BAB II LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN. perubahan lingkungan yang serba cepat dan dinamis. Organisasi

BAB I PENDAHULUAN UKDW. teknologi adalah munculnya internet. Walaupun internet tidak dapat dikatakan

BAB I PENDAHULUAN. dengan mengadopsi Teknologi Informasi terutama Internet. Internet telah

BAB I PENDAHULUAN. menyalurkan dana kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa pelayanan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

II. TINJAUAN PUSTAKA. keamanan hingga sampai pada sektor perbankan. Pada sektor perbankan, hasil dari

BAB I PENDAHULUAN. kreatif memicu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan akselerasi yang

PENGARUH PERSEPSI MANFAAT, KEMUDAHAN PENGGUNAAN, RESIKO, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT NASABAH DALAM MENGGUNAKAN INTERNET BANKING

BAB I PENDAHULUAN. house) dalam berbagai kegiatan e-business, e-commerce dan usaha teknologi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. Persaingan industri perbankan saat ini semakin ketat,sehingga diperlukan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. dampak positif bagi pertumbuhan e-commerce. Menurut Asosiasi. Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII, 2013), jumlah pengguna

BAB I PENDAHULUAN. muka. Fenomena ini yang kemudian dapat dilihat dalam bisnis e-commerce yang

BAB I PENDAHULUAN. oleh bisnis. Salah satu teknologi yang benar-benar membawa revolusi informasi

BAB I PENDAHULUAN. faktor penting, salah satunya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan isu

BAB I PENDAHULUAN. teknologi merupakan hal yang wajib. Peranan teknologi dalam. transaksi perbankan, sehingga meningkatkan retensi penggunaan jasa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti merujuk pada penelitian-penelitian

BAB 1 PENDAHULUAN. memanfaatkan teknologi yang sudah di modernisasi dan juga dapat

Pengguna Internet Indonesia BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang seiring dengan

I PENDAHULUAN. yang tinggi serta perkembangan teknologi yang sangat pesat. Keadaan demikian

BAB I PENDAHULUAN. berpotensi muncul banyak nya usaha jasa baru.

BAB 1 PENDAHULUAN. Maraknya bisnis di Indonesia akhir-akhir ini via Internet diyakini memiliki

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi, dan internet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pada pengaruh persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi

BAB XI TEKNOLOGI PERBANKAN

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. portal internet yang memungkinkan nasabah untuk menggunakan berbagai

BAB I PENDAHULUAN. cara maupun arah proses transaksi finansial. Pengguna internet telah memberikan

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat. Teknologi informasi sudah menjadi suatu kebutuhan yang sangat

I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. dalam e-business, e-commerce, dan usaha teknologi informasi lainnya yang

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 1 PENDAHULUAN. pandai-pandai menganalisis pasar dengan menggunakan handphone sebagai salah

E-COMMERCE. Karya Ilmiah

BAB I PENDAHULUAN. Telepon seluler saat ini telah menjadi alat komunikasi serta informasi

BAB I PENDAHULUAN. Melambatnya pertumbuhan ekonomi global sebagai dampak peningkatan harga

BAB I PENDAHULUAN. strategi bisnis dunia usaha termasuk perbankan dengan menempatkan teknologi

BAB I PENDAHULUAN. Electronic Commerce (e-commerce) (McLeod & Schell, 2004). Menurut Indrajit

BAB 1 PENDAHULUAN. Kecenderungan nasabah untuk melihat sebuah bank sebagai financial supermarket

BAB I PENDAHULUAN. teknologi informasi memacu perubahan dalam bidang pemasaran, operasional,

BAB I PENDAHULUAN. perubahan informasi yang sudah diproses dan dilakukan penyimpanan

BAB I PENDAHULUAN. Di era globalisasi banyak orang yang terus berpacu untuk. melalui teknologi yaitu internet karena dalam jangka waktu ini banyak

BAB I PENDAHULUAN. sekali mengalami perubahan (Jogiyanto, 2008: 1). Hal ini terjadi karena

BAB I BAB I PENDAHULUAN

Sistem Informasi Manajemen

BAB I PENDAHULUAN. media layanan elektronik (e-channel) saat ini telah jauh berkembang. Bahkan

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Perkembangan Teknologi Informasi pada era globalisasi sekarang ini

BAB I PENDAHULUAN. Kemajuan ini didukung dengan berkembangnya jaringan internet di Indonesia

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung. Pemasaran dan edukasi pelayanan jasa perbankan berawal dari

III. LANDASAN TEORI 3.1 Electronic Commerce 3.2 Transaksi dalam E-Commerce

Judul : Penerapan Model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 untuk Menjelaskan Minat dan Penggunaan Mobile Banking

JURNAL 1 : POTENSI ADOPSI STRATEGI E-COMMERCE UNTUK DI LIBYA.

