Manipulasi Bahan Cetak Alginat

dokumen-dokumen yang mirip
LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I : SETTING TIME BAHAN CETAK ALGINAT BERDASARKAN VARIASI SUHU AIR (REVISI)

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I. : Setting Time Bahan Cetak Alginat Berdasarkan Variasi Suhu Air

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I : Recovery From Deformation Material Cetak Alginat

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. berdasarkan pada cara bahan tersebut mengeras. Istilah ireversibel menunjukkan bahwa

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I. : Recovery from Deformation Material Cetak Alginat

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dalam bidang kedokteran gigi semakin beragam dan pesat. Terdapat berbagai jenis

BAB I PENDAHULUAN. mudah dalam proses pencampuran dan manipulasi, alat yang digunakan minimal,

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jaringan lunak dalam rongga mulut secara detail. Menurut Craig dkk (2004)

BAB 1 PENDAHULUAN. rumput laut tertentu yang bernama Brown Algae bisa menghasilkan suatu ekstrak lendir,

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh rasio w/p terhadap

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL 1

BAB 1 PENDAHULUAN. model gigitiruan dilakukan dengan cara menuangkan gips ke dalam cetakan rongga

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL II

VII. TEKNIK PENCETAKAN

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. mulai menggunakan secara intensif bahan cetakan tersebut (Nallamuthu et al.,

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL II

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis dari penelitian ini adalah eksperimental laboratori.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH UJI TEMPERATUR AIR PENCAMPUR TERHADAP SETTING TIME BAHAN CETAK ALGINAT DENGAN PENAMBAHAN PATI GARUT (Maranta arundinaceae L.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS PADJADJARAN TEKNIK PENGECORAN DAN PEMBUATAN SEGI TUJUH

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Latar Belakang Masalah Perubahan dimensi pada cetakan gigi dan mulut biasanya

BAB I PENDAHULUAN. cetak non elastik setelah mengeras akan bersifat kaku dan cenderung patah jika diberi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

Uji Temperatur Air Pencampur Terhadap Setting Time Bahan Cetak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana) Dian Yosi Arinawati¹, Andi Triawan²

3. Bahan cetak elastik. -Reversible hidrokolloid (agaragar).

BAB IV METODE PENELITIAN. Ruang lingkup keilmuan pada penelitian ini adalah Ilmu Penyakit Gigi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Semen Ionomer Kaca Modifikasi Resin (SIKMR) ionomer kaca. Waktu kerja yang singkat dan waktu pengerasan yang lama pada

Resep Kastengel Bawang Merah

BAB 1 PENDAHULUAN. jaringan lunak dan juga sebagai tempat melekatnya anasir gigitiruan. 1 Pada dasarnya,

BAB I I TINJAUAN PUSTAKA. direkatkan oleh bahan ikat. Beton dibentuk dari agregat campuran (halus dan

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU MATERIAL I

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

PERUBAHAN BERAT HASIL CETAKAN BAHAN CETAK ALGINAT TIPE NORMAL SETTING YANG BERBEDA PADA MENIT-MENIT AWAL IMBIBISI

BAB 1 PENDAHULUAN. digunakan di kedokteran gigi adalah hydrocolloid irreversible atau alginat

BAB 4 METODE PENELITIAN. 4.1 Jenis Penelitian Penelitian ini adalah eksperimental laboratorik.

OLEH PAKDE JONGKO Duraposita chemical

PENGARUH PERBANDINGAN SEMEN POZOLAN DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP KEKEKALAN BENTUK DAN KUAT TEKAN SEMEN

Pengertian sticker dan jenisnya

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kasus kehilangan gigi merupakan kasus yang banyak dijumpai di kedokteran gigi. Salah

BAB 5 HASIL PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

CARA PEMBUATAN ROTI MANIS

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. lunak dan merupakan tempat melekatnya anasir gigitiruan. 1 Berbagai macam bahan

BAB III METODE PENELITIAN. selulosa Nata de Cassava terhadap pereaksi asetat anhidrida yaitu 1:4 dan 1:8

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. proses pencetakan karena bahan ini mempunyai keuntungan dalam aspek dimensi

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Semen ionomer kaca banyak dipilih untuk perawatan restoratif terutama

