KESENIAN REOG PONOROGO

dokumen-dokumen yang mirip
1. Abstrak. 2. Peluang bisnis. Nama ; MUKHLISON HAKIM

PERKEMBANGAN KESENIAN REOG PONOROGO

PESAN MORAL YANG TERKANDUNG DALAM KESENIAN REOG PONOROGO. sejarah dan legenda yang dipentaskan dengan drama dan tarian yang

BAB I PENDAHULUAN. Kabupaten Ponorogo yang terletak di sisi tenggara Provinsi Jawa Timur yakni

Kesenian merupakan salah satu bagian dari kebudayaan, karena. kesenian dan kekriyaan. Kesenian dan kebudayaan dapat mengalami

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Jawa Barat yang lebih sering disebut sebagai Tatar Sunda dikenal

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ,

ASAL-USUL REOG: SASTRA LISAN SINDIRAN BIROKRASI PADA MASANYA

BAB I PENDAHULUAN. Reog Ponorogo sangat terkenal di Indonesia. Kesenian Reog Ponorogo

JURNAL SKRIPSI. MAKNA RITUAL DALAM PEMENTASAN SENI TRADISI REOG PONOROGO (Studi Kasus di Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Indonesia terdiri dari banyak suku yang tersebar dari Sabang sampai

ARTIKEL ILMIAH INOVASI GANONGAN PADA KESENIAN REOG PONOROGO MELALUI KEGIATAN MAGANG KEWIRAUSAHAAN. Oleh : HERI WIJAYANTO, ST, MM NIP.

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Riau adalah rumpun budaya melayu yang memiliki beragam

BAB 2 DATA DAN ANALISA

2015 PERTUNJUKAN KESENIAN EBEG GRUP MUNCUL JAYA PADA ACARA KHITANAN DI KABUPATEN PANGANDARAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kehidupan sosial, adat istiadat. Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang

BENTUK PENYAJIAN REOG PONOROGO DALAM ACARA TUJUH BELAS AGUSTUS DI DESA PARIT I/II KECAMATAN SUNGAI APIT KABUPATEN SIAK RIAU

BAB 2 DATA DAN ANALISA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Prima Suci Lestari, 2013

KAJIAN KARAKTERISTIK, PERSEBARAN DAN KEBIJAKAN REOG PONOROGO DI KABUPATEN PONOROGO PROVINSI JAWA TIMUR

ini. Setiap daerah memilki ciri khas kebudayaan yang berbeda, salah satunya di

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil analisis setiap gambar yang dipilih dari video mapping

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

I PENDAHULUAN. Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keberadaan

BAB I PENDAHULUAN. manusia yang berkaitan dengan pengungkapan rasa keindahan. Menurut kodratnya

BAB I PENGANTAR Latar Belakang Masalah. kekayaan budaya yang amat sangat melimpah. Budaya warisan leluhur merupakan

dari pengalaman tertentu dalam karya seninya melainkan formasi pengalaman emosional yang bukan dari pikiranya semata. 2.

BAB I PENDAHULUAN. pijakan dalam menenukan suatu tindakkan seperti prilaku masyarakat seharihari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. hasil kreativitas manusia yang sangat kompleks. Di dalamnya berisi struktur-struktur

BAB I PENDAHULUAN. keberagaman suku, agama, ras, budaya dan bahasa daerah. Indonesia memiliki

Pandangan Masyarakat Islam di Desa Tegalsari, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang terhadap Kesenian Sintren

BAB I PENDAHULUAN. penerangan, dakwah, pendidikan, pemahaman filsafat, serta hiburan.

TARIAN JHARAN KENCAK. Penyusunan Data Awal Referensi Nilai Budaya Tak Benda Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur

BENTUK DAN FUNGSI KESENIAN OJROT-OJROT DI DESA KARANGDUWUR KECAMATAN PETANAHAN KABUPATEN KEBUMEN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pada masyarakat Pesisir adalah pertunjukan kesenian Sikambang di Kelurahan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

2015 KESENIAN RONGGENG GUNUNG DI KABUPATEN CIAMIS TAHUN

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia penuh dengan keberagaman atau kemajemukan. Majemuk memiliki

BAB I PENDAHULUAN. Provinsi Riau terdiri dari etnik - etnik yang memiliki kesenian

TARI BARIS RASA CINA Oleh I Nyoman Payuyasa Dosen Prodi Film dan Televisi FSRD ISI DENPASAR

