Kata Kunci: model STAD, pembelajaran, IPA

dokumen-dokumen yang mirip
PENERAPAN MODEL ASSURE DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 AMBALRESMI TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 KEDALEMAN WETAN

Keywords: Open Ended Learning Models, Multimedia, Learning, Natural Science.

PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING

PENGGUNAAN STRATEGI GIVING QUESTIONS AND GETTING ANSWERS

PENERAPAN MODEL PICTURE AND PICTURE

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM QUIZ DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD N 3 GUNUNGMUJIL TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

Keywords: Make A Match model, Graphic Media, civic education learning

PENGGUNAAN MODEL OPEN ENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keywords: Concept Sentence, puzzle media, writing skills. menulis karangan deskripsi siswa kelas IV SDN Candiwulan.

PENGGUNAAN TIPE STAD DENGAN MEDIA FLIP CHART DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keywords: Open Ended Learning, multimedia, mathematic

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 01 BOJONGSARI TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI)

PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DENGAN BAHAN BACAAN KORAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA INTENSIF DI KELAS IV SDN PENEKET TAHUN AJARAN

PENERAPAN TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG DAUR AIR KELAS V SD

PENERAPAN MODEL THINK TALK WRITE

PENERAPAN METODE INKUIRI TERBIMBING DENGAN BENDA NYATA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PECAHAN SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DALAM PENINGKATAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KASEGERAN

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN INDONESIA DI KELAS V SD

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN SISWA KELAS IV SD

PENERAPAN MODEL CONCEPT SENTENCE DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN

PENERAPAN METODE PERMAINAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PKn SISWA KELAS V SD N 2 JATINEGORO TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KARANGTANJUNG TAHUN AJARAN 2012/2013

PENERAPAN TEKNIK TWO STAY TWO STRAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS V SD NEGERI GADUNGREJO

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE DENGAN KARTU SOAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 7 KEBUMEN TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN MODEL DISCOVERY LEARNING

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION AUDITORY KINESTETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA

PENERAPAN TEKNIK NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BILANGAN PECAHAN SISWA KELAS V SD

PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM QUIZ DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SDN 2 KRAKAL TAHUN AJARAN 2013/2014

PENGGUNAAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS V SEKOLAH DASAR

Keywords: Audiovisual media, writing skills, folklore

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KUWARASAN TAHUN AJARAN 2013/2014

PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 3 DOROWATI TAHUN AJARAN 2014/2015

PENGGUNAAN METODE COURSE REVIEW HORAY

PEMBELAJARAN KOOPERATIF STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJASKES SISWA SMP

Keywords : CIRC, Improving Skills, Reading Comprehension

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK)

PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD

PENGGUNAAN MODEL JIGSAW DISERTAI MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS V SDN 2 WONOYOSO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD

PENERAPAN MODEL GUIDED INQUIRY DENGAN SUMBER BELAJAR LINGKUNGAN DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SDN 1 SIKAYU TAHUN 2015/2016

Keywords: Scientific, concrete object media, Mathematics

PENGGUNAAN TIPE STAD DENGAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS DI KELAS IV SEKOLAH DASAR

PENERAPAN PENDEKATAN CTL DENGAN METODE EKSPERIMEN DALAM PENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TENTANG GAYA KELAS IV SD NEGERI 2 PANJER

PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE

Keywords: Pair Check, concrete media, fraction

Keyword: Concept Sentence, Multimedia, Writting Skills

PENGGUNAAN METODE MENDONGENG DENGAN MEDIA SCRABBLE DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS SISWA KELAS I SD NEGERI 2 KALIREJO TAHUN AJARAN 2014/2015

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG DAUR AIR PADA SISWA KELAS V SDN 1 PEJAGOAN TAHUN AJARAN

PENGGUNAAN MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN IRINGAN MUSIK KLASIK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA UNTUK SISWA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DENGAN MEDIA MUATAN DALAM PENINGKATAN

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN GUMILIR 04 TAHUN AJARAN

warga dunia yang cinta damai. Oleh karena itu, banyak yang beranggapan bahwa mata pelajaran IPS merupakan

PENGGUNANAN METODE QIRA ATI DENGAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA AKSARA JAWA SISWA KELAS IV SDN 1 PURWOSARI TAHUN AJARAN

PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA SISWA KELAS V SD

PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS III SDN 3 PANJER

PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA DI KELAS V

PENGGUNAAN METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SD

PENGGUNAAN METODE GUIDED NOTE TAKING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD

ilmiah serta rasa mencintai dan menghargai kebesaran Tuhan yang Maha Esa perlu ditanamkan kepada siswa. Hal tersebut dapat tercapai salah

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTETIC (VAK) DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV SDN 2 ABEAN

PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

Kata kunci: Talking Stick, Handout, IPS

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 2.1, hlm

PENERAPAN MODEL THINK, TALK AND WRITE (TTW) DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS IV SDN MANGLI TAHUN 2015/2016

PENERAPAN MODEL ARIAS

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

Keyword: CIRC, Learning, Phoem

PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH DAN MEDIA GAMBAR DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SISWA KELAS IV SDN 2 GRENGGENG TAHUN AJARAN 2013/2014

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

Agusnoto. SD Negeri Ketitangkidul, Kab. Pekalongan, Jawa Tengah

PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA REALIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG GAYA PADA SISWA KELAS V SDN 2 BANJURPASAR TAHUN AJARAN

PENGGUNAAN MIND MIND DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 2 KEDUNGWINANGUN

PENERAPAN MODEL CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) DENGAN MEDIA KONKRET

Keywords: Teams Games Tournament (TGT), visual media, social science

PENERAPANMODEL KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK

Keyword: concept sentence model, flashcard media, writing skills

PENGGUNAAN MODEL THINK TALK WRITE

Kata Kunci: Model Tari Bambu, Media Kartu, Hasil Belajar PKn.

PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR

METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

PENERAPAN MODEL COURSE REVIEW HORAY DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN DI KELAS IV SD

MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 5 KUTOSARI TAHUN AJARAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang selanjutnya akan

PENERAPAN MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING

PENERAPAN METODE KUMON DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS IV SDN 2 KUTOSARI TAHUN AJARAN

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad Pada Mata Pelajaran IPA di Kelas V SDN 10 Biau

Keywords: STAD, Social Skill, Civic Education

Transkripsi:

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG ADAPTASI HEWAN DAN TUMBUHAN BAGI SISWA KELAS V SD NEGERI KEBONSARI TAHUN AJARAN 2016/2017 Lut 1, Triyono 2, Tri Saptui Susiani 3 PGSD FKIP UNS, Jl. Kepodang 67A Panjer Kebumen e-mail: masuksurga79@gmail.com 1 Mahasiswa, 2, 3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstrak: Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Multimedia dalam Peningkatan Pembelajaran IPA Tentang Adaptasi Hewan dan Tumbuhan bagi Siswa Kelas V SD Negeri Kebonsari Tahun ajaran 2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pembelajaran IPA tentang Adaptasi Hewan dan Tumbuhan dengan Penggunaan model pembelajaran multimedia pada siswa kelas V SD Negeri Kebonsari Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian dilaksanakan selama tiga siklus. Sumber data berasal dari peneliti, observer, guru, dan siswa. Hasil penelitian pada siklus I 43,48% siswa mencapai KKM, siklus II meningkat menjadi 73,91% dan siklus III meningkat menjadi 86,95%. Simpulan penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran multimedia yang dilaksanakan dengan langkahlangkah yang benar dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Kebonsari tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci: model STAD, pembelajaran, IPA PENDAHULUAN IPA adalah ilmu pengetahuan yang sistematis dan terorganisasi yang diperoleh dengan pengumpulan data yang berasal dari pengamatan, eksperimen, dan deduksi. Dalam proses pembelajaran IPA, harus memunculkan empat unsur IPA yaitu sikap, proses, produk, dan aplikasi sehingga siswa dapat mengalami proses pembelajaran secara utuh. IPA pada dasarnya merupakan ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan pada pengamatan percobaan (Ahmadi, 2008: 1). Dengan mata pelajaran IPA, anak diharapkan mempunyai pengetahuan tentang dunia tempat hidup, menanamkan sikap hidup ilmiah, memberikan ketrampilan untuk melakukan pengamatan, menghargai para ilmuwan penemunya, menggunakan dan menerapkan metode ilmiah dan memecahkan permasalahan. Mager (Hamalik, 2010:77) tujuan pembelajaran yang menitik beratkan pada tingkah laku siswa atau perbuatan sebagai output pada diri siswa, yang dapat diamati. Output tersebut menjadi petunjuk, bahwa sisiwa telah melakukan kegiatan belajar. Harapan dari setiap guru dalam mengajarkan IPA adalah siswa dapat mengusai konsep-konsep IPA yang ada pada kurikulum. Dengan adanya pengusaan konsep-konsep IPA maka pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa. Sesuai dengan pendapat Hudojo bahwa pembelajaran adalah suatu usaha mengarahkan siswa untuk terlibat aktif dalam belajarnya (Trianto, 2013: 19). Pembelajaran IPA diharapkan menggunakan pendekatan yang sesuai atau yang mudah diterima oleh siswa 80

