LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR



dokumen-dokumen yang mirip
BUPATI KEPULAUAN MERANTI

BUPATI KEPULAUAN MERANTI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2001 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA LOKAL DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

LEMBARAN DAERAH KOTA PEKANBARU Nomor : 4 Tahun : 2002 Seri : D Nomor : 4

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR : 7 TAHUN 2003 TENTANG IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 11 TAHUN 2002 TENTANG PENEMPATAN ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIAK,

PERATURAN DAERAH KOTA BANJAR NOMOR 15 TAHUN 2004 TENTANG PENDAFTARAN PENCARI KERJA DAN WAJIB LAPOR KETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN KERJA DAN PRAKTIK PERAWAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 10 TAHUN 2008 T E N T A N G

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG IZIN GANGGUAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BALIKPAPAN,

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT I JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU PENERBITAN SERTIFIKAT KESEMPURNAAN KAPAL PAS KAPAL DAN REGISTRASI KAPAL

PERATURAN DAERAH MURUNG RAYA NOMOR : 22 TAHUN 2003 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN BIDANG KETENAGAKERJAAN DI KABUPATEN MURUNG RAYA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 10 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2011 TENTANG PRAMUWISATA DI PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KOTABARU PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 28 TAHUN 2013 TENTANG IZIN TEMPAT USAHA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KOTABARU,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN IZIN USAHA ANGKUTAN UMUM

PERATURAN DAERAH PROVINSI LAMPUNG NOMOR 13 TAHUN 2012 TENTANG PEMANFAATAN RUANG MILIK JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR LAMPUNG,

PEMERINTAH KABUPATEN TANAH BUMBU IZIN USAHA PERKEBUNAN

PERATURAN MENTERI NO. 21 TH 2005

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR: 2 TAHUN 2004 TENTANG FATWA PENGARAHAN LOKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT NOMOR 9 TAHUN 2002 TENTANG RETRIBUSI IZIN USAHA JASA KONSTRUKSI

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 21 TAHUN 2001 TENTANG PENGESAHAN PENDIRIAN DAN PERUBAHAN BADAN HUKUM KOPERASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR : 2 TAHUN 2003 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANTUL,

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MURUNG RAYA NOMOR : 33 TAHUN 2004 T E N T A N G RETRIBUSI IJIN TEMPAT USAHA DI KABUPATEN MURUNG RAYA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.22/MEN/IX/2009 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI DALAM NEGERI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN NUNUKAN NOMOR 04 TAHUN 2005

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BEKASI

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BERAU

LEMBARAN DAERAH KOTA BEKASI

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

LEMBARAN BERITA DAERAH KABUPATEN KARAWANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 04 TAHUN 2015 TENTANG IZIN USAHA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PERIZINAN USAHA JASA PERJALANAN WISATA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TARAKAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR : 74 TAHUN 2001 SERI B PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 37 TAHUN 2001 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 08 TAHUN 2005 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 8 TAHUN 2005 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR

SALINAN PERATURAN DAERAH KOTA SURABAYA NOMOR 22 TAHUN 2012 TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN MENGEMUDI KENDARAAN BERMOTOR

PEMERINTAH KABUPATEN PEMALANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN PEMALANG NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG KAWASAN PARIWISATA PANTAI WIDURI

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN SERANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI NOMOR 12 TAHUN 2001 TENTANG PEMBERIAN IZIN MEMPEKERJAKAN TENAGA KERJA WARGA NEGARA ASING PENDATANG

PERATURAN DAERAH KOTA TARAKAN NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DALAM WILAYAH KOTA TARAKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN TENTANG IZIN PENYELENGGARAAN PRAKTIK DOKTER DAN DOKTER GIGI

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

1 of 5 02/09/09 11:36

BUPATI BADUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BADUNG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BADUNG,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 5 TAHUN 2006 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMA

LEMBARAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT II YOGYAKARTA (Berita Resmi Kotamadya daerah Tingkat II Yogyakarta)

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

PROVINSI SULAWESI TENGGARA WALIKOTA KENDARI PERATURAN DAERAH KOTA KENDARI NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG TENAGA KERJA LOKAL

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

BUPATI SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN SLEMAN NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG IZIN PEMANFAATAN RUANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BERAU