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang NURUL HIDAYAH, 2014

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENELITIAN RELEVAN

BAB I PENDAHULUAN. Kediri. Tari Jaranan bukan hanya sekedar untuk penyambutan tamu-tamu penting

BAB I PENDAHULUAN. keberadaan masyarakat Jawa yang bermigrasi ke Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN. hanya sebuah inovasi yang mendapatkan influence (pengaruh) dari budaya atau

BAB I PENDAHULUAN. mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda-beda. Secara

2015 KREASI TARI RONGGENG LENCO DI DESA CURUG RENDENG KECAMATAN JALAN CAGAK KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT

BAB I PENDAHULUAN. bersifat kompleks, abstrak, dan luas (

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian adalah ciptaan dari segala pikiran dan perilaku manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. lain termasuk teknologi, adat-istiadat, dan bentuk-bentuk pengungkapan

POLA KOMUNIKASI DALAM UPAYA PELESTARIAN REOG PONOROGO PADA ORANG JAWA DI DESA PERCUT SEI TUAN

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Berdasarkan uraian pada hasil penelitian dan pembahasan, maka peneliti dapat menarik

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Budaya lokal menjadi media komunikasi di suatu daerah yang dapat

BENTUK DAN MAKNA SIMBOLIK KESENIAN KUBRO DI DESA BANGSRI KECAMATAN KAJORAN KABUPATEN MAGELANG

14 Alat Musik Tradisional Jawa Tengah, Gambar dan Penjelasannya

BAB I PENDAHULUAN. Konsep diri merupakan suatu bagian yang penting dalam setiap

PERGESERAN MAKNA SENI TARI PRAJURITAN DESA TEGALREJO KECAMATAN ARGOMULYO

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Berkembangnya zaman ke arah modern membuat kepopuleran ludruk

BAB II LANDASAN TEORI. tradisi slametan, yang merupakan sebuah upacara adat syukuran terhadap rahmat. dan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berbagai budaya masyarakat, adat istiadat dan kebiasaan yang dilakukan turun

BAB I PENDAHULUAN. Menurut Suzanne K. Langer (1998:2) menyatakan bahwa Kesenian adalah

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki lingkungan geografis. Dari lingkungan geografis itulah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Kerangka Materi, Narasi, dan Hasil Produk

BAB I PENDAHULUAN. yang dikembangkan bertumpu pada kebudayaan (Risyani, 2009: 69).

EKSISTENSI REOG SINGO MANGKU JOYO DI SURABAYA NASKAH PUBLIKASI ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. cerdas, sehat, disiplin, dan betanggung jawab, berketrampilan serta. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi misi dan visi

PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat luar biasa.

BAB II DATA & ANALISA. 2.1 Sumber Data Sumber data dan informasi untuk mendukung Tugas Akhir ini diperoleh dari beberapa sumber, antara lain :

BAB II URAIAN TEORITIS KEPARIWISATAAN. suci. Ritual menciptakan dan memelihara mitos, adat, sosial, dan agama, ritual

BAB I PENDAHULUAN. Kesenian merupakan segala hasil kreasi manusia yang mempunyai sifat

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Fanny Ayu Handayani, 2013

BAB I PENDAHULUAN. bangsa Indonesia. Akar tradisi melekat di kehidupan masyarakat sangat

BAB I PENDAHULUAN. kelompok atau lapisan sosial di dalam masyarakat. Kebudayaan ini merupakan suatu cara

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Neneng Yessi Milniasari, 2013

BAB I PENDAHULUAN. Kemasan Sisingaan Pada Grup Setia Wargi Muda Kabupaten Subang Universitas Pendidikan Indonesia repository.upi.

