PEMASARAN AGRIBISNIS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Steak berasal dari beef steak yang artinya adalah sepotong daging. Daging yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. ke konsumen membentuk suatu jalur yang disebut saluran pemasaran. Distribusi

TATA NIAGA SALAK PONDOH (Salacca edulis reinw) DI KECAMATAN PAGEDONGAN BANJARNEGARA ABSTRAK

III. METODE PENELITIAN

BAB II LANDASAN TEORITIS. Pengertian pasar telah banyak didefinisikan oleh ahli-ahli ekonomi. Pasar

BAB II BAHAN RUJUKAN. Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh

RESEARCH. Ricky Herdiyansyah SP, MSc. Ricky Sp., MSi/Pemasaran Agribisnis. rikky Herdiyansyah SP., MSi. Dasar-dasar Bisnis DIII

BAB I PENDAHULUAN. produknya. Promosi yang merupakan langkah dari perusahaan dalam

PERDAGANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2015

MANAJEMEN AGRIBISNIS


BAB 4 Marketing Mix Strategy

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. barangnya ke pemakai akhir. Perusahaan biasanya bekerja sama dengan perantara untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Lanjutan Pemasaran Hasil Pertanian

Bab I Pendahuluan BAB I PENDAHULUAN. dunia usaha ke persaingan yang sangat ketat untuk memperebutkan

BAHAN AJAR Jurusan : Administrasi Bisnis Konsentrasi : Mata Kuliah : Pengantar Bisnis

BAB II BAHAN RUJUKAN

BAB III MATERI DAN METODE

BAB III KERANGKA PEMIKIRAN. individu dan kelompok dalam mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan

TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II KAJIAN PUSTAKA

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. Tanaman hortikultura meliputi tanaman sayuran, buah-buahan, dan tanaman

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Sumber:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGANTAR BISNIS MINGGU KE-6. Pemasaran. Disusun oleh: Nur Azifah., SE., M.Si

I. PENDAHULUAN. Persentase Produk Domestik Bruto Pertanian (%) * 2009** Lapangan Usaha

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Tidak ada satupun perusahaan yang akan mampu bertahan lama bila

Berikut ini pengertian dari bauran pemasaran (Marketing Mix) menuru para

PERKEMBANGAN KOMODITAS STRATEGIS 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

VII ANALISIS STRUKTUR, PERILAKU DAN KERAGAAN PASAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. produk akhir ayam ras (Sudaryani dan Santoso, 2002). Ayam petelur dibagi

BAB IV METODE PENELITIAN

2.2 Bauran Pemasaran Laksana (2008:17) menyatakan bahwa bauran pemasaran (marketing mix) yaitu alat pemasaran yang digunakan untuk mencapai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

TINJAUAN PUSTAKA. berupa daging, disamping hasil ikutan lainnya berupa pupuk kandang, kulit, dan

BAB 1 PENDAHULUAN. dirasakan semakin berkembang. Hal tersebut terjadi seiring dengan pengaruh

II. TINJAUAN PUSTAKA. Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan

melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam

Strategi Promotion (Promosi)

II. TINJAUAN PUSTAKA

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Pasar Hewan Desa Suka Kecamatan. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang bersifat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Secara umum pemasaran adalah proses aliran barang yang terjadi di dalam pasar.

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari

PEMETAAN STRUKTUR PASAR DAN POLA DISTRIBUSI KOMODITAS STRATEGIS PENYUMBANG INFLASI DAERAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. senang menggunakan pakaian yang bermotif batik baik digunakan saat santai, kuliah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Saluran dan Marjin Pemasaran cabai merah (Capsicum annum L)

II. TINJAUAN PUSTAKA. komoditas pertanian tersebut karena belum berjalan secara efisien. Suatu sistem

Kebutuhan. Keinginan. Pasar. Hubungan. Permintaan. Transaksi. Produk. Nilai & Kepuasan. Pertukaran

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Tahun (juta orang)

ACARA 4. ASPEK PEMASARAN

BAB I PENDAHULUAN. berpenampilan seadanya melainkan mulai bergeser menjadi kebutuhan fashion,

HUBUNGAN SALURAN TATANIAGA DENGAN EFISIENSI TATANIAGA CABAI MERAH

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. perkembangannya di dunia termasuk di Indonesia. Ini disebabkan kebutuhan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PANDUAN PRAKTIKUM ILMU USAHATANI SEMESTER IV TAHUN AKADEMIK Oleh : 1. Ir. EKO PRIYANTO, MP. 2. DR. Ir. ENDANG YEKTININGSIH, MP.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Dalam perkembangan dunia usaha yang sangat kompetitif menuntut perusahaan

