BAB IV ANALISIS DATA. 1. Analisis data tentangproses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan BKI (Bimbingan dan Konseling Islam)

BAB IV ANALISIS DATA. Setelah diperoleh data dari lapangan melalui wawancara, observasi, dan

Menangani Kecemasan pada Korban Perkosaan. membandingkan data teori dengan data yang ada di lapangan.

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI KECEMASAN SEORANG AYAH

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI RENDAH DIRI SEORANG SANTRI

BAB IV ANALISIS DATA. Pada bab ke empat ini peneliti akan menguraikan analisis dari data

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Data Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Remaja Terkena. Narkoba Di Desa Kandangsemangkon Paciran Lamongan

BAB IV ANALISIS DATA. C. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan Konseling Islam dengan. Pemuda di Desa Putat Kec Kebomas Kab. Gresik).

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan

A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan. Terapi Rasional Emotif dalam Menangani Trauma Seorang Remaja

BAB IV ANALISIS TERAPI BEHAVIOR DENGAN TEKNIK MODELLING. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Pada dasarnya komunikasi

BAB IV ANALISIS DATA. diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut : A. Analisis Bimbingan dan Konseling Islam dengan pendekatan

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis tentang Gejala Gejala Depresi Yang Di Tampakkan Seorang

BAB IV ANALISIS TERAPI RASIONAL EMOTIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KONFRONTASI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK KORBAN BULLYING

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Self Regulation Untuk Menurunkan Tingkat Kecanduan

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Bimbingan Konseling Islam dengan Terapi Rasional. TNI di Desa Sambibulu Taman Sidoarjo

BAB IV ANALISIS DATA. dengan Teknik Biblioterapi Dalam Mengatasi Dekadensi Ke-Imanan

BAB IV ANALISIS DATA. dari lapangan berdasarkan fokus permasalahan yang diteliti. Berikut dibawah ini merupakan analisis data tentang faktor, proses

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis Tentang Proses Bimbingan dan Konseling Islam dengan Terapi

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF PADA SEORANG IBU YANG MEMPUNYAI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING ISLAM MELALUI KONSELING KARIR DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI KELURAHAN SIWALANKERTO SURABAYA

BAB IV ANALISIS DATA. yang diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TEKNIK BIBLIOTERAPI DALAM MENANGANI FRUSTRASI

BAB IV ANALISIS DATA. Dalam penelitian ini peneliti menggunkan analisis deskriptif komparatif

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN KONSELING DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF DALAM MENANGANI SIKAP EGOIS PADA SEORANG REMAJA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan Konseling Karir dalam

BAB IV ANALISIS DATA A. ANALISIS TENTANG PENYEBAB-PENYEBAB SEORANG ANAK YANG. proses bimbingan dan konseling Islam menggunakan Non-Directive Permainan

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY DALAM MENGATASI KESENJANGAN KOMUNIKASI SEORANG ADIK TERHADAP

BAB IV ANALISIS PENANGANAN KLEPTOMANIA DENGAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM. Dalam kehidupan, yang namanya masalah besar maupun kecil harus di

BAB IV ANALISIS DATA. yang diperoleh dari penyajian data adalah sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS DATA. keefektifan dalam bimbingan dan konseling islam dengan terapi reward berbasis hobi

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Bimbingan Konseling Islam dengan Teknik Modelling

BAB IV ANALISIS DATA. Analisis dengan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) didalam Menangani

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA

yang melihat bagaimana perilaku konseli secara langsung. Teknik analisa tingkah laku sebelum dan sesudah dilakukan proses bimbingan.

BAB IV ANALISIS DATA. Belajar Siswa Di Mts Ma arif Driyorejo Gresik. lebih jelasnya lihat table di bawah ini:

BAB IV ANALISA DATA. 1. Analisis Tentang Faktor yang Mempengaruhi Seorang Siswa Pelaku. Bullying di Sekolah Al-Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik

BAB IV ANALISIS (BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENGATASI KEJENUHAN ISTRI MENGURUS

BAB IV ANALISIS DATA. klien. Setelah data diperoleh dari lapangan dengan cara wawancara, observasi dan

BAB IV ANALISIS DATA. ketika melakukan observasi dan wawancara. dengan demikian dapat diketahui. untuk Menangani Anak Middle Child Syndrome. Tabel 4.

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dalam

BAB IV ANALISIS PERANAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENINGKATKAN MORAL KLIEN ANAK DI BALAI PEMASYARAKATAN KLAS I SEMARANG A.

