MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SA1,INAIJ PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 185,'PMK.07/2008 TENTANG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SA1,INAIJ PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 185,'PMK.07/2008 TENTANG"

Transkripsi

1 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA SA,NAJ PERATURAN MENTER KEUANGAN NOMOR 85,'PMK.07/2008 TENTANG PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 MENTER KETJANGAN, Menimbang : a. bahwa berdasarkan Prognosa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara l'ahun Anggaran 2008 dinyatakan bahwa Kurang Baya; Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 direalisasikan pada Tahun Anggaran 2008; b. bahwa berdasarkan hasil perhitungan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007, terdapat Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Bumi yang merupakan hak daerah yang belum dilakukan penyaluran; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dem huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Penetapan Alokasi Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007; Mengingat :. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 997 Nonlor 43, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 3687); 2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 200 tentang Otonorni Khusus Bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 200 Nomor 35, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 45); 3. Undang-Undang hlomor 22 Tahun 200 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembari~n Negara Republik ndonesia Tahun 200 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 452); 4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tamballan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4286);

2 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA 5. Undang-Undang Nomor Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik ntlonesia Nomor 4355); 6. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4400); Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2004 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4844); 8. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerilh (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2004 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4438); 9. Undang-Undang Nomor Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4633); 0. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lerrtbaran Negara Republik ndonesia Nomor 4778) sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 6 Tahun 2008, (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2008 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4848);. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik ndonesia Tahun 2005 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik ndonesia Nomor 4575); 2. Keputusan Presidejn Nomor 20/P Tahun 2005;

3 Memperhatikan MENTER KEtJANGAN REPUBLK NDONESA 3. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara; 4. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 82/PMK.05/2007 tentang Tatacara 'encairan Dana Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Melalui Kas Umum Negara; 5. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 04/PMK.07/2008 tentang Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran Transfer ke Daerah; 6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.07/2006 tentang Penetapan Perkiraan Alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alan Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggalran 2007; 7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50/PMK.07/2007 tentang Penetapan Perkiraan Alokasi Tambahan Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Tahun Anggaran 2007; :. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2794 K/ 80/ MEM/ tentang Penetapan Daerah Penghasil dan Dasar Perhitungan Bagian Daerah Penghasil Minyak Bumi dan Gas Bumi serta Pertambangan Umum untuk Tahun 2007; 2. Surat Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Departemen Energi dan!:umber Daya Mineral Nomor: 249/ 82/ D JM.B/ 2008 tanggal 28 Januari 2008 tentang Realisasi Lifting Migas Kumulatif sampai dengan Triwulan V Tahun 2007 sebagai dasar Perhitungan DBH SDA Migas; 3. Surat Direktur Jenderal Anggaran Departemen Keuangan Nomor: S-428/ AG/ 2008 tanggal 8 Februari 2008 tentang Realisasi PNBP per KKKS sampai dengan Triwulan V Tahun Anggaran 2007; MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTER KEUANGAN TENTANG PENETAPAN ALOKAS KURANG ESAYAR DANA BAG HASL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007.

4 MENTER KE.UANGAN REPUBLK NDONESA Pasall () Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Min.yak Bumi dan Gas Bumi merupakan penerimaan negara bukan pajak Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi yang belum dibagihasilkan kepada daerah provinsi, kabupaten, dan kota pada tahun anggaran yang bersangkutan. (2) Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 berasal dari penerimaan negara bukan pajak Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi pada Tahun Anggaran (3) Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minvak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 sebagaimana <dimaksud pada ayat () adalah sebesar Rp ,OO- (lima ratus tujuh puluh dua miliar seratus dua puluh lima juta delapan ratus enam puluh delapan ribu dua ratus tiga puluh tiga rupiah) dengan rincian sebagai beri'kut: a. Minyak Bumi sebesar Rp ,OO- (empat ratus empat belas miliar delapan ratus lima puluh tujuh juta sembilan ratus tujuh belas ribu tiga r&s enam puluh tujuh rupiah); dan b. Gas Bumi sebesar Rp ,OO-(seratus lima puluh tujuh miliar dua ratus enam puluh tujuh juta sembilan ratus lima puluh ribu delapan ratus enam puluh enam rupiah). () Alokasi Kurang Ba.yar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 berasal dari Anggaran Transfer ke daerah sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2007 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2008 sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 6 Tahun (2) Rincian Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Min~yak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 untuk daerah provinsi, kabupaten, dan kota adalah sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran Peraturan Menteri Keuangan ini.

5 MENTERKEUANGAN REPUBLlK NDONESA Tata cara penyaluran Kurang Bayar Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Bumi Tahun Anggaran 2007 dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Peraturan Menteri Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Menteri Keuangan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik rtdonesia. Ditetapkan di Jakarta pads tanggal 20 November Salinan sesuai dengan a Kepala Biro Umum MENTER KEUANGAN ttd. SR MULYAN NDRAWAT

6 LAMPRAN PERATURAN MENTER KEUANGAN NOMOR 8 5 /PMK.07/2008 TENTANG PENmAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN , No. PRQVNSKABUPATENKOTA MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 MNYAK BUM GAS BUM JUMLAH (dalam ruplah) KETERANGAN (~ab. 2l~ota 3~ota Penghasil MGAS Penghasil MGAS Simeuleu - Banda Aceh - Sabang - 4 Kota Langsa 5 Kota Lhoksumawe 6 Kab. Nagan Raya 7 Kab. Aceh Jaya 8 Kab. Aceh Barat Daya 9 Kab. Aceh Gayo Lues 20 Kab. Aceh Tamiang 2 ~ab. 22~ab. 23~ota Penghasil Minyak Bumi Bener Meriah - Pidie Jaya Subulussalam Provinsi Kab. Asahan / Kab. Dairi Kab. Deli Serdang Penghasil Gas Bumi Kab. Tanah Karo Kab. Labuhan Batu Bukan Penghasll Kab. Langkat Penghasil MGAS Kab. Mandailing Natal Kab. Nias Kab. Simalungun Kab. Tapanuli Selatan Kab. Tauanuli Tengah Kab. Tapanuli Utara Kab. Toba Samosir / Kota Binjai Penghasil MGAS Kota Medan Kota Pematang Siantar Kota Sibolga Kota Tanjung Balai

