[1] <ANATOMI SISTEM PENCERNAAN>

dokumen-dokumen yang mirip
Fungsi Sistem Pencernaan Pada Manusia

by Ms. Evy Anggraeny SMA Regina Pacis

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN. SUSUNAN SALURAN PENCERNAAN Terdiri dari : 1. Oris 2. Faring (tekak) 3. Esofagus 4. Ventrikulus

SYSTEMA DIGESTORIUM (Sistem pencernaan) Struktur dan Fungsi Umum Ontogeni a. Tractus Digestivus (Saluran pencernaan)

SISTEM PENCERNAAN. Oleh: dr. Danurwendo Sudomo, Sp.Ok

Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Lambung. Anak Agung K Tri K

Organ Pencernaan Pada Manusia Proses pencernaan merupakan suatu proses yang melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan.

SET 13 TUBUH MANUSIA 2 (SISTEM PENCERNAAN) Karbohidrat - Beras - Gandum - Jagung - Sagu. Lemak - Keju - Mentega - Minyak Kelapa

SMP JENJANG KELAS MATA PELAJARAN TOPIK BAHASAN VIII (DELAPAN) ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

Rongga Mulut. rongga-mulut

PENCERNAAN MAKANAN. Sistem Pencernaan Mamalia :

Sistem Pencernaan Manusia

Sistem Pencernaan. Dr. Hernadi Hermanus

PROSES PENCERNAAN SECARA MEKANIK DAN KIMIAWI

SMP kelas 8 - BIOLOGI BAB 4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIALatihan Soal 4.1

MODUL MATA PELAJARAN IPA

Gambar 1 urutan tingkat perkembangan divertikulum pernapasan dan esophagus melalui penyekatan usus sederhana depan

Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang dibantu lidah.

PENGERTIAN ILMU GIZI

PERKEMBANGAN ORGAN PENCERNAAN & SISTEM RESPIRASI EMBRIOLOGI VETERINER

BAB I PENDAHULUAN. dimana pada pria membentuk sebuah kantong tertutup sedangkan pada wanita berhubungan

Anatomi dan Fisiologi Sistem Pencernaan Manusia

GASTRO INTESTINAL TRACT

Bab. Peta Konsep. Gambar 3.1 Orang sedang makan. Mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, dan anus. terdiri dari. Saluran Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA. Oleh. Sabila Nur Amalina. Abstrak

ERYATI DARWIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS

Usus Halus dan Struktur yang Berkaitan

Struktur dan Mekanisme Saluran Pencernaan. Roykedona Lisa Triksi

IIMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD

PERGERAKAN MAKANAN MELALUI SALURAN PENCERNAAN

Anatomi makroskopik dan mikroskopik hepar

SISTEM PENCERNAAN MANUSIA

EMBRIOLOGI SISTEM PENCERNAAN. dr. Al-Muqsith, M.Si

BAB I ORGANISASI ORGAN

SEL, JARINGAN, ORGAN, DAN SISTEM ORGAN

PROSES PEMANFAATAN PAKAN PADA TUBUH IKAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Disusun untuk Praktik Pengalaman Lapangan di SDN Percobaan 2

D aftar Isi. Memperoleh wawasan baru bersama PROMETHEUS...v Mengapa PROMETHEUS?...vii Terima kasih... ix

Struktur Intestinum Tenue, Appendix pada Kuadran Kanan Bawah

ANATOMI DAN FISIOLOGI

Jenis jaringan hewan ada empat macam, yaitu jaringan epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

Bab 8. SISTEM PENCERNAAN

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2016 MATA PELAJARAN IPA. Dr. RAMLAWATI, M.Si. SITTI RAHMA YUNUS, S.Pd., M.Pd.

Sistem Pencernaan Manusia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Kelas / Semester : XI IPA / 1 ( Ganjil )

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN PADA MANUSIA

HASIL DAN PEMBAHASAN

SISTEM PENCERNAAN. Perlu dipelajari. Harus tahu nasib BM dalam perjalanannya di setiap organ pencernaan: dicerna. diserap. Hidup pokok.

Sistem Pencernaan Pada Hewan

Pelipatan tubuh, Perkembangan Sistem Pernafasan dan Pencernaan. Lab. Embriologi FKH-IPB

ISTILAH-ISTILAH. Ilmu Pakan Ternak Suatu ilmu yang berhubungan dng.pakan dan zat pakan yang terkandung di dalamnya thdp.kesehatan ternak dan manusia.