BAB IV ANALISA DATA. konselor sekaligus peneliti. Analisa ini disajikan dalam bentuk penulisan analisa

BAB IV ANALISIS DATA. membandingkan kondisi klien sebelum dan sesudah dilakukannya proses konseling. Berikut ini

BAB IV ANALISIS A. Analisis Pelaksanaan Metode SEFT Total Solution dalam Menangani Trauma Remaja Korban Perkosaan

BAB IV ANALISIS DATA 1. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Terapi ISHAS (Istighfar, Sholawat,

BAB IV ANALISIS PROSES DAN HASIL PELAKSANAAN TERAPI SABAR UNTUK MENGATASI STRES

BAB IV ANALISA DATA. A. Analisis Faktor-faktor yang melatar belakangi post power syndrome. seorang pensiunan tentara di Kelurahan Kemasan Krian

BAB IV BKI DENGAN TERAPI RASIONAL EMOTIF ANAK YANG TIDAK MENERIMA AYAH TIRINYA

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA. observasi yang disajikan pada awal bab, adapun data yang di analisis. sesuai dengan fokus penelitian yaitu sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS DATA. Dengan Teknik Token Economy Dalam Membentuk Disiplin Shalat

BAB V PEMBAHASAN. A. Efektifitas Remaja Masjid Al-Istiqomah Dalam Pembinaan Kehidupan. 1. Kegiatan Remaja Masjid Yang Mengarah Pada Kehidupan Beragama

BAB IV ANALISIS DATA

BAB IV ANALISIS DATA. 1. Analisis tentang bentuk-bentuk Disharmoni Keluarga yang terjadi di. Desa Mojorejo Pungging Mojokerto

BAB IV ANALISIS DATA. analisis sesuai dengan fokus penelitian kali ini yaitu sebagai berikut:

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis dari proses pelaksanaan Family Therapy dalam Menangani. Wilayah Perumnas Sukomulyo Lamongan

BAB IV DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP PERILAKU REMAJA DALAM PELAKSANAAN IBADAH SHOLAT 5 WAKTU

BAB IV ANALISIS DATA. A. Faktor yang menyebabkan perilaku maladaptif di TPA Baitul Hamid

BAB IV ANALISIS DATA TERAPI GROWTH MINDSET ( CAROL S. DWECK, PH.D.) DAN KETERAMPILAN ADAPTASI DIRI

BAB IV ANALISIS (BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI PERILAKU FIKSASI

BAB IV ANALISA DATA. Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. klien, ditemukan bahwa klien di usia yang ke- 60 sudah mengalami

BAB IV ANALISA DATA. dengan analisa deskriptif. Adapun datayang dianalisis sesuai dengan dua focus

BAB IV ANALISIS PERANAN GURU DALAM PENANGGULANGAN. PENYIMPANGAN PERILAKU PESERTA DIDIK MTs. MA ARIF NU BUARAN PEKALONGAN MELALUI SPIRITUAL TREATMENT

BAB IV ANALISIS DATA. Remaja di Desa Tobaddung Bangkalan. terutama keluarganya. Diantaranya yaitu: sangat besar bagi klien

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Terapi Shalat Tahajud Dalam

BAB IV ANALISIS KONSELING KELUARGA BAGI LANSIA YANG MENGALAMI EMPTY NEST SYNDROME DI DESA KATERBAN NGANJUK

BAB IV ANALISIS DATA. penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data diperoleh dari

BAB IV ANALISIS. A. Analisis Pelaksanaan Bimbingan Agama Islam bagi eks penderita psikotik di Unit Rehabilitasi Sosial Bina Sejahtera Kendal I

Bulan Penuh Rahmat itu Telah Meninggalkan Kita. Written by Mudjia Rahardjo Friday, 15 November :41 -

BAB IV ANALISIS TERAPI REALITAS UNTUK MEMBANTU PENYESUAIAN DIRI SANTRI MADRASAH DINIYAH

PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH ANTARA JAMA AH HALAQOH SHALAT KHUSYUK DAN BUKAN JAMA AH HALAQOH SHALAT KHUSYUK DI SURAKARTA SKRIPSI

BAB IV ANALISIS KONSELING PANTI ASUHAN DALAM MENANGANI PENYIMPANGAN PERILAKU ANAK DI PANTI ASUHAN AL JIHAD SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. kenakalan remaja seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, pergaulan. bebas dan kasus penyimpangan lainnya.

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Pelaksanaan Bimbingan Dan Konseling Islam Dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN. membina warga binaan untuk memberikan bekal hidup, baik ketrampilan,

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung sepanjang hayat, berlangsung di rumah, di sekolah, di unit-unit

BAB IV ANALISIS PENYEBAB RENDAHNYA MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH HIJRIYAH II PALEMBANG

BAB III GAMBARAN UMUM HASIL LAPORAN PENELITIAN LAPANGAN Keadaan SD Hj. Isriati Baiturrahman I Semarang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kebahagiaan. Kebahagian di dalam hidup seseorang akan berpengaruh pada

2. Faktor pendidikan dan sekolah

BAB III BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI RENDAH DIRI SEORANG SANTRI REMAJA DI

Terapi Cerita Bergambar Untuk Mengurangi Kesulitan Dalam Berkomunikasi Pada Seorang Remaja di Desa Wedoro Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Data Tentang Proses Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling

BAB III ASSESSMENT DAN DIAGNOSA PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN REMAJA TUNAGRAHITA DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN KONSELING ISLAM

BAB V PEMBAHASAN. A. Analisis Data. Setelah data hasil penelitian disajikan, dapat diuraikan sebagai sebagai. berikut:

Doa hari 1. Doa hari 2. Doa hari 3. Doa hari 4. Doa hari 5

Konsep Diri Rendah di SMP Khadijah Surabaya. baik di sekolah. Konseli mempunyai kebiasaan mengompol sejak kecil sampai

BAB III BIMBINGAN KONSELING ISLAM DENGAN TERAPI REALITAS DALAM MENANGANI KECEMASAN SEORANG REMAJA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA

BAB V PENUTUP. mengenai konsep pendidikan akhlak dalam perspektif Abd al-wahha>b al-

BAB II. mengembangkan diri, baik dalam aspek kognitif, psikomotorik maupun sikap.12 Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak

BAB IV ANALISIS PERANAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN PENGAMALAN IBADAH ANAK DALAM KELUARGA DI DESA KEMASAN KECAMATAN BOJONG KABUPATEN PEKALONGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Kepercayaan diri tentu saja mengalami pasang surut, seseorang mungkin merasa percaya

BAB V PENUTUP. 1. Proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dengan cognitive

BAB IV ANALISIS DATA. A. Analisis Proses Konseling dengan Teknik Timing Of Event Models Untuk

Transkripsi:

BAB IV ANALISIS DATA 1. Analisis data tentangproses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dalam mengatasi Dampak sikap remaja yang suka mencuri di dusun Dadirejo desa Ngrimbi kecamaatan Bareng kabupaten Jombang. Dalam proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam yang telah dilakukan oleh konselor dalam mengatasi dampak sikap remaja yang suka mencuri ini menggunakan langkah-langkah yaitu: identifikasi masalah, diagnosa, prognosa, langkah terapi, dan evaluasi/follow up. Analisa tersebut menggunakan analisis diskriptif komparatif sehingga peneliti membandingkan data teori dan data yang terjadi dilapangan Tabel 4.1. Analisa diskriptif komparatif antara teori dan data lapangan tentang proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam No Teori Bimbingan dan Konseling Islam 1 Identifikasi kasus: langkah ini dimaksudkan untuk mengenal kasus beserta gejalagejala yang nampak, dalam langkah ini pembimbing mencatat kasuskasus yang perlu mendapat bimbingan dan memilih kasus mana yang akan mendapatkan bantuan terlebiih dahulu 2 Diagnosa: langkah diagnosa yaitu langkah untuk menetapkan masalah yang dihadapi klien. Memahami kasus beserta latar belakangnya, dalam langkah ini kegiatan yang dilakukan Data di lapangan Identifikasi kasus: konselor mengumpulkan data yang diperoleh dari sumber data mulai dari klien dan orang tua klien yaitu ibunya, hasil yang diperoleh dari observasi menunjukkan bahwa klien mengalami sebuah prilaku menyimpang yakni dia suka mencuri Diagnosa: melihat dari hasil identifikasi masalah maka dapat disimpulkan permasalahan yang dihadapi klien adalah penyimpangan prilaku yang berbentuk tindakan pencurian yang dialami oleh marwan. Dimana klien telah

ialah mengumpulkan data dengan mengadakan studi kasus dengan menggunakan berbagai tehnik pengumpulan data, kemudian ditetapkan masalah yang dihadapi serta latar belakangnya. 3 Prognosa : langkah prognosa ini untuk menetapkan jenis bantuan atau terapi apa yang akan dilaksanakan untuk membimbing kasus, ditetapkan berdasarkan kesimpulan dalam langkah diagnosa 4 Treatment/ terapi: langkah terapi yaitu langkah pelaksanaan bantuan atau bimbingan adapun terapi yang digunakan adalah Bimbingan dan Konseling Islam berulang kali melakukan tindakan pencurian sampai pada akhirnya dia ketahuan oleh warga, penyebab dia mencuri karena pengaruh dari teman-teman dan juga untuk memenuhi kebutuhan nya membeli rokok, setelah kejadian itu klien merasa malu akan perbuatannya tersebut dan merasa bersalah serta takut tidak diterima untuk kembali hidup dalam bermasyarakat, sehingga menimbulkan gejala a) Suka menyendiri dan menjadi pendiam. b) Dibebani dengan rasa bersalah. c) Jarang keluar rumah karena merasa malu dengan perbuatannya. d) Merasa minder dan takut tidak diterima untuk kembali kemasyarakat. Prognosa: pada langkah ini konselor memberikan bantuan atau terapi pada klien berupa Bimbingan Konseling Islam, karena bertumpu pada rohaniah atau mental spiritual dalam hidupa klien, agar klien mampu untuk mengembalikan rasa percaya diri dan benar-benar bertaubat untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi, serta lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Treatment/ terapi: langkah terapi konseling yang diberikan kepada klien dengan: 1) Memberikan pengertian kepda klien bahwa Allah SWT maha pengampun, karena Dia akan mengampuni segala dosa yang telah diperbuat hamba Nya jika ia benar-benar mau bertaubat. 2) Tawakkal untuk menerima dengan sabar terhadap kejadian yang sudah ia alami. Memberikan pengertian bahwa semua masalah yang terjadi pada klien adalah ujian dari Allah SWT. 3) Meningkatkan keimanan, yaitu dengan cara lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melaui peningkatan sholat lima waktu, dan juga menjalankan sholat sunnah, lebih rajin lagi dalam menjalankan ibadah, serta mempebanyak banyak amalan-amalan baik, seperti istighfar, dzikir, sholawat, supaya

5 Langkah evaluasi dan follow up: Langkah ini dimaksudkan untuk menilai atau mengetahui sejauh mana keberhasilan terapi yang telah dilakukan. Dalam langkah ini, untuk melihat perkembangan selanjutnya membutuhkan angka waktu yang lebih lama sehingga dapat dievaluasikan apakah efektif atau tidaknya penerapan Bimbingan dan Konseling Islam. membuat hati semakin tenang. 4) Memberikan motivasi dan Menumbuhkan rasa percaya diri klien, dimana sejak kejadian itu klien menjadi anak yang pendiam dan kurang percaya diri, serta menganggap tidak diterima di masyarakat. Disini peran konselor adalah menumbuhkan rasa percaya diri klien, serta meyakinkan klien untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali serta berahlak mulia agar dapat hidup dengan tenang di dalam keluarga maupun ditengah masyarakat dengan cara lebih berusaha berbuat baik dan bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui lebih giat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh remaja setempat agar klien bisa terbiasa untuk kembali kemasyarakat tanpa adanya rasa takut dan minder lagi. Langkah evaluasi dan follow up: Langkah ini konselor melakukan pengamatan dan memperhatikan perubahan prilaku klien. Dan setelah mengadakan pengamatan, ternyata terjadi perubahan pada diri klien kearah yang lebih baik. Beberapa hari terakhir ini klien terlihat tidak murung, dia juga sudah tidak mengurung diri di rumah dan terlihat sering main dengan teman-temannya yang seumuran, selain itu dia telah berusaha untuk meyakinkan masyarakat bahwa dia benarbenar menyesal dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi, dengan menjadi anak yang baik dan taat pada orang tua, selain itu dia juga berusaha untuk menghilangkan kebiasaan merokok, karena dia sadar bahwa merokok banyak menyebabkan kemadhorotan bagi kesehatannya, dalam segi ibadah juga sangat mengalami peningkatan, ia terlihat sering sholat berjama ah dan selalu mengikuti pengajian Al-Qur an selepas sholat maghrib, dan ia juga sekarang aktif ikut kegiatan yang di adakan oleh REMAS (remaja masjid), yakni diba an, istighosah dan kegiatan banjari.

Berdasarkan tabel diatas bahwa analisis proses bimbingan dan konseling islam yang dilakukan oleh konselor dengan langkah-langkah konseling yang meliputi tahap identifikasi masalah, diagnosa, prognosa, terapi dan evaluasi/ follow up. Dalam penjelasan teori pada tahap idetifikasi masalah yakni langkah yang digunakan untuk mengumpulkandata dari berbagai sumber yang berfungsi untuk mengenal kasus beserta gejala-gejala yang nampak pada klien.melihat gejala yang ada dilapangan, konselor disini menetapkan bahwa masalah yang dihadapi klien adalah adalah penyimpangan prilaku yang berbentuk tindakan pencurian yang dialami oleh marwan. Dimana klien telah berulang kali melakukan tindakan pencurian sampai pada akhirnya dia ketahuan oleh warga, penyebab dia mencuri karena pengaruh dari teman-teman dan juga untuk memenuhi kebutuhan nya membeli rokok, setelah kejadian itu klien merasa malu akan perbuatannya tersebut dan merasa bersalah serta takut tidak diterima untuk kembali hidup dalam bermasyarakat, pemberian terapi ini maksudkan agar klien benar-benar bertaubat serta kembali menjadi anak yang baik, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan merasa nyaman untuk kembali hidup berdampingan dengan masyarakat, tanpa di bebani dengan perasaan malu dan bersalah, sedangkan fakta yang ada dilapangan bahwa klien kini telah benar-benar ingin bertaubat dan berusaha untuk kembali hidup berdampingan dengan masyarakat. Jadi dengan berdasarkan perbandingan antara data dari teori dan data lapangan pada saat proses Bimbingan konseling ini, diperoleh

kesesuaian dan persamaan yang mengarah pada proses Bimbingan dan Konseling Islam, meskipun tidak semua tapi sebagaian besar memeng sudah sesuai. 2. Analisis data tentang hasil akhir proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam dalam mengatasi dampak sikap remaja yang suka mencuri. Untuk lebih jelas analisis data tentang hasil akhir proses pelaksanaan Bimbingan dan Konseling Islam yang dilakukan dari awal konseling hingga tahap-tahap akhir proses konseling, apakah ada perubahan pada diri klien antara sebelum dan sesudah dilaksanakan Bimbingan dan Konseling Islam dapat digambarkan pada tabel dibawah ini: Tabel 4.2. Analisis Keberhasilan Proses Konseling Islam No Sebelum Konseling Sesudah Konseling Kondisi klien Ya tidak Kondisi klien Ya Tidak Kadangkadang 1. Suka menyendiri Suka menyendiri dan jadi pendiam dan jadi pendiam 2. Perasaan bersalah Perasaan bersalah 3. Jarang keluar rumah karena malu Jarang keluar rumah karena malu 4. Merasa minder Merasa minder Pembuktian dari perubahan sikap ataupun kepribadia klien dijelaskan pada tabel di atas yang dapat dilihat setelah dilaksanakannya konseling islam pada kondisi awal.

Untuk melihat tingkat keberhasilan dan kegagalan konseling tersebut, peneliti berpedoman pada prosentase perubahan perilaku dengan standart uji sebagai berikut: a. >75% atau 75% sampai dengan 100% (dikategorikan berhasil) b. 60% sampai dengan 75% (dikategorikan cukup berhasil c. <60% (dikategorikan kurang berhasil) Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa setelah mendapatkan Bimbingan dan Konseling Islam tersebut terjadi perubahan sikap dan pola pandang pada klien. Di mana yang sudah tidak nampak atau dirasakan ada 3 point, yang kadang-kadang nampak atau dirasakan ada 1 point. yang dapat ditulis sebagai berikut : 1. Gejala yang tidak dilakukan = 3 3 /4x 100 % =75% 2. Gejala yang kadang-kadang dilakukan = 1 1/4 x 100 % = 25% 3. Gejala yang masih dilakukan = 0 0/4 x 100 % = 0 % Berdasarkan prosentase dari hasil di atas dapat diketahui bahwa hasil proses Bimbingan dan Konseling Islam dalam mengatasi dampak sikap remaja yang suka mencuri di dusun dadirejo desa ngrimbi kecamatan bareng kabupaten jombang dikategorikan cukup berhasil. Hal ini sesuai dengan nilai skor 75 % yang tegolong dalam kategori 60 % - 75%. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam pemberian konseling islam yang dilakukan konselor dapat dikatakan cukup berhasil karena pada awalnya ada 4 gejala yang dialami klien sebelum proses konseling akan

tetapi sesudah proses konseling 3 gejala itu tidak lagi dilakukan oleh klien dan satu gejala yang kadang-kadang masih dilakukan oleh klien.