Economic Education Analysis Journal

dokumen-dokumen yang mirip
Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

Economic Education Analysis Journal

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS RIAU

PENGARUH FASILITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA MATA PELAJARAN EKONOMI SMAN 1 PELEPAT ILIR

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, MOTIVASI BELAJAR, DAN GAYA BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS. Eddi Artanti Puji Lestari L.A

PENGARUH MINAT BELAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA. KELAS VIII MTs MUHAMMADIYAH WARU TAHUN AJARAN 2013/2014

HUBUNGAN LINGKUNGAN AKADEMIS DI SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA JURNAL. Oleh:

NASKAH PUBLIKASI. Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi.

JURNAL. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (STRATA 1) YESI MAIZURLIANTI

Economic Education Analysis Journal

Edu Geography 3 (4) (2015) Edu Geography.

PENGARUH PERSEPSI SISWA PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR, SIKAP SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN KORESPONDENSI

PENGARUH KONSENTRASI BELAJAR DAN KREATIVITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI IPS DI SMA MUHAMMADIYAH 1

PENGARUH DUKUNGAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH, DAN MOTIVASI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI PADA SISWA KELAS X SMA PGRI 1 PADANG

PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN DI SMK N 1 PAYAKUMBUH

PENGARUH MOTIVASI PRAKTIK DAN KELAYAKAN FASILITAS BENGKEL PEMESINAN TERHADAP PRESTASI PRAKTIK PEMBUBUTAN

HUBUNGAN KEBIASAAN BELAJAR KELOMPOK DENGAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI KELAS X DAN XI DI SMA NEGERI 10 MAKASSAR

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh RIZKI RAMADHANI ERNI MUSTAKIM CUT ROHANI

ECONOMIC EDUCATION ANALYSIS JOURNAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR SISWA KELAS X AKUNTANSI SMK NEGERI 01 LIWA

KONTRIBUSI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 1 SATUI

HUBUNGAN LINGKUNGAN BELAJAR DI SEKOLAH DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS JURNAL. Oleh DEVIYANTI PANGESTU SULTAN DJASMI ERNI MUSTAKIM

Jurnal Siliwangi Vol. 3. No.1, 2017 ISSN Seri Pendidikan

PENGARUH PEMANFAATAN SARANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR. (Jurnal) Oleh: Arnold Rama Ardiansyah ( )

Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Akuntasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN MENJELASKAN DAN BERTANYA GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA JURNAL. Oleh

PENGARUH MINAT, KEMANDIRIAN, DAN SUMBER BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII SMP NEGERI 5 UNGARAN

HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA DAN LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR IPS SISWA JURNAL. Oleh YSIYAR JAYANTRI CUT ROHANI LOLIYANA

Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3 no.2, Juni

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN PENGGUNAAN METODE MENGAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KOMPETENSI KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

ABSTRACT RELATED LEARNING MOTIVATION AND LEARNING FACILITY WITH STUDENT ACHIEVEMENT IPS

PENGARUH BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR JURNAL. Oleh

PENGARUH PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN IKLIM ORGANISASI SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPS SISWA SMKN 1 MARTAPURA

PENGARUH FREKUENSI DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS ATAS DI SDN KEDUNGWADUK 1 SRAGEN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH, PENDAPATAN ORANG TUA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP N 3 PARIAMAN JURNAL

DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS DI SMA N 11 KOTA JAMBI. Benar Sembiring 1 Diliza Afrila 2

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMA N 1 JEKULO KUDUS. Ade Rustiana 1 Noor Chalifah 2

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN AKTIVITAS BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR JURNAL. Oleh YOCIE CALLISTA PUTRI BAHARUDDIN RISYAK SYAIFUDDIN LATIF

Muhammad Iqbal 1, Zulkifli Naansah 2, Yusri Abdul Hamid 2 Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika FT Universitas Negeri Padang

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN PEMANFAATAN FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI I NATAR

