくらですか Berapa Harganya? いくらですか i Copyright Ahmad Hasnan Artikel ini boleh dicopy,diubah, dikutip, di cetak dalam media kertas atau yang lain, dipublikasikan kembali dalam berbagai bentuk dengan tetap mencantumkan

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DATA. mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang telah saya temukan

BAB 3 ANALISIS DATA. mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang telah saya temukan BAB 3 ANALISIS DATA Berdasarkan pada teori-teori yang ada pada bab dua, pada bab tiga ini, saya akan mencoba untuk menganalisis permasalahan-permasalahan yang telah saya temukan dalam komik yang menjadi

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan mendekripsikan hasil analisis data mengenai kesalahan

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Pada bab ini penulis akan mendekripsikan hasil analisis data mengenai kesalahan BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN A. Hasil Tes Pada bab ini penulis akan mendekripsikan hasil analisis data mengenai kesalahan responden dalam menggunakan keigo. Instrumen berupa tes dan non tes disebarkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyampaikan informasi yang ingin disampaikan kepada orang. salah satunya adalah mempelajari bahasa Asing.

BAB I PENDAHULUAN. dapat menyampaikan informasi yang ingin disampaikan kepada orang. salah satunya adalah mempelajari bahasa Asing. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan manusia, bahasa mempunyai fungsi sebagai alat untuk berkomunikasi (Chaer, 2003: 31). Dengan adanya bahasa kita dapat menyampaikan informasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Melalui bahasa, seseorang dapat mengungkapkan apa yang dipikirkan atau apa yang

BAB I PENDAHULUAN. Melalui bahasa, seseorang dapat mengungkapkan apa yang dipikirkan atau apa yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Bahasa adalah alat untuk mengungkapkan pikiran maupun perasaan (Sutedi: 2003:2). Melalui bahasa, seseorang dapat mengungkapkan apa yang dipikirkan atau apa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berkomunikasi diperlukan rangkaian kalimat untuk dapat

BAB I PENDAHULUAN. Dalam berkomunikasi diperlukan rangkaian kalimat untuk dapat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam berkomunikasi diperlukan rangkaian kalimat untuk dapat menyampaikan maksud kepada lawan bicara. Kalimat tersebut disusun dari berbagai jenis kata, dan

Lebih terperinci

Keyword : Speech Act, Refusal,Keigo

Keyword : Speech Act, Refusal,Keigo Pemahaman Ungkapan Penolakan Bahasa Jepang pada Mahasiswa Semester V Universitas Riau Oleh: Nunung Nurhayati 1 Anggota: 1. Nana Rahayu 2 2. Arza Aibonotika 3 Email: hayatin001@gmail.com, No. HP:082382432073

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat luas dan dapat juga membantu seseorang untuk

BAB I PENDAHULUAN. kehidupan bermasyarakat luas dan dapat juga membantu seseorang untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang dan permasalahan 1.1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan suatu alat komunikasi antar manusia dalam kehidupan bermasyarakat luas dan dapat juga membantu seseorang untuk

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI 7 BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Jenis jenis kata dalam bahasa Jepang. Jenis kata dalam bahasa Jepang dikenal dengan istilah hinshi ( 品詞 ). Berdasarkan pengembangannya pengklasifikasian jenis kata bahasa Jepang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan sistem informasi dan sistem komunikasi. Dengan

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa merupakan sistem informasi dan sistem komunikasi. Dengan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sistem informasi dan sistem komunikasi. Dengan seiringnya waktu, bahasa terus mengalami perkembangan dan perubahan. Bahasa disampaikan oleh

Lebih terperinci

日本語文における い けいようしおよび な けいようしの意味, 使用 JURNAL. Diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Sastra. Oleh: Thiery V. A.

日本語文における い けいようしおよび な けいようしの意味, 使用 JURNAL. Diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Sastra. Oleh: Thiery V. A. PENGGUNAAN KATA SIFAT I DAN NA DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG 日本語文における い および な の意味, 使用 JURNAL Diajukan sebagai salah satu syarat mencapai gelar Ahli Madya Sastra Oleh: Thiery V. A. Korompis 0909155004 Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dalam gramatika suatu bahasa, terdapat penggunaan adverbia. Adverbia

BAB I PENDAHULUAN. Dalam gramatika suatu bahasa, terdapat penggunaan adverbia. Adverbia BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam gramatika suatu bahasa, terdapat penggunaan adverbia. Adverbia adalah kata keterangan yang memerikan keterangan atau informasi tentang suatu keadaan. Adverbia

Lebih terperinci

BAB I. Pada perang dunia II tahun 1945 Jepang mengalami kekalahan yang. setelah pasca perang dunia II diantaranya kekurangan pangan yang

BAB I. Pada perang dunia II tahun 1945 Jepang mengalami kekalahan yang. setelah pasca perang dunia II diantaranya kekurangan pangan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Pada perang dunia II tahun 1945 Jepang mengalami kekalahan yang mengakibatkan perekonomian Jepang hancur. Adanya perubahan terjadi setelah pasca perang dunia

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesalahan dalam berbahasa lumrah terjadi dalam proses belajar bahasa, karena dengan adanya kesalahan pembelajar berusaha untuk mengerti dan memahami apa yang

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang

Bab 2. Landasan Teori. Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang Bab 2 Landasan Teori 2.1 Teori Analisis Kesalahan Berbahasa Menurut James (1:1998), analisis kesalahan merupakan suatu proses kejadian yang alami maupun tidak, sebab dan akibat dari suatu kesalahan berbahasa.

