PEMERINTAH KABUPATEN CILACAP PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN CILACAP DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang BUPATI CILACAP, : a. bahwa untuk penyelenggaraan pemerintahan daerah, Bupati perlu dibantu oleh perangkat daerah yang dapat menyelenggarakan seluruh urusan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintahan daerah; b. bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap yang mengatur tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2003 tentang Pedoman Organisasi Perangkat Daerah sudah tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah sehingga perlu dicabut dan menetapkan kembali pembentukan organisasi perangkat daerah; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a dan b perlu menetapkan Peraturan Daerah tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Cilacap. Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah ; 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 TAhun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ; 3. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952); 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2005 Tentang Kelurahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 159, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4588); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4826); 9. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan; 10. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 17 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Kabupaten Cilacap (Lembaran Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2008 Nomor 17, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 25 ). Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN CILACAP dan BUPATI CILACAP MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN DI KABUPATEN CILACAP. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini, yang dimaksud dengan : a. Daerah adalah Kabupaten Cilacap ; b. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan unsur Perangkat Daerah sebagai penyelenggara pemerintahan daerah; c. Bupati adalah Bupati Cilacap ; d. Perangkat Daerah adalah Perangkat Daerah Kabupaten Cilacap ; e. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap ; f. Kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah di Kabupaten Cilacap ; g. Camat adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan ; h. Lurah adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kelurahan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati; i. Kelurahan adalah Kelurahan di Kabupaten Cilacap ; j. Jabatan Fungsional adalah kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang Pegawai Negeri Sipil dalam satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu serta bersifat mandiri ; k. Kelompok Jabatan Fungsional adalah kumpulan jabatan fungsional yang terdiri dari sejumlah tenaga ahli dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai 2
kelompok sesuai keahliannya. BAB II PEMBENTUKAN Pasal 2 Dengan Peraturan Daerah ini dibentuk Organisasi dan Kelurahan di Kabupaten Cilacap. Tata Kerja Kecamatan dan BAB III KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI dan SUSUNAN ORGANISASI Bagian Pertama Kecamatan Pasal 3 (1) Kecamatan merupakan wilayah kerja camat sebagai perangkat daerah kabupaten. (2) Kecamatan dipimpin oleh camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Pasal 4 (1) Camat mempunyai tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. (2) Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Camat juga menyelenggarakan tugas umum pemerintahan yang meliputi : a. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat ; b. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum; c. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan peraturan perundangundangan ; d. mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum ; e. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan ; f. Membina penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan ; g. Melaksanakan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan; h. Mengesahkan dan mengevaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes); (3) Pelimpahan sebagian kewenangan Bupati sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Bupati. Pasal 5 (1) Susunan Organisasi Kecamatan, terdiri dari : a. Camat ; b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Sub Bagian Keuangan 2. Sub Bagian Umum c. Seksi Tata Pemerintahan ; d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum ; e. Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/ Kelurahan ; f. Seksi Sosial Ekonomi ; g. Seksi Pelayanan Umum ; 3
h. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Sekretariat Kecamatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dipimpin oleh seorang Sekretaris Kecamatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat. (3) Seksi- Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris Kecamatan. (4) Sub Bagian Sub Bagian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. (5) Bagan Organisasi Kecamatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran I merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Bagian Kedua Kelurahan Pasal 6 (1) Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai perangkat daerah dalam wilayah Kecamatan. (2) Kelurahan dipimpin oleh Lurah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. (3) Lurah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diangkat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 7 (1) Lurah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2), mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. (2) Selain tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Lurah melaksanakan urusan pemerintahan yang dlimpahkan oleh Bupati. (3) Urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2), disesuaikan dengan kebutuhan Kelurahan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan peningkatan akuntabilitas. (4) Pelimpahan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) disertai dengan sarana, prasarana, pembiayaan dan personil. (5) Pelimpahan urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dalam Peraturan Bupati. Pasal 8 Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Lurah mempunyai tugas : a. Melaksanakan kegiatan pemerintahan kelurahan; b. Memberdayakan masyarakat; c. Melaksanakan pelayanan masyarakat; d. Menyelenggarakan ketenteraman dan ketertiban umum; e. Memelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum; f. Membina lembaga kemasyarakatan. 4