Kata Kunci : Prestasi Belajar, Motivasi Belajar, Dukungan Orang Tua, Fasilitas Belajar Di Sekolah. Abstract

HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN DAN MINAT BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA JURNAL. Oleh MARYATI FITRIA AKHYAR SUGIYANTO

ECONOMICA. Journal of Economic and Economic Education Vol.5 No.2 ( )

Automotive Science and Education Journal

PUBLIKASI ILMIAH. Oleh: KRISTINAWATI A

PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN KESIAPAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA KELAS XI IPS SMA N 5 PADANG E-JURNAL

Economic Education Analysis Journal

PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII MTs AL IRSYAD NGAWI TAHUN AJARAN 2011/2012

LINGKUNGAN KELUARGA DAN MOTIVASI BELAJAR KONTRIBUSINYA TERHADAP PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI PADA SISWA KELAS X SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN AJARAN

PENGARUH LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR YANG DIMEDIASI OLEH FASILITAS BELAJAR

HUBUNGAN FASILITAS BELAJAR DAN PERHATIAN ORANG TUA DI RUMAH DENGAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA SMAN 1 DANAU KEMBAR KABUPATEN SOLOK

Diajukan Oleh: INDAH SUROSOWATI A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Fashion And Fashion Education

HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR SISWA JURNAL. Oleh REMILDA TRINORA RISWANDI ERNI MUSTAKIM

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DAN FASILITAS PEMBELAJARAN TERHADAP PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNS

HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR SEJARAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SEJARAH SISWA SMA SANTO MIKAEL SLEMAN YOGYAKARTA

Jurnal Geografi Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan Profesi Kegeografian

PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN SIKAP SISWA, MELALUI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR. (Artikel) Oleh: SIS SUBAGYO SAMPUR PRASETYO ( )

Usulan Penelitian Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Akuntansi

ANALISIS HAMBATAN BELAJAR TEKNOLOGI MEKANIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA

PENGARUH FASILITAS BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA IPS SMA NEGERI SE- KABUPATEN JOMBANG

WURI PRATIWI SILVIANI A

Economic Education Analysis Journal

E_JURNAL. Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi (S1) NURSYAMSI

PUBLIKASI ILMIAH BIMA PERMANA SUKMA A

PENGARUH MINAT DAN PENGETAHUAN PEMESINAN TERHADAP PRESTASI CNC KELAS XI SMK NEGERI 1 PURWOREJO

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KEBIASAAN BELAJAR, DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU DI

Economic Education Analysis Journal

JURNAL SKRIPSI. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan. Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1. Pendidikan Akuntansi. Oleh NISFILAILI A

RATIH DEWI PUSPITASARI K

Dosen Program Pendidikan Geografi PIPS, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia. Keperluan korespondensi, HP : ,

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA

Economic Education Analysis Journal

Transkripsi:

EEAJ 2 (3) (2014) Economic Education Analysis Journal http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH, MOTIVASI BELAJAR DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PERALATAN KANTOR KELAS X ADMINISTRASI PERKANTORAN SMK NEGERI 1 KUDUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Rizal Kurniawan Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang, Indonesia Info Artikel SejarahArtikel: Diterima Februari 2014 Disetujui Februari 2014 Dipublikasikan Maret 2014 Keywords: Learning Facilities; Learning Outcomes; Motivation; School of Environment. Abstrak Permasalahan dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar pada mata pelajaran Peralatan Kantor siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus yang berjumlah 160 siswa. Sampel berjumlah 112 siswa dengan menggunakan metode penetapan sampel propotional random sampling secara acak dengan undian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, dokumentasi dan observasi. Secara parsial (uji t) variabel lingkungan sekolah (X1) diperoleh thitung = 6,984 dengan signifikasi 0,000<0,05 sehingga H0 ditolak. Variabel motivasi belajar (X2) diperoleh thitung = 3,872 dengan signifikasi 0,000<0,05 sehingga H0 ditolak. Variabel fasilitas belajar (X3) diperoleh thitung = 5,809 dengan signifikasi 0,000<0,05 sehingga H0 ditolak. Secara simultan (R2) lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa sebesar 64,1%. Abstract The problem in this research is how the influence of the school environment, learning motivation and learning facilities on learning outcomes in subjects Office Equipment Office Administration class X students of SMK Negeri 1 Kudus. The population in this study were students of class X Office Administration at SMK Negeri 1 Kudus totaling 160 students. Samples totaling 112 students using the proportional method of determination of sample random sampling randomly by lottery. Data collection methods used in this study were questionnaires, documentation and observation. Partially (t test) school environment variables (X 1 ) t obtained = 6,984 with significance 0,000<0,05 so H 0 is rejected. Learning motivation variable (X 2 ) t obtained = 3,872 with significance 0,000<0,05 so H 0 is rejected. Variable learning facilities (X 3 ) t obtained = 5,809 with significance 0,000<0,05 so H 0 is rejected. Simultaneously (R 2 ) school environment, learning motivation and learning facilities affect student learning outcomes was 64,1% 2014UniversitasNegeri Semarang Alamatkorespondensi: GedungC6Lantai1 FEUnnes KampusSekaran, Gunungpati, Semarang, 50229 E-mail: ijal.kurmiwaz@gmail.com ISSN 2252-6544 96

PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan yang penting dalam upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Melalui pendidikan diharapkan mutu dan martabat manusia Indonesia dapat ditingkatkan. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU No. 20 tahun 2003). Upaya meningkatkan SDM dilakukan diantaranya melalui jalur pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan Menengah melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran untuk menyiapkan peserta didik dalam memasuki dunia kerja, yang nantinya bekerja secara mandiri maupun mengisi lowongan pekerjaan yang ada serta mengarahkan siswa untuk mengikuti pendidikan itu lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. SMK membekali siswa didiknya dengan mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum kejuruan yang telah ditetapkan masing-masing sekolah. Karena pada dasarnya lulusan SMK memang dipersiapkan untuk memenuhi lapangan kerja sesuai dengan spesialisasinya. Banyak pandangan umum yang mengatakan bahwa Pemerintah sedang menggalakkan SMK agar para generasi muda siap dan memiliki kemampuan sebagai nilai lebih dalam memasuki dunia kerja nantinya. Nilai lebih ini salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan sekolah. Lingkungan berperan penting dalam perkembangan perilaku manusia khususnya lingkungan sekolah. Sebab dari lingkungan sekolah, siswa diharapkan dapat merubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Sekolah dengan lingkungan yang menunjang bagi kesuksesan pendidikan maka sekolah itu secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku siswa. Selain memberikan perubahan perilaku, lingkungan sekolah yang baik akan meningkatkan motivasi belajar siswa (Djamarah, 2010:95). Motivasi adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan perilaku, pada umumnya dengan beberapa 97

