A. RASIONALISME DESAIN DAN BAUHAUS DI EROPA

dokumen-dokumen yang mirip
CUBISM (materi pengayaan)

SEJARAH DESAIN. Gaya Desain Bauhaus Modul IX. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

Sejarah Desain Grafis

7.4 Avant Garde Avant Garde buka suatu aliran dalam seni lukis, melainkan gaya yang berkembang dalam dunia fashion serta bergerak ke desain grafis

Nama Mata Kuliah : Arsitektur Moderen dan Pasca Moderen Kode Mata Kuliah : AR 35214

KESENJANGAN KONSEP DAN PENERAPAN GAYA MODERN MINIMALIS PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL

Prinsip. Oleh: S. Thya Safitri, MT

KRITIK DAN TINJAUAN KARYA DESAIN Pokok Bahasan - II

SEJARAH DESAIN. Evaluasi Materi Modul 1 s.d 7. Udhi Marsudi, S.Sn. M.Sn. Modul ke: Fakultas Desain dan Seni Kreatif. Program Studi Desain Produk

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN DESAIN MODERN. Didiek Prasetya M.Sn

Komunikasi Visual Periklanan

BAB IV ANALISIS PROYEK

ILMU, TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ARSITEKTUR. PENGANTAR ARSITEKTUR Minggu ke - 3

BAB IV KONSEP DESAIN. Camera Angle ( Sudut Pengambilan Gambar )

BAB 2 LANDASAN TEORI

Eclectisme. Department of Architecture UNTAG Semarang

BAB III. DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III TINJAUAN KHUSUS PERANCANGAN INTERIOR STUDIO APARTEMEN CENTRO CITY DAAN MOGOT JAKARTA BARAT

INTERIOR Konsep interior kontemporer (Materi pertemuan 9 )

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

SEJARAH SENI RUPA TOPIK 7 SENI RUPA MODERN ABSTRAK, KONSTRUKTIFISME, ART NOUVEAU, AVANT GARDE, DESTIJL, ART DECO, BAUHAUS

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II Pengertian dan Sejarah (Materi pertemuan 1 )

Karya-karya William Morris + CFA Voysey + Charles Rennie Mackintosh.

BAGIAN III ARSITEKTUR MODERN AWAL

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

BAB II LANDASAN TEORI

KAJIAN ARSITEKTUR GHOTIC

BAHAN PERKULIAHAN DASAR SENI DAN DESAIN (Prodi Pendidikan Tata Busana) Disusun Oleh : Mila Karmila, S.Pd, M.Ds

IV. Konsep Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. dengan gaya tipografi Swiss yang dikenal dengan International Typographic Style

I. PENDAHULUAN A. Penjelasan Tema / Ide /Judul Perancangan B. Latar Belakang Perancangan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

DESAIN KOMUNIKASI VISUAL

Art Nouveau. Ciri-ciri

Modul 3 TOPIK 2 : Metode Perancangan Arsitektur Sub-Topik 3 : KONSEP

PERKEMBANGAN ARSITEKTUR II

LATIHAN SOAL PERKEMBANGAN ARISITEKTUR 3

BAB II DATA DAN ANALISA. Sumber data-data untuk menunjang studi Desain Komunikasi Visual diperoleh. 3. Pengamatan langsung / observasi

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR NOVEMBER 2014

BAB 5 KESIMPULAN. 88 Universitas Indonesia. Gereja Koinonia..., Rinno Widianto, FIB UI, 2009

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori Teori Layout. Dalam buku The Fundamentals of Creative Design

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB III TINJAUAN KHUSUS. azas penyesuaian kehidupan dan merupakan pengungkapan. terhadap lingkungan alam sebagai bahan acuan di dalam bentuk

PERLUASAN DAN PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MODEREN

BAB III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL


BAB III. Sport Hall/Ekspresi Struktur TINJAUAN KHUSUS. Laporan Skripsi dan Tugas Akhir. Pengertian Tema

PROSES BERARSITEKTUR DALAM TELAAH ANTROPOLOGI: Revolusi Gaya Arsitektur dalam Evolusi Kebudayaan

BAB III TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORERIKAL PENDEKATAN ARSITEKTUR ORGANIK PADA TATA RUANG LUAR DAN DALAM HOMESTAY DAN EKOWISATA SAWAH

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Psikologi Anak. Psikologis anak dan orang dewasa tentu berbeda, oleh karena itu

