MAKALAH Model Konseptual Keperawatan Mandiri Self Care D.E. Orem

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II TINJAUAN TEORI MODEL ADAPTASI ROY

Self Care Theory & Comfort Theory. Eko Mulyadi

makalah teori keperawatan

SEJ S A EJ R A AH A PROS PR E OS S E KEPER

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Kabupaten yang melaksanakan upaya penyuluhan, penanganan kasus-kasus

Konsep dan Teori Keperawatan menurut para ahli

3. Model System Henderson Keperawatan menurut Henderson di deinisikan membantu individu yang sakit dan sehat dalam melaksanakan

BAB I PENDAHULUAN. ketika kulit terpapar suhu atau ph, zat kimia, gesekan, trauma tekanan dan radiasi.

PEMBAHASAN Gambaran Model Konseptual Keperawatan Menurut Imogene M. King

MODEL KONSEPTUAL KESEHATAN KOMUNITAS

BAB I PENDAHULUAN. Keperawatan sebagai bagian intergral dari pelayanan kesehatan, ikut menentukan mutu dari pelayanan kesehatan.

BAB I PENDAHULUAN. mellitus (Perkeni, 2011). Secara umum hampir 80% prevalensi. diabetes mellitus adalah diabetes mellitus tipe 2.

PENINGKATAN KEMANDIRIAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DIRI (SELF CARE) MELALUI OPTIMALISASI PERAN PERAWAT UNTUK MENCAPAI INDONESIA CINTA SEHAT 2014

Disampaikan Oleh: R. Siti Maryam, MKep, Ns.Sp.Kep.Kom 17 Feb 2014

BAB 1 PENDAHULUAN. dialami oleh klien diabetes mellitus. Selain permasalahan fisik tersebut, diabetes

ANALISIS PENERAPAN TEORI SELF CARE OREM PADA ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM MUSKULOSKELETAL. Chandra Bagus Ropyanto

MODUL COOPERATIVE LEARNING. Coordinator. Vita Purnamasari, S. Kep, Ns. Prodi S1 Keperawatan STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA

BAB II TINJAUAN TEORISTIS

LAPORAN TUGAS AKHIR PROSES PELAKSANAAN PENYITAAN OLEH JURU SITA PAJAK PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN BARAT O L E H.

KARYA TULIS ILMIAH FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENATALAKSANAAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS

PERAN PERAWAT HOME CARE. Disampaikan oleh Djati Santosa.

KONSEP HOLISTIK DALAM KEPERAWATAN MELALUI PENDEKATAN MODEL ADAPTASI SISTER CALLISTA ROY

TEORI / KONSEP YG TERKAIT DGN MANAJEMEN KEPERAWATAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

RANCANG BANGUN MODEL MESIN STIRLING SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TERMAL

AHMAD RIFQI NUBAIRI. Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

BAB I PENDAHULUAN. perubahan yang sangat pesat menuju perkembangan keperawatan sebagai

TEORI-TEORI KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

PENGARUH DISCHARGE PLANNING TERHADAP KEMAMPUAN IBU POST SECTION CAESAREAN DALAM MERAWAT BAYI BARU LAHIR DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

BAB I PENDAHULUAN. Berdasarkan Undang Undang No. 18 tahun 2014 tentang kesehatan jiwa, mampu memberikan kontribusi pada komunitasnya.

BAB II TINJAUAN TEORI

KARYA TULIS ILMIAH. Oleh: DITA LISTIANI PROGRAM STUDI D3 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA KARYA TULIS ILMIAH

KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT RUMAH SAKIT UMUM PUSAT DOKTER SOERADJI TIRTONEGORO KLATEN

PENGANTAR MANAJEMEN KEPERAWATAN. Sumijatun

Focus perawat adalah menolong pasien dan keluarga untuk memperoleh kebebasan dalam hal memenuhi 14 kebutuhan dasar yaitu :

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang masalah

. Riwayat Hildegard E.Peplau

KARYA TULIS ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. S DENGAN GANGGUAN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DI RUANG SENA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka didapatkan rumusan masalah yaitu: 1. Apa pengertian dari keperawatan keluarga?

