12 Bab 3 Metode Penelitian 3.1. Tahapan Penelitian Metode penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan informasi secara lebih mendalam dan juga untuk memahami fenomena yang ada dilapangan secara spesifik tanpa adanya manipulasi apapun(ali, 1984). Data wawancara yang didapatkan dariresponden akan dideskripsikan sesuai dengan pengetahuan dan pemahaman yang ada. Tahapan penelitian yang dilakukan mengacu pada kerangka The Open Group Architecture Framework (TOGAF) yang merupakan kerangka penelitian untuk melakukan desain, perencanaan, implementasi, dan tatakelola arsitektur sistem informasi dan teknologi informasi (SI/TI) seperti pada Gambar 3.1:
13 Gambar 3.1.Tahapan Penelitian Penjabaran tahapan-tahapan tersebut adalah tahapan studi pustaka, dimana merupakan kegiatan melakukan pendalaman pemahaman dan perencanaan pelaksanaan pengumpulan data terhadap proses bisnis yang ada di PT. Sinar Waluyo. Tahap pengumpulan data menghasilkan data-data terkait dengan PT.
14 Sinar Waluyo Bandar Lampung, antara lain proses bisnis, struktur organisasi, visi dan misi serta sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Tahap analisis & perencanaan strategi sistem informasi yang didalamnya terdapat pengerjaan pembangunan arsitektur dengan menggunakan TOGAF ADM, tahapan yang dilakukan meliputi 5 tahapan yaitu Architecture Vision,Business Architecture, Information System Architecture,Technology Architecture, danopportunities and Solution. Tahapan Preliminary Phase menentukan framework dan ruang lingkup Enterprise Architecture (EA) yang akan dikembangkan serta pendefinisian dari unsur manajemen dimana dibentuk tim arsitektur dan organisasi. Tahapan Architecture Vision menentukan kebutuhan yang dibutuhkan untuk perancangan arsitektur sistem informasi yang meliputi: - Profil organisasi. - Pendefinisian visi dan misi. - Tujuan organisasi. - Sasaran organisasi. - Proses bisnis organisasi. - Unit organisasi. - Kondisi arsitektur saat ini. Tahapan Business Architecture menentukan model bisnis atau aktivitas bisnis yang diinginkan berdasarkan skenario bisnis
15 organisasi. Dalam tahapan ini ada tiga (3) hal yang harus dilakukan, yaitu: (1) Menentukan sudut pandang untuk memperlihatkan bagaimana stakeholder saling berhubungan. (2) Menentukan sumber daya yang relevan, seperti model dan pola yang digunakan. (3) Memilih dan menentukan tools dan metode umum untuk pemodelan seperti Unified Modelling Language (UML) dan Bagan Hirarki Fungsi dapat digunakan untuk membangun model yang diperlukan. Tahapan Information System Architecture menentukan arsitektur data dan arsitektur aplikasi.arsitekur data lebih memfokuskan pada bagaimana data digunakan untuk kebutuhan fungsi bisnis, proses dan layanan.tools yang dapat digunakan yaitu: Activity Diagram dan Class Diagram. Tahapan dalam membuat arsitektur data adalah: (1) Mendefinisikan entitas. (2) Membuat model konseptual relasi entitas. (3) Pada arsitektur aplikasi lebih menekan pada bagaimana kebutuhan aplikasi direncanakan, dengan tahapan: (1) Mendefiniskan aplikasi. (2) Membuat model konseptual proses bisnis berdasarkan aktivitas skenario bisnis dari aplikasi. Tahapan Technology Architecture mendefinisikan teknologi - teknologi utama yang dibutuhkan untuk menyediakan dukungan lingkungan teknologi bagi aplikasi beserta data yang akan dikelola menggunakan teknologi tersebut. Untuk membangun arsitektur teknologi dibutuhkan tahapan sebagai berikut: (1) Mengidentifikasi prinsip-prinsip teknologi dan
16 platform. (2) Mendefinisikan platform dan distribusi teknologi. (3) Merelasikan platform teknologi dengan aplikasi dan fungsi bisnis. (4) Mendistribusikan arsitektur teknologi. Tahapan Opportunities and Solution berisi kegiatan yang dilakukan meliputi: (1) Mengevaluasi dan memilih alternatif implementasi. (2) Mendefinisikan strategi implementasi dan rencana implementasi. Hasil dari tahapan ini adalah sebuah rancangan cetak biru (Blueprint) yang akan dijadikan acuan oleh PT. Sinar Waluyo Bandar Lampung dalam membangun EA. 3.2. Pengumpulan Data Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara untuk memperoleh gambaran proses bisnis, data, aplikasi dan teknologi informasi yang digunakan. Metode observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung kegiatan yang sedang dilakukan dengan disertai dengan pendataan. Pengamatan langsung yang dilakukan di PT. Sinar Waluyo Badar Lampung ini sangat efektif karena metode ini akan menghasilkan keadaan sesungguhnya yang ada. Observasi dilakukan dengan mengamati proses bisnis yang terjadi pada PT. Sinar Waluyo Bandar Lampung, mengamati kegiatan yang sedang dilakukan oleh staf-staf yang ada mulai dari Kepala Perwakilan, Administrasi Keuangan, Manager Proyek, Marketing, Administrasi Proyek dan Operator Komputer yang akan terkait langsung dengan sistem informasi yang akan dibangun, mengamati kondisi fisik yang berkaitan dengan sarana prasarana,
17 teknologi informasi dan sistem yang ada. Metode wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi yang membutuhkan penjelasan secara langsung dari pihak-pihak terkait karena data tidak dapat didapatkan dengan metode observasi.sumber data pada metode wawancara adalah Kepala Perwakilan, Administrasi Keuangan, Manager Proyek, Marketing, Administrasi Proyek dan Operator Komputer.