Pengantar dan Tujuan Modul

dokumen-dokumen yang mirip
Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik

Mekanisme Penyusunan APBN dan APBD

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH. Lab. Politik dan Tata Pemerintahan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Istilah-istilah dalam Undang-undang tentang Keuangan Negara

ANGGARAN PENDAPATAN & BELANJA NEGARA DIANA MA RIFAH

HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

PEMERINTAH KABUPATEN BENGKULU TENGAH

TINJAUAN MATA KULIAH...

YUNITA ANGGRAINI. Seri Pengembangan Bahan Ajar Pendekatan Saintifik. Bakti Ilmu

TUGAS MODUL PEMBELAJARAN. Disusun Untuk Memenuhi TugasMata Kuliah : Media PembelajaranBerbasis TIK. Dosen Pengampu : Agus Susilo, M.

MEKANISME PENGELOLAAN KEUANGAN NEGARA NEGARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008

PEMERINTAH KOTA BATU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1999 TENTANG PERIMBANGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAHAN PUSAT DAN DAERAH

Contoh Soal APBN Dan APBD Beserta Jawabannya

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr, Wb.

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional sebagaimana tercantum

PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL

BUPATI SIDOARJO PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR : 56 TAHUN 2012 TENTANG PENGGUNAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013

PERATURAN DAERAH KABUPATEN CIAMIS NOMOR 2 TAHUN 2008 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN CIAMIS TAHUN ANGGARAN 2008

CAKUPAN MATERI 1. KONSEP DASAR KEBIJAKAN FISKAL 2. PERAN KEBIJAKAN FISKAL DI INDONESIA 3. KONSEP APBN 4. GAMBARAN UMUM APBN 5. STUDI IMPLEMENTASI

PEMERINTAH KOTA BATU PERATURAN DAERAH KOTA BATU NOMOR 1 TAHUN 2012

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 13 TAHUN 2010 T E N T A N G

SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BULUNGAN NOMOR 22 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2012

WALIKOTA YOGYAKARTA PERATURAN WALIKOTA YOGYAKARTA NOMOR 79 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008

Kompetensi Umum Mata Kuliah Kompetensi Khusus Mata Kuliah

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2010 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010

BUPATI BOYOLALI BUPATI BOYOLALI,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2003 TENTANG KEUANGAN NEGARA

PEMERINTAH KOTA SURAKARTA

PEMERIMNTAH KABUPATEN PURBALINGGA TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2010 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN MAGELANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAGELANG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG

BUPATI SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 5 TAHUN 2015 TENTANG

SOAL APBN DAN PAJAK MONETER

PEMERINTAH KABUPATEN PROBOLINGGO

BUPATI INDRAGIRI HULU,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 3 TAHUN 2009 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2009

BUPATI REMBANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI REMBANG,

BUPATI MALINAU PROVINSI KALIMANTAN UTARA

WALIKOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU PERATURAN DAERAH KOTA BENGKULU NOMOR 01 TAHUN 2015 TENTANG

PEMERINTAH KOTA BATU

PENGANTAR NOTA KEUANGAN

PEMERINTAH KABUPATEN MALINAU

BUPATI SUKOHARJO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKOHARJO NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TAPIN NOMOR 01 TAHUN 2010 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN TAPIN TAHUN ANGGARAN 2010

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI WONOGIRI PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOGIRI NOMOR 6 TAHUN 2014 T E N T A N G

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2008

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

PEMERINTAH KABUPATEN KENDAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN KENDAL NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2014

BERITA DAERAH KABUPATEN NIAS

PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA TAHUN ANGGARAN 2006

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TEGAL

PERATURAN DAERAH KOTA BEKASI


PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 10 TAHUN 2007 TENTANG

UNDANG-UNDANG TENTANG HUBUNGAN KEUANGAN ANTARA PEMERINTAH PUSAT DAN PEMERINTAHAN DAERAH.

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG

Ekonomi Bisnis dan Financial

BUPATI SERUYAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PEMERINTAH KOTA SURABAYA

BAB I PENDAHULUAN. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah telah. memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk mengatur

P E R A T U R A N D A E R A H

PEMERINTAH PROVINSI GORONTALO PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 02 TAHUN 2007 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEMBRANA,

BUPATI TEGAL PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEGAL NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN TEGAL TAHUN ANGGARAN 2012

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

BUPATI BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKULU UTARA NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA SERANG NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) KOTA SERANG TAHUN ANGGARAN 2011

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANGKA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2007

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 18 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2008

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 1 TAHUN 2007 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2007

