: KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B. Nomor : W3-A2/688/HK.03.4/V/2014

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download ": KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B. Nomor : W3-A2/688/HK.03.4/V/2014"

Transkripsi

1 KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B Nomor : W3-A2/688/HK.03.4/V/2014 TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN RADIUS PADA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B Menimbang : a. Bahwa dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada pencari keadilan serta untuk keterbukaan informasi, dipandang perlu menetapkan biaya proses penyelesaian perkara dan radius pada Pengadilan Agama Pariaman Kelas I.B; b. Bahwa dengan adanya perkembangan baru serta kondisi ekonomi masyarakat, maka Keputusan Ketua Pengadilan Agama Pariaman Kelas I.B Nomor : W3-A2/64/HK.03.4/I/2011 perlu ditinjau dan disesuaikan kembali; Mengingat : Undang-Undang Nomor 5 tahun 2004, tentang Mahkamah Agung dengan perubahan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2009; Memperhatikan Menetapkan Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009, tentang Kekuasaan Kehakiman; 3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 dengan perubahan oleh Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama dan dengan Perubahan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009; 4. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/80/SK/X/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengawasan di Lingkungan Lembaga Peradilan; 5. Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/001/SK/I/1991, tentang Pola BINDALMIN; : Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2008 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan yang berada dibawahnya; Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2012 tentang Biaya Proses Penyelesaian Perkara dan Pengelolaannya pada Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya; 3. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pedoman Pemberian Layanan Hukum bagi Masyarakat tidak mampu di Pengadilan; 4. Hasil Rapat Kerja Daerah Pengadilan Tinggi Agama Padang dengan Pengadilan Agama se-sumatera Barat tanggal 2, 3 dan 4 November 2009; MEMUTUSKAN : : KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN RADIUS PADA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B

2 Pasal 1 Komponen Biaya Perkara Biaya Perkara adalah biaya yang harus dibayar oleh pencari keadilan sewaktu mengajukan perkara ke Pengadilan yang terdiri dari : 3. Biaya Kepaniteraan Biaya Proses Biaya Meterai Biaya Kepaniteraan atau Hak-Hak Kepaniteraan adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak yang harus disetor ke Kas Negara, berupa : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. Biaya pendaftaran Gugatan / Permohonan Biaya pendaftaran Permohonan Banding Biaya pendaftaran Permohonan Kasasi Biaya pendaftaran Peninjauan Kembali Hak Redaksi Salinan Putusan / Penetapan perlembar Penyerahan Akta Biaya Leges Biaya Leges Tanda Tangan Biaya Pendaftaran Surat Kuasa Biaya Pendaftaran Sita Biaya Pendaftaran Eksekusi Biaya Pendaftaran Lelang Rp ,- Rp Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp. 300,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Biaya Proses adalah biaya yang dipergunakan untuk proses penyelesaian perkara yang terdiri dari : a. b. c. d. e. Biaya Pemberkasan Biaya Pemanggilan / Pemberitahuan ditetapkan sebesar: a. Radius I b. Radius II c. Radius III Biaya Pemanggilan / Pemberitahuan melalui mas media / Pemerintah Kabupaten / Radio Pemda sebesar Biaya Pemanggilan / Pemberitahuan melalui papan pengumuman Pengadilan Agama Pariaman Kelas I.B sebesar Biaya Panggilan atau pengumuman dengan bantuan Pengadilan Agama Lain ditetapkan berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Agama tersebut Pasal 2 Rp ,- Rp Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Biaya Pemanggilan dipungut sesuai dengan jenis perkara yang diajukan oleh pencari keadilan sewaktu mengajukan perkara ke Pengadilan sesuai dengan radius sebagaimana terlampir dalam keputusan ini : Perkara Cerai Talak biaya panggilan dipungut 7 (tujuh) kali panggilan dengan rincian: 3 kali panggilan untuk Pemohon dan 4 kali panggilan untuk Termohon. Perkara Cerai Gugat biaya panggilan dipungut 5 (lima) kali panggilan dengan rincian : 2 (dua) kali panggilan untuk Penggugat dan 3 (tiga) kali panggilan untuk Tergugat. 3. Perkara isbat nikah dan wali adhal dipungut 4 (empat) kali panggilan. 4. Perkara lainnya sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan.

3 Biaya Perkara terdiri dari : Pasal 3 Biaya Perkara Tingkat Pertama. Biaya Perkara Tingkat Banding. 3. Biaya Perkara Tingkat Kasasi. 4. Biaya Perkara Peninjauan Kembali. 5. Biaya Penyitaan. 6. Biaya Eksekusi. 7. Biaya-biaya tersebut sewaktu mengajukan Permohonan atau Gugatan disebut dengan Panjar Biaya Perkara. Pasal 4 Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama terdiri dari : Biaya pendaftaran Biaya pemberkasan Biaya pemanggilan sesuai dengan radius Biaya Redaksi Biaya leges Biaya meterai Rp ,- Rp Lihat lampiran Rp ,- Rp ,- Rp ,- Pasal 5 Biaya Perkara Tingkat Banding terdiri dari : 3. Biaya pendaftaran Biaya proses Biaya pemberitahuan dan penyerahan memori, kontra memori, inzage dan pemberitahuan isi putusan PTA sesuai dengan radius. Rp ,- Rp Lihat lampiran Pasal 6 Biaya Perkara Tingkat Kasasi terdiri dari : 3. Biaya pendaftaran Biaya proses Biaya pemberitahuan memori kasasi, kontra memori, pemberitahuan isi putusan Kasasi sesuai dengan radius. Rp ,- Rp Lihat lampiran Pasal 7 Biaya Perkara Peninjauan Kembali terdiri dari : 3. Biaya pendaftaran Biaya proses Biaya pemberitahuan yang berkenaan dengan peninjauan kembali sesuai dengan radius. Rp ,- Rp Pasal 8 Biaya Penyitaan terdiri dari : 3. Biaya pencatatan sita Biaya pemberitahuan sesuai dengan radius Biaya peletakan sita : a. Panitera/ Juru Sita b. Saksi-saksi c. Petugas keamanan d. Biaya transport sesuai dengan kebutuhan Rp ,- Lihat lampiran Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,-

