Pengenalan Intelligent Agent

dokumen-dokumen yang mirip
Agen Cerdas. Oleh: Dewi Liliana IT PNJ

Agent Cerdas. Chastine Fatichah. Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember November 2012

Intelligent Agent. PERTEMUAN 10 Diema Hernyka Satyareni, M.Kom

Pengenalan Intelligent Agents Russell, S and Norvig, P Artificial Intelligence: A Modern Approach Prentice Hall, 2003, Second Edition - bab 2

Pengertian Agent. percepts. actions

Pengantar kecerdasan buatan. Rational Agent

BAB 2 LANDASAN TEORI

Intelligent Agent. Irvanizam Zamanhuri, M.Sc Dr. Taufiq A. Gani, M.EngSc

VISUALISASI INFORMASI

Muhammad Bagir S.E., M.T.I

PENGANTAR KECERDASAN BUATAN. Aturan Umum

sasaran yang dirancang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. yang ada sekarang ini baik di perkantoran, gedung-gedung bertingkat dan tempattempat

Kecerdasan Buatan/ Artificial Intelligence

BAB 2 LANDASAN TEORI

KONTROL OTOMATIS PADA ROBOT PENGANTAR BARANG DENGAN PARAMETER MASUKAN JARAK DENGAN OBJEK DAN POSISI ROBOT. oleh. Ricky Jeconiah NIM :

8. PERANCANGAN SISTEM MULTI AGEN. Pendahuluan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PENGENDALI PENGIRIMAN TABUNG GAS

BAB IV HASIL DAN UJI COBA. pakar mendeteksi adanya viskositas darah dalam tubuh menggunakan Metode

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ROBOT LABA-LABA PENJEJAK GARIS (HEXAPOD LINE FOLLOWER)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB IV. HASIL DAN Uji Coba

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

ROBOT MOBIL PENCARI RUTE TERPENDEK MENGGUNAKAN METODE STEEPEST ASCENT HILL CLIMBING

KECERDASAN BUATAN (ARTIFICIAL INTELLIGENCE)

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram blok alur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

Pertemuan 10. Introduction to Logic Propositional Logic

BAB I PENDAHULUAN. Mikrokontroler merupakan pengontrol mikro atau disebut juga Single Chip

SISTEM INFORMASI. Konsep Dasar Sistem

Problem-solving Agent: Searching

5/12/2014. Plant PLANT

Sistem Operasi Outline. Rules. Sistem Operasi Picture. Pendahuluan 9/9/2016. Who Am I? Ricky Maulana Fajri

MOTOR DRIVER. Gambar 1 Bagian-bagian Robot

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia dengan sistem robot tanpa awak yang dapat dikendalikan secara otomatis

BAB IV PENGUJIAN HASIL DAN ANALISA

Pengantar Teknologi Informasi

Dalam pembuatan gambar HDR paling sedikit memerlukan tiga foto yang masing-masing mewakili keadaan exposure yang berbeda, yakni gambar yang

IMPLEMENTASI METODE STEEPEST ASCENT HILL CLIMBING PADA MIKROKONTROLER MCS51 UNTUK ROBOT MOBIL PENCARI RUTE TERPENDEK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB V PENGUJIAN SISTEM DAN IMPLEMENTASI. komponen sistem yang diimplementasikan dan mengetahui kelemahan dari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. alat-alat yang modern dan serba digital. Kehadiran komputer sangat memberi

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi merupakan sebuah hal yang akan terus berkembang mengikuti jaman. Seiring perkembangan jaman,

Dosen. Utami Dewi Widianti

IKI 30320: Sistem Cerdas Kuliah 3: Problem-Solving Agent & Search

BAB I PENDAHULUAN. robot beroda hingga berkaki bahkan sampai menggunakan lengan-lengan robot

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

KOMPUTER DAN MASYARAKAT. Mia Fitriawati S.Kom

BAB 1 PENDAHULUAN. tertentu, pelayanan medis masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh orang (Radar Tarakan Online, 2005 )

SIMULASI AUTONOMOUS VEHICLE DI UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

BAB III METODE PENELITIAN

IKI30320 Kuliah 3 3 Sep Ruli Manurung. Problem solving agent. Representasi masalah: state space. Pencarian solusi: search.

Sistem Navigasi Berbasis Maze Mapping pada Robot Beroda Pemadam Api

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Buah pepaya (Carica papaya L.) terkadang dipandang. dengan sebelah mata, padahal buah ini identik dengan pola

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Kendali Logika Fuzzy Pada Robot Line Follower

BAB I PENDAHULUAN. otomatis semakin meningkat, sehingga peralatan-peralatan otomatis ini sedikit demi

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Teknologi Jaringan Komunikasi

SANTI E. PURNAMASARI UMBY

Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN EVALUASI. spesifikasi tertentu untuk computer yang digunakan yaitu: Pentium IV 2.0 Ghz. Memory 512 MB.

IKI30320 Kuliah 19 3 Des Ruli Manurung. Learning. Agents. Inductive Learning. Decision Tree. Mengukur Kinerja Belajar.

Konsep Pemrograman Berorientasi Obyek

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

DEFINISI APPLIED ARTIFICIAL INTELLIGENT. Copyright 2017 By. Ir. Arthur Daniel Limantara, MM, MT.

Laporan Tugas Akhir BAB 1 BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. selalu menjadi perhatian. Seorang ibu maupun bapak dan orang-orang terdekat si

PEMBUAT SIMULASI PENAMPIL DAN PENGHITUNG JUMLAH PENUMPANG BUS WAY MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

User Interface Design

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Menurut Kaplan, AI mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan dengan kecerdasan alami

H. A. Simon [1987] : Rich and Knight [1991]:

BAB IV PENGUJIAN HASIL DAN ANALISA

Pengawasan dan Pengendalian Manajemen. Pertemuan ke13

PROSES PENGANTAR DATA TERDISTRIBUSI. Materi: 1. Thread 2. Client/Server 3. Agent

PENANGANAN KESALAHAN DAN HELP DOKUMENTASI

BAB 1 KONSEP KENDALI DAN TERMINOLOGI

Konsep Umum Sistem Kontrol

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat, salah satunya adalah adalah dalam bidang robotika. Robot bukanlah

INTERAKSI MANUSIA DAN MESIN

BAB 24 SISTEM EPS, WIPER, KURSI ELECTRIK

Kontrol Otomatis pada Robot Pengantar Barang

Sistem Terdistribusi Proses. S1 Sistem Komputer Musayyanah, S.ST, MT

sehingga tercipta suatu pergerakan partikel partikel atom yang bermuatan di

Transkripsi:

Pengenalan Intelligent Agent Pertemuan II Wahyu Supriyatin

Intelligent Agent Sistem agent pintar yang dirancang untuk bekerja secara otomatis pada setiap aplikasinya dengan sensornya yaitu menerima pesan dari lingkungan kemudian memberikan respon atau tindakan sesuai dengan apa yang sudah diprogram oleh pembuat guna mempermudah tugas manusia. Sebuah perangkat lunak yang bekerja tanpa campur tangan langsung dari manusia.

Agent dan Lingkungan (1)

Agent dan Lingkungan (2) Agent Segala sesuatu yang dapat melihat/mengartikan/mengetahui (perceiving) lingkungannya melalui alat sensor (sensors) dan bertindak (acting) melalui alat aktuator (actuators) Lingkungan Segala sesuatu yang ada di sekitar sistem dan mempengaruhi kinerja sistem

Agent dan Lingkungan (3) Persepsi (Perception) Suatu proses merubah sesuatu dari lingkungan kedalam indra penerima (memori, otak dan lain-lain) Sensors Sesuatu yang digunakan agent untuk menangkap sesuatu dari lingkungan untuk melakukan persepsi

Agent dan Lingkungan (4) Agent Sesuatu yang melakukan interaksi ke lingkungan Action Sesuatu yang akan dilakukan oleh agent dengan melakukan dan merubah lingkungan Actuators/Effectors Bagian dari agent yang dapat dilihat dan yang akan melakukan action

Contoh Agent Manusia Robot Software Agent Sensors Actuators Mata, telinga dan organ lain Kamera dan penjejak infra merah Tekanan pada keyboard, isi file dan paket-paket pada jaringan sebagai masukan Tangan, kaki, mulut dan bagian tubuh lain Berbagai motor penggerak Tampilan pada layar, penulisan file dan pengiriman paket jaringan sebagai keluaran

Sifat Agent Rasional Melakukan tindakan yang benar dan dapat dilakukan untuk memaksimalkan ukuran performancenya Autonomy Melakukan tindakan memodifikasi persepsi masa depan dengan pengalaman yang dimiliki sehingga memperoleh informasi yang berguna untuk beradaptasi Reactivity Menggabungkan pengetahuan yang dimiliki dengan pengetahuan yang didapat dari lingkungan, bersifat fleksibel

Tipe Lingkungan Agent (1) Agent dipengaruhi oleh faktor lingkungan saat agent digunakan/bertindak. Tipe lingkungan agent berdasarkan sifat : 1. Full Observable vs Partially Observable 2. Deterministic vs Stochastic 3. Episodic vs Sequential 4. Static vs Dynamic 5. Discrete vs Continous 6. Single Agent vs Multi Agent

Tipe Lingkungan Agent (2) Full Observable vs Partially Observable Fully Observable Sensor yang dapat mengamati keadaan penuh pada suatu lingkungan dalam satu waktu. Sensor akan mendeteksi semua aspek yang relevan untuk memilih tindakannya. Partially Observable Sensor yang hanya dapat mengamati sebagian keadaan pada lingkungannya. Partially Observable dipengaruhi oleh noisy dan ketidakakuratan sensor karena sebagian data hilang. Deterministic vs Stochastic Deterministic Keadaan lingkungan selanjutnya bergantung pada keadaan sekarang dan tindakan yang akan dilakukan oleh agent. Stochastic Keadaan lingkungan selanjutnya tidak bergantung pada keadaan sekarang dan tindakan yang akan dilakukan oleh agent.