BAB I PENDAHULUAN. Kota Medan merupakan salah satu kota terbesar yang terdapat di Indonesia,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. memiliki nilai estetis (indah) yang disukai oleh manusia dan mengandung ide-ide

KAJIAN TERHADAP STRUKTUR MUSIK DAN PERTUNJUKAN JARAN KEPANG KELOMPOK BRAWUJAYA DI BINJAI

BAB I PENDAHULUAN. terdapat unsur-unsur, yang meliputi : tari, drama dan musik. Dalam suatu pertunjukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang memiliki

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. dan juga dikenal dengan berbagai suku, agama, dan ras serta budayanya.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Kesenian Angklung Buncis merupakan kesenian turun temurun yang

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah karya seni tidak terlepas dari pembuatnya, yaitu lebih dikenal dengan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ribuan pulau

BAB I PENDAHULUAN. sebagai slogan resmi Kabupaten Ponorogo, yang berarti Resik, Endah, Omber,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. masuknya pengaruh Islam merupakan pelabuhan yang penting di pesisir utara

BAB I PENDAHULUAN. [Type text]

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

BAB I PENDAHULUAN. mengenal ketoprak. Ketoprak berasal dari kata tok dan prak yaitu bunyi dari kentongan

BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan. Penelitian mengenai Tinjauan Filsafat Nilai Max Scheler terhadap Tarian

Transkripsi:

KESENIAN REOG PONOROGO DI SUSUN OLEH : NAMA : DWI PRASETYO NUGROHO NIM : 167037004 Prodi : Penciptaan dan Pengkajian Seni UNIVERSITAS SUMATERA UTARA T.A 2017/2018

KATA PENGANTAR Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karna rahmat-nya Saya dapat menyelesaikan makalah Mata Kuliah Pengkajian Seni II yang berjudul Kesenian Reog Ponorogo. Makalah tentang Kesenian Reyog Ponorogo ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengkajian Seni II. Penulisan makalah ini memiliki tujuan agar bisa memberikan beberapa alasan tentang fungsi music ataupun kesenian menurut pandangan Allan P Merriam dan Soedarsono. Saya mengakui dan menyadari bahwa makalah ini sungguh masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, Saya sangat dengan senang hati menerima kritik dan saran baik secara tertulis ataupun secara lisan, khususnya kepada Dosen pengampu mata kuliah pengkajian Seni II,agar saya bisa meningkatkan sekaligus mengembangkan ilmu pengetahuannya, khususnya Semiotik Penulis DWI PRASETYO NUGROHO

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN...1 A. Latar belakang...1 B. Rumusan Masalah...1 BAB II PEMBAHASAN...3 1. Pengertian Reyog Ponorogo...3 2. Sejarah Reyog Ponorogo...3 3. Pementasan Reyog Ponorogo...5 4. Tokoh Dalam Pementasan Reyog Ponorogo...6 5. Musik Pengiring Reyog Ponorogo...8 6. Info Umum Reyog Ponorogo...8 7. Alat Musik Yang Mengiringi Reyog Ponorogo...9 8. Lagu Daerah Yang Mengiringi Reyog Ponorogo...9 9. Alur Cerita dalam pementasan Reyog Ponorogo...10 10. Apresiasi Terhadap Reyog Ponorogo...11 11. Fungsi musik/kesenian Reyog Ponorogo...11 BAB III...14 A. KESIMPULAN...14 B. SARAN...14 DAFTAR PUSTAKA...15

BAB I (PENDAHULUAN) A. LATAR BELAKANG Kebudayaan adalah segala hal yang terkait dengan seluruh aspek kehidupan manusia, yang dihayati dan dimiliki bersama. Didalam kebudayaan terdapat kepercayaan kesenian dan adat istiadat. Kata kebudayaan memiliki kata dasar budaya yang berarti pikiran, akal budi, hasil.menurut ilmu Antropologi yang disampaikan oleh Koentjaraningrat (1985).Kebudayaan adalah seluruh kemampuan manusia yang di dasarkan pada pemikiran, tercemin pada perilaku dan pada benda benda hasil karya mereka, yang diperoleh dengan cara belajar.dengan demikian kebudaayaan merupakan ciptaan manusia. Di era globalisai ini semakin banyak masyarakat yang menganggap kesenian khas daerah yang dalam hal ini adalah Reog Ponorogo hanya sebuah kesenian masa lalu yang dianggap kesenian memanggil setan dengan aura mistis. Dan dalam kenyataannya semakin banyak masyarakat yang melupakan warisan kebudayan daerah karena semakin majunya hiburan.reog Ponoroga merupakan kesenian khas Ponorogo yang pada akhirnya akan luntur apabila tidak ada peran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam melestarikan kesenian tersebut dan bahkan warga negara lain yang notabene buka merupakan kesenian khas daerah meraka justru mau melestarikan peninggalan budaya masa lalu itu. Dan dampaknya muncul kontraversi kalau negara tetangga mulai mengakui kesenian khas daerah negara kita.