7 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 PRQVNSKABUPATENKOTA MNYAK BUM GAS,BUMJ JW5AH 2 3 Kota Tebing Tinggi (dalam rupiah) Kota Padang Sidempuan Kab. Pakpak Bharat Kab. Nias Selatan Kab. Hurnbang Hasudutan Kab. Serdang Berdagai Kab. Samosir Kab. Batu Bara - - RAU Provinsi Bukan Pemhasil Penahasil Minvak Bumi Bukan ~enahasil 5 ~ab. Kuantan Singingi Kab. Pelalawan Kab. Rokan Hilir Kab. Rokan Hulu Kab. Siak V RlAU KEPULAUAN Kota Durnai Kota Pekanbaru Penghasil Gas Bumi 5 l~ota 6 ~ab. Provinsi ' Penghasil MlGAS Tanjung Pinang Lingga V JAMB Provinsi l~ab. Batanghari - - Penghasil MGAS 3 ~ab. Kerinci ~ab. Merangin ~ab. Muaro Jarnbi Penghasil Minyak Bumi 6 l~ab. Sarolangun Penghasil Minyak Bumi 7 ~ab. Tanjung Jabung Barat Kab. Tanjung Jabung Timur Kab. Tebo Kota Jambi V SUMATERA SELATAN i Penghasil Minyak Bumi

8 MENTER KElUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG HAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 (dalam rupiah) Provinsi Kab. Lahat 2 Kab. Musi Banyuasin 3 Kab. Musi Rawas 4 Kab. Muara Enim 5 Kab. Ogan Komering llir 6 Kab. Ogan Komering Ulu 7 Kota Palembang 8 Kota Pagar Alam 9 Kota Lubuk Linggau 0 l~ota Penghasil MlGAS Penghasil MGAS Penghasil MGAS Bukan Penahasil Prabumulih Pennhasil MGAS ~ab. Banyuasin Penghasii Minyak Bumi Penghasil Minyak Bumi V BANGKA BELTUNG Provinsi Penahasil Minvak Bumi Kab. Bangka Kab. Belitung Kota Pangkal Pinang Kab. Bangka Selatan Kab. Bangka Tengah Kab. Bangka Barat ' Bukan Penahasil 7 Kab. Belitung Tirnur Bukan Penahasil Vlll X LAMPUNG Provinsi Kab. Lampung Barat Kab. Lampung Selatan Kab. Lampung Tengah Kab. Lampung Utara Kab. Lampung Timur Kab. Tanggarnus Kab. Tulang Bawang Kab. Way Kanan Kota Bandar Lampung Kota Metro DKl JAKARTA Penghasil Minyak Bumi Penghasil Mlnyak Bum Penghasil MtGAS *.,. X 2 JAWABARAT Provinsi Kab. Bandung Kab. Bekasl Penahasil MGAS

9 NO, MENTER KEiUANGAN REPUBLlK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 MNYAK BUM GAS BUM (dalam rupiah) KETERANGAN Kab. Bogor Kab. Ciamis Kab. Cianjur Kab. Cirebon Kab. Garut ~ab. lndramayu ~ab. Karawang ~ab. Kuningan ~ab. Majalengka ~ab. Purwakarta -, 3 l~ab. Subang 4 ~ab. 8 Bukan Penahasil Penghasil MGAS Penahasil MGAS Pennhasil MGAS Penahasll MGAS Sukabumi - ---i X 2 JAWA TENGAH Provinsi Kab. Banjarnegara Kab. Banyumas Kab. Batang Kab. Blora Penahasit Minyak Bumi 5 ( Kab. Boyolali ' -' 6 Kab. Brebes Kab. Cilacap Kab. Demak Kab. Grobogan Bukan Penahasil

10 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURAMG BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 PROVtNSKkBUPATEN/KOTA MNYAKBUM GASBUM JUULAH Kab. Purbalingga Kab. Putworejo Kab. Rembang Kab. Semarang Kab. Sragen Kab. Sukohajo Kab. Tegal Kab. Temanggung Kab. Wonogiri Kab. Wonosobo Kota Magelang Kota Pekalongan Kota Salatiga Kota Semarang Kota Surakarta Kota Tegal (daiarn rupiah) KETERANGAN Bukan Penghasit JAWA TMUR Provinsi Kab. Bangkalan Kab. Banvuwanai - Kab. Blitar Kab. Boioneaoro Penahasil Minvak Bumi - -- Kab. Bondowoso --- Kab. Gresik Pennhasil MGAS Kab. ember Kab. Jombang - - Kab. Kediri - - Kab. Lamongan - - Penghasil Minyak Bumi Kab. Lumajang - - Kab. Madiun - - Kab. Magetan - - Kab. Malang - - Kab. Mojokerto - - Penghasil Gas Bumi Kab. Nganiuk - - Kab. Ngawi Kab. Pacitan Kab. Pamekasan Kab. Pasuruan Kab. Ponorogo Kab. Probolinggo Kab. Sampang Kab. Sidoarjo Kab. Situbondo Kab. Sumenep - - Kab. Trenggalek - - Bukan Penahasil Penahasil Gas Bumi

11 lvlenterl KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANl3 BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007

12 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 (dalam rupiah) GAS BUM JUMLAH KETERANdAN Penghasil Minyak Bumi ~ ita Probollinqqo Kota Surabava Kota Batu Xlll KALMANTAN SELATAN Provinsi rll ~ab Baniar Kab. Barito Kuala Kab. Hulu Sunaai Selatan Penghasil Minyak Bumi Penghasil Minyak Bumi KALMANTAN TlMUR Provinsi Kab. Berau Kab. Bulungan Kab. Kutai Kartanegara Kab. Kutai Barat Kab. Kutai Timur Kab. Malinau Kab. Nunukan Kab. Pasir Kota Balikpapan 0 Kota Bontang Kota Samarinda 2 Kota Tarakan 3 Kab. Penajem Paser Utara Penahasil MlGAS Penghasil MlGAS Penghasil MlGAS Penghasil Minyak Bumi Penghasil Minyak Bumi Penghasil MGAS Penghasil MGAS Penghasil MGAS Penghasil MGAS XV SULAWES TENGAH Provinsi -