BAB I PENDAHULUAN. E-commerce adalah media yang relatif baru dalam dunia bisnis. Namun, keberadaannya

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN. penerimaan teknologi merupakan suatu model yang disusun oleh Davis et al,.

ABSTRAK. Kata kunci : Persepsi teknologi informasi, kemudahan penggunaan, resiko transaksi, fitur layanan dan minat ulang menggunakan.

BAB I INTRODUKSI. pembayaran mikro, kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan smartphone

BAB 1 PENDAHULUAN. semakin meningkat. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dan alat bantu

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. 1. Teori Technology Acceptance Model (TAM)

BAB 1 PENDAHULUAN. Automatic Teller Machine (ATM) dan electronic banking (e-banking)

BAB I PENDAHULUAN. pelayanan bagi penggunannya serta membuat lebih efektif dan efisien

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENGENALAN E-COMMERCE

BAB I PENDAHULUAN. Sejalan dengan perkembangan di bidang teknologi informasi dan komunikasi,

BAB I PENDAHULUAN. teknologi yang canggih untuk mengakses internet, begitu pula dengan

TEKNOLOGI PERBANKAN. Hartika Yusman. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan.

BAB I PENDAHULUAN. kemajuan. Pada situasi persaingan perbankan, bank-bank membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin

BAB I PENDAHULUAN. Kegiatan berbelanja merupakan salah satu kegiatan aktivitas masyarakat

1. BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini sistem informasi dan teknologi informasi adalah

BAB I PENDAHULUAN. tetapi merambah pada interaksi yang lebih komplek. Internet membantu

BAB I PENDAHULUAN. jasa seperti usaha jasa sewa mobil, pariwisata, transportasi, jasa pihak ketiga dan

BAB I PENDAHULUAN. baik yang berorientasi pada profit maupun nonprofit khususnya pada sektor

BAB I PENDAHULUAN. pesat telah mempengaruhi industri perbankan, seperti hal nya Mobile Banking

BAB. I PENDAHULUAN. Pentingnya teknologi informasi dalam bisnis tidak diragukan lagi. Banyak

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang

BAB I PENDAHULUAN. Yogyakarta: Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, hlm. 185

KARYA ILMIAH E-COMMERCE PEDOMAN dalam E-COMMERCE

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini teknologi informasi semakin berkembang dengan pesat. Banyak

BAB I PENDAHULUAN. berkembang pesat dibandingkan dengan waktu waktu sebelumnya, misalnya

BAB I PENDAHULUAN. Dalam upaya mencegah kelemahan dari penggunaan uang tunai tersebut, kini

BAB I PENDAHULUAN. Pada masa kini, sebagian masyarakat semakin merasakan informasi sebagai salah

BAB II KERANGKA TEORITIS. hardware (perangkat keras) dan sofware (perangkat lunak) yang digunakan oleh

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI DAN MODEL PENELITIAN 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Internet Internet adalah kumpulan jaringan komputer yang saling berhubungan dan memiliki infrastruktur yang sangat unik, yang bisa menghubungkan jutaan orang di seluruh dunia dan selalu berkembang setiap waktu. (Greeinstein, 2002:p6) Internet adalah jaringan komunikasi yang saling terhubung, serupa dengan jaringan jalan di satu Negara. Ada jalan utama, jalan antarnegara bagian atau provinsi dan sampai jalan menuju ke lingkungan tempat kita tinggal (Mcleod, 2007:p71) Internet merupakan sekumpulan jaringan komputer yang menghubungkan situs akademik, pemerintahan, komersial, organisasi, maupun perorangan, yang menyediakan akses untuk layanan telekomunikasi, dan sumber daya informasi untuk jutaan penggunanya yang tersebar di seluruh dunia. Sejalan dengan meningkatnya internet dalam bisnis maupun teknologi, akses terhadap internet menjadi semakin penting bagi penggunanya. Internet saat ini berkembang sangat pesat dan dapat dikatakan sebagai jaringan informasi terbesar di dunia, sehingga sudah seharusnya para pengguna mengenal manfaat apa yang dapat diperoleh melalui jaringan ini (Chaffey, 2009:p5) 8

