LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta )

dokumen-dokumen yang mirip
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KEPALA DAERAH TINGKAT II BANTUL

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta )

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR PADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PERATURAN DAERAH : 9 TAHUN 1990 LUBUK LINGGAU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KEPALA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 17 TAHUN 2006 TENTANG

PERATURAN BUPATI BANTUL

PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI

BUPATI BENGKULU SELATAN

USAHA KESEHATAN SEKOLAH ( UKS ) DI KABUPATEN WONOSOBO

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 87 TAHUN : 2008 SERI : C PERATURAN DAERAH KOTA CIMAHI NOMOR : 6 TAHUN 2008

WALIKOTA PROBOLINGGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SUMEDANG NOMOR : 5 TAHUN 1989 SERI : B.3

LEMBARAN DAERAH KOTA CIMAHI

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

BUPATI SITUBONDO PERATURAN BUPATI SITUBONDO NOMOR 2 TAHUN 2010 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 36/PMK.02/2011 TENTANG PELAKSANAAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MENTERI DAN PEJABAT TERTENTU

BUPATI BANGKA TENGAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA TENGAH NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI BARITO UTARA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN BARITO UTARA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KOTA PANGKALPINANG

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 2 TAHUN : 2007 SERI : C PERATURAN BUPATI KULON PROGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BINTAN TAHUN 2009 NOMOR 2 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 2 TAHUN 2009 TENTANG

PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA KOTA YOGYAKARTA NOMOR 104 TAHUN 2009 TENTANG

1 of 5 18/12/ :36

WALIKOTA SURABAYA PERATURAN WALIKOTA SURABAYA NOMOR 70 TAHUN 2011

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2013 NOMOR : 17 PERATURAN WALIKOTA CILEGON NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TARIF PELAYANAN PADA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH

PEMERINTAH PROPINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAPERATURAN DAERAH

BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 14 TAHUN 2011 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.693,2012

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta)

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta )

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 37/PMK.02/2011 TENTANG

BUPATI MAGELANG PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 29 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI ALOR PERATURAN BUPATI ALOR NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 20 TAHUN 2003 TENTANG

BUPATI LOMBOK BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN BUPATI KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 29 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUKUMBA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II SURABAYA NOMOR : 12/B TAHUN : 1999 SERI : B

PERATURAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 2 TAHUN 2012 T E N T A N G POLA TARIF BLUD RSUD PROF.DR.M.A HANAFIAH SM BATUSANGKAR

WALIKOTA BATAM PERATURAN DAERAH KOTA BATAM NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA BATAM

=========================================================== PERATURAN WALIKOTA TANGERANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR 10 TAHUN 2004 TENTANG TARIF PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURUK CAHU

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta )

GUBERNUR MALUKU KEPUTUSAN GUBERNUR MALUKU NOMOR : 126 TAHUN 2002 TENTANG

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 115/PMK.02/2009 TENTANG PELAKSANAAN JAMINAN PEMELIHARAAN KESEHATAN MENTERI DAN PEJABAT TERTENTU

WALIKOTA PROBOLINGGO

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 20 TAHUN 2004 SERI C PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 20 TAHUN 2004 TENTANG

BUPATI BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 21 TAHUN 2010 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN LUWU TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 13 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN

WALIKOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI SUKOHARJO PERATURAN BUPATI SUKOHARJO NOMOR 3 TAHUN 2014 T E N T A N G

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

WALIKOTA TEGAL PERATURAN WALIKOTA TEGAL NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 17 TAHUN 2009 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

LEMBARAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR : 7 TAHUN : 2003 SERI : B NOMOR : 2 TAHUN 2003 PERUBAHAN ATAS

BUPATI DHARMASRAYA PERATURAN BUPATI DHARMASRAYA NOMOR : 7 TAHUN 2014 TENTANG

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN BUPATI TEMANGGUNG NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG

GUBERNUR SULAWESI BARAT PERATURAN GUBERNUR SULAWESI BARAT NOMOR 13 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA TANGERANG SELATAN. Menimbang : a. bahwa pembangunan di bidang kesehatan pada. dasarnya ditujukan untuk peningkatan


LEMBARAN DAERAH KOTA DUMAI Nomor : 15 Tahun 2007 Seri : B Nomor 06

PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 05 TAHUN 2012 TENTANG TARIF LAYANAN RUMAH SAKIT BADAN LAYANAN UMUM DAERAH PADA RUMAH SAKIT UMUM KABUPATEN TANGERANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA

PEMERINTAH KABUPATEN KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG

WALIKOTA PROBOLINGGO

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KUTAI NOMOR 21 TAHUN 1996 TENTANG

W A L I K O T A B A N J A R M A S I N

PERATURAN DAERAH KOTA BONTANG NOMOR 2 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BONTANG,

PERATURAN DAERAH PROVINSI BANTEN NOMOR : 13 TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINGPING

PEMERINTAH KABUPATEN TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 45 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BADUNG NOMOR 12 TAHUN 1997 TENTANG PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 9 TAHUN 2012

BUPATI KOTAWARINGIN BARAT

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II PURBALINGGA NOMOR 9 TAHUN 1997 SERI D NO. 9

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

- 1 - BUPATI BOYOLALI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BOYOLALI NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG

BUPATI TRENGGALEK SALINAN PERATURAN BUPATI TRENGGALEK NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA PRABUMULIH NOMOR TAHUN 2008 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN SWASTA DIBIDANG MEDIK DAN PENUNJANG MEDIK

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta ) Nomor: 2 Tahun 1989 Seri D

BERITA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2012 NOMOR 2 SERI E

BUPATI BADUNG NOMOR 42 TAHUN 2012 TENTANG TATA KELOLA PENGGUNAAN DANA PELAYANAN KESEHATAN PADA PUSKESMAS SE KABUPATEN BADUNG

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG

Transkripsi:

LEMBARAN DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA ( Berita Resmi Daerah Tingkat II Yogyakarta ) Nomor: 3 Tahun 1991 Seri: B ================================================================= PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (PERDA KOTA YOGYAKARTA) NOMOR 5 TAHUN 1990 (5/1990) TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR PADA PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING DAN PUSKESMAS DENGAN TEMPAT PERAWATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA Menimbang : a. bahwa dengan berlakunya Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri 684 a/men.kes/skb/ix/1987 Nomor :-------------------------- tentang 87/TAHUN/1987 Pedoman Pelaksanaan Pungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan Dasar, maka Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang Biaya Pelayanan Kesehatan dan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1983 tentang Perubahan Pertama Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978 perlu ditinjau kembali; b. bahwa untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada masyarakat perlu menyediakan Unit Instalasi Kesehatan di luar Rumah Sakit Umum Daerah Kotarnadya Daerah Tingkat Yogyakarta yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan; c. bahwa atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas perlu menetapkan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Dasar Pada PUSKESMAS. PUSKESMAS PEMBANTU dan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan. Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan di Daerah. 2. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentulan Daerah-Daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta;

3. Undang-Undang Nomor 12 Drt. Tahun 1957 tentang Peraturan Umum Retribusi Daerah jo Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 1969; 4. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Kesehatan; 5. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1966 tentang Kesehatan jiwa; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1987 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Pemerintahan dalam bidang Kesehatan kepada daerah; 7. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 68/MEN.KES/ SKB/III/1978 dan Nomor: 32 Tahun 1978 tentang Pelayanan Kesehatan Veteran Republik Indonesia; 8. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 684 a/men.kes/skb/ix/1987 ------------------------- tentang Pedoman 87/TAHUN/1987 Pelaksanaan Pungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan Dasar; 9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 66/MEN.KES/SK/II/1987 tentang Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah; 10. Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 0159/Yan.Med/Keu/1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah; 11. Peraturan Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6 Tahun 1959 tentang Penyerahan Sebagian Urusan Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Daerah Swatantra Tingkat II Yogyakarta. Dengan Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR PADA PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING DAN PUSKESMAS DENGAN TEMPAT PERAWATAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: a. Peraturan Daerah adalah Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. b. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta.