Peran Advokasi Perawat Dalam Merawat Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Langsa

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Komunikasi merupakan komponen dasar dari hubungan antar manusia

TEORI KEPERAWATAN MENURUT VIRGINIA HENDERSON (Tugas Keperawatan Dasar III)

BAB I PENDAHULUAN. jiwa (Wild et.al., 2004). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah. daerah rural (Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh

KARYA TULIS ILMIAH HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA

Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, Volume VI, No.3 September 2015

TEORI MODEL KEPERAWATAN FAYE GLENN ABDELLAH

GAMBARAN KINERJA PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN PERSONAL HYGIENE KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. irritabilitas, poliuria, polidipsi dan luka yang lama sembuh (Smeltzer & Bare,

ANALISIS PENENTUAN TARIF JASA RAWAT INAP RUMAH SAKIT DENGAN MENGGUNAKAN ABC SISTEM SKRIPSI. Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan

GRAND THEORY BETTY NEUMAN. KLP II Ayu Lestari Rasdin Suarni Tutik Agustini Mardin Paridah Lairing Andan Firmansyah

PAB: Maksud Anestesi, sedasi, dan intervensi bedah adalah sering dilakukan dan kompleks Hal-hal tersebut membutuhkan: Pengkajian yang lengkap dan meny

METODE PENUGASAN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN By setiadi

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

PANDUAN PELAKSANAAN MANAJER PELAYANAN PASIEN RUMAH SAKIT (HOSPITAL CASE MANAGER)

KARYA TULIS ILMIAH. ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA Tn. ASDENGAN DIAGNOSA MEDIS POST OP. CLOSE FRAKTUR FEMUR DI RS SITI KHODIJAH

HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI KUALITAS ASUHAN IBU NIFAS DAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD SURAKARTA

KONSEP, TEORI DAN MODEL KEPERAWATAN Oleh : Akhmadi.SKp.

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN (PROFESI NERS) SIKAP

Assalamualaikum Wr. Wb

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. S DENGAN GANGGUAN PERILAKU KEKERASAN DI RUANG SHINTA RUMAH SAKIT JIWA DAERAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. adalah profesi kesehatan yang berfokus pada individu,

BAB II TINJAUAN TEORETIS. dan mencapai tujuan yang telah ditentukan (Herujito, 2001). mengandung arti control yang diterjemahkan ke dalam bahasa

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN RESIKO BUNUH DIRI DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

BAB 1 PENDAHULUAN. dan sangat susah ditanggulangi, sebagian besar berakhir dengan kematian

EVALUASI ANGGARAN PENJUALAN DAN BIAYA OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN LABA PADA PT. LAKSANA KENCANA GEMILANG

International Council of Nurses (1965), perawat adalah seseorang yang telah menyelesaikan program pendidikan keperawatan, berwenang di Negara

HUBUNGAN IMPLEMENTASI PERAWAT TENTANG PATIENT SAFETY DENGAN RESIKO CEDERA PADA INFANT DAN TODDLER SKRIPSI

Idea Nursing Journal ISSN :

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN. sebelumnya maka ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut:

SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Dalam Ilmu Pendidikan Matematika

KEMAMPUAN SELF CARE DAN GAMBARAN DIRI PASIEN KOLOSTOMI DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN

HOME HEALTH CARE. Perawatan Kesehatan Rumah Diterjemahkan dari handout materi keperawatan komunitas oleh Bapak Sigit Mulyono, MN

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. tentang diagnosa, melakukan kerjasama dalam asuhan kesehatan, saling