3 Universitas Indonesia

BAB 1 PENDAHULUAN. cetakan negatif dari jaringan rongga mulut. Hasil cetakan digunakan untuk

Gambar 36. Selai sebagai bahan olesan roti

Metode pengujian kuat lentur kayu konstruksi Berukuran struktural

- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;

Sifat Kimiawi Beton Semen Portland (PC) Air Agregat bahan tambah peristiwa kimia PC dengan air hidrasi pasta semen

METODE PEMBUATAN DAN PERAWATAN BENDA UJI BETON DI LAPANGAN BAB I DESKRIPSI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dunia. Di alam gipsum merupakan massa yang padat dan biasanya berwarna abu-abu,

BAB IV BAHAN AIR UNTUK CAMPURAN BETON

2.2 Indikasi dan Kontra Indikasi Mahkota Jaket a. Indikasi Mahkota jaket dapat dipakai untuk memugar gigi gigi anterior yang :

BAB 3 METODE PENELITIAN

TINJAUAN PUSTAKA. Model gigitiruan merupakan replika dari permukaan rongga mulut, yaitu

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai Februari

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. Alginat merupakan bahan cetak hidrokolloid yang paling banyak

tekanan tinggi. Akibatnya, dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi C atau


PENGARUH SUHU AIR TERHADAP SETTING TIME ALGINAT

Cara uji penyulingan aspal cair

Putri Anjarsari, S.Si., M.Pd LILIN AROMATERAPI

Tata cara pengecatan kayu untuk rumah dan gedung

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Rancangan Penelitian : Eksperimental Laboratoris

BAB III PROSES PENGECORAN LOGAM

PENYEDIAAN SPESIMEN AWETAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIOLOGI Oleh : Satino, M.Si

BAB III PENGOLAHAN DAN PENGUJIAN MINYAK BIJI JARAK

PETUNJUK PERAWATAN TENSIMETER RAKSA (Sphigmomanometer Raksa) dan STETOSKOP

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Resin akrilik polimerisasi panas adalah salah satu bahan basis gigitiruan

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Alat Alat Adapun alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah: Alat-alat Gelas.

III. METODE PENELITIAN. 2. Air yang berasal dari Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik

Resep Puding - Cara Membuat Puding Istimewa

PEMERIKSAAN TITIK LEMBEK ASPAL (RING AND BALL TEST) (PA ) (AASHTO-T53-74) (ASTM-D36-69)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan penelitian ini maka dipilih

Kue Kering Tradisional yang Selalu Hadir saat Lebaran

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2012 di Laboratorium. Fisika Material, Laboratorium Kimia Bio Massa,

Resep kue lapis lengkap

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada proses penggolahan stick singkong, singkong yang digunakan yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris.

4 Hasil dan Pembahasan

Ahmad Zaki Mubarok Kimia Fisik Pangan. Silika

MANISAN BASAH JAHE 1. PENDAHULUAN 2. BAHAN

Transkripsi:

Manipulasi Bahan Cetak Alginat A. Cara Mencampur Tuangkan bubuk alginate dan campurkan dengan air menjadi satu ke dalam mangkuk karet (bowl). Ikuti petunjuk penggunaan dari pabrik. Aduk menggunakan spatula dan membentuk angka delapan, dan kemudian tekan adonan ke sisi bowl dengan spatula sambil memutar bowl dengan tangan yang lain. Hal ini dilakukan untuk mengeluarkan gelembung udara. Aduk bahan hingga semua bubuk tercampur dengan baik, bila terdapat sisa bubuk, adonan yang baik tidak akan terbentuk dan sifat bahan menjadi kurang sempurna. Waktu pencampuran tergantung dari pabrik atau jenis alginate yang digunakan. Sebelum menempatkan cetakan dalam mulut, bahan tersebut harus mencapai konsistensi tertentu sehingga tidak mengalir keluar sendok cetak dan membuat pasien tersedak. Campuran ditempatkan pada sendok cetak yang sesuai, yang dimasukkan ke dalam mulut. Bahan cetak harus menempel pada sendok cetak sehingga hasil cetakan dapat ditarik dari sekitar gigi. Oleh karena itu, umumnya digunakan sendok cetak berlubanglubang. Bila dipilih sendok cetak plastik atau sendok cetak polos, suatu lapisan tipis perekat sendok harus diaplikasikan dan dibiarkan kering dengan sempurna sebelum pengadukan dan memasukkan alginat ke dalam sendok cetak. Setelah bahan cetak mengeras dan dikeluarkan dari mulut, Kemudian dilanjutkan pengisian cetakan dengan gips untuk mendapatkan model. Bahan cetak alginate sangat dipengaruhi keadaan suhu, kekeringan dan kelembaban di udara terbuka, jadi kemungkinan ada pengaruh waktu pengisian cetakan alginate terhadap ketepatan model hasil cetakan. B. Reaksi mulai pencampuran sampai setting Pembentukan kalsium alginate yang elastic terjadi dalam dua reaksi. Reaksi yang pertama : 2 Na3PO4+ 3 CaSO4 Ca3(PO4)2+ 3 Na2SO4

