Katalog BPS :

dokumen-dokumen yang mirip
PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ACEH TAMIANG

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN PIDIE JAYA (Menurut Lapangan Usaha)

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. Ini sesuai dengan pembagian yang digunakan dalam penghitungan Produk

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN YAHUKIMO, TAHUN 2013

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II KONSEP, DEFINISI DAN METODOLOGI

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

INDIKATOR MAKROEKONOMI KABUPATEN PAKPAK BHARAT

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. pendapatan rata-rata masyarakat pada wilayah tersebut. Dalam menghitung

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

Analisis Pendapatan Regional Kabupaten Pulau Morotai 2013

D a f t a r I s i. iii DAFTAR ISI. 2.8 Sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 2.9 Sektor Jasa-Jasa 85

DAFTAR ISI. : 1. Metha Herwulan Ningrum 2. Ir. Wieta B. Komalasari, Msi 3. Ir. Rumonang Gultom 4. Rinawati, SE 5. Yani Supriyati, SE. 2.

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

Metodologi Pengertian Produk Domestik Regional Bruto Beberapa Pendekatan Penyusunan PDRB

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB SEKTORAL TAHUN 2013

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2007

DAFTAR ISI. : 1. Metha Herwulan Ningrum 2. Ir. Wieta B. Komalasari, Msi 3. Ir. Rumonang Gultom 4. Rinawati, SE 5. Yani Supriyati, SE. 2.

DAFTAR ISI. : 1. Metha Herwulan Ningrum 2. Ir. Wieta B. Komalasari, Msi 3. Ir. Rumonang Gultom 4. Rinawati, SE 5. Yani Supriyati, SE. 2.

DAFTAR ISI. : 1. Metha Herwulan Ningrum 2. Ir. Wieta B. Komalasari, Msi 3. Ir. Rumonang Gultom 4. Rinawati, SE 5. Yani Supriyati, SE. 2.

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. KATALOG BPS :

BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB. SUBANG TAHUN 2012

BADAN PUSAT STATISTIK PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR. Katalog BPS :

BAB. IV KONDISI PEREKONOMIAN KAB.SUBANG TAHUN 2013

M E T A D A T A. INFORMASI DASAR 1 Nama Data : Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 2 Penyelenggara Statistik

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TAHUN 2008 SEBESAR 5,02 PERSEN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pendapatan regional adalah tingkat (besarnya) pendapatan masyarakat pada

BAB IV KONDISI PEREKONOMIAN JAWA BARAT TAHUN 2006

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Bengkulu Tengah Tahun 2010 BAB I PENDAHULUAN

BAB II METODOLOGI 2.1. PENGERTIAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO. dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi di dalam suatu

METODOLOGI. dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi di dalam suatu

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

BPS PROVINSI MALUKU PERTUMBUHAN EKONOMI MALUKU PDRB MALUKU TRIWULAN IV TAHUN 2013 TUMBUH POSITIF SEBESAR 5,97 PERSEN

DAFTAR ISI. : 1. Metha Herwulan Ningrum 2. Ir. Wieta B. Komalasari, Msi 3. Sri Wahyuningsih, S.Si 4. Rinawati, SE 5. Yani Supriyati, SE. 2.

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS

Tabel PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kecamatan Ngadirejo Tahun (Juta Rupiah)

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2007

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2008

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TAHUN

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN IV TAHUN 2013

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2011

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Berau selama dua tahun ini seiring dan. sejalan dengan perkembangan ekonomi nasional yaitu mengalami pertumbuhan yang

M E T A D A T A INFORMASI DASAR. 1 Nama Data : Produk Domestik Bruto (PDB) 2 Penyelenggara. Departemen Statistik Ekonomi dan Moneter, : Statistik

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2012

Tabel-Tabel Pokok TABEL-TABEL POKOK. Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Trenggalek Menurut Lapangan Usaha

BPS KABUPATEN TAPANULI TENGAH PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI TENGAH TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN II TAHUN 2014

Analisis Pertumbuhan Ekonomi Kab. Lamandau Tahun 2013 /

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TAHUN 2008

I. PENDAHULUAN. Pembangunan daerah merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam rangka

Katalog BPS : Kerjasama : BAPPEDA Kabupaten Kudus Badan Pusat Statistik Kabupaten Kudus

Profile Daerah Kabupaten Sumedang Tahun

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

BERITA RESMI STATISTIK BPS KABUPATEN PASER

BAB II KERANGKA EKONOMI MAKRO DAERAH. 2.1 Perkembangan indikator ekonomi makro daerah pada tahun sebelumnya;

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

PERTUMBUHAN EKONOMI SULAWESI TENGAH TRIWULAN II 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III 2014

BAB1 PENDAHULUAN. Perdebatan panjang tentang ekonomi global dan tentang krisis yang melanda

II. RUANG LINGKUP DAN METODE PENGHITUNGAN. 2.1 Ruang Lingkup Penghitungan Pendapatan Regional

PERTUMBUHAN EKONOMI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2013 SEBESAR -3,30 PERSEN

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN Peranan Sektor Agroindustri Terhadap Perekonomian Kota Bogor

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KABUPATEN MINAHASA UTARA MENURUT LAPANGAN USAHA

Pendapatan Regional / Product Domestic Regional Bruto

TINJAUAN PEREKONOMIAN KOTA BANDA ACEH TAHUN 2013

PERTUMBUHAN EKONOMI NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2010

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN I TAHUN 2012

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

VI. SEKTOR UNGGULAN DALAM STRUKTUR PEREKONOMIAN MALUKU UTARA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. materi tersebut disampaikan secara berurutan, sebagai berikut.

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH TRIWULAN III TAHUN 2014

B U P A T I T E M A N G G U N G S A M B U T A N

PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN TAPANULI UTARA DARI SISI PDRB Lapangan Usaha TAHUN 2015

PERKEMBANGAN EKONOMI RIAU

PERTUMBUHAN EKONOMI PROVINSI D.I. YOGYAKARTA TRIWULAN III TAHUN 2011 SEBESAR 7,96 PERSEN

PERTUMBUHAN EKONOMI DKI JAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2008

BAB VIII KERANGKA EKONOMI MAKRO DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

BAB I PENDAHULUAN. Tinjauan Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Semarang 1

KINERJA PEREKONOMIAN SULAWESI SELATAN TRIWULAN II 2014

PERTUMBUHAN EKONOMI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TRIWULAN I TAHUN 2014 SEBESAR 3,41 PERSEN

BAB I PENDAHULUAN. produktivitas (Irawan dan Suparmoko 2002: 5). pusat. Pemanfaatan sumber daya sendiri perlu dioptimalkan agar dapat

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan teknologi dan serta iklim perekonomian dunia.

PERTUMBUHAN EKONOMI KEPULAUAN RIAU TRIWULAN III TAHUN 2009

SAMBUTAN. Jambi, September 2011 KEPALA BAPPEDA PROVINSI JAMBI. Ir. H. AHMAD FAUZI.MTP Pembina Utama Muda NIP

I. PENDAHULUAN. Pembangunan merupakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA BANDA ACEH TAHUN

PERTUMBUHAN EKONOMI PAPUA BARAT TAHUN 2013

Transkripsi:

Katalog BPS : 9902008.3373 PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO KOTA SALATIGA TAHUN 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, atas terbitnya publikasi Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011. Publikasi ini merupakan kelanjutan dari publikasi sejenis tahun-tahun sebelumnya, yang disusun atas kerjasama BPS Kota Salatiga dengan BAPPEDA Kota Salatiga. PDRB merupakan salah satu indikator penting yang dapat dipergunakan oleh Pemerintah untuk menerapkan berbagai kebijakan sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan, salah satunya adalah pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU). Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Walikota Salatiga, yang telah memberikan dukungan sehingga publikasi PDRB ini dapat diterbitkan. Terima kasih pula kami sampaikan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas/ Instansi Kota Salatiga serta semua pihak yang telah membantu terwujudnya publikasi ini. Kami menyadari bahwa publikasi ini masih belum sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari berbagai pihak sangat kami harapkan guna kesempurnaan publikasi selanjutnya. Semoga publikasi ini bermanfaat bagi para pengguna. Salatiga, Agustus 2012 Badan Pusat Statistik Kota Salatiga K e p a l a, HERU PRANOTO, SE NIP. 19570902 198210 1 002 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 iii

