BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bersifat deskriptif korelatif dengan tujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu suatu penelitian untuk mempelajari antara variabel bebas dengan variabel terikat, dengan cara pemberian kuesioner atau pengumpulan data sekaligus pada saat yang sama (point time approach) (Notoatmodjo, 2005: 146). B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap di RSUD Kabupaten Batang sebanyak 76 orang dan 76 pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Batang pada bulan Januari 2011. 2. Sampel Sampel penelitian ini adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Kabupaten Batang sebanyak 76 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk mengukur variabel komunikasi terapeutik menggunakan total sampling yaitu seluruh anggota populasi diambil sebagai sampel penelitian, sedangkan untuk mengukur variabel kepuasan pasien menggunakan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2005:88). Pengambilan sampel didasarkan pada kriteria sebagai berikut : 30
31 a. Kriteria inklusi 1) Perawat pelaksana di ruang rawat inap 2) Perawat yang masih aktif bekerja 3) Pasien yang telah dirawat selama 3 hari atau lebih b. Kriteria eksklusi 1) Perawat yang sedang cuti 2) Ruang rawat inap kebidanan 3) Pasien yang tidak bersedia menjadi responden C. Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2010 sampai dengan Januari 2011 dengan tahap-tahap sebagai berikut: persiapan atau perencanaan (pembuatan proposal), tahap perlaksanaan, dan tahap penulisan hasil laporan. D. Definisi Operasional Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel Definisi Cara ukur Hasil ukur Skala Komunikasi terapeutik Tindakan menyampaikan pesan secara lisan antara perawat dan pasien saat melakukan asuhan keperawatan dalam upaya penyembuhan pasien Check list yang berisi pertanyaan tentang komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat, dengan skor - Ya: skor 1 - Tidak :skor 0 Komunikasi : - Baik : 76-100% - Cukup: 56 % 75 % - Kurang: < 56 % Interval Kepuasan pasien Pernyataan pasien sebagai ungkapan terhadap Tindakan keperawatan yang telah dilakukan perawat Kuesioner yang berisi pertanyaan tentang penilaian pasien terhadap kepuasan komunikasi yang dilakukan oleh perawat - sangat puas : skor 4 - Puas :skor 3 - Cukup puas : skor 2 - Tidak puas skor 1 Kategori kepuasan pasien : -Baik : 76-100% -Cukup: 56-75 % -Kurang : < 56 % Interval
32 E. Etika Penelitian Peneliti mengajukan surat ijin penelitian ke Rektor Universtitas Muhammadiyah Semarang, kemudian meminta ijin dari Kepala BAPPEDA Kabupaten Pekalongan, dan Direktur RSUD Kabupaten Batang. Menurut Hidayat (2007:28) dalam melakukan penelitian harus memperhatikan etika penelitian yaitu: 1. Informed Consent Merupakan bentuk persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan menjadi responden, yang diberikan sebelum penelitian. 2. Anonimity (Tanpa Nama) Memberikan jaminan dalam penggunaan subyek penelitian dengan cara tidak memberikan atau mencantumkan nama responden pada lembar alat ukur dan hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data. 3. Kerahasiaan (confidentiality) Semua infromasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset. F. Alat Pengumpulan Data 1. Alat dan Metode Pengumpulan Data Alat pengumpul data untuk variabel komunikasi terapeutik menggunakan check list, yaitu yaitu suatu daftar pengecek, dapa berisi nama subyek, identitas dan gejala lainnya dari sasaran. (Notoatmodjo, 2005:99). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi atau pengamatan langsung pada responden. Alat pengumpulan data untuk variabel kepuasan menggunakan kuesioner, yaitu sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Hidayat, 2007:39). Pengumpulan data menggunakan teknik angket yaitu peneliti membagikan kuesioner kepada pasien rawat inap di RSUD Kabupaten Batang.
