METODE PENELITIAN. status suatu gejala yang ada. Data dikumpulkan disusun, dijelaskan dan kemudian

dokumen-dokumen yang mirip
METODE PENELITIAN. merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi

III. METODE PENELITIAN. penerimaan yang diperoleh petani kedelai, pendapatan dan keuntungan yang

METODE PENELITIAN. deskriptif analisis, pelaksanaan penelitian ini menggunakan studi komparatif,

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian kelayak usahatani dengan

METODE PENELITIAN. dijelaskan dan dianalisis. Penelitian ini bersifat kuantitatif, karena dalam

III. METODE PENELITIAN. banyak membahas mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses

II. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode deskriptif.

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif

METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Mula-mula

III. METODE PENELITIAN. melukiskan keadaan subjek atau objek penelitian pada saat sekarang, berdasarkan

III. METODE PENELITIAN. menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau

METODE PENELITIAN. Komparatif Usaha Tambak Udang Pada Musim Hujan Dan Kemarau Di Desa

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

METODE PENELITIAN. Metode deskriptif analisis merupakan metode yang digunakan untuk

METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode

III. METODE PENELITIAN. penelitian yang memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret 2013

III. METODE PENELITIAN. dianalisis. Menurut Supardi (2005) penelitian deskripsi secara garis besar

BAB III METODE PENELITIAN

METODE PENELITIAN. Pengambilan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) di

II. HASIL DAN PEMBAHASAN

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis

I. METODE PENELITIAN. dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Tujuannya

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.

III. METODE PENELITIAN. meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu sistem kondisi, suatu

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. Petani cabai merah lahan pasir pantai di Desa Karangsewu berusia antara

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 2 September KELAYAKAN USAHATANI UBI JALAR (Ipomoea batatas L) DI LAHAN PASIR KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN

III. METODELOGI PENELITIAN. untuk mendapatkan dan menganalisis data sesuai dengan tujuan

METODE PENELITIAN. set kondisi, suatu sistem pemikiran, atau pun suatu kelas peristiwa pada masa

METODE PENELITIAN. dalam meneliti suatu kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 2 September 2013

III. METODE PENELITIAN. dengan cara mengumpulkan informasi-informasi tentang keadaan nyata yang ada

METODE PENELITIAN. Menurut Travers (1978) dalam Umar menjelaskan bahwa metode ini bertujuan

METODE PENELITIAN. manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas

BAB IV METODE PENELITIAN

III. METODE PENELITIAN. metode penelitian yang menggambarkan atau menjelaskan kejadian-kejadian atau

IV METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian

III. METODE PENELITIAN. metode survey. Metode survey digunakan untuk memperoleh fakta-fakta dari

METODE PENELITIAN. dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Tujuannya

III. METODE PENELITIAN. Bab ini membahas mengenai metode penelitian yang akan digunakan dalam

ANALISIS TITIK IMPAS USAHATANI KEDELAI

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 2 September 2012

SURYA AGRITAMA Volume 2 Nomor 1 Maret 2013

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2 Jenis dan Sumber Data

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Teknik Budidaya Ikan Nila, Bawal, dan Udang Galah

III. METODE PENELITIAN. Semua konsep dan defenisi operasional ini mencakup pengertian yang

III. METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional ini mencakup pengertian yang

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 2 September 2012 ABSTRAK

IV. METODE PENELITIAN

V HASIL DAN PEMBAHASAN. Umur petani berpengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja dari petani tersebut.

METODE PENELITIAN. akurat mengenai faktor-faktor, sifat-sifat dan hubungan antar fenomena yang

IV METODE PENELITIAN 4.1 Lokasi dan Waktu 4.2 Data dan Instrumentasi

III. METODE PENELITIAN. memperoleh dan menganalisis data yang berhubungan dengan penelitian,

II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI

METODE PENELITIAN. mendeskripsikan peristiwa dan kejadian yang menjadi pusat perhatian tanpa

METODE PENELITIAN. ini yang dianalisis adalah biaya, benefit, serta kelayakan usahatani lada putih yang

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. yang tidak mengalami kelangkaan pupuk dilihat berdasarkan produktivitas dan

III. METODE PENELITIAN

IV. METODE PENELITIAN

VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI BAWANG MERAH

IV. METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Usahatani tembakau sendiri merupakan salah satu usahatani yang memiliki

METODE PENELITIAN. yang dikeluarkan selama produksi, input-input yang digunakan, dan benefit

BAB III METODE PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

METODE PENELITIAN. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan

METODE PENELITIAN Definisi dan Pengukuran Variabel Definisi dan pengukuran variabel penelitian ini disajikan pada Tabel 3.1.