13 MENTER KEUANGAN REPUBLK NDONESA PENETAPAN ALOKAS KURANG BAYAR DANA BAG HASlL SUMBER DAYA ALAM MNYAK BUM DAN GAS BUM TAHUN ANGGARAN 2007 (dalam rupiah) 5 ~ab. i - 6 Kab. Raja Ampat 7 ~ab. Teluk Blntuni 8 Kab. Teluk Wondama 9 Kab. Kaimana r Sorona Selatan f TOTAL NASONAL , J Penghasil Mlnyak Bum Penghasil Mlnyak Bumi Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Umum MENTER KEUANGAN ttd. SR MULYAN NDRAWAT Antoni

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XVII PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 Pendidikan Kesehatan dan KB Perumahan, Air Minum, dan Kedaulatan Pangan

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS

DATA DASAR PUSKESMAS DATA DASAR PUSKESMAS DATA KONDISI PUSKESMAS, PUSTU DAN POLINDES DATA KONDISI KENDARAAN DI PUSKESMAS DATA TENAGA DI PUSKESMAS (Keadaan Akhir Desember 2011) KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA,

Lebih terperinci

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016

LAMPIRAN XI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MOR 137 TAHUN 2015 TENTANG RINCIAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2016 RINCIAN DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM DAN I Provinsi Aceh 9.206.521-9.206.521

Lebih terperinci

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR PERWAKILAN BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA LAMPIRAN I SURAT EDARAN BANK INDONESIA NOMOR 14/29/DPU TANGGAL 16 OKTOBER 2012 PERIHAL TATA CARA PENITIPAN SEMENTARA SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA PADA BANK INDONESIA WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT

Lebih terperinci

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA

WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA Lampiran 1 WILAYAH KERJA KANTOR PUSAT DAN KANTOR BANK INDONESIA DALAM PELAKSANAAN PENYIMPANAN SEKURITAS, SURAT YANG BERHARGA DAN BARANG BERHARGA 1. Kantor Pusat Bank Indonesia Jl. MH. Thamrin No.2, Jakarta

Lebih terperinci

JURISDICTION OF BANK INDONESIA HEAD OFFICE AND BANK INDONESIA OFFICE (KBI)

JURISDICTION OF BANK INDONESIA HEAD OFFICE AND BANK INDONESIA OFFICE (KBI) JURISDICTION OF BANK INDONESIA HEAD OFFICE AND BANK INDONESIA OFFICE (KBI) 1 Bank Indonesia Head Office (Kantor Pusat Bank Indonesia) Jl. MH. Thamrin No.2, Jakarta 10350 DKI Jakarta, Kabupaten Bekasi,

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMK KABUPATEN/KOTA NO PROVINSI DK KABUPATEN JUMLAH PESERTA JML PESERTA PROVINSI 1 A C E H 1 Kab. Aceh Besar 30 180 2 Kab. Aceh Jaya 30 3 Kab. Bireuen 30 4 Kab. Pidie 30 5 Kota Banda Aceh 30 6 6 Kota Lhokseumawe 30 2 BANGKA

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016)

DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) DAFTAR USULAN PENILAIAN INSTANSI VERTIKAL BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA (UPDATE JANUARI 2016) NO PER 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Besar 4 4 BNN Kab. Aceh Barat

Lebih terperinci

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012

RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46/PMK.07/2012 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU TAHUN ANGGARAN 2012 RINCIAN ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL

Lebih terperinci

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016

DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 DAFTAR USULAN VERTIKALISASI TAHUN 2016 NO 1 1 BNN Kab. Aceh Tamiang 2 2 BNN Kab. Pidie 3 3 BNN Kab. Aceh Utara 4 4 BNN Kab. Aceh Besar 5 Aceh 5 BNN Kab. Aceh Barat 6 6 BNN Kab. Subulussalam 7 7 BNN Kab.

Lebih terperinci

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab.

ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882, Kab. ALOKASI TRANSFER KE DAERAH (DBH dan DAU) Tahun Anggaran 2012 No Kabupaten/Kota/Provinsi Jenis Jumlah 1 Kab. Bangka DBH Pajak 28,494,882,904.00 2 Kab. Bangka DBH SDA 57,289,532,092.00 3 Kab. Bangka DAU

Lebih terperinci

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012

INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 INFORMASI UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TAHUN 2010, 2011, 2012 Berikut Informasi Upah Minimum Regional (UMR) atau Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah dikeluarkan masing-masing Regional atau Kabupaten

Lebih terperinci

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014

EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 EVALUASI KINERJA KOTA/KABUPATENI TRIWULAN-II 2014 PERIODE : APRIL-JUNI 2014 kd_ prov PROVINSI kd_ kota KOTA/KABUPATEN NILAI FASILITASI NILAI OUTPUT NILAI AKHIR 35 JAWA TIMUR 3501 KAB. PACITAN 90,2 100,0

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 DISTA ACEH 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1105 ACEH BARAT 1105 ACEH BARAT

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 JML. PESERTA PROVINSI DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI PADA MGMP PAI SMA KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO. DK KABUPATEN/KOTA 1 DKI 1 Kota Jakarta Selatan 50 250 2 Kota Jakarta Barat 50 3 Kota Jakarta Timur 50 4 Kota Jakarta

Lebih terperinci

LAMPIRAN I. Daftar Pemerintah daerah yang menjadi sampel

LAMPIRAN I. Daftar Pemerintah daerah yang menjadi sampel LAMPIRAN I Daftar Pemerintah daerah yang menjadi sampel No. Pemerintah Daerah No. Pemerintah Daerah 1 Kab. Pidie 37 Kota Sungai Penuh 2 Kota Banda Aceh 38 Kab. Lahat 3 Kota Sabang 39 Kab. Musi Banyuasin