MODUL KEPERAWATAN JIWA I NSA : 420 MODUL ANXIETAS DISUSUN OLEH TIM KEPERAWATAN UNIVERSITAS ESA UNGGUL

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn. N DENGAN FOKUS UTAMA Ny. R DENGAN RIWAYAT GAGAL JANTUNG DI DESA LEMBERANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar belakang. Keperawatan sebagai bagian integral pelayanan kesehatan

Evidence-based practice

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pengetahuan adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk

BAB... METODE PENUGASAN DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN

PANDUAN ASUHAN KEPERAWATAN

Teori peplau. Kelompok 2 Afif D Alba. Suntara Resi Novia

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFIKASI DIRI PADA PASIEN TB PARU

BAB I PENDAHULUAN. keperawatan yang berkualitas akan semakin besar. Dinamika globalisasi yang

KONSEP DAN PERSPEKTIF KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Ringkasan Teori-teori Keperawatan

APLIKASI LOGIKA FUZZY PADA PENGENDALIAN AIR HEATER BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA16

PROFESI KEPERAWATAN. Perawat memiliki peran seperti pemberi perawatan, pengambil keputusan klinik, advokat, peneliti dan pendidik

BAB I PENDAHULUAN. suatu kondisi perkembangan individu secara fisik, mental, spiritual, dan sosial

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, UMUR PERUSAHAAN, UKURAN PERUSAHAAN AUDIT, DAN LEVERAGE

PERAN DAN SIKAP KELUARGA TERHADAP ANAK DOWN SINDROM DI SEKOLAH LUAR BIASA-C YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT MEDAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pengalaman masa lalu, pendidikan, situasi psikis waktu itu, pengaruh

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.S DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI : HALUSINASI PENGLIHATAN DI RUANG ABIMANYU RSJ DAERAH SURAKARTA

DIAGNOSA DAN RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

2). Fokus pada kesadaran pada proses pembelajaran dan tanggung jawab. 3). Peran dosen tidak mengajari tetapi menstimulasi proses yang aktif.

Lilis Maghfuroh Program Studi S1 Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lamongan ABSTRAK

Transkripsi:

MAKALAH Model Konseptual Keperawatan Mandiri Self Care D.E. Orem Disusun Oleh : Kelompok Tutorial 2 1. Bella Ayuningtyas S 20140320014 2. Inggrid Tanjung Wulandari 20140320031 3. Adriyan Surya Nugraha 20140320041 4. Jami atul Fitri 20140320044 5. Ahmad Ramdani 20140320052 6. Ikbal S. Solaeman 20140320062 7. Chintya Eldza Pangestu 20140320085 8. Rahmah Yanita Kusuma 20140320090 9. Syifa Aulia Hanin 20140320125 10. Yurika Ratna Pratiwi 20140320126 11. Wawan Sugianto 20140320127 FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2016/2017

KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. Wb. Puji syukur kami ucapakan kepada Allah SWT, karena berkat rahmat, hidayah serta petunjuknyalah penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Model Konseptual Keperawatan Mandiri Self Care D.E. Orem, dengan baik. Tak lupa shalawat berserta salam kami suguhkan kepangkuan Nabi besar Muhammad Shalawlah Hualai Wasalam, dimana beliau telah membawa umat manusia dari jaman kegelapan menuju jaman yang terang benderang. Tidak lupa penulis mengucapkan rasa terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini dari tahap penyusunan hingga selesai. Penulis juga menyadari bahwa setiap menusia memiliki kekurangan, maka dari itu dengan lapang dada penulis menerima kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan penulis dan para pembaca sekalian. Wassalamualaikum Wr.Wb. Yogyakarta, 08 Desember 2016 Penulis i