PERCEPTIBLE Elemen-elemen bentuk yang visible : 1. Sistem TRANSVERSE BEAM atau BALOK MELINTANG + MEMBUJUR, BALOK-BALOK berada di sudut yang benar

PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR FEBRUARI 2015

Tipografi Aplikatif DASAR DASAR DESAIN DALAM TIPOGRAFI. Ir. Kamil Rusdi Abdullah, M.Si. Modul ke: Fakultas FAKULTAS DESAIN DAN SENI KRATIF

DEFINISI INTERIOR & KONSEP U N I V E R S I T A S U D A Y A N A A A

V. ULASAN PERANCANGAN

BAB IV PRODUKSI MEDIA

Dampak Revolusi Industri dan Revolusi Sosial di Eropa Terhadap Perkembangan Arsitektur di Abad XVIII XIX Pertemuan 6 Gb.

KARYA ILMIAH : KARYA SENI MONUMENTAL

Wanita Subadra Abioso, Ir., M.T Halaman 1 dari 5

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN. yang mulai menunjukkan suatu gaya Desain Grafis yang unik dan jelas karena menekankan

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Definisi Buku

ARSITEKTUR KONTEMPORER

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. sebagai denah khusus dengan tujuan pendalaman lebih pada kedua bidang

BAB I PENDAHULUAN Kusrianto, Adi Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Offset halaman

MODUL PERKULIAHAN. Sejarah Arsitektur. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

III. METODE PENCIPTAAN

BAB II ORISINALITAS (STATE OF THE ART)

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori Teori Visual

Fasilitas Olah Raga dan Rekreasi di Jakarta BAB III TINJAUAN KHUSUS PROYEK

Desain Interior I ( Pengantar )

2.2 Tinjauan Gaya Neo Klasik Eropa dan Indonesia Sejarah Gaya Arsitektur Neo Klasik

Kata Kunci: Teknologi Simulasi, Simulasi Desain, Realitas Virtual, Citra, Posrealitas.

LEMBAR PENGESAHAN LP3A. Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur. Judul : GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI SEMARANG.

BAB V KAJIAN TEORI. memanfaatkan lingkungan seperti pemanfaatan limbah peti kemas.

BAB 4 METODE PERANCANGAN

BAB 4 KONSEP DESAIN. 4.1 Landasan Teori

BAB IV TINJAUAN TEORI ARSITEKTURAL

BAB I PENDAHULUAN. Sekilas Sejarah Istilah Desain Komunikasi Visual di Indonesia

PERANCANGAN MEDIA KATALOG SEBAGAI PENUNJANG INFORMASI DAN PROMOSI PADA AMARTA GALLERY

11FDSK. Studio Desain 1. Denta Mandra Pradipta Budiastomo, S.Ds, M.Si. Hapiz Islamsyah

BAB 4 KONSEP DESAIN. akan berbentuk selongsong yang tebal dan mewah. desain buku dipengaruhi dan harus diperhatikan pada:

Peninggalan Islam.

TERBENTUKNYA RUANG DARI UNSUR VERTIKAL

TEORI DAN KONSEP PERANCANGAN RUANG DALAM

SEJARAH ARSITEKTUR GOTHIC

Tahap ini merupakan tahap kesepakatan antara pihak owner dengan kontraktor. Kesepakatan tersebut diikat oleh surat perjanjian yang di atur dalam dokum

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prio Rionggo, 2014 Proses Penciptaan Desain Poster Dengan Tema Bandung Heritage

2015 ANALISIS TATA LETAK DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UNTUK UMUM PERTAMINA CABANG

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Fina Lestari, 2013

Desa Mandiri Berbasis Ecovillage

NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG

BAB III TINJAUAN DATA KHUSUS

sebuah kursi, sikap berdiri ketika didepan lemari, dan lainlain.

BAB V KAJIAN TEORI. Tema desain menjadi sebuah konsep untuk merancang dan membuat

BAB III PROSES DAN TEKNIK PENCIPTAAN

BAB 4 KONSEP. 4.1 Landasan Teori. Landasan teori yang saya ambil untuk mengembangkan penyelesaian masalah pada. desain saya adalah:

Three Views of the Flatiron Building Microsoft Encarta Brighton's Royal Pavilion. Microsoft Encarta 2009.

