Rp ,- (Edisi Indonesia) / Rp ,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR DAFTAR ISI. Kata Pengantar... i Daftar Isi... ii

Muslim M. Amin Sama halnya dengan kakao, Indonesia juga dikenal sebagai produsen kopi terbesar ketiga dunia setelah...

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri GULA di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

... Hubungi Kami : Studi Prospek dan Peluang Pasar MINYAK DAN GAS BUMI di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i. DAFTAR TABEL... vi. DAFTAR GRAFIK & DIAGRAM... ix. EXECUTIVE SUMMARY... x

Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms) Nama Perusahaan. Alamat. Tanggal : / / Telepon/Fax

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vi

DAFTAR ISI. DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vii

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PULP & KERTAS di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri PETERNAKAN di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms)

Studi Kelayakan HOTEL BERBINTANG di PROVINSI KEPULAUAN RIAU, Mohon Kirimkan. eksemplar. Posisi : Nama (Mr/Mrs/Ms) Nama Perusahaan.

K E M E N T E R I A N P E R H U B U N G A N BUKU INFORMASI TRANSPORTASI


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA

DAFTAR ISI... i. EXECUTIVE SUMMARY... vi. A. History of Company PT. ADHI KARYA (PERSERO) Tbk PT. BRANTAS ABIPRAYA (PERSERO)...

... Hubungi Kami : Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

... Hubungi Kami : Kinerja 25 TOP GROUP PERUSAHAAN FARMASI di Indonesia, Beserta Laporan Keuangannya. Mohon Kirimkan. eksemplar.

PENGENALAN ANALISIS OPERASI & EVALUASI SISTEM TRANSPORTASI SO324 - REKAYASA TRANSPORTASI UNIVERSITAS BINA NUSANTARA 2006

DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN... 1

BAB I PENDAHULUAN. terletak pada lokasi yang strategis karena berada di persilangan rute perdagangan

... Hubungi Kami : Kinerja 30 TOP GROUP PERUSAHAAN MAKANAN & MINUMAN di Indonesia, Beserta Laporan Keuangannya. eksemplar.

Pesawat Polonia

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

2017, No c. bahwa untuk mempercepat penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang di laut, darat, dan udara diperlukan progr

Hubungi Kami : Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 45 TAHUN 2015 TENTANG PERSYARATAN KEPEMILIKAN MODAL BADAN USAHA DI BIDANG TRANSPORTASI

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri BIODIESEL di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri BATUBARA di Indonesia, dan Perhitungan Investasi Penambangan

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri POWER PLANT di Indonesia, Mohon Kirimkan. eksemplar.

PETA LOKASI KEGIATAN STRATEGIS PEMBANGUNAN TRANSPORTASI DALAM RENCANA STRATEGIS KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN

ANALISIS KELAYAKAN PENAMBAHAN ARMADA BUS TIC DI TINJAU DARI INVESTASI

BIDANG PERHUBUNGAN. SUB BIDANG SUB SUB BIDANG RINCIAN URUSAN KABUPATEN 1. Perhubungan Darat. 1. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ESA UNGGUL. BAB IX SISTEM TRANSPORTASI NASIONAL (Lanjutan)

Badan Litbang Perhubungan telah menyusun kegiatan penelitian yang dibiayai dari anggaran pembangunan tahun 2010 sebagai berikut.

KERANGKA REGULASI KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 1999 TENTANG ANGKUTAN DI PERAIRAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. serta sebagai tempat perpindahan intra-dan antarmoda transportasi.

I. PENDAHULUAN. adanya ketimpangan dan ketidakmerataan. Salah satu penyebabnya adalah

Pedoman dan penetapan tata cara penyusunan dan penetapan rencana umum jaringan transportasi jalan.

G. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG PERHUBUNGAN

BPS PROVINSI LAMPUNG PERKEMBANGAN TRANSPORTASI APRIL 2017 PROVINSI LAMPUNG. No. 12/06/18/Th. VI, 2 Juni 2017

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Angkutan umum merupakan sarana untuk memindahkan barang dan orang

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT

BAB II DESKRIPSI PERUSAHAAN (OBJEK PENELITIAN)

BPS PROVINSI LAMPUNG PERKEMBANGAN TRANSPORTASI MARET 2016 PROVINSI LAMPUNG. No. 12/05/18/Th. IV, 2 MEI 2016

BPS PROVINSI LAMPUNG PERKEMBANGAN TRANSPORTASI OKTOBER 2016 PROVINSI LAMPUNG. No. 12/12/18/Th. IV, 1 Desember 2016

Perkembangan Jumlah Penelitian Tahun Prioritas Pembangunan Sentra Produksi Koridor Ekonomi Sulawesi

Tinjauan Terhadap Tarif Angkutan Kapal Cepat KM. Expres Bahari Lintas Palembang-Muntok di Pelabuhan Boom Baru Palembang

Gubernur Jawa Barat GUBERNUR JAWA BARAT,

1 PENDAHULUAN Latar Belakang

LAMPIRAN C DAFTAR ISTILAH

KEBUTUHAN PENGEMBANGAN FASILITAS PELABUHAN KOLAKA UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH KABUPATEN KOLAKA

BAB I PENDAHULUAN. yakni bentuk keterikatan dan keterkaitan antara satu variabel dengan variabel. optimalisasi proses pergerakan tersebut.

BPS PROVINSI LAMPUNG PERKEMBANGAN TRANSPORTASI SEPTEMBER 2015 PROVINSI LAMPUNG. No. 12/11/18/Th. III, 2 NOPEMBER 2015

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 66 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK DINAS PERHUBUNGAN, INFORMASI DAN KOMUNIKASI PROVINSI BALI

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KRITERIA HIERARKI PELABUHAN

2015 RANCANG BANGUN SISTEM APLIKASI PERAMALAN JUMLAH MUATAN KAPAL RO-RO DENGAN METODE WINTER S TIGA PARAMETER

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BPS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 1999 TENTANG ANGKUTAN DI PERAIRAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah

Terminal Darat, Laut, dan

BAB I PENDAHULUAN. perairan dua per tiga dari luas wilayah Indonesia. Sebagai negara

... Hubungi Kami : Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri OLEOCHEMICAL di Indonesia, eksemplar. Mohon Kirimkan.

RANCANGAN PERATURAN MENTERI TENTANG PENYELENGGARAAN PELABUHAN PENYEBERANGAN MENTERI PERHUBUNGAN,

BAB I 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG NOMOR 17 TAHUN 1988 TENTANG PENYELENGGARAAN DAN PENGUSAHAAN ANGKUTAN LAUT PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN I.1

TATANAN KEPELABUHAN NASIONAL KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM 53 TAHUN 2002 MENTERI PERHUBUNGAN,

PERKEMBANGAN TRANSPORTASI AGUSTUS 2017 PROVINSI LAMPUNG

Lex Administratum, Vol. III/No. 5/Juli/2015

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan jasa angkutan laut semakin lama semakin meningkat, baik

BAB. I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

RINCIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN PER TAHUN

Transkripsi:

Hubungi Kami (021) 3193 0108 (021) 3193 0109 (021) 3193 0070 (021) 3193 0102 marketing@cdmione.com www.cdmione.com A ngkutan barang memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan suatu negara, terutama dalam mendukung kegiatan perekonomian masyarakat dalam hal pendistribusian barang. Di era globalisasi saat ini, salah satu kebutuhan hidup yang tidak kalah penting adalah kebutuhan akan pengiriman barang ke berbagai tempat, sehingga jasa angkutan barang menjadi sangat penting. Dewasa ini perkembangan industri penjualan online tumbuh sangat cepat, seiring dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kebutuhan terbesar untuk jasa angkutan barang berasal dari perusahaan perusahaan yang telah menjadikan industri ini sebagai alat untuk memperlancar bisnisnya. Menurut riset CDMI, dalam enam tahun terakhir (2012-2017), jasa angkutan barang, baik transportasi darat, laut, udara dan kereta api mengalami peningkatan pesat. Dari keempat moda transportasi tersebut, jasa angkutan laut tercatat paling tinggi volume angkutannya. Pada tahun 2012 barang yang diangkut melalui angkutan laut sebanyak 952,69 juta ton di tahun 2016 telah menjadi 1,66 miliar ton. Dari angka itu angkutan laut tujuan luar negeri berkontribusi sebesar 61,8% dan angkutan laut dalam negeri 38,2%. Pada tahun 2017 jasa angkutan barang melalu angkutan laut kembali meningkat menjadi sebanyak 1,94 miliar ton, sebanyak 1,22 miliar ton atau 62,9% berasal dari angkutan tujuan luar negeri dan 720,33 juta ton atau 37,1% adalah angkutan laut dalam negeri. Pada periode ini angkutan laut terbesar berasal dari perusahaan asing sebanyak 1,15 miliar ton dan sisanya 789,85 juta ton dari perusahaan dalam negeri. senilai Rp. 2,53 triliun di tahun 2016 jumlahnya meningkat pesat menjadi 32,49 juta ton dengan nilai Rp. 4,57 triliun. Pada tahun 2017 di prediksi meningkat lagi 35,92 juta ton dengan nilai Rp. 5,32 triliun. Angkutan barang melalui kereta api didominasi oleh angkutan jenis batubara, semen, peti kemas dan minyak bumi. Pada periode 2012-2016 angkutan barang jenis batubara berkontribusi rata rata 60,7% per tahun, disusul angkutan semen 14,5% per tahun, peti kemas 9,4% per tahun, minyak bumi 7,2% per tahun dan sisanya angkutan hasil perkebunan dan pupuk. Tahun 2016 lalu angkutan kereta api mengangkut batubara sebanyak 21,39 juta ton, angkutan semen 4,17 juta ton, angkutan peti kemas 3,38 juta ton, minyak bumi 2,09 juta ton. Melihat pesatnya pertumbuhan bisnis angkutan barang, membuat CDMI Consulting tertarik melakukan riset yang lebih mendalam dan akhirnya sukses menerbitkannya dalam sebuah buku studi yang berjudul. Studi Tentang ANGKUTAN BARANG di Indonesia, 2018-2021. Buku ini hanya tersedia di CDMI Consulting, dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, atau melalui Fax (6221) 3193-0102 atau email marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 8.500.000,- (Edisi Indonesia), Rp. 9.000.000,- (Edisi Inggris) dan US$ 750 untuk harga luar negeri. Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Hormat kami, P.T. CDMI Moda transportasi terbesar kedua berasal dari angkutan barang kereta api. Pada tahun 2012 jumlah barang yang Muslim M. Amin diangkut menggunakan kereta api sebanyak 22,07 juta ton... P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA AGP Building, 2 nd Floor Jl. Pegangsaan Timur No. 1 Cikini Jakarta 10320, Indonesia Mohon Kirimkan... eksemplar Phones (021) 3193 0108 9, 3193 0070 Fax (021) 3193 0102 E-mail marketing@cdmione.com Website www.cdmione.com Studi Potensi Bisnis dan Pelaku Utama Industri CPO di Indonesia, 2018-2022 Nama (Mr/Mrs/Ms) Posisi Nama Perusahaan Alamat Telepon/Fax E-mail Tanggal / / Tanda Tangan Berikan tanda Harga Rp. 8.500.000,- (Edisi Indonesia) / Rp. 9.000.000,- (Edisi Inggris) US$ 750 Harga Luar Negeri Telegraphic Transfer (TT) Invoice us Edisi Indonesia Edisi Inggris Catatan Luar negeri ditambah ongkos kirim

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... i DAFTAR TABEL... vii 1. PENDAHULUAN... 1 1.1. Latar Belakang... 1 1.2. Ruang Lingkup Studi... 2 1.3. Methodologi Penelitian... 2 2. TINJAUAN EKONOMI INDONESIA... 4 2.1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia... 4 2.2. Kontribusi Sektor Industri Transportasi Terhadap PDB... 5 2.3. Posisi Industri Transportasi Dalam Struktur Industri Nasional... 7 2.4. Perkembangan Investasi PMA dan PMDN... 9 2.5. Prospek Ekonomi Indonesia... 16 3. GAMBARAN UMUM INDUSTRI ANGKUTAN BARANG... 19 3.1. Definisi Angkutan Barang... 19 3.2. Sejarah Industri Angkutan... 21 3.2.1. Angkutan Darat... 22 3.2.2. Angkutan Laut... 23 3.2.3. Angkutan Udara... 25 3.2.4. Angkutan Perkeretaapian... 27 3.3. Sarana dan Prasarana... 28 3.3.1. Angkutan Darat... 29 3.3.2. Angkutan Laut... 31 3.3.3. Angkutan Udara... 32 3.3.4. Angkutan Perkeretaapian... 34 4. ANGKUTAN BARANG JALUR DARAT... 36 4.1. Prasarana... 36 4.1.1. Panjang Jalan Menurut Provinsi dan Tingkat Kewenangan Pemerintahan (km), 2012 2016... 36 4.1.2. Panjang Jalan Menurut Jenis Permukaan dan Tingkat Kewenangan, 2012 2016... 42 i.