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT NOMOR : SK.1361/AJ.106/DRJD/2003 TENTANG PENETAPAN SIMPUL JARINGAN TRANSPORTASI JALAN UNTUK TERMINAL PENUMPANG TIPE A DI SELURUH INDONESIA DIREKTUR JENDERAL

Lebih terperinci

Yang terhormat 1. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat 2. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah di Tempat

Yang terhormat 1. Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat 2. Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah di Tempat BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : K26 30 / V250 1 / 50 30 Agustus 2012 Lampiran : 2 (dua) Hal : Waktu pelaksanaan ujian kompetensi dasar CPNS bagi jabatan yang dikecualikan selama penundaan sementara (moratorium)

Lebih terperinci

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA

JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JUMLAH DAN LOKASI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL KABUPATEN/KOTA No BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI DAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

Lebih terperinci

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota

DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota DAFTAR KUOTA PELATIHAN KURIKULUM 2013 PAI MGMP PAI SMP KABUPATEN/KOTA TAHUN 2013 NO Kabupaten/Kota Propinsi Kuota 1 2 3 4 1. Aceh 12 5 1 Kabupaten Aceh Barat Aceh 2 Kabupaten Nagan Raya Aceh 3 Kabupaten

Lebih terperinci

REKAPITULASI STATUS PENYELESAIAN PERDA RTRW PROVINSI BULAN APRIL 2013, MEI 2013 & JUNI 2013

REKAPITULASI STATUS PENYELESAIAN PERDA RTRW PROVINSI BULAN APRIL 2013, MEI 2013 & JUNI 2013 Jumlah 0 30 20 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Proses Revisi REKAPITULASI STATUS PENYELESAIAN PERDA RTRW PROVINSI BULAN APRIL 203, MEI 203 & JUNI 203 Rekomendasi Gubernur Sudah Pembahasan BKPRN 9 9 8 Sudah Mendapatkan

Lebih terperinci

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

MENTER!KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG MENTER!KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 /PMK.07/2016 TENTANG RINCIAN DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TAHUN

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Kabupaten yang berada di wilayah Jawa dan Bali. Proses pembentukan klaster dari

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN. Kabupaten yang berada di wilayah Jawa dan Bali. Proses pembentukan klaster dari BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian ini mengembangkan model pengklasteran Pemerintah Daerah di Indonesia dengan mengambil sampel pada 30 Pemerintah Kota dan 91 Pemerintah Kabupaten

Lebih terperinci

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 5/14/DPNP tanggal 11Juli 2003

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 5/14/DPNP tanggal 11Juli 2003 1a Direktur. Bank Indonesia. Perihal : Permohonan Izin Usaha sebagai Pedagang Valuta Asing bagi. Dengan ini kami mengajukan permohonan untuk mendapatkan izin usaha sebagai Pedagang Valuta Asing bagi Bank

Lebih terperinci

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA

PETA KAPASITAS FISKAL KABUPATEN/KOTA Provinsi Nangroe Aceh Darussalam 1 Kab. Aceh Barat 0,3460 Rendah 2 Kab. Aceh Besar 0,3684 Rendah 3 Kab. Aceh Selatan 0,4836 Rendah 4 Kab. Aceh Singkil 5 Kab. Aceh Tengah 6 Kab. Aceh Tenggara 0,5461 Sedang

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Fenomena yang Mempengaruhi Iklim / Musim di Indonesia

I. PENDAHULUAN. Fenomena yang Mempengaruhi Iklim / Musim di Indonesia I. PENDAHULUAN Posisi geografis Indonesia yang strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri

Lebih terperinci

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM 1100 NANGGROE ACEH DARUSSALAM

Lebih terperinci

KANAL TRANSISI TELEVISI SIARAN DIGITAL TERESTERIAL PADA ZONA LAYANAN IV, ZONA LAYANAN V, ZONA LAYANAN VI, ZONA LAYANAN VII DAN ZONA LAYANAN XV

KANAL TRANSISI TELEVISI SIARAN DIGITAL TERESTERIAL PADA ZONA LAYANAN IV, ZONA LAYANAN V, ZONA LAYANAN VI, ZONA LAYANAN VII DAN ZONA LAYANAN XV 2012, 773 8 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG PENGGUNAAN PITA SPEKTRUM FREKUENSI RADIO ULTRA HIGH FREQUENCY (UHF) PADA ZONA LAYANAN IV,

Lebih terperinci

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 No Provinsi Jumlah Penduduk Ibu Hamil (1,1 x Ibu Melahirkan (1,05 x Kelahiran Bayi/Surviving Infant (0Tahun) Laki-Laki Perempuan Total kelahiran

Lebih terperinci

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

DAFTAR SATUAN KERJA TUGAS PEMBANTUAN DAN DEKONSENTRASI TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DAFTAR SATUAN KERJA DAN TAHUN 2009 DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM NO. KAB/KOTA 1 PENATAAN RUANG - - 32 32 2 SUMBER DAYA AIR 28 132-160 3 BINA MARGA 31 - - 31 59 132 32 223 E:\WEB_PRODUK\Agung\Pengumuman\NAMA

Lebih terperinci

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH

DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 ACEH DAFTAR KABUPATEN / KOTA YANG BELUM MENYALURKAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) PERIODE JANUARI - MARET TAHUN 2011 Status 17 Maret 2011 No 1 Kab. Aceh Selatan 2 Kab. Aceh Singkil 3 Kab. Aceh Tengah

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN SEMENTARA BAGIAN PENERIMAAN PAJAK PENGHASILAN ORANG PRIBADI DALAM NEGERI PASAL 25/29 DAN PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

Lebih terperinci

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/35/DPBPR tanggal 16 Agustus 2004

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/35/DPBPR tanggal 16 Agustus 2004 Lampiran 1 DAFTAR ISIAN BAGI CALON PEMEGANG SAHAM PENGENDALI (PSP)/ ULTIMATE SHAREHOLDERS BPR - PERORANGAN (Gunakan lembar jawaban terpisah apabila halaman yang tersedia tidak mencukupi) 1 Nama lengkap

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI

LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI LAMPIRAN 2 KABUPATEN/KOTA DISETUJUI Manual Prosedur Edisi Pertama September 2013 1 Banten Banten Banten 1. Barat 2. Barat Daya 3. Besar 4. Jaya 5. Selatan 6. Singkil 7. Tamiang 8. Tengah 9. Tenggara 10.