UKDW BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Dalam kondisi persaingan dunia bisnis yang semakin ketat

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam mengambil sampel responden dalam penelitian ini

III. KERANGKA PEMIKIRAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN. Tabel 1. Perkembangan PDB Hortikultura Atas Dasar Harga Berlaku di Indonesia Tahun Kelompok

BAB II LANDASAN TEORI Pengertian Pemasaran

PERENCANAAN PEMASARAN Fakultas TEKNIK

BAB I PENDAHULUAN. positif pada perkembangan sektor perdagangan. Kondisi tersebut sejalan dengan

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. dimana para pengusaha tentu berusaha secara maksimal untuk dapat memenuhi

II. LANDASAN TEORI. Berikut adalah beberapa definisi asuransi menurut beberapa sumber :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di era perkembangan zaman seperti ini telah terjadi perkembangan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. henti-hentinya bagi perusahaan-perusahaan yang berperan di dalamnya. Banyaknya

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. sekarang ini antar perusahaan bersaing ketat memperebutkan perhatian konsumen

KEWIRAUSAHAAN III. Power Point ini membahas mata kuliah Kewirausahaan III ENDANG SUPARMAN SKOM,MM. Modul ke: Arissetyanto. Fakultas SISTIM INFORMASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan masyarakat

IV. METODE PENELITIAN

I. PENDAHULUAN. Tabel 1. Sebaran Struktur PDB Indonesia Menurut Lapangan Usahanya Tahun

I. PENDAHULUAN. Perekonomian Indonesia saat ini mengalami kemunduran dibandingkan dengan

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

I. PENDAHULUAN. Sektor pertanian di Indonesia masih memegang peranan penting dari keseluruhan

Transkripsi:

PANDUAN PRAKTIKUM PEMASARAN AGRIBISNIS SEMESTER IV TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Oleh : 1. Ir. Setyo Parsudi, M.P. 2. Dr. Ir. Sudiyarto, MM. 3. Liana Fatma Leslie Pratiwi, S.P., M.Sc. PROGRAM STUDI AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN JAWA TIMUR SURABAYA 2018

TATA TERTIB PRAKTIKUM PEMASARAN AGRIBISNIS 1. Seluruh rangkaian acara kegiatan praktikum wajib diikuti oleh semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah PEMASARAN AGRIBISNIS. 2. Bagi mahasiswa yang mengulang kuliah diwajibkan mengikuti seluruh acara praktikum termasuk kunjungan ke industri (Praktikum Lapangan). 3. Demi kelancaran pelaksanaan praktikum, praktikan diwajibkan datang 10 menit sebelum praktikum dimulai. 4. Apabila tidak mengikuti salah satu rangkaian acara praktikum maka harus membuat surat izin yang diserahkan kepada asisten dan WAJIB mengikuti acara susulan pada golongan lain yang sedang melaksanakan materi yang ditinggalkan. Khusus untuk praktikum lapangan praktikan WAJIB mengikutinya. Bagi yang tidak mengikuti akan mendapatkan nilai E. 5. Pembuatan laporan diberikan waktu 1 minggu setelah acara praktikum. Keterlambatan pengumpulan laporan hingga batas waktu yang ditentukan akan mendapatkan pengurangan nilai. 6. Berpakaian rapi dan sopan, menggunakan baju berkerah dan sepatu tertutup dalam mengikuti semua acara praktikum. 7. Dilarang merokok, berbuat tidak sopan, membuat gaduh, dan melakukan hal-hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan praktikum. 8. Menghormati dan berlaku sopan terhadap sesama praktikan, asisten, dan Dosen. 9. Asisten dan Dosen berhak menegur, memperingatkan, dan memberi sanksi kepada praktikan yang dianggap menggangu pelaksanaan praktikum. 10. Ketentuan lain yang belum tercantum akan diberitahukan kemudian. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 2

KATA PENGANTAR Dalam mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT maka telah diselesaikan penyusunan modul praktikum Pemasaran Agirbisnis. Modul praktikum ini disusun untuk membantu mahasiswa dalam melaksanakan praktikum untuk mata kuliah Pemasaran Agribisnis pada semester IV program studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa timur. Penulis sepenuhnya menyadari bahwa untuk menuju sempurnanya modul ini masih banyak kekurangan. Dengan demikian kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi pengembangan modul praktikum ini. Surabaya, 22 Februari 2018 Tim Penulis Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 3