4.1.3. Panjang Jalan Menurut Kondisi Jalan dan Tingkat Kewenangan, 2012 2016... 43 4.1.4. Perkembangan Jumlah Terminal Bus Tipe A, B dan C di Indonesia, 2012-2016... 45 4.1.5. Perkembangan Dermaga Penyeberangan, 2012-2016... 48 4.1.6. Perkembangan Pembangunan dan Rehabilitasi Dermaga Sungai, Danau dan Pelabuhan Penyeberangan, 2012-2016... 54 4.1.7. Pelabuhan Penyeberangan Yang Dioperasikan Oleh PT. ASDP... 55 4.2. Sarana... 57 4.2.1. Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis, 2012-2016.. 57 4.2.2. Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Kepulauan, 2012-2016... 58 4.2.3. Perkembangan Jumlah Angkutan Antar Kota Antar Provinsi, 2012-2016. 59 4.2.4. Perkembangan Jumlah Angkutan Pariwisata, 2012-2016... 62 4.2.5. Perkembangan Armada Bus Dan Truk Siap Operasi dan Siap Guna Perum Damri, 2012-2016... 63 4.2.6. Perkembangan Pengadaan Armada Bus dan Trayek Bus Perintis, 2012-2016... 65 4.2.7. Perkembangan Jumlah Armada Angkutan Penyeberangan, 2012-2016... 65 4.2.8. Perkembangan Jumlah Kendaraan Angkutan Penyeberangan Pada Lintas Penyeberangan Komersil, 2012-2016... 66 4.2.9. Perkembangan Jumlah Kendaraan Angkutan Penyeberangan Pada Lintas Penyeberangan Perintis, 2012-2016... 68 4.2.10. Perkembangan Jumlah Kapal Penyeberangan Berdasarkan Kepemilikan, 2012-2016... 73 4.2.11. Perkembangan Jumlah Subsidi Kapal Penyeberangan Perintis, 2012-2016. 73 4.3. Produksi... 74 4.3.1. Produksi Angkutan Penumpang dan Barang Perum Damri, 2012-2016... 74 4.3.2. Produksi Penumpang, Barang dan Kendaraan yang diangkut oleh Angkutan Penyeberangan, 2012-2016... 74 5. ANGKUTAN BARANG JALUR LAUT... 76 5.1. Prasarana... 76 5.1.1. Perkembangan Jumlah Pelabuhan Yang Dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV Menurut Kelas Pelabuhan, 2012-2016... 77 5.1.2. Perkembangan Jumlah Pelabuhan Unit Penyelenggara Pelabuhan, 2012-2016... 79 5.1.3. Perkembangan Pelabuhan Yang Diusahakan di Seluruh Indonesia, 2012-2016... 80 ii.