9 2.1.2 E-Commerce dan E-Business E-commerce adalah bentuk dari suatu transaksi yang berhubungan dengan aktifitas komersil, baik itu organisasi maupun individual yang berdasarkan pengolahan dan transmisi data yang terdigitalisasi, termasuk teks, suara, dan gambar visual (Carter, 2002:p2). E-commerce adalah suatu proses membeli, menjual, transfer atau pertukaran dari satu produk, pelayanan dan informasi melalui jaringan komputer (Turban. dkk, 2010:p47). Definisi E-commerce dari sudut pandang yang berbeda-beda yaitu : 1. Dari sudut pandang proses bisnis : melakukan bisnis elektronik dengan melengkapi proses bisnis melalui jaringan elektronik, sebagai pengganti informasi dari proses bisnis secara fisik. 2. Dari sudut pandang pelayanan : suatu alat untuk memenuhi keinginan dari pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memotong biaya pelayanan ketika meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen dan meningkatkan kecepatan dalam pelayanan pengiriman. 3. Dari sudut pandang pembelajaran: memungkinkan dari online training, pembelajaran di sekolah, universitas, dan organisasi lainnya 4. Dari sudut pandang kolaborasi : suatu kerangka kerja kolaborasi dari inter dan antar organisasi

10 5. Dari sudut pandang komunitas : memberikan tempat perkumpulan untuk komunitas anggota untuk belajar, transaksi, dan kolaborasi. Secara global, Turban mengemukakan bahwa e-commerce adalah proses membeli, menjual, atau bertukar produk, jasa, dan informasi melalui jaringan computer, termasuk di antaranya adalah internet. E-business dapat melakukan transaksi bisnis antara sebuah organisasi dengan konsumennya melalui internet. Selain itu e-business juga dapat didefinisikan sebagai penggunaan teknologi internet untuk meningkatkan dan merubah proses bisnis kunci (Carter, 2002:p3). E-business diartikan sebagai semua pertukaran informasi melalui media elektronik baik di dalam suatu organisasi maupun dengan pemegang saham eksternal yang mendukung cakupan dari proses bisnis. E-commerce digambarkan sebagai sebagai bagian dari e-business, karena e-commerce tidak mengacu pada kebanyakan transaksi dalam suatu bisnis seperti memproses permintaan pembelian yang merupakan bagian dari e-business. (Chaffey, 2009:p8) 2.1.3 Internet Banking Internet banking merupakan salah satu bentuk Electronic Banking yang ditawarkan melalui internet, dimana para nasabah dapat melakukan transaksi jasa keuangan dalam suatu lingkungan semu, oleh karena itu suatu Bank yang memiliki website tapi tidak dapat melakukan transaksi di web tersebut tidak termasuk Internet Banking (Hadri dan Susilowati, 2007:p127).

11 Jenis-jenis Internet Banking dapat dibagi menjadi (Turban. dkk, 2010: p162). 1. Virtual Companies Bank sebagai institusi yang membangun cabangnya secara virtual dan tidak memerlukan fasilitas atau alamat kantor perusahaan secara fisik dan hanya melayani jasa perbankan melalui internet saja. 2. Hybrid Model Sebagai bank yang sudah mapan sebelumnya dan kemudian membangun situs web sebagai jasa pemasaran dan saluran distribusi tambahan dari pelayanan jasa tradisionalnya. 3. Strategic Partnership Bank-bank atau jasa keuangan yang secara individual atau membangun konsorsium dengan perusahaan perangkat lunak terkemuka seperti Microsoft, untuk membangun perangkat lunak aplikasi keuangan yang terintegrasi dengan sistem keuangan di perusahaan tersebut untuk melayani kebutuhan pengelolaan keuangan pribadi atau perusahaan. Internet Banking, juga dikenal sebagai Cyberbanking, Virtual Banking, Online Banking dan Home Banking, melakukan berbagai macam aktivitas perbankan dari rumah, dalam perjalanan daripada datang ke tempat fisik bank. Konsumen dapat menggunakan Internet Banking untuk membayar tagihan online atau melakukan pinjaman secara elektronik (Turban. dkk, 2010:p162).