Tipe Lingkungan Agent (3) Episodic vs Sequential Episodic Satu action dari agent tidak akan mempengaruhi action selanjutnya, karena action dibagi menjadi episode-episode pendek/kecil. Setiap episode berisi tentang bagaimana agent memahami dan melakukan sebuah tindakan. Tetapi episode berikutnya tidak tergantung pada tindakan yang diambil pada episode sebelumnya. Sequential Satu action saling berhubungan dengan action lainnya. Static vs Dynamic Static Lingkungan yang ditempati agent selalu tetap sehingga agent tidak perlu mengamati lingkungan saat mengambil tindakan. Dynamic Lingkungan yang ditempati agent selalu berubah-ubah selama agent melakukan penyesuaian dan pengambilan keputusan.

Tipe Lingkungan Agent (4) Discrete vs Continous Discrete Kesan dan tindakan yang akan diterima dan dilakukan oleh agent telah ditetapkan dengan jelas. Continous Agent akan terus menerus melakukan tindakan hingga mencapai tujuannya. Single Agent vs Multi Agent Single Agent Agent yang saat melakukan action tidak terdapat agent lain. Multi Agent Agent yang saat melakukan action terdapat agent lain.

Tipe Agent (1) Simple Reflex Agents Agen refleks sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena dia hanya menerapkan teknik kondisi-aksi. Simple reflex agent dapat bekerja dan melakukan tindakan jika terjadi sesuatu pada lingkungan yang memberikan percept atau persepsi dan tidak berubah dalam kondisi tertentu. Condition-Action Rule adalah suatu kondisi yang di memetakan suatu kondisi yang akan di lakukan aksi

Tipe Agent (2) Model-Based Reflex Agents Perkembangan dari simple reflex agents. Agen dapat melakukan tindakannya dengan baik jika lingkungan yang memberikan kesan berubah-ubah

Tipe Agent (3) Goal-Based Agent Perkembangan dari modelbased reflex agent dimana pengetahuan agen akan keseluruhan pada keadaan lingkungan tidak selalu cukup. Suatu agen tertentu harus memiliki informasi tentang tujuan serta memilih tindakan yang merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh agent. Goals: adalah pendeskirpsian dari situasi yang di inginkan

Utility-Based Agents Pengembangan dari goalbased agent, pada utilitybased agents untuk mecapai tujuannya memiliki banyak cara. Banyak pertimbangan untuk mencapai tujuannya, tidak hanya satu jalan, namun utility-based agent ini mempehitungkan dan memilih aksi/jalan yang efisien dalam mencapai tujuannya. Tipe Agent (4)

Learning Agent Agent yang belajar dari pengalamannya dalam meningkatkan kinerjanya. Learning agent terdiri dari critic (mengevaluasi performa agent), learning elemant (melakukan perbaikan berdasarkan kritis), performance element (melakukan pemilihan tindakan), problerm generator (menyarankan langkah yang akan memberikan pengalaman). Tipe Agent (5)

Rasional Agent Agen harus bersifat rasional, yaitu melakukan hal yang benar. Rasional bukan berarti omniscience pengetahuan tak terbatas). (serba tahu/mengetahui semua dengan Rationalitas kemahatahuan. Agent mengetahui akibat yang terjadi dari suatu tindakan. Agent dapat bertindak sesuai dengan yang diharapkan untuk memodifikasi persepsi akan datang dengan mendapatkan (pengumpulan informasi dan eksplorasi) informasi yang berguna Agent dikatakan autonomous, jika perilakunya ditentukan oleh pengalamannya sendiri (dengan kemampuan untuk belajar dan beradaptasi)

Rasionalitas Rasionalitas tergantung kepada 4 hal, yaitu : 1. Kemampuan yang terukur 2. Pengetahuan lingkungan sebelumnya/terdahulu 3. Tindakan 4. Urutan persepsi (sensors)

PEAS (Performance Measure, Environment, Actuators, Sensors) Task Environment adalah Spesifikasi dari Performance Measure (PM), Environment, Actuators dan Sensors 1. Performance Measure : Kualitas atau harapan yang diinginkan 2. Environment : Lingkungan yang akan dihadapi oleh agent 3. Actuators : Alat yang akan mendukung pencapaian tujuan 4. Sensors : Alat atau cara agen mendeteksi kondisi lingkungan

Contoh PEAS Taxi Tipe Agent PM Environment Actuators Sensors Sistem diagnosa medis Robot penyapu halaman Aman, cepat, legal, nyaman Kesehatan pasien, ongkos murah Cepat, bersih, hemat tenaga Jalan, kendaraan lain, pejalan kaki, penumpang Pasien rumah sakit Rumah, halaman, penghuni rumah Stir, rem, klakson, display Pertanyaan uji, perawatan Lengan, tangan robot Kamera, sonar, keyboard, GPS Gejala, jawaban pasien Kamera