KAPITA SELEKTA DESAIN

Transkripsi:

Gaya Desain Modern Industri atau dunia desain telah menciptakan hal baru untuk tatanan masyarakat, hal itu menyebar merata, ke Eropa dan Amerika utara dan mulai masuk ke Negara-Negara koloni Eropa di Asia, amerika, afrika dan amerika selatan. Transportasi telah maju dengan pesat, dengan transportasi kreta api sebagai ikon pada masa itu, maka ikon zaman pada masa itu (abad 20) adalah mobil, kapal terbang, pemukiman modern, jalan raya serta gedung-gedung pencakar langit. Revolusi industry di dukung oleh batu bara, sedangkan moderenisai selanjutnya di percepat dengan adanya minyak bumi dan pembangkit tenaga dan distribusi listrik, jaringan telepon dan teknologi telekomunikasi serta broadcast radio mempercepat informasi sosial ekonomi di berbagai tempat. Gaya hidup dan sikap hidup baru tercermin dalam manifestasi desain keperluan masyarakat yang cenderung selalu berubah ubah, karna itu suatu benda atau kayra yang di ciptakan harus senantiasa memenuhi kebutuhan fungsional dan dan psikologis yang terus berganti. Berbagai gejala dan fenomena itu terjadi dalam perkembangan desain grafis abad 20. Berbeda dengan keadaan sebelumnya dimana pendekatan desain grafis masih mengikuti dari landasan yang seragam, Suatu transisi yang bersifat evolusi visual seperti pada masa Victoria sampai Arts and Crafts dan Art Nouveau dan Plakatstil tidak lagi berlanjut, dan gejala baru yang muncul adalah berbagai trend, gerakan dan gaya yang sangat bervariasi dan kadang-kadang tampak kontraditif. Gerakan-gerakan ini disebabkan oleh berbagai pengaruh, baik yang akademik rational maupun yang berasal dari pemikiran pemikiran spontan seniman murni. Konsep tujuan mereka brmacam macam, mulai dari yang emosional sampai gaya formalistic dan stylish atau romantic, secara umum

tidak ada landasan yang konsepnya sama, itu artinya setiap konsep atau kayra yang di ciptakan selalu berbeda sesuai perkembanganya. Ciri-ciri utama modernisasi adalah rasionalisme dan individualisme dan kebebasan berpikir dan desain grafis modern mempelihatkan dengan jelas kebebasan ini. A. RASIONALISME DESAIN DAN BAUHAUS DI EROPA Pada abad ke 19 menuju abad ke 20, gerakan yang paling berpengaruh atau paling berkembang adalah art nouveau. Gerakan ini memberi kebebasan stylish untuk gagasan dan imajinasi para arsitek, pembuat mebel, dan grafikus. Pada waktu yang bersamaan juga muncul konsep konsep desain yang lebih rasional dan mengacu pada perubahan teknologi dan sosial masyarakat industri. Kelompok ini lebih melihat proses desain sebagai proses intelektual yang harus dapat memecahkan berbagai masalah fungsional, baik dalam segi teknis operasionalnya maupun penampilan rupanya. Para desainer saat itu sadar bahwa karyanya tidak untuk dirinya sendiri, tetapi untuk orang banyak, oleh karna itu mereka memusatkan pada masyarakat dan lingkungan sekitar sebagai barometer desainya. Kelompok inilah yang dianggap sebagai pionir Desain Modern, yang kemudian mempunyai pengaruh besar terhadap konsepsi dan polemik desain di abad ke-20. Masa awal ini terjadi di Eropa dan Amerika. Di eropa para menganut modernisai telah terlibat dan mengatahui perkembangan revormasi konsep dasain yang terjadi pada gerakan art and crafts dan art nouveau, gaya-gaya tesebut belum dapat sepenuhnya mencerminkan perubahan sikap perkembangan teknologi dan kebutuhan fungsional masyarakat modern pada saat itu. Oleh karna itu mereka mulai melihat bentuk, teknik, material dan fungsi dengan senssitivitas dan sensibilitas baru.