33 2. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas Uji validitas adalah untuk mengetahui tingkat kevalidan dari instrumen kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data. Uji validitas ini dilakukan untuk mengetahui apakah item-item yang tersaji dalam kuesioner benar-benar mampu mengungkapkan dengan pasti apa yang akan diteliti. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan korelasi antar skor masing-masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variabel (pertanyaan) dikatakan valid bila skor tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor totalnya. Teknik korelasi yang digunakan korelasi product moment (r) (Hastono, 2001: 49). Uji validitas dilakukan terhadap 20 orang. Untuk mengetahui besarnya r tabel digunakan rumus df (degree of freedom) = N-2 = 20-2 = 18. Pada tabel angka kritik nilai r dengan taraf signifikansi 5% (0,05) diketahui df = 18, maka r tabel adalah 0,444 (Hastono, 2001:48). Hasil uji validitas variabel kepuasan sebanyak 18 pertanyaan diperoleh r hitung sebesar 0,447-0,905 > 0,444, sehingga seluruh item dikatakan valid. b. Reliabilitas Reliabilitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dan dengan alat ukur yang sama (Hastono, 2001: 48). Hasil uji reliabilitas variabel kepuasan diperoleh cronbach alpha sebesar 0,943 > 0,444 sehingga dikatakan reliable dan dapat digunakan sebagai kuesioner penelitian.
34 G. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahap sebagai berikut: 1. Peneliti menentukan sampel penelitian 2. Peneliti menjelaskan tujuan penelitian kepada kepala ruang dan meminta kepala ruang untuk mengisi informed concern sebagai bukti persetujuan dan pemberian ijin kepada peneliti untuk melakukan observasi tentang penerapan komunikasi terapeutik perawat pelaksana. Peneliti tidak memberi tahu akan melakukan observasi kepada perawat pelaksana. 3. Penelitian menjelaskan tujuan penelitian dan mempersilahkan responden (pasien/ keluarga pasien) mengisi informed concern. Peneliti kemudian memberikan kuesioner untuk diisi jawaban oleh responden sesuai dengan petunjuk pengisian. 4. Dalam pengumpulan data penulis dibantu oleh enumerator. H. Analisa Data 1. Metode pengolahan data Pada penelitian ini setelah data dikumpulkan, langkah selanjutnya adalah mengolah data sedemikian rupa dengan menggunakan program komputer tertentu, sehingga jelas sifat-sifat yang dimiliki. Hastono (2001, hlm: 1) mengemukakan bahwa langkah-langkah pengolahan data meliputi: a. Editing Merupakan kegiatan untuk melakukan pengecekan isian formulir atau kuesioner. Peneliti memeriksa jawaban responden dan seluruh pertanyaan telah diberikan jawaban oleh responden. b. Coding Merupakan kegiatan merubah data berbentuk huruf menjadi data berbentuk angka atau bilangan. Hal ini untuk mempermudah pada saat analisa dan juga mempercepat pada saat entry data. Peneliti memberikan kode untuk kategori varibel penerapan komunikasi terapeutik dengan baik: kode 1, cukup: kode 2 dan kurang: kode 3.
35 Kode pada variabel kepuasan yaitu baik: kode 1, cukup: kode 2 dan kurang: kode 3. c. Processing Merupakan kegiatan memproses data agar dapat dianalisis. Peneliti membuat tabel rekapitulasi data hasil penelitian. Peneliti memasukkan data hasil penelitian pada tabel rekapitulasi dan melakukan pengolahan data secara komputerisasi. d. Cleaning Merupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dientry untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan. Peneliti memeriksa kembali hasil pengolahan data dan tidak ditemukan kesalahan dalam pengolahan data. 2. Analisa Data Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien maka analisa datanya dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan program tertentu. Adapun tahap-tahap analisa data sebagai berikut : a. Analisa Univariat Analisa ini dilakukan terhadap variabel dari hasil penelitian, pada umumnya analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel (Notoatmodjo, 2005:188). Analisa univariat dalam penelitian ini terdiri dari variabel komunikasi terapeutik perawat dan kepuasan pasien. b. Analisa Bivariat Analisa bivariat adalah analisa yang dilakukan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo, 2005:188). Hasil uji normalitas dengan kolmogorov smirnov terhadap data hasil penelitian, diketahui kedua variabel berdistribusi tidak normal, maka uji statistik yang digunakan untuk analisa bivariat adalah sperman rank.
36 Hasil analisa diambil dengan kesimpulan : 1) Bila ρ value < α, Ho ditolak, berarti ada hubungan antara penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Kabupaten Batang. 2) Bila ρ value > α, Ho diterima berarti tidak ada hubungan antara penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Kabupaten Batang.