BAB I PENDAHULUAN. LP2KD Pemprov. Kaltara, 2017

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

LAMPIRAN PERATURAN WALIKOTA SURAKARTA NOMOR 2-H TAHUN 2013 TENTANG STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAERAH KOTA SURAKARTA BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI DEMAK NOMOR 50 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN BERBASIS KEWILAYAHAN DI KABUPATEN DEMAK

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Kalimantan Utara Latar Belakang Penyusunan Kebijakan Umum APBD

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Acuan Kebijakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEBUMEN,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARAWANG NOMOR : 2 TAHUN 2014

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2015 BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN 2014 BAB I PENDAHULUAN

BAB I P E N D A H U L U A N

PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENGUATAN PERAN TKPK

BAB IV KELEMBAGAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

LAMPIRAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR NOMOR : 10 TAHUN 2017 TANGGAL : 20 November 2017 BAB I PENDAHULUAN

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2017 BAB I PENDAHULUAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun I 1

KEPALA DESA SEMPU KABUPATEN BANYUWANGI PERATURAN DESA SEMPU NOMOR : 4 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA TAHUN 2016

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR LAMPIRAN NOMOR : 40 TAHUN 2012 LAMPIRAN TANGGAL : 30 MEI 2012

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bekasi Tahun Revisi BAB I PENDAHULUAN

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2013

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI GORONTALO

Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Grafik Daftar Tabel

1.1. Latar Belakang. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Mandailing Natal Tahun I - 1

: 1. Pasal 18 ayat (6) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; 2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Kalimantan Utara Latar Belakang

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Kota Jambi RPJMD KOTA JAMBI TAHUN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG TAHUN

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pemerintah Daerah Provinsi berkewajiban menyusun perencanaan

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU UTARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

BAB I P E N D A H U L U A N

PENGUATAN PERAN TKPK PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM TUGAS PENGENDALIAN PROGRAM. Rapat Koordiansi TKPK Provinsi Jawa Timur

PEMERINTAH PROVINSI MALUKU

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. perencanaan pembangunan nasional yang bertujuan untuk mendukung

PERATURAN BUPATI SRAGEN NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAYANAN TERPADU PENANGGULANGAN KEMISKINAN KABUPATEN SRAGEN

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

PEMERINTAH KOTA KEDIRI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I P E N D A H U L U A N

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 5 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KENDAL TAHUN

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memberi peluang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Bab I PENDAHULUAN. Rencana Kerja Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung Tahun Latar Belakang. B a b I P e n d a h u l u a n 1

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2005 TENTANG

S A L I N A N PERATURAN BUPATI PEKALONGAN NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2015

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PEREMPUAN

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULELENG NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) KABUPATEN BULELENG TAHUN

Pemerintah Kabupaten Wakatobi

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 2 TAHUN 2014

DESA MENATA KOTA DALAM SEBUAH KAWASAN STRATEGI PEMBANGUNAN ROKAN HULU.

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

BAB I PENDAHULUAN RENSTRA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KAB. KEPULAUAN ANAMBAS TAHUN

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) RKPD KABUPATEN BERAU TAHUN 2013 BAB I - 1

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR BALI TANGGAL 25 MEI 2015 NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) PROVINSI BALI TAHUN 2016

BAB I PENDAHULUAN. RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun I Latar Belakang

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

KATA PENGANTAR. Salah satu dari keempat NSPK yang diterbitkan dalam bentuk pedoman ini adalah Pedoman Pelaksanaan Perlindungan Anak.

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PERLINDUNGAN ANAK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PEMERINTAH KABUPATEN KOTABARU

SURAKARTA KOTA BUDAYA, MANDIRI, MAJU, DAN SEJAHTERA.

