BAGIAN PERTAMA : MELEPAS LARA

dokumen-dokumen yang mirip
MEKANISME PENYELESAIAN KASUS KEJAHATAN KEHUTANAN

I. PENDAHULUAN. mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana guna

{mosimage} Ahmad Wirawan Adnan Anggota Tim Pengacara Muslim (TPM)

- 2 - BAB I KETENTUAN UMUM

Perkembangan Kasus Perjadin Mantan Bupati Jembrana: Terdakwa Bantah Tudingan Jaksa

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

I. PENDAHULUAN. Kepolisian dalam mengemban tugasnya sebagai aparat penegak hukum

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Vonis Ahok, kampanye anti-cina, dan trauma 98

ALUR PERADILAN PIDANA

SIARAN PERS LEMBAGA BANTUAN HUKUM (LBH) PADANG Nomor : 03/S.Pers/LBH-PDG/II/2017 tentang

BAB III TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SUKOHARJO NOMOR: 203/Pid.Sus/2011/PN.Skh

II. TINJAUAN PUSTAKA. Peradilan Pidana di Indonesia di selenggarakan oleh lembaga - lembaga peradilan

b. bahwa Komisi Yudisial mempunyai peranan penting dalam usaha mewujudkan

BAB I PENDAHULUAN. Setiap manusia selalu erat kaitannya dengan etika, baik ketika manusia

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

Mahasiswa pengelola prostitusi online terancam dipecat. Mahasiswa pengelola prostitusi online terancam dipecat

Pelanggaran Hak-Hak Tersangka 2013 Wednesday, 01 January :00 - Last Updated Wednesday, 22 January :36

BUPATI TUBAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN TUBAN NOMOR 18 TAHUN 2016 TENTANG

RANCANGAN PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR : 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA,

RINGKASAN PUTUSAN. LP/272/Iv/2010/Bareskrim tanggal 21 April 2010 atas

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Ia menjadi pesakitan dengan tuduhan kepemilikan peluru secara ilegal. Persidangan pun berlangsung layaknya drama murahan.

PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO. 31 TAHUN 1999 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI BAB I

Bab XXVIII : Kejahatan Jabatan

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

BAB I PENDAHULUAN. pada tahap interogasi / penyidikan sering terjadi tindakan sewenang-wenang

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUKABUMI NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUKABUMI,

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN by DANIEL ARNOP HUTAPEA, S.Pd PERTEMUAN KE-3

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PROSEDUR TINDAKAN KEPOLISIAN TERHADAP PEJABAT NEGARA. Oleh INDARTO BARESKRIM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN MUSI BANYUASIN NOMOR 5 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MUSI BANYUASIN

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN... TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN

BAB V PENUTUP. 1. Mekanisme Mediasi Penal Pada Tahap Penyidikan : mediasi penal dikenal dengan Alternatif Penyelesaian Sengketa (APS).

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI MUSI RAWAS, TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2003 TENTANG MAHKAMAH KONSTITUSI

LEMBARAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU. Nomor 12 Tahun 2010 PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK AIR TANAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dan PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN:

Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR dan BUPATI LUWU TIMUR MEMUTUSKAN :

KRIMINALISASI. PSHK, LeIP, LBH Jakarta, Kemitraan, KontraS, Mappi, YLBHI,KPA, LBH Masy,Walhi

GUBERNUR BANTEN PERATURAN GUBERNUR BANTEN

PERANAN DOKTER FORENSIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PIDANA. Oleh : Yulia Monita dan Dheny Wahyudhi 1 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. kebutuhan hidupnya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan norma serta

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MUARO JAMBI NOMOR : 07 TAHUN 2012 TLD NO : 07

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR... TAHUN TENTANG HUKUM ACARA PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB III PRAKTIK REKONSTRUKSI DAN PENERAPAN ASAS PRADUGA TIDAK BERSALAH SERTA PENGATURAN REKONSTRUKSI DI INDONESIA

PEMERINTAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT NOMOR 19 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK RESTORAN

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KARO NOMOR 03 TAHUN 2013 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KARO,

BAB I PENDAHULUAN. nilai berita (news value). Nilai berita ini menjadi ukuran yang berguna, atau yang

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENEGAKAN HUKUM. Bagian Kelima, Penyidikan Oleh Badan Narkotika Nasional (BNN)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Kasus Korupsi PD PAL

IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN ANAK MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE DI TINGKAT PENYIDIKAN DI TINJAU DARI UU

BUPATI MUSI RAWAS, TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI [LN 1997/93, TLN 3720]