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 1.1, hlm. 80 85 81 agar tercipta motivasi yang tinggi pada diri siswa dan diiringi dengan hasil belajar yang meningkat. Kegiatan dalam pembelajaran tidak terlepas dari aktivitas proses belajar. Begitu pentingnya proses belajar, sehingga apabila ingin berhasil dalam pembelajaran salah satu cara adalah dengan mengefektifkan proses belajar dengan baik, agar hasil yang tercapai sesuai dengan apa yang diinginkan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi sementara dengan guru kelas V SD Negeri Kebonsari, siswa merasa jenuh dan cenderung kurang fokus pada materi yang sedang dipelajari, terutama pada pelajaran IPA karena pembelajaran hanya teacher center, yaitu guru berceramah kemudian mengerjakan soal sehingga pembelajaran kurang menyenangkan. Hal tersebut tentunya akan berdampak pada penguasaan materi siswa yang tampak dari rendahnya hasil belajar siswa. Akhirnya siswa kelas V banyak mengalami kesulitan belajar, terutama pada pelajaran IPA materi adaptasi hewan dan tumbuhan. Hal ini dapat dilihat dari nilai ulangan harian kelas V. Dari 23 siswa, diketahui ada 53% siswa yang belum lulus KKM (70). Ini berarti baru 47% siswa yang lulus KKM (70), dengan nilai tertinggi adalah 85 dan nilai terendah 45. Peneliti berharap nantinya tes hasil belajar siswa bisa mencapai lebih dari KKM. Selama semester pertama siswa kelas V banyak mengalami kesulitan belajar pada pembelajaran IPA. Faktor yang mempengaruhi penyebab rendahnya hasil belajar IPA, adalah model pembelajaran mata pelajaran IPA yang digunakan guru masih kurang tepat dari harapan yang diinginkan sehingga motivasi belajar rendah yang berimplikasi pada hasil belajar siswa yang rendah. Kegiatan ceramah, selalu mendominasi dalam pembelajaran IPA. Guru jarang memberi pancingan pada siswa untuk bertanya. Hal ini disebabkan karena guru selalu berpedoman pada LKS, baik dilihat dari materi yang diajarkan, tugas-tugas yang dikerjakan oleh setiap siswa maupun evaluasi yang dikerjakan sangat tergantung dengan LKS. Pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru pada waktu kegiatan pembelajaran dapat dikatakan masih berorientasi pada paradigma pendidikan yang lama. Guru masih mengajarkan materi IPA sesuai dengan apa yang ada didalam buku paket. Sesuai dengan masalah yang dijumpai pada pembelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri Kebonsari tahun ajaran 2016/2017 maka diperlukan model pembelajaran yang tepat. Prawiradilaga (2009: 33) menyatakan Disain Pembelajaran mengandung aspek bagaimana dan sebaiknya pembelajaran diselenggarakan atau diciptakan melalui serangkaian prosedur serta penciptaan lingkungan belajar. Oleh karena itu Peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran multimedia. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe model kooperatif dengan menerapkan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok (Trianto, 2009). Hartina (2013) multimedia adalah suatu sarana (media) yang didalamnya terdapat perpaduan (kombinasi) berbagai bentuk elemen informasi, seperti teks, graphics, animasi, video, interaktif maupun suara sebagai pendukung untuk mencapai tujuannya yaitu menyampaikan informasi. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang didalamnya melibatkan penggunaan multimedia adalah suatu

