BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Peneliti melakukan penelitian yang berlokasi di UPT P2TP2A Kota Bandung, UPT P2TP2A adalah Unit Pelaksana Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) merupakan unit pelaksana teknis pemberdayaan yang berfokus pada kasus-kasus perempuan korban trafficking, KDRT dan kasus lainnya yang didukung oleh tenaga ahli dan profesional yang berada di Kota Bandung. 2. Subjek Penelitian Informan penelitian adalah orang yang dapat merespon, memberikan informasi tentang data penelitian. Sumber data adalah benda, hal atau orang dan tempat dimana peneliti mengamati, membaca dan bertanya mengenai data. Subjek penelitian diambil dengan maksud dan tujuan untuk dapat meneliti lebih jauh sehingga peneliti mendapatkan informasi mengenai program penyuluhan keluarga pada korban KDRT di UPT P2TP2A Kota Bandung. Subjek penelitian dipilih secara selektif dengan maksud atau tujuan tertentu, dimana peneliti memilih informan yang dianggap dapat mewakili dan dipercaya untuk dapat memberikan jawaban pada pertanyaan penelitian yang diberikan. Adapun yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini adalah sebanyak enam orang yang berkaitan dan terlibat langsung dalam pelaksanaan penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A ini, yaitu : satu orang ketua pengelola lembaga (yang memiliki jabatan sebagai ketua lembaga UPT P2TP2A yang bertugas untuk mengatur dan memantau aktifitas kelembagaan), dua orang pembimbing (merupakan dua orang yang bertugas sebagai pelaksana penyuluhan keluarga yang juga sebagai pembimbing bagi para korban KDRT) dan tiga orang perempuan korban KDRT (merupakan peserta yang mengikuti program penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A Kota Bandung). Pemilihan ke-enam orang sumber data diatas dikarenakan oleh narasumber merupakan pelaku yang terdapat pada lingkungan lembaga, dimana Sugiyono
46 (2013:297-299) mengatakan bahwa penelitian kualitatif tidak menggunakan istilah populasi, namun situasi sosial (social situation) yang didalamnya terdiri dari tiga elemen, yaitu tempat (place), pelaku (actors), dan aktivitas (activity) yang berinteraksi secara sinergis. Penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada pada situasi sosial tertentu, kemudian hasilnya digunakan pada situasi sosial yang memiliki kesamaan pada situasi sosial yang kasusnya dipelajari. Adapun penentuan subjek pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling, dimana mereka dipilih dengan pertimbangan bahwa mereka dianggap dapat dipercaya oleh peneliti dan dapat memberikan informasi data yang diperlukan, sehingga dapat memudahkan peneliti menemukan jawaban penelitian ini. Ketua pengelola dipilih dikarenakan peneliti bermaksud untuk menggali data dan informasi mengenai pelaksanaan penyuluhan keluarga yang dilaksanakan oleh pembimbing di UPT P2TP2A Kota Bandung. Melalui pembimbing, peneliti bermaksud untuk menggali data dan informasi mengenai pemahaman korban KDRT mengenai HAM dan undang-undang penghapusan KDRT, pelaksanaan penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A dan dampak korban KDRT setelah mengikuti penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A. Melalui perempuan korban KDRT, peneliti bermaksud untuk menggali data dan informasi mengenai pemahaman HAM dan undang-undang penghapusan KDRT dan dampak setelah mengikuti penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A. Selain itu pemilihan responden dengan memilih tiga orang korban KDRT yang mengikuti penyuluhan keluarga ini dipilih berdasarkan latar belakang pendidikan korban KDRT, korban sudah mengikuti penyuluhan minimal sebanyak dua kali, dan korban sudah mampu mengaplikasikan dampak dari program penyuluhan keluarga di dalam kehidupannya. B. Metode Penelitian Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
47 Alasan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif pada program penyuluhan keluarga pada perempuan korban KDRT di lembaga UPT P2TP2A karena pendekatan kualitatif dirasa lebih cocok digunakan dalam penelitian ini. Menurut Sugiyono (2011:3) metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Penelitian deskriptif menurut Arikunto (2009:234) merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk pengumpulan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan. Menurut Sukmadinata (2009:72) mengemukakan bahwa: penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia, yang berlangsung pada saat ini atau pada masa lampau. Penelitian ini mengkaji bentuk, aktivitas, karakteristik, perubahan, hubungan, kesamaan dan perbedaannya dengan fenomena lain. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena, yang memusatkan pada pemecahan masalah yang ada, setelah itu mengolah data, kemudian dijelaskan dan dianalisa. Penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif digunakan untuk meneliti pada kondisi objek di lapangan yang alamiah. Menurut Sugiyono (2011:21) mengemukakan bahwa penelitian kuantitatif berdasarkan karakteristik, yaitu: dilakukan pada kondisi alamiah, langsung ke sumber data dan peneliti adalah instumen kunci; penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif, yaitu data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka; pendidikan kualitatif lebih menekankan pada proses daripada produk; penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif; penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati). Metode penelitian kualitatif dilakukan secara intensif, peneliti berperan langsung dilapangan, mencatat apa yang terjadi di lapangan, setelah itu melakukan analisa dengan apa yang terjadi di lapangan dan membuat laporan hasil di lapangan secara mendetail. Menurut Sukmadinata (2009:94) penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan.
48 Partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikirannya. Hasil akhir dari penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2011:31) harus mampu menghasilkan informasi-informasi yang bermakna, bahkan hipotesis atau ilmu baru yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi masalah dan meningkatkan taraf hidup manusia. C. Definisi Operasional Dalam pemahaman yang tepat maka penelitian diperlukan definisi operasional yang berisi mengenai judul serta apa yang menjadi fokus dari penelitian yang dilaksankan. 1. Penyuluhan Keluarga Suatu proses memberikan bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkelanjutan dan sistematis, dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapatkan pelatihan khusus, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkungan di keluarganya serta mampu mengarahkan diri dengan baik didalam menyesuaikan diri di lingkungan sekitarnya, khususnya untuk kesejahteraan keluarganya. 2. KDRT KDRT adalah segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan oleh suami terhadap istri dan atau sebaliknya yang berakibat menyakiti secara fisik, psikis, seksual dan ekonomi, termasuk ancaman, perampasan kebebasan yang terjadi dalam rumah tangga atau keluarga. Selain itu, hubungan antara suami dan istri diwarnai dengan penyiksaan secara verbal, tidak adanya kehangatan emosional, ketidaksetiaan dan menggunakan kekuasaan untuk mengendalikan korban. 3. Penyuluhan Penyuluhan adalah proses pendidikan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat.
49 D. Instrumen Penelitian Sugiyono (2008:102) menyebutkan bahwa alat ukur dalam penelitian dinamakan instrument penelitian. Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Penelitian kualitatif menurut Sugiyono (2008:222) bahwa yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri, oleh karena itu peneliti sebagai instrumen harus juga di validasi seberapa jauh peneliti siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Dengan demikian yang menjadi instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang artinya peneliti sebagai alat untuk merekam informasi selama penelitian dilaksanakan. Adapun dalam melakukan penelitian, peneliti mempunyai tahapan-tahapan untuk diteliti, yaitu melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan catatan lapangan guna mempermudah dan memperluas mengenai tema dan kondisi yang ada. E. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan triangulasi. 1. Observasi Menurut Sukmadinata (2009:220) observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Menurut Sukmadinata (2009:220) mengemukakan bahwa: observasi dapat dilakukan secara partisipasif maupun dengan cara nonpartisipasif. Dalam observasi partisipasif, pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat ikut sebagai peserta rapat atau peserta pelatihan. Sedangkan, dalam observasi nonpartisipasif, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dia hanya berperan mengamati kegiatan, tidak ikut dalam kegiatan. Pengamatan dan pencatatan ini dilakukan terhadap objek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa. Disini peneliti mencoba meneliti serta mengamati
50 mengenai program penyuluhan keluarga pada korban KDRT di UPT P2TP2A Kota Bandung. 2. Wawancara Menurut Sukmadinata (2009:216) wawancara merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data yang banyak digunakan penelitian deskriptif kuntitatif dan deskriptif kualitatif. Wawancara dilakukan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual. Selama penelitian berlangsung, peneliti melakukan teknik wawancara dengan pihak ketua pengelola UPT P2TP2A, pembimbing di UPT P2TP2A dan korban KDRT yang menjadi narasumber yang dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan. Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan program penyuluhan keluarga pada korban KDRT di UPT P2TP2A Kota Bandung. 3. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan menurut Subana (2005:77) yaitu: merupakan salah satu kegiatan penelitian yang mencakup memilih teori, mengidentifikasi literatur atau kepustakaan dan menganalisis dokumen, serta menerapkan hasil analisis sebagai landasan teori bagi penyelesaian masalah dalam penelitian yang dilakukan. Penulis menggunakan studi kepustakaan dalam penelitian ini guna memperoleh konsep dan teori-teori sebagai dasar pemikiran dan sebagai bahan acuan bagi penulis melalui buku-buku, internet, artikel, serta tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan penelitian. Contohnya peneliti mendapatkan teori yang mendukung dalam penelitian seperti: konsep penyuluhan, konsep penyuluhan keluarga, konsep bimbingan keluarga, konsep HAM dan konsep KDRT. 4. Studi Dokumentasi Menurut Sukmadinata (2009:221) studi dokumentasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumendokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah. Peneliti menggunakan studi dokumentasi dalam penelitian ini guna memperoleh data secara tertulis yang diperlukan untuk data penelitian yaitu
51 dengan membaca, menelaah, serta mengkaji dukomen-dokumen yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti. Sumber pengumpulan data yaitu berupa foto, petunjuk pelaksanaan, dan data korban KDRT di UPT P2TP2A. 5. Triangulasi Stainback dalam Sugiyono (2011:330) menyatakan bahwa tujuan dari triangulasi bukan untuk mencari kebenaran tentang beberapa fenomena, tetapi lebih kepada peningkatan pemahaman peneliti terhadap apa yang ditemukan. Sugiyono juga mengemukakan (2008:241) bahwa triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data yang telah ada. Triangulasi dilakukan agar peneliti mendapatkan data lebih baik dengan menggabungkan data dari data hasil observasi dan data wawancara yang diperoleh, sehingga peneliti menjadi lebih memahami mengenai data yang diperoleh. Adapun triangulasi yang dilakukan adalah melakukam wawancara dengan ketua pengelola UPT P2TP2A, pembimbing UPT P2TP2A dan korban KDRT yang mengikuti program penyuluhan keluarga di UPT P2TP2A. F. Analisis Data Bogdan dalam Sugiyono (2008:244) menyatakan bahwa: analisis data adalah proses mencari dan menyusun data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. Menurut Sugiyono (2011:336) proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama lapangan dan setelah lapangan. Dalam penelitian ini, proses analisis data dilakukan sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sugiyono diatas, maka tahapannya meliputi: 1. Analisis Tahap Persiapan Dalam penelitian kualitatif analisis data telah dilakukan sebelum peneliti memasuki lapangan. Tahap persiapan yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian merupakan tahap awal yang didalamnya merupakan tahap
52 survey awal ke lapangan untuk mengidentifikasi dan menentukan apa yang menjadi permasalahan di lapangan. Tahap selanjutnya peneliti menyusun rancangan penelitian berupa proposal penelitian dan melaksanakan bimbingan kepada dosen pembimbing. Tahap berikutnya adalah peneliti mengurus perizinan kepada pihak yang berwenang untuk memberikan izin mengadakan penelitian di tempat yang telah ditentukan sebelumnya oleh peneliti. 2. Analisis Tahap Pelaksanaan bahwa: Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2011:337) mengemukakan aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus samapi tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalan analisis data yaitu data reduction, data display, dan verification. Analisis data yang dilakukan peneliti selama di lapangan menggunakan model Miles dan Hiberman adalah sebagai berikut: a. Data reduction (reduksi data) Menurut Sudjana (2008:214) reduksi data adalah kegiatan merangkum data dalam suatu laporan evaluasi yang sistematis dan di fokuskan pada hal-hal yang inti. Dalam tahap ini peneliti melakukan wawancara untuk menggali informasi sehingga mendapatkan data yang diperlukan. Setelah mendapatkan data yang diperoleh data direduksi kemudian data tersebut akan memberikan gambaran yang lebih jelas serta mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya. b. Data display (penyajian data) Setelah mereduksi data, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Menurut Sudjana (2008:215) penyajian data yaitu merangkum hal-hal pokok dan kemudian disusun dalam bentuk deskripsi yang naratif dan sistematis. Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, hubungan antar kategori dan sebagainya. c. Verification (verivikasi)
53 Setelah melakukan tahap mereduksi data dan penyajian data, langkah selanjutnya adalah memverivikasi atau penarikan kesimpulan. Sugiyono (2011:345) menyatakan bahwa: Kesimpulan dalam penelitian kualitatif diharapkan merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang telah dirumuskan sebelumnya, tetapi bisa juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. 3. Tahap Pelaporan Tahap yang dilakukan pada tahap pelaporan ini adalah melakukan penyusunan laporan dari hasil pengumpulan data, yang selanjutnya mengadakan laporan yang telah disusun oleh peneliti.