Di Wina, transisi ini terjadi pada kelompok Vienna Secession dan dapat dilihat pada karya Otto Wagner (1841-1918) Josef Maria Olbrich (1867 1908), Joseph Hoffman (1870-1955) dan Adolf Loos (1870-1933). Otto Wagner adalah inspirator para arsitek dan desainer Austria. Gedung ciptaannya, kantor Tabungan Pos di Wina (1905), dianggap contoh dari simplikasi desain dan ekspose struktur yang jernih dan anggun. Di Jerman transisi ini terjadi pada kelompok yang punya hubungan dengan kelompok Austria sehingga sering disebut Munich Secession. Mereka adalah R.A Schroder (1878 1962), Hans Poelzig (1869-1968) dan Max Berg (1870-1947). Transisi ini dimatangkan oleh tokoh tokoh modernist Jerman sejati, Walter Gropius (1883-1969), Ludwid Mies van der Rohe (1886 1969) dan Peter Behrens (1868-1940). Olbrich menciptakan dan mendesain gedung Sezession di Wina (1898-9) yang menjadi monumen kelompok ini, dan gedung Hochzeitsrum di Darmstat (1907-8), pusat koloni seniman yang disponsori oleh Grand Duke of Hessen. Gedung ini bersih dari hiasan dan mulai memperlihatkan perpaduan harmonis antara bentuk, skala dan material. Hoffman membangun Convalescent Hom di PUrkerdof (1903-4) yang memperlihatkan bentuk sederhana namun anggun. Gedung rancangannya Palais Stoclet di Brussel (1905) merupakan referensi klasik gaya Wina yang punya pengaruh jauh sampai pertengahan abad ke-20. Loos menciptakan Steiner House di Wina (1910) yang mulai memperlihatkan gaya rasionalisme murni yang hanya bermain dengan kotak, jendela persegi dan ruang, tanpa border atau lis atau bentuk tambahan yang tidak perlu. Loos menciptakan Steiner House di Wina (1910) yang mulai memperlihatkan gaya rasionalisme murni yang hanya bermain dengan kotak,

jendela persegi dan ruang, tanpa border atau lis atau bentuk tambahan yang tidak perlu. Gropius menciptakan pabrik di Leine (1911) dan suatu model pabrik untuk pameran Werkbund di Cologne (1914). Bangunan-bangunan ini menjadi contoh penting modernisme dan rasionalisme bentuk yang terjadi karena sifat teknik dan bahan. Gropius kemudian menjadi tokoh penting dalam Bauhaus di Weimer. Mies van der Rohe, menciptakan rumah untuk Mrs. Kroller Muller (1912) dimana terlihat kecermatan skala dan proporsi serta kepekaan mengatur bidang dan komposisi kubistik. Henry van de Velde, seorang pendidik dan seniman Belgia, dan Herman Matheus, pemikir desain Jerman, mendirikan Deutche Werkbund (1907), yang menjadi forum eksperimen dan pembicaraan desain modern Jerman. Salah satu tokohnya adalah Peter Behrens yang membuat desain pabrik di Huttenstrasse (1909) dan Voltastrasse, Berlin (1911) pada keduanya terlihat rasionalisme, strukturalisme dan kelugasan Jerman. Behrens juga merancang gedung untuk pameran seni Oldenburg Exhibiton yang lebih ramah dan ringan. Semangat modernisasi, rasionalisasi, dan puritanisme desain tidak berkembang di Inggris, Perancis, Spanyol dan Italia, dan lebih disambut oleh desainer Austria, Jerman, Belgia, Belanda, Swiss dan Amerika pada awal abad ke- 20. Puritanisme formalistik dan rasionalisme serta intelektualisme desain menjadi lebih tersebar dengan didirikannya sekolah Bauhaus (Staatliches Bauhaus) Weimer yang merupakan gabungan dua sekolah desain yaitu Grossherzogliche Sachsische Kunstgewerbeschule dan Hocheschule fur Bildende Kunst.

B. RASIONALISASI DESAIN DI AMERIKA Berbeda dengan Eropa yang masih dipengaruhi gaya masa lampau, maka di Amerika, arsitek dan desainer-desainernya lebih siap memasuki modernisasi dan lebih berani menciptakan desain yang dapat mencerminkan aspirasi kebebasan dan kemajuan industri. Pelopor awal modernisasi desain arsitektur di Amerika adalah tokoh besar Henry Hobson Richardson (1838 1886), Frank Loyd Wright (1867 1950) dan Louis Sulivan (1856 1924). Richardson, menciptakan Marshall Field Wholesale Store di Chicago (1885-7), bangunan kerangka baja berlantai 7 yang kokoh dan fungsional. Sulivan, merancang Wainwright Building di St. Louis, Missouri (1890), memperlihatkan prinsip dasar bangunan fungsionalisme. Prinsip ini makin jelas pada bangunan Carson Pirie Scott & Company, yang sudah secara tegas menggunakan grid vertical-horizontal yang memper-lihatkan struktur luar dan dalam gedung secara seadanya. Karya-karya Wright yang paling terkenal antara lain Robie House, Chicago (1909) dan Falling Water, Bear Run, Pennsylvania (1936). Keduanya mengejutkan karena denga konsep formalisme dan fungsionalisme yang kreatif dan sensitif, ia berhasil menyatukan bangunannya dengan alam secara harmonis. C. SETELAH 1920 Setelah para perintis melepaskan diri dari berbagai masalah pada masa Victoria maka pada tahun 1920 an perkembangan desain telah memperoleh landasan konsep yang sesuai dengan kemajuan teknologi dan ekonomi masyarakat di Eropa dan Amerika.