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI i ii BAB I A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 1 C. Tujuan 1 D. Manfaat 2 BAB II A. Sejarah Dorothea Orem 3 B. Pengertian 4 C. Theory Self Care Deficit 4 D. Model Konseptual dan Kebutuhan Dasar 5 E. Keyakinan dan Nilai nilai 6 F. Tujuan 6 G. Pengetahuan dan Keterampilan 7 H. Aplikasi Terhadap Keperawatan Keluarga 9 BAB III A. Kesimpulan 10 DAFTAR PUSTAKA 11 ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keperawatan merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang professional, dilakukan oleh tenaga keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan pasien, keluarga maupun masyarakat. Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat dituntut untuk bisa mengembangkan segala kratifitasnya dalam bentuk pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan tindakan keperawatan. Teori orem adalah teori yang berpusat pada kemandirian pasien, keluarga dan masyarakat, teori ini memiliki tujuan untuk meningkatkan taraf hidup, kesehatan dan kesejahteraan dengan cara memandirikan pasien, keluarga dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari hari. Dalam hal ini, perawat memiliki peran untuk memberikan bantuan dan dukungan dengan cara mengajarkan, mengarahkan dan mensuport pasien, keluarga maupuan masyarakat, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan self care, tanpa bantuan dari orang ketiga dalam hal ini perawat ataupun tenaga kesehatan lainnya. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut ; 1. Apa yang dimaksud dengan teori orem? 2. Apa saja model konseptual dari teori Orem? 3. Apa tujuan dari teori Orem? 4. Teori Orem bagus diaplikasikan pada komunitas yang seperti apa..? C. Tujuan Dengan rumusan masalah yang telah ada sebelumnya, tujuan dari makalah ini adalah ; 1. Mengetahui definisi dari teori Orem 2. Mengetahui model konseptual dari teori orem. 3. Mengetahui tujuan dari teori Orem. 4. Mengetahui komunitas yang sesuai untuk pengaplikasian teori Orem. 1

D. Manfaat Adapun manfaat yang dari penulisan makalah ini adalah ; 1. Menambah wawasan masyarakat tentang teori Orem dan aplikasinya dalam komunitas atau kehidupan sehari hari. 2. Menambah wawasan penulis tentang teori Orem, model konseptual dan pengaplikasiannya. 3. Sebagai referensi bagi teman sejawat maupun masyarakat. 2

BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Dorothea Orem Dorothea Orem lahir di Baltimore, Maryland pada tahun 1914. Ia menerima diploma di keperawatan pada tahun 1934 dari Providence Hospital School of Nursing, Washington, DC Orem menerima sarjana sains dalam pendidikan keperawatan pada tahun 1939 dan master ilmu dalam pendidikan keperawatan pada tahun 1945 dari Catholic University of America, Washington DC. Selama tahun 1958-1959 Dorothea Orem bekerja sebagai seorang konsultan pada bagian pendidikan Departemen Kesehatan, Pendidikan dan Kesejahteraan dan berpartisipasi dalam suatu proyek pelatihan peningkatan praktek perawat (vokasional). Pekerjaan ini menstimulasi Orem untuk membuat suatu pertanyaan : Kondisi apa dan kapan seseorang membutuhkan pelayanann keperawatan? Orem kemudian menekankan ide bahwa seorang perawat itu adalah Diri sendiri. Ide inilah yang kemudian dikembangkan dalam konsep keperawatannya Self Care. Pada tahun 1959 konsep keperawatn Orem ini pertama sekali dipublikasikan. Tahun 1965 Orem bekerjasama dengan beberapa anggota fakultas dari Universitas di Amerika untuk membentuk suatu Comite Model Keperawatan (Nursing Model Commitee). Tahun 1968 bagian dari Nursing Model Commitee termasuk Orem melanjutkan pekerjaan mereka melalui Nursing Development Conference Group (NDCG). Kelompok ini kemudian dibentuk untuk menghasilkan suatu kerangka kerja konseptual dari keperawatan dan menetapkan disiplin keperawatan. Orem Kemudian mengembangkan konsep keperawatanya self care dan pada tahun 1971 dipublikasikan Nursing; Concepts of Practice. Pada edisi pertama fokusnya terhadap individu, sedangkan edisi kedua (1980), menjadi lebih luas lagi meliputi multi person unit (keluarga, kelompok dan masyarakat). Edisi ketiga (1985) Orem menghadirkan General Theory Keperawatan dan pada edisi keempat (1991) Orem memberikan penekanan yang lebih besar terhadap anak-anak, kelompok dan masyarakat. Sepanjang karirnya, Orem banyak menerima gelar kehormatan, seperti penghargaan Sigma Theta Tau International. Dorothea Orem meninggal dunia pada bulan Juni 2007. 3

