TATA CARA PERENCANAAN

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL PERLINDUNGAN MATA AIR

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL SPESIFIKASI IPA TIPE CIKAPAYANG

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL SUMUR GALI

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL SPESIFIKASI METER AIR

PENYEDIAAN AIR BERSIH

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL TERMINAL AIR

AB/I-6/2013 MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI SPM

AB/I-1/2013 MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI SPM

4.1. PENGUMPULAN DATA

BAB III. METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL INSTALASI SARINGAN PASIR LAMBAT

Dosen Pembimbing : Dr. ALI MASDUQI, ST. MT. oleh : TITIEK SUSIANAH

TPAM SLIDE 9 MASTER PLAN SISTEM PENYEDIAAN. Prepared by Yuniati, PhD AIR BERSIH KOTA

Powerpoint Templates K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

AB/I-5/2013 MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI SPM

-1- DOKUMEN STANDAR PERENCANAAN TEKNIS TERINCI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGEMBANGAN SISTIM PELAYANAN AIR BERSIH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

ABSTRAK. : SPAM Kampus, Sistem Pengaliran Kombinasi, Pompa, Menara Reservoir, WaterNet

PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK ZONA PELAYANAN IPA PILOLODAA KOTA GORONTALO

BERITA DAERAH KABUPATEN CIREBON NOMOR 8 TAHUN 2016 SERI E.6 PERATURAN BUPATI CIREBON NOMOR 8 TAHUN 2016 TENTANG

PERMASALAHAN ALIRAN AIR

KERANGKA ACUAN KERJA KEGIATAN

LAPORAN TUGAS AKHIR PERENCANAAN JARINGAN PIPA UTAMA PDAM KABUPATEN KENDAL

Analisis Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di PDAM Tulungagung

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Perencanaan Sistem Drainase Pembangunan Hotel di Jalan Embong Sawo No. 8 Surabaya

POHON KINERJA DINAS PEKERJAAN UMUM TAHUN 2016

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 /PRT/M/2011 TENTANG PEDOMAN PENETAPAN GARIS SEMPADAN JARINGAN IRIGASI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB VII PERHITUNGAN RINCI PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH UTAMA KOTA NIAMEY

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA RANOLAMBOT KECAMATAN KAWANGKOAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 122 TAHUN 2015 TENTANG SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBANGAN SANITASI YANG SEDANG BERJALAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

INDOCEMENT AWARDS STR WRITING COMPETITION

TEKNIK TENAGA LISTRIK DASAR

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik

1.1 Latar Belakang 1

PERENCANAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DESA LOBONG, DESA MUNTOI, DAN DESA INUAI KECAMATAN PASSI BARAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW

PERANCANGAN SISTEM DRAINASE

DESAIN SISTEM JARINGAN DAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PEDESAAN (STUDI KASUS DESA WAREMBUNGAN)

BAB 1 Pendahuluan. Secara umum air yang terdapat di alam yang dapat dikonsumsi oleh manusia bersumber dari:

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH KERANGKA ACUAN KERJA ( TERM OF REFERENCE TOR ) KEGIATAN KEGIATAN PEMBANGUNAN SUMUR BOR DI DAERAH RAWAN KERING

Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman

PENGELOLAAN PRODUKSI AIR BERSIH PDAB TIRTA UTAMA UNIT BREGAS (BREBES, TEGAL, SLAWI) Yustika Kusumawardani 1*, Wawan Triyoga 2 ABSTRAK

BAB II GAMBARAN UMUM DAN KONDISI EKSISTING PELAYANAN PDAM TIRTA DARMA AYU

BAB I PENDAHULUAN. besar kedua di Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Kota Malang merupakan salah

Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (PAM BM) 1. Pedoman umum

GUBERNUR BENGKULU NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG IRIGASI DI PROVINSI BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BENGKULU,

2018, No d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pekerjaan

INFOMATEK Volume 19 Nomor 2 Desember 2017

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Definisi

PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG IRIGASI DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

~ 1 ~ BUPATI KAYONG UTARA PROVINSI KALIMANTAN BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN KAYONG UTARA NOMOR 7 TAHUN TENTANG PENGELOLAAN AIR TANAH

Lantai Jemuran Gabah KATA PENGANTAR

PERATURAN DIREKSI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM TIRTA SATRIA KABUPATEN BANYUMAS. NOMOR : 3 Tahun 2016 TENTANG

RESERVOAR SLIDE 06 TPAM. Yuniati, PhD

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11/PRT/M/2014 TENTANG PENGELOLAAN AIR HUJAN PADA BANGUNAN GEDUNG DAN PERSILNYA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH KELURAHAN KAYAWU KOTA TOMOHON

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL PENAMPUNGAN AIR HUJAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 185 TAHUN 2014 TENTANG PERCEPATAN PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA SEA KECAMATAN PINELENG KABUPATEN MINAHASA