KERANGKA PENDEKATAN TEORI. sepanjang tahun dan memiliki potensi komersial yang cenderung semakin

III. METODE PENELITIAN. Penelitian dilakukan dengan metode survey melalui pengamatan langsung di

VI. ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR DI DESA CIKARAWANG

ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHATANI BAYAM CABUT (AMARANTHUS TRICOLOR) SECARA MONOKULTUR DI LAHAN PEKARANGAN

METODE PENELITIAN. bersifat kuantitatif/statistik (Arikunto, 2010). Pada penelitian ini, data yang

III. METODE PENELITIAN

BAB VII ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI PEPAYA CALIFORNIA BERDASARKAN SPO DAN TANPA SPO

SURYA AGRITAMA Volume I Nomor 1 Maret 2012 KERAGAAN USAHATANI PADI SAWAH PETANI GUREM DI DESA MLARAN KECAMATAN GEBANG KABUPATEN PURWOREJO

III. METODE PENELITIAN

VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SEHAT

III. METODE PENELITIAN. Usahatani dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana. produksi danpendapatanyang diinginkan pada waktu tertentu.

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DI DESA PAGAK KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO

KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA BUNGA KRISAN PETANI ANGGOTA ASOSIASI TANAMAN HIAS BUNGA DAN DAUN DI KECAMATAN PAKEM, KABUPATEN SLEMAN

ANALISIS USAHATANI TERPADU TANAMAN PADI

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rancabungur, Desa Pasirgaok, Bogor,

III. METODE PENELITIAN. A. Konsep Dasar, Definisi Operasional dan Pengukuran. variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini akan diukur dan

METODE PENELITIAN. dilapangan serta menggali fakta-fakta yang berkaitan dengan analisis nilai tambah

IV. METODOLOGI PENELITIAN. Kabupaten Bogor, Propinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan

VI. ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI

BAB VII ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penentuan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive

VIII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI UBI JALAR

VII ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG MANIS

IV METODE PENELITIAN 4.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 4.2. Jenis dan Sumber Data

BAB III METODE PENELITIAN. pertimbangan Desa yang memiliki unit usaha industri Gula Kelapa. Kecamatan

ANALISIS BIAYA, PENDAPATAN DAN R/C USAHATANI JAHE ( Zingiber officinale ) (Suatu Kasus di Desa Kertajaya Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis)

BAB III METODE PENELITIAN

II. KERANGKA PENDEKATAN TEORI. Tanaman melon (Cucumismelo L.) adalah salah satu anggota familia

IV. METODE PENELITIAN. Lokasi pengambilan data primer adalah di Desa Pasirlaja, Kecamatan

Transkripsi:

III. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di Desa Kebonagung Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada. Data dikumpulkan disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisis. Penelitian ini bersifat kuantitatif, karena dalam pembahasannya lebih banyak membahas mengenai biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses produksi, input yang digunakan, penerimaan petani, pendapatan dan keuntungan yang diterima oleh petani padi serta kelayakan dari usahatani padi organik dan non organik di Desa Kebonagung Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul. A. Pengambilan Sampel 1. Penentuan daerah penelitian Lokasi penelitian ini dipilih secara purposive atau sengaja dengan alasan di Desa Kebonagung Kecamatan Imogiri terdapat Kelompok Tani Madya yang merupakan kelompok tani yang mengembangkan pertanian non organik dan pertanian organik yang sudah mengembangkan pertanian organik sejak tahun 2008 dan mendapatkan sertifikasi pertanian organik pada tahun 2010. 2. Pengambilan sampel Jumlah anggota kelompok tani Madya sebanyak 124 anggota petani yang berlokasi di Dusun Jayan, Kebonagung, Imogiri, Bantul. Anggota yang menerapkan pertanian padi organik ada 46 anggota dan 78 anggota menerapkan pertanian non organik. Pengambilan sampel petani akan dilakukan dengan metode 21