5.1.4. Perkembangan Pelabuhan Yang Tidak Diusahakan di Seluruh Indonesia, 2012-2016... 81 5.1.5. Perkembangan Panjang Dermaga Pelabuhan Yang dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 83 5.1.6. Perkembangan Luas Fasilitas Jasa Penumpukan PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 83 5.1.7. Perkembangan Jumlah Alat Bongkar Muat Pelabuhan Yang dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 84 5.2. Sarana... 85 5.2.1. Jumlah Armada Angkutan Laut Menurut Kepemilikan 2012-2016... 85 5.2.2. Jumlah Armada Angkutan Laut Menurut Jenis Pelayaran, 2012-2016... 86 5.2.3. Jumlah Armada dan Kapasitas Angkutan Laut Menurut Perusahaan Pelayaran BUMN, 2012-2016... 87 5.2.4. Jumlah Perusahaan Angkutan Laut Menurut Jenis Pelayaran, 2012-2016.. 87 5.2.5. Jumlah Perusahaan Angkutan Laut (Pelayaran) menurut Provinsi, 2012-2016... 88 5.2.6. Jumlah Perusahaan Angkutan Laut Khusus (Non Pelayaran) menurut Provinsi, 2012-2016... 89 5.2.7. Jumlah Perusahaan Penunjang Angkutan Laut, 2012-2016... 90 5.3. Produksi... 91 5.3.1. Muat Barang Pelayaran Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis, 2012 2016... 91 5.3.2. Bongkar Barang Pelayaran Dalam Negeri di 25 Pelabuhan Strategis, 2012-2016... 92 5.3.3. Muat Barang (Peti Kemas dan Non Peti Kemas) Pelayaran Luar Negeri di 25 Pelabuhan Strategis, 2012-2016... 94 5.3.4. Bongkar Barang Pelayaran Luar Negeri di 25 Pelabuhan Strategis, 2012-2016... 95 5.3.5. Produksi Angkutan Laut di Indonesia, 2012-2016... 96 5.3.6. Arus Kunjungan Kapal PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 97 5.3.7. Arus Bongkar Muat Barang yang dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 97 5.3.8. Arus Peti Kemas Pelabuhan Yang Dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I IV, 2012-2016... 98 5.3.9. Produksi Jasa Terminal Pelabuhan Yang Dikelola PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia I - IV, 2012-2016... 99 iii.

6. ANGKUTAN BARANG JALUR UDARA... 100 6.1. Prasarana... 100 6.1.1. Perkembangan Jumlah Bandar Udara Menurut Penggunaan, Hirarki, dan Klasifikasi, 2012-2016... 100 6.1.2. Perkembangan Jumlah Bandar Udara Bersertifikat/Beregister, 2012-2016 108 6.1.3. Perkembangan Realisasi Pembangunan Fasilitas Landasan, 2011-2016... 108 6.1.4. Perkembangan Realisasi Pembangunan Fasilitas Terminal Pertahun, 2011-2016... 109 6.1.5. Perkembangan Realisasi Pembangunan Fasilitas Bangunan Pertahun, 2011-2016... 109 6.2. Sarana... 110 6.2.1. Perkembangan Perusahaan Jasa Terkait Bandar Udara, 2012-2016... 110 6.2.2. Perkembangan Perusahaan Angkutan Udara yang Beroperasi, 2011-2017 111 6.2.3. Perkembangan Rute Penerbangan dan Kota Terhubungi pada Angkutan Udara Perintis, 2011-2016... 111 6.2.4. Perkembangan Rekapitulasi Penerbitan Izin Terbang, 2011-2016... 111 6.2.5. Perkembangan Jumlah Heliport Beregister, 2012-2016... 114 6.2.6. Daftar Pemilik Pesawat Terbang... 115 6.2.7. Perkembangan Jumlah Pesawat Terbang Menurut Sertifikasi Operator Angkutan Udara, 2011-2017... 119 6.2.8. Perkembangan Jumlah dan Tipe Pesawat Udara berdasarkan Sertifikat Operator Penerbangan 121, 2011-2017... 120 6.2.9. Perkembangan Jumlah dan Tipe Pesawat Udara berdasarkan Sertifikat Operator Penerbangan 135, 2011-2017... 125 6.2.10. Perkembangan Jumlah dan Tipe Pesawat Udara berdasarkan Sertifikat Operator Penerbangan 137, 141, 91, FASI, 2011-2017... 133 6.3. Produksi... 138 6.3.1. Produksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, 2011-2016... 138 6.3.2. Produksi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Luar Negeri, 2011-2016... 139 6.3.3. Pangsa Pasar Perusahaan Penerbangan Berjadwal Dalam Negeri Menurut Jumlah Barang Diangkut... 140 6.3.4. Pangsa Pasar Perusahaan Penerbangan Berjadwal Luar Negeri Menurut Jumlah Barang Diangkut, 2011-2016... 141 6.3.5. Produksi Angkutan Barang Penerbangan Domestik Menurut Bandar Udara, 2011-2016... 142 6.3.6. Produksi Angkutan Barang Penerbangan Luar Negeri Menurut Bandar Udara, 2011-2016... 147 iv.