4 Pasal 9 Biaya Pengangkatan Sita terdiri dari : Biaya pencatatan sita Biaya pemberitahuan sesuai dengan radius 3 Biaya peletakan sita : a. Panitera/ Juru Sita b. Saksi-saksi c. Petugas keamanan d. Biaya transport sesuai dengan kebutuhan Pasal 10 Rp ,- Lihat lampiran Rp ,- Rp ,- Rp ,- Rp ,- Biaya Eksekusi terdiri dari : Biaya pencatatan Biaya Panitera/Jurusita 3. Biaya saksi-saksi 4. Biaya petugas keamanan perorang 5. Biaya transportasi sesuai kebutuhan Pasal 11 Rp ,- Rp Rp Rp Biaya Pemeriksaan setempat terdiri dari : Biaya transportasi sesuai kebutuhan Biaya petugas keamanan dan yang terkait perorang Rp Pasal 12 Semua biaya yang tercantum dalam pasal 1 sampai pasal 10 dibayar lebih dahulu oleh Penggugat/ Pemohon, Pemohon Banding, Pemohon Kasasi, Pemohon PK, Pemohon Sita dan Pemohon Eksekusi sebagai Panjar Biaya Perkara dan akan diperhitungkan kembali setelah perkara selesai/ putus. Pasal 13 Bagi yang tidak mampu atau miskin dapat dibebaskan dari membayar biaya perkara, jika yang bersangkutan dapat membuktikan bahwa ia benar miskin dengan melampirkan surat keterangan miskin dari Wali Nagari yang diketahui oleh Camat dan diajukan dalam persidangan serta dikabulkan oleh Ketua Pengadilan Agama Pariaman Kelas I.B. Pasal 14 Dengan dikeluarkannya Keputusan Ketua Pengadilan Agama Pariaman tentang biaya proses penyelesaian perkara dan radius, maka Keputusan Ketua Pengadilan Agama Pariaman Nomor W3- A2/64/HK.03.4/I/2011 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 15 Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya. DITETAPKAN DI : PARIAMAN PADA TANGGAL : 26 Mei 2014 KETUA. Tembusan Yth: Ketua Pengadilan Tinggi Agama Padang di Padang. Ketua Pengadilan Agama se-sumatera Barat. 3. Arsip. Drs. MOHAMMAD H. DAUD NIP

5 Lampiran : KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B Nomor : W3-A2/688/HK.03.4/V/2014 Tanggal : 26 Mei 2014 DATA WILAYAH HUKUM DAN BESARNYA BIAYA PANGGILAN PADA PENGADILAN AGAMA PARIAMAN KELAS I.B NO. KECAMATAN KELURAHAN/DESA RADIUS BIAYA PANGGILAN PARIAMAN TENGAH Karan Aur I Rp ,- Lohong I Rp ,- Kampung Perak I Rp ,- Pasir I Rp ,- Kampung Pondok I Rp ,- Pondok II I Rp ,- Alai Gelombang I Rp ,- Taratak I Rp ,- Jawi-jawi I I Rp ,- Jawi-jawi II I Rp ,- Kampung Jawa I I Rp ,- Kampung Jawa II I Rp ,- Jalan Kereta Api I Rp ,- Jalan Baru I Rp ,- Ujung Batung I Rp ,- Jati Hilir I Rp ,- Jati Mudik I Rp ,- Pauh Barat I Rp ,- Pauh Timur I Rp ,- Rawang I Rp ,- Kampung Baru I Rp ,- Cimparuh I Rp ,- PARIAMAN SELATAN Pasir Sunur I Rp ,- Marunggi I Rp ,- Balai Kurai Taji I Rp ,- Pauh Kurai Taji I Rp ,- Simpang I Rp ,- Toboh Palabah I Rp ,- Marabau I Rp ,- Batang Tajongkek I Rp ,- Sikabu I Rp ,- Sungai Kasai I Rp ,- Palak Aneh I Rp ,- Kampung Apar I Rp ,- Padang Cakur I Rp ,- Taluak I Rp ,- Punggung Ladiang I Rp ,- Rambai I Rp ,- 3. PARIAMAN UTARA Mangguang I Rp ,- Ampalu I Rp ,- KET

6 Apar I Rp ,- Tanjung Sabar I Rp ,- Sikapak Barat I Rp ,- Cubadak Air Selatan I Rp ,- Sikapak Timur I Rp ,- Cubadak Air I Rp ,- Cubadak Air Utara I Rp ,- Naras Hilir I Rp ,- Naras I I Rp ,- Balai Naras I Rp ,- Padang Birik-birik I Rp ,- Sintuk I Rp ,- Sungai Rambai I Rp ,- Tungkal Selatan I Rp ,- Tungkal Utara I Rp ,- 4. PARIAMAN TIMUR Talago Sarik I Rp ,- Pakasai I Rp ,- Kp. Baru Padusunan I Rp ,- Kampung Gadang I Rp ,- Koto Marapak I Rp ,- Batang Kabung I Rp ,- Bato I Rp ,- Air Santok I Rp ,- Cubadak Mentawai I Rp ,- Sungai Sirah I Rp ,- Sungai Pasak I Rp ,- Bungo Tanjung I Rp ,- Kampung Tangah I Rp ,- Kampung Kandang I Rp ,- Kaluat I Rp ,- Kajai I Rp ,- 5. NAN SABARIS Kabun Mudiak II Rp ,- Gantiang Subarang II Rp ,- Jiraik Baruah II Rp ,- Pulau Aia II Rp ,- Padang Kandang II Rp ,- Lantak Mingkudu II Rp ,- Kampuang Tangah II Rp ,- Medan Baiak II Rp ,- Kampuang Rimbo II Rp ,- Pasar II Rp ,- Parit II Rp ,- Bayur II Rp ,- Rimbo Dulang-dulang II Rp ,- Gunuang Basi II Rp ,- Pinang II Rp ,- Kampuang Kandang II Rp ,- Pauah Kamba Hilia II Rp ,- Paguah Dalam II Rp ,- Muaro II Rp ,- Lubuak Ipuah II Rp ,- Talogondan II Rp ,- Kampuang Tangah II Rp ,-

