IV. GAMBARAN UMUM KABUPATEN MUNA 4.1 Letak Geografis dan Kondisi Alam Kabupaten Muna merupakan daerah kepulauan yang terletak diwilayah Sulawesi Tenggara. Luas wilayah Kabupaten Muna adalah 488.700 hektar yang terdiri dari : a) daratan seluas 158.826 hektar; b) perbukitan seluas 152.474 hektar; c) pegunungan seluas 177.400 hektar (Bappeda, 2003). Topografi Kabupaten Muna merupakan dataran rendah, dengan ketinggian dominan 65 persen kurang dari 100 m dpl dan terdapat barisan pegunungan dengan ketinggian 300 800 dpl. Kabupaten Muna dilintasi oleh 4 (empat) buah sungai yang cukup besar meliputi Sungai Katangana, Sungai Wandosa, Sungai Lanounba dan Sungai Tobangka Balano. Sungai-sungai lainnya cukup banyak antara lain Sungai Kambara, Sungai Maligano, Sungai Lambale, Sungai Lakumbe, Sungai Kioko, Sungai Bubu, Sungai Kambowa, Sungai Lahumoko dan Sungai Lagito. Sungaisungai di Kabupaten Muna umumnya memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kecil. Sungai-sungai di pulau Muna sumber airnya umumnya merupakan sungai bawah tanah dan kering dimusim kemarau. Sungai-sungai di pulau Muna sumber airnya dipasok dari air tanah, sedangkan sungai-sungai yang berada dipulau Buton umumnya cukup besar dengan sumber air berasal dari perbukitan. Wilayah Kabupaten Muna memiliki jenis tanah berdasarkan peta tanah tinjau Provinsi Sulawesi Tenggara skala 1:500.000 (Balai Penelitian Tanah Bogor Tahun 1965) terdiri dari Mediteran, Rensiana dan litosol, Podsolik Merah dan Kuning Ditinjau dari letak geografis Kabupaten Muna (Gambar 2.) terletak di bagian selatan Katulistiwa pada garis Lintang 4 06 Lintang Selatan sampai dengan 5 15 Lintang Selatan dan dari Barat ke Timur 122 08 Bujur Timur sampai dengan 123 15 Bujur Timur, dengan batas batas sebagai berikut : - Bagian Utara Kabupaten Muna berbatasan dengan Selat Tiworo dan Kabupaten Kendari - Bagian Timur berbatasan dengan Laut Banda - Bagian Selatan berbatasan dengan Kabupaten Buton - Bagian Barat berbatasan dengan Selat Spelman 50
Kulisusu Barat Wakorumba Kulisusu Utara Napabalano Kusambi Maligano Lasalepa Tiworo Tengah Tiworo Kepulauan Bonegunu Watopute Barangka Bata Laiworu Sawerigadi Maginti Kontunaga Katobu Wakarumba Selatan Duruka Lawa Lohia Kabangka Kabawo Pasir Putih Kambowa Parigi Kulisusu Bone Tongkuno Gambar 2. Peta Kabupaten Muna Kabupaten Muna beriklim topis, mempunyai suhu rata-rata 25 0 C-27 0 C dan memiliki dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan berlangsung dari bulan Nopember sampai Maret dan musim kemarau antara bulan Mei sampai Oktober. Pada bulan April, angin bertiup dengan arah tidak menentu di sertai dengan curah hujan yang tinggi. Kondisi geografis Kabupaten Muna memiliki kemiringan yang curam lebih besar dari 40 persen, hingga mengakibatkan rawan terhadap bencana banjir dan erosi yang