82 Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif inovasi pembelajaran. Multimedia yang dipakai peneliti dalam proses pembelajaran yaitu slide power point dan video. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang Adaptasi Hewan dan Tumbuhan bagi Siswa Kelas V SD Negeri Kebonsari Tahun Ajaran 2016/2017. Mendeskripsikan kendala dan solusi penggunaan model pembelajaran multimedia dalam peningkatan pembelajaran IPA tentang Adaptasi Hewan dan Tumbuhan bagi Siswa Kelas V SD Negeri Kebonsari Tahun Ajaran 2016/2017. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di kelas V SD Negeri Kebonsari Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Jumlah subjek penelitian 23 siswa yang terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan November 2016 sampai dengan bulan Desember 2016 pada semester satu tahun ajaran 2016/2017. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal evaluasi hasil belajar siswa, sedangkan instrumen non tes terdiri dari lembar observasi dan pedoman wawancara. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas dalam menentukan tindakan sesuai dengan kondisi siswa kelas V, kemudian pelaksana tindakan dalam penelitian ini adalah guru kelas. Observer dalam penelitian ini terdiri dari 1 orang teman sejawat, guru di SD Negeri Kebonsari serta peneliti sendiri. Data hasil penelitian berupa hasil observasi terhadap penggunaan model dengan multimedia oleh guru, penggunaan model pembelajaran multimedia terhadap siswa, dan hasil tes evaluasi siswa. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif komparatif untuk membandingkan data kuantitatif berupa data nilai hasil belajar siswa tiap siklus dan analisis kualitatif yang mengacu pada pendapat Miles dan Hiberman meliputi tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang dilakukan selama dan setelah pengumpulan data selesai (Sugiyono, 2010: 246). Untuk menguji dan menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Prosedur penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Langkah atau prosedur penelitian tindakan kelas tersebut yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini menggunakan model penelitian yang dikembangkan oleh Arikunto, dkk (2008: 16) yaitu terdapat empat tahapan yang digunakan yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi Pada pelaksanaannya, tahapan ini selalu berhubungan dan berkelanjutan dalam prosesnya, serta mengalami perbaikan-perbaikan sesuai dengan hasil observasi dan refleksi hingga memenuhi hasil atau tujuan yang diharapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran multimedia oleh guru dalam mengajar di kelas pada siklus I sudah menunjukan langkah-langkah model pembelajaran multimedia sesuai dengan pendapat Ibrahim dalam Trianto (2009) yaitu persiapan, presentasi kelas, belajar dalam kelompok STAD, kuis individu, peningkatan skor individu, penghargaan

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 1.1, hlm. 80 85 83 kelompok. Peningkatan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Kebonsari dengan menggunakan model dengan multimedia dilaksanakan dengan tiga siklus. Setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan, dengan alokasi waktu 2x35 menit setiap pertemuan. Data rata-rata hasil observasi penggunaan model model dengan multimedia pada pembelajaran IPA oleh guru pada siklus I sampai siklus III adalah sebagai berikut: Tabel 1. Persentase Hasil Observasi Guru Mengajar Pada Siklus I, II dan III Langkah Pembelajaran Model STAD Ratarata Kategori SI 76.32% 83.75% Baik SII 84.45% SIII 90.48% Berdasarkan tabel 1 dapat disimpulkan bahwa persentase guru dalam mengajar dengan menggunakan langkah pembelajaran model dengan multimedia pada siklus I mencapai 76.32%, sedangkan pada siklus II mencapai 84.45%, dan pada siklus III mencapai 90.48%. Pelaksanaan langkah-langkah pembelajaran model pembelajaran multimedia yang belum berjalan dengan baik berdampak pada aktifitas belajar siswa. Adapun hasil observasi penggunaan model pembelajaran multimedia terhadap siswa pada siklus I sampai siklus III adalah berikut: Pembelajaran rata Model STAD SI 68.65% 81.79% Baik SII 84.26% SIII 92.48% Dari tabel 2 dapat disimpulkan bahwa persentase penggunaan model dengan multimedia terhadap siswa pada siklus I mencapai 68.65%, sedangkan pada siklus II mencapai 84.26%, dan pada siklus III mencapai 92.48%. Faktor yang menghambat jalannya kegiatan pembelajaran pada siswa adalah faktor kesiapan. Sesuai dengan pendapat Slameto (2010: 59) yang menjelaskan bahwa salah satu faktor intern yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran adalah faktor kesiapan. Kegiatan belajar siswa pada siklus III juga sudah berjalan dengan lebih baik, siswa tampak lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajari dengan memanfaatkan multimedia dan siswa sudah sangat kompak bersama teman belajar kelompoknya saat mengikuti pembelajaran di kelas. Hal tersebut senada dengan pendapat Trianto (2009) yang menjelaskan bahwa model merupakan salah satu tipe model kooperatif dengan menerapkan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok. Sedangkan perolehan rata-rata nilai hasil belajar siswa pada siklus I, siklus II dan siklus III adalah sebagai beikut: Tabel 2. Persentase Hasil Observasi Siswa pada Siklus I, II dan III Langkah Rata- Kategori Tabel 3. Perolehan Hasil Belajar IPA Hasil Belajar IPA Tindakan Tuntas Belum