12 2010:p163). Home Banking mempunyai fasilitas seperti berikut (Turban. dkk, 1. Informational Dapat melihat informasi rekening dan histori transaksi kapan saja. Konsumen secara mudah dapat mengecek status dari tabungan, kartu kredit dan data historis transaksi dapat dilihat melalui Home Banking. Dapat mendapatkan informasi mengenai biaya dan kartu kredit. Nasabah dapat membayar tagihan kartu kredit secara otomatis dari rekening mereka setiap bulan. Memberikan keterangan rekening. Bagi nasabah yang lupa untuk mencatat penarikan dari ATM, Internet Banking dapat membantu untuk mengaturnya. Nasabah dapat mendownload transaksi dan mengimport ke dalam check register mereka. 2. Administrative Dapat membayar tagihan. Pembayaran secara elektronik dari rekening biasanya dibayarkan pada hari yang sama atau esok harinya. Biaya membayar tagihan secara elektronik lebih murah daripada secara tradisional yang memakai biaya materai. 3. Transactional

13 Dapat Mentransfer uang antar rekening. Tidak perlu mengantri atau mengisi formulir deposit slips. Uang dapat ditransefer antar rekening nasabah atau dengan rekening nasabah lainnya. 4. Portal Memiliki akses link ke situs website lain untuk melakukan suatu transaksi Manfaat penerapan Internet Banking terhadap industri perbankan terdiri atas (Maharsi, 2007:p18-19) 1. Business expansion Dahulu sebuah bank harus memiliki beberapa kantor cabang untuk beroperasi di berbagai tempat. Usaha ini memerlukan biaya yang tidak kecil. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, muncul teknologi Internet Banking dan Phone Banking yang dengan menggunakan teknologi tersebut mulai menghilangkan batas fisik, batas ruang dan waktu. Layanan perbankan dapat diakses dimana saja di seluruh Indonesia, dan bahkan dari seluruh dunia. 2. Customer loyality Nasabah, khususnya yang sering bergerak, akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di Bank yang berbeda-beda di berbagai tempat.

14 3. Revenue and cost improvement Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang, transaksi lewat Internet Banking jauh lebih menguntungkan karena dengan setiap transaksi tatap muka membutuhkan biaya yang lebih besar. 4. Competitive advantage Bank yang tidak memiliki mesin ATM akan sukar berkompetisi dengan Bank yang memiliki banyak mesin ATM. Demikian pula Bank yang memiliki Internet Banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan Bank yang tidak memiliki Internet Banking. 5. New business model Internet Banking memungkinkan adanya model bisnis yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat. Internet Banking memberikan keuntungan, yaitu dapat memberikan kemudahan dalam melakukan transaksi perbankan. 2.2 TAM (Technology Acceptance Model) TAM merupakan model penelitian yang paling luas digunakan untuk meneliti adopsi teknologi informasi dalam literatur sistem informasi manajemen. Model ini menyediakan dasar teori untuk menelusuri faktor yang menjelaskan pemakaian software dan menghubungkannya dengan kinerja pemakai (Ashur dan Budi, 2005:p39).

15 Menurut Maharsi (2007:p20), TAM berfokus pada sikap terhadap pemakaian teknologi informasi oleh pemakai dengan mengembangkannya berdasarkan persepsi manfaat dan kemudahan dalam pemakaian teknologi informasi. TAM merupakan model penelitian yang berpengaruh dalam studi determinan akseptasi teknologi informasi. TAM banyak digunakan untuk memprediksi tingkat penerimaan pemakai dan pemakaian, berdasarkan hubungan antara akseptasi teknologi informasi dan dampaknya kepada pemakai individual Persepsi tentang kemudahan dalam menggunakan teknologi informasi merupakan faktor yang dominan untuk menjelaskan persepsi dari manfaat dan penggunaan suatu sistem. Persepsi tentang manfaat mempunyai pengaruh yang kuat terhadap penggunaan sistem. Pemanfaatan teknologi berhubungan dengan perilaku menggunakan teknologi tersebut untuk menyelesaikan tugas. Pemanfaatan teknologi informasi merupakan manfaat yang diharapkan oleh pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya, pengukurannya berdasarkan intensitas pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan, dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan. Pada penelitian ini, variabel resiko dan kepercayaan ditambahkan untuk mengetahui lebih jauh minat nasabah bank dalam menggunakan Internet Banking. 2.2.1 Persepsi Manfaat Persepsi Manfaat adalah suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu teknologi tertentu akan meningkatkan prestasi kerja orang tersebut. Sesuai dengan TAM, penggunaan sistem dipengaruhi oleh minat untuk