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... 1 TATA TERTIB... 2 KATA PENGANTAR... 3 DAFTAR ISI... 4 ACARA I IDENTIFIKASI POLA HARGA PRODUK HASIL PERTANIAN... 5 ACARA II & III PRODUK, HARGA DAN PASAR... 3 ACARA IV & V BAURAN PROMOSI (PROMOTIONAL MIX)... 11 ACARA VI & VII SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN... 14 ACARA VI & VII STRATEGI PEMASARAN KOMPETITIF... 20 ACARA IX & X PRAKTIKUM LAPANG DI PERUSAHAAN AGRIBISNIS 21 DAFTAR PUSTAKA... 23 Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 4

ACARA I IDENTIFIKASI POLA HARGA PRODUK HASIL PERTANIAN A. Latar Belakang Pemasaran hasil pertanian berbeda dengan hasil industri karena hasil pertanian pada umumnya mempunyai sifat-sifat yang memiliki karakterikstik antara lain yaitu: 1. Musiman, yang berarti tidak dapat dihasilkan sepanjang waktu. Sifat ini menyebabkan tidak dapat terpenuhinya keinginan dan kebutuhan konsumen yang umumnya menghendaki ketersediaan hasil pertanian pertanian secara berkesinambungan (kontinyu) dan dalam bentuk segar sepanjang tahun. Selain itu, sifat ini menyebabkan fluktuasi harga hasil pertanian yang relatif tinggi dibandingkan dengan hasil industri. Apabila pada musim panen, maka harga akan turun dan kemudian pada musim paceklik atau tidak/ belum panen maka harga akan cenderung naik. Untuk itu maka pemasaran hasil pertanian harus meliputi kegiatan penyimpanan dan pengolahan agar dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan penyimpanan tersebut selain dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang kontinyu dapat pula digunakan untuk memperkecil fluktuasi harga antar musim tersebut. 2. Mudah rusak/busuk, yang berarti harus segera dikonsumsi dan diolah menjadi bentuk lain seperti buah dalam kaleng, dan sebagainya untuk mengurangi resiko. Selain itu karena umumnya jarak antar produsen di pedesaan dan konsumen di daerah perkotaan sangat jauh maka diperlukan kegiatan pengangkutan yang cepat dan cermat agar tidak terjadi kerusakan atau busuk dalam perjalanan. Untuk menghindari busuk dalam perjalanan maka diperlukan cara pengemasan (packing) yang dapat mengurangi benturan atau tekanan antar barang atau sering pula pengiriman dilakukan dengan perhitungan tingkat kemasakan hasil. Semakin jauh jarak yang akan ditempuh maka akan semakin rendah tingkat kemasakan hasil sehingga ketika sampai di tempat tujuan pengiriman akan diperoleh buah yang relatif masih segar dan tingkat kebusukan/susut di jalan dapat dikurangi. Dewasa ini tidak jarang pula pengiriman hasil pertanian dilakukan melalui angkutan udara, terutama untuk Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 5

buah dan sayur. 3. Rowa atau memerlukan tempat yang lebih luas dan bahkan sering tidak sesuai dengan nilai dari barang itu sendiri. Misalkan dengan uang Rp 15.000,- jika dibelikan barang hasil industri akan diperoleh barang yang cukup dimasukkan ke dalam saku pakaian maka dengan uang tersebut jika dibelikan hasil pertanian seperti sayuran akan diperoleh barang sebanyak satu karung. Sifat demikian ini menyebabkan tingginya ongkos penyimpanan dan pengangkutan. 4. Produsen letaknya tersebar dan jumlah produksi dari setiap produsen relatif sedikit sehingga sering mengakibatkan kurang efisiennya pemasaran yang dilakukan oleh produsen secara individu. Untuk itu sering pemasaran hasil pertanian dilakukan secara bersama-sama (kolektif) yaitu dengan kegiatan pengumpulan terlebih dahulu, baik oleh pedagang pengumpul maupun koperasi/kud. 5. Harga hasil pertanian umumnya sangat berfluktuasi sebagai akibat dari sifatnya yang musiman bahkan tahunan. Misalnya seperti tanaman bahan pangan, buah-buahan, perikanan dan hasil tanaman keras (perkebunan dan kehutanan) lainnya. Sifat hasil pertanian yang musiman atau bahkan tahunan itu akan mempengaruhi pola harga hasil pertanian dan pemasarannya. Sifat musiman tersebut dapat disebabkan oleh produksi dan permintaan. Musiman dalam hal produksi sering diakibatkan dari iklim dan lingkungan sedangkan musiman dalam permintaan disebabkan misalnya ada hari besar, liburan, dan lain-lain. Secara teori pola harga hasil pertanian dapat digambarkan seperti grafik berikut Gambar 1. Pola Harga Musiman Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 6

