PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI LlNGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI LlNGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN"

Transkripsi

1 PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI LlNGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

2 MENTERIPERHUBUNGAN REPUBUK INDONESIA PERATURAN MElfTERI PERHUBUlfGAlf REPUBUK INDOlfESIA lfomor : PM 75 TAIIUN 2013 TENTAlfG STAlfDAR BIAYATAIIUN 2014 bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Pasal 5 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71/PMK.02/2013 tentang Pedoman Standar Biaya, Standar Struktur Biaya, dan Indeksasi dalam Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2013 tentang Standar Biaya Masukan 2014, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Standar Biaya Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2014; 1. Undang - Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana KeIja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga; 3. Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah;

3 4. Peraturan Presiden Nomor 76 Tahun 2011 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara; 5. Peraturan Presiden. Nomor 91 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Lembaga; 6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 43 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata KeIja Departemen Perhubungan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM. 60 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata KeIja Kementerian Perhubungan; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71/PMK.02/2013 tentang Pedoman Standar Biaya, Standar Struktur, dan Indeksasi dalam Penyusunan RKA-KL; 8. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72/PMK.02/2012 tentang Standar Biaya Masukan 2014; 9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 95/PMK.02/2012 tentang Standar Biaya Keluaran Tahun Anggaran 2013; 10. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 50 Tahun 2012 tentang Standar Biaya Tahun 2013 di Lingkungan Kementerian Perhubungan; MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN MENTER! PERHUBUNGAN TENTANG STANDAR BIAYA TAHUN 2014 DI L1NGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Standar Biaya Kementerian Perhubungan digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rencana KeIja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2014, dengan ketentuan sebagai berikut: a. Standar biaya dipergunakan untuk komponen kegiatan yang dibelanjakan di dalam negeri dengan sumber pembiayaan melalui dana Rupiah Murni yang nilai kontraknya dinyatakan dalam Rupiah; b. Standar biaya dititikberatkan pada analisa biaya dari spesiflkasi teknis masing-masing kegiatan; c. Standar biaya telah termasuk pajak-pajak yang berlaku; d. Harga satuan dalam standar biaya tersebut merupakan harga tertinggi, dan berbeda pada masing-masing propinsi/kabupaten/kota dengan dilakukan penyesuaian melalui faktor pengali koeflsien kemahalan yang diolah berdasarkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik sebagaimana terdapat dalam Lampiran Peraturan Menteri ini;

4 e. Pada lokasi kegiatan yang jauh dari ibukota provinsi/kabupaten/kota dan merupakan daerah terpencil/terisolir, dapat diusulkan tambahan biaya biaya pengiriman yang terdiri antara lain : bongkar j muat, transportasi, sewa gudang j area penyimpanan, keamanan dan asuransi sesuai ketentuan yang berlaku qanj atau menggunakan standar biaya yang ditetapkan Pemerintah Daerah setempat dengan menyertakan Surat Pemyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA); Dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), memperhatikan ketentuan sebagai berikut : a. harga satuan dalam Standar Biaya Kementerian Perhubungan tidak dapat dijadikan acuan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), namun Analisa Harga Satuan Pekerjaannya dapat dijadikan referensi dalam penyusunan HPS; b. dalam hal terjadi perbedaan analisa harga dengan yang ditetapkan instansi pemerintah j asosiasi j institusi lainnya, maka yang dipergunakan sebagai acuan adalah analisa harga satuan pekerjaan yang menguntungkan Negara danj atau dapat dipertanggungjawabkan; c. penyusunan HPS dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan meliputi : 1) harga pasar setempat yaitu harga barangj jasa di lokasi barangj jasa di produksij diserahkanj dilaksanakan menjelang dilaksanakannya pengadaan barangj jasa; 2) informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh Bapan Pusat Statistik (BPS); 3) informasi biaya satuan yang dipublikasikan secara resmi oleh asosiasi terkait dan sumber data lain yang dapat dipertanggungjawabkan; 4) daftar biayajtariff barangfjasa yang dikeluarkan oleh pabrikanj distributor tunggal; 5) biaya kontrak sebelumnya atau yang sedang berjalan dengan mempertimbangkan factor perubahan biaya; 6) inflasi tahun sebelumnya, suku bunga berjalan dan/ atau kurs tengah Bank Indonesia; 7) hasil perbandingan dengan kontrak sejenis baik yang dilakukan dengan instansi lain maupun pihak lain; 8) perkiraan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana (engineer estimate); 9) norma indeks; danj atau 10) informasi lain yang dapat dipetanggungjawabkan. d. dalam penyusunan HPS tetap mengacu kepada Peraturan Presdien tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah dan/atau peraturan lain yang berlaku.

5 Pasal3 Pelaksanaan standar biaya Kementerian Perhubungan memperhatikan prinsip ekonomis, efisiensi dan efektifitas. Pasal4 Standar Biaya Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2014 adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri Perhubungan ini. Pasa15 Peraturan Menteri Perhubungan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta Pada tangga113 September 2013 UMARAR, SH, MM, MH Pembina Utama Muda (IV/c) NIP

6 LAMPIRAN PERA TURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBIK INDONESIA NOMOR : PM 75 Tahun 2013 TANGGAL : 13 September 2013 STANDAR BIAYA TAHUN LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

7 TABEL KOEFISIEN KEMAHALAN STANDAR BIAYA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2014 BERDASARKAN INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI ;.: :~,...of.....,.},j i' (1) (2) (3) (4) (5) (6) I 1100 PROV.ACEH ~ Kab Simeulue Kab Aceh Singkil Kab Aceh Selatan Kab Aceh Tenggara Kab Aceh Timur Kab Aceh Tenaah Kab Aceh Barat Kab Aceh Besar Kab Pidie Kab Bireuen Kab Aceh Utara Kab Aceh Barat Daya Kab Gayo Lues Kab Aceh Tamiana Kab Naaan Rava Kab Aceh Java Kab Bener Meriah Kab Pidie Jaya Kota Banda Aceh Kota Sobona Kota Lanasa Kota Lhokseumawe Kota Subulussalam " 1200 PROVo SUMATERA UTARA Kab Nias Kab Mandailina Notal Kab TaDanuli Selatan Kab Tapanuli Tenaah Kab Tapanuli Utara Kab Toba Samosir Kab Labuhan Batu Kab Asahan Kab Simalunaun Kab Dairi Kab Karo Kab Deli Serdang Kab Langkat Kab Nias Selatan Kab Humbana Hasundutan Kab Pakoak Bharat Kab Samosir Kab Serdana Bedaaai Kab Batu Bora Kab Padang Lawas Utara Kab Padang Lawas Kab Labuhan Batu Utara Kab Labuhan Batu Selatan Kab Nias Utara Kab Nias Barat Kota Sibalaa Kota Tanjuna Balai Kota Pematana Siantar Kota Tebing Tinaai