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penanganan masalah kemiskinan merupakan tanggung jawab pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) serta seluruh pemangku kepentingan yang akan berdayaguna secara efektif jika penanganannya dilakukan lintas sektor dan menjadi tanggungjawab multipihak, serta terkoordinasi dengan baik, sehingga ada sinergi dalam pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan. Mekarnya Provinsi Kalimantan Utara dari Provinsi Kalimantan Timur (provinsi induk) sesuai Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara, disebabkan kemiskinan, rendahnya pelayanan publik, keterisolasian dan ketertinggalan di segala bidang pembangunan. Untuk diketahui provinsi ini sejak dahulu hingga kini dikenal sebagai provinsi yang kaya sumberdaya alam namun belum optimal pemanfaatannya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya untuk fakir miskin. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dipimpin oleh DR. H. Irianto Lambrie selaku gubernur definitif pertama dan H. Udin Hianggio, B.Sc selaku wakil gubernur definitif pertama, yang dilantik oleh Presiden RI H. Joko Widodo di Istana Negera Jakarta 26 Februari 2016 untuk masa bakti tahun 2016-2021, menetapkan Visi Berpadu dalam Kemajemukan untuk Mewujudkan Kalimantan Utara 2020 yang Mandiri, Aman, dan Damai, dengan Didukung Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa sebagaimana termaktub didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021. Memasuki tahun pertama pelaksanaan RPJMD tersebut, dipandang perlu melakukan perubahan RPJMD. Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah sebagai salah satu amanat pelaksanaan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, maka seluruh pemerintah daerah wajib melakukan penyesuaian perangkat daerahnya. Perubahan perangkat daerah harus diikuti dengan penyesuaian perencanaan dan penganggaran. Amanat ini direspon oleh Provinsi Kalimantan Utara dengan menetapkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Utara Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. 1

Di dalam draf akhir Perubahan RPJMD tersebut, kemiskinan dijadikan isu kelima dari sembilan isu strategis provinsi. Adapun bunyi isu kelima dimaksud yaitu kesenjangan wilayah dan ketidakmerataan ruang kegiatan ekonomi berpotensi mengakibatkan kemiskinan dan pengangguran. Untuk diketahui substansi percepatan peningkatan kesejahteraan lebih diprioritaskan dibanding dokumen RPJMD sebelum perubahan. Hal ini terlihat program dan kegiatan diikuti persentase alokasi anggaran untuk kepentingan masyarakat lebih meningkat dibanding sebelumnya, lebih focus, sederhana, fleksibel dan rasional untuk dilaksanakan seluruh pemangku kepentingan khususnya pemerintah provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara bersama lima Pemerintah Kabupaten/Kota se-kalimantan Utara serta stakeholder lainnya beserta masyarakat Kalimantan Utara merencanakan bersama melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) untuk merealisasilan dokumen Perubahan RPJMD dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2016-2021, melalui pelaksanaan penyusunan dokumen Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA), Rencana Kerja (Renja) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah mengakomodir secara terarah, terukur, terintegrasi dan komprehensif untuk menanggulangi kemiskinan didaerah. Ketepatan kemanfaatan hasil pembangunan didaerah jauh lebih penting untuk diketahui dan dirasakan langsung untuk berbagai pihak, terlebih fakir miskin di daerah agar kesejahteraan mereka terus membaik. Apabila mereka belum sejahtera, maka perlu upaya keras dan lebih focus lagi untuk mengatasinya. Diantaranya, perlu melakukan review baik terhadap regulasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantuan, evaluasi, kebijakan, program dan kegiatan. Apabila hal ini dilaksanakan secara konsisten dan terintegrasi dapat dipastikan relevansi dan efektifitas pembangunan bermanfaat. Sehubungan pencapaian Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara untuk menanggulangi kemiskinan didaerah sebagai implementasi memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan pada Bab V Pasal 20, menyatakan bahwa Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten/Kota melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Bupati/Walikota dan TKPK Provinsi, kemudian TKPK Provinsi melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Gubernur dan Tim Nasional, dan kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2010, Pasal 9 dan Pasal 11 tentang Laporan Pelaksanaan Penanggulangan 2