22 non proportional random sampling yaitu dengan cara menentukan jumlah sampel yang diinginkan atau tidak harus sama tetapi boleh sama. Setiap anggota yang menerapkan pertanian padi organik dan non organik akan diambil masing-masing 30 responden secara acak, sehingga total responden yang digunakan sebanyak 60 responden. B. Teknik Pengambilan Data Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. 1. Data primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya yaitu petani padi dengan melakukan wawancara menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan serta dengan cara melakukan observasi atau pengamatan langsung di daerah penelitian. Data primer meliputi identitas petani, luas lahan, peralatan, jumlah petani, jumlah tenaga kerja, jumlah produksi padi dan lain-lain. 2. Data sekunder Data sekunder adalah data yang didapat atau diperoleh dari instansi pemerintah atau lembaga yang bersangkutan dengan penelitian seperti Badan Pusat Statistik untuk mengetahui perkembangan padi, topografi desa, kependudukan dan lain sebagainya. Data ini merupakan data yang mendukung data primer.

23 C. Asumsi dan Pembatasan Masalah 1. Asumsi pada penelitian ini yaitu sebagai berikut : a. Keadaan tanah, iklim dan topografi di Desa Kebonagung dianggap sama. b. Hasil produksi padi dijual seluruhnya oleh petani. c. Varietas benih yang digunakan dianggap sama. 2. Pembatasan masalah Pembatasan masalah pada penelitian ini adalah hasil produksi padi pada musim tanam 2 (Februari Mei) tahun 2017. D. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel 1. Padi organik adalah padi yang dibudidayakan oleh petani dengan menggunakan proses secara alami dan tanpa menggunakan bahan kimia. Faktor produksinya yaitu pupuk organik dan pestisida alami. 2. Padi anorganik adalah padi yang dibudidayakan oleh petani dengan menggunakan bahan kimia. Faktor produksinya yaitu pupuk Urea, poska dan pestisida kimia. 3. Input adalah faktor produksi berupa lahan, peralatan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerja dan modal. a. Luas lahan adalah besarnya luas lahan yang digunakan oleh petani dalam mengusahakan padi organik dan padi non organik, dinyatakan dalam meter persegi (m 2 ). b. Peralatan adalah alat yang digunakan petani untuk mendukung proses budidaya padi (unit).

24 c. Benih adalah biji padi terseleksi yang nantinya akan ditanam atau disemai untuk dijadikan bibit, dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). d. Pupuk kandang adalah jumlah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan, dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). e. Pupuk kimia adalah jumlah pupuk anorganik yang digunakan dalam proses produksi usahatani padi, seperti urea dan poska, dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). f. Pestisida adalah bahan campuran dari kimia dan non kimia yang digunakan untuk membasmi hama dan penyakit. Pada bentuk padat dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg) dan dalam bentuk cair dinyatakan dalam satuan liter (l). g. Tenaga kerja adalah banyaknya tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksi, baik tenaga kerja dalam keluarga maupun tenaga kerja luar keluarga, dinyatakan dalam satuan harian kerja orang (HKO). 4. Biaya eksplisit adalah biaya yang secara nyata dikeluarkan oleh petani padi. Biaya eksplisit terdiri dari : a. Biaya benih adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk membeli benih padi yang akan ditanam oleh petani, dinyatakan dalam Rp/Kg. b. Biaya pupuk adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk pembelian pupuk dalam upaya meningkatkan hasil produksi, dinyatakan dalam Rp. c. Biaya pestisida adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk pembelian pestisida dalam upaya pencegahan hama dan penyakit pada tanaman guna meningkatkan hasil produksi, apabila dalam bentuk padat dinyatakan dalam Rp/Kg apabila dalam betuk cair dinyatakan dalam Rp/l.