B. RUMUSAN PERMASALAHAN 1. Pengertian Reog Ponorogo 2. Sejarah Reog Ponorogo 3. Pementasan Reog Ponorogo 4. Tokoh Dalam Pementasan Reog Ponorogo 5. Musik Pengiring Reog Ponorogo 6. Info Umum Reog Ponorogo 7. Alat Musik Yang Mengiringi Reog Ponorogo 8. Lagu Daerah Yang Mengiringi Reog Ponorogo 9. Alur Cerita dalam pementasan Reog Ponorogo 10. Apresiasi Terhadap Reog Ponorogo 11. Fungsi musik/kesenian Reog Ponorogo

1. Pengertian Reog BAB II (PEMBAHASAN) Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. 2. Sejarah Reog Pada dasarnya ada lima versi cerita populer yang berkembang di masyarakat tentang asal-usul Reog dan Warok (Departmen Pendidikan dan Kebudayaan, 1978-1979, Reog di Jawa Timur, Jakarta). Namun salah satu cerita yang paling terkenal adalah cerita tentang pemberontakan Ki Ageng Kutu, seorang abdi kerajaan pada masa Bhre Kertabhumi, Raja Majapahit terakhir yang berkuasa pada abad ke-15. Ki Ageng Kutu murka akan pengaruh kuat dari pihak istri raja Majapahit yang berasal dari Tiongkok, selain itu juga murka kepada rajanya dalam pemerintahan yang korup, ia pun melihat bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit akan berakhir. Ia lalu meninggalkan sang raja dan mendirikan perguruan di mana ia mengajar seni bela diri kepada anak-anak muda, ilmu kekebalan diri, dan ilmu kesempurnaan dengan harapan bahwa anak-anak muda ini akan menjadi bibit dari kebangkitan kerajaan Majapahit kembali. Sadar bahwa pasukannya terlalu kecil untuk melawan pasukan kerajaan maka pesan politis Ki

Ageng Kutu disampaikan melalui pertunjukan seni Reog, yang merupakan "sindiran" kepada Raja Kertabhumi dan kerajaannya. Pagelaran Reog menjadi cara Ki Ageng Kutu membangun perlawanan masyarakat lokal menggunakan kepopuleran Reog. Dalam pertunjukan Reog ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabhumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa yang menyimbolkan pengaruh kuat para rekan Cinanya yang mengatur dari atas segala gerak-geriknya. Jatilan, yang diperankan oleh kelompok penari gemblak yang menunggangi kuda-kudaan menjadi simbol kekuatan pasukan Kerajaan Majapahit yang menjadi perbandingan kontras dengan kekuatan warok, yang berada dibalik topeng badut merah yang menjadi simbol untuk Ki Ageng Kutu, sendirian dan menopang berat topeng singabarong yang mencapai lebih dari 50 kg hanya dengan menggunakan giginya. Kepopuleran Reog Ki Ageng Kutu akhirnya menyebabkan Bhre Kertabhumi mengambil tindakan dan menyerang perguruannya, pemberontakan oleh warok dengan cepat diatasi, dan perguruan dilarang untuk melanjutkan pengajaran akan warok. Namun muridmurid Ki Ageng kutu tetap melanjutkannya secara diam-diam. Walaupun begitu, kesenian Reognya sendiri masih diperbolehkan untuk dipentaskan karena sudah menjadi pertunjukan populer di antara masyarakat, namun jalan ceritanya memiliki alur baru di mana ditambahkan karakter-karakter dari cerita rakyat Ponorogo yaitu Kelono Sewandono, Dewi Songgolangit, dan Sri Genthayu. Versi resmi alur cerita Reog Ponorogo kini adalah cerita tentang Raja Ponorogo yang berniat melamar putri Kediri, Dewi Ragil Kuning, namun di tengah perjalanan ia dicegat oleh Raja Singabarong dari Kediri. Pasukan Raja Singabarong terdiri dari merak dan singa, sedangkan dari pihak Kerajaan Ponorogo Raja Kelono dan Wakilnya Bujang Anom, dikawal oleh warok (pria berpakaian hitam-hitam dalam tariannya), dan warok ini memiliki ilmu hitam mematikan. Seluruh tariannya merupakan tarian perang antara KerajaanKediri dan Kerajaan Ponorogo, dan mengadu ilmu hitam antara keduanya, para penari dalam keadaan "kerasukan" saat mementaskan tariannya.