B. Pengertian Keperawtan mandiri self care menurut orem adalah : Suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai keadaan, baik sehat maupun sakit. (orem s 1980). C. Theory Self Care Deficit Orem mengembangkan teori Self Care Deficit meliputi 3 teori yang berkaitan yaitu : 1. Self Care Self care adalah performance atau praktek kegiatan individu untuk berinisiatif dan membentuk prilaku mereka dalam memelihara kehidupan, kesehatan dan kesejahteraan. Jika self care dibentuk dengan efektif maka hal tersebut akan membantu membentuk integritas struktur dan fungsi manusia dan erat kaitannya dengan perkembangan manusia. 2. Self care deficit Merupakan hal utama dari teori general keperawatan menurut Orem. Dalam teori ini keperawatan diberikan jika seorang dewasa (atau pada kasus ketergantungan) tidak mampu atau terbatas dalam melakukan self care secara efektif. Keperawatan diberikan jika kemampuan merawat berkurang atau tidak dapat terpenuhi atau adanya ketergantungan. Orem mengidentifikasi lima metode yang dapat digunakan dalam membantu self care: a. Tindakan untuk atau lakukan untuk orang lain. b. Memberikan petunjuk dan pengarahan. c. Memberikan dukungan fisik dan psychologis. d. Memberikan dan memelihara lingkungan yang mendukung pengembangan personal. e. Pendidikan. Perawat dapat membantu individu dengan menggunakan beberapa atau semua metode tersebut dalam memenuhi self care. 4

3. Nursing system Nursing system didesain oleh perawat didasarkan pada kebutuhan self care dan kemampuan pasien melakukan self care. Orem mengidentifikasi tiga klasifikasi nursing system yaitu Wholly Compensatory, Partially Compensatory, Supportie Education. Ketiga nursing system ini digunakan sebagai dasar pengetahuan dan keterampilan praktek perawat. D. Model Konseptual dan Kebutuhan Dasar 1. Model konseptual keperawatan mandiri didasari oleh enam pasal berikut ini. a. Keperawatan mandiri didasarkan pada tindakan dimana manusia melaksanakannya. b. Keperawatan mandiri didasarkan pada kesengajaan dan pengambilan keputusan sebagai pedoman tindakan. c. Setiap orang menghendaki keperawatan mandiri dan menjadi kebutuhan dasar manusia. d. Orang dewasa mempunyai hak dan tanggung jawab untuk merawat diri sendiri dan orang lain untuk memelihara kesehatan mereka agar hidup sehat. e. Keperawatan mandiri adalah perubahan tingkah laku secara lambat dan terus menerus didukung dari pengalaman sosial sebagai hubungan interpersonal. f. Keperawatan mandiri akan meningkatkan harga diri seseorang, sehingga memengaruhi konsep diri. 2. Orem mengemukakan beberapa kebutuhan mendasar dalam keperawatan mandiri (self care) yang dapat dijadikan dasar untuk melakukan pengkajian dan menetukan masalah atau diagnosis keperawatan, diantaranya yaitu : a. Pemeliharaan dengan cukup pengambilan udara; b. Pemeliharaan dengan cukup pengambilan air; c. Pemeliharaan dengan cukup pengambilan makanan; 5