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI INDRAMAYU,

Gubernur Jawa Barat PERATURAN GUBERNUR JAWA BARAT NOMOR 34 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA

BUPATI BANGKA TENGAH

Transkripsi:

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR : 05 TAHUN : 2009 SERI : E PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 05 TAHUN 2009 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KAMPAR, Menimbang : a. Bahwa berdasarkan fenomena tentang belum dimanfaatkannya tenaga kerja lokal secara optimal oleh berbagaai perusahaan yang berdomisili di Kabupaten Kampar Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal; b. Bahwa akibat kurang dimanfaatkannya Tenaga Kerja Lokal oleh perusahaan-perusahaan yang ada, dapat menimbulkan dampak negatif berupa kesenjangan ekonomi serta kecemburuan sosial antara karyawan perusahan dengan masyarakat tempatan bahkan dengan perusahan yang bersangkutan; c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Penempatan tenaga kerja lokal; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Nomor 25) ; 2. Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003, Nomor 39, tambahan Lembaran Negara Nomor 4279) ; 3. Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah; 4. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah ;

5. Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional ; 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota ; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang kedudukan, Tugas dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah; 8. Keputusan Presiden Nomor 04 Tahun 1980 tentang Wajib Lapor Lowongan Pekerjaan; 9. Keputusan Mentri Tenaga kerja nomor : KEP.203/MEN/1999 tentang penempatan Tenaga Kerja di dalam Negri; 10. Keputusan Gubernur Riau Nomor : kpts.344/viii/2000 tentang pedoman Penempatan Tenaga Kerja Lokal; 11. Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 14 Tahun 1998 tentang penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar (Lembaran Daerah Tahun 1998 Nomor 18); Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN KAMPAR Dan BUPATI KAMPAR MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA BAB I KETENTUAN UMUM Pasal I Dalam Peraturan Daerah ini di maksud dengan : 1. Daerah adalah Daerah Kabupaten Kampar. 2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar. 3. Kepala Daerah adalah Bupati Kampar. 4. Dewan Perwakilan Rakyat daerah yang selanjutnya disebut dengan DPRD adalah Badan Legislatif Daerah Kabupaten Kampar. 5. Dinas Teknis adalah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. 6. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kampar.

7. Kas Daerah adalah Kas Daerah Kabupaten Kampar. 8. Badan Urusan Keuangan Daerah adalah Badan Urusan Keuangan Daerah Kabupaten Kampar. 9. Badan Hukum adalah bentuk Badan Usaha yang meliputi Perseroan Terbatas, Perseroan Komenditer, Perseroan Lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun, Persekutuan, Perkumpulan, Firma, Kongsi, Koperasi, Yayasan atau Organisasi yang sejenis, Lembaga, Dana Pensiun, Bentuk Usaha tetap serta Badan Usaha lainnya. 10. Pengusaha adalah : a. Orang Perseorangan, Persekutuan atau Badan Hukum Yang secara sendiri-sendiri menjalankan perusahaan; b. Orang Perseorangan, Persekutuan atau Badan Hukum yang secara sendiri-sendiri menjalankan perusahaan Hukum miliknya; c. Orang Perorangan, Persekutuan atau Badan Hukum yang berada di Kabupaten Kampar mewakili Perusahaan sebagaimana di maksud dalam point 1 dan point 2 diatas yang berkedudukan diluar Wilayah Indonesia. 11. Pengurus adalah Orang yang ditunjuk untuk memimpin suatu Perusahaan. 12. Pekerja adalah Orang yang berkerja pada perusahaan dengan menerima upah yang berada dalam hubungan kerja. 13. Tenaga Kerja Lokal adalah Tenaga Kerja yang berasal dari Kabupaten Kampar atau dari daerah lainnya yang lahir di Kabupaten Kampar secara turun temurun atau berdomisili dalam jangka waktu tertentu atau berdasarkan perkawinan campuran. 14. Antar Kerja adalah Suatu mekanisme pelayanan kepada pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan bakat, dan kemampuannya baik dalam hubungan kerja maupun usaha mandiri serta pelayanan kepada pemberi kerja untuk memperoleh Tenaga Kerja yang sesuai dengan kebutuhannya. 15. Pengantar Kerja adalah Petugas Fungsional yang melaksanakan kegiatan Antar Kerja. 16. Antar Kerja Lokal (AKL) adalah Antar Kerja yang dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada pencari kerja dan pemberi kerja yang masing-masing berdomisili dalam Daerah Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. 17. Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) adalah Antar Kerja yang dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kepada Pencari Kerja dan Pemberi Kerja yang masing-masing berdomisili di Daerah Kerja Antar Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Provinsi. 18. Pencari Kerja Adalah Tenaga Kerja baik yang menganggur maupun yang masih bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan yang harus mendaftarkan diri pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar atau pada Instansi/Lembaga yang ditunjuk.