Dari gambar tersebut tampak bahwa pada saat paceklik atau tidak ada panen maka harga hasil akan meningkat, namun pada saat mulai ada panen maka harga akan turun dan bahkan pada saat panen besar atau panen raya maka harga akan mencapai tingkat yang paling rendah. Fluktuasi musiman semacam ini akan berulang setiap tahunnya. Hal ini akan mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam pelaksanaan pemasaran. Pada umumnya untuk hasil pertanian yang mudah rusak atau busuk seperti sayuran dan buah-buahan maka harus disimpan dalam ruang dingin (cold storage) atau dalam pengangkutannya harus menggunakan ruang dingin pula. Sedangkan untuk hasil pertanian yang dapat disimpan relatif lebih lama seperti beras, jagung, dan lainnya maka diperlukan penyimpanan dengan sistem FIFO (First In First Out) atau barang yang pertama masuk gudang harus diprioritaskan untuk keluar terlebih dahulu untuk mengurangi resiko kerusakan. Contoh: Gambar 2. Pola Harga Musiman Komoditas Cabe B. Tujuan Praktikum Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa: 1. Memahami arti musiman bagi hasil-hasil pertanian. 2. Memahami hubungan musiman dengan harga. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 7

C. Tugas Mahasiswa Soal : Mahasiswa diminta membuat grafik serupa dengan komoditas lain. Tabel 1 Harga Komoditas Pertanian di Beberapa Tingkat Pelaku Pemasaran, Pelaku Bulan Komoditas Pemasaran 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Produsen 30,000 32,000 28,000 20,000 15,000 14,000 15,500 16,000 19,000 17,000 14,000 22,000 Cabai Grosir 36,000 40,000 35,000 27,000 23,000 22,000 25,000 25,500 26,000 25,000 22,000 30,000 Kosumen 41,000 45,700 40,600 33,200 28,800 28,400 29,500 29,800 31,000 30,600 28,000 35,000 Beras Kedelai Bawang Merah Produsen 7,000 7,500 7,500 6,500 6,500 7,000 7,000 7,000 7,000 7,500 7,500 8,000 Grosir 9,000 9,500 9,500 8,000 8,000 9,000 9,000 9,000 9,000 9,500 9,500 9,800 Kosumen 10,500 10,700 10,700 10,000 10,000 10,500 10,500 10,500 10,500 10,700 10,700 11,000 Produsen 6,200 6,200 6,500 6,500 6,800 6,000 6,000 6,200 6,200 6,200 6,500 6,500 Grosir 9,000 9,000 9,300 9,300 9,500 8,500 8,500 9,000 9,000 9,000 9,300 9,400 Kosumen 11,000 11,000 11,500 11,500 12,000 10,400 10,500 11,000 11,000 11,000 11,500 11,800 Produsen 23,000 19,000 25,000 20,000 18,000 17,500 23,000 18,000 17,000 15,500 15,000 16,000 Grosir 29,000 26,000 30,000 27,000 24,000 23,000 29,000 24,000 22,000 19,500 18,000 20,000 Kosumen 37,000 34,000 38,000 35,000 32,000 30,600 37,000 32,600 28,000 25,000 23,300 25,700 Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 8

ACARA II & III PRODUK, HARGA DAN PASAR A. Pendahuluan Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuasakan keinginan atau kebutuhan. Produk mencakup lebih dari sekedar barang berwujud (dapat dideteksi panca indera). Jika didefiniskan secara luas, produk meliputi obyek secara fisik, pelayanan, orang, tempat, organisasi, gagasan atau bauran dari semua wujud penjabaran tersebut. Namun secara umum produk dijabarkan menjadi dua yaitu barang dan jasa. Jasa merupakan segala aktivitas atau manfaat yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak menghasilkan kepemilikan apapun (Kotler & Armstrong, 1997). Harga adalah jumah uang yang ditagihkan untuk suatu produk (barang atau jasa), jumlah nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan barang atau jasa (Kotler & Armstrong, 1997). Produk agribisnis mempunyai harga yang bervariasi antara produk yang satu dengan produk yang lain dimana harga tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Mengetahui macam-macam produk agribisnis dan harga yang ada di pasar sesungguhnya penting bagi mahasiswa yang belajar tentang pemasaran agribisnis. Pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli guna melakukan transaksi ekonomi yaitu untuk menjual atau membeli suatu barang dan jasa. Pengertian pasar tidak merujuk ke sebuah lokasi ataupun tempat tertentu, hal ini karena pasar tidak memiliki batas geografis. Adanya sistem jaringan komunikasi modern dapat meniadakan hambatan atau batasan-batasan geografis, sehingga dapat memungkinkan penjual dan pembeli bertransaksi tanpa saling melihat wajah satu sama lain. B. Tujuan 1. Mahasiswa mengetahui macam-macam produk agribisnis dan pengelompokannya. 2. Mahasiswa mengetahui satuan dan harga dari masing-masing produk agribisnis. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 9