8 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Koto Medon Koto Binioi Koto Podonasidimouan Kota Gunung'Sitoli III 1300 PROVo SUMATERA BARAT Kab Keoulauan Mentawai Kab Pesisir Selatan Kab Solok Kab Swl/Sijunjung Kab Tanah Datar Kab Padang Pariaman Kab Agam Kab Lima Puluh Kota Kab Pasaman Kab Solok 5elatan Kab Dharmas Raya Kab Pasaman Barat Kota Padang Kota Solok Kota Sawah Lunto Kota Padana Panjana Kota Bukittinoai Kota Pavakumbuh Kota Pariaman IV 1400 PROVo RIAU Kab Kuantan Singingi Kab Indragiri Hulu Kab Indragiri Hilir Kab Pelalawan Kab Siak Kab Kamoar Kab Rokan Hulu Kab Benakalis Kab Rokan Hilir Kab Keoulauan Meranti Kota Pekanbaru Kota Dumai V 1500 PROV.JAM BI Kab Kerinci Kab Meranain Kab Sarolanaun Kab Batang Hari Kab Muaro Jambi Kab Tanjung Jabung Timur Kab Tanjung Jabung Barat Kab Tebo Kob Bungo Kota Jambi Kota Sungoi Penuh VI 1600 PROVo SUMATERA SELATAN Kob Ooan Komerino Ulu Kob Ooon Komerino llir Kob Muoro Enim Kab Lohat

9 (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kab Musi Rawas Kab Musi Banyuasin Kab Banyu Asin Kab OkfJSelatan Kab Oku Timur Kab Oaan llir Kab Empat Lawang Kota Palembang Kota Prabumulih Kota Pagar Alam Kota Lubuklinaaau VII 1700 PROVo BENGKULU Kab Bengkulu Selatan Kab Re/ana Lebona Kab Bengkulu Utara Kab Kaur Kab Seluma Kab Mukomuko Kab Lebona Kab Keoahiang Kab Bengkulu Tengah Kota Benakulu VIII 1800 PROV.LAMPUNG Kab Lamouna Barat Kab TanQQamus Kab Lamoung Selatan Kab Lampung Timur Kab Lamoung Tengah Kab Lampung Utara Kab Way Kanan Kab Tulang Bawang Kab Pesawaran Kab Pringsewu Kab Mesu/i Kab Tulana Bawana Barat Kota Bondar Lamoung Kota Metro IX 1900 PROVo KEP. BANGKA BELITUNG Kab Bangka Kab Belitung Kab Bangka Barat Kab Banaka Tenaah Kab Bangka Selatan Kab Belitung Timur Kota Pangkal Pinang X 2100 PROVo KEPULAUAN RIAU Kab Karimun Kab Bintan Kab Natuna Kab Linaaa Kab Keo. Anambas Kota Batam Kota Tan/una Pinana

10 ~- XI 3100 PROVo OKI JAKARTA OOסס. 1 XII 3200 PROVo JAWA BARAT «ab Boaor Kab Sukabumi Kab Cianiur Kab Banduna Kab Garut Kab Tasikma/aya Kab Ciamis Kab Kuninaon Kab Cirebon Kab Maio/en aka Kab Sumedana, Kab /ndramavu Kab Subana Kab Purwakarto Kab Karawana Kab Bekasi Kab Banduna Barat Kota Boaor Kota Sukabumi Kota Bandung Kota Cirebon Kota Bekasi Kota Depok Kota Cimahi Kota Tasikma/ava Kota Banior XIII 3300 PROVo JAWA TENGAH Kab Cilacao Kab Bonyumos Kab Purbalinaaa Kab Bonjornegoro Kob Kebumen Kob Purworejo Kob Wonosobo Kob Maae/ana Kab Boyo/ali Kob K/oten Kab Sukohario Kab Wonogiri Kab Karanaanyar Kob Sraaen Kab GroboQon Kab B/oro Kab Rembana Kob Pati Kab Kudus Kab Jepora Kab Demok Kab Semarana Kob TemanaQuna Kob Kenda/ Kab Batang Kab Peka/onaan Kab Pema/ana

11 -----_._-- - (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kob Tegol Kob Brebes Koto Mogelong Koto Surokorto Koto Solotigo Koto Semorona Koto Pekolonoon Koto Teool XIV 3400 PROVo 01 YOGYAKARTA Kob Kulon Progo Kob Bontul Kob Gununa Kidul Kob Siemon Koto YOQvokorto XV 3500 PROVo JAWA TIMUR Kob Pociton Kob Ponoroao Kob Trenaaolek Kob TulunQOQunQ Kob Blitor Kob Kediri Kob Molong Kob Lumojong Kob Jember Kob Bonyuwongi Kob Bondowoso Kob Situbondo Kob Probolinaao Kob Posuruon Kob Sidoorio Kob Moiokerto Kob JombonQ Kob Ngonjuk Kob Modiun Kob Mogeton Kob Ngowi Kob Bojonegoro Kob Tubon Kob Lomonaon Kob Gresik Kob BonQkolon Kob SomoonQ Kob Pomekoson Kob Sumenep Koto Ked!r! Koto Blitor Koto Molona Koto ProbolinQao Koto Posuruon Koto Mojokerto Koto Mod!un Koto Suroboyo Koto Botu

12 'J"Yi ";;' ''''''i (1) (2) (3) (4) (5) (6) XVI 3600 PROV.BANTEN Kab Pandealana Kab Lebak Kab Tanaerana Kab Serana Kota Tanaerana Kota Cileaon Kota Serana Kota Tanaerana Selatan XVII 5100 PROV.BALI Kab Jembrana Kab Tabanan Kab Baduna Kab Gianvar Kab Klunakuna Kab Sanali Kab Karanaasem Kab Sulelena Kota Denoasar XVIII 5200 PROVo NUSATENGGARABARAT Kab Lombok Sarat Kab Lombok Tenaah Kab Lombok Timur Kab Sumbawa Kab Domou Kab Sima Kab Sumbawo Sarat Kab Lombok Utara Kota Mataram Kota Sima XIX 5300 PROVo NUSA TENGGARA T1MUR J, Kob Sumba Sarat Kab Sumba Timur Kab Kuoana Kab Timor Tenaah Selatan Kab Timor Tenaah Utara Kab Selu Kab Alor Kab Lembata Kab Flores Timur Kab Sikka Kab Ende Kab Naada Kab Manaaarai Kab Rate Ndao Kab Manaaarai Sarat Kab Sumba Barat Daya Kab Sumba Tenaah Kab Naaekeo Kab Manaaarai Timur Kab Sabu Raiiua Kota Kuoana