Lebih terperinci

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI INDIKASI DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI PUSAT PERPETAAN KEHUTANAN BADAN PLANOLOGI KEHUTANAN DEPARTEMEN KEHUTANAN MEI 2002 TABEL 1. REKAPITULASI LUAS INDIKASI RHL PER PULAU/KELOMPOK PULAU (JUTA

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Fenomena yang Mempengaruhi Iklim / Musim di Indonesia

I. PENDAHULUAN. Fenomena yang Mempengaruhi Iklim / Musim di Indonesia I. PENDAHULUAN Posisi geografis Indonesia yang strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 121/PMK.07/2010 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 121/PMK.07/2010 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 121/PMK.07/2010 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN MINYAK BUMI DAN GAS BUMI TAHUN ANGGARAN

Lebih terperinci

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten

Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten Luas Kawasan Mangrove Per Kabupaten NAD (Nangroe Aceh Darussalam) Aceh Barat 246.087 Aceh Besar 15.652 Aceh Jaya 110.251 Aceh Singkil 3162.965 Aceh Tamiang 9919.959 Aceh Timur 5466.242 Kota Banda Aceh

Lebih terperinci

KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013

KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013 BADAN NARKOTIKA NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEBUTUHAN FORMASI CPNS BNN TAHUN 2013 LAMPIRAN PENGUMUMAN NOMOR : PENG/01/IX/2013/BNN TANGGAL : 4 SEPTEMBER 2013 No. 1 ACEH BNNP Aceh Perawat D-3 Keperawatan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 07/PMK.07/2011 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 07/PMK.07/2011 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 07/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM KEHUTANAN TAHUN ANGGARAN 2007, TAHUN ANGGARAN 2008,

Lebih terperinci

DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG AKAN MELAKSANAKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH SERENTAK GELOMBANG I (9 DESEMBER 2015)

DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG AKAN MELAKSANAKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH SERENTAK GELOMBANG I (9 DESEMBER 2015) DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG AKAN MELAKSANAKAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH DAN WAKIL KEPALA DAERAH SERENTAK GELOMBANG I (9 DESEMBER 2015) PROVINSI NO NAMA PROVINSI 1 PROVINSI BENGKULU 2 PROVINSI

Lebih terperinci

Desentralisasi Fiskal

Desentralisasi Fiskal Desentralisasi Fiskal Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009 menggantikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang

Lebih terperinci

DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27)

DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27) DAFTAR KODE PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA (K-10 DAN K-27) 11. Nanggroe Aceh D. 11013 Kab.Aceh Selatan 11021 11036 11044 11052 11067 11075 11083 11091 11102 11117 11156 11713 11721 11736 11744 Kab.Aceh Tenggara

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2004 TENTANG

KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK TAHUN 2004 TENTANG BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR HK.00. 05.21.4232 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 05018 /SK/KBPOM

Lebih terperinci

DAFTAR PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA PESERTA BIMTEK PENGGUNAAN APLIKASI PENCALONAN

DAFTAR PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA PESERTA BIMTEK PENGGUNAAN APLIKASI PENCALONAN DAFTAR PROVINSI/ KABUPATEN/ KOTA PESERTA BIMTEK PENGGUNAAN APLIKASI PENCALONAN NO NAMA PROVINSI NAMA KABUPATEN/ KOTA AMJ 1 PROVINSI BENGKULU - 29/11/2015 2 PROVINSI BENGKULU KAB. MUKOMUKO 15/08/2015 3

Lebih terperinci

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA YANG MENGIKUTI BIMTEK PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN SUARA, REKAPITULASI DAN PENETAPAN HASIL PILKADA TAHUN 2015 DI PROVINSI BANTEN

PROVINSI/KABUPATEN/KOTA YANG MENGIKUTI BIMTEK PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN SUARA, REKAPITULASI DAN PENETAPAN HASIL PILKADA TAHUN 2015 DI PROVINSI BANTEN PROVINSI/KABUPATEN/KOTA YANG MENGIKUTI BIMTEK PEMUNGUTAN, PENGHITUNGAN SUARA, REKAPITULASI DAN PENETAPAN HASIL PILKADA TAHUN 2015 GELOMBANG I DI PROVINSI BANTEN PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 2 3 4 PROVINSI

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH. Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD

IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH. Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD IDENTIFIKASI AWAL SISTEM DI DAERAH Oleh DJPK Berdasarkan Kehadiran pada Inhouse SIKD 2014 dan Kemampuan Mengirimkan IKD melalui SIKD IDENTIFIKASI AWAL NO. DAERAH APLIKASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH SIMDA

Lebih terperinci

Nomor : UND/947/S.PAN-RB/09/ September 2015 Lampiran : 1 (satu) exp. Hal : Rapat Koordinasi Penyusunan Soal TKB

Nomor : UND/947/S.PAN-RB/09/ September 2015 Lampiran : 1 (satu) exp. Hal : Rapat Koordinasi Penyusunan Soal TKB Nomor : UND/947/S.PAN-RB/09/2015 8 September 2015 Lampiran : 1 (satu) exp. Hal : Rapat Koordinasi Penyusunan Soal TKB Yth. Para Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota (Daftar Terlampir) di Tempat Dengan hormat,

Lebih terperinci

Daftar Kelompok Pengarusutamaan Gender (PUG), menurut Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan tahun 2008