Oleh : Made Bayu Yudha Prawira ( ) Dosen Pembimbing: Ir. Hari Wiko Indarjanto, M.Eng

MODEL PERATURAN DAERAH TENTANG PENCEGAHAN DAN PENINGKATAN KUALITAS TERHADAP PERUMAHAN KUMUH DAN PERMUKIMAN KUMUH TAHUN 2016

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM SEKRETARIAT JENDERAL JALAN PATTIMURA NO. 20 KEBAYORAN BARU JAKARTA TELP. (021) , FAX (021)

DRAFT LAPORAN TUGAS AKHIR

-1- MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Ali Masduqi

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27/PRT/M/2016 TENTANG PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM PDAM KECAMATAN KOTA KABUPATEN SUMENEP

STUDI SUPLESI DARI SUNGAI ULAR KE SUNGAI BELUMAI UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU PDAM LIMAU MANIS. (Studi Kasus)

PERENCANAAN JARINGAN AIR BERSIH DESA KIMA BAJO KECAMATAN WORI

ANALISA SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DESA TUGU KECAMATAN MANTUP KABUPATEN LAMONGAN

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANTUL NOMOR 10 TAHUN 2017 TENTANG

Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki biofilter

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Umum Setiap manusia akan menimbulkan buangan baik cairan, padatan maupun

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA R.I

BUPATI PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2008 TENTANG AIR TANAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WATER Water Conservation Program Implementation

Transkripsi:

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM

MODUL SOSIALISASI DAN DISEMINASI STANDAR PEDOMAN DAN MANUAL TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM Cetakan 1-2014 Modul disusun oleh : Atang Sarbini, ST. Editor : Ir. Lutfi Faizal Dra. Yulinda Rosa, M.Si. Sofiyan, A.Md. Neneng Kaniawati, S.Sos., MM. PUSKIM. 2014 Jl. Panyawungan Cileunyi Wetan Kabupaten Bandung 40393 Telp. 022-7798 393, Fax 022-7798 392 E-mail: info@puskim.pu.go.id Hak cipta dilindungi undang-undang, dilarang memperbanyak karya tulis ini dalam bentuk dan dengan cara apapun termasuk fotokopi, tanpa izin tertulis dari penerbit. ISBN : 978-602-8330-85-5

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM iii Pengantar Untuk mencapai tujuan pelayanan air minum yang mudah dijangkau dan murah bagi masyarakat, perlu dipilih sistem pelayanan air minum yang mempunyai kelayakan baik teknis maupun non teknis. Kran Umum (KU) adalah salah satu pilihan sistem penyediaan air minum untuk melayani suatu kelompok pemakai dengan memperhatikan aspek teknis dan non teknis, sehingga masyakat dapat secara mudah memperoleh air dalam jumlah tertentu, dengan kualitas yang sesuai persyaratan air minum bagi kesehatan. Aspek non teknis yang diperlukan dalam operasi dan perawatan Kran Umum yaitu dapat dikelola oleh masyarakat sendiri, sesuai dengan kesepakatan pemakai yang berlandaskan pada kearifan lokal. Sesuai dengan maksud tersebut bahwa sistem pelayanan air minum melalui Kran Umum sebagai alternatif pada kondisi tertentu, tetapi tidak menjadikan sistem pelayanan dengan cara ini menjadi hal yang mutlak, pilihan dapat dilakukan dengan cara lainya sepanjang memberikan kemudahan dan persyaratan kesehatan bagi masyarakat dapat dipenuhi dengan baik. Sejalan dengan kebutuhan akan sistem pelayanan air minum yang terus berubah, maka modul semacam ini perlu terus dikembangkan, untuk itu kami mengharapkan dari pembaca yang budiman saran penyempurnaan lebih lanjut. Kepada penulis kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kerja kerasnya dalam menyelesaikan modul ini dan menjadi bagian dari upaya pembangunan penyediaan air minum bagi masyarakat. Bandung, Mei 2014 Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Prof. Dr. Ir. Anita Firmanti, MT. PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM v Daftar Isi PENGANTAR... iii 1. PETUNJUK PENGGUNAAN... 1 2. DEFINISI DAN ISTILAH... 1 3. ALUR PIKIR... 1 4. TUJUAN... 1 5. SASARAN KOMUNIKAN... 1 6. PRETEST KEMAMPUAN... 1 7. TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM (KU)... 2 7.1 Gambaran Umum... 2 7.2 Persyaratan... 2 7.3 Fungsi... 2 8. TAHAP PERENCANAAN KRAN UMUM... 2 8.1 Komponen Sarana... 3 8.2 Pemilihan Lokasi... 3 8.3 Perencanaan SPAM dengan KU... 3 8.6 Persiapan... 3 8.7 Pelaksanaan Perencanaan... 4 8.8 Cara Pengerjaan... 4 9. EVALUASI... 5 10. PENUTUP... 5 11. REFERENSI... 5 PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM 1 1. Petunjuk Penggunaan Untuk memahami cara merencanakan system penyediaan air bersih perdesaan melalui jaringan perpipaan dan pelayananya melalui Kran Umum 2. Definis dan Istilah Transmisi adalah jaringan pipa air baku dari sumber hingga unit pengolahan. Distribusi adalah jaringan pipa air bersih dari unit pengolahan hingga Kran Umum. Kran Umum adalah kran pengambilan air minum. 3. Alur Pikir Meter air adalah alat ukur debit dengan ketelitian sesuai dengan Standar tertentu Sumber Air Baku Unit Pengolahan Gambar 1 Alur Fikir Kran Umum 4. Tujuan Untuk memahami Kran Umum sebagai Sarana Pelayanan Air bersih komunal yang dipasang pada jaringan pipa pelayanan air minum/bersih. 5. Sasaran Komunikan Sasaran yang ingin dicapai adalah pelaku pembangunan agar memahami persyaratan teknis Kran Umum yang dipilih sebagai salah satu unit pelayanan air minum. 6. Pretest Kemampuan 1. Apa yang dimaksud dengan penyediaan air? 2. Apa yang dimaksud dengan pelayanan air minum melalui kran umum? PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