25 d. Biaya penyusutan alat adalah biaya yang disisihkan untuk mengganti alat-alat yang digunakan dalam usahatani padi yang telah using (rusak), dinyatakan dalam satuan rupiah Rp. e. Biaya tenaga kerja luar keluarga adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk membayar tenaga kerja luar keluarga dalam usahatani padi, dinyatakan dalam Rp/HKO. 5. Biaya implisit adalah biaya yang dikeluarkan oleh petani tidak secara nyata namun tetap diperhitungkan. Biaya implisit terdiri dari : a. Biaya sewa lahan milik sendiri adalah biaya yang secara tidak nyata dikeluarkan oleh petani untuk menanam padi, yang diukur dalam Rp/m 2. b. Biaya tenaga kerja dalam keluarga adalah biaya yang secara tidak nyata dikeluarkan untuk membayar tenaga kerja yang masih memiliki hubungan keluarga dan ikut serta dalam kegiatan usahatani padi, yang diukur dalam Rp/HKO. c. Biaya bunga modal sendiri adalah biaya yang secara tidak nyata dikeluarkan oleh petani dalam usahatani padi milik sendiri yang diukur dalam Rp. 6. Produksi padi adalah padi yang dihasilkan oleh petani dalam bentuk gabah kering giling, dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). 7. Harga adalah harga penjualan padi yang diterima oleh petani, dinyatakan dalam Rp/Kg. 8. Penerimaan adalah jumlah seluruh hasil produksi padi yang diterima petani dikalikan dengan harga, dinyatakan dalam rupiah (Rp).

26 9. Pendapatan adalah seluruh total penerimaan petani dikurangi dengan biaya eksplisit yang telah dikeluarkan, dinyatakan dalam rupiah (Rp). 10. Keuntungan adalah total dari penerimaan petani dikurangi dengan biaya eksplisit dan biaya implisit, dinyatakan dalam rupiah (Rp). 11. Revenue Cost Ratio (R/C) adalah pengukuran terhadap penggunaan biaya dalam proses produksi yang merupakan perbandingan antara total penerimaan dengan total biaya. 12. Produktivitas lahan adalah kemampuan dari setiap penggunaan lahan untuk menghasilkan pendapatan, dinyatakan dalam Rp/m 2. 13. Produktivitas tenaga kerja adalah kemampuan memproduksi dari tenaga kerja yang dihasilkan pada saat kegiatan usahatani padi, dinyatakan dalam Rp/HKO. 14. Produktivitas modal adalah kemampuan modal yang digunakan untuk usahatani padi dalam menghasilkan pendapatan, dinyatakan dalam satuan persen (%). E. Teknik Analisis Berdasarkan dengan data yang telah diperoleh, dapat diperhitungkan dengan beberapa rumus, diantaranya sebagai berikut: 1. Total Biaya Total biaya dapat diperoleh dari penjumlahan biaya eksplisit dan biaya implisit dengan rumus sebagai berikut :

27 TC = TEC + TIC TC (Total Cost) TEC (Total Explicyt Cost) TIC (Total Implicyt Cost) = Total biaya (Rp) = Total biaya eksplisit (Rp) = Total biaya implisit (Rp) 2. Penerimaan Penerimaan usahatani adalah hasil dari perkalian antara jumlah produksi yang dihasilkan dengan harga jual, dapat dirumuskan sebagai berikut : TR = P x Q TR (Total Revenue) P (Price) Q (Quantity) = Penerimaan (Rp) = Harga jual padi (Rp) = Produksi padi yang dihasilkan (Rp) 3. Pendapatan Pendapatan usahatani merupakan selisih antara penerimaan dengan biaya yang benar-benar dikeluarkan dengan jangka waktu tertentu (biaya eksplisit), dapat dirumuskan sebagai berikut : NR = TR TEC NR (Net Revenue) TR (Total Revenue) TEC (Total Explicyt Cost) = Total pendapatan (Rp) = Total penerimaan (Rp) = Total biaya eksplisit (Rp) 4. Keuntungan Keuntungan merupakan selisih antara penerimaan dan total biaya, dapat dirumuskan sebagai berikut : Π = TR TEC TIC