3. Pementasan Reog Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan hari-hari besar Nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanyadibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan mukadipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaikikuda. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaikikuda: A. Tarian pembuka Pada reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh penari lakilakiyang berpakaian wanita.tarian ini dinamakan tari jaran kepangatau jathilan,yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tarikuda lumping.tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yangmembawakan adegan lucu yang disebut Bujang Ganong atau Ganongan. B. Tari inti Setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yangisinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Jika berhubungandengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar.adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusunrapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpinrombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemainyang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. C. Tarian penutup Adegan terakhir adalahsinga barong,dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burungmerak dan mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan

berlangsung. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topengyang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, jugadipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan dantapa.instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung danterutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkanatmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu groupreog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlahkelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada pada tangan warok dan pembarongnya. 4. Tokoh Dalam Pementasan Reog Jathilan Jathil adalah prajurit berkuda dan merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda. Warok "Warok" yang berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok adalah wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan wewarah). Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik

Barongan Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Bagian-bagiannya antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong Klono Sewandono Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut. Bujang Ganong Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri

sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak-anak. 5. Musik Pengiring Reog Ponorogo Musik pengiring ini di bagi menjadi dua kelompok, yaitu : Kelompok penyanyi yang terdiri dari dua penyanyi yang menyanyi lagu daerah seperti Jathilan Jonorogo apabila diadakan di kabupaten Ponorogo dan apabila di Surabaya para aguyuban reog di Surabaya sering menggantinya dengan Semanggi Surabaya atau Jembatan Merah yang merupakan lagu khas Surabaya dengan bahasa jawa lalu kelompok instrument gamelan memiliki anggota sekitar 9 orang yang terdiri dari: a. 2 orang penabuh gendang b. 1 orang penabuh ketipung atu gendang terusan. c. 2 orang peniup slompret d. 2 orang penabuh kenong e. 1 orang penabuh gong f. 2 orang pemain angklung Salah satu ciri khas dari tabuhan reog adalah bentuk perpaduan irama yang berlainan antara kethuk kenong dan gong yang berirama selendro dengan bunyi slompret yang berirama pelog sehingga menghasilkan irama yang terkesan magis. 6. Info Umum Reog Ponorogo a. Nama: Reog Ponorogo b. Fungsi: dizaman dahulu sebagai upacara adat tetapi seiring dengan perubahan waktu berubah menjadi kesenian tradisional dan teater rakyat c. Waktu: Pertunjukan reog dilaksanakan pada pukul 08.30 sampai pukul 09.00 d. Tempat: Balai Pemuda Surabaya e. Jumlah pemain teater: pemain sendra tari & teater reog ponorogo berjumlah 17 orang yang terdiri dari: 1) Singgo Barong : 1 2 orang 2) Pujangga Anom atau Bujanganong : 1 2 orang

3) Raja Klono Sewandono. : 1 orang 4) Sekelompok Jathilan : 6 oranng 5) Warok : 7 orang f. Jumlah pemain musik: pemain musik gamelam pada reyog berjumlah sembilan orang 1) Pria &Wanita/Pria saja/ Wanita saja 2) Setiap pemain memainkan 1 alat music 3) Pakaian pemain musik menggunakan jas yang dipadukan dengan celana panjang dan topi belangkon 4) Tata rias: tata rias para pemain gamelan reog relative tanpa make up 7. Alat Musik Yang Mengiringi Reog Ponorogo a. Alat musik dalam gamelan reog berjumlah 9 buah b. 2 orang penabuh gendang dimainkan dengan dipukul dan terbuat dari kayu dan kulit sapi c. 1 orang penabuh ketipung atu gendang terusan. dimainkan dengan dipukul dan terbuat dari kayu, alumunium dan kulit sapi d. 2 orang peniup slompret dimainkan dengan ditiup dan terbuat dari bamboo e. 2 orang penabuh kenong dimainkan dengan dipukul dengan menggunakan alat dan terbuat dari logam dan kayu f. 1 orang penabuh gong dimainkan dengan dipukul dengan alat dan terbuat dari logam dan kayu g. 2 orang pemain angklung dimainkan dengan digoyang dan terbuat dari bamboo 8. Lagu Daerah Yang Mengiringi Reog Ponorogo a. Judul nyanyian yang digunakan tergantung tempat di tampilkan seperti Semanggi Suroboyo atau Jathilan Ponorogo.