C. Tugas Mahasiswa 1. Mahasiswa mengunjungi pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Kota Surabaya. 2. Mahasiswa mengamati macam-macam produk agribisnis yang dijual di pasar tersebut dan mengelompokkannya dalam beberapa kelompok yaitu; a. kelompok daging dan ikan b. kelompok buah-buahan c. kelompok sayur mayur d. kelompok umbi-umbian e. kelompok biji-bijian f. kelompok bumbu dapur g. kelompok makanan jadi/olahan h. kelompok minuman. i. Kelompok tanaman hias j. Kelompok tanaman obat/ jamu k. dan lain-lain 3. Mahasiswa menanyakan harga satuan dari masing-masing produk dan mencatatnya. 4. Mahasiswa mengamati perilaku penjual dan pembeli dalam memasarkan produknya 5. Mahasiswa mencatat hasil dari pengamatannya di pasar tersebut 6. Mahasiswa menganalisa perbandingan antara harga dari produk serupa yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. 7. Dari hasil pengamatan dan analisa tersebut, mahasiswa menyusun laporan praktikum lalu didiskusikan dan dipresentasikan pada pertemuan selanjutnya di kelas. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 10

ACARA IV & V BAURAN PROMOSI (PROMOTIONAL MIX) A. Pendahuluan Promosi merupakan salah satu variabel dalam bauran pemasaran yang sangat penting dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk (barang dan jasa). Kegiatan promosi bukan saja berfungsi sebagai alat komunikasi antara perusahaan dengan konsumen, melainkan juga sebagai alat untuk mempengaruhi konsumen dalam kegiatan pembelian barang atau penggunaan jasa sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya (Rambat Lupiyoadi, 2006). Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran, artinya aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi/membujuk, dan atau mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono, 2002). Bauran promosi (Promotional Mix) adalah kombinasi strategi yang paling baik dari variabel-variabel periklanan, personal selling, dan alat promosi yang lain, yang kesemuanya direncanakan untuk mencapai tujuan program penjualan (Swastha & Irawan, 2005). Bauran promosi merupakan alat-alat yang digunakan dalam promosi yang terdiri dari Periklanan (Advertising), Promosi Penjualan (Sales Promotion) dan Pemasaran Langsung (Direct Marketing) yang dijabaran sebagai berikut : 1. Periklanan (Advertising) Periklanan (Advertising) adalah salah satu dari kegiatan variasi promosi yang digunakan untuk mengkombinasikan barang atau jasanya dengan pembeli dan masyarakat yang ditargetkan. Periklanan (Advertising) merupakan salah satu alat dari variasi promosi yang populer. Tujuan dari Periklanan (Advertising) yaitu menjual atau meningkatkan penjualan dengan menyampaikan informasi tentang barang atau jasa. 2. Promosi Penjualan (Sales Promotion) Promosi penjualan adalah kumpulan alat-alat intensif yang beragam, sebagian besar berjangka pendek, dirancang untuk mendorong pembelian suatu produk atau jasa cepat dan atau lebih besar oleh konsumen atau pedagang. Kegiatan penjualan yang bersifat jangka pendek dan tidak dilakukan dengan berulang-ulang serta tidak Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 11

rutin yang ditujukan untuk mendorong lebih cepat respon pasar. Tujuan promosi penjualan adalah untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah nasabah. Promosi penjualan dapat dilakukan melalui pemberian diskon, kontes, kupon atau sampel produk. 3. Pemasaran Langsung (Direct Marketing) Pemasaran langsung adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi. Tujuan pemasaran langsung adalah untuk mengkomunikasikan produk atau jasa secara langsung kepada konsumen yang dianggap memiliki potensial yang tinggi. Kegiatan pemasaran langsung ini juga dilaksanakan dengan keterukuran agar jelas usaha mana yang berhasil dan mana usaha yang gagal. Mengetahui jenis jenis promosi yang dilakukan oleh pengelola/perusahaan agribisnis, macam-macam media yang digunakan untuk promosi serta merancang promosi sederhana kiranya penting bagi mahasiswa yang belajar pemasaran agribisnis. B. Tujuan 1. Mahasiswa mengetahui macam-macam promosi yang dilakukan oleh pengelola/perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis. 2. Mahasiswa mengetahui macam-macam media yang digunakan untuk promosi produk-produk agribisnis. 3. Mahasiswa dapat merancang/ membuat model promosi sederhana dibidang agribisnis. C. Tugas Mahasiswa ACARA IV Mahasiswa merancang / membuat alat promosi berupa brosur dari produk agribisnis sesuai selera masing-masing menggunakan kertas HVS ukuran A4 lalu dikumpulkan ke asisten praktikum. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 12