7 Kampuang Ladang II Rp ,- Sungai Laban II Rp ,- Paguah Duku II Rp ,- Koto Gadih II Rp ,- Kampuang Lintang II Rp ,- Kabun II Rp ,- Pautan Kabau II Rp ,- Pakotan II Rp ,- Olo Sunur II Rp ,- Kampuang Aur II Rp ,- Kampuang Jambak II Rp ,- Taluak Nibuang II Rp ,- Padang Kalam II Rp ,- Kampuang Tengah II Rp ,- Pintir Kayu II Rp ,- Koto Rajo II Rp ,- Pasar Baru II Rp ,- 6. ULAKAN TAPAKIS Surau Duku II Rp ,- Katamuntung II Rp ,- Lubuk Aro II Rp ,- Surau Kandang II Rp ,- Parit II Rp ,- Batang Kambaru II Rp ,- Kampuang Pauah II Rp ,- Kubu II Rp ,- Rawang II Rp ,- Kasai II Rp ,- Kabun II Rp ,- Batang Gadang II Rp ,- Rimbo Karambia II Rp ,- Tiram II Rp ,- Binuang II Rp ,- Tanjung Medan II Rp ,- Koto Panjang II Rp ,- Cubadak Palak Gadang II Rp ,- Manggopoh Dalam II Rp ,- Manggopoh Ujuang II Rp ,- Pasa Ulakan II Rp ,- Padang Pauah II Rp ,- Gantiang Tangah Padang II Rp ,- Kabun Bungo Pasang II Rp ,- Kampuang Koto II Rp ,- Kampuang Gelapuang II Rp ,- Lapau Kandang II Rp ,- Maransi II Rp ,- Kampuang Ladang II Rp ,- Tiram Ulakan II Rp ,- Sikabu II Rp ,- Sungai Gimba Gantiang II Rp ,- Padang Toboh II Rp ,- 7. VII KOTO Buluah Kasok II Rp ,- Kampuang Bendang II Rp ,- Limpato II Rp ,- Lareh Nan Panjang II Rp ,-

8 Sungai Ibur I II Rp ,- Sungai Ibur II II Rp ,- Bisati II Rp ,- Kampung Baru II Rp ,- Toboh Mandahiling II Rp ,- Ambung Kapur II Rp ,- Lubuk Puar II Rp ,- Toboh Sikumbang II Rp ,- Toboh II Rp ,- Ampalu II Rp ,- Lohong II Rp ,- Guguk II Rp ,- Ampalu Tinggi II Rp ,- Tanjung Balik II Rp ,- Kabun Cimpago II Rp ,- Simpang II Rp ,- Kampani II Rp ,- Koto Tabang II Rp ,- Lansano II Rp ,- Sungai Tareh II Rp ,- Ambacang Gadang II Rp ,- Bungin II Rp ,- Pincuran Sonsang II Rp ,- Palak Jua II Rp ,- Limau Hantu II Rp ,- Sikarih II Rp ,- Silungkang II Rp ,- Kampung Tangah II Rp ,- Sawah Liek II Rp ,- Kampung Surau II Rp ,- Sikilir II Rp ,- Ekor Kampung II Rp ,- Apar II Rp ,- Padang Ampalu II Rp ,- Kampung Dama II Rp ,- Duku Banyak II Rp ,- Kampung Paneh II Rp ,- 8. PATAMUAN Sungai Kasiakan III Rp ,- Kabun Pondok Duo III Rp ,- Lareh Nan Panjang III Rp ,- Koto Mambang III Rp ,- Kampung Tanjung III Rp ,- Pucuang Anam III Rp ,- Labu Kumbung III Rp ,- Lubuak Aro III Rp ,- Lubuak Laweh III Rp ,- Paraman Talang III Rp ,- Sarang Gagak III Rp ,- Pulau Aia III Rp ,- Galoro III Rp ,- Sungai Durian III Rp ,- 9. PADANG SAGO Kapuah II Rp ,- Solok Pintu Gabang II Rp ,- Kampung Cubadak II Rp ,-