ASISTENSI II PRAKTIKUM BIOLOGI VERTEBRATA. Rizka Apriani Putri, M.Sc FMIPA UNY

SISTEM PENCERNAAN BIO 2 A. PENDAHULUAN B. RONGGA MULUT. Struktur gigi:

LEMBAR PENGESAHAN Laporan lengkap praktikum Struktur Hewan dengan judul Jaringan Epitel yang disusun oleh: Nama : Lasinrang Aditia Nim : K

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Kristen Maranatha 1

GINJAL KEDUDUKAN GINJAL DI BELAKANG DARI KAVUM ABDOMINALIS DI BELAKANG PERITONEUM PADA KEDUA SISI VERTEBRA LUMBALIS III MELEKAT LANGSUNG PADA DINDING

a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun, c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan

Pencernaan Mekanik dan Pencernaan Kimiawi

PENGOLAHAN MAKANAN OLEH TUBUH. Dyah Umiyarni Purnamasari,SKM,MSi Jurusan KESMAS FKIK Unsoed

EMBRIOLOGI SISTEM PENCERNAAN

PS-S1 Jurusan Biologi, FMIPA, UNEJ (2017) JARINGAN DASAR SYUBBANUL WATHON, S.SI., M.SI.

CREATIVE THINKING. MANUSIA DAN ILMU PENGETAHUAN Panca Indra

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 16. SISTEM PENCERNAANLatihan Soal 16.2

Food & Digestive System

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Organ-organ sistem pencernaan

SISTEM DIGESTIVA (PENCERNAAN) FISIOLOGI PENCERNAAN

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN. R Bayu Kusumah N

SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA. Drs. Refli., MSc

JARINGAN PADA HEWAN & MANUSIA

PENGATURAN FUNGSI TRAKTUS GASTROINTESTINAL

Nyeri Ulu Hati. Skenario 1

Modul Cerna Penuntun praktikum - Histologi sistem pencernaan. Praktikum 1: esofagus lambung usus kecil. Jeanne Adiwinata Pawitan

Sistem organ yang bertugas menerima, memproses dan menyerap makanan agar dapat

SYSTEMA CARDIOVASCULARE (Sistem Peredaran)

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 16. SISTEM PENCERNAANLATIHAN SOAL BAB 16. Biasa

Jaringan Tubuh. 1. Jaringan Epitel. 2. Jaringan Otot. 3. Jaringan ikat/penghubung. 4. Jaringan Saraf

Sistem Ekskresi Manusia

KEBUTUHAN ELIMINASI BOWEL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN. Latar Belakang Pteropus vampyrus merupakan kelelawar pemakan buah-buahan, yang

Portal Hypertension. Penyebab

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

FISIOLOGI PENCERNAAN. Dr. Katrin Roosita, MSi.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. 1.2 Rumusan Masalah. 1.3 Tujuan

Morfologi dan Anatomi Dasar Kelinci

TINJAUAN PUSTAKA. Gambar 1 Landak Jawa (H. javanica) yang dipelihara dalam kandang individual dan diberi pakan beberapa jenis sayuran dan buah.

ALAT PERNAFASAN DIBAGI MENJADI 2, YAITU:

Pembahasan Video : :1935/testvod/_definst_/mp4:(21). 8 SMP BIOLOGI/4. SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA/BIO mp4/manifest.

Proses pencernaan di dalam Rongga mulut Saliva gl.salivarius Proses mengunyah memecah makanan dengan menaikkan kelarutannya, memperluas daerah permuka

SOAL MCQ. 1. Pencegahan primer sekunder tersier 2. Anemia 3. Tx diare dehidrasi berat. 4. Infeksi larasit yg ningkat apa SOAL OSPE.