Pasal 9 (1) Susunan Organisasi Kelurahan, terdiri dari : a. Lurah; b. Sekretariat Kelurahan; c. Seksi Tata Pemerintahan; d. Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum ; e. Seksi Pemberdayaan Masyarakat; f. Seksi Sosial dan Ekonomi; g. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Sekretariat Kelurahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dipimpin oleh seorang Sekretaris Kelurahan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah. (3) Seksi - Seksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Lurah. (4) Bagan Organisasi Kelurahan sebagaimana tercantum dalam Lampiran II merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini. Pasal 10 Rincian tugas, fungsi dan tata kerja Kecamatan dan Kelurahan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Bupati. BAB IV KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 11 (1) Pada Kecamatan dan Kelurahan dapat ditetapkan jabatan fungsional tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (2) Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk dalam Kelompok Jabatan Fungsional. (3) Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kecamatan dan Kelurahan sesuai dengan keahlian dan ketrampilan. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur oleh Bupati sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. BAB V ESELON Pasal 12 (1) Camat merupakan jabatan struktural eselon IIIa. (2) Sekretaris Kecamatan merupakan jabatan struktural eselon IIIb. (3) Kepala Seksi pada Kecamatan dan Lurah merupakan jabatan struktural eselon IVa. (4) Kepala Sub Bagian, Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi pada Kelurahan merupakan jabatan struktural eselon IVb. BAB VI TATA KERJA Pasal 13 5
(1) Dalam melaksanakan tugasnya Camat, Sekretaris Kecamatan, Kepala Seksi Kepala Sub Bagian serta Kelompok Jabatan Fungsional di Kecamatan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi secara vertikal dan horisontal baik dalam lingkungan kecamatan maupun satuan kerja perangkat daerah lainnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masingmasing. (2) Dalam melaksanakan tugasnya Lurah, Sekretaris Kelurahan dan Kepala Seksi serta Kelompok Jabatan Fungsional di kelurahan wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi secara vertikal dan horisontal baik dalam lingkungan Kelurahan maupun satuan kerja perangkat daerah lainnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 14 (1) Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, bagi pejabat struktural yang dilantik berdasarkan Peraturan Daerah terdahulu masih tetap melaksanakan tugas dan kewajiban serta diberikan hak kepegawaian dan hak administrasi lainnya sampai dengan dilantiknya pejabat baru sesuai Peraturan Daerah ini. (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku juga bagi pejabat struktural yang dilantik berdasarkan peraturan daerah terdahulu yang organisasi dan tata kerjanya saat ini tidak dibentuk kembali. Pasal 15 Pelaksanaan tindak lanjut penataan organisasi Kecamatan dan Kelurahan berdasarkan Peraturan Daerah ini, dilaksanakan selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2008. 6
BAB VII KETENTUAN PENUTUP Pasal 16 Pada saat Peraturan Daerah ini mulai berlaku, maka : 1. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 1 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan Di Kabupaten Cilacap (Lembaran Daerah Kabupaten Cilacap Tahun 2001 Nomor 1 Seri D Nomor 1) ; 2. Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kelurahan (Lembaran Daerah Tahun 2003 Nomor 86 Seri D Nomor 64) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 17 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Daerah ini, sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut oleh Bupati. Pasal 18 Peraturan Daerah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Kabupaten Cilacap. Disahkan di Cilacap pada tanggal 27 September 2008 BUPATI CILACAP, ttd. PROBO YULASTORO Diundangkan di Cilacap pada tanggal 27 September 2008 SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN CILACAP, ttd. SOEPRIHONO LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CILACAP TAHUN 2008 NOMOR 29 7
PENJELASAN ATAS RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN CILACAP NOMOR 21 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN CILACAP I. PENJELASAN UMUM. II. Dengan telah ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang Kelurahan, Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Teknis Organisasi Perangkat Daerah, maka Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 1 Tahun 2001 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan di Kabupaten Cilacap dan Peraturan Daerah Kabupaten Cilacap Nomor 61 Tahun 2003 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kelurahan sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi saat ini. Oleh karena itu, Peraturan Daerah dimaksud perlu ditinjau kembali. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu menetapkan kembali Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Cilacap dengan Peraturan Daerah. Sehubungan dengan hal tersebut, maka perlu menetapkan kembali Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan Kabupaten Cilacap dengan Peraturan Daerah. PENJELASAN PASAL DEMI PASAL. Pasal 1 Pasal 2 Pasal 3 Pasal 4 Pasal 5 Pasal 6 Pasal 7 Ayat (1) Yang dimaksud dengan urusan pemerintahan antara lain pelaksanaan urusan administrasi pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat yang dilimpahkan kepada Lurah. Yang dimaksud dengan urusan pembangunan antara lain pemberdayaan masyarakat dalam penyediaan sarana prasarana fasilitas umum, seperti jalan, 8
jembatan irigasi, pasar sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan kepada Lurah. Yang dimaksud dengan urusan kemasyarakatan antara lain pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan kehidupan sosial budaya masyarakat seperti bidang kesehatan, pendidikan sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan kepada Lurah. Ayat (2) Ayat (3) Yang dimaksud dengan kebutuhan kelurahan adalah kondisi sosial ekonomi dan budaya masyarakat yang memerlukan peningkatan dan percepatan pelayanan masyarakat. Untuk mengetahuinya, Pemerintah Kabupaten Cilacap terlebih dahulu melakukan verifikasi. Yang dimaksud dengan efisiensi adalah bahwa urusan pemerintahan yang dilimpahkan dalam penanganannya dipastikan lebih berdaya guna dan berhasil guna dilaksanakan oleh Kelurahan dibandingkan apabila ditangani oleh perangkat daerah lainnya. Sedangkan peningkatan akuntabilitas adalah bahwa urusan pemerintahan yang dilimpahkan kepada Kelurahan lebih langsung/ dekat dan berdampak / berakibat kepada masyarakat dibandingkan dengan urusan yang ditangani oleh perangkat daerah lainnya. Pasal 8 Pasal 9 Pasal 10 Pasal 11 Pasal 12 Pasal 13 Yang dimaksud dengan koordinasi adalah peran serta para pejabat struktural dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Yang dimaksud dengan sinkronisasi adalah konsistensi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sesuai dengan norma, prinsip dan standar yang berlaku. Yang dimaksud dengan simplifikasi adalah penyederhanaan pelaksananaan tugas pokok dan fungsi yang efisien, efektif, rasional dan proporsional. Pasal 14 Pasal 15 Pasal 16 9
Pasal 17 Pasal 18 10
11
13