9 Tungka Kp.Panyalai II Rp ,- Puncu Ruyuang II Rp ,- Lubuak Napa II Rp ,- Kampuang Piliang II Rp ,- Mangur II Rp ,- Limo Hindu II Rp ,- Kampuang Lambah II Rp ,- Batang Piaman II Rp ,- Padang Bungo II Rp ,- Rukam/Pauh Manih II Rp ,- Buluh Apo II Rp ,- Sungai Puar Tj. Mutuih II Rp ,- 10. V KOTO KAMPUNG Toboh II Rp ,- DALAM Bukik Gonggang II Rp ,- Kampuang Dalam II Rp ,- Ajuang II Rp ,- Sungai Jilatang II Rp ,- Kajai II Rp ,- Kampuang Tanjuang II Rp ,- Bukik Caliak II Rp ,- Padang Manih II Rp ,- Bayua II Rp ,- Campago II Rp ,- Kampuang Pauah II Rp ,- Bungo Tanjuang II Rp ,- Lansano II Rp ,- Sungai Janiah II Rp ,- Durian Kadok II Rp ,- Patamuan II Rp ,- Alahan Tabek II Rp ,- Toboh Marunggai II Rp ,- Durian Dangka II Rp ,- Sikucur II Rp ,- Bukik Bio-bio II Rp ,- Koto Hilalang Utara II Rp ,- Koto Hilalang Selatan II Rp ,- Koto Hilalang Barat II Rp ,- Koto Hilalang Timur II Rp ,- 1 V KOTO TIMUR Pasa Padang Alai II Rp ,- Kayu Angik II Rp ,- Kayu Mudo II Rp ,- Kampuang Tanjuang II Rp ,- Kampuang Parik II Rp ,- Pasa Balai II Rp ,- Kp.Tanjuang Gantiang II Rp ,- Bukik Kudo-kudo II Rp ,- Kampuang Pili II Rp ,- Kolam Janiah II Rp ,- Tigo Jerong II Rp ,- Pasa Balai II Rp ,- Kampuang Tangah II Rp ,- Padang Kajai II Rp ,- Tanah Taban II Rp ,- Kampuang Piliang II Rp ,-

10 Kampuang Sagit II Rp ,- Kampuang Lambah II Rp ,- Sialangan III Rp ,- Patamuan III Rp ,- Koto Tinggi III Rp ,- Gunuang III Rp ,- Talau III Rp ,- Sungai Kalu III Rp ,- Patalangan III Rp ,- Kampuang Ladang III Rp ,- 1 SUNGAI LIMAU Pasir Baru II Rp ,- Lembak Pasang II Rp ,- Durian Daun II Rp ,- Duku II Rp ,- Pinjauan II Rp ,- Sibaruas II Rp ,- Kampung Jua II Rp ,- Sungai Sirah II Rp ,- Lohong II Rp ,- Padang Karambia II Rp ,- Koto Pauh II Rp ,- Lampanjang II Rp ,- Padang Olo II Rp ,- Padang Bintungan II Rp ,- Sungai Limau II Rp ,- Sungai Paku II Rp ,- Kamumuan II Rp ,- Paingan II Rp ,- 13. BATANG GASAN Ujung Labung II Rp ,- Sungai Sarik II Rp ,- Kampung Tangah II Rp ,- Kantarok II Rp ,- Padang Jajaran II Rp ,- Malai Tangah II Rp ,- Barang-barangan II Rp ,- Mandahiliang II Rp ,- Tanjung II Rp ,- Koto Muaro II Rp ,- Piliang II Rp ,- 14. LUBUK ALUNG Pasar Lubuk Alung II Rp ,- Singguliang II Rp ,- Aia Tajun II Rp ,- Punggung Kasiak II Rp ,- Balah Hilir II Rp ,- Sungai Abang II Rp ,- Sikabu II Rp ,- Pasir Laweh II Rp ,- Koto Buruak II Rp ,- Salibutan II Rp ,- 15. SINTUK TOBOH Simpang Tigo II Rp ,- GADANG Tembok II Rp ,- Palembayan II Rp ,-

11 Batang Tapakis II Rp ,- Tanjuang Pisang II Rp ,- Rimbo Karanggo II Rp ,- Balai Usang II Rp ,- Simpang Ampek II Rp ,- Toboh Baru Sintuak II Rp ,- Toboh Apar II Rp ,- Toboh Surau Kandang II Rp ,- Toboh Luar Parit II Rp ,- Toboh Olo II Rp ,- Toboh Kandang Gadang II Rp ,- Toboh Kp. Tangah II Rp ,- Toboh Mesjid II Rp ,- Toboh Cubadak II Rp ,- Toboh Koto Panjang II Rp ,- Toboh Sikaladi II Rp ,- Toboh Rawang II Rp ,- Toboh Tangah II Rp ,- Toboh Parupuak II Rp ,- Toboh Palak Pisang II Rp ,- Toboh Durian II Rp ,- Toboh Padang Kapas II Rp ,- Toboh Baru II Rp ,- Toboh Rimbo Kaduduak II Rp ,- Toboh Tangah Padang II Rp ,- Toboh Sawah Mansi II Rp ,- 16. BATANG ANAI Pasar Usang II Rp ,- Buayan II Rp ,- Simpang Ketaping II Rp ,- Pilubang II Rp ,- Marantiah II Rp ,- Tabek II Rp ,- Pauh II Rp ,- Olo Bangau II Rp ,- Batang Sariak II Rp ,- Koto II Rp ,- Talao Mundam II Rp ,- Caniago II Rp ,- Sikumbang II Rp ,- Guci II Rp ,- Tanjung II Rp ,- Bintungan II Rp ,- Duku II Rp ,- Kasai II Rp ,- Sungai Pinang II Rp ,- Kabun II Rp ,- Kampung Apa II Rp ,- Salisikan II Rp ,- Tanjung Basung I II Rp ,- Kuliek II Rp ,- Tanjung Basung II II Rp ,- Kali Aia II Rp ,- Jambak II Rp ,- Surantiah Parak Pisang II Rp ,- II