Lembar Pengamatan (Observasi) Siklus I Pertemuan I

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 1 TAHUN 2009 T E N T A N G ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KABUPATEN PATI TAHUN ANGGARAN 2009

Transkripsi:

Pengantar dan Tujuan Modul Assalamu alaikum Wr, Wb. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia-nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan modul ini dengan lancar, serta dapat menyelesaikan modul tepat pada waktu yang telah di tentukan. Pada saat ini dunia pendidikan di Indonesia makin berkembangsemakin maju, hal ini dapat terbukti dengan ditetapkannya kurikulum baru yaitu Kurikulum 2013. Kurikulum ini mendorong siswa untuk beraktivitas tanpa batas, memberi kebebasan kepada siswa untuk bertanya, mengeluarkan pendapat dan berdiskusi. Berdasarkan kenyataaan di atas dengan berlandaskan niat untuk membantu dan mendukung proses belajar mengajar, maka dengan ini terlahirlah modul pembelajaran Akuntansi yang berisi rangkuman dari berbagai sumber referensi baik dari buku-buku paket, buku-buku penerbit nasional dan dari bahan yang ditayangkan di internet. Materi yang termuat dalam modul ini disesuaikan dengan Kurukulum 2013 yang dengan bahan-bahan evaluasi sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi yang disajikan. Modul ini disusun untuk dimanfaatkan dalam kalangan sendiri, semata-mata hanya untuk membantu Siswa Kelas X IPS untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai serta dapat meningkatkan kompetensinya. Demikianlah semoga dengan tersusunnya modul ini dapat memberimanfaat kepada siswa secara pribadi serta mendukung kelancarankegiatan belajar mengajar, dan untuk lebih luasnya dapat meningkatkanmutu pendidikan di negara kita ini.penyusun menyadari sepenuhnya bahwa modul ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan modul ini dan berharap dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri khususnya, dan bagi para pembaca yang budiman umumnya. Wassalamu alaikum Wr,Wb. Surakarta, 28 Mei 2016 Penyusun

Ucapan Terimakasih Bismillahirrahmanirrahim, segala puji bagi Allah SWT Rabb semesta alam, berkat rahmat dan kasih sayang-nya. sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan modul ajar ini. Penulis menyadai sepenuhnya bahwa begitu banyak pihak yang telah turut membantu dalam penyelesaian modul ajar ini. Melalui kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimaksih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Nita Timur selaku yang telah memberikan arahan dalam penyusunan modul ini. 2. Berlian yoga yang telah memvalidasi aspek kegrafikan 3. Siswa-siswi kelas X. XI XII IPS sebagai subjek penelitian perlakuan modul ini. 4. Semua pihak yang telah membatu penyelesaian modul ini

Daftar isi Pengantar dan Tujuan Modul... i Ucapan Terimakasih...ii Daftar Isi... iii Kompetensi Dasar : Menjelaskan pengertian, fungsi,tujuan APBN dan APBD Indikator Pertemuan Pertama.. Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama Arti, Fungsi, dan Tujuan APBN dan APBD... 1 Rangkuman... 5 Kesimpulan... 5 Refleksi... 6 Evaluasi... 6 Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan pusat dan daerah Indikator Pertemuan Kedua.. Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua Sumber-Sumber Penerimaan Negara... 9 Sunber Pengeluaran Negara Sumber Pendapatan dan Pengeluaran Daerah Rangkuman... 11 Kesimpulan... 11 Refleksi... 12 Evaluasi... 13 Daftar Pustaka Glosarium Indeks

APBN DAN APBD Kompetensi Dasar : Menjelaskan pengertian, fungsi, tujuan APBN dan APBD Indikator Pertemuan Pertama 1. Mendiskripsikan pengertian APBN dan APBD 2. Menbedakan fungsi APBN dan fungsi APBD 3. Membedakan tujuan APBN dan tujuan APBD Tujuan Pembelajaran Pertemuan Pertama 1. Siswa mampu mendiskripsikan pengertian APBN dan APBD 2. Siswa mampu membedakan fungsi APBN dan fungsi APBD 3. Siswa mampu membedakan tujuan APBN dan tujuan APBD