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Sebelum membahas mengenai fungsi ~youda dan ~souda terlebih dahulu penulis

Bab 2. Landasan Teori. Sebelum membahas mengenai fungsi ~youda dan ~souda terlebih dahulu penulis Bab 2 Landasan Teori 2.1 Pengertian Jyodoushi Sebelum membahas mengenai fungsi ~youda dan ~souda terlebih dahulu penulis akan menjelaskan mengenai definisi atau pengertian jyodoushi menurut beberapa sumber

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. aspek belajar mengajar. Dalam setiap proses pembelajaran dan pengajaran komponen

Bab 2. Landasan Teori. aspek belajar mengajar. Dalam setiap proses pembelajaran dan pengajaran komponen Bab 2 Landasan Teori 2.1 Evaluasi Evaluasi pendidikan adalah salah satu tugas penting yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan pendidikan. Porsi terbesar dari evaluasi pendidikan adalah pada aspek belajar

Lebih terperinci

METODE PENGAJARAN MENULIS Sudjianto (Universitas Pendidikan Indonesia)

METODE PENGAJARAN MENULIS Sudjianto (Universitas Pendidikan Indonesia) METODE PENGAJARAN MENULIS Sudjianto (Universitas Pendidikan Indonesia) A. Pengantar Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang sifatnya produktif, menghasilkan, memberi, atau menyampaikan.

Lebih terperinci

DEIKSIS WAKTU DALAM DRAMA CLEOPATRA NA ONNATACHI KARYA OOISHI SHIZUKA SKRIPSI OLEH DEASSA CHINTIA SERA NIM

DEIKSIS WAKTU DALAM DRAMA CLEOPATRA NA ONNATACHI KARYA OOISHI SHIZUKA SKRIPSI OLEH DEASSA CHINTIA SERA NIM DEIKSIS WAKTU DALAM DRAMA CLEOPATRA NA ONNATACHI KARYA OOISHI SHIZUKA SKRIPSI OLEH DEASSA CHINTIA SERA NIM 0911120086 PROGRAM STUDI S1 SASTRA JEPANG JURUSAN BAHASA DAN SASTRA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori

Bab 2. Landasan Teori Bab 2 Landasan Teori Dalam penulisan skripsi ini, penulis akan menggunakan beberapa landasan teori untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Teori-teori yang digunakan tersebut antara lain: 2.1 Tinjauan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk berkomunikasi. Menurut Keraf (1980:1), bahasa adalah alat komunikasi antara

BAB 1 PENDAHULUAN. untuk berkomunikasi. Menurut Keraf (1980:1), bahasa adalah alat komunikasi antara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupan sosial, manusia tidak terlepas dari aktifitas komunikasi untuk berinteraksi satu sama lain. Untuk itu dipergunakanlah bahasa sebagai media untuk

Lebih terperinci

Bab 3. Analisis Data. diterima yang dihubungkan dengan teori yang ada pada bab 2. Dalam analisis

Bab 3. Analisis Data. diterima yang dihubungkan dengan teori yang ada pada bab 2. Dalam analisis Bab 3 Analisis Data Pada bab ini, penulis akan menganalisis jawaban dari hasil angket yang telah diterima yang dihubungkan dengan teori yang ada pada bab 2. Dalam analisis tersebut, penulis ingin mengetahui

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1.Partikel 2.1.1.Pengertian Partikel Menurut Sugihartono (2001:viii) definisi partikel sebagai berikut. Jenis kata yang tidak mengalami perubahan, dan tidak bisa berdiri sendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian seseorang, baik kepribadian tersebut adalah kepribadian yang baik

BAB I PENDAHULUAN. kepribadian seseorang, baik kepribadian tersebut adalah kepribadian yang baik BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi untuk menyampaikan pendapat, pikiran, dan perasaan yang kemudian dapat mempengaruhi atau dipengaruhi orang lain. Tidak

Lebih terperinci

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Kindaichi dalam Torana (2009:17), membagi predikat kata kerja menjadi

Bab 2. Landasan Teori. Menurut Kindaichi dalam Torana (2009:17), membagi predikat kata kerja menjadi Bab 2 Landasan Teori 2.1. Teori Doushi Menurut Kindaichi dalam Torana (2009:17), membagi predikat kata kerja menjadi dua kelompok besar, yaitu : a. Joutaisou ( 状態相 ) Dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam

Bab 1. Pendahuluan. semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Belakangan ini makin dirasakan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah bahwa selain ahli-ahli bahasa, semua

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Bab 1. Pendahuluan. antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Objek linguistik adalah bahasa. Menurut Keraf (1994:1), bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kelas kata dalam bahasa Jepang (hinshi bunrui) diklasifikasikan ke dalam 10

BAB I PENDAHULUAN. Kelas kata dalam bahasa Jepang (hinshi bunrui) diklasifikasikan ke dalam 10 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG DAN PERMASALAHAN 1.1.1 LATAR BELAKANG Kelas kata dalam bahasa Jepang (hinshi bunrui) diklasifikasikan ke dalam 10 bagian yaitu doushi (verba), i-keiyoushi (adjektiva),

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Orang cenderung mengenal realisasi wacana dalam bentuk teks tulis yang

BAB I PENDAHULUAN. Orang cenderung mengenal realisasi wacana dalam bentuk teks tulis yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Orang cenderung mengenal realisasi wacana dalam bentuk teks tulis yang berupa karya sastra ( prosa, puisi, drama ), teks jurnalistik, dan teks lisan yang berupa

Lebih terperinci