Arsitek Le Corbusier (1887 1965) di Perancis menciptakan Savoye House (1929) di Poissy-sur-Seine yang memperlihatkan interpretasi fungsionalisme dengan konsep spatial harmonis dan komposisi massa yang segar. Ia menganggap bahwa ukuran adalah kunci utama desain, seperti notasi adalah elemen dasar musik. Di Belanda, Gerrit Rietveld (1888 1964) menciptakan Schroder House (1924) dan seri kursi Merah-Biru yang menampilkan perwujudan lain dari modernisasi. Ia menterjemahkan konsep Neo Plastikisme pelukis Piet Mondrian kedalam desain gedung dan mebel. Di Swedia, arsitek Gunnan Asphund (1885-1940) dan di Finlandia arsitek Alvar Aalto (1898-1976), memelopori dan mengembangkan gaya Scandinavia yang sederhana, jujur, dan elegan. Selain dalam bidang mebel dan interior, Arsitek Peter Behrens di Jerman dan arsitek Eileen Gray (1879 1976) di Inggris merupakan pelopor dalam bidang desain produk. Setelah 1920, bidang desain produk mulai menemukan tempat dan peranan yang penting dalam mekanisme industri dan pemasaran global. Pelopor-pelopor dalam profesi desainer industri adalah Norman Bel Geddes (1893-1958), Raymond Loewy (lahir 1893) Henry Dreyfuyss (1903-1972) di Amerika serta Harold van Dorren (1895 1957) di Belanda dan Oscar Barnack (1879-1936) di Jerman. Desain telah dianggap sebagai suatu disiplin tersendiri, yang memerlukan penguasaan teknologi, ilmu pemasaran dan sensibilitas kesenimanan. Le Corbusier mengembangkan konsep proporsi yang sempurna, serta prinsip modulor dan sistem Grid yang menjadi pegangan umum para desainer. Henry Dreyfuss dan Otto Neurath mendalami dan menekankan perlunya ukuran tubuh dipakai sebagai salah satu dasar terpenting desain. Ilmu Ergonomi dan Antrhopometry menjadi dasar penting profesi desainer,

sehingga dalam setiap rancangan, desainer harus sadar akan perlunya memperhatikan human factor. Bidang desain yang mengalami perkembangan pesat setelah 1920 adalah otomotif. Setelah Ford mengeluarkan Model T (1909) dan dikembangkan menjadi T-Roadmaster (1926). Dibidang desain grafis, modernisme terlihat dari perkembangan tipografi yang menjadi lebih logis dan fungsional, komposisi yang lebih tegas dan ditinggalkannya gaya illustrasi romantik dan naratif serta hiasan yang berlebihan. Sementara itu Fotografi mulai menggantikan illustrasi. Teknologi cetak mendukung rancangan berwarna dan sistem press linotype telah ditinggalkan ke sistem monotype. Sistem cetak berwarna offset telah mulai dikembangkan. Huruf-huruf yang tegas dan keluarga huruf untuk berbagai prioritas statemen telah lebih banyak. Edward Johnston (1872-1944) di Inggris menciptakan huruf san-serif untuk sistem informasi London Underground, 1916. Dan Eric Gill (1882-1940) menciptakan berbagai huruf baru yang lebih sesuai dengan semangat zaman. Yang paling terkenal adalah Gill san-serif (1928). Moris Fullen Benton menciptakan Benton New Gothic san-serif, 1908. Dengan standarisasi ukuran kertas mesin cetak, dan proses pra cetak, maka secara bersama ditetapkan pula ukuran standar nasional besar huruf dan jarak baris dalam point dan pica.