19. Pemberi Kerja adalah Setiap Pihak yang membutuhkan Tenaga Kerja. 20. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan, serta mengembangkan kompetensi kerja, produktifitas, disiplin sikap, dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan. 21. Lembaga Pelatihan Kerja adalah Instansi Pemerintah, badan Hukum atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan pelatihan kerja. 22. Kopetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan. 23. Program Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu antara pelatihan di Lembaga Pelatihan dengan bekerja secara langsung di bawah bimbingan dan pengawasan Instruktur atau pekerja/buruh yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di Perusahaan dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu. 24. Perjanjian Pemegang adalah perjanjian antara Peserta Program Pemagangan dengan Penyelenggara Program Pemagangan yang dibuat secara tertulis dan memuat Hak dan Kewajiban serta jangka waktu Program Pemagangan. BAB II WAJIB LAPOR LOWONGAN PEKERJAAN Pasal 2 (1) Setiap Pengusaha atau Pengurus wajib segera melaporkan secara tertulis setiap ada atau akan ada lowongan pekerjaan kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) memuat : a. Jumlah Tenaga Kerja yang dibutuhkan; b. Jenis Pekerjaan dan syarat-syarat jabatan yang digolongkan dalam jenis kelamin, usia, pendidikan, keterampilan/keahlian, pengalaman dan syarat-syarat lain yang dipandang perlu. (3) SetiapPerusahaan yang membuat PP dan PKB wajib memuat hal-hal sebagai berikut : a. Setiap Lowongan yang ada atau akan ada di laporkan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. b. Pengisian Lowongan yang tersedia di Perusahaan di rekrut perusahaan bersama Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten kampar. Pasal 3

Dalam hal Perusahaan mempunyai kantor-kantor cabang atau bagian yang berdiri sendiri, maka kewajiban sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 berlaku terhadap masing-masing kantor cabang atau bagian tersebut. Pasal 4 (1) Bentuk Laporan Lowongan Pekerjaan tersebut disediakan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Setiap Pengisian Lowongan Pekerjaan harus mengutamakan Tenaga Kerja yang terdaftar atau memiliki Kartu Kuning (AK.I) dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (3) Dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum lowongan di isi atau sebelum lowongan dipasang dalam iklan ( surat kabar, majalah, TV, radio, dan lainnya) laporan lowongan tersebut harus sudah diterima oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Dalam Hal Penyampaian Lowongan pekerjaan pengusaha/pengurus bisa menyampaikan secara tertulis, datang sendiri atau lewat telepon, maka petugas/pengantar kerja yang menerima laporan harus mengecek kebenaran lowongan pekerjaan tersebut dan segera memindahkan isinya kedalam formulir Wajib Lapor Lowongan ( W.L.L.1 ) yng sudah disediakan. (5) Jika lowongan tersebut sudah diisi maka dalam tempo 1 (satu) hari sesudah pengisian lowongan, perusahaan (pengurus atau pengusaha) harus melaporkannya kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dengan mengisi Formulir Wajib Lapor Lowongan ( W.L.L.2 ). BAB III PENCARI KERJA Pasal 5 (1) Setiap Pencari Kerja mempunyai kesempatan yang sama untuk mengisi Lowongan pekerjaan. (2) Untuk mengisi Lowongan sebagaimana dimaksud ayat (1) Pencari Kerja harus memenuhi kualifikasi persyaratan yang dibutuhkan. Pasal 6 (1) Pencari Kerja yang akan mengisi lowongan pekerjaan diperusahaan harus terdaftar pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dan dipersyaratkan memiliki Kartu Tanda Pendaftaran pencari kerja (AK.I) atau Kartu Kuning yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Untuk mendapatkan Kartu Tanda Pendaftaran Pencari Kerja (AK. I) atau Kartu Kuning di persyaratkan ;

a. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dikeluarkan oleh Dinas/Instansi yang berwenang dalam Wilayah Kabupaten Kampar; b. Foto copy Ijazah mulai dari SD sampai dengan Ijazah Terakhir; c. Pas Foto ukuran 3 X 4 cm, hitam putih sebanyak 3 lembar. (3) Terhadap keadan yang bersifat khusus pengurusan AK. I dapat dilimpahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar kepada Kantor Camat dan atau kantor lurah/kepala Desa setempat, yang berada disekitar atau berdekatan dengan perusahaan yang dimaksudkan dalam rangka untuk mempermudah pelayanan pengurusan kartu AK. I Pasal 7 (1) Setiap Perusahaan harus mempekerjakan 40% (empat puluh persen) tenaga lokal dan 60% (enam puluh persen) tenaga non lokal, baik tenaga kerja yang terampil maupun yang tidak terampil. (2) Apabila lowongan pekerjaan tidak bisa terpenuhi di Kabupaten Kampar, maka dapat dilakukan antar Kabupaten/Kota dalam Provinsi dalam bentuk kerjasama. (3) Jika setelah dilakukan segala daya upaya dalam pengisian lowongan tersebut, namun belum dapat diisi oleh tenaga kerja lokal, maka pengusaha atau pengurus diperbolehkan mencari tenaga kerja dari daerah lain setelah mendapat izin dari Bupati Kampar. BAB IV PENEMPATAN TENAGA KERJA Pasal 8 (1) Setiap Penempatan Tenaga Kerja dilaksanakan berdasarkan azaz terbuka, bebas, adil dan serta tanpa diskriminasi. (2) Penempatan Tenaga Kerja diarahkan untuk menempatkan Tenaga Kerja pada jabatan yang tepat sesuai dengan keahlian, keterampilan, bakat, minat, dan kemampuan dengan perlindungan Hukum. Pasal 9 (1) Setiap Pemberi kerja dan atau pelaksana dalam menempatkan Tenaga kerja wajib memenuhi perlindungan yang mencakup kesejahteraan, Keselamatan dan Kesehatan baik mental maupun fisik Tenaga Kerja. (2) Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 10

Pemberi Kerja dilarang mengalihkantenaga Kerja yang direkrutnya kepada pemberi kerja lain, secara langsung maupun tidak langsung tanpa persetujuan Tenaga Kerja yang bersangkutan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. BAB V PELAKSANAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA ANTAR KERJA ANTAR DAERAH (AKAD) Pasal 11 Setiap Perusahan pengguna Tenaga Kerja AKAD ataupun mendatangkan Tenaga kerja AKAD wajib mendapatkan izin dari Bupati Kampar setelah memperoleh Rekomendasi dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. Pasal 12 (1) Perusahaan yang mempergunakan Tenaga Kerja AKAD harus mempunyai rencana penempatan tenaga kerja antar Daerah (RPTKAD) untuk waktu tertentu minimal satu tahun yang disahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar (2) RPTKAD dibuat setelah lowongan pekerjaan yang terdaftar pada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar belum dapat diisi oleh Tenaga Kerja Lokal yang berdomisili di Kabupaten Kampar. (3) Lowongan Pekerjaan yang tidak terisi sebagaimana pada ayat 2 dibuktikan dengan Surat Keterangan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Dalam hal di Kabupaten Kampar tidak tersedia Tenaga Kerja untuk mengisi Lowongan kerja sebagaimana pada ayat (3) maka Perusahaan Pegguna Tenaga Kerja AKAD dapat bekerjasama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten/Kota SeProvinsi Riau dengan Persetujuan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (5) Perusahaan pengguna Tenaga Kerja AKAD harus membuat dan Menandatangani Perjanjian Kerja dengan Tenaga Kerja AKAD. (6) Perusahaan pengguna tenaga kerja AKAD harus melaporkan kedatangan Tenaga Kerja AKAD ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar dan mendapatkan izin saat akan memulangkan Tenaga Kerja AKAD yang sudah habis masa kerjanya. Pasal 13 (1) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar akan menerbitkan Surat Persetujuan Penempatan ( SPP ) AKAD setelah perusahaan pengguna Tenaga Kerja AKAD mendapat Izin dari Bupati Kampar. (2) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Tenaga Kerja AKAD dan Perusahaan Pengguna Tenaga Kerja AKAD.