BAB I PENDAHULUAN. yang bertujuan mengatur tata tertib dalam kehidupan masyarakat.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1961 TENTANG KETENTUAN-KETENTUAN POKOK KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

- 1 - PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PONOROGO NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

II. TINJAUAN PUSTAKA. 1. Pengertian Kepolisian Negara Republik Indonesia. Negara Republik Indonesia disebutkan bahwa Kepolisian bertujuan untuk

: Hadirin dimohon berdiri. Majelis Hakim memasuki ruang sidang. (Majelis Hakim memasuki ruang sidang)

KELOMPOK 4 PELANGGARAN KODE ETIK HAKIM MK ( MAHKAMAH KONSITUSI) AKIL MOCHTAR INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 53 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN PELAKSANAAN TUGAS PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENEGAKAN HUKUM. Bagian Keempat, Penyidikan Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 3.4 Penyidikan Oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

BUPATI KUDUS PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUDUS NOMOR 7 TAHUN 2012 TENTANG PAJAK SARANG BURUNG WALET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUDUS,

Perbedaan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia

Hukum Acara Pidana Untuk Kasus Kekerasan Seksual

Nama : ALEXANDER MARWATA

Etika Jurnalistik dan UU Pers

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PAJAK PENERANGAN JALAN

BAB 4 ANALISA KASUS. Lihat Putusan Pengadilan Negeri Jakarta tertanggal 27 Mei 2008, No. 06/Pid/Prap/2008/PN Jkt-Sel

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BUPATI GARUT PROVINSI JAWA BARAT

PERATURAN DAERAH KOTA PANGKALPINANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 12 TAHUN 2011 TENTANG PAJAK AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TANAH BUMBU,

Transkripsi:

BAGIAN PERTAMA : MELEPAS LARA Urusan pembaca adalah mengekalkan ingatan pada apa yang mereka sukai. Sebaliknya, urusan penulis adalah menghapus ingatan dari apa-apa yang sudah ia bikin. Ia hanya memusatkan perhatian pada bagaimana melahirkan karya sebaik-baiknya saat ini. AS Laksana Wurianto Saksomo 1 1

2 Cuma Langkah Kecil 2

Siap, Sesuai Prosedur, Ndan...! 27 November 2010 Membaca Jawa Pos hari Selasa kemarin membuat hati miris. Di Kalimantan dua orang kakek-kakek ditangkap polisi dengan tuduhan merusak tanaman. Salah seorang kakek waktu akan ditangkap itu sedang ingin buang hajat. Permintaannya kepada polisi untuk buang hajat ditolak. Ia pun digelandang ke rumah seorang kakek lain yang juga disangka melakukan tindakan kriminal. Setelah memaksa akhirnya ia diizinkan untuk buang hajat, itu pun dengan todongan pistol dan pintu toilet dalam keadaan terbuka. Di kantor polisi ia dipaksa mengakui merusak tanaman. Setiap pertanyaan dalam BAP harus dijawab ya. Padahal, tanaman yang yang disangkakan dirusak olehnya itu memang miliknya sendiri. Setelah ditahan beberapa bulan mereka pun dilepas. Na udzubillah. Hebat nian pengayom masyarakat kita itu. Di koran Kompas bulan ini juga saya membaca berita seseorang yang ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan Wurianto Saksomo 3

tindakan pidana yang tak pernah ia lakukan. Ia pun menolak tuduhan polisi sehingga harus menerima pukulan dari aparat. Hingga akhirnya suatu hari dibawalah ia ke suatu tempat kemudian kakinya ditembak oleh polisi. Hebat nian pelindung masyarakat kita itu. Syukurlah akhirnya dalam persidangan hakim membebaskannya karena tidak terbukti bersalah. April 2010, saya membaca juga di koran Kompas kelakuan polisi yang menghajar orang-orang yang disangka melakukan kejahatan, padahal belum tentu mereka bersalah. Kejadiannya di Tobasa, Sumatra Utara. Empat orang ditangkap dengan tuduhan perampokan, tetapi dua orang kemudian dilepaskan setelah ditahan beberapa bulan. Dua orang yang lain berlanjut hingga vonis bersalah di pengadilan. Saat di tahanan itu, mereka disiksa untuk mengakui perbuatannya. Salah seorang di antara mereka gendang telinganya sampai pecah. Yang menjadi masalah selanjutnya adalah setelah vonis ternyata ada orang lain yang mengaku menjadi pelaku perampokan yang disangkakan kepada mereka. Hebat nian pelayan masyarakat kita itu. Masih ingat Ryan si jagal asal Jombang? Kasusnya ternyata membuka kasus lain. Sebelum kasus Ryan terbongkar, di Jombang ada kejadian pembunuhan terhadap Asrori. Polisi pun menangkap tersangka atas nama Hambali dan Devid, meskipun berkali-kali menolak disangka membunuh mereka tetap ditahan. Di tahanan pun mereka mengalami penyiksaan berkali-kali oleh aparat. Hingga maju di persidangan mereka divonis 17 dan 12 tahun penjara. Akhirnya, muncullah kasus Ryan sekaligus mematahkan 4 Cuma Langkah Kecil