16 menggunakan. Pengukuran kemanfaatan tersebut berdasarkan frekuensi penggunaan dan diversitas aplikasi yang dijalankan (Davis. dkk, 1986:p46). Ada beberapa indikator dalam kemanfaatan dalam pemanfaatan Internet Banking yaitu seperti meningkatkan efektivitas pemanfaatan layanan perbankan, memudahkan transaksi perbankan, memudahkan dalam mendapatkan layanan perbankan yang lebih cepat, dan meningkatkan kinerja dalam memanfaatkan layanan perbankan (Mohammad. dkk, 2011:p63). Dengan demikian dapat diartikan bahwa kemanfaatan dari penggunaan Internet Banking dapat meningkatkan kinerja orang tersebut. Dalam Internet Banking, kemanfaatan merupakan suatu manfaat yang diperoleh atau diharapkan oleh para nasabah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya. Karenanya, tingkat kemanfaatan selama mengakses Internet Banking tersebut, akan mempengaruhi minat nasabah dalam menggunakan sistem Internet Banking (Chin dan Todd, 1995:p21) 2.2.2 Kemudahan Penggunaan Kemudahan Penggunaan didefinisikan sebagai sebagai suatu tingkatan dimana seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami. Atas dasar definisi tersebut kemudahan penggunaan Internet Banking berarti kemudahan dalam memahami bila bertransaksi melalui media Internet Banking. (Davis. dkk, 1989:p38). Persepsi kemudahan penggunaan memberikan beberapa indikator terhadap suatu sistem informasi (termasuk Internet Banking) yang meliputi efisiensi waktu

17 dalam penggunaan, tampilannya situsnya mudah dimengerti, menambah ketrampilan dalam menggunakannya, dan mudah untuk dipelajari (Mahardika dan Basuki, 2011:p169) Intensitas penggunaan dan interaksi antara pengguna dengan sistem juga dapat menunjukkan kemudahan penggunaan. Suatu sistem yang sering digunakan menunjukkan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya. Kemudahan penggunaan akan mengurangi usaha para nasabah dalam mempelajari asal usul dari perilaku bertransaksi melalui Internet Banking. Kemudahan penggunaan juga memberikan indikasi bahwa para pengguna sistem informasi dapat bekerja lebih mudah dibandingkan dengan yang bekerja tanpa menggunakan sistem informasi. Dengan demikian, bila jasa pelayanan Internet Banking dipersepsikan mudah digunakan oleh para konsumen, jasa pelayanan tersebut juga akan dipersepsikan bermanfaat (Davis. dkk, 1989:p40). Dalam TAM, faktor persepsi terhadap kemudahan dalam penggunaan teknologi dan persepsi terhadap pemanfaatan sebuah teknologi berhubungan dengan sikap seseorang pada penggunaan teknologi tersebut. Sikap pada penggunaan sesuatu adalah sikap suka atau tidak suka terhadap penggunaan suatu produk. Sikap ini dapat digunakan untuk memprediksi perilaku niat seseorang untuk menggunakan suatu produk atau tidak menggunakannya. 2.2.3 Resiko Resiko dianggap sebagai suatu ketidakpastian tentang kemungkinan negatif dari menggunakan produk atau jasa. Resiko didefinisikan sebagai keyakinan pelanggan tentang potensi hasil negatif yang tidak pasti dalam

18 menggunakan Internet Banking. Penilaian resiko dirasakan sangat tergantung pada individu psikologis dan karakteristik situasional.(yousafzai, 2003:p21) Dengan mengidentifikasi dua kategori utama dirasakan resiko: kinerja dan psikososial. Ada beberapa resiko yang memiliki beberapa indikator seperti gangguan kinerja, waktu yang terpakai, keadaan sistem keamanan saat ini, dan jaminan keamanan. (Cunningham, 2005:p165). Dalam konteks Internet Banking, banyak resiko yang dihadapi nasabah dalam melakukan transaksi keuangan. Sejumlah penelitian mengidentifikasi resiko dianggap sebagai faktor penting yang mempengaruhi adopsi penggunaan Internet Banking (Gewald dan Dibbern, 2009:p74) 2.2.4 Kepercayaan Kepercayaan dibutuhkan oleh pengguna teknologi informasi dalam rangka meningkatkan kinerja individu dalam melakukan kegiatan organisasi atau perusahaan. Kepercayaan juga membantu pengguna untuk mengurangi kompleksitas sosial dalam menghadapi kemungkinan yang tidak diinginkan (Hadri dan Rendha, 2011:p140) Kepercayaan nasabah didefinisikan disini sebagai indikator keadaan psikologis yang mengarah pada kepercayaan dalam melakukan transaksi perbankan di internet, menjaga kepentingan transaksi nasabah, menjaga komitmen dalam melayani nasabah, dan memberikan manfaat pada penggunaannya (Mahardika dan Basuki, 2011:p169).