d. Pemeliharaan proses eliminasi; e. Pemeliharaan dengan keseimbangan antara aktifitas dan istirahat; f. Pemeliharaan dan keseimbangan antara kesendirian dan interaksi sosial; g. Pencegahan risiko pada kehidupan dan keadaan sehat manusia; h. Perkembangan dalam kelompok sosial sesuai dengan potensi, pengetahuan dan keinginan manusia. E. Keyakinan dan Nilai nilai Keyakinan orem s tentang empat konsep utama Keperawatan adalah ; 1. Klien : individu atau kelompok yang tidak mampu secara terus menerus mempertahankan self care untuk hidup dan sehat, pemulihan dari sakit / trauma atau coping dan efeknya. 2. Sehat : kemapuan individu atau kelompok memenuhi tuntutan self care yang berperan untuk mempertahankan dan meningkatkan integritas structural fungsi dan perkembangan. 3. Lingkungan : tatanan dimana klien tidak dapat memenuhi kebutuhan Keperawatan self care dan perawat termasuk didalamnya tetapi tidak spesifik. 4. Keperawatan : pelayanan yang dengan sengaja dipilih atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu individu, keluarga dan kelompok masyarakat dalam mempertahankan self care yang mencakup integritas structural, fungsi dan perkembangan berdasarkan keyakinan empat konsep utama diatas, Orem s mengembangkan konsep modelnya hingga dapat diaplikasikan dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. F. Tujuan Tujuan model keperawatan pada model Orem s secara umum adalah : 1. Menurunkan tuntutan self care kepada tingkat dimana klien dapat memenuhinya, ini berarti menghilangkan self care deficit. 6

2. Memungkinkan klien meningkatkan kemampuannya untuk memenuhi tuntutan self care. 3. Memungkinkan orang yang berarti (bermakna) bagi klien untuk memberikan asuhan dependent (dependent care) jika self care tidak memungkinkan, oleh karena self care deficit apapun dihilangkan. 4. Jika ketiganya diatas tidak ada yang bisa tercapai, perawat secara langsung dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan self care klien. Tujuan keperawatan pada model Orem s yang diterapkan kedalam praktek keperawatan keluarga atau komunitas adalah : 1. Menolong klien dalam hal ini keluarga untuk keperawatan mandiri secara therapeutic. 2. Menolong klien bergerak kearah tindakan tindakan asuhan mandiri. 3. Membantu anggota keluarga untuk merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan secara kompoten. Dengan demikian maka focus asuhan keperawatan pada model Orem s yang diterapkan pada praktek keperawatan keluarga / komunitas adalah : 1. Aspek Interpersonal : Hubungan didalam keluarga 2. Aspek Sosial : Hubungan keluarga dengan masyarakat disekitarnya. 3. Aspek Prosedural : Melatih keterampilan dasar keluarga sehingga mampu mengantisipasi perubahan yang terjadi. 4. Aspek Tehnis : Mengajarkan kepada keluarga tentang tehnik dasar yang dilakukan dirumah misalnya melakukan tindakan kompres secara benar. G. Pengetahuan dan Keterampilan untuk praktek Perawat menolong klien untuk menemukan kebutuhan self care dengan menggunakan tiga kategori dalam system keperawatan dan melalui lima metode bantuan : 1. Kategori Bantuan 7

a. Wholly Compensatory : Bantuan secara keseluruhan, dibutuhkan untuk klien yang tidak mampu mengontrol dan memantau lingkungannya dan tidak berespon terhadap rangsangan. b. Partially Compensatory : Bantuan sebagian, dibutuhkan bagi klien yang mengalami keterbatasan gerak karena sakit atau kecelakaan. c. Supportie Education : Dukungan pendidikan dibutuhkan oleh klien yang memerlukannya untuk dipelajari, agar mmapu melakukan perawatan mandiri. 2. Metode Bantuan : Perawat membantu klien dengan menggunakan system dan melalui lima metode bantuan yang meliputi : a. Acting atau melakukan sesuatu untuk klien b. Mengajarkan klien c. Mengarahkan klien d. Mensupport klien e. Menyediakan lingkungan untuk klien agar dapat tumbuh dan berkembang. Untuk melaksanakan hal tersebut, lima area utama untuk praktek keperawatan didiskripsikan sebagai berikut : a. Masuk kedalam dan memelihara hubungan perawat klien dengan individu, keluarga atau kelompok sampai klien dapat diizinkan pulang dari perawatan. b. Menetapkan jika dan bagaiman klien dapat dibantu melalui perawatan. c. Merespon keperluan klien, keinginannya dan kebutuhannya untuk kontak dengan perawat dan asisten. d. Mengkoordinasikan dan mengintegrasikan keperawatan dan kehidupan sehari hari klien, pelayanan kesehatan yang dibutuhkan atau diterima. 8