tuduhan polisi di Jombang itu. Terbukti akhirnya bahwa pembunuh Asrori adalah Ryan. Sungguh disayangkan kerja polisi yang masih diwarnai dengan kekerasan, penyiksaan, dan manipulasi BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Mungkin masih ada kejadian salah tangkap dan pemaksaan polisi kepada orang yang tidak bersalah, hanya saja belum terungkap di media. Terus, bagaimana dengan para korban? Akankah polisi dengan jantan mengakui kesalahannya? Atau, hanya sekadar minta maaf kemudian dilepas begitu saja dengan meninggalkan trauma yang mendalam? Belum lagi nama baik dia yang tercemar. Apalagi jika ia tulang punggung keluarga. Meninggalkan keluarga berbulan-bulan tanpa ada yang menafkahi. Beranikah polisi memberi ganti rugi kepada mereka. Saya pernah membaca di koran, ketika wartawan menanyakan kepada atasan polisi tentang penyiksaan di tahanan, biasanya mereka membantah. Mereka selalu menyatakan bahwa polisi sudah bekerja sesuai prosedur. Jangan-jangan penyiksaan itu sendiri memang bagian dari prosedur polisi. Memukul, menyetrum, menendang, adalah bagian dari interogasi. Siap, prosedur sudah dijalankan, Ndan...! jawab mereka tegas. Saya yakin masih banyak polisi yang baik, tetapi karena ulah segelintir polisi yang berkelakuan tidak baik, nama mereka pun jadi ikut jelek. Wurianto Saksomo 5

Wartawan Bodrex 6 Desember 2010 Dewan Pers pada 1 Desember 2010 menyatakan adanya pelanggaran kode etik dan penyalahgunaan profesi wartawan oleh tiga wartawan dari tiga media massa. Mereka dinilai bersalah karena terbukti meminta hak istimewa untuk membeli saham perdana PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Permintaan mereka itu menimbulkan konflik kepentingan sebab mereka bertugas sebagai wartawan yang meliput kegiatan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelah dinyatakan bersalah, ujungnya mereka dipecat oleh pihak media masing-masing. Pasal 6 Kode Etik Wartawan (KEW) menyebutkan bahwa Wartawan Indonesia tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Penafsirannya, menyalahgunakan profesi adalah segala tindakan yang mengambil keuntungan pribadi atas informasi yang diperoleh saat bertugas sebelum informasi tersebut menjadi pengetahuan umum. Sedangkan, suap adalah segala pemberian dalam bentuk 6 Cuma Langkah Kecil

uang, benda, atau fasilitas dari pihak lain yang memengaruhi independensi. Kalau menerima uang saja dilarang apalagi kalau meminta-minta uang maupun fasilitas. Saya punya pengalaman tidak enak dengan wartawan, entah itu wartawan betulan atau wartawan gadungan. Kejadiannya di sebuah hotel terbaik di daerah saya awal tahun ini. Seusai acara penutupan sebuah pelatihan yang diselengarakan kantor saya oleh bupati, saya didekati seseorang. Dengan berbisik-bisik, takut jika kedengaran orang lain, dia bertanya, Ada sangu untuk temen-temen wartawan tidak? Saya menatap heran, saya suruh ulang perkataannya barangkali pendengaran saya salah. Namun, ternyata tidak. Benar, dia memang minta sangu (uang saku). Saya benarbenar kaget. Saya memang pernah mendengar ada wartawan yang suka meminta-minta, istilahnya wartawan bodrex, tetapi kalau ketemu langsung, ya baru kali ini. Wartawan merupakan salah satu profesi mulia. Dengan keberadaannya, masyarakat bisa memperoleh beragam informasi dan berita. Namun, kadang-kadang kemuliaannya dikotori oleh segelintir tangan kotor oknum yang tidak bertanggung jawab. Kenapa hal ini bisa terjadi? Pertama, profesi wartawan hanya dijadikan kedok. Profesi sejatinya tidaklah itu. Ia tidak lain hanyalah seorang peminta-minta atau bahkan pemeras. Dengan sedikit gertak, sumber beritanya akan ketakutan dan segera memberikan upeti. Cerita seperti ini jarang muncul di media massa, tetapi saya yakin ada. Hanya saja mereka yang menjadi korban enggan untuk bercerita atau melapor, bisa jadi karena merasa Wurianto Saksomo 7

