BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan penjelasan sebelumnya, maka dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut: 1. Prosedur pengelolaan keuangan pemerintah daerah dengan menggunakan aplikasi SIMDA sudah cukup baik, dilihat dari fitur dalam sistem aplikasi yang lengkap dan dapat menunjang setiap sampel penelitian dalam melakukan setiap fungsinya dimulai dari penganggaran sampai dengan menghasilkan output berupa laporan keuangan pemerintah daerah. 2. Pelaksanaan pengendalian sistem informasi dalam sistem informasi manajemen keuangan daerah di Pemerintah Kota Bandung. Berdasarkan hasil kuesioner yang disebarkan kepada responden, maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pengendalian sistem informasi simda (sistem informasi manajemen keuangan daerah) di Pemerintah Kota Bandung telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah skor masingmasing elemen/indikator dalam pengendalian sistem informasi, yaitu pengendalian organisasi dan manajemen sebesar 946 (78,83%) dari skor maksimal 1200, pengendalian terhadap pengembangan dan pemeliharaan
sistem aplikasi sebesar 339 (75,3%) sari skor maksimal 450, pengendalian terhadap operasi sistem sebesar 603 (80,4%) dari skor maksimal 750, pengendalian terhadap perangkat lunak sistem sebesar 246 (82%) dari skor maksimal 300, pengendalian terhadap entri data sebesar 491 (81,83%) dari skor maksimal 600, pengendalian keamanan TI sebesar 357 (79,3%) dari skor maksimal 450, boundary control sebesar 365 (81,11%) dari skor maksimal 450, pengendalian masukkan sebesar 492 (82%) dari skor maksimal 600, pengendalian hasil keluaran 482 (80,3%) dari skor maksimal 600, dan pengendalian database sebesar 236 (78,9%) dari skor maksimal 300. 3. Pengaruh pengendalian sistem informasi SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah) yang terdiri dari Pengendalian Umum (General Control) dan Pengendalian Aplikasi (Application Control) berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus Pemerintah Kota Bandung) sebesar 0,451 atau 45,1%, dan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian sebesar 54,9%. 5.2 Rekomendasi Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, penulis memberikan saran/implikasi berdasarkan hasil penelitian, sebagai berikut: 1. Diketahui bahwa pengendalian sistem informasi secara simultan berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan sebesar 45,1% dan sisanya sebesar 54,9%
di pengaruhi faktor lain. Dengan demikian pelaksanaan pengendalian sistem informasi dalam menjalankan sistem aplikasi yang digunakan yaitu Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) masih perlu ditingkatkan, diantaranya dengan: a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pelatihan, diklat, beasiswa pendidikan bagi pegawai yang berprestasi, merekrut pegawai sesuai dengan kompetensi. Sehingga dalam pendelegasian dan pemberian tanggung jawab kepada pegawai dapat terlaksana dengan tepat. b. Melaksanakan pemantauan atau monitoring terhadap pelaksanaan sistem aplikasi SIMDA secara berkala di setiap bidang, maupun SKPD di seluruh lingkungan Pemerintah Kota Bandung. c. Penunjukkan pegawai yang tepat atau berkompetensi serta menguasai sistem aplikasi yang digunakan untuk melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis kepada setiap bidang maupun SKPD. d. Pemberian sanksi kepada pegawai yang dengan sengaja menyalahgunakan sistem aplikasi akuntansi yang digunakan. e. Pusat Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah (SIMDA) dan seluruh bidang maupun SKPD bekerja sama untuk melakukan pembinaan aplikasi secara berkala, agar setiap pegawai yang terkait dengan sistem aplikasi SIMDA dapat menguasai aplikasi seutuhnya.
f. Meningkatkan sarana komputer pada SKPKD agar semua pegawai dapat dengan mudah melaksanakan pengelolaan sistem akuntansi dengan sistem aplikasi yang tersedia. g. Memperbaiki sarana dan prasarana ruang kerja yang menggunakan komputer, agar pegawai dapat fokus dan nyaman dalam bekerja menggunakan sistem aplikasi akuntansi yang tersedia. 2. Untuk mencapai kualitas laporan keuangan pemerintah daerah yang sesuai karakterisitik kualitatif laporan keuangan (Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) maka Pemerintah Daerah perlu menata kembali pengelolaan akuntansi dan pelaporan baik dari sistem komputerisasi yang didukung oleh sumber daya manusia yang memadai serta menerapkan seluruh komponen pengendalian sistem informasi yang ada dan juga sistem pengendalian intern secara keseluruhan.. 3. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya dapat memperluas lingkup peneitian dan meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan pemerintah daerah, serta menambah populasi penelitian yang ada di seluruh Pemerintah Kota Bandung.
5.3 Keterbatasan Penelitian ini memeiliki beberapa keterbatasan atau kelemahan, yaitu sebagai berikut: 1. Hasil penelitian ini sangat tergantung pada kejujuran dari reponden dalam menjawab kuesioner, karena data bersifat persepsi. 2. Karena keterbatasan waktu dan biaya maka responden dalam penelitian ini hanya pegawai di Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan Inspektorat Pemerintah Kota Bandung. 3. Hasil ini belum cukup mewakili kondisi pengendalian sistem informasi SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah) terhadap kualitas laporan keuangan Pemerintah Daerah Kota Bandung. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menambah populasi di setiap SKPD di Pemerintah Kota Bandung.