ABSTRAKSI Untuk mengetahui atau menilai seberapa jauh keberhasilan perkembangan ekonomi suatu daerah, diperlukan berbagai macam data statistik. Salah satu data statistik yang dapat dijadikan sebagai bahan analisis tentang pembangunan ekonomi suatu daerah/ region adalah data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Kota Salatiga tahun 2011 adalah sebesar 2,03 triliun rupiah atau sebesar 3,54 kali dari tahun 2000 sedangkan Atas Dasar Harga Konstan sebesar 963 milyar rupiah atau sebesar 1,68 kali dari tahun 2000. Pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga yang diukur oleh pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan pada tahun 2011 mencapai 5,49 persen atau meningkat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun sebelumnya (2010) yang mencapai 5,01 persen. Produk Domestik Regional Bruto per kapita Kota Salatiga seperti pada tahun sebelumnya masih menempati urutan ke-4 (empat) se-eks Karesidenan Semarang, setelah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang baik Atas Dasar Harga Berlaku maupun Atas Dasar Harga Konstan. Sedangkan urutan kelima dan keenam masing-masing adalah Kabupaten Demak dan Kabupaten Grobogan yaitu sebesar 11.914.629,08 rupiah untuk Produk Domestik Regional Bruto per kapita Atas Dasar Harga Berlaku dan 5.648.490,29 rupiah untuk Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan. Kata Kunci : produk domestik regional bruto, pertumbuhan ekonomi, produk domestik regional bruto per kapita. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 iv

DAFTAR ISI SAMBUTAN KEPALA BAPPEDA KOTA SALATIGA KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.. 1.2 Pengertian Produk Domestik Regional Bruto 1.3 Metode Dasar Untuk Penghitungan Nilai Tambah Sektoral Atas Dasar Harga Berlaku... 1.4 Metode Dasar Untuk Penghitungan Nilai Tambah Sektoral Atas Dasar Harga Konstan... 1.5 Cara Penyajian dan Angka Indeks. 1.6 Kegunaan Produk Domestik Regional Bruto. BAB II PENGHITUNGAN PDRB ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN DASAR 2000 2.1 Latar Belakang... 2.2 Pertimbangan Dalam Pemilihan Tahun Dasar... BAB III ULASAN EKONOMI KOTA SALATIGA TAHUN 2011 3.1 Umum... 3.2 PDRB Kota Salatiga dan Perkembangannya... 3.3 Struktur PDRB Kota Salatiga... 3.4 Pertumbuhan Ekonomi Kota Salatiga... 3.5 PDRB Perkapita Kota Salatiga... 3.6 Perbandingan PDRB Kota Salatiga dengan Daerah Eks Karesidenan Semarang.. 3.7 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah... 3.8 Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Provinsi-provinsi di Pulau Jawa... ii iii iv vii xiii 1 3 4 6 7 9 11 12 14 15 17 25 27 29 37 39 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 iv

BAB IV BAB V. GAMBARAN LAPANGAN USAHA/ SEKTORAL DI KOTA SALATIGA 4.1 Pertanian... 4.1.1. Tanaman Bahan Makanan... 4.1.2. Tanaman Perkebunan... 4.1.3. Peternakan dan Hasil-hasilnya... 4.1.4. Perikanan... 4.2 Pertambangan dan Penggalian... 4.3 Industri Pengolahan... 4.4 Listrik, Gas dan Air Bersih... 4.4.1. Listrik... 4.4.2. Air Bersih... 4.5 Bangunan/ Konstruksi... 4.6 Perdagangan, Hotel dan Restoran... 4.6.1. Perdagangan Besar dan Eceran... 4.6.2. Restoran/ Rumah Makan... 4.6.3. Hotel/ Losmen... 4.7 Angkutan dan Komunikasi... 4.7.1. Angkutan Darat... 4.7.2. Komunikasi... 4.8 Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahan 4.8.1. Bank... 4.8.2. Lembaga Keuangan tanpa Bank... 4.8.3. Jasa Penunjang Keuangan... 4.8.4. Sewa Bangunan... 4.8.5. Jasa Perusahaan... 4.9 Jasa-jasa... 4.9.1. Jasa Pemerintahan... 4.9.2. Swasta.... KESIMPULAN 51 54 65 71 82 88 91 93 93 93 96 98 98 98 99 102 102 103 106 106 106 106 106 107 110 110 110 114 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 v

Tabel 1. Tabel 2. Tabel 3. Tabel 4. Tabel 5. Tabel 6. Tabel 7. Tabel 8. Tabel 9. Tabel 10. Tabel 11. Tabel 12. Tabel 13. Tabel 1.1. Tabel 1.2. Tabel 1.3. Tabel 1.4. Tabel 1.5. Tabel 1.6. DAFTAR TABEL PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011 (persen)... PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011 (persen)... Struktur Ekonomi Kota Salatiga Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011... Struktur Ekonomi Kota Salatiga Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011... Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Salatiga Tahun 2007-2011 (persen).. PDRB Perkapita Penduduk Kota Salatiga Tahun 2007-2011 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 (Juta Rupiah) PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 (Juta Rupiah) Laju Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 (Persen)... Jumlah Penduduk dan PDRB Perkapita Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2011 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah (Persen) Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia dan Provinsiprovinsi di Pulau Jawa... PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah) PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah).. Distribusi Persentase PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011 (Persen). Distribusi Persentase PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 (Persen)... Indeks Perkembangan PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... Indeks Perkembangan PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... 14 16 17 19 22 24 25 27 29 31 33 35 36 37 38 39 40 41 42 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 vi

Tabel 1.7. Tabel 1.8. Tabel 1.9. Tabel 1.10. Tabel 1.11. Tabel 4.1.1 Tabel 4.1.2 Tabel 4.1.1.1 Tabel 4.1.1.2 Tabel 4.1.1.3 Tabel 4.1.1.4 Tabel 4.1.1.5 Tabel 4.1.1.6 Tabel 4.1.1.7 Tabel 4.1.1.8 Tabel 4.1.1.9 Indeks Berantai PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... Indeks Berantai PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... Indeks Harga Implisit PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah).. Laju Pertumbuhan PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... Laju Pertumbuhan PDRB Kota Salatiga Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sektor Pertanian Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... 43 44 45 46 47 49 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 vii

Tabel 4.1.1.10 Tabel 4.1.2.1 Tabel 4.1.2.2 Tabel 4.1.2.3 Tabel 4.1.2.4 Tabel 4.1.2.5 Tabel 4.1.2.6 Tabel 4.1.2.7 Tabel 4.1.2.8 Tabel 4.1.2.9 Tabel 4.1.2.10 Tabel 4.1.3.1 Tabel 4.1.3.2 Tabel 4.1.3.3 Tabel 4.1.3.4 Tabel 4.1.3.5 Nilai Tambah Neto Sub Sektor Tanaman Bahan Makanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Tanaman Perkebunan Rakyat Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Peternakan dan Hasilhasilnya Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Peternakan dan Hasilhasilnya Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... 61 63 63 64 64 65 65 66 66 67 67 69 70 71 72 73 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 viii

Tabel 4.1.3.6 Tabel 4.1.3.7 Tabel 4.1.3.8 Tabel 4.1.3.9 Tabel 4.1.3.10 Tabel 4.1.4.1 Tabel 4.1.4.2 Tabel 4.1.4.3 Tabel 4.1.4.4 Tabel 4.1.4.5 Tabel 4.1.4.6 Tabel 4.1.4.7 Tabel 4.1.4.8 Tabel 4.1.4.9 Tabel 4.1.4.10 Tabel 4.2.1 Nilai Produksi Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Peternakan dan Hasilhasilnya Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Peternakan dan Hasilhasilnya Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Produksi Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Biaya Antara Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Penyusutan Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Neto Sub Sektor Perikanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Pertambangan dan Penggalian Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... 74 75 76 77 77 80 80 81 81 82 82 83 83 84 84 86 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 ix

Tabel 4.2.2 Tabel 4.3.1 Tabel 4.3.2 Tabel 4.4.1 Tabel 4.4.2 Tabel 4.5.1 Tabel 4.5.2 Tabel 4.6.1 Tabel 4.6.2 Tabel 4.7.1 Tabel 4.7.2 Tabel 4.8.1 Tabel 4.8.2 Tabel 4.9.1 Tabel 4.9.2 Nilai Tambah Bruto Sektor Pertambangan dan Penggalian Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Industri Pengolahan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Industri Pengolahan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Listrik, Gas dan Air Minum Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Listrik, Gas dan Air Minum Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Bangunan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Bangunan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Angkutan dan Komunikasi Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Bruto Sektor Angkutan dan Komunikasi Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Sektor Lembaga Keuangan, Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Sektor Lembaga Keuangan, Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Sektor Jasa-jasa Atas Dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... Nilai Tambah Sektor Jasa-jasa Atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kota Salatiga, Tahun 2008-2011 (Juta Rupiah)... 87 89 90 92 93 95 95 98 99 102 103 106 107 110 111 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 x

DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Grafik 2. Grafik 3. Grafik 4. Grafik 5. Grafik 6. Grafik 7. Grafik 8. Grafik 9. Grafik 10. Grafik 11. PDRB Kota Salatiga Tahun 2007-2011 Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000... PDRB Kota Salatiga Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011... PDRB Kota Salatiga Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011... Struktur Ekonomi Kota Salatiga Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2007-2011... Struktur Ekonomi Kota Salatiga Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011... Laju Pertumbuhan Kota Salatiga Tahun 2007-2011 (Atas Dasar Harga Konstan)... PDRB Perkapita Kota Salatiga Tahun 2007-2011... PDRB ADHB Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011... PDRB ADHK 2000 Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011... Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011... PDRB Perkapita Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011... 15 17 18 20 23 24 26 28 30 32 34 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perencanaan pembangunan ekonomi di suatu daerah memerlukan berbagai data statistik sebagai bahan analisa untuk menentukan dan mengarahkan pembangunan, agar sasaran dapat dicapai dengan cepat dan tepat. Pembangunan ekonomi yang telah dicapai pada masa-masa yang lalu perlu dilihat dan dinilai tentang hasil dan implikasinya pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Dengan pembangunan yang makin pesat dan meluas di segala bidang, data statistik terasa semakin diperlukan. Salah satu tolok ukur untuk mengetahui tingkat keberhasilan pembangunan ekonomi yang sudah dilaksanakan adalah tersedianya data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan menggunakan data tersebut akan dapat diketahui tingkat pertumbuhan ekonomi, struktur perekonomian suatu daerah dan juga tingkat kemakmuran penduduk. Selain itu bagi para pengambil keputusan sebelum menentukan kebijakan lebih lanjut, data PDRB dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi, analisa, dan bahan perencanaan yang selanjutnya akan bermanfaat untuk menentukan sasaran pembangunan di masa mendatang sehingga dapat berdaya guna dan tepat guna bagi masyarakat luas. Di samping itu juga ada beberapa kegunaan lain dari data PDRB, di antaranya adalah sebagai berikut : 1. Sebagai bahan masukan untuk pembuatan evaluasi pembangunan yang bersifat sektoral maupun regional. 2. Sebagai umpan balik terhadap perencanaan pembangunan yang telah dilaksanakan. 3. Sebagai dasar pembuatan proyeksi perkembangan perekonomian di masa yang akan datang. 4. Untuk melihat perkembangan inflasi di suatu daerah melalui gambaran perubahan harga secara agregatif tertimbang. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 1

5. Sebagai salah satu alat pengukur keberhasilan pembangunan khususnya pembangunan ekonomi baik yang bersifat regional maupun sektoral sesuai dengan peranan tiap sektor dalam kancah perekonomian. Informasi mengenai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) memiliki arti penting dalam rangka memahami perkembangan perekonomian di Kota Salatiga. Dengan memahami perkembangannya akan sangat membantu dalam menyusun program pembangunan lebih lanjut sehingga pada gilirannya akan mempercepat laju pertumbuhan perekonomian di Kota Salatiga. Penyajian PDRB secara series dapat memberikan gambaran kinerja ekonomi makro dari waktu ke waktu, yang membuat arah perekonomian regional menjadi lebih jelas dan terarah, yang pada akhirnya berpengaruh pada jumlah penduduk miskin. Di lain pihak akan memberikan manfaat yang lebih bagi pengguna data untuk berbagai kepentingan, seperti perencanaan, evaluasi maupun kajian yang berkesinambungan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dijelaskan tentang Badan Pusat Statistik sebagai penyelenggara statistik dasar, statistik sektoral dan statistik khusus. Hasil kompilasi produk administrasi dan atau pengolahan statistik dasar, statistik sektoral atau statistik khusus tersebut dapat disajikan baik dalam bentuk statistik lintas sektoral maupun statistik regional, salah satunya adalah angka produk domestik regional bruto Untuk mengetahui laju pertumbuhan pendapatan masyarakat, perlu disajikan statistik pendapatan nasional/regional secara berkala, sebagai bahan perencanaan pembangunan nasional atau regional khususnya di bidang ekonomi. Angka-angka pendapatan nasional/regional dapat dipakai juga sebagai bahan evaluasi dari hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh berbagai pihak, baik pemerintah pusat/daerah maupun swasta. Publikasi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Salatiga tahun 2011 ini merupakan kelanjutan dari penerbitan seri-seri sebelumnya, yang disajikan baik atas dasar Harga Berlaku maupun atas dasar Harga Konstan. Penerbitan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Salatiga diharapkan dapat Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 2

memberikan manfaat untuk berbagai kepentingan, seperti untuk perencanaan, evaluasi maupun kajian bagi para pengguna data. 1.2 Pengertian Produk Domestik Regional Bruto Produk Domestik Regional Bruto didefinisikan sebagai jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi 1 dalam daerah 2 selama satu periode tertentu 3, atau merupakan jumlah seluruh nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi di daerah dalam satu periode tertentu. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada setiap tahun, sedang Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga pada tahun tertentu sebagai tahun dasar. Dalam perhitungan ini digunakan tahun 2000 sebagai tahun dasar. Fungsi Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku adalah untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedangkan fungsi Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan adalah untuk mengetahui laju pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun. 1.3 Metode Dasar Untuk Penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku dapat dihitung melalui 2 (dua) metode yaitu metode langsung dan metode tidak langsung. Metode langsung dapat dilakukan dengan menggunakan 3 macam pendekatan yaitu : 1 Unit produksi yang di maksud disini adalah badan usaha produksi, - tanpa mempermasalahkan kepemilikannya apakah milik penduduk daerah atau dari luar daerah, yang beroperasi dalam suatu daerah. 2 Selanjutnya makna daerah dalam sajian ini adalah wilayah dalam batas administratif Pemerintah Daerah Kota Salatiga. 3 Periode perhitungan yang digunakan dalam sajian ini adalah satu tahun kalender. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 3

1. Menurut pendekatan produksi Menurut pendekatan produksi, Produk Domestik Regional Bruto dapat dihitung dengan dua cara : (a) Produk Domestik Regional Bruto dihitung sebagai jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi yang berada di daerah dalam periode tertentu. (b) Produk Domestik Regional Bruto dihitung sebagai jumlah nilai tambah bruto 4 dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi yang berada di daerah dalam periode tertentu. Unit produksi yang dipergunakan dalam sajian ini meliputi 3 sektor yang terinci dalam 9 lapangan usaha, yaitu: (a). Sektor primer, meliputi : 1. Pertanian 2. Pertambangan dan Penggalian (b). Sektor sekunder, meliputi : 3. Industri Pengolahan 4. Listrik, Gas dan Air 5. Bangunan/Konstruksi (c). Sektor tersier, meliputi : 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 8. Lembaga Keuangan, Persewaan Bangunan dan Jasa Perusahaan 9. Jasa-jasa lain. 2. Menurut pendekatan pendapatan Produk Domestik Regional Bruto adalah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu tanpa mempermasalahkan dari mana faktor 4 Nilai tambah bruto adalah selisih dari nilai produksi dengan nilai bahan/barang antara. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 4

produksi itu berasal. Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan keuntungan sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya. Disamping itu termasuk pula komponen penyusutan dan pajak tak langsung neto. 5 Nilai setiap komponen pendapatan per sektor sama dengan nilai tambah bruto, karena nilainya merupakan selisih antara nilai produksi dengan nilai bahan untuk setiap lapangan usaha. Oleh karena itu Produk Domestik Regional Bruto merupakan jumlah dari nilai tambah bruto seluruh lapangan usaha. 3. Menurut pendekatan pengeluaran Produk Domestik Regional Bruto adalah semua komponen pengeluaran akhir seperti : 1) Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba, 2) Pengeluaran konsumsi pemerintah, 3) Pembentukan modal tetap bruto, 4) Perdagangan neto antar daerah 6 5) Ekspor neto 7, dan 6) Perubahan stok Metode penghitungan ketiga pendekatan di atas disebut dengan metode penghitungan langsung. 8 Secara konseptual ketiga pendekatan tersebut harus memberikan jumlah yang sama besar. Nilai Produk Domestik Regional Bruto yang dihitung dengan pendekatan produksi harus sama dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto yang dihitung dengan pendekatan pengeluaran maupun dengan pendekatan pendapatan. 5 Pajak adalah iuran kepada negara berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan tanpa mendapat imbalan jasa secara langsung yang berwujud guna keperluan pembangunan. Pajak langsung adalah pajak yang tidak dapat dibebankan ke pihak lain, sedangkan pajak tak langsung adalah pajak dapat dibebankan ke pihak lain. 6 Perdagangan neto antar daerah adalah selisih penjualan produk daerah ke dan pembelian produk luar daerah. 7 Ekspor neto adalah jumlah nilai ekspor dikurangi nilai impor. 8 Di samping metode perhitungan langsung ini ada juga metode perhitungan tidak langsung, yaitu perhitungan berdasarkan alokasi. Metode ini tidak dibahas dalam sajian ini. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 5

Dari Produk Domestik Regional Bruto dapat diturunkan ukuran-ukuran penting lainnya, yakni : 1. Produk Regional Bruto, merupakan produk domestik regional bruto ditambah dengan pendapatan neto dari luar daerah dan luar negeri. Pendapatan neto ini sendiri sebagai pendapatan atas faktor produksi milik penduduk daerah yang ditanamkan di luar daerah/negeri dikurangi pendapatan milik daerah lain/asing yang ditanamkan di daerah. 2. Produk Regional Neto, merupakan produk regional bruto dikurangi dengan seluruh penyusutan atas barang-barang modal tetap yang digunakan dalam proses produksi selama setahun. 3. Produk Regional Neto atas dasar biaya faktor produksi, adalah Produk Regional Neto dikurangi dengan pajak tidak langsung neto. 9 4. Pendapatan Regional, adalah Produk Domestik Regional Neto atas dasar biaya faktor ditambah dengan transfer neto dari luar daerah/negeri 10. 5. Angka-angka perkapita adalah ukuran-ukuran indikator ekonomi seperti pada butir-butir di atas dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun. 1.4. Metode Dasar untuk Penghitungan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan Seperti telah diketahui bahwa angka-angka pendapatan regional atas dasar Harga Konstan sangat penting untuk melihat pertumbuhan riil dari tahun ke tahun bagi setiap agregat ekonomi. Agregat ekonomi yang dimaksud adalah Produk Domestik Regional Bruto, nilai tambah sektoral, komponen pengeluaran Produk Domestik Regional Bruto dan pendapatan regional. 9 Pajak tidak langsung neto merupakan pajak tidak langsung yang dipungut oleh pemerintah dikurangi dengan subsidi pemerintah. Pajak tidak langsung maupun subsidi, keduanya dikenakan terhadap barang dan jasa yang diproduksi atau dijual. Pajak tidak langsung bersifat menaikkan harga jual sedangkan subsidi sebaliknya. 10 Transfer neto adalah selisih pengiriman uang ke dan dari luar daerah/negeri yang bukan karena aktivitas usaha. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 6

Pada dasarnya dikenal tiga cara penghitungan nilai tambah sektoral atas dasar Harga Konstan, yang masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Revaluasi Metode ini dilakukan dengan cara menilai produksi setiap tahun dengan menggunakan harga pada tahun dasar (Harga Konstan). 2. Ekstrapolasi Nilai tambah atas dasar Harga Konstan pada suatu tahun diperoleh dengan cara mengalikan nilai tambah pada tahun berjalan dengan ekstrapolatornya. Yang perlu diperhatikan dalam cara ini ialah penentuan ekstrapolatornya. Kuantitas produksi dari masing-masing sektor/sub sektor merupakan ekstrapolator yang terbaik. Namun apabila angka-angka tersebut tidak dapat diperoleh, maka dapat pula dipakai keterangan-keterangan lain yang erat kaitannya dengan produktivitasnya seperti tenaga kerja, kapasitas produksi (mesin, kendaraan dan sebagainya). 3. Deflasi Metode ini dilakukan dengan membagi nilai tambah atas dasar Harga Berlaku dengan indeks harga dari barang-barang yang bersangkutan. Indeks harga tersebut dapat berupa indeks harga perdagangan besar, indeks harga produsen dan indeks harga konsumen. Indeks harga yang dipakai sebagai deflator harus disesuaikan tahun dasarnya. 1.5. Cara Penyajian Produk Domestik Regional Bruto dan Angka Indeks Seperti penjelasan sebelumnya bahwa Produk Domestik Regional Bruto secara berkala dapat disajikan dalam dua bentuk yaitu Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku dan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan pada suatu tahun dasar tertentu. Penyajian Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku merupakan semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang berlaku pada masing-masing tahun, baik pada saat menilai produksi dan biaya antara maupun penilaian komponen nilai tambah, sedangkan penyajian Produk Domestik Regional Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 7

Bruto atas dasar Harga Konstan adalah semua agregat pendapatan dinilai atas dasar harga yang terjadi pada tahun dasar, dalam publikasi ini Harga Konstan didasarkan pada harga tahun 2000. Karena menggunakan Harga Konstan, maka perkembangan agregat dari tahun ke tahun semata-mata disebabkan oleh perkembangan riil dari kuantum produksi tanpa mengandung fluktuasi harga. Agregat-agregat pendapatan juga disajikan dalam bentuk angka indeks yaitu indeks perkembangan, indeks berantai dan indeks implisit yang dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Indeks perkembangan Indeks ini diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun dasar dikalikan 100. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan agregat dari tahun ke tahun terhadap tahun dasarnya. Indeks perkembangan ini dapat dirumuskan sebagai berikut : IP = PDRB it x 100 PDRB it0 IP = Indeks Perkembangan i = Sektor 1 sampai dengan sektor 9 t = Tahun ke - t 0 = Tahun dasar ( tahun 2000 ) 2. Indeks berantai Indeks ini diperoleh dengan membagi nilai pada masing-masing tahun dengan nilai pada tahun sebelumnya dikalikan 100. Jadi tahun sebelumnya dianggap 100. Indeks ini menunjukkan tingkat pertumbuhan agregat pendapatan untuk masing-masing tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 8

3. Indeks implisit Indeks ini diperoleh dengan membagi nilai atas dasar Harga Berlaku dengan nilai atas dasar Harga Konstan untuk masing-masing tahunnya dikalikan 100. Indeks ini menunjukkan tingkat perkembangan harga dari agregat pendapatan terhadap harga pada tahun dasar. Selanjutnya bila indeks implisit ini dibuatkan indeks berantainya akan terlihat tingkat perkembangan harga setiap tahun terhadap tahun sebelumnya. Indeks harga implisit dapat dirumuskan sebagai berikut : IHI = PDRB it hb x 100 PDRB t hk IHI = Indeks Harga Implisit hb = Harga berlaku hk = Harga Konstan 1.6. Kegunaan Produk Domestik Regional Bruto Data Produk Domestik Regional Bruto adalah salah satu indikator makro yang dapat menunjukkan kondisi perekonomian regional setiap tahun. Manfaat yang dapat diperoleh dari data ini antara lain : 1. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku menunjukkan realisasi kemampuan sumber daya ekonomi daerah untuk menghasilkan uang selama satu tahun. 2. Produk Domestik Regional Bruto perkapita atas dasar Harga Berlaku menunjukkan nilai uang yang dihasilkan rerata per orang dari realisasi kemampuan sumber daya ekonomi daerah dalam setahun. 3. Distribusi Produk Domestik Regional Bruto Harga Berlaku menurut sektor menunjukkan besarnya struktur ekonomi dan peranan masing-masing sektor daerah dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 9

4. Produk Regional Bruto Harga Berlaku menunjukkan pendapatan uang yang dapat dinikmati oleh penduduk daerah selama satu tahun. 5. Produk Regional Bruto perkapita menyatakan rerata nilai pendapatan uang yang dinikmati per satu orang penduduk selama setahun. 6. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menunjukkan realisasi kemampuan sumberdaya ekonomi untuk menghasilkan barang yang dinyatakan nilainya dengan harga tahun dasar selama satu tahun. 7. Produk Domestik Regional Bruto Harga Konstan digunakan untuk menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi 11, baik secara keseluruhan maupun setiap sektor, selama satu tahun. 8. Produk Domestik Regional Bruto perkapita atas dasar Harga Konstan berguna untuk mengetahui laju pertumbuhan rerata aktivitas ekonomi seorang penduduk. 9. Produk Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menunjukkan pendapatan riil (jumlah barang yang dinyatakan nilainya dengan harga tahun dasar) yang dapat dinikmati oleh penduduk daerah selama setahun. 10. Produk Regional Bruto perkapita atas dasar Harga Konstan menunjukkan rerata pendapatan riil yang dapat dinikmati seorang penduduk selama setahun. 11 Laju pertumbuhan ekonomi adalah ukuran kecepatan perkembangan aktivitas ekonomi daerah selama satu tahun. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 10

BAB II PENGHITUNGAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO ATAS DASAR HARGA KONSTAN TAHUN DASAR 2000 2.1. Dasar Penghitungan Kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam pembangunan tentu bertujuan untuk meningkatkan kondisi perekonomian wilayah yang bersangkutan. Sedangkan untuk mengukur hasil pembangunan kita membutuhkan indikator-indikator. Salah satu data penting yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan pembangunan yang telah dicapai adalah angka pertumbuhan ekonomi. Gambaran ekonomi dan pertumbuhannya di Kota Salatiga dapat dilihat dari penyajian data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang disajikan secara series dari tahun ke tahun sebagaimana dapat dilihat pada tabel... Pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga Tahun 2011 menunjukkan pertumbuhan yang positif, ditunjukkan dengan adanya kenaikan dibandingkan Tahun 2010. Pertumbuhan ekonomi Tahun 2011 sebesar 5,49 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Tahun 2010 yang sebesar 5.01 persen. Jika melihat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah Tahun 2011 yang mencapai 6,01 persen, maka pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga lebih rendah. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota sekitar pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Demak. Namun jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal dan Kota Semarang, pertumbuhan Kota Salatiga masih lebih rendah. Menurut rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagaimana tertuang dalam buku panduan yang baru Sistem Neraca Nasional dinyatakan bahwa estimasi Produk Domestik Bruto/ Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan sebaiknya dimutakhirkan secara periodik dengan menggunakan tahun referensi yang berakhiran 0 atau 5. Hal itu dimaksudkan agar besaran angka-angka Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 11

Produk Domestik Bruto/ Produk Domestik Regional Bruto dapat saling diperbandingkan antar Negara, antar propinsi/daerah dan antar waktu guna keperluan analisis kinerja perekonomian dunia/nasional/daerah. Tahun dasar merupakan perangkat penting yang secara spesifik digunakan untuk penghitungan Produk Domestik Regional Bruto. Penekanan dalam tahun dasar adalah dalam penggunaan harga. Istilah lebih lanjut adalah Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan. Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menggambarkan perubahan nilai Produk Domestik Regional Bruto yang hanya dipengaruhi oleh perubahan volume atau kuantum. Secara total, Produk Domestik Regional Bruto menggambarkan perubahan ekonomi secara riil di suatu daerah. Data dasar (raw data) baik harga maupun volume (quantum) tahun 2000 secara rinci relatif lebih lengkap dibandingkan kondisi pada tahun 1993, meskipun pada beberapa sisi, dengan penerapan otonomi daerah, data semakin sulit. Beberapa indikator yang digunakan dalam penghitungan Produk Domestik Regional Bruto, seperti Indeks Harga Konsumen dan Indeks Harga Perdagangan Besar telah menggunakan tahun dasar baru tahun 2000. 12 Dengan demikian penghitungan Produk Domestik Regional Bruto tahun dasar 2000 dapat disusun lebih akurat dan konsisten. 2.2. Pertimbangan Dalam Pemilihan Tahun Dasar Tahun yang dijadikan dasar penghitungan Produk Domestik Regional Bruto kondisinya harus cukup representative, dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut : - Kondisi ekonomi relatif stabil (aspek riil dan moneter). - Awal dari suatu peristiwa besar di mana semua hasil pembangunan (kinerja) ekonomi akan dibandingkan dengan kondisi saat itu. 12 Perlu dicatat bahwa pada tahun 2000, BPS Jawa Tengah telah menyusun Tabel Input output 2000. Tabel I-O tersebut dipakai sebagai salah satu rujukan bagi penyusunan series baru penghitungan PDRB baik sektoral maupun penggunaan. Besaran PDRB yang diturunkan dari tabel I-O telah mengalami uji konsistensi pada tingkat sektoralnya dengan mempertimbangkan kelayakan struktur permintaan maupun penawarannya. Oleh karena itu, struktur perekonomian yang digambarkan melalui tabel I-O tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu basis (bench marking) bagi penyempurnaan penghitungan PDRB. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 12

- Kelengkapan data dasar cukup memadai, baik yang berupa data produk (quantum)/indikator produk, harga/indikator harga, struktur input, data pelengkap (mark-up), indeks harga, destinasi produk dan sebagainya. Implikasi dari perubahan tahun dasar terhadap Produk Domestik Regional Bruto terjadi perubahan hasil pengukuran Produk Domestik Regional Bruto tahun dasar yang baru dengan yang lama, karena adanya perubahan cakupan dan harga dasar. Perubahan tersebut meliputi perubahan nominal Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan dan atas dasar harga berlaku, perubahan struktur ekonomi, pertumbuhan ekonomi serta perubahan indeks implisit. Angka-angka yang disajikan dalam publikasi kali ini merupakan hasil penghitungan dengan menggunakan tahun dasar yang baru yaitu atas dasar Harga Konstan 2000. Terdapat perbedaan nilai nominal Produk Domestik Regional Bruto baik atas dasar berlaku maupun atas dasar Harga Konstan, bila dibandingkan dengan penghitungan menggunakan tahun dasar 1993. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan cakupan komoditas, rasio biaya antara, rasio penyusutan dan harga yang digunakan sebagai dasar penghitungan nilai produksi suatu barang dan jasa. Namun secara umum peranan maupun pertumbuhan ekonomi masing-masing sektor cenderung mempunyai arah yang sama dengan penghitungan tahun dasar 1993. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 13

BAB III ULASAN EKONOMI KOTA SALATIGA TAHUN 2011 3.1. Umum Pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor akan memberikan pengaruh yang semakin kompleks dengan makin beragam jenis dan macam kegiatan usaha. Informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai pembangunan di bidang ekonomi sangat diperlukan untuk menyongsong era globalisasi. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan salah satu ukuran tingkat keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi sekaligus diperlukan untuk menyusun perencanaan dan evaluasi pembangunan ekonomi regional. Secara matematis PDRB adalah kumulatif nilai tambah bruto dari seluruh sektor lapangan usaha. Namun dari hitungan-hitungan tersebut PDRB dapat diartikan sebagai kemampuan suatu wilayah untuk menghasilkan barang dan jasa dari seluruh kegiatan ekonomi yang ada. Karenanya PDRB merupakan cerminan perekonomian suatu wilayah. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kota Salatiga dengan dilakukannya penghitungan dan penyajian secara series akan mampu memberikan kondisi/ gambaran kinerja ekonomi secara makro dari waktu ke waktu. Berdasarkan kondisi tersebut selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan acuan oleh pengguna data untuk membuat alat monitoring, evaluasi/ kajian, perencanaan serta keputusan yang lebih bermanfaat dan tepat sasaran. Sejalan dengan kondisi ekonomi Jawa Tengah dan lebih dari separuh kabupaten kota di Provinsi Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga tahun 2011 juga mengalami laju pertumbuhan yang lebih cepat. Pada tahun 2011 Kota Salatiga mengalami laju pertumbuhan sebesar 5,52 persen, atau relatif lebih cepat jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan pada tahun sebelumnya yang Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 14

mencapai 5,01 persen, sedangkan laju inflasi mencapai 2,84 persen atau jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan laju inflasi tahun sebelumnya yang sebesar 6,65 persen. 3.2. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga dan Perkembangannya Gambaran tentang perkembangan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku dan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan 2000 selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dapat dilihat pada tabel 1 dan grafik 1 berikut ini : Tabel 1. PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku dan Atas Dasar Harga Konstan 2000 di kota Salatiga, Tahun 2007-2011 ( Juta Rupiah ) Tahun PDRB Atas Dasar Harga Harga Berlaku (Juta Rp) PDRB Atas Dasar Harga Harga Konstan 2000 (Juta Rp) ( 1 ) ( 2 ) ( 3 ) 2007 1.370.166,64 792.680,44 2008 1.541.682,44 832.154,88 2009 1.660.786,91 869.452,99 2010 1.849.275,56 913.020,04 2011 2.032.266,37 963.457,34 Tabel 1. menjelaskan bahwa Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga pada tahun 2011 atas dasar Harga Berlaku adalah sebesar 2,03 triliun rupiah, atau sebesar 3,54 kali dari tahun 2000. Itu berarti bahwa potensi sumberdaya ekonomi Kota Salatiga yang direalisasikan telah meningkatkan uang sebesar 3,54 kali dibandingkan tahun 2000. Hal itu terjadi karena rerata kenaikan Produk Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 15

Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku selama tahun 2000 2011 sebesar 12,44 % per tahun. Sedangkan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan 2011 sebesar 963 milyar rupiah, atau sebesar 1,68 kali dibanding tahun 2000. Itu berarti bahwa realisasi sumberdaya ekonomi Kota Salatiga telah meningkatkan produksi barang 1,68 kali dibandingkan tahun 2000. Kenaikan ini terjadi karena rerata laju pertumbuhan ekonomi 4,75% per tahun selama tahun 2000 2011. Perbedaan laju perkembangan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku dan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan itu terjadi karena tingkat inflasi di Kota Salatiga rata-rata 9,24% per tahun selama tahun 2000-2011. Grafik 1 menggambarkan tentang perkembangan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku dan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan 2000 selama tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Grafik 1. PDRB Kota Salatiga Tahun 2007-2011 Atas Dasar Harga Berlaku dan Konstan 2000 2500000 2000000 1500000 1000000 500000 0 2007 2008 Tahun 2009 2010 2011 Konstan Berlaku Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 16

3.3. Struktur Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga 1. Struktur Produk Domestik Regional Bruto Menurut Sektor Struktur Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menurut sektor memberikan gambaran tentang sumbangan setiap sektor dalam struktur produksi. Perubahan struktur Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan menunjukkan perubahan struktur produksi. Gambaran tentang struktur produksi dan perubahannya tersaji dalam tabel berikut. Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011 (persen) Kelompok sektor 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Sektor Primer 6,12 6,21 5,98 5,77 5,51 2. Sektor Sekunder 31,86 31,61 31,38 31,43 31,34 3. Sektor Tersier 62,02 62,18 62,64 62,80 63,15 Dari tabel 2 di atas terlihat bahwa sumbangan sektor primer (sektor pertanian serta sektor pertambangan dan penggalian masih tetap paling rendah jika dibandingkan dengan dua sektor yang lain. Hal ini terjadi karena Kota Salatiga adalah daerah perkotaan yang umumnya memiliki lahan yang terbatas untuk dipergunakan dalam kegiatan ekonomi sektor primer tersebut, terlebih dengan adanya pengalihan penggunaan lahan dari lahan untuk sektor pertanian menjadi prasarana baik jalan maupun perumahan. Sumbangan sektor sekunder pada tahun 2011 pun menunjukkan penurunan. Hal ini terjadi karena penurunan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 17

pada sektor listrik, gas dan air bersih, walaupun untuk sektor industri pengolahan dan bangunan mengalami kenaikan. Dibanding dua sektor yang lain, sektor tersier masih tetap merupakan sektor dominan, hal ini menunjukkan bahwa Kota Salatiga merupakan kota jasa. Hanya saja pada sektor tersier ini walaupun memberikan sumbangan terbesar jika dibandingkan dengan dua sektor yang lain, namun dalam hal penyerapan tenaga kerja masih lebih rendah. Sektor-sektor yang tercakup dalam sektor tersier adalah sektor perdagangan hotel dan restoran, sektor angkutan dan komunikasi, sektor lembaga keuangan dan persewaan serta sektor jasa-jasa. Grafik berikut menggambarkan tentang pergerakan distribusi persentase Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga atas dasar Harga Konstan 2000 menurut kelompok sektor dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011. Grafik 2. PDRB Atas Dasar Harga Konstan 2000 Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011 70 62,02 62,18 62,64 62,8 63.15 60 50 40 30 31,86 31,61 31,38 31,43 31.34 20 10 0 6,12 6,21 5,98 5,77 5,51 2007 2008 2009 2010 2011 Sektor Primer Sektor Skunder Sektor Tersier Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 18

Sedangkan gambaran tentang pergerakan distribusi persentase Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga atas dasar Harga Berlaku menurut kelompok sektor dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dijelaskan pada tabel 3 dan grafik 3 berikut. Tabel 3. Distribusi Persentase PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007 2011 (persen) Kelompok Sektor 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Sektor Primer 5,63 5,58 5,42 5,31 5,49 2. Sektor Sekunder 29,87 29,61 29,08 28,92 29,08 3. Sektor Tersier 64,49 64,80 65,50 65,76 65,43 Pada tabel 3 di atas dapat dijelaskan bahwa struktur produksi atas dasar Harga Berlaku tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan struktur produksi atas dasar Harga Konstan 2000. Demikian pula dalam perubahannya. Sumbangan sektor primer yang terdiri dari sektor pertanian serta sektor pertambangan dan penggalian mengalami penurunan di tahun 2011 baik atas dasar Harga Berlaku maupun atas dasar Harga Konstan dan penurunan itu terus terjadi sejak tahun 2007. Sedangkan pada sektor sekunder mengalami sedikit kenaikan pada tahun 2011 dikarenakan kenaikan upah minimum kota yang mengalami peningkatan dari Rp.803.185,- menjadi Rp. 843.469,- atau naik sekitar 5,02 persen. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 19

Grafik 3. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Kelompok Sektor Tahun 2007-2011 70 64,49 64,8 65,5 65,76 65,67 60 50 40 30 29,87 29,61 29,08 28,92 29,12 20 10 0 5,63 5,58 5,42 5,31 5,21 2007 2008 2009 2010 2011 Sektor Primer Sektor Sekunder Sektor Tersier 2. Struktur Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Selama kurun waktu lima tahun terakhir yaitu dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011, terdapat lima lapangan usaha yang menjadi penyumbang relatif besar terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga, yaitu Industri Pengolahan; Perdagangan, Hotel dan Restoran; Angkutan dan Komunikasi; Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan; serta Jasa-Jasa lain. Dari lima lapangan usaha itu, empat di antaranya adalah sektor tersier, dan satu lapangan usaha adalah sektor sekunder. Secara rinci tersaji dalam tabel berikut ini. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 20

Tabel 4. Struktur Ekonomi Kota Salatiga Tahun 2007-2011 Sektor Atas Dasar Harga Berlaku 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 5,57 5,52 5,36 5,26 5,44 2. Pertambangan & Penggalian 0,06 0,06 0,06 0,06 0,05 3. Industri Pengolahan 18,36 17,76 17,12 16,68 17,10 4. Listrik, Gas & Air Minum 6,06 6,26 6,05 6,20 5,96 5. Bangunan 5,45 5,59 5,91 6,04 6,01 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 17,67 18,16 18,44 18,49 18,42 7. Pengangkutan & Komunikasi 11,46 11,50 11,75 11,37 11,58 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 10,02 10,29 10,50 10,42 10,43 9. Jasa-jasa 25,34 24,85 24,81 25,48 25,00 Jumlah 10 10 10 10 10 Pada tabel 4 di atas terlihat bahwa struktur ekonomi Kota Salatiga dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 masih didominasi oleh sektor tersier yang terdiri dari sektor perdagangan, hotel dan restoran, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa lain. Sektor sekunder yang terdiri dari sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas dan air minum serta sektor konstruksi berada di urutan kedua, sedangkan sektor primer yang terdiri dari sektor pertanian serta sektor pertambangan dan penggalian sampai dengan tahun 2011 ini tetap memberikan sumbangan terendah. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 21

GRAFIK 4. STRUKTUR EKONOMI KOTA SALATIGA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2011 Pertanian 5,44% Penggalian 0.06% Lembaga Keuangan 10,43% Jasa-Jasa 25,00% Industri 17,10% Listrik, Gas dan Air Minum 5,96% Bangunan 6,01% Angkutan dan Komunikasi 11,58% Perdagangan, Hotel dan Restoran 18,42% Struktur ekonomi pada sektor primer terutama disumbang oleh pertanian, subsektor tanaman bahan makanan dan peternakan, setelah itu diikuti oleh sub sektor tanaman perkebunan dan terkhir adalah perikanan, 13 walaupun dalam perkembangannya selama 5 (lima) tahun terakhir subsektor perikanan menunjukkan sumbangan yang relatif stabil jika dibandingkan dengan sub sektor yang lain. Sedangkan sumbangan dari sektor pertambangan dan penggalian hanya berasal dari sub sektor penggalian yang besarannya sedikit lebih randah dari sumbangan pada tahun-tahun sebelumnya yaitu sebesar 0,05 persen. Pada sektor sekunder, industri masih memberikan sumbangan yang cukup besar pada tahun ini. Dibanding tahun sebelumnya, sektor industri pengolahan sedikit mengalami kenaikan dikarenakan UMK yang naik cukup signifikan yaitu sebesar 5,02 persen. Sub sektor industri besar sedang masih cukup dominan peranannya dibandingkan sub sektor industri kecil dan rumah tangga yang pada 13 Usaha perkebunan besar dan kehutanan tidak ada di Kota Salatiga. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 22