indikator atau unsur yang mendukung. Motivasi belajar masing-masing siswa tidak sama. Peran motivasi yang khas menyebabkan seseorang memiliki keinginan dan dorongan untuk melakukan sesuatu. Siswa yang termotivasi untuk mempelajari sesuatu menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari, menyerap, dan mengingat. Selain lingkungan sekolah, fasilitas belajar merupakan faktor lain yang menunjang proses pembelajaran siswa. Fasilitas belajar adalah segala sesuatu yang sapenting dalam proses pembelajaran untuk mendukung kegiatan pengajaran dan melancarkan pelaksanaan pembelajaran. Fasilitas belajar sangat penting dalam proses pembelajaran untuk mendukung pengajaran dan juga dapat menimbulkan minat dan perhatian dari siswa untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran (Arikunto, 2009:6). Hasil belajar merupakan suatu hal yang sangat penting dan sering dijadikan pokok pembicaraan dan permasalahan antar guru. Hal ini memang cukup beralasan karena hasil belajar yang dicapai siswa tidak dapat dipisahkan dengan masalah evaluasi belajar. Hasil yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik, namun antara siswa satu dengan yang lainnya berbeda dalam pencapaian prestasi belajar. Dengan demikian hasil belajar mencerminkan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang dipelajari adalah mata pelajaran Menggunakan Peralatan Kantor atau Peralatan Kantor. Pelajaran ini mengenalkan siswa berbagai macam benda atau alat yang berkaitan dengan sebuah pekerjaan di dalam kantor dan mengajarkan siswa tentang bagaimana cara menggunakannya, fungsi dan bagaimana merawatnya. Materi dasar ini sangat penting dipelajari karena termasuk dalam standar kompetensi jurusan Administrasi Perkantoran yang nantinya akan menjadi bekal keterampilan dasar siswa di dunia kerja. Selaku guru mata pelajaran peralatan kantor, Dra. Cecilia Widyastuti, M.Pd., mengatakan bahwa rendahnya nilai yang diperoleh siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Identifikasi keadaan lingkungan sekolah SMK Negeri 1 Kudus cukup nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari bersih dan asrinya lingkungan sekolah. SMK Negeri 1 Kudus terletak di Jalan Ganesha No.2 Purwosari Kudus, letaknya berbatasan langsung dengan jalan raya di sisi sebelah utara dan barat dari 98

sekolahan, dan cukup strategis dari jalan raya untuk dijangkau dari berbagai arah. Kemudian adalah motivasi belajar siswa pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar peralatan kantor belum seperti yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari siswa yang cenderung pasif dalam kegiatan pembelajaran, seperti siswa kurang memperhatikan penjelasan dari guru pada saat proses pembelajaran berlangsung. Ketika mendapatkan tugas, kebanyakan siswa tidak mengerjakan sendiri dan hanya menyalin pekerjaan teman. Fasilitas sekolah di SMK Negeri 1 Kudus sudah cukup memadai ditinjau dari keberadaan alat pendukung proses kegiatan belajar mengajar, seperti: LCD, laboratorium, alat peraga, aula, dan lain sebagainya. Tetapi beberapa dari sarana prasarana tersebut sudah mengalami kerusakan, seperti komputer yang terdapat di laboratorium AP ada yang tidak bisa digunakan. Jumlah komputer yang berada di laboratorium AP sejumlah 40 unit dan yang mengalami kerusakan sejumlah 7 unit komputer. Sehingga satu komputer digunakan secara bersamaan untuk 2 sampai 3 siswa. Peneliti berencana melaksanakan penelitian di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kudus. Alasan dipilih lokasi tersebut menjadi penelitian adalah: tersedia data yang diperlukan peneliti dan di SMK Negeri 1 Kudus belum pernah diadakan penelitian dengan masalah yang sama. Berdasarkan keadaan tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Lingkungan Sekolah, Motivasi Belajar, Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas X Jurusan Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Terdapat lima permasalahan yang akan dikaji pada penelitian ini. Pertama, adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. Kedua, adakah pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus. Ketiga, Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. Keempat, adakah pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar, dan fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran 99

peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. Kelima, seberapa besar pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar, dan fasilitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. Kedua, adakah pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus. Ketiga, adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus. Keempat, adakah pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus. Kelima, mengetahui besarnya pengaruh lingkungan sekolah, motivasi belajar, dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran peralatan kantor kelas X jurusan Kudus. METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Jurusan Kudus yang berjumlah 160 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah 112 siswa dengan menggunakan metode penetapan sampel propotional random sampling secara acak dengan undian. Metode pengumpulan data menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi. Metode pengolahan dan analisis data yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, yang kemudian dilakukan uji hipotesis menggunakan uji parsial (uji t) dan uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi simultan (R2). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan komputer program SPSS v16 for Windows menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata 100

pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus yang ditunjukkan dengan diperolehnya thitung sebesar 6,984 dengan signifikansi 0,000. Karena signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus adalah sebesar 30,7%. Dengan demikian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah diperlukan untuk mendukung tercapainya hasil belajar yang optimal. Hal ini sesuai dengan pernyataan Sardiman (2007:43) bahwa: letak gedung sekolah harus memenuhi syarat-syarat seperti tidak terlalu dekat dengan kebisingan/jalan ramai dan memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan ilmu kesehatan sekolah) lingkungan sekolah seperti para guru, staf administrasi dan teman-teman sekelas juga dapat mempengaruhi semangat belajar siswa. Hasil tabulasi data tentang lingkungan sekolah (terlampir) menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dilihat dari beberapa indikator seperti indikator suasana sekolah, relasi siswa dengan teman, relasi siswa dengan guru dan staf, keadaan gedung sekolah, masyarakat sekolah dan tata tertib sekolah dalam kategori yang rendah. Berdasarkan hasil tabulasi data penelitian terlihat juga ada item kuesioner yang mendapatkan skor nilai terendah dari semua item kuesioner untuk indikator-indikator variabel lingkungan sekolah. Item yang mendapatkan nilai skor terendah adalah item pernyataan nomor 15 pada indikator tata tertib sekolah dengan pernyataan saya mematuhi semua aturan dan tata tertib sekolah baik itu tertulis maupun yang tidak tertulis. Hal tersebut berarti bahwa kaitannya dengan variabel lingkungan sekolah indikator tata tertib sekolah, siswa cenderung kurang mematuhi aturan dan tata tertib yang diterapkan di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan komputer program SPSS v16 for Windows menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap hasil belajar mata peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus yang ditunjukkan dengan diperolehnya thitung sebesar 3,872 dengan signifikansi 0,000. Karena signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang 101

diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kudus adalah sebesar 11,95%. Dengan demikian menunjukkan bahwa adanya motivasi belajar yang dimiliki siswa berpengaruh terhadap tercapainya hasil belajar yang optimal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Dimyati dan Mudjiono (2006:44) yang mengungkapkan bahwa: sebagai alat, motivasi merupakan salah satu faktor seperti halnya intelegensi dan hasil belajar sebelumnya yang dapat menentukan keberhasilan belajar siswa dalam bidang pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan. Tabulasi data tentang variabel motivasi belajar (terlampir) menunjukkan bahwa motivasi belajar yang dimiliki siswa dilihat dari empat indikator antara lain indikator minat terhadap mata pelajaran, tekun dalam menghadapi tugas, ulet dalam menghadapi kesulitan belajar dan lebih senang bekerja sendiri dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tabulasi data penelitian terlihat juga ada item kuesioner yang mendapatkan skor nilai terendah dari semua item kuesioner untuk indikator-indikator variabel lingkungan sekolah. Item yang mendapatkan nilai skor terendah adalah item pernyataan nomor 31 pada indikator lebih senang bekerja sendiri dengan pernyataan saya mengerjakan tes atau ulangan dengan kemampuan saya sendiri. Hal tersebut berarti bahwa kaitannya dengan variabel motivasi belajar indikator lebih senang bekerja sendiri, siswa cenderung kurang percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya. Analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS for windows release 19 menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh antara fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus yang ditunjukkan dengan diperolehnya thitung sebesar 5,809 dengan signifikansi 0,000. Karena signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05, menunjukkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X di SMK Negeri 1 Kudus adalah sebesar 23,52%. Dengan demikian menunjukkan bahwa adanya fasilitas belajar berpengaruh terhadap tercapainya hasil belajar yang optimal. Sesuai dengan Djamarah (2010:46), yang menjelaskan bahwa: sebagai seorang fasilitator, guru hendaknya dapat 102

