SALIDO HOTEL RESORT Ulul Azmi, Yaddi Sumitra, Ida Syuryanti Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Bung Hatta Jl. Sumatra, Ulak Karang, Padang, 25133, Indonesia E-mail :uumazmi@gmail.com, yaddi_sumitra@yahoo.com, syuryanti_r@yahoo.com ABSTRAK Pantai Carocok terletak di Painan yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Kota Padang arah Selatan. Pantai Carocok ini telah berkembang menjadi sebuah objek wisata yang bernilai tinggi, di kawasan Pantai Carocok ini memilik tempat - tempat berolahraga seperti paralayang, diving, hitch hiking, out bond, wisata air dan lainnya. Letak Pantai Carocok ini berbatasan dengan bukit Langkisau dimana bukit ini juga di gunakan sebagai olah raga terjun layang yang menjadi agenda tahunan dan perbukitan tersebut bisa juga digunakan sebagai tempat sebagai tempat tujuan evakuasi saat terjadi tsunami Pantai ini telah ramai di kunjungi dimana pengunjung lokal setiap hari-hari libur, Sabtu, dan Minggu, sekitar 1.000 1.500 orang per hari datang berkunjung ke objek wisata tersebut dan pengunjung lokal luar dari luar Provinsi Sumbar sekitar 200-250 orang pada saat liburan yang setiap tahunnya. Namun tempat wisata ini belum di lengkapi dengan hotel berbintang. Untuk menfasilitasi kebutuhan akan tempat belibur yang sehat, aman dan nyaman bagi wisatawan yang datang ke Kabupaten Pesisir Selatan yang yang makin hari makin meningkat tiap tahunnya. Maka dari itu perlunya upaya menyediakan penginapan yang benuansa pariwisata untuk kawasan Pantai Carocok dan Bukit Langkisau. Menjadikan kawasan Pantai Carocok dan Bukit Langkisau ini menjadi tempat yang wajib di kunjungi dan menginap bagi pariwisata yang datang ke Kabupaten ini. Kata kunci : Hotel, Resort, Salido SALIDO HOTEL RESORT Ulul Azmi, Yaddi Sumitra, Ida Syuryanti Department Of Architecture, Faculty Of Civil Engineering and Planning, Bung Hatta University Sumatra Street, Ulak Karang, Padang, 25133, Indonesia E-mail :uumazmi@gmail.com, yaddi_sumitra@yahoo.com,syuryanti_r@yahoo.com ABSTRACT Painan Carocok beach is located at 75 kilometers from Padang South direction. Carocok beach has grown into a tourist attraction of high value, in this Carocok Coast region pick a place of exercise such as paragliding, diving, hitch hiking, out bond, and other water attractions. Layout of Carocok beach is bordered by hills Langkisau where the hill is also used as a plunge sport kite that became an annual event and the hills can also be used as a place for destination during the tsunami evacuation This beach was crowded in every day and also in holiday, Saturday, and Sunday it s about 1000-1500 people per day come to visit the tourist attraction and local visitors from outside of the province of West Sumatra approximately 200-250 people during the holidays each year. However, these attractions have not been equipped with a five-star hotel. To facilitate visitor who visit carocok beach the facilitates which fufill, safe and convenient for tourists who come to South Coastal District that are increasingly rising every year. Hence the need for efforts to provide lodging for the tourism condition on Carocok Coast region and Langkisau hill. Making Carocok Coast region and this Langkisau hill became a must visit and stay for tourism coming to this district. Keywords : Hotel, Resort, Salido
PENDAHULUAN Pantai Carocok terletak di Painan yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Kota Padang arah Selatan. Pantai Carocok ini telah berkembang menjadi sebuah objek wisata yang bernilai tinggi, di kawasan Pantai Carocok ini memilik tempat - tempat berolahraga seperti paralayang, diving, hitch hiking, out bond, wisata air dan lainnya. Letak Pantai Carocok ini berbatasan dengan bukit Langkisau dimana bukit ini juga di gunakan sebagai olah raga terjun layang yang menjadi agenda tahunan dan perbukitan tersebut bisa juga digunakan sebagai tempat sebagai tempat tujuan evakuasi saat terjadi tsunami. Pantai ini telah ramai di kunjungi dimana pengunjung lokal setiap hari-hari libur, Sabtu, dan Minggu, sekitar 1.000 1.500 orang per hari datang berkunjung ke objek wisata tersebut dan pengunjung lokal luar dari luar Provinsi Sumbar sekitar 200-250 orang pada saat liburan yang setiap tahunnya selalu meningkat. Meningkatnya wisatawan yang datang ke Pantai Carocok ini tidak di iringi pertumbuhan penginapan di sekitar kawasan yang mengakibatkan keluhan dari pengunjung yang datang. Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan, Iqbal Rama Dipayana mengakui penginapan masih terbatas di Pessel. Karena itu, kami mengundang investor berinvestasi membangun hotel di sini. Pengembangan pada area ini di fokuskan untuk bagaimana cara membuat wisatawan yang datang dan menikmati objek wisata ini dalam tempo beberapa hari. Oleh karena itu harus ada fasilitasfasilitas yang dapat mewadahi kegiatan tersebut, yaitu untuk aktifitas beristirahat, menginap dan lainnya. Dengan kebutuhan tersebut maka fasilitas yang perlu di adakan sebagai penunjang dari kawasan tersebut adalah penginapan atau resort. 1.2.Rumusan masalah Adapun rumusan masalah yang akan terkait dengan jawaban yang nantinya diperlukan untuk pelaksanaan disain, yaitu : a. Bagaimana cara untuk menanggapi minat wisatawan yang datang untuk menginap di kawasan tersebut b. Bagaimana menyediakan sebuah resort yang baik dan efsien juga menjadi hal baru di kawasan wisata tersebut c. Bagaimana mendisain bangunan yang hemat energi 1
1.3.Judul a.judul : Salido Hotel Resort Hotel Resort didefinisikan sebagai hotel yang terletak dikawasan wisata, dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan. Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa hotel resort secara total menyediakan fasilitas untuk berlibur, rekreasi dan olah raga. Juga umumnya tidak bisa dipisahkan dari kegiatan menginap bagi pengunjung yang berlibur dan menginginkan perubahan dari kegiatan sehari-hari. METODOLOGI Penyusunan laporan perencanaan dan perancangan Salido Hotel Resort ini dilakukan dengan beberapa macam pendekatan dengan pengumpulan data yang bertujuan untuk memperoleh data yang akurat terhadap kebutuhan akan besaran manfaat dan keberadaannya untuk mewujudkan proyek ini maka perlu dilakukan beberapa Langkah langkah seperti : 1. Menentukan Judul Tugas Akhir Penentuan judul yang sesuai dengan usulan yang di ajukan, dimana meliputi nama proyek serta lokasi yang akan di tempati. 2. Mengumpulkan Data a. Wawancara Melakukan tanya jawab langsung dengan pihak-pihak yang terkait dengan proyek yang direncanakan untuk data yang diperoleh b. Studi Banding Dengan mencari informasi beberapa project atau bangunan yang berkait dengan perancangan, lalu melakukan perbandingan terhadap Segi arsitektural yang di rancang untuk memperoleh gambaran secara obyektif tentang arah perencanaan desain dengan melakukan pengamatan langsung. c. Studi Literatur Mengumpulkan semua referensi dan data-data yang terkait dengan perancangan, dimana nantinya studi literature akan menjadi arahan dan pemandu dalam merancang. d. Studi Standarisasi Mempelajari masalah-masalah yang berhubungan dengan proyek yang direncanakan untuk melengkapi data masukan dalam proses perencanaan dan perancangan. Adapun yang dibahas adalah, mengenai standarisasi ruang dan bentuk dalam konteks Arsitektural. e. Studi Lokasi Dengan melakukan studi Lokasi pada site yang telah dipilih guna mengenali karakter site yang menyangkut batasan, kendala dan potensi yang ada. 2
Site berada di kawasan wisata Pantai Carocok dan Bukit Langkisau 1. Batasan HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1. Kawasan Site berada di kawasan wisata Pantai Carocok dan Bukit Langkisau Kawsan wisata bahari a. Lokasi: Jalan Raya Salido b. Luas Lahan: + 46.700 m2 c. Kecamatan: IV Jurai d. GSB: ± 50 m dari Jalan Raya e. GSP: 100 m dari Titik Pasang Laut Tertinggi f. KDB: 40-60% g. Batas Utara: Desa Salido h. Batas Barat: Laut (Samudera Hindia) i. Batas Timur: Jalan Raya Salido j. Batas Selatan: Sungai, Bukit Langkisau 2. Kawasan : Berada di kawasan wisata Pantai Carocok Painan 3.3. Analisa Tapak a. Analisa Matahari ( Gambar 1) Foto udara google earth 3.2. Posisi dan batasan site Gambar 3 :Analisa matahari Hindari sinar matahari langsung menuju bangunan, karena dapat menyebabkan penguapan dan menimbulkan hawa panas Gambar 2 :Batasan Site 3