ACARA V 1. Mahasiswa menentukan suatu produk yang sudah ada di pasar dan mencari macam-macam model promosi dari perusahaan untuk produk tersebut yang meliputi Periklanan (Advertising), Promosi Penjualan (Sales Promotion) dan Pemasaran Langsung (Direct Marketing). 2. Kemudian mahasiswa menyusun laporan dan mempresentasikan mengenai produk tersebut dan model promosinya serta menganalisis kefektifan dari setiap model promosi yang perusahaan lakukan. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 13

ACARA IV & VII SALURAN DAN MARGIN PEMASARAN A. Pendahuluan Biaya pemasaran adalah semua ongkos yang dikeluarkan secara langsung dalam pemberian jasa kegiatan tataniaga. Jenis-jenis biaya pemasaran meliputi : biaya pengepakan (packing cost), biaya angkut (transport cost), biaya bongkar muat (handling cost), biaya penyimpanan( storage cost), biaya pengolahan ( processing cost), biaya penyusutan( physical losses) dan biaya lain-lain. Untuk membawa sejumlah komoditi tertentu dari produsen sampai kepada konsumen akhir umumnya melalui beberapa pedagang perantara (middlemen). Saluran yang dilalui tersebut sering disebut sebagai rantai pemasaran dengan masing-masing perantara itu membentuk mata rantai pemasaran. Panjangnya rantai pemasaran itu pada umumnya menyebabkan tingginya marjin pemasaran yang pada akhirnya juga akan membuat harga di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi. Istilah margin pemsaran dihubungkan dengan pemasaran komoditi pertanian, menunjukkan perbedaan harga yang dibayar konsumen akhir dengan harga yang diterima oleh produsen. Pengukuran variabel dalam menilai biaya dan margin pemasaran hasil pertanian, pengukurannya dapat menggunakan Rp/Kg/Kw atau Rp/ton. Hal ini dapat dirumuskan dalam persamaan berikut: Pk = Pp + M... (1) Keterangan: Pk = Harga konsumen Pp = Harga produsen M = Marjin pemasaran Singkatnya marjin pemasaran dapat disebutkan sebagai perbedaan antara harga konsumen dan harga produsen, namun pada dasarnya marjin pemasaran adalah merupakan jumlah dari biaya pemasaran dan keuntungan pedagang perantara yang dapat dirumuskan sebagai berikut: M = Ci + πi Keterangan:.. (2) i = 1, 2, 3,...n Ci = pedagang perantara ke-i Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 14

Yang termasuk biaya pemasaran antara lain adalah ongkos transportasi, sewa gedung, biaya pembungkusan, dan lain-lain. Sedangkan keuntungan padagang perantara tersebut merupakan upah atau nilai jasa, pelayanan (service) dan kemauan menanggung resiko. Contoh: Jika pada suatu rantai pemasaran diketahui bahwa biaya pemasaran dari produsen sampai pedagang perantara (C1) adalah Rp. 3.000,00/unit dan dari pedagang sampai konsumen (C2) adalah Rp. 1,00/unit, sedangkan jasa pedagang adalah Rp. 1,50/unit. Gambarkan rantai pemasaran dan marjin pemasaran? Jawab: P 3.000 M 1.000 K 1.500 Marjin Pemasaran = C1 + C2 + π = 3.000 + 1.000 + 1.500 = 5.500 rupiah B. Tujuan : Praktikum ini bertujuan agar mahasiswa: 1. Mengerti dan memahami arti penting saluran pemasaran. 2. Memahami dan dapat menghitung marjin pemasaran. 3. Memahami penilaian efisiensi sistem pemasaran hasil pertanian 4. Melatih kemampuan dalam melakukan penelitian khususnya mengenai pemasaran hasil pertanian. C. Tugas Mahasiswa ACARA VI Mahasiswa diminta untuk menyelesaikan/ menghitung kasus /soal yang telah disediakan. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 15