MAKANAN & SISTEM PENCERNAAN PENDAHULUAN

MAKALAH KELOMPOK SISTEM PENCERNAAN MANUSIA. Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Alam 1

PRAKTIKUM I PROSES PENCERNAAN MAKANAN PADA TERNAK NON-RUMINANSIA DAN RUMINANSIA

BAB 8 SISTEMA RESPIRATORIA

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

SISTEM PENCERNAAN MAKANAN (DIGESTI) Oleh: Heru Nurcahyo

Created by Mr. E. D, S.Pd, S.Si

Transkripsi:

16 Desember 2009 dr. Dirwan Suryo Soularto Sebelumnya, aq minta maaf lagi y, coz!. Lagi2 aq kbagian ngedit kul yg slidenya pake B.inggris. Jadinya aq ngartiinnya pun, dengan bahasa Inggris yg pas2an. Hehehe,, moga aja materi kuliah yg aq edit ni, bakalan berguna bwt tmen2 smua. Aminnnnn.,, langsung aja yaaa!!!!! Mariiiiii qtaaaa bellllaaaajjjaaarrr. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh dan menjadi salah satu dasar ilmu kedokteran. Anatomi dapat dipelajari melalui tiga cara pendekatan, yakni : Anatomi sistematis : mempelajari ilmu jaringan tubuh manusia secara sistem. Contoh, sistem pencernaan, sistem pernapasan,dll. Anatomi regional : berdasarkan regio (pembagian tubuh pada manusia). Misalnya region abdomen atau region thoraks, dst. Anatomi Klinis : berdasarkan jenis penyakit atau masalah medis. Karena sudah berhubungan langsung dengan pasien. Contoh : Hypertensi berhubungan dengan anatomi jantung dll. Jadi berdasarkan pengertian diatas, teman-teman dapat menyimpulkan sendiri pendekatan apa yang kita gunakan untuk materi kuliah kita ini. Yaitu pendekatan sistematis (Anatomi sistem pencernaan). Kemudian dalam kuliah tentang sistem pencernaan ini, dr. Dirwan menyampaikan beberapa permasalahan, yang akan terjawab, seiring penjelasan tentang sistem pencernaan dipaparkan. Permasalahan tersebut adalah : Mengapa orang yang telentang atau ketika kepala di bawah bisa makan & minum? (gerakan peristaltik) Mengapa beberapa orang kadang tersedak saat menelan? (masuk ke laring) Mengapa bayi gampang sekali gumoh? (gumoh=muntah) Mengapa orang yang mabuk karena minuman ataupun perjalanan mengalami muntah? Mengapa sebagian orang dapat tahan lapar dibandingkan sebagian orang lain? Bagaimana sebagian orang bisa menahan defecatio lebih lama dibanding sebagian yang lain? TERMINOLOGI [1]

Sering kita dengar tentang Digestive Tract, Alimentary Canal, dan Gastroinestinal. Ketiga tiganya erat kaitannya dengan system pencernaan. Perbedaannya: Digestive tract : lebih tentang sistem pencernaannya. Alimentary canal : yang mempelajari sistem pencernaan mulai dari ujung mulut sampai anus, termasuk glandula-glandula seperti sub mandibularis serta glandula aksesoria lainnya seperti hepar, pangkreas, dsb. (yang mencakup semua aspek) Gastroinestinal tract: hanya memepelajari salurannya. Mulai dari ujung esofagus kebawah. Digestive system x The digestive system is the collective name used to describe the alimentary canal, some accessory organs and a variety of digestive processes that take place at different levels in the canal to prepare food eaten in the diet for absorption. x The alimentary canal begins at the mouth, passes through the thorax, abdomen and pelvis and ends at the anus. x The alimentary tract is a muscular tube about 5 meters long.its diameter varies from one segment to another being widest at the stomach. x It has a general structure which is modified at different levels to provide for the processes occurring at each level. Sistem pencernaan Sistem pencernaan adalah yang nama yang digunakan untuk menyebutkan alimentary canal, beberapa organ asesoria dan macam dari proses pencernaan yang menggunakan tempat yang berbeda pada saluran untuk menyiapkan makanan yang akan digunakan untuk adsorpsi. Alimentary canal dimulai dari mulut, jalan kecil ke thorax, abdomen dan pelvis, serta berakhir pada anus. Alimentary tract sebuah pipa muscular yang panjangnya sekitar 5 meter. Diameternya bervariasi mulai dari satu bagian lain yang paling luas di perut. Ini memiliki struktur umum yang dimodifikasi pada level-level yang berbeda untuk menyediakan pada proses yang digunakan di level yang lain Segment Oral cavity and mouth Esophagus Stomach Small intestine Large intestine Rectum and anal canal Length (m) 15 25 30 300 115 15 Saluran pencernaan : mulut esophagus lambung (gaster) sampai ke anus Glandula asesoria : sub mandibularis sub lingualis hepar pangkreas dst Mekanisme sistem pencernaan x Ingesti memasukkan makanan (bolus) ke rongga mulut. [2]