13 ://E (1) (2) (3) (4) (5) (6) XX 6100 PROVo KALIMANTAN BARAT Kab Sambas Kab Bengkavana Kab Landak Kab Pontianak Kab SanQQau Kab Ketaoana Kab Sintana Kab Kapuas Hulu Kab Sekadau Kab Melawi Kab KavonQ Utara Kab Kubu Rava Kota Pontianak Kota Sinakawana IJj XXI 6200 PROVo KALIMANTAN TENGAH Kab Kotawaringin Barat Kab Kotawaringin Timur Kab Kaouas Kab Barito Selatan Kab Barito Utara Kab Sukamara Kab Lamandau Kab Seruyan Kab Katingan Kab PulanQ Pisau Kab GununQ Mas Kab Barito Timur Kab MurunQ Rava Kota Palanakarava XXII 6300 PROVo KALIMANTAN SELATAN Kab Tanah Lout _ Kab Kota Baru Kab Banjar Kab Barito Kuala Kab Tapin Kab Hulu Sunaai Selatan Kab Hulu SunQai TenQah Kab Hulu SunQai Utara Kab TabalonQ Kab Tanah Bumbu Kab Balanaan Kota Banjarmasin Kota Baniar Baru XXIII 6400 PROVo KALIMANTAN T1MUR Kab Pasir Kab Kutal Barat Kab Kutai Kartaneaara Kab Kutai Timur Kab Berau Kab Malinau Kab Bulonaan Kab Nunukan Kab Penajam Poser Utara Kab Tana Tiduna

14 Ii (1) (2) (3) (4) (5) Kota Salikpapan Kota Samarinda Kota Tarakan Kota Sontana ~ XXIV 7100 PROVo SULAWESI UTARA Kab So/aana Monaondow Kab Minahasa Kab Kepulauan Sanaihe Kab Kepu/auan Ta/aud Kab Minahasa Se/atan Kab Minahasa Utara Kab So/aana Monaondow Utara Kab Kep. Siau Tago/andang Siaro (Sitaro) Kab Minahasa Tengaara Kab So/mona Se/atan Kab So/mona Timur Kota Manado Kota Situna Kota Tomohon Kota Kotamobaau XXV 7200 PROVo SULAWESI TENGAH Kab Sanaaai Kepu/auan Kab Sanaaai Kab Morowali Kab Poso Kab Donaaa/a Kab Toli-Toli Kab Suo/ Kab Pariai Moutona Kab Toio Una-Una Kab Siai Kota Pa/u XXVI 7300 PROVo SULAWESI SELATAN Kab Selayar Kab Su/ukumba Kab Santaena Kab Jene/Jonto Kab Taka/or Kab Gowa Kab Sinjai Kab Maros Kab Panakaiene Ke/Ju/auan Kab Sarru Kab Sone Kab SO/J/Jena KabWajo Kab Sidenreng Rappana Kab Pinrana Kab Enrekana Kab Luwu Kab Tana Toraia Kab Toraia Utara Kab Luwu Utara Kab Luwu Timur

15 ;;~~~'}C~ (1) (2) (3) (4) (5) (6) Kota Makassar Kota Parepare Kota Palopo XXVII 7400 PROVo SULAWESI TENGGARA Kab Buton Kab Muna Kab Konawe Kab Kolaka Kab Konawe Selotan Kab Bombana Kab Wakatobi Kab Kolaka Utara Kab Buton Utara Kab Konawe Utara Kota Kendari Kota Bau-Bau XXVIII 7500 PROVo GORONTALO Kab Boalemo Kab Gorontalo Kab Pohuwato Kab Bone Bolongo Kab Gorontalo Utara Kota Gorontalo XXIX 7600 PROV.SULAWESIBARAT Kab Maiene Kab Polewali Mamasa Kab Mamasa Kab Mamuiu Kab Mamuiu Utara XXX 8100 PROVo MALUKU Kab Maluku Tenggara Barat Kab Maluku Tengaara Kab Maluku Tenaoh Kab Buru Kab Kepulauan Aru Kab Seram Baaian Barat Kab Seram Baaian Timur Kab Buru Selatan Kab Maluku Barot Daya Kota Ambon Kota Tual XXXI 8200 PROVo MALUKU UTARA Kab Halmohero Barot Kab Halmohero Tenaoh Kob Kepulouan Sula Kab Halsel Kab Holut Kob Holmohero Timur Kob Pulou Morotoi Kota Temote Kota Tidore Kepulouan _

16 (1) (2) (3) (4) (5) (6) XXXII 9100 PROVo PAPUA BARAT Kob Fak-Fak Kob Kaimana Kob Teluk Wondama Kob Teluk Bintuni Kob Manokwari Kab Sorona Seloton Kab Sorona Kab Raia Amoat Kab Maybrat Kab Tambraw Kota Sorona XXXIII 9400 PROV.PAPUA Kob Merauke Kab Javawiiava Kob Javapuro Kob Nabire Kob Yapen Waropen Kob Biak Numfor Kob Paniai Kob PuncakJava Kob Mimika Kob Boven DiQoel Kob Maooi Kob Asmat Kob Yahukimo Kob Peaununaan Bintona Kob Tolikara Kab Sarmi Kab Keerom Kab Warooen Kab Suoiori Kab Memberamo Rava Kob NduQa Kab Lannv Java Kab Memberamo TenQah Kob Yalimo Kab Puncak Kab Doaiyai Kab Intan Java Kab Deivai Kota Javaoura Catatan: OKIJakarta menjadi acuan dalam menentukan Koefislen Kemahalan Standar Biaya Kementerian Perhubungan (IKK OKIJakarta = 93,89) (Sumber data: Indeks Kemahalan Kanstruksl BPS)

17 STANDAR BIAYA KEME NTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2014 BIDANG: FASILITAS KESELAMATAN LALU L1NTAS ANGKUTAN JALAN DAN DERMAGA PENYEBERANGAN

18 REKAP HARGA SATUAN BIDANG FASILITAS KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN 602 Pen adaan & Pemasangan Rambu Lalu Lintas di Jalan (uk. 75x75 em) (buah) 603 Pengadaan & Pemasangan Rambu Lalu Lintas di Jalan (uk. 90x90 em) (buah) 605 Pengadaan & Pemasangan Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (uk. 120x180 em) (buah) buah buah buah 608 Pengadaan & Pemasangan Pagar Pengaman Jalan (4 m) Type 1 : Terminal End Masuk ke Dalam Tanah 609 Pengadaan & Pemasangan Pagar Pengaman Jalan (Dengan Rambu Chevron) Type 1 : Terminal End Masuk ke Dalam Tanah 610 Pen adaan & Pemasangan Pa ar Pen aman Jalan (4 m) T 2: Terminal End Lengkun 611 Pen adaan & Pemasan an Marka Jalan (uk. 3x120 mm) (Thermo lastie) 612 Pen adaan & Pemasan an Marka Jalan (uk. 3x120 mm) (Cold lastie) 613 Pen adaan & Pemasan an Paku Jalan (uk. 1Ox10x2 em) 614 Pen adaan & Pemasan an Paku Jalan (uk. 10x15x2) 615 Pen adaan & Pemasan an Paku Jalan Bulat (tempered) 616 Pen adaan & Pemasan an Paku Jalan Tena a Su a (Solar Cell) 617 Pen adaan & Pemasan an Lam u Perin atan (Warnin Li ht) 618 Pen adaan & Pemasan an Lam u Perin atan Tena a Su a (Warnin Li ht Solar Cell) Tian Lurus 619 Pengadaan & Pemasangan Lampu Peringatan Tenaga Surya (Warning Light Solar Cell) Tiang Lengkung 620 Pengadaan & Pemasangan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas 3 (Tiga) Persimpangan 621 Pengadaan & Pemasangan Alat Pen endali Is arat Lalu Lintas 4 (Empat) Persimpangan 622 Pen adaan & Pemasangan Patok Tikungan Pipa Plastik 623 Pen adaan & Pemasan an Patok Tikungan Pipa Besi 624 Pen adaan & Pemasangan Cermin Tikungan 625 Pengadaan & Pemasangan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas Tenaga Surya 626 Pengadaan & Pemasangan Alat Pengendali Isyarat Lalu Lintas Tenaga Surya Simpang Pen adaan & Pemasangan LPJU Konvensional 628 Pen adaan & Pemasan an LPJU Solar Cell 632 Pengadaan & Pemasangan Pagar Pengaman Jalan (Dengan Rambu Chevron) Type 2 : Terminal End Lengkung buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah buah