Pasal 14 (1) Tenaga Kerja AKAD yang akan ditempatkan di Kabupaten Kampar harus dilengkapi dengan Perjanjian Keja yang telah disahkan oleh Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (2) Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Daerah asal Tenaga Kerja AKAD melaksanakan Monitoring dan Pengawasan terhadap pemulangan Tenaga Kerja AKAD. BAB VI RENCANA PENGGUNAAN TENAGA KERJA AKAD Pasal 15 Setiap perusahan pengguna Tenaga Kerja AKAD yang mempunyai RPTKAD hendaklah memperhitungkan dengan teliti jumlah kualifikasi Tenaga Kerja yang diperlukan, dari daerah mana akan di rekrut serta Jaminan Sosial dan Fasilitas yang akan disediakan oleh Perusahaan. Pasal 16 Kualifikasi Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud pasal 15 meleputi Pendidikan, Usia, Jenis Kelamin, Pengalaman Kerja, Jenis Pekerjaan, Syarat-syarat Jabatan dan lain-lain yang dipandang perlu. Pasal 17 RPTKAD dapat disusun untuk kurang dari satu tahun (penyimpangan dari pasal 12 ayat (1) sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan pekerjaan yang mendesak dan atau segera. Pasal 18 Pekerjaan yang mendesak dan atau segera sesebagaimana dimaksud pada pasal 17 harus dapat dinyatakan, dan buktikan oleh pengusaha pengguna Tenaga Keja AKAD dan ditinjau langsung oleh Petugas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. Pasal 19 Penepatan Tenaga Kerja AKAD pada dasarnya untuk mengisi lowongan kerja sebagaimana pasal 12 ayat (2) yang secara bertahap harus di kurangi guna memberi Pelindungan dan atau Perdayagunaan Tenaga Kerja Lokal. BAB VII PELATIHAN KERJA Pasal 20 Pelatihan Kerja di selenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas dan kesejahteraan. Pasal 21

(1) Pelatihan kerja dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha, baik di dalam manapun di luar hubungan kerja. (2) Pelatihan kerja di selengarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada standar kompelensi kerja. Pasal 22 Setiap tenaga kerja berhak untuk memperoleh dan/atau meningkatkan dan/atau mengembangkan kopentesi kerja sesuai dengan bakat, minat dan kemampuannya melalui pelatihan kerja. Pasal 23 (1) Pengusaha bertanggung jawab atas peningkatan dan/atau pengembangan kopetensi pekerjaanya melalui pelatihan kerja. (2) Setiap pekerja /buruh memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan kerja sesuai dengan bidang tugasnya. (3) Terhadap calon pekerja atau magang kerja dalam pelaksanaan pelatihan, pengusaha wajib bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (4) Seluruh biaya guna pelaksanaan pelatihan terhadap calon pekerja atua magang kerja ditanggung oleh perusahaan. Pasal 24 (1) Pelatihan kerja di selenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja pemerintah dan/atau lembaga pelatihan kerja swasta. (2) Lembaga pelatihan kerja pemerintah sebagaimana dimaksud dengan ayat (1) dalam penyelenggarakan pelatihan kerja dapat bekerja sama dengan swasta. Pasal 25 Penyelenggarakan pelatihan kerja wajib memenuhi persyaratan : (a) Tersedianya tenaga kepelatihan; (b) Adanya kurikulum yang sesuai dengan tingkat pelatihan; (c) Tersedianya sarana dan prasana pelatihan kerja; (d) Tersedianya dana bagi kelangsungan kegiatan penyelenggarakan pelatihan kerja. Pasal 26 (1) Lembaga pelatihan kerja swasta dapat berbentuk Badan Hukum atau perorangan. (2) Lembaga pelatihan kerja swasta sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib memperoleh izin atau mendaftar ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar. (3) Lembaga pelatihan kerja yang di selenggarakan oleh Instansi Pemerintah mendaftarkan kegiatannya kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Kampar.