12 17. 2 x 11 ENAM LINGKUNG Sicincin II Rp ,- Ladang Laweh II Rp ,- Bari II Rp ,- Pauh II Rp ,- Sigaung II Rp ,- Sungai Asam II Rp ,- Gantiang II Rp ,- Kampuang Panyalai II Rp ,- Balai Satu II Rp ,- Padang Bukik II Rp ,- Kiambang II Rp ,- Kampung Guci II Rp ,- 18. KAYU TANAM Simpang Balai Kamih III Rp ,- Tarok III Rp ,- Pincuran Tujuah III Rp ,- Balah Aie III Rp ,- Kampung Tangah III Rp ,- Pasar Limau III Rp ,- Kandang Ampek III Rp ,- Pasar Usang III Rp ,- Pasa Karambia III Rp ,- Padang Lapai III Rp ,- Padang Surau III Rp ,- Rimbo Kalam III Rp ,- Asam Pulau III Rp ,- Titian Panjang III Rp ,- Bandar Manggis III Rp ,- Pasa Gelombang III Rp ,- Pasa Tangah III Rp ,- Padang Mantuang III Rp ,- Lubuak Aua III Rp ,- Sipisang Sipinang III Rp ,- Lubuak Napa III Rp ,- 19. ENAM LINGKUNG Pasa Pakandangan II Rp ,- Tanjung Aur II Rp ,- Ringan-ringan II Rp ,- Sarang Gagak II Rp ,- Kampung Paneh II Rp ,- Simpang Tigo II Rp ,- Parit Pontong II Rp ,- Kapuah II Rp ,- Pasa Limau II Rp ,- Pasa Balai II Rp ,- Labuah II Rp ,- Tanjuang Baringin II Rp ,- Kampuang Tangah II Rp ,- Kampuang Bonai II Rp ,- Pasa Dama II Rp ,- Padang Baru II Rp ,- Pauah II Rp ,- Padang Toboh II Rp ,-

13 Hilalang Gadang II Rp ,- Kampuang II Rp ,- Rimbo Dadok II Rp ,- Bayur II Rp ,- Balah Aia II Rp ,- Kampuang Dalam II Rp ,- Simpang II Rp ,- Batih-batih II Rp ,- Padang Bungo II Rp ,- 20. SUNGAI GERINGGING Sungai Rantai III Rp ,- Ladang Rimbo III Rp ,- Koto Bangko III Rp ,- Kampung Dadok III Rp ,- Batu Mangaum III Rp ,- Tanjung Alai III Rp ,- Batu Gadang III Rp ,- Sungai Geringging III Rp ,- Lambeh III Rp ,- Balai Baik III Rp ,- 2 IV KOTO AUR Batu Basa III Rp ,- MALINTANG Aur Malintang III Rp ,- Durian Jantung III Rp ,- Simpang Pd.Laring III Rp ,- Sungai Pingai III Rp ,- DITETAPKAN DI : PARIAMAN PADA TANGGAL : 26 Mei 2014 KETUA. Drs. MOHAMMAD H. DAUD NIP Catatan : Radius untuk perkara yang didaftarkan pada waktu sidang keliling dihitung sebagai radius I.

PENGADILAN NEGERI PASAMAN BARAT JL. PASAMAN BARU PADANG TUJUH

PENGADILAN NEGERI PASAMAN BARAT JL. PASAMAN BARU PADANG TUJUH PENGADILAN NEGERI PASAMAN BARAT JL. PASAMAN BARU PADANG TUJUH Telp/Fax (0753) 7464020. E-mail pengadilan_pasamanbarat@yahoo.com SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN NEGERI PASAMAN BARAT Nomor : W.3.U.15/ 44

Lebih terperinci

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA

LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA NO. I LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA KANDANGAN NOMOR : W15 - A4/ 028 / HK.05 / I / 2011 TENTANG PANJAR BIAYA PERKARA URAIAN Panjar Biaya Perkara Tingkat Pertama JUMLAH KETERANGAN 1. Gugatan

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI

BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI BAGAN ALUR PROSEDUR PERKARA PERDATA PENDAFTAAN KASASI Pemohan Kasasi Mengajukan kasasi pada Meja 3 dan memberikan Memori Kasasi (wajib) Kasasi dan menunjuk Juru Sita Pengganti Mengirim Kontra Memori Kasasi

Lebih terperinci

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN

SOP PENYELESAIAN PERKARA PERDATA GUGATAN PENGADILAN NEGERI KOLAKA PENGADILAN NEGERI KOLAKA Kepaniteraan Perdata Jln. Pemuda No. 175 Kolaka (0405) 2321012 Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan Oleh SOP PENYELESAIAN

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN PENGADILAN AGAMA LAMONGAN RIVIU INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2010-2014 SURAT KEPUTUSAN PANITERA/SEKRETARIS PENGADILAN AGAMA LAMONGAN Nomor : W13-A7/003/OT.00/SK/I/2012 TENTANG

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA

STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA STANDAR PELAYANAN PERADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA JAKARTA 2014 STANDAR PELAYANAN PERADILAN DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA JAKARTA I. KETENTUAN UMUM A. Dasar Hukum 1. Undang-undang

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA

PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA PROSEDUR DAN PROSES BERPERKARA DI PENGADILAN AGAMA I.A. Prosedur Dan Proses Penyelesaian Perkara Cerai Talak PROSEDUR Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon (suami) atau kuasanya : 1. a. Mengajukan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 53 TAHUN 2OO8 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA

Lebih terperinci

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN

STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN STANDAR OPERATION PROCEDURE (SOP) PENGADILAN NEGERI HAM, PHI, PERIKANAN DAN NIAGA MEDAN MEDAN 2011 DAFTAR ISI BAB I PERDATA A. PERDATA UMUM... 1 B. PERDATA KHUSUS 1. PERMOHONAN PERNYATAAN PAILIT DAN PKPU...

Lebih terperinci

1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi pencari keadilan dan masyarakat. 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan.