b. Nyanyian yang dinyanyikan menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Jawa. c. Nyanyian di reog ini dinyanyikan selama ± 20 menit. 9. Alur Cerita dalam pementasan Reog Ponorogo Alur cerita pementasan Reog yaitu Warok, kemudian Jatilan, Bujangganong, Kelana Sewandana, barulah Barongan atau Dadak Merak di bagian akhir. Ketika salah satu tokoh di atas sedang beraksi, unsur lain akan ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol. Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan dan harihari besar nasional. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam, dengan muka dipoles warna merah. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Pada Reog tradisional, penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang, yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan, lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu.tarian inti, setelah tarian pembukaan selesai, baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni Reog ditampilkan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Untuk hajatan khitanan atau sunatan, biasanya cerita pendekar. Adegan dalam seni Reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni Reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya.

Tarian terakhir adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa. 10. Apresiasi Terhadap Reog Ponorogo a. Fungsi pertunjukan reog ini dizaman dahulu sebagai upacara adat tetapi seiring dengan perubahan waktu berubah menjadi kesenian tradisional dan teater rakyat. b. Keunikan pertunjukan reog ponorogoyaitu Singo Barong yang memiliki berat 50 60 kg hanya di bawakan dan ditarikan menggunakan gigi dan hanya bisa dilakukan oleh orang yang terlatih. c. Keunikan musik reog ponorogo yaitu bentuk perpaduan irama yang berlainan antara kethuk kenong dan gong yang berirama selendro dengan bunyi slompret yang berirama pelog sehingga menghasilkan irama yang terkesan magis. d. Pendapat saya tentang seni tari dan teater reog adalah Reog merupakan sebuah kesenian yang memiliki nilai budaya tinggi dan berbentuk tari atau teater yang seharusnya kita jaga dan rawat agar tidak luntur atau munkin bahkan hilang dimakan globalisasi dan modernisasi dunia. 11. Fungsi musik/kesenian Reog Ponorogo Adapun kesenian reog Ponorogo dapat di jabarkan menurut Allan P Merriam serta Soedarsono yaitu : 1. Fungsi Pengungkapan Emosional Disini music dan tari berfungsi sebagai suatu media bagi seseorang untuk mengungkapkan perasaan atau emosinya. Dengan kata lain, si pemain dapat mengungkapkan perasaan atau emosinya melalui music dan tari agar peran yang dilakoni dapat unsur dramatiknya.

2. Fungsi Penghayatan Estetis Perjalanan music serta gerak tari menunjukkan alur kisah perjalanan terbentuknya reog ponorogo tersebut, dapat dilihat nilai-nilai keindahan pada kesenian tersebut yaitu dorongan dari tempo music yang cepat membuat barongan semakin cepat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga orang yang melihat merasa kagum dan bersemangat dengan pertunjukan tersebut. 3. Fungsi Hiburan Reog memiliki fungsi hiburan, mengacu kepada pengertian bahwa sebuah kesenian pasti mengandung unsur - unsur yang bersifat menghibur. Hal ini dapat dinilai dari musik, tarian serta cerita sejarah terjadinya reog ponorogo itu sendiri. 4. Fungsi Komunikasi Reog memiliki fungsi komunikasi. Hal ini dapat dilihat dari interaksi sang pawang kepada pemeran yang melakoni masing-masing peran sehingga penonton dapat mencerna/mengetahui sejarah dari reog tersebut. 5. Fungsi Perlambangan Jelas dapat dilihat bentuk perlambangan dari reog ini contohnya barongan yang memiliki kepala harimau dan diatas kepalanya terdapat burung merak artinya adalah merupakan suatu persahabatan yang tidak akan terpisahkan. 6. Fungsi Reaksi Jasmani Tempo music serta teriakan memberikan stimulus bagi pemeran reog sehingga dapat menimbulkan gerakan/atraksi-atraksi yang luar biasa 7. Fungsi yang berkaitan dengan Norma Sosial Reog berfungsi sebagai media pengajaran akan norma - norma atau peraturan - peraturan. Penyampaian kebanyakan melalui musik gerakan tari yang bermaksud melindungi orang yang di kasihi dan kesetiaan.