19 REKAP HARGA SATUAN PERHUBUNGAN DARAT BIDANG PRASARANA PENYEBERANGAN paket m m buah buah buah buah buah buah m2 Kontrol buah m m m paket aket

20 STAN OAR BIAYA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2014 RINCIAN ANGGARAN BIAYA Pelllladian a Pemannpn Rambu Lalu Untlls dl Jalln luk. 75x75 emllbuahl 602 SOU Penpdaan Bahan Ipkt 1, , , cat belakang daun rambu m2 0, , , Pemotonllan dan Denlleboran unit 1, , , Penllelasan em 14, , , Perakltan dan Denyetelan unit 1, , , Cor POndasl beton m3 0, , , Gallan tanah dan urug kemball m3 0,25 SO.814, , Urugan Plslr dl bawah pondasl m3 0, , , S051 Bekestlnll POndasl m3 1, , , Onllkos annut ke lokasl buah 1, , ,14 JUMLAH ,80 PPN 10" ,68 JUMLAH TOTAl ,48 BuGh J.4'7.'68 00 Pengadlan a Pemasanpn Rlmbu Lalu Untlis ci1 Jalln luk. 9Ox9Oemllbuahl 603 S013 Penlladaan Bahan pkt 1, , , BOOScat belakang daun rambu m2 0, , , Pemotongan dan pengeboran unit 1, , , PenRelasan em 14, , , Perakltan dan penyetelan unit 1, , , Cor pondasl beton m3 0, , , Gallan tanah dan urug kemball m3 0,25 SO.814, , Urugan paslr dl bawah pondasl m3 0, , , S051 Bekestlng pondasl m3 1, , , Ongkos anrkut ke lokasl buah 1, , ,14 JUMLAH ,14 PPN 10" ,31 JUMLAH TOTAL ,46 Haraa Der- Buah ,00 PenRadaan Pemasannn Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan (uk. 120x180 em) (buah) 605 S015 Pengadaan Bahan pkt 1, , , GalianTanah m3 0, , , Cor Beton Pondasl ( 60 x 60 x 120 em ) m3 0, , , Pembesian besi POlos dla. 12mm kg 36, , , Urugan Pasir Bawah Pondasl m3 0, , ,SO 605 S017 Blava Pembuatan / Pengelasan kg 293, , , S018 5ewa Crane Kapasitas 5 ton shift 0, , ,00 60S S051 Bekestlng pondasl m3 3, , ,92 60S 8007 Ongkos anrkut ke lokasl buah 1, , ,14 JUMLAH ,74 PPN 10" ,57 JUMLAH TOTAL ,31 Harga per Buah J ,OO PenRadaan" PemasanRan Rambu Pendahulu Penunjuk Jurusan luk. 120x240 em) (buah) 606 S016 Pengadaan Bahan pkt 1, , , GalianTanah m3 0, , , Cor Beton Pondasl ( 60 x 60 x 120 em ) m3 0, , , Pembeslan besi POlos dla. 12mm kr 36, , , Urugan Paslr Bawah Pondasl m3 0, , ,SO 606 S051 Beglstlng m2 2, , , S017 Blaya Pembuatan / Pengelasan kr 293, , , S018 Sewa Crane Kapasltas 5 ton shift 0, , , Ongkos angkut ke lokasl buah 1, , ,14 JUMLAH ,94 PPN 10" ,09 JUMLAH TOTAL ,03 Haraa Der Buah ,00

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar (Perbatasan) No Provinsi No Kabupaten / Kota Status 1 Sambas Perbatasan 2 Bengkayang Perbatasan 1 Kalimantan Barat

Lebih terperinci

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten NAD (Nangroe Aceh Darussalam) Aceh Barat 246.087 Aceh Besar 15.652 Aceh Jaya 110.251 Aceh Singkil 3162.965 Aceh Tamiang 9919.959 Aceh Timur 5466.242 Kota Banda Aceh

Lebih terperinci

JADWAL UPLOAD HASIL BACKUP KE APLIKASI EMIS ONLINE SEMESTER GENAP TP 2014/2015. Tanggal Upload Kode Provinsi Provinsi Kabupaten

JADWAL UPLOAD HASIL BACKUP KE APLIKASI EMIS ONLINE SEMESTER GENAP TP 2014/2015. Tanggal Upload Kode Provinsi Provinsi Kabupaten Upload 32 Jawa Barat Bandung Barat 2015-03-23 2015-03-26 32 Jawa Barat Kota Bogor 2015-03-23 2015-03-26 32 Jawa Barat Kota Sukabumi 2015-03-23 2015-03-26 32 Jawa Barat Kota Bandung 2015-03-23 2015-03-26

Lebih terperinci

REKAPITULASI DATA JUMLAH ANGKUTAN UMUM DI WILAYAH JABODETABEK DAN 33 PROPINSI DI INDONESIA (249 KABUPATEN, 91 KOTA)

REKAPITULASI DATA JUMLAH ANGKUTAN UMUM DI WILAYAH JABODETABEK DAN 33 PROPINSI DI INDONESIA (249 KABUPATEN, 91 KOTA) REKAPITULASI DATA JUMLAH ANGKUTAN UMUM DI WILAYAH JABODETABEK DAN 33 PROPINSI DI INDONESIA (249 KABUPATEN, 91 KOTA) PROPINSI Tahun 2004 Tahun 2005 Tahun 2006 NO KABUPATEN/KOTA JENIS KENDARAAN JENIS KENDARAAN

Lebih terperinci

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 No Provinsi Jumlah Penduduk Ibu Hamil (1,1 x Ibu Melahirkan (1,05 x Kelahiran Bayi/Surviving Infant (0Tahun) Laki-Laki Perempuan Total kelahiran

Lebih terperinci

DAFTAR ALAMAT SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH DAN KAB/KOTA SELURUH INDONESIA Data : April 2010 NAD ALAMAT SITUS KETERANGAN PROV. NAD

DAFTAR ALAMAT SITUS WEB PEMERINTAH DAERAH DAN KAB/KOTA SELURUH INDONESIA Data : April 2010 NAD ALAMAT SITUS KETERANGAN PROV. NAD NAD ALAMAT SITUS KETERANGAN PROV. NAD http://acehprov.go.id/ KAB. ACEH SELATAN www.acehselatan.go.id KAB. ACEH TENGGARA KAB. ACEH TIMUR http://www.acehtimurkab.go.id/ offline KAB. ACEH TENGAH http://www.acehtengahkab.go.id