Soal : Dalam suatu sistem pemasaran terdapat 7 pedagang perantara (Mi) yang turut memasarkan kentang dari produsen (P) ke konsumen (K). Untuk itu, diketahui biaya pemasaran dan jasa pedagang per kilogram kentang seperti tabel berikut: Tabel 2. Sistem Pemasaran Kentang Melalui Pedagang Perantara No. Jalu C (Rp) π (Rp) 1 r P -------- M1 2.000 1.500 2 P -------- M2 2.500 1.500 3 P -------- M3 3.000 2.000 4 M1 -------- M2 1.000 500 5 M1 -------- M6 4.000 2.500 6 M2 -------- M4 2.000 1.000 7 M2 -------- M5 3.000 500 8 M2 -------- M3 1.000 1.500 9 M4 -------- M5 1.000 500 10 M5 -------- M6 500 1.000 11 M3 -------- M7 3.000 1.500 12 M3 -------- K 4.000-13 M6 -------- M7 1.000 1.000 14 M7 -------- K 500-15 M5 -------- K 2.000 - Pertanyaan : 1. Gambarkan jalur-jalur pemasaran dari P ke K! 2. Pilih dan tunjukkan jalur pemasaran terpendek! 3. Hitung marjin pemasaran untuk masing-masing jalur yang ada dan tentukan marjin pemasaran terendah! Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 16

ACARA VII : 1. Mahasiswa melakukan survei produk hasil pertanian mulai dari produsen sampai konsumen dengan bantuan daftar pertanyaan/ kuesioner. 2. Hasil dari survei dianalisis margin pemasarannya pada masing-masing produk. 3. Membuat laporan dan dipresentasikan di dalam kelas praktikum. Kriteria pemilihan komoditi dan daerah 1. Jenis komoditi Pilihlah jenis komoditi hasil pertanian yang banyak dihasilkan di tempat yang anda mengadakan praktikum, dimana Komoditi terssebut dipasaran melalui pedagang perantara. 2. Kualitas Ambilah kualitas sedang (medium) yang paling banyak dihasilkan dan dikonsumsi atau dijual di daerah yang disurvei. 3. Daerah/lokasi contoh Ambilah daerah yang paling banyak produknya dan tujuan komoditi harus pada konsumen akhir di kota yang dekat dengan tempat produsen 4. Saluran pemasaran Mungkin banyak saluran pemasaran untuk suatu komoditi, tetapi pilihlah saluran pemasaran yang paling banyak memasarkan komoditi tersebut. 5. Musim Jika satu komoditi dihasilkan lebih dari satu musim dalam setahun, pilihlah musim yang paling banyak menghasilkan dan yang paling banyak yang dijual petani. 6. Pedagang perantara Mungkin banyak pedagang perantara dalam memasarkan komoditi tersebut, tetapi pilihlah beberapa pedagang perantara yang paling berpengaruh dalam menyalurkan komoditi tersebut. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 17

Daftar Pertanyaan Praktikum Pemasaran Hasil Pertanian Komoditi : Desa : Kecamatan : Kabupaten : Tanggal wawancara : Pewawancara : No Uraian Σ Barang ( kg/kw/ton) Harga /nilai ( Rp) I Harga jual petani Biaya angkut Biaya bongkar muat Biaya penyimpanan Biaya pengepakan Biaya pengolahan Biaya penyusutan Biayalain-lain (sebutkan) MARGIN KEUNTUNGAN PEDAGANG BESAR II Harga jual petani Biaya angkut Biaya bongkar muat Biaya penyimpanan Biaya pengepakan Biaya pengolahan Biaya penyusutan Biayalain-lain (sebutkan) MARGIN KEUNTUNGAN PEDAGANG KECAMATAN Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 18

III Harga jual petani Biaya angkut Biaya bongkar muat Biaya penyimpanan Biaya pengepakan Biaya pengolahan Biaya penyusutan Biayalain-lain (sebutkan) MARGIN KEUNTUNGAN PEDAGANG KABUPATEN IV Harga jual petani Biaya angkut Biaya bongkar muat Biaya penyimpanan Biaya pengepakan Biaya pengolahan Biaya penyusutan Biayalain-lain (sebutkan) MARGIN KEUNTUNGAN PEDAGANG PENGECER Mengetahui : Asisten Praktikum (....) Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 19