1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan bagi pencari keadilan dan masyarakat. 2. Meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga peradilan. MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 026/KMA/SK/II/2012 Tanggal : 9 Februari 2012 I. KETENTUAN UMUM A. Tujuan 1. Meningkatkan kualitas pelayanan pengadilan

Lebih terperinci

Daftar Isi. I. Pen dahuluan 2

Daftar Isi. I. Pen dahuluan 2 Halaman 0 Daftar Isi I. Pen dahuluan 2 II. Prog ram Tanggap Darurat 3 II.a. Evakuasi II.b. Pendirian Posko Besar II.c. Assesment Kebutuhan Korban II.d. Pendirian Dapur Umum II.e. Penyaluran Bantuan Logistik

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI PEKANBARU INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI PEKANBARU Jl. Teratai No. 85 Pekanbaru Telp/ Fax No. 0761-22573 Email : pengadilannegeripekanbaru@yahoo.co.id PENGADILAN NEGERI

Lebih terperinci

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO

TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO TATA CARA DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DALAM PERKARA PERDATA PELAYANAN PERKARA PRODEO Syarat-Syarat Berperkara Secara Prodeo 1. Anggota masyarakat yang tidak mampu secara ekonomis dapat mengajukan

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SE - WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN

STANDAR PELAYANAN PENGADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SE - WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN STANDAR PELAYANAN PENGADILAN PADA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA SE - WILAYAH HUKUM PENGADILAN TINGGI TATA USAHA NEGARA MEDAN Hasil Rumusan Di Pulau Batam Tgl. 5 8 J u l I 2012 1 KETUA PENGADILAN TINGGI

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU)

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI WONOSOBO INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) PENGADILAN NEGERI WONOSOBO Jl. Tumenggung Jogonegoro No. 38 Telp. (0286) 321387 faks. (0286) 321387 W O N O S O B O 56314 PENGADILAN NEGERI WONOSOBO

Lebih terperinci

1 PLPG 1 3 2014 106 UNP

1 PLPG 1 3 2014 106 UNP 1 14080102710132 Eri Indra, S.Pd Guru Kelas SD SDN 28 SALASA TANGAH Kab. Agam Sumatera Barat M MENGULANG SUTN, 2 14080102710154 AGUSMIATI Guru Kelas SD SDN 23 Bukik Apik Kab. Agam Sumatera Barat L 3 14080102710159

Lebih terperinci

TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN SURAT KEPUTUSAN KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN NOMOR : W 13-A7/1874/HK.00.5/SK/XI/2013 TENTANG PENUNJUKAN HAKIM PENGAWAS BIDANG PENGADILAN AGAMA LAMONGAN TAHUN 2013-2014 KETUA PENGADILAN AGAMA LAMONGAN

Lebih terperinci

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH

STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SE-KALIMANTAN TENGAH STANDARD OPERATION PROCEDURE (S.O.P) DI JAJARAN PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN NEGERI SEKALIMANTAN TENGAH I. PENDAHULUAN Dalam Visi Mahkamah Agung Republik Indonesia yang dituangkan dalam Blue Print

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014 PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MALANG Jl. Panji No. 202 Kepanjen Malang Telp (0341) 397200 Faks. (0341) 395786 email. Pa.kab.malang@gmail.com

Lebih terperinci

Nan Tasirek Dalam Balai Adat

Nan Tasirek Dalam Balai Adat Nan Tasirek Dalam Balai Adat Oleh : H.J. Dt. Tungga Nak diulang ulang juo kato sapatah nan manjadi usua pangka dawa, pangka kato indak hilang, kato dahulu batapati, kato kamudian kato bacari, dicari kato

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG Alamat : Kantor : Jalan Jenderal A.Yani No.67 Palembang Website : http : //www.ptun.palembang.go.id

Lebih terperinci

Dokumentasi Hukum Pemkab Agam 1

Dokumentasi Hukum Pemkab Agam 1 PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 1 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN NAMA SERTA WI LAYAH KECAMATAN BANUHAMPU SUNGAI PUAR DAN KECAMATAN I V ANGKAT CANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI AGAM,

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN PEMBEBASAN BIAYA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN PEMBEBASAN BIAYA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) LAYANAN PEMBEBASAN BIAYA PERKARA PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG PENGADILAN TATA USAHA NEGARA PALEMBANG Jl.Jend.A.niNo.67 Nomor SOP 01/SOP/PTUN-PLG/2015 Tangal

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI JEPARA INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI JEPARA JL. KH. A. FAUZAN NO. 04 JEPARA Pengadilan Negeri Jepara INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR 52/DJU/SK/HK.006/5/TAHUN 2014 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014

STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) PENGADILAN NEGERI DOMPU. Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 STANDAR OPERATING PROCEDURE ( SOP ) Dicetak dan Diterbitkan oleh IT - PN DOMPU 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i Standar Operating Procedures Administrasi Penanganan Perkara Perdata... 1 Standar Operating

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KETUA MAHKAMAH AGUNG PERATURAN MAHKAMAH AGUNG Nomor : 02 Tahun 2009 TENTANG BIAYA PROSES PENYELESAIAN PERKARA DAN PENGELOLAANNYA PADA MAHKAMAH AGUNG DAN BADAN PERADILAN YANG BERADA DI BAWAHNYA KETUA MAHKAMAH

Lebih terperinci

MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA

MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA MENGENAL JAKSA PENGACARA NEGARA Sumber gambar: twicsy.com I. PENDAHULUAN Profesi jaksa sering diidentikan dengan perkara pidana. Hal ini bisa jadi disebabkan melekatnya fungsi Penuntutan 1 oleh jaksa,

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN NEGERI JAMBI Jalan Jend. A. Yani No. 16 Telanaipura Kota Jambi J A M B I 2014 a tu E\*J_ PENGESAHAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGADILAN TINGKAT PERTAMA (PENGADTLAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2001 TENTANG MEREK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa di dalam era perdagangan global, sejalan dengan konvensi-konvensi

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PEMERINTAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 16 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN DESA TERJUN GAJAH, DESA LUBUK TERENTANG, DESA PEMATANG BULUH, DESA MUNTIALO,