8. Fungsi Pengabsahan Lembaga Sosial dan upacara Agama Fungsi Reog disini berarti bahwa Reog memiliki peranan penting dalam suatu upacara seperti penyambutan tamu Agung serta upacara Suroan pada masyarakat kejawen. Reog merupakan salah satu unsur yang penting dan menjadi bagian dalam upacara, bukan hanya sebagai hiburan. 9. Fungsi Kesinambungan Budaya Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang berkaitan dengan norma sosial. Dalam hal ini, untuk berisi tentang ajaran - ajaran untuk meneruskan sebuah sistem dalam kebudayaan terhadap generasi selanjutnya. Contohnya mewariskan kesenian Reog kepada anak cucu agar tidak punah terkikis oleh zaman karena terlalu banyak pengaruh budaya asing yang masuk ke Indonesia. 10. Fungsi Pengintegrasian Masyrakat Reog memiliki fungsi dalam pengintegrasian masyarakat. Pengaruh dari kesenian ini merangsang penikmat menjadi semangat dalam kebersamaan, hal ini dapat dilihat dari upacara sunatan ataupun penyambutan tamu biasanya tamu atau seorang anak yang mau disunat terlebih dahulu di naikkan ke dadak ataupun kepala barongan setelah itu diarak keliling jalan.

BAB III (PENUTUP) A. KESIMPULAN Reog Ponorogo adalah kesenian asli milik Indonesia, khususnya Ponorogo, Jawa Timur. Kesenian yang satu ini memang sedikit berbau mistik. Tidak jarang juga dalam sebuah pertunjukan reog ada pemain kesenian reog yang kesurupan. Namun, ada pawang yang telah bertugas menangani jika ada pemain yang kesurupan. Kesenian ini terdiri dari lima tokoh utama, yaitu Prabu Kelono Sewandono, bujang ganong, jathilan, warok, dan barongan. Sayangnya, banyak remaja sekarang ini ada yang belum mengerti dan mengetahui akan kesenian reog ini. Sehingga diperlukan usaha untuk mengenalkan kesenian Reog Ponorogo kepada mereka. Melalui makalah ini penyusun berharap para pemuda yang tidak mengetahui akan kesenian reog ini, setelah membaca makalah ini menjadi lebih mengenal kesenian reog ini. Sehingga diharapkan timbul rasa bangga karena mempunyai kesenian reog sebagai salah satu kebudayaan Indonesia. B. SARAN Sejalan dengan kesimpulan di atas, Semua pihak harus bersama-sama terus melestarikan reyog ponorogo ini sebagai sebuah pertunjukan dan tontonan yang bisa disaksikan oleh generasi-generasi muda pada masa mendatang. Karena didalam setiap pertunjukan selalu ada pesan-pesan moral, nilai-nilai pendidikan, cerita dan sejarah.

DAFTAR PUSTAKA Ahimsa Putra, Dedy Shri, dkk. 2000. Ketika orang Jawa Nyeni. Galang Press, Yogyakarta. Andiani, Nyoman Dini. (2007). Pengelolaan Wisata Konvensi. Jakarta. Graha Ilmu. Ardika, I Wayan. (2007), Pusaka Budaya & Pariwisata. Jogjakarta. Pustaka Larasan Koentjaraningrat. 1994. Kebudayaan jawa. Jakarta. Balai pustaka. Koentjaraningrat. 1985. Ritus peralihan di indonesia. Jakarta. Balai pustaka. Lisbijanto, Herry. (2015), Reog Ponorogo. Jogjakarta. Graha Ilmu. Nurdiyansah. (2012). Peluang dan Tantangan pariwisata Indonesia. Jakarta. Alfabeta. Pengaris, Hadi. (2009). Komunikasi Budaya, Pariwisata dan Religi. Jakarta. Aspikom. Rahardjo, Supratikno. 2004. Menelusuri Budaya Pariwisata di Indonesia. Jakarta. Rose, Gilbert. 1999. Trauma Mastery Life And Arts. London. International Universities Press. Sedyawati, Edi. 2014. Kebudayaan di nusantara dari tortor sampai industri budaya. Jakarta. Komunitas bamboo. Shri Ahimsa Putra, Heddy. 2000. Ketika Orang Jawa Nyeni. Yogyakarta. Galang Press. Wijaya, dkk. (2009). Membangun Pariwisata Dari Bawah. Jogjakarta. UGM Press.