Lebih terperinci

PROVINSI DKI JAKARTA

PROVINSI DKI JAKARTA PROVINSI DKI JAKARTA NO KAB/KOTA IIUN 01 KOTA JAKARTA PUSAT 75,82 65,10 67,84 2,74 70,23 66,12-4,10 02 KOTA JAKARTA UTARA 75,55 61,50 65,60 4,10 62,95 60,27-2,68 03 KOTA JAKARTA BARAT 74,61 64,30 66,97

Lebih terperinci

DAFTAR PROVINSI, KABUPATEN & KOTA DI INDONESIA (MEI 2013)

DAFTAR PROVINSI, KABUPATEN & KOTA DI INDONESIA (MEI 2013) DAFTAR PROVINSI, KABUPATEN & KOTA DI INDONESIA (MEI 2013) NO PROVINSI KABUPATEN KOTA 1 Nanggroe Aceh Darusalarn 1 Kab. Aceh Barat 1 Kota Banda Aceh 2 Kab. Aceh Barat Daya 2 Kota Subulussalam 3 Kab. Aceh

Lebih terperinci

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI INDIKASI DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI PUSAT PERPETAAN KEHUTANAN BADAN PLANOLOGI KEHUTANAN DEPARTEMEN KEHUTANAN MEI 2002 TABEL 1. REKAPITULASI LUAS INDIKASI RHL PER PULAU/KELOMPOK PULAU (JUTA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 TENTANG PENETAPAN SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI JALAN UNTUK TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI SELURUH INDONESIA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)

BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) BAB VIII RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) Dalam merencanakan suatu proyek, adanya rencana anggaran biaya merupakan hal yang tidak dapat diabaikan. Rencana anggaran biaya disusun berdasarkan dimensi dari bangunan

Lebih terperinci

PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 I. KETENTUAN UMUM 1. Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya disingkat OJK

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM TIPE A BALAI BESAR KSDA SUBBAG UMUM BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM WILAYAH I

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM TIPE A BALAI BESAR KSDA SUBBAG UMUM BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM WILAYAH I LAMPIRAN I. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P. 02/Menhut-II/2007 STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR TIPE A BALAI BESAR KSDA BAGIAN TATA USAHA SUBBAG UMUM SUBBAG PERENCANAAN DAN KERJASAMA SUBBAG DATA,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 69 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR BIAYA OPERASI NONPERSONALIA TAHUN 2009 UNTUK SEKOLAH DASAR/MADRASAH IBTIDAIYAH (SD/MI), SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH

Lebih terperinci

Statistik Lahan Pertanian Tahun 2009-2013 Statistics of Agricultural Land 2009-2013

Statistik Lahan Pertanian Tahun 2009-2013 Statistics of Agricultural Land 2009-2013 Statistik Lahan Pertanian Tahun 2009-2013 Statistics of Agricultural Land 2009-2013 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian Center for Agriculture Data and

Lebih terperinci

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan

Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan Perkiraan dan Referensi Harga Satuan Perencanaan No Bidang kategori 1 Pemerintahan Peningkatan kesiagaan dan pencegahan bahaya kebakaran Pemeliharaan Hydrant Pembangunan Hydrant Kering Pemeliharaan pertitik

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Jembatan Jembatan adalah suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah. Rintangan ini biasanya jalan lain

Lebih terperinci

STATISTICS OF AGRICULTURAL LAND

STATISTICS OF AGRICULTURAL LAND STATISTIK LAHAN PERTANIAN STATISTICS OF AGRICULTURAL LAND 2013 Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal - Kementerian Pertanian Center for Agricultural Data and Information System

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PEMBENTUKAN KANTOR REGIONAT XIII DAN KANTOR REGIONAL XIV NOMOR 20 TAHUN 2014 TANGGAL.. 21 JULI 2OT4 NOMOR 20 TAHUN 20 14 TBNTANG PEMBENTUKAN KANTOR REGIONAL XIII DAN KANTOR REGIONAL XIV DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA LAMPIRAN SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL CIPTA KARYA NOMOR: 111/KPTS/CK/1993 TANGGAL 28 SEPTEMBER 1993 TENTANG: PEDOMAN PEMBANGUNAN BANGUNAN TAHAN GEMPA A. DASAR DASAR PERENCANAAN BANGUNAN TAHAN GEMPA

Lebih terperinci

PANDUAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) JALUR UMUM POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2015

PANDUAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) JALUR UMUM POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2015 Certificate No. ID09/1305 PANDUAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SIPENMARU) JALUR UMUM POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG TAHUN 2015 KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 01 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 01 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBL.lK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 01 TAHUN 2013 TENTANG PENGENDALIAN PENGGUNAAN BAHAN BAKAR MINYAK DENGAN

Lebih terperinci

NO URAIAN SATUAN HARGA KETERANGAN

NO URAIAN SATUAN HARGA KETERANGAN F. DAFTAR HARGA SATUAN BAHAN BANGUNAN NO URAIAN SATUAN HARGA KETERANGAN 1 Air m3 35.000 Belum termasuk 2 Aluminum foil m2 75.000 Pajak dan 3 Aspal curah kg 11.230 retribusi bahan Aspal drum AC 60/70 kg

Lebih terperinci

UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA

UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA UNIT LAYANAN PENGADAAN (ULP) KEMENTERIAN PU PERA Disampaikan oleh: Kepala Badan Pembinaan Konstruksi 23 Desember 2014 PELAKSANA PROGRAM/KEGIATAN UU/PP SEKTORAL ORGANISASI PENGADAAN BARANG DAN JASA KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PT. MITRA INDOMARGA General Contractor & Civil Engineering

PT. MITRA INDOMARGA General Contractor & Civil Engineering : PT. Swarnadwipa Dermaga Jaya : Pelabuhan PT. Swarnadwipa Dermaga Jaya RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN STOCKPILE PELABUHAN PT. SWARNADWIPA DERMAGA JAYA RENCANA PEMBANGUNAN STOCKPILE : PT. Swarnadwipa Dermaga

Lebih terperinci

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan

3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan 3. Bagian-Bagian Atap Bagian-bagian atap terdiri atas; kuda-kuda, ikatan angin, jurai, gording, sagrod, bubungan, usuk, reng, penutup atap, dan talang. a. Gording Gording membagi bentangan atap dalam jarak-jarak

Lebih terperinci

PEMBERITAHUAN NOMOR : 011/PAN-BMSDA/2011

PEMBERITAHUAN NOMOR : 011/PAN-BMSDA/2011 PEMERINTAH KABUPATEN PELALAWAN DINAS BINA MARGA DAN SUMBER DAYA AIR Jl. PAMONG PRAJA KAWASAN BHAKTI PRAJA NO. 05 TELP. (076) 705003 FAX. 705003 PEMBERITAHUAN NOMOR : 0/PAN-BMSDA/20 Berdasarkan Perpres