19 Persepsi kepercayaan dan Tam saling berhubungan satu sama lain dalam pengaturan layanan online. Persepsi kemudahan menunjukkan bahwa penggunaan dapat dikatakan mempengaruhi hasil yang menguntungkan bagi seseorang dalam penerimaan teknologi inovatif secara positif. Dalam pengaturan layanan online, persepsi kemudahan penggunaan dapat dianggap perasaan pertama atau harapan dalam melakukan suatu transaksi, dan dapat dirasakan kemudahannya dalam menimbulkan rasa percaya pada pemakai (Wu dan Chen, 2005:p41) 2.2.5 Minat Menggunakan Internet Banking Pemanfaatan teknologi menunjukkan minat individu untuk menggunakan atau tidak menggunakan teknologi dalam menyelesaikan serangkaian tugasnya. Idealnya, dalam hubungannya dengan faktor kecocokan tugas-teknologi, pemanfaatan teknologi diukur dari seberapa besar keinginan pemakai untuk menggunakan sistem, kesesuaian akan kebutuhan, dukungan dalam menggunakannya, dan merekomendasikannya kepada orang lain (Maharsi dan Yuliani, 2007:p36). Operasionalisasi tersebut mencerminkan minat pemakai untuk menggunakan teknologi berdasarkan hasil evaluasinya atas faktor kecocokan teknologi sehingga pemanfaatan teknologi berlangsung dalam situasi sukarela. Akan tetapi, proporsi tersebut sangat sulit dalam studi lapangan. Sebagai pemecahannya, agar pemanfaatan diaktualisasikan sebagai seberapa luas sistem informasi terintegrasi pada setiap tugas rutin individu, baik karena pilihan individu atau karena mandat organisasi (Maharsi dan Yuliani, 2007:p36).

20 Minat menggunakan teknologi mencerminkan perilaku individu dalam menerima suatu sistem. Hal ini dengan menanyakan seberapa besar ketergantungan pengguna terhadap berbagai daftar sistem informasi berbasis komputer yang tersedia pada organisasi. 2.3 Model Penelitian Penelitian ini menggunakan regresi linier dengan menggunakan program SPSS 16. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu minat nasabah dan faktorfaktor yang mempengaruhinya antara lain : Pengaruh Persepsi Manfaat, Kemudahan Penggunaan, Resiko, dan Kepercayaan. Persepsi Manfaat (X1) Kemudahan Penggunaan (X2) Resiko (X3) Minat Nasabah Menggunakan Internet Banking (Y) Kepercayaan (X4) Gambar 2.1 Model Penelitian Sumber : Hadri Kusuma dan Rendha Pramunita, 2011

21 2.4 Hipotesis Adapun Hipotesis yang ada pada model penelitian tersebut adalah hipotesis yang bersifat asosiatif, yang menjelaskan bagaimana pengaruh atau kontribusi antar variabelnya. Hipotesis yang akademisi jabarkan adalah sebagai berikut: Hipotesis 1 Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara Persepsi Manfaat terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara Persepsi Manfaat terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Hipotesis 2 Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara Kemudahan Penggunaan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara Kemudahan Penggunaan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Hipotesis 3 Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara Resiko terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara Resiko terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Hipotesis 4

22 Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara Kepercayaan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara Kepercayaan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Hipotesis 5 Ho : Tidak ada pengaruh secara signifikan antara Persepsi Manfaat, Kemudahaan Penggunaan, Resiko, dan Kepercayaan secara simultan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking. Ha : Ada pengaruh secara signifikan antara Persepsi Manfaat, Kemudahaan Penggunaan, Resiko, dan Kepercayaan secara simultan terhadap Minat Nasabah dalam menggunakan Internet Banking.