ACARA VIII STRATEGI PEMASARAN KOMPETITIF A. Pendahuluan Menurut konsep pemasaran, perusahaan berhasil dengan cara merancang tawaran yang memenuhi kebutuhan konsumen sasaran lebih baik dibanding tawaran pesaingnya, jadi strategi pemasaran seharusnya tidakhanya memperhatikan kebutuhan konsumen saja, tetapi juga strategi pesaing, Agar dapat menetapkan strategi pemasaran kompetitif yang efektif, perusahaan harus memperoleh semua informasi tentang para pesaingnya, Secara terus menerus perusahaan harus membandingkan produk, harga, saluran distribusi, dan promosinya dengan pesaing-pesaing terdekat. Dengan cara ini perusahaan dapat menemukan bidang-bidang yang berpotensi memiliki keunggulan dan kelemahan kompetitif. Dan mereka dapat meluncurkan serangan yang lebih kuat untuk menghadapi serangan lawan. B. Tujuan 1. Membekali mahasiswa agar lebih paham dalam menghadapi persaingan dan menentukan strategi pemasaran yang tepat. 2. Dari hasil analisis persaingan dan menentukan strategi pemasaran tersebut mahasisiwa dapat mengambil keputusan yang tepat untuk kesuksesen rencana bisnis. C. TugasMahasiswa ; 1. Membuat Kuesioner 2. Survey ke perusahaan (UMKM) 3. Membuat laporan 4. Diskusikan dengan kelompok. Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 20

ACARA IX & X PRAKTIKUM LAPANG DI PERUSAHAAN AGRIBISNIS A. Pendahuluan Praktikum lapang adalah praktikum yang dilakukan oleh mahasiswa peserta praktikum dengan cara pergi ke lapang, dalam hal ini adalah mengunjungi perusahaan agribisnis yang telah ditentukan pada waktu tetrentu. Praktikum lapang diperlukan agar mahasiswa dapat mengetahui secara nyata/sesungguhnya keadaan atau kondisi perusahaan agribisnis terutama yang berkaitan dengan aspek-aspek produksi dan pemasarannya. B. Tujuan 1. Menambah wawasan mahasiswa terhadap suatu perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis. 2. Mahasiswa mengetahui organisasi perusahaan, produksi, proses produksi, dan pemasaran produk yang dilakukan oleh perusahaaan agribisnis tersebut. C. Tugas Mahasiswa 1. Mahasiswa mengunjungi perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis. 2. Mahasiswa melihat dan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan dan strategi pemasaran berupa bauran pemasaran 4 P (Product, Price, Promotion dan Place). 3. Mahasiswa menyusun laporan praktikum, presentasi dan mendiskusikannya. DAFTAR PERTANYAAN UNTUK PERUSAHAAN AGRIBISNIS (ditanyakan pada saat mengunjungi perusahaan). A. ORGANISASI 1. Siapa/bagian apa yang menangani pemasaran produk di perusahaan ini? 2. Bagaimana struktur organisasi dan tugasnya? B. PRODUK. 1. Apa saja macam produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini yang dijual kepasar? Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 21

2. Apa saja merek dan ukuran dari produk tersebut? 3. Bagaimana proses produksi dari produk tersebut? 4. Bagaimana cara menjaga kualitas dari produk tersebut? 5. Strategi apa yang dilakukan terhadap produk agar laku di pasaran? C. HARGA PRODUK 1. Bagaimana cara menetapkan harga dari produk yang dihasilkan perusahaan? 2. Strategi harga apa saja yang dilakukan oleh perusahaan agar produk laku di pasar? 3. Siapa yang menentukan harga produk di perusahaan ini? D. DISTRIBUSI 1. Kemana saja produk yang dihasilkan perusahaan ini dipasarkan? 2. Alat angkut apa saja yang digunakan untuk mendistribusikan produk perusahaan ini? 3. Apa alasan memakai alat angkut tersebut? 4. Saluran distribusi bagaimana yang digunakan untuk mendistribusikan produk mulai dari produsen sampai ke tangan konsumen? 5. Lembaga pemasaran apa saja yang terlibat dalam pemasaran produk tersebut? E. PROMOSI 1. Apabila produk memerlukan promosi, siapa yang melaksanakan promosi? 2. Media apa saja yang digunakan untuk promosi tersebut? 3. Kapan dilakukan promosi dan berapa biaya yang diperlukan untuk promosi tersebut? F. TEMPAT 1. Dimana lokasi tempat produksi dan dan showroom? 2. Bagaimana menentukan pemilihan tempat produksi dan showroom? 3. Keunggulan dan kelemahan dari tempat produksi dan showroom? nb : pertanyaan lain yang berhubungan dengan perusahaan dan strategi pemasaran produknya dapat ditanyakan Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur Page 22