ribet urusannya berubah panjang atau memang benar ia pernah melakukan kesalahan. Kedua, ketiadaan kontrol dari media massa tempat wartawan itu bekerja. Atau, bisa jadi memang media massa itu juga merupakan kedok seperti halnya profesi wartawan. Medianya ecek-ecek, wartawannya bodrex. Sekali lagi saya hanya menduga ini hanyalah perbuatan oknum. Masih banyak media yang tidak seperti itu. Ketiga, gaji wartawan yang kecil. Wartawan juga manusia biasa yang perlu memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Karena penghasilan dari medianya dianggap tidak besar maka ia harus mencari cara untuk mendapatkan penghasilan lain. Salah satunya ya dengan menodong itu. Kembali ke cerita saya di awal. Akhirnya saya tidak memberi apa-apa kepada wartawan itu. Saya juga tidak tahu benar apakah ia memang wartawan sungguhan karena saya lupa menanyakannya. Saya juga lupa tidak memeriksa sekitar tubuhnya, siapa tahu ada tulisan wartawan atau keplek bertuliskan pers. Namun, beberapa hari kemudian saya bertemu lagi dengannya di kantor. Ia bertamu pada kepala kantor saya. Wah, jangan-jangan mau ambil jatah. 8 Cuma Langkah Kecil

Pungutan Pun Ada di Aparat 16 Desember 2010 Persidangan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji kembali membawa berita menarik. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh mantan Kepala Polres (Kapolres) di wilayah Jawa Barat (Jabar) untuk memberikan kesaksian. Ketujuh saksi tersebut, yakni mantan Kapolres Kuningan, Sukabumi, Banjar, Indramayu, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Bogor mengakui bahwa Polda Jabar yang dipimpin Susno memotong anggaran pengamanan Pemilukada Jabar tahun 2008. Berita ini saya baca di Harian Jawa Pos. Di depan majelis hakim, ketujuh mantan kapolres tersebut ramai-ramai menyebutkan bahwa dana pengamanan Pilkada Jabar 2008 memang disunat dengan kisaran yang berbeda-beda di setiap wilayah, yakni antara Rp60 juta hingga Rp640 juta. Mereka para pejabat teras kepolisian itu mengetahui bahwa apa yang dilakukannya itu tidak sesuai dengan prosedur. Pembuatan laporan keuangan yang tidak Wurianto Saksomo 9

sesuai kenyataannya merupakan tindakan yang melanggar hukum. Modus pemotongan anggaran memang sudah menjadi hal yang lumrah di lingkungan birokrasi. Besarannya variatif, ada yang 1%, ada yang 10%, ada pula yang 20% dari anggaran yang dicairkan, bergantung dari kebijakan pemegang kekuasaan. Namanya pun macam-macam, ada dana non budgeter, dana taktis, dana operasional, rekonstruksi, dan lain-lain. Namun, sebenarnya hal itu tidak dapat dibenarkan. Beberapa alasan biasanya digunakan sebagai pembenar, yakni untuk menutupi biaya operasional kantor yang tidak ter-cover dalam anggaran, setoran ke pejabat tertentu, setoran ke penegak hukum untuk menutupi perkara pidana, biaya kampanye pemilu, biaya pengurusan ini-itu, bantuan sosial, dan lain-lain. Namun, itu semua baru berupa asumsi. Dalam situs http://nusantaranews.wordpress.com disebutkan bahwa dana non budgeter adalah anggaran ad hoc yang dikumpulkan dan/atau digunakan oleh pemerintah/ negara untuk keperluan keadaan mendesak (force majoure) karena APBN tidak dapat memenuhi kebutuhan departemen. Anggaran ini tidak masuk dalam rancangan APBN yang diajukan pemerintah ke DPR. Kasus yang umum terjadi pada masa lalu dari anggaran non budgeter adalah dana yang digunakan untuk bencana alam, bencana sosial, ataupun bencana ekonomi (krisis ekonomi), serta program-program departemen yang sangat mendesak. Kondisi ini memaksa menteri untuk memutuskan kebijakan mengumpulkan dana salah satunya dengan menerbitkan rekening pribadi atas 10 Cuma Langkah Kecil