dapat menimbulkan dampak negatif pada masyarakat dan lahan pertanian. Sektor perekonomian suatu daerah sangat ditentukan oleh besarnya peranan sektor-sektor ekonomi dalam menciptakan nilai tambah. Makin besar nilai tambah yang diraih oleh suatu sektor maka semakin besar peranan dalam perekonomian daerah tersebut. Berdasarkan distribusi persentase PDRB atas harga berlaku menurut lapangan usaha, maka sektor pertanian merupakan sektor yang paling dominan memberikan kontribusi kepada PDRB Kabupaten Muna Sektor pertanian menjadi sektor andalan bagi perekonomian Kabupaten Muna. Pada tahun 2002, kontribusi sektor pertanian sebesar 38,68 persen dari 51
total pembentukan PDRB. Kontribusi sektor pertanian dari tahun ketahun menunjukan keadaan yang berfluktuasi, hingga tahun 2006 sektor pertanian masih mendominasi pembentukan PDRB di Kabupaten Muna. Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2006 sebesar 41,61 persen. Tabel. 5 Kontribusi Sektoral di Kabupaten Muna, Tahun 2002 2006 (dalam persen) Lapangan Usaha T a h u n 2002 2003 2004 2005 2006 Pertanian 38,68 40,54 41,62 42,20 41,61 Pertambangan dan Penggalian 1,58 1,54 1,56 1,97 1,75 Industri Pengolahan 6,75 5,94 5,45 5,41 5,49 Listrik, Gas dan Air Minum 0,28 0,32 0,48 0,46 0,55 Konstruksi/Bangunan 7,30 7,18 7,32 7,37 7,19 Perdagangan, Hotel dan Restoran 17,08 17,35 17,4 16,94 17,87 Pengangkutan dan Komunikasi 3,03 2,71 3,0 2,97 2,99 Keuangan dan Jasa Perusahaan 4,60 4,83 4,58 4,75 4,81 Jasa-Jasa 20,70 19,59 18,59 18,02 17,74 Jumlah 100 100 100 100 100 Sumber : BPS Kabupaten Muna, 2006 Perkebunan mempunyai kontribusi besar didalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Muna. Perkebunan menjadi pilihan utama mengingat kondisi tanah yang sebagian besar merupakan tanah subur. Tanaman perkebunan yang cukup pontesial dikembangkan sebagai komoditi unggulan adalah kelapa, kopi, jambu mete, kemiri dan coklat/kakao. 4.2 Wilayah Administrasi dan Demografis Pembagian administrasi wilayah Kabupaten Muna dengan ibukotanya Raha terletak di Kecamatan Katobu terdiri dari 29 Kecamatan yang terdiri dari 254 Desa, 39 Kelurahan, 6 Desa Persiapan dan 1 Unit Permukiman Transmigrasi (UPT). Kabupaten Muna mengalami dua kali pemekaran Kecamatan dan beberapa kali pemekaran Desa hingga tahun 2004. Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Muna Nomor 14 Tahun 2004 tentang pembentukan desa-desa di Kecamatan Tiworo Tengah, Kecamatan Pasir Putih, Kecamatan Kabangka dan Kecamatan Maginti maka di Kabupaten Muna menjadi 294 desa/kelurahan, sehingga jumlah desa tahun 2004 sama sampai tahun 2006. Pada tahun 2007 Kabupaten Muna mengalami pemekaran Kabupaten yaitu Kabupaten Buton Utara dan Kabupaten Muna itu sendiri. 52