Pada reaksi ini ion kalsium dari kalsium sulfat yang soluble akan bereaksi dengan ion fosfat dari sodium fosfat dan akan menghasilkan insoluble Kalsium Fosfat. Kalsium fosfat dibentuk lebih cepat dari kalsium alginate oleh karena kalsium fosfat memiliki solubilitas yang rendah, maka sodium fosfat disebut sebagai retader. Setelah terjadi reaksi inti trisodium fosfat perlahan-lahan akan habis, sehingga ion kalsium dari kalsium fosfat mulai bereaksi dengan potassium alginate yang larut untuk menghasilkan kalsium alginate gel dengan reaksi : KnAlg + n/2 CaSO4 n/2 K2SO4+ Can/2Alg Reaksi yang terjadi tidak memperbesar sifat elastic bahan gel kalsium alginate yang terbentuk sampai selueruh trisodium fosfat terpakai. Dengan demikian pabrik dapat mengontrol waktu pengerasan alginate dengan mengatur jumlah ketentuan sesuai pabrik. C. Pengaruh terhadap setting reaksi dan ekspansi serta cara pengukuran Air dingin dapat memperlambat waktu pengerasan, sehingga air dingin juga digunakan untuk memperlambat reaksi. Dengan demikian campuran air dingin dengan bahan cetak alginate dapat mencegah terjadinya pengerasan yang terlalu cepat. Untuk menghindari premature setting maka temperature air yang harusnya disunahkan sebagai pencampur alginate adalah 21,1 C atau kurang. Air hangat dapat memperpendek waktu pengerasan. Tapi tidak disarankan penggunaan air dengan suhu lebih rendah dari 18 C dan lebih tinggi dari 24 C karena menurutnya reaksi pengerasan merupakan suatu reaksi yang khas dimana laju reaksi tersebut diperkirakan menjadi dua kali lipat lebih cepat setiap peningkatan suhu air sebesar 10 C. D. Modifikasi cara manipulasi alginate 1) Pengaruh temperature air yang digunakan Pada cuaca panas, tindakan khusus yang harus dilakukan adalah mengaduk dengan menggunakan air dingin, sehingga setting tidak terjadi. Bahkan ada kemungkinan mangkok pengaduk beserta spatula harus didinginkan lebih dulu, khususnya bila bahan cetak yang digunakan hanya sedikit. (Kennetth J. Anusavice, 2004 ).