tahun ini mengalami peningkatan. Lapangan usaha lain dari sektor sekunder, yaitu usaha listrik dan air minum 14 serta usaha konstruksi, memberikan sumbangan masing-masing kurang lebih sepertiga dari sumbangan sektor industri, namun kedua sektor tersebut mengalami peningkatan baik aktivitas produksi maupun dari sisi nilai uangnya. Sektor jasa-jasa memberikan sumbangan terbesar pada sektor tersier yang diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran. Dua sub sektor yang terdapat dalam sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami peningkatan baik aktivitas maupun nilai uangnya. Sektor pengangkutan dan komunikasi, serta usaha lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan hanya memberikan sumbangan kira-kira setengah dari jasa-jasa lain. Angkutan dan komunikasi terutama dibentuk oleh angkutan, khususnya angkutan jalan raya. Namun sumbangan dari sub sektor ini mengalami penurunan di tahun 2011. Sebaliknya pada sub sektor komunikasi justru terjadi peningkatan akibat meningkatnya aktivitas produksi. Hal ini terjadi karena maraknya telepon seluler yang cukup membuat pertumbuhan yang berarti khususnya untuk sub sektor Komunikasi. Sedangkan pada sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sumbangan terbesar dibentuk oleh sub sektor sewa bangunan yang masih didukung oleh besarnya aktivitas persewaan untuk tempat tinggal, dari mulai tempat persewaan untuk mahasiswa sampai dengan persewaan untuk aktivitas bisnis (persewaan ruko). Sub sektor bank pun masih memiliki andil yang cukup besar untuk sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dimana banyak bank yang membuka cabang baru di Kota Salatiga. Hal ini menunjukkan animo masyarakat untuk menabung dan melakukan kegiatan perbankan di Kota Salatiga mulai tumbuh. 14 Tidak ada industri gas kota di Kota Salatiga sehingga pada sub sektor listrik, gas dan air minum tidak ada nilai tambah untuk gas. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 23

Sedangkan atas dasar Harga Konstan, struktur ekonomi Kota Salatiga dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dapat dilihat pada tabel 5 dan grafik 5 sebagai berikut : Tabel 5. Stuktur Ekonomi Kota Salatiga Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2007-2011 Sektor Atas Dasar Harga Konstan 2000 2007 2008 2009 2010 2011 (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1. Pertanian 6,05 6,15 5,92 5,71 5,46 2. Pertambangan & Penggalian 0,07 0,06 0,06 0,06 0,05 3. Industri Pengolahan 21,26 20,59 20,24 19,73 19,79 4. Listrik, Gas & Air Minum 5,03 5,28 5,11 5,38 5,18 5. Bangunan 5,57 5,74 6,03 6,32 6,37 6. Perdagangan, Hotel & Restoran 19,05 19,11 19,36 19,62 19,47 7. Pengangkutan & Komunikasi 15,01 15,27 15,39 15,31 15,40 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 9,39 9,67 9,89 9,92 10,05 9. Jasa-jasa 18,58 18,13 18,01 17,95 18,23 Jumlah 10 10 10 10 10 Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 24

GRAFIK 5. STRUKTUR EKONOMI KOTA SALATIGA TAHUN 2011 Atas Dasar Harga Konstan 2000 Lembaga Keuangan 10,05% Angkutan dan Komunikasi 15,40% Pertanian 5,46% Penggalian 0.06% Jasa-Jasa 18,23% Industri 19,79% Perdagangan, Hotel dan Restoran 19,47% Listrik, Gas dan Air Minum 5,18% Bangunan 6,37% 3.4. Pertumbuhan Ekonomi Kota Salatiga Laju pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga mengalami percepatan jika dibandingkan dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2010 yaitu sebesar 5,52 persen (5,01 persen pada tahun 2010). Percepatan laju pertumbuhan terjadi pada 5 (lima) sektor, sedangkan untuk 4 (empat) sektor yang lain yaitu sektor pertanian, sektor listrik, gas dan air bersih, sektor bangunan, serta sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami pertumbuhan yang melambat jika dibandingkan laju pertumbuhan pada tahun sebelumnya. Selanjutnya laju pertumbuhan ekonomi Kota Salatiga dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 dijelaskan pada tabel 6 dan grafik 6 berikut ini. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 25

PERSEN Tabel 6. Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Salatiga Tahun 2007 2010 (%) Tahun Laju Pertumbuhan Ekonomi ( 1 ) ( 2 ) 2007 5,39 2008 4,98 2009 4,48 2010 5,01 2011 5,52 Laju pertumbuhan yang terjadi di Kota Salatiga dari tahun ke tahun ratarata mengalami laju pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, kecuali dari tahun 2007 ke tahun 2008. Hal ini terjadi karena saat itu terjadi krisis moneter dan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang cukup dramatis. GRAFIK 6. LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SALATIGA TAHUN 2007-2011 (Atas dasar Harga Konstan 2000) 6 5 4 5,39 4,98 4,48 5,01 5,52 3 2 1 0 2007 2008 2009 2010 2011 TAHUN Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 26

3.5. Produk Domestik Regional Bruto Perkapita Kota Salatiga Produk Domestik Regional Bruto perkapita dapat dijadikan salah satu indikator guna melihat keberhasilan pembangunan perekonomian di suatu wilayah, yaitu untuk melihat rerata pendapatan per orang. Produk Domestik Regional Bruto perkapita merupakan hasil pembagian Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku terhadap jumlah penduduk pertengahan tahun di daerah. Gambaran perkembangan Produk Domestik Regional Bruto per kapita tersaji dalam tabel berikut: Tabel 7. Produk Domestik Regional Bruto Perkapita Penduduk Kota Salatiga Tahun 2007 2011 Tahun Jumlah penduduk*) PDRB perkapita adhb*) PDRB perkapita adh 2000*) ( 1 ) (2) ( 3 ) ( 4 ) 2007 165.300 8.288.969,25 4.795.405,10 2008 167.025 9.227.188,65 4.982.217,50 2009 168.751 9.841.641,87 5.152.283,48 2010 170.332 10.856.889,06 5.360.237,92 2011 170.569 11.914.629,08 5.648.490,29 *) Sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010 15 (Angka diperbaiki) Dari tabel 6, besaran Produk Domestik Regional Bruto perkapita Kota Salatiga atas dasar Harga Berlaku, menunjukkan adanya peningkatan dari tahun ke 15 Penduduk adalah individu-individu yang bertempat tinggal tetap di wilayah domestik daerah tersebut selama 6 bulan atau lebih atau sudah bertempat tinggal di tempat tersebut kurang dari 6 bulan tapi berniat untuk menetap di wilayah domestik daerah tersebut. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 27

tahun. Secara agregat Produk Domestik Regional Bruto perkapita atas dasar Harga Berlaku di Kota Salatiga tahun 2010 sebesar 11.914.629,08 rupiah. Artinya rerata setiap orang penduduk Kota Salatiga memberikan sumbangan dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku sebesar 11.914.629,08 rupiah selama tahun 2011 atau naik sebesar 10,97 persen dari tahun 2010. Demikian pula pendapatan perkapita atas dasar Harga Konstan 2000, selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir selalu mengalami kenaikan. Grafik 7. PDRB per Kapita Kota Salatiga Tahun 2007-2011 12000000 10000000 8000000 6000000 4000000 2000000 0 2007 2008 2009 2010 2011 per Kapita ADHK 2000 per Kapita ADHB Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 28

3.6. Perbandingan Kota Salatiga dengan Daerah Eks Karesidenan Semarang 1. Perbandingan PDRB di eks Karesidenan Semarang Kondisi daerah Kota Salatiga yang relatif kecil dibandingkan dengan Kabupaten/Kota se Jawa Tengah menyebabkan Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga secara nominal menempati peringkat terakhir dari 35 Kabupaten/Kota atau masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Kota Magelang yang memiliki luas wilayah lebih kecil daripada Kota Salatiga. Sumbangan yang diberikan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto Jawa Tengah juga tidak begitu besar. Tabel 8. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se eks Karesidenan Semarang Tahun 2009 2011 (juta rupiah) Kabupaten/Kota Atas dasar harga berlaku 2009 2010 *) 2011 **) (1) (2) (3) (4) 1. Kota Semarang 38.465.017,28 43.398.190,77 48,461,410.41 2. Kab. Semarang 10.069.045,33 11.071.609,32 12,335,446.51 3. Kab. Grobogan 5.764.639,16 6.499.594,27 7,141,461.62 4. Kab. Kendal 9.555.940,73 10.776.650,88 12,123,157.42 5. Kab. Demak 5.334.222,61 5.932.795,43 6,517,206.95 6. Kota Salatiga 1.660.786,91 1.849.275,56 2,032,266.37 Jawa Tengah 393.635.596,38 444.396.468,19 498,614,636.36 *) Angka diperbaiki **) Angka sementara Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 29