Lebih terperinci

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi

Tabel Lampiran 1. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Padi Per Propinsi Tabel., dan Padi Per No. Padi.552.078.387.80 370.966 33.549 4,84 4,86 2 Sumatera Utara 3.48.782 3.374.838 826.09 807.302 4,39 4,80 3 Sumatera Barat.875.88.893.598 422.582 423.402 44,37 44,72 4 Riau 454.86

Lebih terperinci

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan

Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan SNI 3434:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan perumahan ICS 91.010.20 Badan Standardisasi Nasional SNI 3434:2008 Daftar

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA

PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA TUGAS AKHIR PERANCANGAN ALTERNATIF STRUKTUR JEMBATAN KALIBATA DENGAN MENGGUNAKAN RANGKA BAJA Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana Tingkat Strata 1 (S-1) DISUSUN OLEH: NAMA

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) DENGAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING(ABC) Oleh : Fatimah Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang

PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) DENGAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING(ABC) Oleh : Fatimah Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang PENYUSUNAN HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS) DENGAN SISTEM ACTIVITY BASED COSTING(ABC) Oleh : Fatimah Widyaiswara Balai Diklat Keuangan Malang Harga Perkiraan Sendiri (HPS) adalah komponen yang sangat penting

Lebih terperinci

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN

BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN BAB VIII TAHAP PELAKSANAAN 8.1 Umum Dalam bab pelaksanaan ini akan diuraikan mengenai itemitem pekerjaan konstruksi dan pembahasan mengenai pelaksanaan yang berkaitan dengan penggunaan material-material

Lebih terperinci

Jakarta, 27 April 2015

Jakarta, 27 April 2015 Jakarta, 27 April 2015 SELASA, 28 APRIL 2015 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : SAMUDERA HINDIA SELATAN PULAU JAWA, PERAIRAN KEP. TALAUD, PERAIRAN KEP. WAKATOBI, SAMUDERA HINDIA SELATAN BALI

Lebih terperinci

Buku Pegangan Disain dan Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana yang Baik di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias

Buku Pegangan Disain dan Konstruksi Bangunan Rumah Sederhana yang Baik di Nanggroe Aceh Darussalam dan Nias Manfaat Buku Buku pegangan ini berisi informasi sederhana tentang prinsip-prinsip rancangan dan konstruksi yang baik. Informasi tersebut ditujukan kepada pemilik rumah, perancang, kontraktor dan pengawas

Lebih terperinci

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

BAB III METODE & DATA PENELITIAN BAB III METODE & DATA PENELITIAN 3.1 Distribusi Jaringan Tegangan Rendah Pada dasarnya memilih kontruksi jaringan diharapkan memiliki harga yang efisien dan handal. Distribusi jaringan tegangan rendah

Lebih terperinci

Institute for Criminal Justice Reform

Institute for Criminal Justice Reform Menimbang : MENTER KEHAKMAN REPUBLK NDONESA KEPUTUSAN MENTER KEHAKMAN REPUBLK NDONESA NOMOR : M.01.PR.07.03 TAHUN 1985 T E N T A N G ORGANSAS DAN TATA KERJA LEMBAGA PEMASYRAKATAN MENTER KEHAKMAN REPUBLK

Lebih terperinci

il] 'h l- 6 Halaman 1 dari 17 ffiffij,{l,r ".",,,..l p i6 Kab. Gayo Lues t4 Kota Langsa 1.188.000.000 t7 Kab. Aceh Barat Daya 1.4i0.o00.

il] 'h l- 6 Halaman 1 dari 17 ffiffij,{l,r .,,,..l p i6 Kab. Gayo Lues t4 Kota Langsa 1.188.000.000 t7 Kab. Aceh Barat Daya 1.4i0.o00. PENETAPAN ATOKASI DANA TAMBAHAN PENGHASIIAN GURU PEGAWAI NEGERI SIPII DAERAH (DTP PNSD) TAHUN ANGGARAN 2015 UNTUK PROVINSI/KABUPATEN/KOTA NO DAERAH ALOKASI DTP PNSD 2015 I Provinsi Aceh 234.000.000 1 Kab.

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PENJABARAN APBD

PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PENJABARAN APBD Lampiran II Peraturan Gubernur Nomor : 95 Tahun 2013 Tanggal : 31 Desember 2013 PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI TENGGARA PENJABARAN APBD TAHUN ANGGARAN 201 Urusan Pemerintahan : 1. 07 Urusan Wajib Perhubungan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JALAN PROKLAMASI NOMOR 70 JAKARTA 10320 TELEPON (021) 31928280, 31928285; FAKSIMILE (021) 3103705

Lebih terperinci

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM RI SEKRETARIS DIREKTORAT JL. H.R. RASUNA SAID KAV 8-9 KUNINGAN 021-5225034 021-5208531 LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-08-2012 S/D 31-08-2012 NO. NAMA

Lebih terperinci

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL

LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA BIAYA BIAYA JUMLAH SUB TOTAL DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM RI SEKRETARIS DIREKTORAT JL. H.R. RASUNA SAID KAV 8-9 KUNINGAN 021-5225034 021-5208531 LAPORAN REKAPITULASI PENERIMAAN PNBP Imigrasi TANGGAL : 01-09-2012 S/D 30-09-2012 NO. NAMA

Lebih terperinci

ANALISIS DAN EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KB DAN KS TAHUN 2013

ANALISIS DAN EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KB DAN KS TAHUN 2013 ANALISIS DAN EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KB DAN KS TAHUN 2013 BADAN KEPENDUDUKAN DAN KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK Standar Pelayanan Minimal

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA KE DALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT ASDP INDONESIA FERRY DENGAN

Lebih terperinci

NAMA DAN ALAMAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DI SELURUH INDONESIA

NAMA DAN ALAMAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DI SELURUH INDONESIA NAMA DAN ALAMAT DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DI SELURUH INDONESIA DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Lebih terperinci

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang... I-1 1.2. Permasalahan... I-2 1.3. Maksud dan tujuan... I-2 1.4. Lokasi studi... I-2 1.5. Sistematika penulisan... I-4 BAB II DASAR TEORI 2.1. Tinjauan

Lebih terperinci

BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN

BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN BAB 2 PENAMPANG MELINTANG JALAN Penampang melintang jalan adalah potongan melintang tegak lurus sumbu jalan, yang memperlihatkan bagian bagian jalan. Penampang melintang jalan yang akan digunakan harus

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SA1,INAIJ PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 185,'PMK.07/2008 TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SA1,INAIJ PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 185,'PMK.07/2008 TENTANG MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA SA,NAJ PERATURAN MENTER KEUANGAN NOMOR 85,'PMK.07/2008 TENTANG PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data.