x x Sekresi proses pengeluaran kelenjar enzim-enzim pencernaan dalam saluran pencernaan. Di mana cairan yang keluar dari mukosa sebanyak 9 liter. Mixing (peristaltik) proses gerak peristaltik dalam saluran pencernaan dari cranial (atas) ke caudal (ekor). x Digestion yaitu proses pencernaan makanan Yang memiliki 2 mekanisme yaitu : Pengunyahan mekanik :dengan gigi (umumnya 33 kali) tapi 3 kali saja sudah cukup. Pengunyahan kimia :dengan bantuan enzim dari glandula / kelenjar pencernaan. x Absorpsi dimulai pada usus, yaitu pada Deudenum dan Ileum, yaitu penyerapan zat-zat makanan yang berguna untuk tubuh. x Defekasi pembuangan, maksudnya proses eliminasi atau pengeluaran zat-zat makanan yang tidak diperlukan tubuh. Organisasi Sistem Digestoria Tersusun atas 2 komponen utama Traktus digestoria / saluran pencernaan, yaitu saluran yang dilewati oleh makanan yang kita makan. Cavitas oris Oesophagus Ventriculus Intestinum tenue Intestinum crassum Anus Glandula digesti asesorius / kelenjar pencernaan meliputi pusat-pusat penghasil kelenjarkelenjar pencernaan yang berfungsi sebagai pemercepat (katalis) dalam pencernaan makanan. Gigi Lidah Glandula salivarius Hepar & Gallbladder [3]

Pancreas <ANATOMI SISTEM PENCERNAAN> Anatomi serta mekanisme sistem pencernaan Berikut urutan anatomi dan mekanisme sistem pencernaan, mulai dari pada saat makanan masuk ke rongga mulut : Cavum Oris (Rongga mulut ) Pada saat makanan masuk kedalam cavum oris, bibir mempunyai fungsi spesifik yaitu sebagai pembantu untuk memperoleh, mengarahkan serta menampung makanan. Di dalam cavum oris, makanan mengalami 2 perlakuan yaitu : 1. Pencernaan secara mekanik (mengunyah) dengan gigi (umumnya 33 kali), sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi [4]

Muhammad SAW, dan Subhanallah, alasan ilmiah dari pernyataan tersebut adalah enzim hanya akan bekerja untuk makanan yang telah terpecah menjadi partikel-partikel kecil. Tapi 3 kali saja udah cukup. 2. Pengunyahan kimia dengan bantuan enzim dari glandula / kelenjar pencernaan. Dimana kelenjar pencernaan menghasilkan enzim amilase yang berfungsi untuk mengubah karbohidrat menjadi amilum. Dalam cavum oris juga terdapat lidah berfungsi sebagai pengecap. yang Hijau = pahit Biru = asam Merah = asin Orange = manis Beberapa bagian lidah Radix lingua Dorsum lingua Apex lingua Setelah itu bolus terdorong ke arah posterior dari lidah dan secara otomatis bolus akan terdorong untuk memasuki faring. Di dalam cavum oris juga terdapat kelenjar pencernaan seperti yang sudah disebutkan diatas secara lengkap, yaitu : Glandula salivares majores: Glandula parotidea Glandula sublingualis Glandula submandibularis [5]

Glandula salivares minores: Gld. Labiale Gld. Buccales Gld. Lingualis Gld. palatini Faring Secara refleks ketika bolus akan memasuki faring, epiglotis membuka sphincter, oesofagus berelaksasi disertai dengan peran oesofagus dalam menutup palatum mole sehingga makan tidak masuk kedalam trakea dan hidung. Secara umum, fungsi dari faring adalah sebagai saluran penghubung sistem pencernaan dan pernapasan. Disekitar faring juga terdapat tonsil yang berperan dalam pertahanan (imunitas) tubuh. Oesophagus Merupakan saluran muskuler dengan panjang 25 cm dibagi menjadi 2 bagian : x Pars torachalis oesophagei x Pars abdominalis oesophage dengan panjang 1,5 2,5 cm berbentuk seperti pyramid. Bagian distal berhubungan dengan gaster / ventriculus dihubungkan oleh junction oesophagogastrica ( junction = sambungan ) dan ada juga sphincter oesophagus. Di cranial dan caudal oesophagus terdapat sphincter yang bernama sphincter oesophagus. Di oesophagus makanan akan mengalami gerak peristaltic yang terjadi sekitar 6-10 deik. Apabila [6]