Daftar Kelompok Pengarusutamaan Gender (PUG), menurut Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan tahun 2008 Daftar Pengarusutamaan Gender (), menurut Provinsi/Kabupaten/Kota sampai dengan tahun 2008 Provinsi/Kabupaten/Kota Prov. Nanggroe Aceh Darussalam Kab. Aceh Selatan Kab. Aceh Besar Tim Focal Point SK. Bupati

Lebih terperinci

PENGUMUMAN NOMOR 11/Peng-100/IX/2013

PENGUMUMAN NOMOR 11/Peng-100/IX/2013 PENGUMUMAN NOMOR 11/Peng-100/IX/2013 TENTANG PENERIMAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN II DAN III BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA TAHUN ANGGARAN 2013 Dalam rangka mengisi formasi jabatan

Lebih terperinci

UPAH MINIMUM TAHUN 2005 PROPINSI KABUPATEN - KOTAMADYA DI INDONESIA No Propinsi Kabupaten / Kotamadya Sektor Industri Upah Minimum 2005 (Rp)

UPAH MINIMUM TAHUN 2005 PROPINSI KABUPATEN - KOTAMADYA DI INDONESIA No Propinsi Kabupaten / Kotamadya Sektor Industri Upah Minimum 2005 (Rp) PROPINSI KABUPATEN KOTAMADYA DI INDONESIA 1 Nanggroe Aceh Darussalam No. 25 / 2004 Tanggal 29102004 2 Sumatera Barat No. 564528 / 2004 Tanggal 22112004 3 Jambi No. 491 / 2004 Tanggal 26112004 4 Riau No.

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2012 TENTANG BIAYA PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI WALIKOTA, WAKIL WALIKOTA, UNSUR PIMPINAN SERTA ANGGOTA DPRD, PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

{dalam ribuan rupiah) JUMLAH PROVINSI/ KABUPATEN / KOTA. Provinsi Aceh Kab. Aceh Barat Kab. Aceh Besar

{dalam ribuan rupiah) JUMLAH PROVINSI/ KABUPATEN / KOTA. Provinsi Aceh Kab. Aceh Barat Kab. Aceh Besar LAMP IRAN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA M OR /PMK.0 /0 TENTANG RINCIAN DANA BAG! HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU MENURUT PROVINSI/KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 0 MENTEiliKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

TAMBAHAN LOKASI DAN KEBUTUHAN PPB TAHUN 2016

TAMBAHAN LOKASI DAN KEBUTUHAN PPB TAHUN 2016 Lampiran 2 TAMBAHAN LOKASI DAN KEBUTUHAN PPB TAHUN 2016 No Provinsi Kabupaten/Kota Kebutuhan 1 ACEH Aceh Jaya 1 Aceh Besar 2 Aceh Tenggara 2 Aceh Timur 3 Pidie 3 Pidie Jaya 2 Aceh Singkil 1 Nagan Raya

Lebih terperinci

Nomor : 150/P.01/03/ Maret 2014 Lamp. : - Perihal : Perubahan Jadwal Seleksi TPA dan TOEFL Beasiswa Bappenas Tahun 2014

Nomor : 150/P.01/03/ Maret 2014 Lamp. : - Perihal : Perubahan Jadwal Seleksi TPA dan TOEFL Beasiswa Bappenas Tahun 2014 REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL Nomor : 150/P.01/03/2014 10 Maret 2014 Lamp. : - Perihal : Perubahan Jadwal Seleksi TPA dan TOEFL

Lebih terperinci

PENYALURAN DANA DESA TAHAP I TAHUN 2016

PENYALURAN DANA DESA TAHAP I TAHUN 2016 PENYALURAN DANA DESA TAHAP I TAHUN 2016 per 28 April 2016 a. Daftar 270 daerah yang telah disalurkan NO NAMA DAERAH STATUS PENYALURAN I Provinsi Aceh 1 Kab. Aceh Barat salur 2 Kab. Aceh Besar salur 3 Kab.

Lebih terperinci

Update Prakiraan Musim Hujan 2014/2015

Update Prakiraan Musim Hujan 2014/2015 Update Prakiraan Musim Hujan 2014/2015 1 2 Tabel 1 : Update Prakiraan Musim Hujan 2014/2015 di Sumatera NO ZOM Daerah / Kabupaten Update Prakiraan Awal Musim Hujan 2014/2015 1 2 3 1 2 Kota Sabang, Banda

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.851, 2012 KEMENTERIAN AGAMA. Instansi Vertikal. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL KEMENTERIAN AGAMA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL KEMENTERIAN AGAMA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA INSTANSI VERTIKAL KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL

MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL MENTERI NEGARA AGRARIA/KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI NEGARA AGRARIA/ KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL NOMOR 4 TAHUN 1999 TENTANG PENETAPAN FORMASI PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DI KABUPATEN/KOTAMADYA

Lebih terperinci

JADWAL PELAKSANAAN PLPG 2015 GURU MADRASAH

JADWAL PELAKSANAAN PLPG 2015 GURU MADRASAH JADWAL PELAKSANAAN PLPG 2015 GURU MADRASAH TANJUNG (26 AGUSTUS - 3 SEPTEMBER) ANGKATAN 6-7 GKMI Kab. Sidoarjo 103 Kab. Mojokerto 106 JUMLAH 209 Kab. Sumenep 196 Kab. Pamekasan 129 Kab. Nganjuk 51 JUMLAH

Lebih terperinci

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG

WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG WALIKOTA BANJAR PERATURAN WALIKOTA BANJAR NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG BIAYA PERJALANAN DINAS JABATAN DALAM NEGERI BAGI WALIKOTA, WAKIL WALIKOTA, UNSUR PIMPINAN SERTA ANGGOTA DPRD, PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TENGAH

GUBERNUR JAWA TENGAH GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR JAWA TENGAH NOMOR 78 TAHUN 2013 TAHUN 2012 TENTANG PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL CUKAI HASIL TEMBAKAU BAGIAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH DAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016)

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016) DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 5 FEBRUARI 2016) NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 PROV. MALUKU UTARA 2 PROV.