Lebih terperinci

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN

HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN HASIL RUMUSAN DISKUSI LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA PADA RAPAT KERJA DAERAH PENGADILAN TINGGI DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DENGAN JAJARAN PENGADILAN TINGKAT PERTAMA SE-KALIMANTAN TIMUR SAMARINDA 2010 HASIL

Lebih terperinci

Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk

Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk Pengajuan Keberatan, Banding, dan Peninjauan Kembali Tagihan Bea Masuk ABSTRAK Importir yang tidak setuju atas penetapan tarif dan/atau nilai pabean oleh pihak pabean sehingga mengakibatkan tambah bayar

Lebih terperinci

DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( URAIAN TUGAS ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA

DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( URAIAN TUGAS ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA DAFTAR LAMPIRAN JOB DISCRIPTION ( ) PEJABAT DAN PEGAWAI PENGADILAN AGAMA MARISA : Drs. H Saerodji,SH : Ketua Pengadilan Agama Marisa Atasan Langsung : Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo Memimpin dan

Lebih terperinci

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Gambaran umum kondisi daerah Kabupaten Sijunjung memberikan gambaran tentang kondisi daerah dan capaian pembangunan Kabupaten Sijunjung periode yang lalu secara umum. Gambaran

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar i. BAB I Pendahuluan 1. 1.1 Kondisi Umum... 1. 1.2 Potensi dan Permasalahan... 1 BAB II Visi, Misi dan Tujuan...

DAFTAR ISI. Kata Pengantar i. BAB I Pendahuluan 1. 1.1 Kondisi Umum... 1. 1.2 Potensi dan Permasalahan... 1 BAB II Visi, Misi dan Tujuan... PENGADILAN AGAMA KELAS IB SUKOHARJO RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA SUKOHARJO JL. RAJAWALI NO. 10 SUKOHARJO DAFTAR ISI Kata Pengantar i BAB I Pendahuluan 1 1.1 Kondisi Umum...

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) Ketua Pengadilan Negeri bertanggungjawab secara manajerial terhadap pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi umum di Pengadilan Negeri tersebut. Panitera / Sekretaris

Lebih terperinci

DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI. TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014

DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI. TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014 DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014 I. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala 1. Informasi tentang Profil SKPD a. Nama SKPD

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA

LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA 1 LANGKAH-LANGKAH PELENGKAP YANG TERLEWATKAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA oleh : Ali M. Haidar I. PENDAHULUAN Tulisan ini disajikan hanyalah sebagai ulangan dan bahkan cuplikan dari berbagai tulisan tentang

Lebih terperinci

EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP

EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP EKSEKUSI PUTUSAN YANG BERKEKUATAN HUKUM TETAP 1. Putusan yang berkekuatan hukum tetap adalah putusan Pengadilan Agama yang diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara, putusan perdamaian, putusan verstek

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENANGANAN PERKARA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH DENGAN

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 19/Pdt.G/2010/MS-ACEH BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang mengadili perkara Harta Bersama pada tingkat banding

Lebih terperinci

Nomor SOP : Revisi Tgl. : Tgl. Ditetapkan : Halaman : 1 dari 4 hal

Nomor SOP : Revisi Tgl. : Tgl. Ditetapkan : Halaman : 1 dari 4 hal PENGADILAN AGAMA JAKARTA UTARA Standar Operasional Prosedur PEMANGGILAN PARA PIHAK BERPERKARA, SAKSI/SAKSI AHLI MELALUI KEMENTRIAN LUAR NEGERI, MEDIA MASSA DAN DELEGASI Nomor SOP : Revisi Tgl. : Tgl. Ditetapkan

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)PEDOMAN PEMBERIAN LAYANAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU DI PENGADILAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN MILITER DAN PERADILAN TATA

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI SE-SUMATERA SELATAN Ketua Pengadilan Negeri bertanggungjawab secara manajerial terhadap pelaksanaan administrasi perkara dan administrasi umum di Pengadilan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

Tentang: PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM KABUPATEN DALAM LINGKUNGAN DAERAH PROPINSI SUMATERA TENGAH *) PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM. PROPINSI SUMATERA TENGAH.

Tentang: PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM KABUPATEN DALAM LINGKUNGAN DAERAH PROPINSI SUMATERA TENGAH *) PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM. PROPINSI SUMATERA TENGAH. Bentuk: Oleh: UNDANG-UNDANG (UU) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 12 TAHUN 1956 (12/1956) Tanggal: 19 MARET 1956 (JAKARTA) Sumber: LN 1956/25 Tentang: PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM KABUPATEN DALAM LINGKUNGAN

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI BANTUL

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI BANTUL INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI BANTUL NO KINERJA UTAMA INDIKATOR KINERJA PENJELASAN PENANGGUNG JAWAB 1. Meningkatnya a. Persentase mediasi Hakim penyelesaian yang menjadi akta Jml perkara mediasi

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Perbaikan Tgl. 28-02-2012 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT.01.03/I/2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN

Lebih terperinci

KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012

KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012 KOMPONEN SAKIP PENGADILAN NEGERI SALATIGA TAHUN 2012 INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN NEGERI SALATIGA PENGADILAN NEGERI SALATIGA JL. VETERAN NO.4 TELP. DAN FAX. (0298)323119 S A L A T I G A SURAT KEPUTUSAN

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO.

STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO. STANDARD OPERATING PROSEDUR (SOP) PENGADILAN NEGERI BOJONEGORO. Bahwa dalam workshop yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung RI di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Mahkamah Agung RI Mega Mendung Bogor tanggal

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PENGADILAN NEGERI KLAS IA/PHI/TIPIKOR BANDA ACEH KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara : Pengadilan Negeri/PHI/Tipikor Banda Aceh menerima

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2012-2032

PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2012-2032 PERATURAN DAERAH PROVINSI SUMATERA BARAT NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH PROVINSI SUMATERA BARAT TAHUN 2012-2032 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA BARAT, Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

BIDANG PENGAWASAN MELEKAT

BIDANG PENGAWASAN MELEKAT II. BIDANG PENGAWASAN MELEKAT 1. Ruang Lingkup Pengawasan a. Meliputi Penyelenggaraan, Pelaksanaan, dan Pengelolaan organisasi, administrasi dan Finansial Pengadilan; b. Sasaran Pengawasan : Aparat Pengadilan.

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA

BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA BAB III PERKARA PENETAPAN PERMOHONAN ASAL USUL ANAK OLEH SUAMI ISTRI YANG SUAMI-NYA BERSTATUS WNA PADA AWAL PERNIKAHAN-NYA A. Deskripsi Normatif Pengadilan Agama Surabaya Pengadilan Agama Surabaya dibentuk

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

MATRIK PENDANAAN TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA SUMBAWA BESAR

MATRIK PENDANAAN TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA SUMBAWA BESAR MATRIK PENDANAAN TAHUN 2015-2019 PENGADILAN AGAMA SUMBAWA BESAR No. Program Tujuan Sasaran Indikator Sasaran 2014 2015 2016 (Dalam Milyar Rupiah) Perkiraan Maju 2017 2018 2019 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1.

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 144/KMA/SKNIII/2007 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 48 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 47 TAHUN 2004 TENTANG TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG NOMOR 25/BC/2009 TENTANG

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI TENTANG NOMOR 25/BC/2009 TENTANG DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI PERATURAN DIREKTUR JENDERAL BEA DAN CUKAI NOMOR 25/BC/2009 TENTANG BENTUK DAN ISI SURAT PENETAPAN, SURAT KEPUTUSAN, SURAT TEGURAN,

Lebih terperinci

MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta)

MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta) MASALAH PUTUSAN SERTA MERTA DALAM PRAKTEK DI PENGADILAN NEGERI (Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Surakarta) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Mencapai Derajat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN NOMOR: 144/KMA/SK/VIII/2007

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN NOMOR: 144/KMA/SK/VIII/2007 KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN NOMOR: 144/KMA/SK/VIII/2007 MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA 2008 BHINEKA TUNGGAL IKA KETUA MAHKAMAH AGUNG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN NOMOR : 011/PAN-BMSDA/2011

PEMBERITAHUAN NOMOR : 011/PAN-BMSDA/2011 PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR Jl. PAMONG PRAJA KAWASAN BHAKTI PRAJA NO. 05 TELP. (076) 705003 FAX. 705003 PEMBERITAHUAN NOMOR : 0/PAN-BMSDA/20 Berdasarkan Perpres

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA Tgl Ditetapkan : Halaman : 1 dari 5 hal. No. Uraian Kegiatan Uraian Pelayanan DESKRIPSI : Prosedur tentang Para Pihak, Saksi dan atau Saksi Ahli A. PEMANGGILAN PARA PIHAK MELALUI KEMENTRIAN LUAR NEGERI

Lebih terperinci

PROSEDUR PELAYANAN PERMINTAAN INFORMASI DI PENGADILAN NEGERI KAB. SEMARANG DI UNGARAN

PROSEDUR PELAYANAN PERMINTAAN INFORMASI DI PENGADILAN NEGERI KAB. SEMARANG DI UNGARAN PROSEDUR PELAYANAN PERMINTAAN INFORMASI DI PENGADILAN NEGERI KAB. SEMARANG DI UNGARAN TIM PELAYANAN INFORMASI PENGADILAN NEGERI KAB. SEMARANG DI UNGARAN UNGARAN 2012 A. Umum 1. Prosedur pelayanan informasi

Lebih terperinci

Pasal 5 ayat (1), Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 20, dan Pasal 21 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

Pasal 5 ayat (1), Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 20, dan Pasal 21 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN TANAH BUMBU DAN KABUPATEN BALANGAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan

BAB 1 PENDAHULUAN. Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Indonesia merupakan Negara yang berkembang yang giat giatnya melaksanakan pembangunan di segala bidang termasuk pembangunan di bidang kesehatan.pembangunan kesehatan

Lebih terperinci

BATAS WAKTU JENIS & URAIAN KEGIATAN Jam KEPANITERAAN PERKARA. 1. PENELITIAN ADMINISTRASI : 1. Penelitian awal surat gugatan 10 menit Panmud Perkara

BATAS WAKTU JENIS & URAIAN KEGIATAN Jam KEPANITERAAN PERKARA. 1. PENELITIAN ADMINISTRASI : 1. Penelitian awal surat gugatan 10 menit Panmud Perkara A. Standar Operasional Prosedur (SOP) Standar Operasional Prosedur adalah suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja. Penyusunan SOP dilakukan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG

INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG INDIKATOR KINERJA UTAMA PENGADILAN TINGGI PALEMBANG 1 IKU, PTK & RKT Pengadilan Tinggi Palembang PENGADILAN TINGGI PALEMBANG PENGADILAN TINGGI PALEMBANG JL.JENDERAL SUDIRMAN KM.3,5 TELP.(0711) 311666,

Lebih terperinci

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri

Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Pedoman Bantuan Hukum di Pengadilan Negeri Daftar Isi KATA PENGANTAR... 1 Lampiran A: SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PEMBERIAN BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG

LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG LAUNCHING STANDAR FORMAT BAS DAN PUTUSAN MELALUI WEBSITE BADILAG Dalam upayameningkatkankualitas SDM dan faktor lain yang menunjang pelaksanaan tugas aparatur Peradilan Agama, khususnya di bidang teknis

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam

Lebih terperinci