peristaltik pertama (peristaltik primer) tidak bisa mengantarkan makanan ke gaster, maka akan terjadi gerakan peristaltik sekunder sehingga mendorong makanan ke gaster. Gaster / ventriculus Merupakan saluran pencernaan setelah oesophagus berfungsi untuk mencerna bolus secara mekanik menggunakan gerak peristaltik gaster dan kimiawi (mengeluarkan enzim pencernaan seperti lipase, peptin, HCl). Makanan yang telah dicerna berjalan menuju duodenum dinamakan kimus. Tingkat keenceren kimus tergantung pada jumlah zat yang dimakan, air dan sekresi lambung. Di dalam lambung memiliki fungsi motorik sebagai tempat penyimpanan makanan, pencampuran makanan, dan pengosongan kimus di lambung. Usus halus (Intstineum Tenue) Fungsi : digesti dan absorbsi (terutama di jejenum) Duodenum: Bentuk U, panjang ± 24cm Retroperitoneal Papilla duodeni major muara ductus choledochus dan ductus pancreaticus Jejenum dan Ileum mukosa : terdapat lipatan yang disebut villi berfungsi untuk memperluas permukaan 6-7m, batas tidak tegas 2/5 proximal jejenum, 3/5 distal ileum Jejenum: kosong, dinding tebal, lebih vasculer, sebagian besar di r. umbilicalis Ileum : dinding lebih tipis, vascularisasi sedikit, r. hypogastrica pelvis Vascularisasi: A. mesenterica superior V. porta Didalam usus halus terjadi pencernaan mekanik dengan gerak peristaltik dinding usus serta perncernaan dengan mengeluarkan enzim dari pankreas dan hepar. Di usus halus juga terjadi absorbs nutrisi dan zat-zat yang berguna untuk tubuh. Sebagai nutrisi yang diserap disalurkan ke hati untuk diolah. [7]

Usus besar (Intestinum Carasum ) Berfungsi dalam mengabsorbsi air, mineral dan vitamin & membuang feces. Panjangnya 1,5 m. memiliki bagian khas yaitu taenia coli, haustrae, appendices epiploica. Yang terdiri dari 4 bagian yaitu : Caecum merupakan muara ileum (orificium ileocaecalis) dan appendix vermiformis Colon Terdiri dari 4 bagian yaitu : Colon ascendens: 12-20cm, valva ileocecalis flexura coli dextra Retroperitoneal Colon transversum 40-50cm Paling besar Flexura coli dextra flexura coli sinistra Penggantung: mesocolon transversum Colon descendens Flexura coli sinistra apertura pelvis superior retroperitoneal Colon sigmoideum Bentuk S, panjang 15-80cm Bentuk dan posisi tergantung pada jumlah isinya, yaitu feses Colon descendens rectum Penggantung: mesocolon sigmoideum Rectum dan canalis analis Panjang lk 12cm Tidak mempunyai penggantung usus (mesenterium) Bagian yang melebar: ampulla recti Pada rectum terdapat plexus hemorhoidalis. Jika membesar disebut hemoroid Berakhir sebagai anus pada perineum m. sphincter ani internus (otot polos), dalam keadaan normal tertutup m. sphincter ani externus (otot lurik), bisa di kendalikan KELENJAR PENCERNAAN [8]