7. ANGKUTAN BARANG JALUR PERKERETAAPIAN... 149 7.1. Prasarana... 151 7.1.1. Perkembangan Jumlah Stasiun Kereta Api di Jawa dan Sumatera, 2012-2016... 152 7.1.2. Perkembangan Panjang Jalan Rel Kereta Api menurut Lintas, 2012-2016 153 7.1.3. Perkembangan Panjang Jalan Rel Kereta Api Menurut Jenis Rel, 2012-2016... 154 7.1.4. Perkembangan Perlintasan Sebidang, 2012-2016... 155 7.1.5. Perkembangan Jumlah Persinyalan Elektrik Menurut Wilayah (Daerah Operasi), 2012-2016... 157 7.1.6. Jumlah Kumulatif Peningkatan/Rehabilitasi Pembangunan Jalan KA, 2012-2016... 159 7.1.7. Perkembangan Pergantian Bantalan, 2012-2016... 159 7.2. Sarana... 160 7.2.1. Perkembangan Jumlah Armada Kereta Api, 2012-2016... 161 7.2.2. Perkembangan Pengadaan dan Rehabilitasi Sarana, 2012-2016... 163 7.2.3. Perkembangan Realisasi Sertifikasi dan Pengujian Sarana Perkeretaapian, 2012-2016... 163 7.3. Produksi... 164 7.3.1. Perkembangan Volume dan Nilai Angkutan Barang Kereta Api, 2012-2016... 165 7.3.2. Perkembangan Produksi Barang Angkutan Kereta Api di Jawa dan Sumatera, 2012-2016... 166 7.3.3. Perkembangan Produksi Barang Angkutan Kereta Api Menurut Jenis, 2012-2016... 166 7.3.4. Perkembangan Nilai Angkutan Barang Kereta Api Menurut Jenis, 2012-2016... 167 8. VOLUME PASAR ANGKUTAN BARANG... 169 8.1. Angkutan Darat... 170 8.1.1. Volume Pasar Angkutan Barang Angkutan Darat, 2012-2016... 171 8.1.2. Volume Angkutan Barang Angkutan Penyeberangan, 2012-2016... 172 8.2. Angkutan Laut... 172 8.2.1. Volume Pasar Angkutan Barang Angkutan Laut, 2012-2017... 172 8.2.2. Volume Arus Bongkar/Muat Barang Angkutan Laut Antar Pulau di 4 (empat) Pelabuhan Utama, 2012 2016... 173 8.2.3. Volume Arus Bongkar/Muat Barang Angkutan Laut Luar Negeri di 4 (empat) Pelabuhan Utama, 2012 2016... 174 v.

8.3. Angkutan Udara... 175 8.3.1. Volume Pasar Angkutan Barang Angkutan Udara, 2012-2017... 175 8.3.2. Volume Angkutan Barang Penerbangan Domestik Menurut Bandara, 2012-2016... 176 8.3.3. Volume Angkutan Barang Penerbangan Internasional Menurut Bandara, 2012-2016... 179 8.4. Angkutan Perkeretaapian... 181 8.4.1. Volume dan Nilai Pasar Angkutan Barang Perkeretaapian, 2012-2017... 181 8.4.2. Volume Angkutan Barang Perkeretaapian di Jawa dan Sumatera, 2012-2017... 181 8.4.3. Volume Angkutan Barang Kereta Api Menurut Jenis, 2012-2016... 182 9. KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH... 184 9.1. Persyaratan Izin Penyelenggaraan Angkutan Barang... 185 9.2. Kebijakan Perhubungan Angkutan Darat... 191 9.3. Kebijakan Perhubungan Angkutan Laut... 193 9.4. Kebijakan Perhubungan Angkutan Udara... 199 9.5. Kebijakan Perhubungan Angkutan Kereta Api... 201 9.6. Kebijaksanaan Tentang Pengembangan dan Investasi... 203 10. PROYEKSI DAN PROSPEK PASAR... 210 10.1. Proyeksi Volume Angkutan Barang... 210 10.1.1. Angkutan Darat... 210 10.1.2. Angkutan Laut... 211 10.1.3. Angkutan Udara... 212 10.1.4. Angkutan Perkeretaapian... 214 10.2. Prospek Pasar Angkutan Barang... 214 CDMI vi.