Dalam tabel 8 digambarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku seluruh daerah eks karesidenan Semarang yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten dan 2 (dua) kota. Keenam daerah tersebut dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto Jawa Tengah atas dasar Harga Berlaku pada tahun 2009 memberikan sumbangan sebesar 70,85 triliun rupiah atau 17,99 persen, sedangkan tahun 2010 sebesar 79,53 triliun rupiah atau 17,90 persen, atau menurun sebesar 0,09 persen. Pada tahun 2011, keenam daerah tersebut memberikan kontribusi sebesar 88,61 triliun rupiah atau sebesar 17,77 persen. Penurunan sebesar 0,99 persen dibanding tahun 2011 menunjukkan bahwa kontribusi keenam daerah tersebut terhadap PDRB Jawa Tengah lebih kecil dibandingkan daerah lain. Atau dengan kata lain terjadi pergeseran kontribusi antar daerah dalam sumbangan ke Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Berlaku provinsi Jawa Tengah. Tabel dan grafik 8 menjelaskan bahwa sumbangan terbesar berasal dari Kota Semarang yang diikuti oleh Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak dan yang terakhir adalah Kota Salatiga. Grafik 8. PDRB ADHB Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 50.000.00 40.000.00 30.000.00 Kota Salatiga 20.000.00 Kab.Demak 10.000.00 Kab.Kendal 2009 2010 2011 Kab. Grobogan Kab.Semarang Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 30

Sedangkan untuk mengetahui perbandingan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2011 Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se-eks Karesidenan Semarang dapat dilihat pada tabel dan grafik 9 berikut ini. Tabel 9. Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2000 Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se eks Karesidenan Semarang Tahun 2009 2011 (juta rupiah) Kabupaten/Kota Atas dasar Harga Konstan 2000 2009 2010 *) 2011 **) (1) (2) (3) (4) 1. Kota Semarang 20.180.577,95 21.365.817,80 22,736,136.19 2. Kab. Semarang 5.300.723,41 5.560.551,90 5,877,190.85 3. Kab. Grobogan 3.097.093,25 3.253.398,56 3,370,343.70 4. Kab. Kendal 5.090.286,60 5.392.965,71 5,717,409.80 5. Kab. Demak 2.901.151,51 3.020.821,04 3,156,126.24 6. Kota Salatiga 869.452,99 913.020,04 963,157.34 Jawa Tengah 176.673.456,57 186.995.480,65 198,226,349.47 *) Angka diperbaiki **) Angka sementara Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 31

Sumbangan Produk Domestik Regional Bruto dari 6 (enam) Kabupaten/Kota se eks karesidenan Semarang pada tahun 2009 sebesar 37,44 triliun rupiah atau 21,19 persen, kemudian pada tahun 2010 adalah sebesar 39,51 triliun rupiah atau 21,13 persen, atau menurun sekitar 0,06 persen. Sedangakan pada tahun 2011, kontribusi Produk Domestik Regional Bruto dari 6 (enam) Kabupaten/Kota se eks karesidenan Semarang mengalami sedikit kenaikan sebesar 1,06 persen yaitu sebesar 41,82 triliun rupiah di tahun 2011 Sebagaimana pada Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga berlaku, sumbangan terbesar Produk Domestik Regional Bruto atas dasar Harga Konstan 2000 pada tahun 2011 ini adalah Kota Semarang dan di urutan kedua sampai keenam adalah Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak dan Kota Salatiga. Grafik 9. PDRB ADHK 2000 Kabupaten/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 25.000.00 20.000.00 15.000.00 10.000.00 5.000.00 Kab.Grobogan Kab.Kendal Kota Semarang Kab.Semarang 2009 2010 2011 Kab.Demak Kota Salatiga Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 32

2. Perbandingan Laju Pertumbuhan di eks Karesidenan Semarang Laju pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang sangat dibutuhkan dalam merencanakan suatu kebijakan pembangunan baik di tingkat pusat, provisi maupun daerah (kabupaten/kota). Indikator ini biasanya berjalan bersama indikator-indikator lain seperti Indeks Pembangunan Manusia serta Indeks Kemahalan Konstruksi. Laju pertumbuhan ekonomi ini dapat dilihat dari pertumbuhan PDRB atas dasar Harga Konstan 2000. Gambaran tentang perbandingan laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se-eks Karesidenan Semarang selama tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 disajikan dalam tabel dan grafik berikut. Tabel 10. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota Se eks Karesidenan Semarang Tahun 2009 2010 (%) Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota 2009 2010 *) 2011 **) (1) (2) (3) (4) 1. Kota Semarang 5,34 5,87 6,41 2. Kab. Semarang 4,37 4,90 5,69 3. Kab. Grobogan 5,03 5,05 3,59 4. Kab. Kendal 5,55 5,95 5,99 5. Kab. Demak 4,08 4,12 4,48 6. Kota Salatiga 4,48 5,01 5,52 Jawa Tengah 5,14 5,84 6,01 *) Angka diperbaiki **) Angka sementara Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 33

Persen Tingkat pertumbuhan ekonomi dari 6 (enam) Kabupaten/Kota se-eks karesidenan Semarang tahun 2009 dan 2011 dapat dilihat pada tabel 10 di atas. Pada tahun 2011 ini hanya Kota Semarang yang mempunyai laju pertumbuhan ekonomi di atas laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 6,41. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi diatas laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah ada dua kabupaten/ kota, yaitu Kabupaten Kendal dan Kota Semarang. Lima kabupaten/kota se eks Karesidenan Semarang yang lain berada di bawah laju pertumbuhan Provinsi Jawa Tengah. Sebagaimana tahun sebelumnya, pada tahun 2011 ini laju pertumbuhan Kota Salatiga tetap berada di urutan keempat setelah Kota Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Semarang. Grafik 10. Laju Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jawa Tengah dan Kab/Kota se-eks Karesidenan Semarang Tahun 2009-2011 7 6 5 4 3 2 1 0 2009 2010 2011 Tahun Kota Semarang Kab.Semarang Kab.Grobogan Kab.Kendal Kab.Demak Kota Salatiga Jawa Tengah Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 34

3. Perbandingan Produk Domestik Regional Bruto Perkapita Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se eks Karesidenan Semarang Perbandingan Produk Domestik Regional Bruto perkapita, sekalipun tidak tepat benar, menggambarkan rerata pendapatan yang diperoleh seorang penduduk. Gambaran tentang perbandingan Produk Domestik Regional Bruto perkapita Kabupaten/Kota se eks Karesidenan Semarang tersaji dalam tabel 11 dan grafik 11 berikut. Tabel 11. Jumlah Penduduk dan Produk Domestik Regional Bruto Perkapita Jawa Tengah dan Kabupaten/Kota se-eks Karesidenan Semarang, Tahun 2011 Kabupaten/Kota Jumlah Penduduk *) Harga berlaku PDRB per kapita**) Harga Konstan (1) (2) (3) (4) 1. Kota Semarang 1.558.152 31.101.850,41 14.591.731,86 2. Kab. Semarang 932.023 13.235.131,01 6.305.843,15 3. Kab. Grobogan 1.310.518 5.449.342,64 2.571.764,53 4. Kab. Kendal 901.567 13.446.762,61 6.341.636,06 5. Kab. Demak 1.057.049 6.165.472,89 4.479.086,99 6. Kota Salatiga 170.569 11.914.629,08 5.648.490,29 Jawa Tengah 32.427.751 15.376.170,75 6.112.861,46 *) Sumber : Hasil Sensus Penduduk 2010 (Angka diperbaiki) **) Angka sementara Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 35

Pada tabel 11 digambarkan nilai Produk Domestik Regional Bruto perkapita dan jumlah penduduk dari 6 (enam) Kabupaten/Kota se-eks karesidenan Semarang tahun 2011. Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa daerah yang memiliki Produk Domestik Regional Bruto per kapita atas dasar Harga Berlaku di atas Produk Domestik Regional Bruto per kapita atas dasar Harga Berlaku Provinsi Jawa Tengah hanya satu daerah yaitu Kota Semarang. Namun untuk nilai Produk Domestik Regional Bruto per kapita atas dasar Harga Konstan 2000, daerah yang berada di atas Provinsi Jawa Tengah adalah Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang. Grafik 11. PDRB Perkapita Provinsi Jawa Tengah dan Kab/Kota Se-Eks Karesidenan Semarang Tahun 2011 35000000 30000000 25000000 20000000 Kota Semarang Kab.Semarang Kab.Grobogan Kab.Kendal Kab.Demak Kota Salatiga Jawa Tengah 15000000 10000000 5000000 0 Harga Berlaku Harga Konstan Daerah yang nilai Produk Domestik Regional Bruto per kapitanya baik atas dasar Harga Berlaku maupun atas dasar Harga Konstan berada di bawah Produk Domestik Regional Bruto per kapita Jawa Tengah adalah Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan dan Kota Salatiga. Produk Domestik Regional Bruto Kota Salatiga Tahun 2011 36