Hepar Regio hypocondriaca dextra dan epigastrium Terdiri atas 2 lobus: dexter dan sinister Intraperitoneal, kecuali area nuda Penggantung hepar: Lig. Falciforme hepatis Lig. Teres hepatis Lig. Triangulare dextrum Lig. Triangulare sinistrum Lig. Hepatorenale Memiliki fungsi sebagai produksi cairan empedu dengan alur sebagai berikut : Ductus hepaticus dexter dan sinister ductus hepaticus comunis : 1) ductus choledochus papilla duodeni mayor 2) Vesica velea ductus cysticus ductus choledocus dst Vesica fellea Kantong berbentuk buah peer Fungsi: memekatkan empedu Daya tampung: 30-60 ml Bagian-bagiannya: Fundus vesica fellea Corpus Collum berlanjut sebagai ductus cysticus Pankreas Memiliki panjang 12-15 cm Terletak pada regio epigastrica dan hypocondriaca kiri Terdiri atas: Glandula eksokrin c. pancreas ductus pancreaticus duodenum ductus pancreaticus + ductus choledocus ampulla hepatopancreraticus = ampulla Voter papilla duodeni mayor Glandula endokrin insulin dan glukagon darah Bagian-bagian dari pangkreas : Caput (kepala) Collum (leher) Corpus(badan) cauda (ekor) Struktur Tunica dari GIT: 1. Tunica mukosa Tunica mukosa membatasi lumen dari GIT, merupakan lapisan absorptive dan secretori. Terdiri dari epitel columner simplek yang didukung dengan adanya lamina propia(jaringan tipis dari jaringan ikat). Lamina propia mengandung nodul limpa yang penting dalam perlindungan melawan penyakit. Lapisan diluar lamina propia adalah otot polos yang disebut mukosa muskularis, [9]

yang menyediakan gerakan mengaduk secara tidak sadar. Mukosa muskularis biasanya terdiri atas lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan longutudinal luar dari otot polos, yang memisahkan mukosa dari sub mukosa. Sel goblet yang terspesialisasi di mucosa sepanjang GIT menghasilkan mucus/ lender. 2. Tunica Submucosa Terdiri atas jaringan ikat padat dengan banyak pembuluh darah dan pembuluh limfe dan suatu plexus saraf submukosa (yang disebut dengan plexus Meissener). Lapisan ini juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid. Molekul yang terserap yang melewati sel epithel columnarnya mukosa, masuk ke pembuluh darah atau ductus limfenya submukosa. 3. Tunica muscularis Tunica muscularis bertanggung jawab pada kontraksi dan pergerakan peristaltic yang melewati GIT. Tunica ini mengandung sel sel otot polos yang tersusun sebagai spiral dan dibagi dalam 2 lapisan lagi sesuai arah utama jalannya sel otot. Di lapisan dalam(dekat lumen) susunan sel otot umumnya melingkar. Di lapisan luar, sebagian besar susunannya memanjang. Kontraksi dari lapisan ini memindahkan makanan melewati saluran dan secara fisik melumatkan dan mengaduk makanan dengan enzim pencernaan. Plexus saraf mienterikus(atau plexus Auerbach terletak di antara dua lapisan otot, dengan saraf mayor menyuplai GIT. Termasuk neuron dan ganglia dari kedua simpatik dan parasimpatik divisi dari ANS. 4. Serosa Serosa melengkapi dinding GIT. Terdiri dari lapisan epithelium squamous selapis dan sedikit jaringan ikat. Di dalam rongga perut, serosa menyatu dengan mesenterium yang menopang usus dan menyatu dengan peritoneum( yaitu membrane serosa yang melapisi dinding rongga). Akan tetapi, di tempat terbentuknya hubungan organ pencernaan dengan organ atau struktur lain, serosa tersebut digantikan oleh lapisan adventisia tebal yang terdiri atas jaringan ikat yang mengandung pembuluh dan saraf tanpa adanya sel epitel selapis. [10]

PERITONIUM Peritoneum parietale membran serosa yang melapisi permukaan dalam cavum abdominalis dan cavum pelvis Peritoneum viscerale bag. Peritoneum parietale (yang membalik) dan menutupi organ dalam cavum abdominale dan cavum pelvis Cavum peritoneal: ruangan antara peritoneum parietale dan viscerale isi: cairan serosa Saccus peritonei mayor Saccus peritonei minor (bursa omentalis) Dihubungkan dengan oleh foramen epiploicum Winslow [11]

Arteri Systema Digestorius <ANATOMI SISTEM PENCERNAAN> [12]

Vena Systema Digestorius Inervasi Systema Digestorius [13]

REGIO ABDOMEN <ANATOMI SISTEM PENCERNAAN> Alhamdulillah. Akhirnya selese juga materi ini diedit. Semoga berguna buat tmn2 smua y!!.,, Keep struggle buat blok 3 ni y!!!!..,, cayyyyoooo!!!!!!!!!!! [14]