Lebih terperinci

DAFTAR UNDANGAN SOSIALISASI JUKNIS DAN KONSULTASI PROGRAM PENGGUNAAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2014

DAFTAR UNDANGAN SOSIALISASI JUKNIS DAN KONSULTASI PROGRAM PENGGUNAAN DAK BIDANG INFRASTRUKTUR TAHUN 2014 Provinsi Aceh 1 Kepala Bappeda Provinsi Aceh 2 Kepala Bappeda Kab. Aceh Barat 3 Kepala Bappeda Kab. Aceh Besar 4 Kepala Bappeda Kab. Aceh Selatan 5 Kepala Bappeda Kab. Aceh Singkil 6 Kepala Bappeda Kab.

Lebih terperinci

2011, No Menetapkan Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864); 4. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tah

2011, No Menetapkan Indonesia Tahun 2008 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4864); 4. Keputusan Presiden Nomor 56/P Tah No.907, 2011 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KEUANGAN. Insentif Daerah. Tahun Anggaran 2012. Pedoman. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 242/PMK.07/2011 TENTANG PEDOMAN UMUM

Lebih terperinci

Roundtable Pengembangan Kawasan Pertanian Grand Clarion Hotel Makasar Februari 2014

Roundtable Pengembangan Kawasan Pertanian Grand Clarion Hotel Makasar Februari 2014 Roundtable Pengembangan Kawasan Pertanian 2015 2019 Grand Clarion Hotel Makasar 26 28 Februari 2014 KAWASAN Gabungan dari sentra sentra pertanian yang terkait secara fungsional baik dalam faktor sumber

Lebih terperinci

EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016

EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016 EVALUASI TEPRA KABUPATEN/KOTA PROVINSI JAWA TIMUR OKTOBER 2016 Realisasi belanja APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-provinsi Jawa Timur Oktober 2016 PROVINSI KABUPATEN/KOTA Provinsi Gorontalo Provinsi

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar (Perbatasan) No Provinsi No Kabupaten / Kota Status 1 Sambas Perbatasan 2 Bengkayang Perbatasan 1 Kalimantan Barat

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 233/PMK.07/2010 TENTANG ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci

DATA DASAR PUSKESMAS KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2013

DATA DASAR PUSKESMAS KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2013 DATA DASAR PUSKESMAS KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA JAKARTA, 2013 KATA PENGANTAR Dalam upaya meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan dasar dan menunjang kegiatan Puskesmas, pemerintah berupaya

Lebih terperinci

WALIKOTA MADIUN, Menimbang

WALIKOTA MADIUN, Menimbang PERATURAN WALIKOTA MADIUN NOMOR 36 TAHUN 2015 TENTANG BIAYA PERJALANAN DINAS JABATAN BAGI PEJABAT NEGARA, PEGAWAI NEGERI SIPIL, PEGAWAI TIDAK TETAP DAN BIAYA AKOMODASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA MADIUN

Lebih terperinci

TOPIK UTAMA Pelaksanaan Indonesia Sehat Untuk Mendukung Kualitas Hidup Manusia Sehat

TOPIK UTAMA Pelaksanaan Indonesia Sehat Untuk Mendukung Kualitas Hidup Manusia Sehat TOPIK UTAMA Pelaksanaan Indonesia Sehat Untuk Mendukung Kualitas Hidup Manusia Sehat SUB TOPIK Paradigma Sehat Upaya Preventif dan Promotif Dalam Penurunan AKI, AKB, dan Gizi Buruk Oleh: KOMISI I Penanggungjawab

Lebih terperinci

ONGKOS KIRIM PROVINSI / KABUPATEN/KOTA PADDY CLEANER SCA2H ONGKOS KIRIM PERUNIT

ONGKOS KIRIM PROVINSI / KABUPATEN/KOTA PADDY CLEANER SCA2H ONGKOS KIRIM PERUNIT PADDY CLEANER SCA2H ONGKOS KIRIM PERUNIT PROVINSI / KABUPATEN/KOTA SAMPAI KABUPATEN + INSTALASI DAN UJICOBA PROVINSI ACEH 1 Kota Banda Aceh Rp 10,833,333 2 Kab. Simeulue Rp 12,638,889 3 Kab. Aceh Singkil

Lebih terperinci

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Aloka

2 d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Aloka No.1851, 2014 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENKEU. Dana Bagi Hasil. Sumber Daya Alam. Lebih Bayar. Alokasi Kurang Bayar. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 214 /PMK.07/2014 TENTANG

Lebih terperinci

HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2012

HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2012 HASIL EVALUASI AKUNTABILITAS KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA TAHUN 2012 NO. PROVINSI KABUPATEN/KOTA KRITERIA 1 Kab. Aceh Barat D 2 Kab. Aceh Barat Daya 3 Kab. Aceh Besar 4 Kab. Aceh Jaya 5 Kab. Aceh

Lebih terperinci

Lampiran 1. Tabel Daftar Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara

Lampiran 1. Tabel Daftar Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara Lampiran 1 Tabel Daftar Pemerintahan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara No. Kabupaten No. Kota 1. Kabuapaten Asahan 1. Kota Binjai 2. Kabuapaten Batubara 2. Kota Gunung Sitoli 3. Kabuapaten Dairi

Lebih terperinci

Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota

Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota Jumlah Penduduk Jawa Timur dalam 7 (Tujuh) Tahun Terakhir Berdasarkan Data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab./Kota TAHUN LAKI-LAKI KOMPOSISI PENDUDUK PEREMPUAN JML TOTAL JIWA % 1 2005 17,639,401

Lebih terperinci

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM (dalam ribuan rupiah) RUPIAH MURNI NO. SATUAN KERJA NON PENDAMPING PNBP PINJAMAN

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013

PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG POLA JENJANG KARIER PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016)

DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016) DAFTAR NAMA DAERAH YANG BELUM MELAPORKAN SK DAN SOP (DATA DUKUNG PEMBENTUKAN PPID) KE KEMENTERIAN DALAM NEGERI TAHUN 2016 (UPDATED 12 APRIL 2016) NO PROVINSI/KABUPATEN/KOTA 1 PROV. MALUKU UTARA 2 PROV.