Kemiskinan di Daerah (LP2KD) paling sedikit disampaikan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun. Pada prinsipnya kedua laporan ini pada dasarnya sama baik isi maupun sistematikanya, hanya saja jika TKPK membuat 2 laporan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di daerah, maka laporan yang pertama berupa Laporan Kinerja TKPK dan laporan akhir tahunnya berupa LP2KD, sehingga LP2KD diharapkan sebagai laporan lengkap yang mencakup pelaksanaan penanggulangan kemiskinan daerah selama 1 (satu) tahun, dan isinya termasuk memuat laporan-laporan kinerja yang sudah dibuat sebelumnya pada tahun yang sama. Oleh sebab itu, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalimantan sesuai Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.208/ tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran, berkewajiban untuk menyusun Laporan Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Dearah (LP2KD) Semester II (dua) Tahun, yang merupakan penyempurnaan LP2KD Semester I (satu) Tahun yang dirilis pada bulan Juni yang lalu. 1.2. Maksud dan Tujuan 1. Maksud a) untuk melihat pelaksanaan dan capaian secara sebagian dan atau keseluruhan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara periode 2013 s/d Maret. b) mengevaluasi anggaran periode 2016 s/d per Oktober Provinsi Kalimantan Utara terkait relevansi dan efektivitasnya dalam mengatasi kemiskinan yang multi dimensional di daerah ini, dan melihat kinerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalimantan Utara. c) untuk memperbaiki pelaksanaan program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan pada tahun-tahun berikutnya. 2. Tujuan: a) Mendiskripsikan kondisi kemiskinan dan menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Utara; b) Menjelaskan target pencapaian penurunan angka kemiskinan periode 2013 s/d Maret di Provinsi Kalimantan Utara; dan 3

c) Menjelaskan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui penetapan arah kebijakan, program dan kegiatan secara komprehensif yang pelaksanaan aksinya melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di Provinsi Kalimantan Utara. 1.3. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 229); 3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2049 Nomor 12,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967); 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038); 5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RencanaPembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4700): 6. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Covenant On Economic, Social and Cultural Rights (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 118,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4557); 7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pengesahan International Convenant On Civil and Politic Right (Konvenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik) (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun 2005 Nomor 119, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4558); 8. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4421); 9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia 4

Tahun 2004 Nomor 126,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 10. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286); 11. Peraturan Pemerintah 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara RI Tahun2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4737); 12. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988, tentang Koordinasi Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1988 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3373); 13. Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan; 14. Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional Tahun 2010; 15. Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan; 16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2010 tentang Pedoman Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi dan Kabupaten/Kota; 17. Keputusan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.208/ tentang Pembentukan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran. 1.4. Sistematika Penulisan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan 1.3. Landasan Hukum 1.4. Sistematika Penulisan BAB II PROFIL KEMISKINAN DAERAH 2.1. Kondisi Umum Daerah 2.2. Kondisi Kemiskinan Multidimensi 5

2.2.1. Dimensi Ekonomi 2.2.2. Dimensi Pendidikan 2.2.3. Dimensi Kesehatan 2.2.4. Dimensi Perumahan dan Lingkungan 2.2.5. Dimensi Listrik dan Air Bersih 2.2.6. Dimensi Ketenagakerjaan 2.2.7. Dimensi Pertanian 2.2.8. Dimensi Perkebunan 2.2.9. Dimensi Peternakan 2.2.10. Dimensi Kehutanan 2.2.11. Dimensi Perikanan 2.2.12. Dimensi Inflasi BAB III KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN 3.1. Regulasi Daerah tentang Penanggulangan Kemiskinan 3.2. Program dan Kegiatan Penanggulangan Kemiskinan 3.3. Evaluasi APBD untuk Penanggulangan Kemiskinan 3.2.1. Analisis Pendapatan Daerah 3.2.2. Analisis Belanja Daerah untuk Penanggulangan Kemiskinan BAB IV KELEMBAGAAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN 4.1. Kelembagaan TKPK 4.2. Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan 4.3. Pengendalian Penanggulangan Kemiskinan 4.3.1. Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan 4.3.2. Penanganan Pengaduan Masyarakat BAB V PENUTUP 5.1. Kesimpulan 5.2. Rekomendasi 6