Terjadinya pemekaran kabupaten dan kecamatan serta desa/kelurahan merupakan konsekwensi logis dari suatu keberhasilan pembangunan, sehingga terjadi peningkatan tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan, serta dapat menimbulkan persoalan yang dialami masyarakat dalam beraktivitas. Sebaran penduduknya masih relatif sedikit bila dibandingkan dengan luas wilayahnya, yaitu setiap kilometer persegi kepadatan penduduknya sebesar 64 jiwa. Kepadatan penduduk tertinggi di Kecamatan Katobu sebesar 2.120 jiwa per km 2 dan terendah di Kecamatan Bonegunu sebesar 15 jiwa per km 2. Kecamatan terluas wilayahnya adalah Kecamatan Tongkuno dengan luas 515,91 km², sedangkan kecamatan yang paling kecil adalah Kecamatan Duruka dengan luas 11,52 km². Tabel. 6 No Jumlah Penduduk dan Tingkat Kepadatan Tiap-Tiap Kecamatan se-kabupaten Muna, Tahun 2006 Kecamatan Jumlah Desa Luas Km² Jumlah Penduduk Kepadatan Per Km² 1 Tongkuno 19 515,91 19.654 38 2 Parigi 12 134,78 11.994 89 3 Bone 8 142,77 8.986 63 4 Kabawo 14 249,89 13.805 55 5 Kabangka 11 123,14 10.405 84 6 Tikep 11 93,82 8.157 87 7 Maginti 13 107,55 11.546 107 8 Tiworo Tengah 13 128,07 8.056 63 9 Lawa 15 260,22 12.719 49 10 Sawerigadi 10 102,60 6.709 65 11 Barangka 8 33,09 5.831 176 12 Kusambi 13 143,19 12.366 86 13 Kontunaga 6 50,88 7.438 146 14 Watopute 8 96,12 11.179 116 15 Katobu 8 12,88 27.310 2.120 16 Lohia 9 49,81 14.060 282 17 Duruka 7 11,52 10.123 879 18 Batalaiworu 4 22,71 9.571 421 19 Napabalano 14 176,32 16.435 93 20 Lasalepa 7 107,92 9.048 84 21 Wakorsel 6 104,86 4.966 47 22 Pasir Putih 10 138,30 7.900 57 23 Bonegunu * 11 487,47 7.103 15 24 Kambowa 8 300,44 5.616 19 25 Wakorumba 9 245,26 6.208 25 26 Maligano 9 157,62 6.597 42 27 Kulisusu 14 208,78 17.704 85 28 Kulisusu Barat 8 341,44 6.128 18 29 Kulisus Utara 9 339,64 7.139 21 Total 294 4.887 304.753 64 Sumber : BPS Kabupaten Muna, 2006 53
Penduduk Kabupaten Muna berdasarkan hasil registrasi akhir tahun yang dilakukan pada bulan Desember 2006 sebanyak 304.753 jiwa terdiri dari laki-laki 148.355 jiwa atau 48,68 persen dan perempuan sebanyak 156.398 jiwa atau 51,32 persen dengan sex ration 95. Rata-rata anggota rumahtangga sebesar 4,5 jiwa per rumahtangga. Laju pertumbuhan penduduk berdasarkan hasil sensus penduduk pada tahun 2001 berjumlah 273.160 jiwa, jiwa dibandingkan dengan hasil sensus penduduk tahun 1991 sebanyak 226.933 jiwa, maka angka pertumbuhannya sebesar 1,90 persen. Pertumbuhan penduduk mengalami penurunan jika dibandingkan periode tahun 1981-1991 yaitu sebesar 1,37 persen berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 1981 sebesar 174.057 jiwa. 4.3 Kemiskinan Kabupaten Muna Dari hasil pendataan penduduk/keluarga miskin Kabupaten Muna pada tahun 2006, diperoleh jumlah rumahtangga miskin sebanyak 37.569 atau 54,24 persen rumahtangga dari total jumlah penduduk sebanyak 69.259 rumahtangga. Secara nominal, rumahtangga miskin banyak terdapat