Pasal 27 (1) Peserta Pelatihan yang telah menyelesaikan program pelatihan berhak mendapatkan sertifikat pelatihan kerja. (2) Sertifikat Pelatihan Kerja di berikan oleh lembaga pelatihan kerja kepada peserta Pelatihan yang dinyatakan lulus sesuai dengan program pelatihan kerja yang diikuti. BAB VIII PENYELENGGARAAN PROGRAM PEMAGANGAN Pasal 28 (1) Penyelenggaraan program pemagangan adalah : a. Lembaga Pelatihan Kerja; b. Perusahaan. (2) Penyelenggaraan program pemagangan dilaksanakan atas dasar perjanjian pemagangan. (3) Perjanjian pemagangan sebagaimana pada ayat (2) di buat secara tertulis antara peserta dengan penyelenggara program pemagangan. Pasal 29 Perjanjian pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 28 ayat (2) sekurang-kurangnya memuat : a. Hak dan Kewajiban penyelenggara program pemagangan; b. Hak dan Kewajiban Peserta; c. Bidang Kejuruan; d. Jangka Waktu. Pasal 30 (1) Peserta Program Pemagangan Terdiri dari : a. Pencari Kerja; b. Pekerja / Buruh. (2) Pekerja / Buruh sebagai mana dimaksud pada ayat (1) huruf b terdiri dari pekerja / buruh pada Perusahaan Penyelenggara Program Pemagangan dan atau Pekerja pada Perusahaan lain. (3) Peserta Program Pemagangan Sekurang-kurangnya harus Memenuhi persyaratan : a. Usia minimal 15 ( Lima belas ) Tahun; b. Sehat Jasmani dan Rohani; c. Menandatangani Perjanjian Pemagangan; d. Memiliki bakat dan minat yang sesuai dengan program; e. Bagi Peserta yang berstatus Pekerja/Buruh harus memiliki surat Rekomendasi dari Atasan; f. Lulus seleksi bagi Pencari Kerja. Pasal 31

(1) Hak Penyelenggara Program Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf a sekurang-kurangnya : a. Memperoleh hasil kerja peserta pemagangan; b. Memberlakukan Tata Tertib, Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja bersama yang berkaitan dengan Program Pemagangan di perusahaan tersebut; c. Memberhentikan Peserta Program Pemagangan yang tidak memenuhi Kewajiban Peserta; d. Melakukan evaluasi Peserta Program Pemagangan. (2) Kewajiban Penyelenggara Program Pemagangan sebagaimana dimaksud pasal (29) harus a sekurang-kurangnya : a. Melaksanakan Program Pemagangan sesuai dengan Perjanjian Pemagangan; b. Memenuhi Hak Peserta Program Pemagangan sesuai dengan Pemagangan; c. Menyediakan Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Program Pemagangan; d. Menyediakan Uang Saku dan/atau Uang Transport Peserta; e. Menyediakan Alat Pelindung Diri sesuai dengan persyaratan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K.3); f. Menyediakan Instruktur dan Pembimbing Teknis; g. Menerbitkan Sertifikat Pemagangan bagi peserta yang dinyatakan lulus. Pasal 32 (1) Hak Peserta Program Pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf b yaitu : a. Memperoleh Jaminan Kecelakaan Kerja dan Program Jaminan Sosial Tenaga kerja sebagaimana diatur dalam peraturan Perundang-undangan yang berlaku; b. Memperoleh uang saku dan/atau uang transport; c. Memperoleh Sertifikat Pemagangan. (2) Kewajiban peserta program pemagangan sebagaimana dimaksud dalam pasal (29) huruf b yaitu : a. Mengikuti Program Pemagangan sampai selesai sesuai dengan Perjanjian Pemagangan; b. Mematuhi Tata Tertib; c. Mematuhi hal-hal yang disepakati dalam Perjanjian Pemagangan. BAB IX PENYIDIKAN Pasal 33 (1) Selain Pejabat Penyidik Umum yang bertugas Menyidik Tindak Pidana, Penyidikan atas Tindak Pidana sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini juga dapat dilakukan oleh pejabat Pegawai Negri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah yang Pengangkatannya ditetapkan dengan peraturan Perundangundangan yang berlaku. (2) Dalam pelaksanaan tugas Penyidik Pejabat Pegawai Negri Sipil sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini berwenang :