kegerahan bagi aktifitas didalam ruangan terutama pada sinar matahari siang hari. b. Analisa angin, debu dan vegetasi Tumbuhan-tumbuhan yang ada di site akan di manfaatkan namun juga di tambah dan di kurang Kondisi iklim Kabupaten Pesisir Selatan berdasarkan curah hujan tahunan rata-rata sebanyak 299,6 mm/tahun. Puncak curah hujan maksimum terjadi sekitar bulan Januari dan Desember. Sedangkan curah hujan minimum terjadi pada bulan Mei. d. Zoning tapak Gambar 4 :Analisa angin, debu dan vegetasi Angin dari arah barat bergerak dengan kecepatan rata-rata 5 knot, sedangkan dari arah barat daya dengan kec.rata-rata 6 knot. (1 knot = 1,8 Km/jam ) Tingginya kadar garam dan pasir yang diciptakan dari penguapan air laut dan dibawa oleh angin yang dapat menyebabkan efek korosi terhadap bangunan. Tumbuhan-tumbuhan yang ada di site akan di manfaatkan namun juga di tambah dan di kurang c. Hujan dan drainase Gambar 6 :Analisa zoning tapak 3.4 Analisa Ruang Luar a. Orientasi bangunan Mempertimbangkan arah view pada semua sisi site bagus. Orientasi bangunan mengacu kepada analisa view atau arah facade dari suatu bangunan. b. Sirkulasi / Pencapaian Dalam Site Sirkulasi yang digunakan yaitu sirkulasi langsung karena Sirkulasi langsung tidak berbelit beli sehingga tidak berasa jauh bagi pengguna pejalan kaki maupun Gambar 5 :Analisa hujan dan drainase 4
yang.memakai kendaraan. c. Penataan Parkir Berdasarkan kebutuhannya, bangunan ini membutuhkan kapasitas parkir cukup besar. Ini dikarenakan penghuni yang akan menggunakan kendaraan. Dari uraian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pola parkir yang dipakai adalah pola parkir 90 untuk kendaraan roda 2 dan 90 / 45 untuk kendaraan roda 4. 3.5 Konsep Perencangan 1. Pendekatan Konsep Makro Pendekatan konsep mikro merupakan pendekatan yang berdasarkan pada pemenuhan fungsi sebagai hotel resort yang digunakan pengelola dan penyewa. Bangunan yang didirikan harus mampu memenuhi kebutuhan penggunanya dari beberapa aspek seperti tata ruang, fisik bangunan, dan sistem bangunan. 2. Pendekatan Konsep Messo Konsep messo merupakan konsep yang berhubungan dengan kawasan yang telah ada, sehingga dapat berfungsi optimal dengan analisa dari aspek-aspek yang berhubungan dengan lingkungan setempat. Potensi yang dimiliki site ini antara lain : a. Site memilki laut yang dangkal yang di tumbuhi terumbu karang dan laut yang dalam yang menjadikan tempat ini lebih menarik. b. Pasir pantai di sekitar site merupakan pasir putih. c. Site memilki vegetasi yang bagus dikarenakan site merupakan perkebunan nelyan setempat. d. Site berada dekat dengan bukit langkisau. Bukit langkisau selain menjadi bagian dari site juga merupakan tempat evakuasi thsunami. e. Pada kawasan miliki pemandangan yang indah yaitu pada sore dan malam hari. 3. Konsep Filosofi Hotel memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, dimana desain yang lebih kuat pada penekanan teknik dan bentuk yang lebih identik dengan garis - garis yang jelas dan tegas. Sedangkan pada resort, kebebasan lebih dominan, dimana objek dan bentuk yang dihasilkan tidak memiliki ketetapan dan standarisasi yang kuat, sehingga memberikan kesan bebas dalam setiap garis dan coretan, maka konsep filosofi bebas menjadi transformasi bentuk massa bangunan, dimana bentuk ini 5
merupakan bentuk yang mewakili fungsi bangunan hotel resort. 5. Konsep pola bangunan 4. Konsep tapak Mengadopsi dari konsep bentuk tapak yang mempunyai lengkungan dan bagaimana cara membuat bangunan mengikuti tapak. 1. Site plan Gambar 7 :Site Plan 6
2. Presepektif kawasan Gambar 8 :Persepektif kawasan 3. Hotel Denah lantai I Denah lantai II Denah lantai III - V Denah lantai atap 7
KESIMPULAN Setelah dilakukan evaluasi baik itu konsep maupun disain yang dikaitkan dengan skripsi dan gambar pra rencana, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu sebagai berikut: Neufert, Ernts, 2002, Data Arsitektur Edisi 33 jilid 2, Jakarta : Erlangga. White, Edward T, 1985, Buku pedoman Konsep, Bandung : Intermedia. a. Potensi site sangat mendukung untuk didirikannya sarana penginapan atau hotel dan fasilitas pendukung lainnya. b. Ruang terbuka menjadi fungsi penunjang bangunan dan lingkungan sekitarnya, sehingga dapat memenuhi fungsi-fungsi dari bangunan c. Tema bangunan Bioklimatik digunakan karena disesuaikan dengan keseimbangan alam dan kemajuan teknologi. Desain ini nantinya diharapkan dapat menjadi area wisata yang nyaman bagi masyarakat dan menarik. DAFTAR PUSTAKA Ching, Francis DK, 1996, Arsitektur, Bentuk, Ruang Dan susunannya, Jakarta : Erlangga. Frick, Heinz/Purwanto, LMF, Sistem Bentuk Struktur Bangunan. Seri konstruksi arsitektur 1:116 J. De Chiara and JH Callender, Time Saver Standart for Building Types (TSS). 8