e. Pelayanan sosial dan penyuluhan yang dibutuhkan atau yang diterima. Model konsep / teori keperawatan self care mempunyai makna bahwa semua manusia mempunyai kebutuhan kebutuhan self care dan mereka mempunyai hak untuk memperolehnya sendiri kecuali jika tidak mampu. Dengan demikian perawat mengakui potensi pasien untuk berpartisipasi merawat dirinya sendiri pada tingkat kemampuannya dan perawatan dapat menentukan tingkat bantuan yang akan diberikan. Untuk menetapkan model konsep / teori keperawatan ini diperlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang mendalam terhadap teori keperawatan sehingga diperoleh kemampuan teknikal dan sikap yang terapeutik. H. Aplikasi Terhadap Keperawatan Keluarga Model konseptual menurut Orem ini tepat digunakan untuk keperawatan keluarga karena tujuan akhir dari keperawatan keluarga adalah kemandirian keluarga dalam melakuakn opaya kesehatan yang terkait dengan lima tugas kesehatan keluarga, yaitu : mengenal masalah, mengambil keputusan untuk mengatasi masalah, merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan, memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang kesehatan dan menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan secara tepat. Sebagai contoh perawatan anggota keluarga yang mengidap diabetes mellitus dengan tipe ketergantungan insulin, sehingga perlu dilakukan penyuntikan insulinberkala diperlukan pelatihan kemandirian klien dan keluarga dalam melakukan penyuntikan insulin tersebut. 9

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dorothea Orem adalah salah satu pakar dalam ilmu keperawata yang mengembangkan konsep keperawatan self care. Menurut orem konsep keperawatan self care adalah suatu pelaksanaan kegiatan yang diprakarsai dan dilakukan oleh individu itu sendiri untuk memenuhi kebutuhan guna mempertahankan kehidupan, kesehatan, dan kesejahteraan sesuai keadaan, baik sehat maupun sakit. Konsep keperawatan ini berfokus pada pengembangan keperawatan mandiri yang dilakukan oleh pasien, maupun anggota keluarga guna meningkatkan kemandirian pasien dengan memperhatikan unsur fisiologis, psikologis dan lingkungan. Model keperawatan orem menyediakan hubungan antara perawat dan pasien maupun anggota keluarga, terdiri dari tindakan untuk memenuhi perawatan diri yang dipelukan. 10

DAFTAR PUSTAKA Denden dermawan. 2012. Buku Ajar Keperawatan Komunitas. Yogyakarta : Gosyen Publishing Wahit iqbal mubarak, Nurul chayatin. 2009. Ilmu Keperawatan Komunitas Pengantar dan Teori. 2009. Jakarta : Salemba Medika Muslim Shah. 2015. Compare and Contrast of Grand Theories: Orem s Self-Care Deficit Theory and Roy s Adaptation Model. International Journal Of Nursing Didactics. Vol 5. No 1 : 40-42 Abi Muhlisin. 2010. Teori Self Care Dari Orem Dan Pendekatan Dalam Praktek Keperawatan. Berita Ilmu Keperawatan ISSN 1979-2697. Vol 2. No 2 ; 97-100 A Working Document. 2016. Theory Based Nursing Practice. The University of Tennessee at Chattanooga School of Nursing Faculty & Students 11