di Kecamatan Tongkuno, Kabawo,Tikep, Lawa, Katobu, Bonegunu dan Kecamatan Kusambi. Kecamatan yang paling sedikit terdapat rumahtangga miskin adalah Kecamatan Wakorsel, Barangka dan Kecamatan Bone. Tetapi jika dibandingkan dengan jumlah rumahtangga keseluruhan dari masing-masing kecamatan, maka kecamatan yang paling tinggi presentase rumahtangga miskin di atas 70 persen adalah Kecamatan Kambowa, sedangkan kecamatan yang paling rendah presentase rumahtangga miskinnya di bawah 35 persen adalah Kecamatan Bone dan Kecamatan Pasir Putih. Pada Tabel 7 jumlah kepala rumahtangga miskin yang paling banyak terdapat pada Kecamatan Tongkuno sebanyak 2.911 rumahtangga atau 59,6 persen dari total rumahtangga sebanyak 4.885 KK, sedangkan yang paling sedikit jumlah rumahtangga miskin terdapat di Kecamatan Bone sebanyak 718 rumahtangga atau 33,9 persen dari total rumahtangga sebanyak 2.121KK. Jumlah kepala rumahtangga miskin hasil pendataan penduduk/keluarga miskin tahun 2006 Kabupaten Muna dapat dilihat pada Tabel 7. 54
Tabel. 7 Jumlah Kepala Rumahtangga Miskin Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Kabupaten Muna, Tahun 2006 No Kecamatan Jenis Kelamin Jumlah RT Laki-Laki Perempuan Miskin Jumlah RT Persentase 1 Tongkuno 1.923 987 2.910 4.885 59,6 2 Parigi 573 536 1.109 2.958 37,5 3 Bone 499 219 718 2.121 33,9 4 Kabawo 1.326 790 2.116 2.804 75,5 5 Kabangka 1.088 368 1.456 2.257 64,5 6 Tikep 1.010 239 1.249 2.031 61,5 7 Maginti 1.301 227 1.528 3.032 50,4 8 Tiworo Tengah 948 128 1.076 1.943 55,4 9 Lawa 1.281 581 1.862 2.939 63,4 10 Sawerigadi 728 277 1.005 1.443 69,6 11 Barangka 508 291 799 1.470 54,4 12 Kusambi 998 370 1.368 2.486 55,0 13 Kontunaga 901 292 1.193 1.652 72,2 14 Watopute 958 383 1.341 2.464 54,4 15 Katobu 1.267 799 2.066 5.422 38,1 16 Lohia 548 588 1.136 3.194 35,6 17 Duruka 775 383 1.158 2.220 52,2 18 Batalaiworu 690 177 867 1.937 44,8 19 Napabalano 1.265 693 1.958 3.651 53,6 20 Lasalepa 603 287 890 2.264 39,3 21 Wakorsel 646 130 776 1.137 68,2 22 Pasir Putih 209 337 546 1.736 31,5 23 Bonegunu 1.037 367 1.404 1.649 85,1 24 Kambowa 854 210 1.064 1.345 79,1 25 Wakorumba 733 163 896 1.417 63,2 26 Maligano 512 304 816 1.622 50,3 27 Kulisusu 1.486 761 2.247 4.060 55,3 28 Kulisusu Barat 958 133 1.091 1.418 76,9 29 Kulisus Utara 811 107 918 1.702 53,9 Kabupaten Muna 26.436 11.127 37.563 69.259 54,24 Presentase (%) 70,38 29,62 100 Sumber : BPMD Kabupaten Muna Sebaran penduduk miskin hampir merata antara 40-75 persen pada semua kecamatan di Kabupaten Muna, kecuali Kecamatan Pasir Putih, Bone dan Kecamatan Lohia dengan kisaran presentasenya kurang dari 40 persen. Meskipun demikian, beberapa kecamatan lainnya seperti Kecamatan Kabawo dan Kecamatan Kulisusu Barat serta Kecamatan Kambowa perlu mendapat perhatian, mengingat sebaran rumahtangga miskinnnya relatif tinggi masingmasing sebesar 75,5 persen, 76,9 persen dan 79,1 persen. 55