BAB III PROSES MANUFAKTUR. yang dilakukan dalam proses manufaktur mesin pembuat tepung ini adalah : Mulai. Pengumpulan data. BAB III PROSES MANUFAKTUR 3.1. Metode Proses Manufaktur Proses yang dilakukan untuk pembuatan mesin pembuat tepung ini berkaitan dengan proses manufaktur dari mesin tersebut. Proses manufaktur merupakan

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

REKAPITULASI PENERIMAAN HIBAH LANGSUNG BENTUK UANG TA 2014

REKAPITULASI PENERIMAAN HIBAH LANGSUNG BENTUK UANG TA 2014 Lampiran 1 : Surat Kepala Badan Urusan Administrasi Perihal : Perpanjangan Batas Waktu Revisi DIPA dan Pengesahan/Pencatatan Hibah Langsung Bentuk Uang/Barang/Jasa Nomor : 05/BUA/OT.01.2/1/2015 Tanggal

Lebih terperinci

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera

MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera MENATA ULANG INDONESIA Menuju Negara Sejahtera Ironi Sebuah Negara Kaya & Tumbuh Perekonomiannya, namun Kesejahteraan Rakyatnya masih Rendah KONFEDERASI SERIKAT PEKERJA INDONESIA Jl Condet Raya no 9, Al

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH. Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD

IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH. Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD IDENTIFIKASI AWAL NO. DAERAH APLIKASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SIMDA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGANREPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 19 TAHUN 2012 TENTANG TARIF ANGKUTANPENYEBERANGANLINTASANTARPROVINSI

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGANREPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 19 TAHUN 2012 TENTANG TARIF ANGKUTANPENYEBERANGANLINTASANTARPROVINSI MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGANREPUBLIK INDONESIA NOMOR PM. 19 TAHUN 2012 TENTANG TARIF ANGKUTANPENYEBERANGANLINTASANTARPROVINSI Tahun 2001 Penye berangan penye berangan

Lebih terperinci

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA KAJIAN KUAT TEKAN BETON DENGAN PERBANDINGAN VOLUME DAN PERBANDINGAN BERAT UNTUK PRODUKSI BETON MASSA MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR BATU PECAH MERAPI (STUDI KASUS PADA PROYEK PEMBANGUNAN SABO DAM) Oleh : Yudi

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. Kata Pengantar...i Daftar Isi...ii

DAFTAR ISI. Kata Pengantar...i Daftar Isi...ii Kata Pengantar Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa dilengkapi dengan Metode dan Cara Perbaikan Kerusakan ini dipersiapkan oleh Panitia Teknik Standarisasi Bidang Konstruksi dan Bangunan,

Lebih terperinci

Fungsi, Sub Fungsi, Program, Satuan Kerja, dan Kegiatan Anggaran Tahun 2012 Kode. 1 010022 Provinsi : DKI Jakarta 484,909,154

Fungsi, Sub Fungsi, Program, Satuan Kerja, dan Kegiatan Anggaran Tahun 2012 Kode. 1 010022 Provinsi : DKI Jakarta 484,909,154 ALOKASI ANGGARAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN YANG DILIMPAHKAN KEPADA GUBERNUR (Alokasi Anggaran Dekonsentrasi Per Menurut Program dan Kegiatan) (ribuan rupiah) 1 010022 : DKI Jakarta 484,909,154

Lebih terperinci

Pelabuhan Ciwandan Banten

Pelabuhan Ciwandan Banten Pelabuhan Ciwandan Banten Alamat Pelabuhan : Jalan Raya Pelabuhan No. I Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon-Banten Kode Pos : 42166 Telepon : 0254 601417, 601418 Faxcimile : 0254 601419 Telex/VHF

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU No. 05/02/14/Th. XV, 3 Februari 2013 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI RIAU Bulan 2014, Kota Pekanbaru inflasi 0,69 persen, Dumai 0,43 persen dan Tembilahan 2,58 persen. Indeks Harga

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI LAMPIRAN 2a DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA PELAKSANA KONSTRUKSI A. KLASIFIKASI USAHA BERSIFAT UMUM KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 02 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013

Lebih terperinci

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan

Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan SNI 7392:2008 Standar Nasional Indonesia Tata cara perencanaan dan pelaksanaan bangunan gedung menggunakan panel jaring kawat baja tiga dimensi (PJKB-3D) las pabrikan ICS 91.080.10 Badan Standardisasi

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun

KATA PENGANTAR. Tim Penyusun KATA PENGANTAR Modul dengan judul Memasang Pondasi Batu Kali merupakan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan praktikum peserta diklat (siswa) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk membentuk salah satu

Lebih terperinci

PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI. Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616

PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI. Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616 PERENCANAAN JEMBATAN BUSUR MENGGUNAKAN DINDING PENUH PADA SUNGAI BRANTAS KOTA KEDIRI Oleh : GALIH AGENG DWIATMAJA 3107 100 616 LATAR BELAKANG Kondisi jembatan yang lama yang mempunyai lebar 6 meter, sedangkan

Lebih terperinci

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENENTUAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH

SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENENTUAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENENTUAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH Nur Heri Cahyana 1), Toni Dwi Susanto 2), I Gusti Ngurah ACP 3) 1,2) Staf Pengajar Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 No. 39/08/THXVIII.3 Agustus 2015 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH TAHUN 2014 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 501.893 KUINTAL, CABAI RAWIT SEBESAR 528.704 KUINTAL, DAN BAWANG MERAH SEBESAR

Lebih terperinci

BAB III PEMBUATAN KOMPONEN PENDUKUNG UTAMA

BAB III PEMBUATAN KOMPONEN PENDUKUNG UTAMA BAB III PEMBUATAN KOMPONEN PENDUKUNG UTAMA 3.1 Alat-alat yang dibutuhkan dalam Pembuatan Gokart Sebelum dilakukan proses pembuatan gokart terlebih dahgulu dilakukan perencanaan yang berupa perancangan

Lebih terperinci

HALAMAN PENGESAHAN PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG

HALAMAN PENGESAHAN PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN JEMBATAN GANTUNG TUGU SOEHARTO KELURAHAN SUKOREJO KECAMATAN GUNUNGPATI SEMARANG Disusun Oleh: ADITYO BUDI UTOMO TOSAN KUNTO SURYOAJI L2A004005 L2A004124 Semarang,

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR

RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR RANCANG BANGUN MESIN PEMECAH BIJI KEMIRI DENGAN SISTEM BENTUR Sumardi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe Jl. Banda Aceh Medan Km. 280 Buketrata Lhokseumawe 24301 Email: Sumardi63@gmail.com

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 121 TAHUN 2014 TENTANG RINCIAN TUGAS LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN PROVINSI ACEH, PROVINSI SUMATERA UTARA, PROVINSI RIAU,

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN III. METODE PENELITIAN A. WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Desember 2009 bertempat di Bengkel Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Departemen Teknik Pertanian IPB.