Lebih terperinci

Pengesahan Lisensi Bupati/Walikota Masa Berlaku Lisensi Riau. September /BLH-PPL/940 Tgl 18 Oktober 2011

Pengesahan Lisensi Bupati/Walikota Masa Berlaku Lisensi Riau. September /BLH-PPL/940 Tgl 18 Oktober 2011 No Provinsi Kab/Kota Rekomendasi Lisensi Provinsi Pengesahan Lisensi Bupati/Walikota Masa Berlaku Lisensi Riau 660.1/BLHPPL/849 Tgl 26 1 Kab Bengkalis September 2 Kab Indragiri Hulu 660.1/BLHPPL/940 Tgl

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 14 / PMK.07 / 2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 14 / PMK.07 / 2007 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 14 / PMK.07 / 2007 TENTANG PENETAPAN ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERTAMBANGAN UMUM TAHUN ANGGARAN 2003 YANG

Lebih terperinci

RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN SIPENCATAR POLA PEMBIBITAN TAHUN 2016

RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN SIPENCATAR POLA PEMBIBITAN TAHUN 2016 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PERHUBUNGAN RAPAT PERSIAPAN PELAKSANAAN SIPENCATAR POLA PEMBIBITAN TAHUN 2016 Bekasi, 28 Maret 2016 SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI

Lebih terperinci

Strategi Pembinaan Laboratorium Lingkungan Daerah

Strategi Pembinaan Laboratorium Lingkungan Daerah Strategi Pembinaan Laboratorium Lingkungan Daerah Disampaikan oleh: LUTHFI SULANDJANA Kepala Bidang Pengelolaan Laboratorium Lingkungan PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KUALITAS DAN LABORATORIUM LINGKUNGAN

Lebih terperinci

Lampiran 3 DANA ALOKASI KHUSUS DAN DANA ALOKASI UMUM TA. 2006

Lampiran 3 DANA ALOKASI KHUSUS DAN DANA ALOKASI UMUM TA. 2006 DANA ALOKASI KHUSUS 100 Prop. Nanggroe Aceh Darussalam 460,881 101 Kab. Aceh Barat 6,850 5,470 5,640 1,320 1,740 1,820 3,530 0,000 0,310 26,680 229,450 102 Kab. Aceh Besar 9,290 6,400 6,600 1,950 2,180

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 137 TAHUN 2006

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 137 TAHUN 2006 KETIGA Kabupaten/kota yang diberikan Piagam Adipura Tahun KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR : 137 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN PENERIMA PENGHARGAAN ADIPURA TAHUN 2006 MENTERI NEGARA LINGKUNGAN

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 68 TAHUN 2015 TENTANG UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI JAWA TIMUR TAHUN 2016 GUBERNUR JAWA TIMUR. Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan kesejahteraan

Lebih terperinci

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2007

PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2007 LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 141 / PMK.07 / 2006 TENTANG PENETAPAN PERKIRAAN ALOKASI DANA BAGI HASIL SUMBER DAYA ALAM PERIKANAN TAHUN ANGGARAN 2007 PENETAPAN PERKIRAAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN Yth. (Daftar terlampir) SURAT EDARAN Nomor SE- 44 /PB/2016 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENCAIRAN DANA DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN

Lebih terperinci

Lampiran 1 Surat No. : PR Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015

Lampiran 1 Surat No. : PR Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015 Lampiran 1 Surat No. : PR.01.03-Ca/297 Tanggal : 12 Juni 2015 Perihal : Penyampaian Hasil Sosialisasi Paket Pamsimas Hibah Insentif Kabupaten/Kota (HIK) dan Paket Hibah Khusus Pamsimas (HKP) Tahun 2015

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM R E P U B L I K I N D O N E S I A JL. M.H. TAMRIN NO. 14 JAKARTA PUSAT N O T A D I N A S

BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM R E P U B L I K I N D O N E S I A JL. M.H. TAMRIN NO. 14 JAKARTA PUSAT N O T A D I N A S BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM R E P U B L I K I N D O N E S I A JL. M.H. TAMRIN NO. 14 JAKARTA PUSAT N O T A D I N A S Kepada : 1. Para Kasubbag di Bagian Tata Laksana Pengawasan Pemilu 2. Para Staf di

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.772, 2011 PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 197/PMK.07/2011 TENTANG ALOKASI SEMENTARA DANA BAGI HASIL PAJAK BUMI DAN BANGUNAN TAHUN ANGGARAN 2012 DENGAN

Lebih terperinci

pemerintahan lokal yang bersifat otonomi (local outonomous government) sebagai

pemerintahan lokal yang bersifat otonomi (local outonomous government) sebagai BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Negara Republik Indonesia adalah kepulauan yang besar yang terdiri dari ribuan pulau, memiliki alam yang kaya, tanah yang subur dan ratusan juta penduduk. Di samping

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL PAJAK TAHUN ANGGARAN 2005 DAN 2006 YANG DIALOKASIKAN DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL NOMOR : 040/PER/M-PDT/II/2007 TENTANG PEDOMAN UMUM DAN PENETAPAN ALOKASI DANA STIMULAN

Lebih terperinci

PENINGKATAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN TAHUNAN

PENINGKATAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN TAHUNAN PENINGKATAN PRODUKSI, PRODUKTIVITAS DAN MUTU TANAMAN TAHUNAN PEDOMAN TEKNIS REVITALISASI PERKEBUNAN (KELAPA SAWIT, KAKAO, KARET) TAHUN 2014 DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN KEMENTERIAN PERTANIAN DESEMBER

Lebih terperinci

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013

PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 No. 50/08/33/Th. VIII, 4 Agustus 2014 PRODUKSI CABAI BESAR, CABAI RAWIT, DAN BAWANG MERAH PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013 PRODUKSI CABAI BESAR SEBESAR 145,04 RIBU TON, CABAI RAWIT 85,36 RIBU TON, DAN BAWANG

Lebih terperinci