4.4 Pendidikan dan Kesehatan Berbagai upaya pembangunan pendidikan termasuk wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di lakukan di Kabupaten Muna untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. Namun dalam proses belajar mengajar di sekolah, belum didukung oleh kualitas sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. Pembangunan pendidikan di Kabupaten Muna sampai saat ini belum menunjukkan pemerataan yang baik, dimana ada beberapa kecamatan yang tidak mempunyai SLTA. Kondisi ini tentunya akan menyulitkan penduduk usia sekolah di Kecamatan tersebut untuk menempuh pendidikan formal. Tabel. 8 Jumlah Fasilitas Pendidikan di Kabupaten Muna, Tahun 2006 Kecamatan SD SLTP SLTA Sekolah Murid Sekolah Murid Sekolah Murid Tongkuno 22 3.673 3 1.162 1 919 Parigi 18 2.191 3 574 1 150 Bone 13 1.530 1 156 0 0 Kabawo 18 2.842 3 107 1 693 Kabangka 13 1.734 2 389 1 60 Tikep 12 1.289 1 275 1 458 Maginti 13 2.057 3 549 1 55 Tiworo Tengah 12 1.261 1 278 0 0 Lawa 17 2.175 2 659 1 531 Sawerigadi 11 1.466 2 305 0 0 Barangka 11 1.182 1 697 1 128 Kusambi 11 1.838 2 628 1 347 Kontunaga 7 1.157 1 304 0 0 Watopute 13 1.903 2 591 1 353 Katobu 14 4.491 6 1.966 5 1.782 Lohia 16 2.306 3 526 1 137 Duruka 10 1.413 1 222 0 0 Batalaiworu 7 1.188 1 1.078 2 1.630 Napabalano 16 2.588 3 625 1 218 Lasalepa 8 1.400 2 515 1 73 Wakorsel 7 791 1 274 1 79 Pasir Putih 14 1.310 2 294 1 190 Bonegunu 11 1.273 3 484 1 93 Kambowa 8 1.007 2 236 0 0 Wakorumba 10 1.298 1 245 1 75 Maligano 9 1.190 2 376 1 86 Kulisusu 22 3.159 3 1.253 2 805 Kulisusu Barat 8 1.201 1 269 0 48 Kulisus Utara 9 1.307 2 524 2 271 Total 360 52.220 60 15.561 29 9.181 Sumber : BPS Kabupaten Muna, 2006 56
Pada Tabel 8 jumlah fasilitas pendidikan sekolah SD paling banyak berada di Kecamatan Tongkuno sebanyak 22 buah dengan jumlah murid sebanyak 3.673 orang, disusul Kecamatan Kulisusu sebanyak 22 buah dengan jumlah murid sebanyak 3.159 orang. Sedang jumlah fasilitas pendidikan yang paling sedikit berada di Kecamatan Kontunaga sebanyak 7 buah dengan jumlah murid 1.157 orang, SLTP sebanyak 1 buah dengan jumlah murid sebanyak 304 orang. Masalah umum yang dihadapi oleh penduduk perdesaan terutama desa terpencil adalah terbatasnya jumlah tenaga medis dan paramedis yang ada di daerah tersebut. Jika penduduk perdesaan yang sakit, maka untuk pengobatannya di ibukota kecamatan atau ke ibukota kabupaten yang memiliki jumlah tenaga medis dan paramedis lebih banyak dan peralatan kedokteran yang lebih lengkap. Tabel. 