menyediakan fasilitas yang memungkinkan kemudahan kegiatan belajar anak didik. Lingkungan belajar yang tidak menyenangkan, suasana ruang kelas yang pengap, meja kursi yang berantakan, fasilitas belajar yang kurang tersedia, menyebabkan anak didik malas belajar. Oleh karena itu menjadi tugas guru bagaimana menyediakan fasilitas, sehingga akan tercipta lingkungan belajar yang menyenangkan anak didik. Tabulasi data tentang variabel fasilitas belajar (terlampir) menunjukkan bahwa fasilitas belajar yang dimiliki siswa dilihat dari tiga indikator antara lain indikator bangunan sekolah dan perabot sekolah, alat pelajaran dan media pengajaran dalam kategori tinggi. Berdasarkan hasil tabulasi data penelitian terlihat juga ada item kuesioner yang mendapatkan skor nilai terendah dari semua item kuesioner untuk indikatorindikator variabel lingkungan sekolah. Item yang mendapatkan nilai skor terendah adalah item pernyataan nomor 38 pada indikator media pengajaran dengan pernyataan guru mata pelajaran peralatan kantor selalu menggunakan media LCD dalam kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut berarti bahwa kaitannya dengan variabel fasilitas belajar indikator media pengajaran, guru cenderung kurang memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam kegiatan pembelajaran. Hasil tersebut menunjukkan bahwa lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar secara bersama-sama berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Sehingga dapat diketahui bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa bisa dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar yang dimiliki sekolah dan siswa agar dapat mendukung proses kegiatan pembelajaran yang lebih baik lagi. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan terdapat pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus. Begitu juga dengan variabel motivasi belajar, terdapat pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus. Variabel fasilitas belajar juga terdapat pengaruh terhadap hasil belajar mata 103

pelajaran peralatan kantor pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Kudus. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa jika lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar baik maka hasil belajar siswa akan baik. Begitu pula sebaliknya, jika lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar buruk maka hasil belajar siswa akan buruk. Hal ini dikarenakan lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar berperan penting dalam perkembangan perilaku siswa. Besarnya pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar adalah sebesar 30,7%, besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar adalah sebesar 11,95%, besarnya pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar adalah sebesar 23,52%, sedangkan besarnya pengaruh secara simultan lingkungan sekolah, motivasi belajar dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar adalah sebesar 64,1%, selebihnya sebesar 35,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini, misalnya faktor kecerdasan,minat belajar, disiplin belajar, metode pembelajaran, lingkungan keluarga dan masyarakat. Saran yang terkait dengan variabel lingkungan sekolah, supaya dalam kegiatan kegiatan pembelajaran terciptanya lingkungan sekolah yang kondusif maka siswa hendaknya mematuhi aturan dan tata tertib yang diterapkan di sekolah. Sehingga dengan lingkungan sekolah yang kondusif, dapat memacu siswa untuk meningkatkan hasil belajarnya. Berkaitan dengan motivasi belajar, siswa hendaknya percaya dengan kemampuan dirinya sendiri dalam hal mengerjakan tes ataupun ulangan. Dengan mengerjakan tes atau ulangan dengan kemampuan diri sendiri maka siswa akan terbiasa untuk mengandalkan kemampuannya dalam segala hal. Sehingga siswa akan mempunyai dorongan dan keinginan yang kuat untuk memperoleh hasil belajar yang terbaik. Berkaitan dengan fasilitas belajar, guru pengajar mata pelajaran Peralatan kantor hendaknya lebih memanfaatkan fasilitas belajar yang tersedia. Salah satu caranya dengan menggunakan media LCD yang terdapat di kelas. Selain memudahkan guru dalam penyampaian materi, siswa juga dengan mudah menerima dan memahami penjelasan materi pelajaran. Sehingga dengan mudah menerima dan memahami materi, terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh siswa. 104

DAFTAR PUSTAKA Dimyati, Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta:Rineka Cipta. Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta:Rineka Cipta. Nurul Hidayah. 2010. Kontribusi Fasilitas Belajar dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar IPS pada Siswa SMA Negeri 1 Karangnongko Kabupaten Klaten. Dalam jurnal pendidikan, Vol II. Digital Library Universitas Negeri Yogyakarta. Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:Raja Grafindo Persada. Suharsimi, Arikunto. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jaakarta:Bumi Aksara. 105