A Amatilah paparan materi dibawah ini dan temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan A. Pengertian APBN dan APBD Sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 23, keuangan negara merupakan kewenangan pemerintah untuk mengatur rencana penerimaan dan pengeluaran negara serta pengaruh-pengaruhnya terhadap perekonomian negara tersebut. Sementara itu, APBD disusun oleh pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk menjalankan pemerintahan daerahnya masingmasing. 1. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi nasional, antara lain dengan disusunnya APBN. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah suatu daftar yang memuat secara rinci tentang sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluarannya dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) didasarkan pada ketentuan Pasal 23 ayat (1) Undang- Undang Dasar 1945 yang telah diubah menjadi Pasal 23 Ayat (1), (2) dan (3) Amandemen UUD 1945 yang berbunyi (1) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan Negara ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat; (2) Rancangan undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara diajukan oleh Presiden untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah; (3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun yang lalu. APBN ditetapkan dengan Undang-Undang, berarti penyusunannya harus dengan persetujuan DPR, sesuai dengan UUD 1945 Pasal 23. Dari pengertian tersebut dikandung maksud bahwa setiap tahun pemerintah bersama dengan DPR menyusun APBN, yang dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan.

Dari pengertian tersebut dikandung maksud bahwa setiap tahun pemerintah bersama dengan DPR menyusun APBN, yang dimulai tanggal 1 Januari dan berakhir tanggal 31 Desember tahun yang bersangkutan. Siklus dan mekanisme APBN meliputi beberapa tahap, yaitu: a. tahap penyusunan RAPBN oleh pemerintah; b. tahap pembahasan dan penetapan RAPBN menjadi APBN dengan Dewan Perwakilan Rakyat; c. tahap pelaksanaan APBN; d. tahap pengawasan pelaksanaan APBN oleh instansi yang berwenang antara lain Badan Pemeriksa Keuangan; dan e. tahap pertanggungjawaban pelaksanaan APBN. Siklus penyusunan APBN akan berakhir pada saat Perhitungan Anggaran Negara (PAN) yang disahkan oleh DPR dua tahun kemudian. 2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah suatu rencana kerja pemerintah daerah yang mencakup seluruh penerimaan dan belanja (pengeluaran) pemerintah daerah, baik provinsi ataupun kabupaten dalam rangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun yang dinyatakan dalam satuan uang dan disetujui oleh DPRD. Pada dasarnya fungsi dan tujuan penyusunan APBD sama dengan fungsi dan tujuan APBN, hanya dalam APBD ruang lingkupnya yang berbeda, APBN berskala nasional sedangkan APBD terbatas pada wilayah daerah dan pelaksanaannya diserahkan kepada kepala daerah atau gubernur dan bupati/walikota, serta sesuai dengan kebijakan otonomi daerah. B Dari paparan diatas coba diskusikan dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru untuk membedakan fungsi dan tujuan antara APBN dan APBD agar jelas perbedaannya meskipun mempunyai fungsi dan tujuan hampir sama yang terdapat di bawah ini! 1. Fungsi Alokasi 2. Fungsi Otorisasi 3. Fungsi Perencanaan 4. Fungsi Pengawasan 5. Fungsi Distribusi 6. Fungsi Stabilisasi 1. Menciptakan dan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara keseluruhan. 2. Sebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran dalam melaksanakan kegiatan daerah untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat daerah.

Fungsi APBN Fungsi APBD 1... 1... 2... 2... 3... 3... 4... 4... 5... 5... 6... 6... Tujuan APBN Tujuan APBN 1... 1... 2... 2... 3... 3... 4... 4... 5... 5... 6... 6...

C Setelah bisa membedakan fungsi dan tujuan APBN dan APBD coba kerjakan soal dibawah ini bersama anggota kelompok 1. Sebutkan penerapan fungsi APBN dan APBD di Indonesia yang anda ketahui? 2. Jelaskan pengertian APBN dan APBD? 3. Sebutkan dengan contoh perbedaan tujuan APBN dan APBD di Indonesia yang anda ke tahui? Lembar Jawab 1.... 2.... 3....

D E F Setelah dikerjakan paparkanlah hasil pengerjaan bersama anggota kelompok ke depan kelas dan komunikasikan hasil pengerjaan diatas bersama dengan kelompok lain Setelah dipaparkan pengerjaan dari setiap anggota kelompok coba dianalisa ketepatan setiap jawaban masing-masing kelompok, jika ada jawaban yang kurang tepat coba komunikasikan jawaban yang tepat dengan berkonsultasi dengan guru. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman dan menyimpulkan akan jalanya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat mataeri yang kita pelajari hari ini. Rangkuman