c. Kepala Daerah ialah Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Yogyakarta. d. Dinas Kesehatan adalah Dinas Kesehatan Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. e. PUSKESMAS adalah Pusat Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. f. PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING adalah merupakan bagian dari PUSKESMAS di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. g. PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan adalah PUSKESMAS yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan dengan menyediakan fasilitas tempat perawatan kepada pasien umum dan pasien Persalinan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. h. Kepala PUSKESMAS ialah Kepala PUSKESMAS di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. i. Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan kesehatan dalam bentuk rawat jalan atau rawat nginap kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh PUSKESMAS PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING DAN PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan. j. Rawat Jalan adalah pelayanan terhadap orang yang masuk PUSKESMAS untuk keperluan observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa tinggal di ruang rawat nginap. k. Rawat Nginap adalah pelayanan terhadap orang yang dirawat tinggal di PUSKESMAS dan menempati tempat tidur untuk keperluan observasi, perawatan, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan atau pelayanan kesehatan lainnya. l. Retribusi Pelayanan Kesehatan PUSKESMAS adalah biaya yang dipungut oleh Pemerintah Daerah atas jasa pelayanan obat-obatan dan atau pemeriksaan laboratorium dan\ medik pada Rawat Jalan. m. Biaya adalah sebagian atau seluruh biaya penyelenggaraan pelayanan kepada pasien yang dirawat nginap pada PUSKESMAS dengan perawatan. n. Penderita tidak mampu adalah penderita yang nyata-nyata sekali tidak dapat membayar biaya pelayanan kesehatan. BAB II PELAYANAN KESEHATAN Pasal 2 Jenis pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING dan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan yang dikenakan retribusi meliputi: a. Rawat jalan, pemeriksaan kesehatan/keur dokter. b. Tindakan medik dan terapi yaitu tindakan pembedahan, tindakan pengobatan menggunakan alat dan tindakan diagnostik lainnya. c. Rawat nginap. d. Laboratorium. BAB III RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR DAN RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN

DENGAN TEMPAT PERAWATAN Pasal 3 (1) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar dipungut retribusi sebesar Rp 300,- (tiga ratus rupiah) per penderita untuk setiap kali kunjungan. (2) Pada PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU dan PUSKESMAS KELILING selain pungutan pelayanan kesehatan sebesar Rp 300,- (tiga ratus rupiah) untuk setiap kali kunjungan tidak diperbolehkan adanya pungutan lain. (3) Pemeriksaan kesehatan bagi calon Jemaah Haji diatur sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 4 (1) Untuk mendapatkan peiayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan tempat perawatan untuk tarip Rawat Jalan dipungut retribusi sebagai berikut : No. Jenis Poliklinik Jasa Konsultasi Jasa Jumlah Medik PUSKESMAS 1. Poli Umum/gigi - Rp 300,- Rp 300,- 2. Poli Spesialis Rp 1.000,- Rp 300,- Rp 1.300,- 3. Keur Dokter Umum - Rp 300,- Rp 300,- (2) Pemeriksaan Penunjang Diagnostik, tindakan medik dan therapi apabila ada, biayanya dibayar terpisah sesuai dengan tarip yang ditetapkan untuk jenis pemeriksaan/tindakan tersebut. (3) Tarip pasien ruang gawat darurat dikenakan sebesar 2 kali tarip rawat jalan. Pasal 5 (1) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan tempat perawatan untuk tarip rawat nginap sebagai berikut : - Perawatan sehari sebesar Rp 1.600,- (seribu enam ratus rupiah); - Biaya akomodasi satu hari sebesar Rp 500,- (lima ratus rupiah). (2) Biaya pelayanan dan perawatan persalinan normal pada PUSKESMAS dengan Tempat perawatan sebagai berikut : - Oleh Dokter sebesar Rp 20.000,- (dua puluh ribu rupiah); - Oleh Bidan sebesar Rp 15.000,- (lima belas ribu rupiah). (3) Biaya perawatan bayi pada PUSKESMAS dengan tempat perawatan sebagai berikut : - Normal sebesar Rp 250,- per hari/bayi; - Prematur sebesar Rp 750,- per hari/bayi. (4) Pemeriksaan penunjang diagnostik, tindakan medik dan therapi serta pemakaian mobil ambulans apabila ada maka biayanya dibayar terpisah dari biaya akomodasi.