Lebih terperinci

Laporan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Barang/Jasa

Laporan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Barang/Jasa Laporan Rencana Umum Pengadaan (RUP) Barang/Jasa T.A. 2014 Biro Keuangan dan BMN Sekretariat Jenderal, Kementerian Kesehatan Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa

Lebih terperinci

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE

PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE PERBANDINGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN ASPHALT INSTITUTE Rifki Zamzam Staf Perencanaan dan Sistem Informasi Politeknik Negeri Bengkalis E-mail : rifkizamzam@polbeng.ac.id

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 14/PRT/M/2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 14/PRT/M/2013 TENTANG PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 14/PRT/M/2013 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR 07/PRT/M/2011 TENTANG STANDAR DAN PEDOMAN PENGADAAN PEKERJAAN KONSTRUKSI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

DRAFT AKHIR INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI. KERJASAMA BAPPEDA DAN PM KABUPATEN BANYUASIN dengan BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUASIN

DRAFT AKHIR INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI. KERJASAMA BAPPEDA DAN PM KABUPATEN BANYUASIN dengan BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUASIN DRAFT AKHIR INDEKS KEMAHALAN KONSTRUKSI KERJASAMA BAPPEDA DAN PM KABUPATEN BANYUASIN dengan BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUASIN KATA SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA DAN PM KABUPATEN BANYUASIN Dengan memanjatkan

Lebih terperinci

TINDAK LANJUT PENYELESAIAN PENATAAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (IUP)

TINDAK LANJUT PENYELESAIAN PENATAAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (IUP) TINDAK LANJUT PENYELESAIAN PENATAAN IZIN USAHA PERTAMBANGAN (IUP) Jakarta, 6 Februari 2014 DIREKTORAT JENDERAL MINERAL DAN BATUBARA KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL DAFTAR ISI I. PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

Riset Kesehatan Dasar

Riset Kesehatan Dasar Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 Laporan Nasional 2007 Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan, Republik Indonesia Desember 2008 Assalamu alaikum wr. wb. KATA PENGANTAR Puji

Lebih terperinci

PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990

PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990 PETUNJUK TERTIB PEMANFAATAN JALAN NO. 004/T/BNKT/1990 DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA PRAKATA Dalam rangka mewujudkan peranan penting jalan dalam mendorong perkembangan kehidupan

Lebih terperinci

BAB IV PERHITUNGAN STRUKTUR

BAB IV PERHITUNGAN STRUKTUR BAB IV PERHITUNGAN STRUKTUR Perhitungan Struktur Bab IV 4.1 TINJAUAN UMUM Analisis konstruksi gedung ini dilakukan dengan menggunakan permodelan struktur 3D dengan bantuan software SAP2000. Kolom-kolom

Lebih terperinci

TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN

TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN J A L A N NO.: 011/T/Bt/1995 TATA CARA PERENCANAAN FASILITAS PEJALAN KAKI DI KAWASAN PERKOTAAN DER P A R T E M EN PEKERJAAN UMUM DIRE KTORAT JENDERAL BINA MARGA D I R E K T O R A T B I N A T E K N I K

Lebih terperinci

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI,

PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, PERATURAN GUBERNUR JAMBI NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN PENGANGKUTAN BATUBARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR JAMBI, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam

Lebih terperinci

DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013

DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013 DATA DAN INFORMASI PEKERJA USIA MUDA AGUSTUS 2013 PUSAT DATA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 2014 TIM PENYUSUN Pembina

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014

ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019. Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 ProfilAnggotaDPRdan DPDRI 2014-2019 Pusat Kajian Politik Departemen Ilmu Politik FISIP UniversitasIndonesia 26 September 2014 Pokok Bahasan 1. Keterpilihan Perempuan di Legislatif Hasil Pemilu 2014 2.

Lebih terperinci

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG

ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG ANALISA PENETAPAN HARGA JUAL UNIT RUMAH DI PERUMAHAN TAMAN TASIK MADU INDAH, MALANG Presented by: Berlin Shelina Wardani 3107100011 JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN INSTITUT TEKNOLOGI

Lebih terperinci

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa

Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Mata Kuliah : Struktur Beton Lanjutan Kode : TSP 407 SKS : 3 SKS Desain Struktur Beton Bertulang Tahan Gempa Pertemuan - 11 TIU : Mahasiswa dapat mendesain berbagai elemen struktur beton bertulang TIK

Lebih terperinci

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN PERTAMA ATAS PERATURAN LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG TATACARA REGISTRASI

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI PEMBANGUNAN TYPE RUMAH PERUMAHAN DI KOTA PALEMBANG

IDENTIFIKASI PEMBANGUNAN TYPE RUMAH PERUMAHAN DI KOTA PALEMBANG IDENTIFIKASI PEMBANGUNAN TYPE RUMAH PERUMAHAN DI KOTA PALEMBANG Wienty Triyuly Program Studi Teknik Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya JL. Raya Prabumulih Telp. 07117083885 Inderalaya, OKI

Lebih terperinci

PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Jln. Pattimura 20 Jakarta Selatan

PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Jln. Pattimura 20 Jakarta Selatan by : Ir. Indra Miduk Hutabarat, MM PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA Jln. Pattimura 20 Jakarta Selatan TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM Setelah selesai mengikuti

Lebih terperinci

Daftar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I Tahun 2012

Daftar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I Tahun 2012 Daftar Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester I Tahun 2012 Halaman 1 - Lampiran 43 I II No PEMERIKSAAN KEUANGAN Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 1 1 Pemerintah Pusat 1 Laporan Keuangan Pemerintah Pusat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 34 TAHUN 2014 TENTANG MARKA JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 34 TAHUN 2014 TENTANG MARKA JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 34 TAHUN 2014 TENTANG MARKA JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PROPIL BALAI BESAR POM DI PEKAN BARU

PROPIL BALAI BESAR POM DI PEKAN BARU PROPIL BALAI BESAR POM DI PEKAN BARU Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru Drs, Sumaryanta,Apt.MSI NIP. 19620401 199202 1 001 Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Pekanbaru mempunyai

Lebih terperinci

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

Lebih terperinci

Daftar Tarif JNE dari Malang, Jawa Timur Ke Seluruh Indonesia

Daftar Tarif JNE dari Malang, Jawa Timur Ke Seluruh Indonesia Daftar Tarif JNE dari Malang, Jawa Timur Ke Seluruh Indonesia Kota / Kabupaten Kecamatan TARIF OKE TARIF REGULER Kota Mataram Mataram 17.000 19.000 Kota Mataram Ampenan 17.000 19.000 Kota Mataram Cakranegara

Lebih terperinci

INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL

INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL LAMPIRAN IV PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL Bagian

Lebih terperinci

Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang Provinsi Sulawesi Selatan

Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On Pile di Pulau Kalukalukuang Provinsi Sulawesi Selatan Bab 7 DAYA DUKUNG TANAH Laporan Tugas Akhir (KL-40Z0) Desain Dermaga General Cargo dan Trestle Tipe Deck On ile di ulau Kalukalukuang rovinsi Sulawesi Selatan 7.1 Daya Dukung Tanah 7.1.1 Dasar Teori erhitungan

Lebih terperinci

ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III ABSTRAK ABSTRACT (IN ENGLISH)

ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III ABSTRAK ABSTRACT (IN ENGLISH) ROAD MAP MENUJU BEBAS AVIAN INFLUENZA DI WILAYAH BPPV REGIONAL III Marfiatiningsih, S 1), Ma arif, S 2), dan Guntoro, T 3) ABSTRAK Dalam rangka mendukung program menuju Indonesia bebas Avian Influenza

Lebih terperinci