9 Fasilitas dan Tenaga Kesehatan di Kabupaten Muna, Tahun 2006 Kecamatan Fasilitas Kesehatan Fasilitas Tenaga Kesehatan Rmh Sakit Puskesmas Pustu Bidan Perawat Dokter Tongkuno 0 1 3 6 12 2 Parigi 0 1 4 2 7 1 Bone 0 1 5 1 5 0 Kabawo 0 1 4 1 10 2 Kabangka 0 1 4 3 8 0 Tikep 0 1 3 2 7 1 Maginti 0 1 6 2 7 0 Tiworo Tengah 0 0 2 1 2 0 Lawa 0 1 4 1 5 0 Sawerigadi 0 1 5 2 5 0 Barangka 0 1 2 2 9 1 Kusambi 0 1 5 2 7 1 Kontunaga 0 1 1 1 4 0 Watopute 0 1 2 2 3 0 Katobu 1 1 1 7 54 10 Lohia 0 1 1 1 5 1 Duruka 0 1 2 5 9 3 Batalaiworu 0 0 1 0 1 0 Napabalano 0 1 4 3 6 3 Lasalepa 0 1 2 2 9 1 Wakorsel 0 1 1 2 7 1 Pasir Putih 0 1 5 1 4 0 Bonegunu 0 1 6 2 6 1 Kambowa 0 1 6 1 6 0 Wakorumba 0 1 4 2 7 1 Maligano 0 1 4 1 7 1 Kulisusu 0 1 6 5 10 1 Kulisusu Barat 0 1 3 1 5 0 Kulisus Utara 0 1 7 2 7 0 Total 1 26 100 57 222 29 Sumber : BPS Kabupaten Muna 57
Dari Tabel 9 jumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Muna pada tahun 2006 hanya memiliki 1 unit rumah sakit. Rumah sakit ini merupakan satusatunya rumah sakit yang terletak di ibukota Kecamatan Katobu, dengan jumlah puskesmas sebanyak 26 buah dan puskesmas pembantu sebanyak 100 buah. Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Muna relatif sedikit dengan, yaitu jumlah tenaga dokter sebanyak 29 orang, tenaga perawat sebanyak 222 orang dan tenaga bidan sebanyak 57 orang. Kecamatan Batalaiworu dan Tiworo Tengah tidak memiliki puskesmas tetapi memiliki puskesmas pembantu 1 unit dengan jumlah tenaga kesehatan 1 orang. Kurangnya fasilitas dan tenaga kesehatan di Kabupaten Muna tersebut akan menggangu dan mengalami kesulitan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terutama yang ada di pedesaan. 4.5 Penguasaan Lahan dan Potensi Pengembangan Komoditi Perkebunan Kondisi umum sumberdaya lahan adalah bersifat dinamis, karena penggunaan lahan tersebut merupakan manifestasi dari segala aktivitas manusia diatas tanah yang juga dapat mencerminkan tingkat sosial ekonomi masyarakat suatu daerah. Dalam pengertian ruang luasnya relatif tetap dan cenderung berkurang dalam pengertian ekonomis dan fisik seperti terjadinya kerusakan tanah, lahan kritis dan bencana alam. Tabel 10. Penggunaan Lahan di Kabupaten Muna, Tahun 2006 Luas Lahan No Kecamatan (Ha) Presentase I Tanah Sawah 5.139 1,05 1. Yang diusahakan 3.318 0,68 2. Tidak diusahakan 1.821 0,37 II Tanah Kering 483.561 98,95 1. Pekarangan 16.058 3,29 2. Tegal/Kebun 46.497 9,51 3. Ladang/Human 19.234 3,94 4. Padang Rumput 4.053 0,83 5. Rawa yang tidak ditanami 1.794 0,37 6. Tambak, Kolam/Tebat/Empang 294 0,06 7. Sementara tidak diusahakan 81.083 16,59 8. Tanaman Kayu-kayuan/Hutan 8.406 1,72 9. Hutan Negara 192.679 39,43 10.Perkebunan 77.582 15,88 11.Lain-lain 35.981 7,36 Total 488.700 100,00 Sumber : BAPPEDA Kabupaten Muna, 2006 58