28 Π (Profit) TR (Total Revenue) TEC (Total Explicyt Cost) TIC (Total Implicyt Cost) = Keuntungan (Rp) = Penerimaan (Rp) = Total biaya eksplisit (Rp) = Total biaya implisit (Rp) 5. Kelayakan Untuk mengetahui kelayakan usahatani padi dapat menggunakan rumus sebagai berikut : a. Revenue Cost Ratio (R/C) Untuk mengetahui R/C usahatani padi dapat menggunakan rumus sebagai berikut: R/C = TR / TC TR (Total Revenue) TC (Total Cost) = Total penerimaan (Rp) = Total biaya eksplisit dan implisit (Rp) Ketentuan : Jika R/C > 1 maka usahatani padi layak untuk diusahakan. Jika R/C < 1 maka usahatani padi tidak layak untuk diusahakan. b. Produktivitas Lahan Untuk mengatahui produktivitas lahan usahatani padi dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Produktivitas lahan = Produktivitas Lahan = Rp/m 2 NR (Net Revenue) = Pendapatan (Rp) Nilai TKDK = Tenaga kerja dalam keluarga

29 Ketentuan : Jika produktivitas lahan > dari sewa lahan yang berlaku di daerah tersebut, maka usahatani padi layak untuk diusahakan. Jika produktivitas lahan < dari sewa lahan yang berlaku di daerah tersebut, maka usahatani padi tidak layak untuk diusahakan. c. Produktivitas Tenaga Kerja Untuk mengetahui produktivitas tenaga kerja usahatani padi dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Produktivitas tenaga kerja = Produktivitas tenaga kerja NR (Net Revenue) TKDK HKO = Rp/HKO = Pendapatan (Rp) = Tenaga kerja dalam keluarga = Hari kerja orang Ketentuan : Jika produktivitas tenaga kerja > dari upah tenaga kerja harian usahatani padi yang berlaku di Desa Kebonagung, maka usahatani padi layak untuk diusahakan. Jika produktivitas tenaga kerja < dari upah tenaga kerja harian usahatani padi yang berlaku di Desa Kebonagung, maka usahatani padi tidak layak untuk diusahakan. d. Produktivitas Modal Untuk mengetahui produktivitas modal usahatani padi dapat menggunakan rumus sebagai berikut : Produktivitas modal = x 100%

30 Produktivitas modal = % NR (Net Revenue) = Pendapatan (Rp) Nilai TKDK = Nilai tenaga kerja dalam keluarga (Rp) TEC (Total Explicyt Cost) = Total biaya eksplisit (Rp) Ketentuan : Jika produktivitas modal > dari tingkat suku bunga bank pinjam, maka usahatani padi layak untuk dijalankan. Jika produktivitas modal < dari tingkat suku bunga bank pinjam, maka usahatani padi tidak layak untuk dijalankan. 6. Uji t Hasil dari perhitungan pendapatan dan keuntungan, diuji dengan menggunakan uji t tidak berpasangan, dengan rumus sebagai berikut : a. Hipotesis Ho : π 1 = π 2, Pendapatan dan keuntungan usahatani padi organik sama dengan pendapatan dan keuntungan usahatani padi non organik. Ha : π 1 > π 2, Pendapatan dan keuntungan usahatani padi organik lebih tinggi dari pendapatan dan keuntungan usahatani padi non organik. b. Menentukan nilai T hitung T hitung = S p 2 = S 1 2 = S 2 2 =

31 x 1 = Pendapatan atau keuntungan usahatani padi organik. x 2 = Pendapatan atau keuntungan usahatani padi non organik. x 1 = Rerata pendapatan atau keuntungan usahatani padi organik. x 2 = Rerata pendapatan atau keuntungan usahatani padi non organik. n 1 = Jumlah sampel petani padi organik. = Jumlah sampel petani non organik. n 2 c. Menentukan titik kritis T tabel dengan α = 5 % T tabel = (α, df) df (degree of freedom) (n 1 + n 2-2) d. Pengambilan kesimpulan T hitung T tabel, Ho diterima dan Ha ditolak, Pendapatan dan keuntungan usahatani padi organik sama dengan pendapatan dan keuntungan usahatani padi non organik. T hitung > T tabel, Ho ditotak dan Ha diterima, Pendapatan dan keuntungan usahatani padi organik lebih tinggi dari pendapatan dan keuntungan usahatani padi non organik.