Kesimpulan Pelajaran Hari Ini Refleksi Pelajaran Hari Ini

G Untuk tambahan pengetahuan dirumah silahkan untuk mendalami materi yang hari ini kita pelajari, dan silahkan untuk mempelajari materi sumbersumber pendapatan Negara dan Daerah yang akan kita pelajari pada pertemuan yang akan datang. E V A L U A Si I A. Soal Pilihan Ganda 1. Dalam penyusunan RAPBN menjadi APBN, maka pemerintah harus meminta persetujuan kepada... a. DPR b. MPR c. BPK d. MA e. MK 2. Penyusunan RAPBD propinsi menjadi APBD propinsi harus mendapat persetujuan dari... a. DPR b. DPRD kabupaten c. DPRD propinsi d. Tidak perlu persetujuan e. DPRD kota 3. Penyusunan RAPBD kabupaten menjadi APBD kabupaten harus dosetujui oleh... a. DPR b. DPRD kabupaten c. DPRD propinsi d. Mahkamah Konstitusi e. MPR 4. APBD singkatan dari... a. Anggaran pendapatan dan belanja negara b. Anggaran pendapatan dan belanja daerah c. Anggaran belanja daerah d. Anggaran pendapatan daerah e. Anggaran pendapatan nasional 5. Kebijakan pemerintah dalam menyusun APBN disebut dengan kebijakan... a. Pembangunan b. Pemerintahan c. Anggaran d. Moneter e. Fiskal

6. Penyusunan APBD bertujuan untuk... a. Menentukan prioritas pembangunan b. Mengatur pendapatan dan pengeluaran daerah c. Meningkatkan pendapatan retribusi dan pajak d. Mengatur pendapatan dan pengeluaran negara e. Meningkatkan ekspor dan impor 7. Fungsi kebijakan fiskal yang berupa menyeimbangkan, menyesuaikan pembagian dan kesejahteraan masyarakat disebut fungsi... a. Rekonstruksi b. Rehabilitasi c. Stabilisasi d. Distribusi e. Alokasi 8. Instrumen inti dari kebijakan fiskal yaitu... a. Pengeluaran dan perpajakan b. Pendapatan dan perpajakan c. Pendapatan dan suku bunga d. Suku bunga dan perpajakan e. Pendapatan dan pengeluaran 9. Berikut ini merupakan tujuan kebijakan fiskal kecuali... a. Stabilisasi perekonomian b. Menaikkan hasil produksi c. Memperluas kesempatan kerja d. Menetapkan pertumbuhan pendapatan e. Meningkatkan keadilan pembagian pendapatan 10. Berikut adalah fungsi pemerintah dan fungsi APBN : 1) Fungsi reguler 2) Fungsi alokasi 3) Fungsi agent of development 4) Fungsi distribusi 5) Fungsi stabilisasi 6) Fungsi administrasi Berdasarkan data di atas, yang merupakan fungsi APBN adalah... a. 1), 2) dan 3) b. 1), 3) dan 5) c. 1), 4) dan 5) d. 2), 4) dan 5) e. 4), 5) dan 6) (skor tiap item soal adalah 10) SELAMAT MENGERJAKAN

PETUNJUK Masukkan Nilaimu - Setiap jawaban benar bernilai (10) Nilai = Jumlah jawaban benar X 100 - Tingkat Penguasaan: (A) Baik sekali = 90-100 (B) Baik = 80-89 (C) Cukup = 70-79 (D) Kurang = < 69

Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi sumbersumber penerimaan pemerintah pusat dan daerah Indikator Pertemuan Kedua 1. Mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Tujuan Pembelajaran Pertemuan Kedua 1. Siswa mampu mengidentifikasi sumbersumber penerimaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah Mulai tahun 2008, Departemen Keuangan akan menetapkan daerahdaerah kaya yang tidak layak lagi mendapatkan Dana Alokasi Umum atau DAU. Langkah-langkah tersebut karena pemerintah ingin mengembalikan fungsi utama DAU sebagai sarana untuk pemerataan bagi daerah.

A Amatilah paparan materi dibawah ini dan temukan permasalahan yang dapat ditanyakan atau didiskusikan B. Sumber-Sumber Penerimaan Negara Program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memerlukan banyak dana. Pembiayaan pembangunan tersebut dapat dihimpun dari berbagai sumber-sumber pendapatan atau penerimaan. Sumber-sumber penerimaan dan pengalokasiannya dapat dilihat dari susunan APBN maupun APBD. 1. Sumber-Sumber Pendapatan Negara dan Daerah Setiap negara menginginkan untuk meningkatkan penerimaan atau pendapatan nasional, karena dengan peningkatan pendapatan kemakmuran suatu negara akan meningkat. Sejalan dengan itu, dalam kebijakan fiskal pemerintah terus meningkatkan penerimaan negara baik penerimaan negara berupa pajak dan bukan pajak atau penerimaan migas dan nonmigas. Sementara itu, pemerintah daerah juga berkeinginan untuk meningkatkan penerimaan atau pendapatan derahnya guna menunjang pembangunan daerah. B Dari paparan diatas coba diskusikan dengan anggota kelompok dengan bimbingan guru untuk membedakan sumber pendapatan pemerintah daerah dan pemerintah pusat yang terdapat di bawah ini! a. Pajak dalam negeri (PPh, PPN, PBB, cukai, dan lainnya) b. Pajak perdagangan internasional (bea masuk, pajak impor) c. Hibah d. Penerimaan sumber daya alam e. Bagian laba BUMN f. Penerimaan Negara bukan pajak lainnya g. Pajak daerah h. Retribusi daerah i. Bagian laba Badan Usaha Milik Daerah j. Penerimaan dari dinas-dinas daerah k. Bagi hasil pajak dan bukan pajak l. Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat m. Dana Alokasi khusus (DAK) n. Dana perimbangan o. Pinjaman pemerintah daerah p. Pinjaman untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