Pasal 6 (1) Tarip pemeriksaan penunjang diagnostik sebagai berikut : No. jenis Pemeriksaan Bahan dan alat Jasa PUSKESMAS Jumlah 1. Sederhana Rp 300,- - Rp 300,- 2. Sedang Rp 1.000,- - Rp1.000,- (2) Permintaan pemeriksaan cite dikenakan tambahan biaya sebesar 25% (dua puluh lima per seratus) dari tarip pemeriksaan yang sejenis. Pasal 7 (1) Tarip tindakan medik dan therapi terencana sebagai berikut : Klasifikasi Bahan dan Alat Jasa Jasa Medik jasa Anastesi Jumlah PUSKESMAS Kecil Rp 1.000,- Rp 750,- Rp 2.000,- Rp 700,- Rp.4,45 Sedang Rp 7.500,- Rp5.009,- Rp 5.000,-Rp4.000.- Rp21,50 (2) Tarip tindakan medik dan therapi tidak terencana (Akut/Cite) dari ruang gawat darurat atau di ruang rawat nginap di dalam tempat perawatan dikenakan tambahan biaya sebesar 25% (dua puluh lima per seratus) dari tarip tindakan medik dan therapi yang sejenis. (3) Tarip tindakan medik dan therapi dengan komplikasi dikenakan tambahan biaya sebesar 25% (dua puluh lima per seratus) dari tarip tindakan medik dan therapi yang sejenis. BAB IV RETRIBUSI PELAYANAN MOBIL AMBULANCE DAN MOBIL JENAZAH Pasal 8 (1) Pemakaian Mobil Ambulance : - Pemakaian dalam kota Rp 7.500,- - Untuk pemakaian ke luar kota Rp 7.500,- ditambah 600,- perkilo meter, apabila jarak yang ditempuh lebih dari 60 km ditambah ongkos servis Rp 10.000,-. (2) Pemakaian Mobil Jenazah : - Pemakaian dalam kota Rp 10.000,- - Untuk pemakaian ke luar kota Rp 10.000,- ditambah Rp 600,- perkilo meter, apabila jarak yang ditempuh lebih dari 60 km ditambah ongkos servis Rp 10.000,-. BAB V

HASIL PENDAPATAN DAN PENGELOLAAN Pasal 9 Hasil pendapatan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (1) Peraturan Daerah ini ditentukan sebagai berikut : a. 75% (tujuh puluh lima per seratus) disetorkan kepada Bank Pembangunan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Pemegang Kas Daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku; b. 25% (dua puluh lima per seratus) potongan langsung atas penyetoran bruto oleh Unit Sarana Pelayanan Kesehatan Dasar setempat, untuk keperluan pembiayaan kegiatan operasional PUSKESMAS. Pasal 10 Hasil pendapatan pelayanan kesehatan dasar sebesar 25% (dua puluh lima per seratus) potongan langsung sebagaimana dimaksud Pasal 9 huruf b digunakan untuk : a. Belanja perlengkapan pertolongan gawat darurat. b. Rapat-rapat kerja. c. Penyuluhan. d. Pembinaan. e. Biaya transport kegiatan. Pasal 11 Setiap 3 (tiga) bulan sekali Kepala PUSKESMAS wajib melaporkan penggunaan uang tersebut sebagaimana dimaksud Pasal 6 ayat (2) Peraturan Daerah ini kepada Kepala Daerah melalui Kepala Dinas Kesehatan. Pasal 12 (1) Seluruh hasil pendapatan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan sebagaimana dimaksud Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7, Pasal 8 Peraturan Daerah ini disetorkan kepada Bank Pembangunan Daerah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selaku Pemegang Kas Daerah melalui Bendaharawan Khusus Dinas Kesehatan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Untuk biaya operasional PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan tersebut diberikan 85% (delapan puluh lima persen) dari pendapatan yang diterimanya dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta. Pasal 13 (1) Hasil pendapatan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan sebagaimana dimaksud Pasal 12 ayat (2) Peraturan Daerah ini digunakan untuk keperluan pembiayaan kegiatan operasional meliputi : a. Belanja perlengkapan medis, bahan dan alat.