Karakteristik setting dapat diatur lebih jauh oleh operator dengan cara menentukan temperature air yang digunakan. Penggunaan air yang hangat (panas) dapat mengurangi waktu kerja dan setting time dengan mempercepat tingkat dimana sodium fosfat digunakan dan kemudian meningkatkan tingkat dari reaksi cross-linking. Sedangkan penggunaan air dingin memberikan efek yang berkebalikan. (John F. Mc Cabe & Angus W. G. Walls, 2008) 2) Cara Pengadukan Waktu pengadukan sangat penting untuk menghasilkan campuran seperti krim yang halus serta tidak menetes dari spatula ketika diangkat dari mangkok. Waktu pengadukan tergantung dari produk yang digunakan, pada umumnya waktu pengadukan 45 detik sampai 1 menit. Peralatan yang bersih juga diperlukan agar tidak terkontaminasi. Kontaminasi dapat menyebabkan bahan mengeras terlalu cepat, kekentalan tidak sempurna, atau robeknya cetakan ketika dikeluarkan dari mulut. Pengadukan yang tidak baik menyebabkan campuran tidak tercampur dengan baik sehingga reaksi kimia berlangsung tidak sama dalam massa pengadukan. Pengadukan yang terlalu lama dapat memutus anyaman gel kalsium alginat dan mengurangi kekuatannya. (Kenneth J. Anusavice, 2004) 3) Pemilihan Sendok Cetak (Impression Tray) Sangat penting untuk memilih tray yang benar untuk dental arch. Stock trays yang akan dipilih untuk alginate harus berlubang. Terlepas dari perforasi, perekat alginate dapat digunakan untuk retensi alginate ke impression tray. Penggunaan perekat alginate untuk memindahkan gaya selama penarikan impression dari mulut. Perekat alginate tersedia sebagai cat-on atau spray-on. Penggunaan sikat dapat menyebabkan infeksi silang dari pasien. Setelah penerapan perekat alginat, itu diperbolehkan untuk kering selama 5 menit. Lebih sering, stock trays akan membutuhkan beberapa penyesuaian dalam bentuk modifikasi tray. Modifikasi dapat dilakukan dengan malam, tracking stick impression compound, atau heavy-bodied silicone, tergantung pada kenyamanan operator. Senyawa stick lebih baik daripada lilin nonrigid. Impression tray dan modifikasinya harus kaku.

Modifikasi impression tray harus ditempatkan di mulut dan muscle trimmed. (V Vidyashree Nandini et al., 2008) Umumnya digunakan sendok cetak yang berlubang-lubang. Bila dipilih sendok cetak plastik atau sendok cetak logam polos, suatu lapisan tipis perekan sendok harus diaplikasikan dan dibiarkan kering dengan sempurna sebelum pengadukan dan memasukkan alginate ke dalam sendok cetak. Lapisan alginat yang tipis umumnya lemah, karena itu sendok cetak harus cocok dengan lengkung gigi pasien, sehingga lapisan bahan cetak cukup tebal. Ketebalan cetakan alginate antara sendok cetak dan jarrinan harus sekurang-kurangnya 3mm. (Kenneth J. Anusavice, 2004) 4) Kekuatan dan Viskoelastisitas Ketahanan terdapat robekan akan meningkat jika cetakan dikeluarkan dengan sentakan yang tiba-tiba. Biasanya, cetakan alginat tidak melekat secara kuat pada jaringan mulut, jadi cetakan alginat dapat dengan mudah dikeluarkan secara cepat. Hindari gerakan mengungkit atau memutar cetakan dalam upaya membukanya dengan cepat. (Kenneth J. Anusavice, 2004) Alginat biasanya digunakan dalam jumlah besar dalam stock or an appropriately spaced special tray. Tingkat akurasi yang lebih besar daerah oklusal dan interproksimal dicapai jika permukaan gigi dikeringkan, dan kelebihan alginat dioleskan ke permukaan gigi dengan menggunakan jari. Hal ini membantu untuk mencegah penggabungan gelembung udara di permukaan impression, yang akan bermanifestasi sebagai pimple pada permukaan model gigi. (John F. Mc Cabe dan Angus W. G. Walls, 2008)

REVISI Manipulasi Mixing time Waktu pencampuran adalah waktu yang diperlukan untuk pengadukan bubuk alginate dengan air. Pada alginate tipe pengerasan normal waktu pengadukan adalah satu menit dan untuk tipe pengerasan cepat adalah 45 detik. Waktu pencampuran ini penting karena pengadukan yang tidak sempurna dapat mengurangi kekuatan gel hingga 50%. Pengadukan yang baik akan menghasilkan campuran yang halus, dengan konsistensi seperti krim serta tidak menetes dari spatula apabila spatula diangkat dari bowl. Work time Pada alginate tipe pengerasan normal waktu kerja adalah tidak kurang dari dua menit dan untuk tipe cepat tidak kurang dari satu menit lima belas detik. Setting time Waktu pengerasan alginate ditentukan oleh pabrik. Dalam hal ini pabrik akan memberi batas waktu pengerasan dan perlu untuk memilih sebuah produk dengan waktu pengerasan yang sesuai. Waktu pengerasan untuk tipe normal adalah 2-4,5 menit.