84 Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tuntas Frek. % Frek. % Sik. I 10 43 13 57 Sik. II 17 74 6 26 Sik. III 20 87 3 13 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa hasil belajar IPA siswa kelas V semakin meningkat. Pada siklus I kektuntasan hasil belajar siswa mencapai 43% atau sebanyak 10 siswa. Pada siklus II meningkat menjadi 74% atau sebanyak 17 siswa. Selanjutnya, siklus III ketuntasan hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 87% atau sebanyak 20 siswa. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis pelaksanaan penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian penggunaan model model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dilaksanakan dengan langkah-langkah yang benar dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kebonsari tahun ajaran 2016/2017. Kendala dan solusi penerapan tipe STAD dalam peningkatan pembelajaran IPS pada siswa kelas V SD Negeri Kebonsari tahun ajaran 2016/2017 yang dijumpai peneliti yaitu: (1) guru kelas kurang memahami langkah-langkah pokok pembelajaran dengan model model pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga solusi yang dapat diambil peneliti sesuai dengan kendala tersbut adalah dengan mengadakan diskusi dengan guru kelas sehingga guru kelas mendapat gambaran tentang pelaksanaan pembelajaran yang akan ia laksanakan, (2) siswa kurang percaya diri dalam menyampaikan pendapatnya sehingga solusinya yaitu guru memberikan motivasi kepada siswa agar mau menyampaikan pendapatnya, (3) saat materi ada siswa yang berbicara sehingga solusinya yaitu mengingatkan ke siswa pentingnya materi yang disampaiakan, (4) saat pengisian skor peningkatan siswa belum paham sehingga solusinya yaitu guru membimbing dengan sabar, (5) saat pemberian penghargaan ada kelompok yang kecewa karena tidak mendapat penghargaan solusinya yaitu pemberian motivasi. Selanjutnya, dari hasil penelitian diatas, peneliti memberikan saran kepada guru untuk menerapkan model model pada pembelajaran IPA dikelas V dan dikembangkan pada mata pelajaran lain karena penerapan model model dengan langkah-langkah yang benar sudah terbukti dapat meningkatkan pembelajaran siswa. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan tipe STAD guru juga disarankan untuk memperhatikan langkah-langkah pembelajaran model model dan memperhatikan aktivitas belajar siswa sehingga suasana kelas menjadi kondusif. Selanjutnya peneliti memberikan saran kepada sekolah hendaknya meningkatkan jumlah media pelajaran yang tersedia sehingga memudahkan guru dalam memberikan pengalaman belajar pada siswa dengan menerapkan tipe STAD. Sedangkan kepada siswa, peneliti memberikan saran agar lebih fokus dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menerapkan tipe STAD. Selain itu aktivitas belajar siswa juga diharapkan lebih di awasi dan dikendalikan agar pelaksanaan kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lebih kondusif. DAFTAR PUSTAKA

KALAM CENDEKIA, Volume 5, Nomor 1.1, hlm. 80 85 85 Ahmadi, A,.dan Supatmo, A.(2008). Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta: Rineka Cipta. Arikunto, S., Suhardjono, dan Supardi. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik, O. (2010). Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Bumi Aksara. Prawiradilaga, D. S. (2009). Prinsip Disain Pembelajaran. Jakarta : Kencana Predana Media Group. Triyanto. (2013). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Slameto. (2003). Belajar dan Faktor Faktor Yang mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabet Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya Pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Madia Group.