b. Biaya perawatan pasien. c. Jasa pelaksana. d. Belanja kebutuhan non medis. (2) Setiap bulan sekali penanggung jawab PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan wajib melapor penggunaan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Pasal ini kepada Kepala Daerah melalui Kepala Dinas Kesehatan. Pasal 14 (1) Untuk penerimaan retribusi pelayanan kesehatan dasar pada PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING dan retribusi pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan perlu ditunjuk Bendaharawan Khusus Penerima serta atasan langsung Bendaharawan atas usul Kepala lnstansi yang bersangkutan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah. (2) Atasan langsung Bendaharawan Khusus diwajibkan melakukan pengawasan/pemeriksaan secara periodik atas pengurusan Kas Bendaharawan dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan Kas. (3) Pelaksana pengawasan/pemeriksaan atas penerimaan-penerimaan sebagaimana dimaksud Pasal 3 ayat (1) dan Pasal 4, Pasal 5, Pasal 6, Pasal 7 dan Pasal 8 Peraturan Daerah ini, dilakukan oleh lnspektorat Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta dan aparat fungsional lainnya. Pasal 15 Bendaharawan wajib mengirimkan laporan setoran dan surat pertanggungjawaban (SPJ) sesuai dengan Peraturan Perundangundangan yang berlaku. BAB VI PEMBERIAN KERINGANAN/PELAYANAN CUMA-CUMA Pasal 16 (1) Kepada penderita yang kurang mampu dapat diberikan keringanan dalam pelayanan kesehatan di PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING dan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan. (2) Diberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma di PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING dan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan kepada : a. Para peserta Keluarga Berencana baru dalam upaya mendapatkan kontrasepsi. b. Penderita akibat sampingan pemakaian alat kontrasepsi dengan keterangan dokter. c. Peserta Keluarga Berencana ulang yang datang ke klinik guna mendapatkan pelayanan diwajibkan membawa Kartu Akseptor. d. Penderita yang dirujuk oleh Guru Taman Kanak-kanak dan Guru Sekolah Dasar dalam rangka Usaha Kesehatan Sekolah atau Usaha Kesehatan Gigi di Wilayah Kecamatan masingmasing.

e. Perintis Kemerdekaan dengan bukti Kartu Tanda Anggota. f. Penderita yang tidak mampu dan atau penderita yang dirujuk oleh Pas Pelayanan Terpadu (POSYANDU) dengan membawa Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Kepala Kelurahan yang bersangkutan dan berlaku untuk masa 3 (tiga) bulan. g. Penderita penyakit menular yang pengobatannya termasuk dalam program proyek pengembangan pemberantasan penyakit menular. h. Penderita kehakiman yang dirawat karena suatu kasus tertangkap Polisi yang dapat menunjukkan surat-surat keterangan resmi. Pasal 17 (1) Anggota Veteran Republik Indonesia dan keluarganya diberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma yang dilaksanakan oleh PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING termasuk pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan. (2) Anggota Veteran Republik Indonesia yang mendapatkan pelayanan kesehatan dimaksud ayat (1) Pasal ini adalah mereka yang tidak berdinas di dalam ABRI, bukan Pegawai Negeri, bukan Pensiunan: ABRI dan bukan warga Pensiunan Pegawai Negeri. (3) Guna ketertiban penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada anggota Veteran Republik Indonesia diberikan Kartu Pelayanan Kesehatan Veteran Republlk Indonesia yang apabila datang ke tempat pelayanan kesehatan untuk berobat harus dibawa. BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini maka Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang biaya Pelayanan Kesehatan den Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1983 tentang Perubahan Pertama Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978 dinyatakan tidak berlaku lagi. Pasal 19 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang yang mengatur pelaksanaannya akan diatur kemudian oleh Kepala Daerah. Pasal 20 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini ke dalam Lembaran Daerah Kotamadye Daerah Tingkat II Yogyakarta.

Yogyakarta, 3 Oktober 1991 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH WALIKOTAMADYA KEPALA DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II TINGKAT II YOGYAKARTA YOGYAKARTA KETUA, (RUSMADI) (DJATMIKANTO D.) Diundangkan dalam Lembaran Daerah Disahkan oleh Gubernur Kepala Kotamadya Daerah Tingkat II Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta Nomor : 3 dengan Surat Keputusan Seri : B Nomor : 126/KPTS/1991 Tanggal: 1 Juni 1991 Tanggal : 3 April 1991 SEKRETARIS KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA DRS. H. MUNAWIR (Pembina Tingkat 1.IV/b) NIP 490 009 988 PENJELASAN PERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA NOMOR: 5 TAHUN 1990 RETRIBUSI PELAYANAN KESEHATAN DASAR PADA PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING DAN PUSKESMAS DENGAN TEMPAT PERAWATAN I. PENJELASAN UMUM Berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia: 684 a/men. KES/SKB/IX/1987 -------------------------- tentang Pedoman Pelaksanaan 87/TAHUN/1987 Pungutan Retribusi Pelayanan Kesehatan Dasar, materi Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang Biaya Pelayanan Kesehatan yang telah diubah dengan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1983 tentang Perubahan Pertama Kali Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta Nomor 5 Tahun 1978, perlu disesuaikan. Dalam rangka meningkatkan dan memperluas jangkauan pelayanan