a. Menerima Laporan atau pengaduan dari seseorang tentang adanya tindak pidana; b. Melakukan tindakan pertama ditempat kejadian perkara serta melakukan pemeriksaan; c. Menyuruh berhenti seorang tersangka dari pekerjaannya dan memeriksa tanda pengenal diri tersangka; d. Melakukan penyitaan benda atau surat yang ada hubungannya dengan pemeriksaan perkara; e. Mengambil sidik jari dan memotret seseorang; f. Memanggil seseorang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi; g. Mendatangkan seseorang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara; h. Menghentikan penyidikan setelah mendapat petunjuk bahwa tidak terdapat cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan merupakan tindak pidana dan selanjutnya melalui penyidik umum memberitahukan hal tersebut kepada penuntut umum, tersangka atau keluarganya; i. Mengadakan tindakan lain menurut hukum yang dapat di pertanggung jawabkan. BAB X KETENTUAN PIDANA Pasal 34 (1) Barang siapa yang tidak mematuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan ini dapat diancam dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah). (2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah pelanggaran. BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 35 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini akan diatur dengan Peraturan Bupati. Pasal 36 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam lembaran Daerah Kabupaten Kampar. Ditetapakan di Bangkinang pada tanggal 24 Maret 2009 BUPATI KAMPAR,

dto BURHANUDDIN HUSIN Diundangkan di Bangkinang pada tanggal 24 Maret 2009 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN KAMPAR, dto Z U L H E R Pembina Utama Madya Nip.195902111985031002 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2009 NOMOR 05 SERI E

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 5 TAHUN 2009 TENTANG PENEMPATAN TENAGA KERJA I. UMUM Menyadari bahwa Pembangunan Ketenagakerjaan memiliki ruang lingkup yang luas dan bersifat lintas sektoral, maka Pembangunan Ketenagakerjaan adalah merupakan suatu upaya yang bersifat menyeluruh disemua sektor dan daerah yang ditujukan pada perluasan kesempatan kerja, meningkatkan mutu dan kemampuan serta Perlindungan Tenaga Kerja. Maka untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya Tenaga Kerja melalui pembangunan ekonomi berbasis kerayaktan serta pembinaan dan pembangunan sumber daya manusia menjadi titik perhatian, dimana masyarakat tidak hanya sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam penyelenggara pembangunan. Dibidang ketenagakerja fenomena Kesejahteraan yang terjadi saat ini terlihatadnya kecenderungan perlakuan yang diskriminatif kepada Tenaga Kerja Lokal dengan alasan klasik bahwa skill Tenaga Kerja Lokal masih rendah sehinggapeluang Tenaga Kerja Lokal untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan sangat kecil, hal ini akan menimbulkan dampak negatif terjadinya kesenjangan ekonomi antara karyawan perusahaan dengan masyarakat sekitar yang pada akhirnya menimbulkan kecemburuan sosial. Untuk mengatasi masalah ini perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Kampar diharapkan partisipasinya berupa kewajiban untuk memanfaatkan Tenaga Kerja Lokal. Untuk mengatasi maksud diatas dalam rangka upaya memanfaatkan Tenaga Kerja Lokal oleh perusahaan perlu diatur ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Kampar. II. PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Pasal 2 Bentuk, prosedur dan tata cara laporan pengisian lowongan pekerjaan ditetapkan oleh Bupati Kampar Pasal 3 Pasal 4

Pasal 5 Pasal 6 Bersifat Khusus adalah apabila terjadi bencana ala sehingga pencari kerja disekitar perusahaan sulit datang ke Dinas Sosial dan tenaga Kerja Kabupaten Kampar untuk mendapatkan Kartu Kuning (AK.I), sedangkan penerimaan di Perusahaan sangat mendadak. Pasal 7 Pasal 8 Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Setelah segala upaya yan g telah dilakukan oleh pengusaha untuk pengisian Tenaga Kerja local, namun belum dapat diisi, maka diperbolehkan mencari Tenaga Kerja dari daerah lain dengan mendapat izin dari Bupati Kampar. Pasal 12 Pasal 13 Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16 Pasal 17 Pasal 18 Pasal 19 Pasal 20 Pasal 21

Pasal 22 Pasal 23 Pasal 24 Pasal 25 Pasal 26 Pasal 27 Pasal 28 Pasal 29 Pasal 30 Pasal 31 Pasal 32 Pasal 33 Pasal 34 Pasal 35 Pasal 36 TAMBAHAN LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KAMPAR NOMOR 05