Sumber Penerimaan Pemerintah Pusat Sumber Penerimaan Pemerintah Daerah 1... 2... 3... 4... 5... 6... 7... 8... 1... 2... 3... 4... 5... 6... 7... 8.. C Setelah bisa membedakan sumber pendapatan pemerintah daerah dan pemerintah pusat coba kerjakan soal dibawah ini bersama anggota kelompok 1. Sebutkan berbagai macam sumber pendapatan pemerintah pusat yang kalian ketahui beserta contohnya! 2. Sebutkan berbagai macam sumber pendapatan pemerintah daerah yang kalian ketahui beserta contohnya! Lembar Jawab 1................ 2...................

D E F Setelah dikerjakan paparkanlah hasil pengerjaan bersama anggota kelompok ke depan kelas dan komunikasikan hasil pengerjaan diatas bersama dengan kelompok lain Setelah dipaparkan pengerjaan dari setiap anggota kelompok coba dianalisa ketepatan setiap jawaban masing-masing kelompok, jika ada jawaban yang kurang tepat coba komunikasikan jawaban yang tepat dengan berkonsultasi dengan guru. Setelah kita paham materi yang hari ini kita pelajari coba kita buat rangkuman dan menyimpulkan akan jalanya pembelajaran hari ini, serta kita tarik refleksi apa manfaat mataeri yang kita pelajari hari ini. Rangkuman Kesimpulan Pelajaran Hari Ini

Refleksi Pelajaran Hari Ini G Untuk tambahan pengetahuan dirumah coba cari tahu bersama anggota kelompok kalian apa saja sumber pendapatan pusat dan daerah yang ada di lingkungan tempat tinggalmu, jika sudah menemukan tuliskan pada kotak di bawah ini! Temukan

E V A L U A SI A. Soal Essay 1. Apa yang dimaksud sumber-sumber pendapatan pemerintah pusat dan sebutkan sumber-sumber tersebut? 2. Apa yang dimaksud sumber-sumber pendapatan pemerintah daerah dan sebutkan sumber-sumber tersebut? Skor tiap item 50 SELAMAT MENGERJAKAN PETUNJUK Masukkan Nilaimu - Setiap jawaban benar bernilai (50) Nilai = Jumlah jawaban benar X 2 - Tingkat Penguasaan: (E) Baik sekali = 90-100 (F) Baik = 80-89 (G) Cukup = 70-79 (H) Kurang = < 69

DAFTAR PUSTAKA Dewi Kusumawardani. BSE Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

GLOSARIUM Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah suatu rencana penerimaandan belanja (pengeluaran) pemerintah dalam rangka mencapai sasaran pembangunandalam kurun waktu satu tahun dan disetujui oleh DPR. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah suatu rencana penerimaandan belanja (pengeluaran) pemerintah daerah, baik Propinsi ataupun Kabupaten dalamrangka mencapai sasaran pembangunan dalam kurun waktu satu tahun dan dsetujuioleh DPRD. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan penerimaan dan pengeluaran negara yang tertuang dalam APBN.

Indeks A Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 1 2 Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2 Alokasi 2 B Bupati 2 D Daerah 1 2 9 E Ekonomi 1 F Fiskal 9 H Hibah 9 K Kewenangan 1 O Otonomi 2 P Presiden 1 Provinsi 2 R Rancangan 1 U Undang-Undang Dasar 1 W Wilayah 2

Profil Penulis Penulis modul adalah Rudi irawan Lahir di Sragen, 18 April 1996. Penulis belajar di Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP UMS pada tahun 2013. Kini penulis sedang menyelesaikan kuliah S1 Dan kini penulis berusaha mengembangan modul pembelajaran yang diintegrasikan