2 TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM 7. Tata Cara Perencanaan Air Bersih Perdesaan dengan Kran Umum 7. 1 Gambaran Umum Kran Umum merupakan sarana air bersih/air minum yang dibuat dengan penampungan dan Kran Pengambilan Air. Jumlah Kran pada tiap unit Kran Umum dapat dipasang lebih dari satu Kran. Kran Umum dapat dipasang sebagai unit pelayanan secara kelompok dengan sumber air dari mata air yang dialirkan secara gravitasi atau dari air tanah yang diambil dengan menggunakan pompa. 7.2 Persyaratan 1) Kran Umum harus sesuai dengan spesifikasi Kran Umum itu sendiri; 2) Peralatan dan perlengkapan harus memenuhi persyaratan, seperti jenis Kran, pipa, dan lainnya; 3) Jarak maksimum 100 meter dari tempat tinggal konsumen; 4) Sistem penyediaan air bersih yang dibuat berupa sistem penyediaan air bersih perdesaan dengan system gravitasi atau pompa tangan; 5) Sumber air baku yang digunakan dapat berupa mata air atau air tanah dengan menggunakan pompa. 7.3 Fungsi Fungsi komponen Kran Umum sebagai sarana pelayanan air bersih/air minum yang digunakan secara bersama dalam kelompok pemakai air. No Komponen Fungsi 1 Pondasi Pondasi tangki penampung air bersih dengan pasangan batu 2 Bak Penampung air bersih Untuk menampung air selama tidak ada pengambilan pengambilan dan untuk mengatasi puncak penggunaan. 3 Kran Pengambilan Air Kran yang berfungsi untuk pengambilan air bersih 8. Tahap Perencanaan Kran Umum Dalam mempersiapkan perencanaan sistem pelayanan air minum, perlu dilihat apakah sudah ada pengembangan sistem pelayanan air minum atau belum. Bila belum ada sistem pelayanan air minum, maka dilanjutkan proses pemilihan prasarana untuk pembangunan baru. Bila ternyata sudah ada sistem pelayanan air minum, maka dilakukan pengkajian sistem yang sudah ada (eksisting). Penyempurnaan sistem pelayanan air minum eksisting dilakukan melalui rehabilitasi maupun optimalisasi, tergantung pada jenis kebutuhan sistem pelayanan air minum yang ada. Jenis prasarana yang tepat untuk suatu wilayah rencana pelayanan ditentukan dengan mempertimbangkan parameter-parameter sebagai berikut: PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM 3 Jenis sumber air baku, termasuk kualitas dan kuantitasnya; Kondisi topografi. 8.1 Komponen Sarana Secara prinsip, setiap sistem pelayanan air minum yang akan digunakan mempunyai komponenkomponen sistem penyediaan air minum secara lengkap yang terdiri dari: Unit bangunan pengambilan air baku Unit pengolahan Jaringan perpipaan (transmisi dan distribusi) Unit pemanfaatan berupa Kran Umum 8.2 Pemilihan Lokasi Lokasi yang diusulkan belum memiliki sistem penyediaan air minum dan merupakan daerah rawan air yang di huni oleh penduduk dengan pendapatan perkapitanya rendah dan kepadatan penduduk antara 300 500 orang/km2. Dianjurkan Pemda setempat bersedia untuk membantu memberikan penyuluhan dan mempasilitasi pengembangan serta pendanaan pembangunan saranan SPAM-KU. 8.3 Perencanaan SPAM dengan KU Perencanaan SPAM-KU yang diusulkan dari berbagai lokasi perlu diverifikasi dan di prioritaskan sesuai dengan pola pembobotan dari tipe komponen pendukung. Parameter yang mendukung untuk perencanaan SPAM-KU minimal terdiri dari: 1) Jumlah dan kepadatan penduduk 2) Sumber air baku yang dapat dimanfaatkan untuk SPAM-KU; debit dan jarak sumber dari permukiman; 3) Tingkat kerawanan air dan tingkat kesehatan penduduk; 4) Kebutuhan air minum/air bersih; 5) Peta topografi desa dan sumber air baku. 8.4 Persiapan 1) Data yang diperlukan meliputi : (1) Peta topografi dan luas daerah pelayanan; (2) Iklim; (3) Sumber air baku yang akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku, yang meliputi debit, kualitas fisik, kimia dan mikrobiologi; (4) Jumlah penduduk 5 tahun sebelum nya dan jumlah pertambahan penduduk; (5) Mata pencaharian dan pendapatan penduduknya; (6) Rencana pengembangan daerah peerencanaan; PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

