BAB II. DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Serta peraturan di indonesia memang agak rumit, dan tidak benar-benar

BAB I PENDAHULUAN. kompleks. Selain karena pengelolaannya yang kurang baik, budaya masyarakat. Gambar 1.1 Tempat Penampungan Sampah

PENDAHULUAN. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KABUPATEN KARANGANYAR

DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

KUISIONER FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUNG APUNG RT10/01 KELURAHAN KAPUK JAKARTA BARAT

BAB 1 : PENDAHULUAN. dan pengelolaan yang berkelanjutan air dan sanitasi untuk semua. Pada tahun 2030,

Pengolahan Sampah. Tim Abdimas Sehati Universitas Gunadarma, Bekasi, 7 Desember Disampaikan oleh: Dr. Ridwan, MT- UG

BAB I PENDAHULUAN. merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada

ADLN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB I PENDAHULUAN. 13 tahun 2012 tentang pedoman pelaksanaan reduce, reuse, dan recycle melalui

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B P L H D P R O V I N S I J A W A B A R A T PENGELOLAAN SAMPAH DI PERKANTORAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN. Sub Pokok Bahasan : Pegelolaan Sampah : Masyarakat RW 04 Kelurahan Karang Anyar

Bagaimana Solusinya? 22/03/2017 PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA DI KOTA CIAMIS PENGERTIAN SAMPAH

BAB I PENDAHULUAN. kurang tepat serta keterbatasan kapasitas dan sumber dana meningkatkan dampak

DAMPAK KEBERADAAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DI DESA SUKOSARI KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR

Pengelolaan Sampah Mandiri Berbasis Masyarakat. Oleh: Siti Marwati, M. Si Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. manusia yang beragam jenisnya maupun proses alam yang belum memiliki nilai

Soal Ujian Tengah Semester Kelas VIII

KUESIONER PENELITIAN

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. 1. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan responden pemukiman elite

PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH ELI ROHAETI

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kota Gorontalo ± 4 km. Jumlah penduduk pada tahun 2011 adalah Jiwa

Pemberdayaan Masyarakat Rumpin Melalui Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Dewasa ini sering terjadinya global warming dimana-mana yang

KERJA SAMA BISNIS PENDIRIAN BANK SAMPAH MODEL BARU

Tentang Lingkungan Hidup. Wan Muhamad Idris Baros Management

PENGOLAHAN SAMPAH DENGAN SISTEM 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE)

Gambar 2.1 organik dan anorganik

BAB IV HASIL PENLITIAN DAN PEMBAHASAN. Berdasarkan data yang diperoleh dari developer Perumahan Cendana

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

Jurnal FamilyEdu Persepsi Kader PKK Tentang Daur Ulang... 1

BAB I PENDAHULUAN. Sampai saat ini sampah merupakan masalah serius di negeri ini. Terutama

KISI-KISI SOAL UJI COBA TEMA SAMPAH DAN PENANGGULANGANNYA (TES PENGUASAAN KONSEP)

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS BANK SAMPAH DI KOTA BANDUNG DAN KOTA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sampah merupakan suatu sisa-sisa benda yang tidak diinginkan setelah berakhirnya

KUISIONER PENELITIAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN MASYARAKAT TENTANG SANITASI DASAR DAN RUMAH SEHAT

POTENSI PENERAPAN PRINSIP 3R DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA NGENEP KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG

BAB I PENDAHULUAN. ditanggung alam karena keberadaan sampah. Sampah merupakan masalah yang

Sampah manusia: hasil-hasil dari pencernaan manusia, seperti feses dan urin.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pada zaman sekarang ini perkembangan dunia bisnis di Indonesia sudah

USAHA PEMANFAATAN BARANG BEKAS PLASTIK

I. PENDAHULUAN. 2. Latar Belakang Perancangan

PEMBUATAN BATU BATA DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI MACAM SAMPAH. Oleh: Taufik Dwi Laksono

massa mirip batuan. Terkadang, satu atau lebih bahan tambah ditambahkan untuk

PEDOMAN PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI 3R UNTUK KADER LINGKUNGAN

2015 STUDI TENTANG PEMBERDAYAAN PARTISIPATIF DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN EKONOMI DAN PERILAKU WARGA MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Indonesia

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL

BAB I PENDAHULUAN. bumi kita akibat sampah atau limbah, jumlah sampah plastik yang ada semakin

PERAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN KOMPOSTER SEDERHANA

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Infrastruktur PLP dalam Mendukung Kesehatan Masyarakat

LAMPIRAN 5 : RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. Pertemuan ke : 1 dan 2

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

BANTAL UNIK DARI SAMPAH PLASTIK

PELATIHAN PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN REUSABLE BAGUNTUK MELATIH SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MELAKUKAN DIET PLASTIK

PELATIHAN PENGELOLAAN SAMPAH ANORGANIK MENJADI ANEKA KREASI DAUR ULANG DI LINGKUNGAN RW 06 KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KOTA PEKANBARU

BAB 1 PENDAHULUAN. Saat ini, persaingan bisnis semakin ketat dan sulit apalagi dengan bertambahnya

MENGURANGI PERMASALAHAN SAMPAH

Identitas Responden. Lampiran 2: Kuesioner Penelitian

Henita Rahmayanti. Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta, Jl. Rawamangun Muka, Jakarta

pendahuluan dilakukan untuk memperoleh hasil pengolahan atau daur ulang yang mengefektifkan pengolahan sampah selanjutnya, termasuk upaya daur ulang.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB II TINJAUAN UMUM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT. Lingkungan hidup manusia adalah jumlah semua benda dan kondisi yang

Potensi Penerapan Pengelolaan Sampah Permukiman Berbasis 3R di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang

1.1. Latar Belakang Sampah dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang. atau limbah klinis dan non klinis baik padat maupun cair.

Kerajinan dari Limbah Organik

BAB III STUDI LITERATUR

BAB I PENDAHULUAN. yang belum bisa ditangani dengan tuntas, terutama dikota-kota besar. Rata-rata

BAB I PENDAHULUAN. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat

Pemberdayaan Sampah Melalui Pembelajaran Geografi dalam Upaya Menuju Manifestasi dan Perilaku Positif Siswa

TEKNOLOGI TEPAT GUNA PENGOLAHAN SAMPAH ANORGANIK

Kisi-kisi dan Format Soal Pilihan Ganda

BAB 1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latarbelakang

Timbulan sampah menunjukkan kecenderungan kenaikan dalam beberapa dekade ini. Kenaikan timbulan sampah ini disebabkan oleh dua faktor dasar, yaitu 1)

UKDW BAB I PENDAHULUAN

Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

LEMBAR KUESIONER UNTUK PENJAMAH MAKANAN LAPAS KELAS IIA BINJAI. Jenis Kelamin : 1.Laki-laki 2. Perempuan

1

DAMPAK SAMPAH TERHADAP KESEHATAN LINGKUNGAN DAN MANUSIA

BIDANG KEGIATAN : PKM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

BAB I PENDAHULUAN. berbagai macam kegiatan seperti mandi, mencuci, dan minum. Tingkat. dimana saja karena bersih, praktis, dan aman.

MAKALAH PROGRAM PPM. Pemilahan Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Yang Baik

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN ( Pertemuan ke-7 ) Disampaikan Oleh : Bhian Rangga Program Studi Pendidikan Geografi FKIP -UNS 2013

KuliaH KiNGKuNGN bisnis Kerajinan barang bekas

Bagian 16: Mengelola limbah

KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS USAHA KERAJINAN TAS DARI BAHAN BAKU PLASTIK

BAB I PENDAHULUAN. Modernisasi di berbagai bidang kehidupan saat ini sangat pesat. Perubahan pola hidup yang semakin praktis menyebabkan penggunaan

Mulai. Sistem Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik. Formulasi Masalah. Menentukan Tujuan sistem. Evaluasi Output dan Aspek

BAB III PENCEMARAN SUNGAI YANG DIAKIBATKAN OLEH LIMBAH INDUSTRI RUMAH TANGGA. A. Penyebab dan Akibat Terjadinya Pencemaran Sungai yang diakibatkan

BAB I PENDAHULUAN. (makhluk hidup) dan abiotik (makhluk tak hidup). Kedua komponen itu akan

BAB I PENDAHULUAN. dalam kehidupan sehari-hari seperti plastik pembungkus permen, makanan, botol air minum, sampo, detergent, kantong plastik untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Kristen Maranatha

Transkripsi:

BAB II. DAUR ULANG SAMPAH BOTOL PLASTIK II.1 Pengertian Sampah Botol Plastik Sampah botol plastik merupakan bahan padat buangan dari kegiatan manusia yang sudah terpakai. Endah (2015: h.8) menjelaskan bahwa sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia yang begitu kompleks dari mulai bangun tidur hingga tidur lagi, manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat. Jika sampah tersebut terus dibiarkan, tentu akan menimbulkan dampak serius bagi lingkungan yang mengakibatkan pencemaran udara,tanah dan dapat menyebabkan banjir. Endah (2015) menjelaskan bahwa terdapat jenis-jenis sampah, seperti berikut: 1. Sampah Organik Sampah yang mudah hancur, seperti: Sayuran/buah yang dibuang, makanan sisa, daun-daun kering, dan sebagainya. 2. Sampah Non Organik Sampah yang berasal dari pabrik dan bersifat tidak mudah hancur, seperti: Kemasan plastik, kertas, kaleng minuman, botol-botol plastik, logam, puntung rokok, dan sebagainya 3. Sampah Bahan Berbahaya Beracun (b3) Sampah yang tidak bisa hancur dan tidak bisa diolah kembali serta bersifat sangat berbahaya bagi lingkungan seperti: Pembalut wanita, pembalut bayi, batu baterai, dan styrofoam. II.2 Prinsip-Prinsip Pengolahan Sampah Sampai saat ini jumlah tumpukan sampah selalu bertambah dari tahun ke tahun sesuai dengan pertumbuhan penduduk, terutama dalam hal yang berkaitan dengan produksi dan konsumsi masyarakat itu sendiri (Sucipto, 2012: h.28). Jika masyarakat dapat mengolah sampah dengan benar, maka akan mengurangi pencemaran lingkungan dan mendapatkan nilai ekonomi yang baik. 5

menurut Endah (2011) beberapa prinsip-prinsip pengolahan sampah, seperti berikut: 1. Reduce (mengurangi) Mengurangi barang yang digunakan 2. Reuse (penggunaan kembali) Menggunakan kembali barang-barang yang bisa digunakan. 3. Recycle (mendaur ulang) Mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak berguna menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. 4. Replace (menggantikan) Mengganti barang-barang yang hanya dipakai sekali dengan barang yang lebih ramah lingkungan. II.3 Jalur Kegiatan Bisnis Sampah Plastik Menurut Sucipto (2012 : h.94), menjelaskan pada jalur kegiatan bisnis sampah plastik terdapat tingkatan perajang yang mempunyai posisi seperti bandar atau pemasok. Perajang merupakan industri kecil yang mengolah sampah plastik menjadi serpihan untuk konsumsi pabrik plastik. Lapak merupakan perantara tingkat pertama yang akan menyalurkan bahan-bahan daur ulang dalam jumlah yang besar per jenis ke perantara berikutnya, pemasok, atau bandar. Jadi kesimpulannya bahwa kegiatan bisnis sampah plastik ini dapat merubah nilai ekonomi pada masyarakat yang dapat mengelolah sampah dengan baik dan benar. II.4 Citra Menyampah dan Citra Sampah Yang Saling Bertentangan Meskipun sampah memiliki citra kotor, citra menyampah justru sebaliknya. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara maju, masyarakat melihat perkembangan ekonomi terkait dengan meningkatnya konsumsi. Pergantian barang dimaknai sebagai penanda tingginya reputasi sosial, dan penanda status sosial seseorang (Pardo, 1997). Orang yang status sosialnya tinggi tidak akan menunggu sampai barang yang digunakannya rusak ataupun terlihat tua untuk menggantinya. Jadi dapat disimpulkaan bahwa menyampah memiliki citra sosial yang justru tinggi. 6

Kebalikannya, masyarakat memberi stigma bahwa sampah itu kotor, menjijikan, sesuatu yang harus dijauhi atau dibuang. Citra sampah yang akan kotor bisa menular pada orang yang menyentuhnya. Jika orang bersentuhan dengan sampah, untuk keperluan apapun, maka citranya akan ikut jatuh bersama sampah yang ditanganinya (Reno, 2009). Menurut Graeber (seperti dikutip Cecep, 2012), menyatakan nilai suatu barang menimbulkan keinginan untuk orang memilikinya karena menganggap barang tersebut bisa memberikan kebahagiaan dan kepuasan. Dilihat dari nilai sampah adalah justru bersifat negatif, dan membuat nilai ekonominya jadi tidak berarti. II. 5 Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Pengelolaan sampah adalah pengelolaan sampah yang terdesentralisasikan tersebar dibeberapa lokasi, berskala kecil atau sedang, dan cenderung dioperasikan secara manual dengan prinsip dekat dengan sumber sampah dan berbasis masyarakat (Drescher, 2006). Sebagai contoh adalah kegiatan pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga. Saat ini telah tersedia berbagai jenis teknologi 3R, mulai dari teknologi sederhana sampai teknologi tinggi. Dalam pengaplikasian teknologi pengolahan sampah harus memperhatikan tiga pilar keberlanjutan yakni (Dougall, 2001): 1. Economically affordable (secara ekonomis bisa diusahakan). Biaya pengelolaan sampah dapat diterima oleh sector dari masyarakat yang dilayani. 2. Socially acceptable (secara sosial bisa diterima). Pengelolaan sampah sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mereflesikan nilai-nilai dan prioritas masyarakat. 3. Environmentally effective (secara lingkungan efektif). Seluruh dampak lingkungan yang diakibatkan oleh pengelolaan sampah diredukasi. II.6 Proses Daur Ulang Limbah Plastik Saat ini kerajinan tangan banyak terbuat dari daur ulang limbah plastik dikarenakan dengan cara mengolah sampah plastik tersebut dapat memanfaatkan 7

peluang bisnis handcraft/trashion dalam pasar industri. Dibutuhkan tangan kreatif untuk membuat dan memilih bahan-bahan yang akan di kemas dalam sebuah produk baik dari limbah basah dan limbah kering. Damanhuri dan Padmi (2000) mengemukakan permasalahan yang kerap terjadi dalam penanganan sampah seperti: Kapasitas dan pemeliharaan peralatan yang belum memadai; Lemahnya pembinaan tenaga pelaksana khususnya tenaga harian lepas; Terbatasnya metode operasional yang sesuai dengan kondisi daerah; Siklus operasi persampahan tidak lengkap karena berbedanya penanggung jawab; Koordinasi sektoral antar birokrasi pemerintah seringkali lemah; Manajemen operasional seringkali hanya untuk jangka pendek. Herianti (2009) berpendapat bahwa: Istilah Trashion singkatan dari Trash dan Fashion yang erat kaitan dengan kontes atau fashion show untuk menghasilkan barang-barang yang bisa dipakai. Kini istilah trashion dipergunakan secara luas sebagai semua barang dan aksesoris sehari-hari yang terbuat dari bahan yang didaur ulang. Kemasan plastik yang masih bagus dan utuh, tidak bernoda, terkelupas, sobek atau berlubang, dengan kata lain pisahkanlah sampah kering dan sampah basah, kemudian semua sampah tersebut dicuci dan dikeringkan. (hal.5-7). II.7 Manfaat dari Proses Daur Ulang Penggunaan bahan baku/barang-barang recycle, hampir di semua tempat terdapat peluang-peluang usaha yang cukup baik, dengan cara memanfaatkan barang bekas menjadi salah satu usaha bisnis yaitu dengan melakukan pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan, dimana menurut Nurheti (2010: hal.3) mengatakan bahwa aneka kerajinan yang kreatif bernilai ekonomis tinggi. Kerajinan dari plastik bekas terbukti menguntungkan karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapat, murah atau bahkan gratis, dan proses pembuatannya cukup sederhana. 8

Herianti (2009) menjelaskan bahwa sesungguhnya tujuan dari kegiatan ini, ternyata ada peluang ekonomi dibalik sampah, karena selain desain menarik, produk trashion memang memiliki nilai jual (h.4). Dengan kata lain manfaat dari proses daur ulang limbah plastik mempunyai nilai tambah bila diolah dengan benar dan bernilai ekonomi tinggi dapat menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan dalam pasar industri. II.8 Beberapa Sampel Botol Plastik Gambar II.1 Sampel botol plastik Sumber: Dokumentasi pribadi, (19/5/2016) 9

II.9 Macam-macam Limbah Botol Plastik yang dapat di Daur Ulang. Limbah adalah suatu kegiatan atau proses, yang dibagi menjadi limbah padat, gas dan cair, seperti berikut: Botol plastik air mineral dan botol plastik softdrink. II.10 Analisis Analisis yang dilakukan terkait masalah mengelolah sampah sehingga menjadikan suatu produk atau barang yang dapat dijual sehingga memiliki nilai ekonomi yang berbeda dari nilai sampah yang sebelumnya dipandang tidak berguna melalui cara kuisioner dan wawancara. II.10.1 Wawancara Wawancara ini dilakukan pada tanggal 12/5/2016 dirumah pengolahan sampah dengan ibu Mimin selaku koordinator pengelolah sampah yang berlokasi di jl. Manglayang, Kecamatan. Cibiru Bandung. Tempat tersebut dipilih karena salah satu bank sampah yang cukup aktif dalam mengumpulkan dan mengelolah sampah botol plastik yang ada di kota Bandung. Hasil dari wawancara yang dilakukan pada ibu Mimin menyatakan bahwa sampah itu sebenarnya sayang dibuang karena mengganggu TPS/TPA yang semakin hari semakin penuh. Maka dari itu dibuat kerajinan dari sampah yang didaur ulang. Misalnya 1 jenis dari bungkus kopi bisa jadi karpet, taplak, tempat tisu, dompet yang kreatif. Kenapa dibuat kerajinan karena meminimalisir jumlah sampah, karena sampah plastik sulit terurai. Dengan sampah yang diolah menjadi sebuah produk inovatif dan kreatif akan mendapatkan nilai ekonomi tinggi. Hal ini dapat terciptanya lingkungan yang bersih dan terciptanya sumber ekonomi dengan memilah sampah yang dapat dijual dan sampah yang dapat di daur ulang kembali. Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 11/5/2016 dirumah ibu Hesty menyatakan bahwa sampah basah dapat diolah menjadi bio gas yang bermanfaat untuk menggantikan tabung gas. Walaupun proses pengolahan sampah basah sedikit lama, tetapi hasil yang dihasilkan dari proses pengolahan 10

sampah basah menjadi bio gas ini sangat bermanfaat karena dapat menggantikan tabung gas dengan mengolah sampah basah. II.10.2 Kuisioner Berbagai kesimpulan didapatkan dari data hasil kuisioner, hasil tersebut dijelaskan dalam bentuk diagram, pertanyaan kuisioner yang diberikan dalam bentuk pilihan ganda dan tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang dijawab terkait langkah preventif adalah sebagai berikut: Ya sering Kadang-kadang Tidak pernah 3% 20% 77% Gambar II.2 Diagram apakah anda sering membuang sampah sembarangan? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 113 responden, 2.8% responden sering membuang sampah sembarangan, 76.6% terkadang membuang sampah sembarangan dan 20.6% tidak pernah membuang sampah sembarangan. 11

Ya tahu Tidak ingin tahu 2% 98% Gambar II.3 Diagram apakah anda tahu akibat membuang sampah sembarangan? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 108 responden, 98.1% responden tahu akibat dari membuang sampah sembarangan dan 1.9% tidak mengetahui akibat dari membuang sampah sembarangan. Ya setuju Kurang setuju 2% 98% Gambar II.4 Diagram apakah anda setuju dengan upaya pengelolaan sampah yang baik dan benar dapat mengurangi jumlah sampah yang ada? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 101 responden, 98.2% setuju dengan pengelolaan sampah dan 1.8% kurang setuju dengan pengelolaan sampah. 12

Ya tahu Sedikit tahu Tidak ingin tahu 1% 39% 60% Gambar II.5 Diagram apakah anda tahu jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 111 responden, 67% tahu, 38.7% sedikit tahu dan 0.9% tidak ingin tahu jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang. Ya tahu Tidak tahu 11% 89% Gambar II.6 Diagram apakah anda mengetahui barang/produk apa saja yang berasal dari sampah? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 99 responden, 89% tahu dan 89% tidak mengetahui barang/produk apa saja yang berasal dari sampah. 13

Ya Tidak 4% 96% Gambar II.7 Diagram apakah anda mengetahui sampah apa saja yang dapat diolah sehingga dapat dijual kembali? Berikut hasil kuisioner yang didapat dari 102 responden, 88% tahu dan 4% tidak mengetahui barang/produk apa saja yang dapat diolah sehingga dapat dijual kembali. II.11 Resume Diketahui bahwa sampah botol plastik memiliki nilai ekonomi yang tinggi untuk kalangan masyarakat, jika masyarakat itu sendiri bisa mengelolah sampah botol plastik dengan baik dan benar, sampah yang tidak berguna sesungguhnya bermanfaat bagi masyarakat yang dapat mengelolahnya. Maka dari itu perlu upaya komunikasi yang baik dalam menyampaikan informasi untuk membuat masyarakat memahami cara mengelolah sampah dengan dijadikan sebuah produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Maka dari itu pembuatan video tutorial ini bertujuan untuk memberikan cara-cara mengolah sampah plastik yang benar sehingga menghasilkan sebuah produk inovatif yang memiliki nilai jual tinggi. 14