Pada Tabel 10 menunjukkan penggunaan lahan hutan negara seluas 192.679 hektar atau 39,43 persen menempati urutan pertama dan penggunaan lahan paling sedikit adalah tambak, kolam/tebat/empang seluas 294 hektar atau 0,06 persen serta perkebunan dengan penggunaan lahan seluas 77.582 hektar atau 15,88 persen. Penggunaan pemanfaatan lahan yang cukup luas untuk usaha perkebunan mencerminkan bahwa masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor perkebunan dan tenaga kerja yang diserap cukup besar. Tanaman perkebunan merupakan tanaman perdagangan yang cukup potensial didaerah ini adalah kelapa, kopi, jambu mete, kemiri dan coklat/kakao. Potensi lahan sebagai areal perkebunan di Kabupaten Muna mencapai 56.662,8 hektar. Dari potensi tersebut yang sudah dimanfaatkan untuk areal perkebunan didominasi oleh komoditi jambu mete seluas 39.226 hektar yang hampir merata di semua kecamatan. Tabel. 11 Kecamatan Luas Areal dan Produksi Komoditi Perkebunan per Kecamatan di Kabupaten Muna, Tahun 2006 Kelapa (ton) Kopi (ton) Jambu Mete (ton) Kemiri (ton) Coklat/Kakao (ton) Total Luas Tanaman (ha) Tongkuno 138,0 21 2.960 85 30 7.864,0 Parigi 185 18 164 8 27 2.598,0 Bone 44 9 140 16 2,0 2.202,0 Kabawo 25 16 190 21 24 2.926,0 Kabangka 93 135,0 240 18,5 180 3.342,9 Tikep 72 2,5 28 19 25 554,5 Maginti 193 16 85 13 870 2.477,5 Tiworo Tengah 69-127 1 29 953,0 Lawa 26 37 960 22 47 3.123,5 Sawerigadi 110 4 216 13 96 1.543,0 Barangka 90 2 204 9 103 1.407,5 Kusambi 130 0,5 348 11,0 40,3 1.702,0 Kontunaga 78 1 354 15 11 773,0 Watopute 71 1,3 302 13 9 793,1 Katobu 6-0,3-0,5 12,0 Lohia 30 1,2 575 1 5 1.045,0 Duruka 1,8 1,2 596 1 2,5 223,9 Batalaiworu 32-489 0,5 1 217,6 Napabalano 110 0,2 415 0,8 25 2.020,0 Lasalepa 85 0,1 328-10 1.225,8 Wakorsel 685-310 17 330 1.813,0 Pasir Putih 706-260 10,0 304 1.225,5 Bonegunu 929 1 960 3 105 2.596,0 Kambowa 648-521 - 70 1.718,0 Wakorumba 173 23 501 5 130 2.237,0 Maligano 126 19,5 379 1 145 2.068,0 Kulisusu 195 1,5 497 4,5 63 3.010,0 Kulisusu Barat 304,5 1,9 93,5 2,1 69 1.560,0 Kulisus Utara 1.043 5 103,3-257 3.431,0 Total 6.398,3 317,9 12.346,1 310,4 3.010,3 56.662,8 Sumber : BPS dan Dinas Perkebunan Kabupaten Muna, 2006 59
Keunggulan daerah dapat dilihat dari jumlah produksi perkebunan menurut kecamatan, berdasarkan Tabel 11 menunjukkan bahwa komoditi perkebunan jambu mete paling menonjol diantara komoditas lainnya, Kecamatan Tongkuno adalah merupakan kecamatan yang paling banyak memproduksi jambu mete yakni mencapai 2.960 ton per tahun, sedangkan kelapa rakyat banyak diproduksi di Kecamatan Bonegunu mencapai 929 ton per tahun, kopi banyak terdapat di Kecamatan Kabangka sebanyak 139 ton per tahun, sedang kemiri dan coklat/kakao banyak terdapat di Kecamatan Kabangka dan Kecamatan Maginti, yakni mencapai 18,5 ton dan 870 ton per tahun. Keunggulan perkebunan di Kabupaten Muna belum menggambarkan potensi lokal secara keseluruhan, karena belum tumbuh dan berkembang berdasarkan hasil pengelolaan masyarakat seutuhnya, namun masih dominan dikelola perusahaan besar dan masyarakat dari kalangan ekonomi menengah dan kuat. 60