kesehatan pada masyarakat perlu menyediakan Unit Instalasi Kesehatan di luar Rumah Sakit Umum Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan pada PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan, dan materinya berpedoman pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 66/MENKES/SK/II/1987 tentang Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah. Atas dasar pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas maka perlu menetapkan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan pada PUSKESMAS, PUSKESMAS PEMBANTU, PUSKESMAS KELILING dan PUSKESMAS dengan Tempat Perawatan. II. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 s.d. Pasal 5 : Pasal 6 dan Pasal 7 : Cukup jelas. Yang dimaksud sederhana, sedang, kecil adalah sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 66/MENKES/SK/II/1987 tentang Pola Tarip Rumah Sakit Pemerintah. Pasal 8 : Tarip tambahan per kilometer diperhitungkan dari Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta sampai tempat terjauh yang dituju. Pasal 9 dan Pasal 10 : Cukup jelas. Pasal 11 : Yang dimaksud 3 (tiga) bulan adalah dihitung dari awal tahun anggaran dan dikelompokan per triwulan, jadi laporan triwulan I (pertama) harus dilaporkan pada Minggu I triwulan berikutnya, begitu pula selanjutnya. Pasal 12 ayat (1) : Cukup jelas. ayat 2 : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Yogyakarta adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk Dinas Kesehatan. Pasal 13 ayat (1) huruf a : Yang dimaksud belanja perlengkapan medis, bahan dan alat adalah neagensia, lisol, alkohol, yodium, kapas. huruf b : Yang dimaksud biaya perawatan huruf c : pasien adalah makan dan minum. Yang dimaksud jasa pelaksana adalah jasa pelaksana untuk dokter, bidan, laboratorium, pembantu bidan, administrasi. huruf d : Yang dimaksud belanja kebutuhan nonmedis adalah sprei, korden, sulak, keset, kasur. ayat (2) : Yang dimaksud penanggung jawab PUSKESMAS

dengan Tempat Perawatan adalah Kepala PUSKESMAS yang bersangkutan. Cukup jelas. Pemberian keringanan yang dimaksud adalah : - untuk perorangan adalah penderita yang dibuktikan Surat Keterangan dari Kepala Kelurahan. - untuk lembaga harus dibuktikan dengan Surat Keterangan dari Kepala Instansinya. ayat (2) huruf a : Cukup jelas. huruf b : Untuk peserta Keluarga Berencana yang datang ke Klinik karena hal lain di luar akibat sampingan kontrasepsi yang digunakan, dianggap sebagai penderita dan diperlakukan sama dengan pengunjung biasa (membayar). huruf c : Cukup jelas. huruf d : Dengan diwajibkan membawa Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh Guru Taman Kanak-Kanak dan Guru Sekolah Dasar/Kepala Sekolah yang bersangkutan. huruf e : Cukup jelas. huruf f : Yang dimaksud penderita yang dirujuk oleh POSYANDU adalah balita gizi buruk. huruf g : Cukup jelas. huruf h : Surat Keterangan Resmi adalah dari Kepolisian/yang berwajib. Pasal 14 dan Pasal 15 : Pasal 16 ayat (1) : Pasal 17 ayat (1) : Yang dimaksud keluarga adalah : a. Isteri atau suami dan anak yang sah dari Anggota Veteran RI yang tertera dalam Kartu Pelayanan Kesehatan. Anak yang sah adalah anak kandung atau anak angkat yang berumur kurang dari 21 tahun, belum kawin dan nyata-nyata menjadi tanggungannya serta belum mempunyai penghasilan sendiri. Umur anak dapat diperpanjang sampai dengan 25 tahun (dua puluh lima) apabila masih sekolah. b. jumlah anak yang menjadi tanggungan maksimum 3 (tiga) orang termasuk seorang anak angkat. Untuk anak yang lahir sebelum tanggal 1 April 1980 semua

menjadi tanggungan. c. Janda/duda dari anggota Veteran RI yang belum kawin. ayat (3) : Kartu Pelayanan Kesehatan Veteran RI diterbitkan oleh Markas Daerah LVRI Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan diketahui oleh Dinas Kesehatan. ayat (2) : Cukup jelas. Pasal 18 s.d. Pasal 20 : Cukup jelas.