4 TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM (7) Sosial budaya dan kebiasaan penduduk calon lokasi pelayanan; (8) Sistem penyediaan air minum yang sedang berjalan/yang ada. 8.5 Pelaksanaan Perencanaan 1) Tentukan Peta Pelayanan - Buat peta pelayan dengan skala 1: 2.500. - Tentukan rute pipa transmisi dan distribusi yang diperlukan untuk melayani daerah pelayanan. - Tentukan titik Kran umum yang diperlukan sesuai dengan jumlah pemakai dan kapasitas yang diperlukan. - Tentukan jarak perpipaan dan jarak tiap Kran Umum yang diperlukan. - Tentukan ukuran pipa yang diperlukan. - Tentukan kapasitas tangki dan jumlah kran pada tiap tangki serta jenis KU yang diperlukan (bila tanpa tangki). 2) Tentukan Ukuran serta dimensi peralatan yang diperlukan. 3) Tentukan elevasi setiap titik KU yang akan dipasang. 4) Tentukan sumber air baku yang digunakan dengan sistem pengaliran yang diperlukan. 5) Tentukan gambar detail sistem SPAM dan KU denga skala 1: 50.000. 8.6 Cara Pengerjaan 1) Pemilihan Sistem Penyediaan Air (1) Air Baku dari Mata Air (2) Air Baku dari Air Tanah Gambar 2 Jaringan Pipa, Kran Umum dan Mata Air Gambar 3 Jaringan Pipa dari Air Tanah dan Kran Umum PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

TATA CARA PERENCANAAN AIR BERSIH PERDESAAN DENGAN KRAN UMUM 5 2) Penyiapan Dokumen (1) Pembuatan Peta daerah pelayanan 1: 2.500. (2) Pembuatan Peta topografi daerah pelayan 1: 50.000. (3) Pembuatan Gambar Bangunan pengambilan air baku 1 : 100. (4) Pembuatan Gambar Sistem perpipaan transmisi. (5) Pembuatan Gambar Sistem pengolahan. (6) Pembuatan Gambar Sistem perpipaan distribusi. (7) Pembuatan Gambar Kran Umum. (8) Pembuatan spesifikasi bahan dan konstruksi bangunan sistem SPAM dan Kran Umum. 3) Rencana SPAM dengan KU (1) Peta daerah pelayanan 1: 2.500. (2) Peta topografi daerah pelayan 1: 50.000. (3) Gambar detail penampang dan potongan bangunan pengambilan air baku 1 : 100. (4) Gambar deail memanjang dan melintang sistem perpipaan transmisi. (5) Gambar detail dan potongan sistem pengolahan air. (6) Gambar detail memanjang dan melintang sistem perpipaan distribusi. (7) Gambar detail potongan Kran Umum. 9. Evaluasi Setelah mendapat penjelasan dari narasumber, peserta diberikan beberapa pertanyaan sesuai dengan materi yang disampaikan. 1) Coba uraikan tentang sistem penyediaan air bersih komunal? 2) Coba jelaskan sistem Kran Umum? 3) Coba berikan contoh tentang sistem penyediaan air minum dengan Kran Umum? 4) Apa keuntungan penyediaan air minum dengan Kran Umum? 5) Bagaimana cara pengelolaan sistem penyediaan air minum dengan Kran Umum? 10. Penutup Selesai melaksakan evaluasi, narasumbber menutup pembahasan. 11. Referensi 1. Pt. T- 20-2000-C Tata cara Perencanaan Air Bersih Perdesaan dengan Kran Umum. 2. Pusat Litbang Permukiman, Konsep modul Kran Umum PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN - BALITBANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM