BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

dokumen-dokumen yang mirip
KATA PENGANTAR. Penulis

BAB IV PERBANDINGAN PANDANGAN ANTARA ISLAM DAN KRISTEN TENTANG PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

IPTEK DAN SENI DALAM ISLAM

Pendidikan Agama Islam

IPTEK, DAN SENI DALAM ISLAM 1. Konsep Ipteks Dalam Islam a. Pengetahuan dan ilmu pengetahuan Pengetahuan : segala sesuatu yang diketahui manusia

Pendidikan Agama Islam

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNARUNGU

BAB IV ANALISA. masyarakat Jemur Wonosari yang beragama Islam meyakini bahwa al-qur an

MENYAMAKAN PERSEPSI TENTANG ISLAM. Munawar Rahmat. Dosen Pendidikan Agama Islam MKDU UPI

Hubungan Sains dan Agama

BAB I PENDAHULUAN. Allah Swt. menciptakan makhluk-nya tidak hanya wujudnya saja, tetapi

NILAI-NILAI DAN NORMA BERAKAR DARI BUDAYA BANGSA INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah salah satu negara yang dilihat dari letak geografis

Dr. H. Iskandar Zulkarnain Fahruddin Faiz SAg., M.Ag. Dasen Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan KaIibpa Yomakarta NOTA DINAS

BAB V SIMPULAN IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

BAB I PENDAHULUAN. beragama itu dimungkinkan karena setiap agama-agama memiliki dasar. damai dan rukun dalam kehidupan sehari-hari.

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL

Khatamul Anbiya (Penutup Para Nabi)

REVIEW. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK. Dr. Dede Abdul Fatah, M.Si. Modul ke: Fakultas EKONOMI. Program Studi AKUNTANSI

Pentingnya Kaderisasi Intelektual dalam Usaha Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Hakikat Manusia Menurut Islam

BAB I PENDAHULUAN. ghoirumahdloh (horizontal). Sebagaimana firman Allah swt berikut:

BAB 1 PENDAHULUAN. Karya sastra sebagai potret kehidupan masyarakat dapat dinikmati,

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA

BAB I PENDAHULUAN. Allah. Manusia. Bagan 1.1 Allāh sebagai sumber ilmu pengetahuan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. seluruh umat Muslim di dunia. Dalam ibadah yang disyariatkan Allah kepada

KISI KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

BAB I PENDAHULUAN. sekali. Selain membawa kemudahan dan kenyamanan hidup umat manusia.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH/SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (SMA/MA/SMK/MAK)

USULAN RENCANA KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RKPS)

Sambutan Presiden RI pada Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Jakarta, 30 Juni 2011 Kamis, 30 Juni 2011

BAB I PENDAHULUAN. SWT dengan di beri banyak kelebihan dibandingkan makhluk lainnya, di

KISI KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TAHUN PELAJARAN 2016 / 2017

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

MENGENAL ISLAM. Disampaikan pada perkuliahan PENDIDIKAN AGAMA ISLAM kelas PKK H. U. ADIL, SS., SHI., MH. Modul ke: Fakultas ILMU KOMPUTER

TALIM MADANI #12 IMAN KEPADA ALLAH (PERBEDAAN MALAIKAT DAN MANUSIA)

BAB I PENDAHULUAN. penghasilan sebanyak-banyaknya dengan melakukan usaha sekecil-kecilnya. Para

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNANETRA

TERMINOLOGIS KONSEP AGAMA SECARA ETIMOLOGIS DAN

MODUL 1 Ayat-ayat Al-Qur an tentang kompetisi dalam kebaikan

BAB I PENDAHULUAN. andil pada perubahan sistem dan tata nilai dalam masyarakat Islam.

BAB I PENDAHULUAN. sebuah masyarakat adalah aqidah, khususnya aqidah Islam. Maka tugas

ANTROPOLOGI ALKITAB (Pelajaran 12) By Dr. Erastus Sabdono. Pemulihan Gambar Diri (Bagian 4)

Soal Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila. 2) Bacalah dengan seksama setiap butir pertanyaan

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. Allah menciptakan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang memiliki

Sumber: Islam4Kids.com Berdasarkan Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir dan Tafsir Ibnu Katsir

BAB I PENDAHULUAN. bersifat fisik maupun rohani (Ahid, 2010: 99). Beberapa orang juga

Bab 2 Iman Kepada Kitab-kitab Allah

BAB IV ANALISIS APLIKASI KONESP EKSISTENSI PROFETIK KUNTOWIJOYO. Dunia yang senantiasa berkembang, berkonsekuensi pada perubahan realitas,

Mendidik Anak Menuju Surga. Ust. H. Ahmad Yani, Lc. MA. Tugas Mendidik Generasi Unggulan

Sumber: Islam4Kids.com Berdasarkan Kisah Para Nabi oleh Ibnu Katsir dan Tafsir Ibnu Katsir. Disebarluaskan melalui:

AKHLAK PRIBADI ISLAMI

DESKRIPSI LEARNING OUTCOME MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PROGRAM MATA KULIAH DASAR UMUM ( MKDU ) INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

Hakikat Hidup Sukses: Tafsir QS. Ali Imran 185

PEDOMAN HIDUP ISLAMI (PHI) WARGA MUHAMMADIYAH. Drs. H. Gunarto Muchsin

Kedudukan Tauhid Dalam Kehidupan Seorang Muslim

BAB I PENDAHULUAN. macam suku, ras, agama, dan budaya. Keberagaman tersebut tersebar hampir

MAKALAH MANUSIA DAN KEMATIAN. (Ilmu Budaya Dasar)

BAB I PENDAHULUAN. Nabi Muhammad SAW, sangat memiliki kedudukan yang tinggi. kepada umat manusia sejagad, bahkan bagi seisi alam semesta.

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMALB TUNADAKSA

TUGAS MATA KULIAH AL QUR AN AL-QURAN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP. Dosen pengampu : Masyhudi Riaman, S.Pd. Disusun Oleh : Sahri Ramadani

BAB I PENDAHULUAN. Persoalan budaya dan karakter bangsa merupakan isu yang mengemuka di

BAB I PENDAHULUAN. sekaligus Rasul terakhir yaitu Muhammad Saw. dengan perantaraan malaikat Jibril,

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

Alhamdulillah.. Segala puji hanya milik Allah Azza Wa Jalla, Dzat yang menciptakan seluruh alam semesta, yang telah memberi sebaik-baik pemberian.

Sambutan Presiden RI pada Peringatan Nuzulul Quran 1430 H, Senin, 07 September 2009

Orasi Muslimah TEGAKKAN AL ISLAM DALAM DAULAH KHILAFAH ISLAMIYYAH. Nunuy Nurjanah, UPI

BAB I PENDAHULUAN. mata pelajaran menjadi kecakapan hidup yang diperlukan seseorang,

PENDIDIKAN PANCASILA. Pancasila Sebagai Ideologi Negara. Modul ke: 05Fakultas EKONOMI. Program Studi Manajemen S1

YODI PERMANA PENGAMALAN PANCASILA PENDIDIKAN PANCASILA JURUSAN SISTEM INFORMASI

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Pendidikan anak usia dini merupakan penjabaran dari sebuah pendidikan

Dari Sini Kita Memulai

BAB I PENDAHULUAN. 2014), hlm Imam Musbikin, Mutiara Al-Qur an, (Yogyakarta: Jaya Star Nine,

09EKBIS KOMPETENSI PENDIDIKAN DALAM ISLAM. UNIVERSITAS MERCU BUANA BEKASI Sholahudin Malik, S.Ag, M.Si. MATA KULIAH AGAMA ISLAM. Modul ke: Fakultas

A. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SDLB AUTIS

MATERI 6 BENTUK DAN FUNGSI LEMBAGA SOSIAL

BAB V PENUTUP. memadukan antara aql dan naql, namun pada dasarnya pemikiran. Muhammad Abduh lebih cenderung kepada aql daripada naql.

MAKALAH AGAMA DAN ETIKA ISLAM IPTEKS DALAM PANDANGAN ISLAM

RAMADAN Oleh Nurcholish Madjid

BUTIR BUTIR PANCASILA YANG TERBARU BESERTA CONTOH PENGAMALAN

BAB I PENDAHULUAN. sampai pada periode modern, mengalami pasang surut antara kemajuan

31. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMP/MTs

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan

Bartima Oktavia Bahar Nim: E

Sucikan Diri Benahi Hati

BAB I PENDAHULUAN. Muhammad yang tertulis di dalam mushaf-mushaf, yang diriwayatkan. dengan jalan mutawātir, dan yang membacanya dipandang beribadah.

DRAF KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KISI-KISI SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan ahkirat. manusia dengan berbagai dimensi kemanusiaannya, potensinya, dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Indonesia merupakan bangsa yang majemuk, yang terdiri dari

Apakah pancasila sebagai pembangunan sudah diterapkan di Indonesia atau belum?

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. karakter di Sekolah Dasar Negeri 2 Botumoputi Kecamatan Tibawa Kabupaten

Berkenalan dengan Kitab Wahyu DR Wenas Kalangit

Transkripsi:

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Allah SWT menciptalan manusia dengan kemampuan yang luar biasa, manusia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi karena manusia dianugrahi akal. Akal menjadikan manusia mampu berpikir dan menciptakan berbagai teknologi mutakhir yang dapat membantu keberlangsungan hidup didunia. Kemampuan membuat benda benda buatan manusia itulah yang disebut dengan kebudayaan, kebudayaan manusia ini begitu pesat sebagai akibat dari adanya berbagai penemuan ilmu dan teknologi. Perkembangan teknologi ini juga memunculkan kebudayan modern yang selalu berpikir secara teoritis dan realitis. Kebudayaan modern dengan berbagai teknologi juga menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, rusaknya ozon, munculnya berbagai penyakit dan pemanasan global. Allah menciptakan bumi dan isinya untuk dijaga dan dirawat, sebagai khalifah dibumi, kita lupa bahwa perkembangan teknologi akan memberikan dampak yang buruk bagi lingkungan. Pengubahan pola pikir serta keimanan yang kuat akan menciptakan teknologi baru yang ramah lingkungan. Dampak lainnya dari kebudayaan modern yaitu pola pikir kita terhadap keyakinan rohani yang kita anut. Dimana agama sebagai pedoman hidup manusia masih mampu mengikuti jaman modern yang sedang kita alami didunia ini. Dan bagaimana agama mampu memberikan keimanan dan ketaqwaan diera modern. Kebudayaan modern juga menimbulkan berbagai masalah sosial baru seperti banyaknya kekerasan, kejahatan dan kezaliman dan kemaksiatan.

B. Rumusan Masalah 1. Mengapa munculnya kebudayaan modern menjadikan permasalahan baru dibidang ekonomi,dibidang moral dan keilmuan? 2. Bagaimana Al-qur an tetap menjadi pedoman hidup manusia meskipun berada di era modern? 3. Bagaimana peran iman dan taqwa dalam menjawab problem dan tantangan kehidupan modern? C. Tujuan 1. Menganalisa kebudayaan modern dan permasalahannya 2. Mengetahui implementasi iman dan taqwa dikehidupan modern.

BAB II ISI A. Problem, tantangan dan resiko kehidupan modern Allah menempatkan posisi manusia lebih tinggi dibandingakan makhluk lainnya karena manusia dapat mengenal nama nama ( Qs. Al- Baqarah: 31). Sekarang ini manusia tidak hanya mengenal nama nama benda namun dapat menciptakan dan mengembangkan nama nama baru pada benda benda yang diciptakannya. Kemampuan menciptakan benda benda itulah yang disebut dengan kebudayaan. Perkembangan kebudayaan ini begitu pesat sebagai akibat dari adanya berbagai penemuan ilmu dan teknologi. Namun, sayangnya era yang dikenal sebagai jaman modern ini telah memunculkan banyak persoalan yang harus segera diselesaikan. Perkembangan teknologi menimbulkan berbagai permasalahan seperti pencemaran lingkungan, tusaknya habitat hewan maupun tumbuhan, munculnya beragam penyakit, hingga belum lagi pada tingkatan yang makro seperti lapisan ozon dan pemanasan global. Permasalahan sosial lainnya seperti dibidang ekonomi, moral dan bidang keilmuan. 1. Bidang Ekonomi Problem kapatalisme meterialisme telah melahirkan manusia yang konsumtif materialistik dan eksploitatif. Manusia memandang dirinya hanya sebagai homo economicus, yaitu makhluk yang memenuhi kebutuhan hidupnya, melupakan dirinya sebagai ekonomi kapitalis bahwa berkorban sekecil kecilnya dengan mendatangkan hasil yang sebesar besarnya telah pula menghasilkan manusia yang egois dan serakah. 2. Bidang moral

Faham liberalisme dalam bentuk kebebasan bereskpresi, melalui teknologi informasi telah diekspose besar besaran dengan berbagai media elektroniknya, telah banyak menabrak batas batas yang sudah digariskan oleh norma agama maupun norma ketimuran. Sekuralisme juga menjadi persoalan dan tantangan bagi agama. Urusan dunia dipisahkan dari agama. Kondisi ini menghasilkan split personality, seseorang bisa berkepibadian ganda, pada saat yang sama ia bisa menjadi seorang koruptor misalnya, meskipun ia juga dikenal sebagai seseorang yang rajin beribadah. 3. Bidang keilmuan Corak pemikiran yang berkembang pada jaman modern adalah positivisme yaitu faham dibidang keilmuan yang menggunakan tolok ukur kebenaran yang rasional, empiris, eksperimental dan terukur. Ukuran ukuran ini tidak seluruhnya dapat digunakan untuk menguji kebenaran agama. Seringkali kita harus neberima kebenaran dengan keimanan karena rasio manusia tidak mampu memahami secara utuh kebenaran itu. Dalam dunia ilmu, kebenaran selalu mengalami proses falsifikasi artinya setiap saat kebenaran yang sudah diterima dapat gugur dengan adanya penemuan baru yang lebih akurat. Karena perbedaan netodologiss dalam memahami kebenaran diantara keduanya, maka di jaman modern ini banyak ilmuwan yang meninggalkan agama. Persoalan lain terkait dengan bidang keilmuan adalah bagaimana hubungan antara agama danilmu. Ian Barbour (2000) memetakan hubungan keduanya menjadi empat yaitu konflik, independen, dialog dan integrasi. 1. Konflik Agama dan ilmu pada posisi yang bertentangan. abad pertengahan memberikan gambaran tentang hal ini, yaitu penemuan ilmiah bertentangan dengan pendapat gereja pada saat itu, sehingga seseorang harus memilih untuk menjadi seseorang yang beriman dengan menolak kebenaran ilmiah.

2. Independen Agama dan ilmu adalah dua domain yang dapat hidup bersama sepanjang mempertahankan jarak aman satu sama lain. dinyatakan bahwa ilmu dan agama mempunyai bahasa sendiri karena melayani fungsi yang berbeda dalam kehidupan manusia. Ilmu menelusuri cara kerja benda benda dan berurusan dengan fakta objektif, sedang agama berurusan dengan nilai dan makna tertinggi 3. Dialog Membandingkan metode kedua bidang ini yang dapat menunjukan kemiripan dan perbedaan. Dialog dapat terjadi ketika ilmu menyentuh persoalan di luar wilayahnya sendiri. 4. Integrasi Dalam natural teologi telah dikenal tradisi panjang seputar bukti ilmiah keberadaan tuhan. Belakangan ini para astronom beragumen bahwa tetapan fisika di alam semesta ini tampak dirancang sedemikian cermat. Ini semua berarti bahwa meskipun teori evolusi (paling saat ini) dalam pendekakatan keilmuan adalah yang paling memadai untuk menjawab persoalan misteri kehidupan makhluk hidup. evolusi adalah cara Tuhan mencipta, suatu pandangan yang berbeda dari pengikut paham evolusionis yang beranggapan bahwa alam terjadi secara natural dan evolutif tanpa ada peran tuhan didalamnya. Dalam pemikiran keilmuan islam dikenal istilah ayat qauliyah/qur aniyah dan ayat kauniyah. 1. Ayat qauliyah Didasarkan pada wahyu Allah dalam kitab suci, pengkajian ayat ini akan berkembang menjadi ilmu agama 2. Ayat qauniyah Ayat Allah yang digelar di alam semesta ini, ayat yang masih tersembunyi yang bisa diungkap hanya apabila manusia mau meneliti dan mengkaji

Islam diturunkan ke muka bumi adalah sebagai hudan li alnaas yang artinya sebagai petunjuk bagi umat manusia. Petunjuk ini hanya akan sebagai petunjuk apabila tidak dikaji dan diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Petunjuk kehidupan tentunya adalah Al-Qur an mengandung nilai-nilai yang dapat dijabarkan dalam setiap bidang kehidupan. Kesempurnaan dalam islam sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Maidah ayat 3 : pada hari ini telah aku sempurnakan (islam) sebagai agama kalian, tidak dapat diartikan bahwa Al-Qur an sudah berhenti karena kesempurnaannya tetapi harus dipahami bahwa dari kesempurnaan Al-Qur an ini seluruh persoalan kehidupan dapat dicari rujukannya dengan selalu menggali makna dan nilainilai yang ada di dalamnya secara terus menerus. B. Peran Iman dan Taqwa dalam menghadapi problem dan tantangan kehidupan modern Iman dan Taqwa adalah bekal yang paling berharga dalam hidup ini. Iman adalah keyakinan kita akan adanya Allah, malaikat, rasul, kitab suci, hari akhir, dan takdir. Adapun taqwa dari segi akar katanya adalah wa-qa-ya yaitu takut, menjaga diri, memelihara, tanggung jawab, dan memenuhi kewajiban. Taqwa menurut QS. AL-Hujurat: 49 ayat 13 manusia paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Iman dan taqwa bukanlah sesuatu yang statis tetapi dinamis. Iman dan taqwa menjadi dasar sekaligus menjadi inspirasi bagi kemajuan. Umat islam tidak cukup mempercayai keberadaan dan kekuasaan Allah saja, tetapi harus melanjutkan nya dengan amal saleh yaitu amal kebaikan yang akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk makhluk hidup. Keimanan dan ketaqwaan mengandung implikasi pada empat dimensi hubungan, yaitu hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan orang lain, hubungan manusia dengan alam semesta. 1. Hubungan manusia dengan Allah

Allah memberikan kedudukan yang terhormat di alam semesta ini, yaitu sebagai khalifah nya, khalifah tidak diartikan sebagai penguasa tetapi diartikan sebagai pemimpin. Ciri-ciri pemimpin adalah mengatur dan melindungi apa yang dipimpin, serta harus mempertanggung jawabkan kepemimpinannya kepada Allah. Implikasi hubungan baik antara manusia dan Allah adalah: 1. Sikap optimis bahwa apa yang dilakukan didunia tidaklah sia-sia 2. Sikap pasrah dan ketenangan jiwa ketika menghadapi cobaan hidup 3. Memiliki control diri 2. Hubungan manusia dengan diri sendiri Manusia adalah makhluk multidimensional, artinya manusia mempunyai dimensi yang sangat banyak, diantaranya susunan kodrat yaitu jiwa dan raga, sifat kodrat yaitu individu dan sosial, kedudukan kodrat yaitu mandiri atau bebas dan makhluk Tuhan. Islam mengajarkan harmoni untuk semua unsur tersebut. Manusia harus mengembangkan potensi jiwa meliputi kemampuan cipta, rasa, karsa, dan iman namun tidak boleh mengesampingkan kesehatan dan kekuatan tubuh. Manusia tidak boleh hanya memikirkan individu namun harus mementingkan kepedulian sosial, manusia tetap mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan kebebasan namun tetap dalam batasan-batasan dna koridor serta hukum dan aturan yang telah ditentukan Allah SWT. 3. Hubungan manusia dengan manusia yang lain Dalam islam dikenal dengan istilah Habluminallah (hubungan baik dengan Allah) dan Habluminannas (hubungan baik dengan sesame manusia). Dalam konsep Habluminannas dikenal dengan konsep ukhuwah yang meliputi ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniah. Uskhuwah islamiyah yaitu hubungan persaudaraan antara sesama umat islam tanpa memandang aliran dan organisasi yang berbeda-beda dengan memakai landasan fastabiqul khairat (berlombalomba dalam kebaikan). Ukhuwah wathoniyah yaitu persaudaraan

antara Negara atau masyarakat yaitu dengan cara saling tolong menolong tanpa melanggar aturan dan hukum Allah. Ukhuwah insaniyah yaitu persaudaraan antara umat manusia dengan manusia lainnya sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad tanpa merendahkan antara manusia namun saling menghormati tanpa memandang kekayaan, kepangkatan, dan bahkan agama. 4. Hubungan manusia dengan alam semesta Sebagai makhluk yang paling mulia harusnya manusia dapat menjaga hubungan dirinya dengan alam semesta. Dalam hal ini, peran iman dan taqwa merupakan nilai yang melandasi, mewarnai dan menjadi spirit bagi seluruh umat manusia.

MAKALAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM IMPLEMENTASI IMAN DAN TAQWA DALAM KEHIDUPAN MODERN Disusun Oleh : 1. Vionna Justicia O (12/328023/SV/000199) 2. Mahadhir Harahap (12/328041/SV/000217) 3. Atika Dwi Pangestika (12/328090/SV/00266) 4. Denty Cerity (12/328091/SV/00267) PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI SEKOLAH VOKASI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2014

BAB III KESIMPULAN 1. Dengan adanya kebudayan modern yang terjadi akan mengakibatkan kerusakan alam serta pola pikir manusia itu sendiri. Namun bila dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan maka modernisasi tidak akan berpengaruh buruk dikehidupan manusia. 2. Implementasi iman dan taqwa dalam kehidupan manusia modern yakni dengan tetap menjaga lingkungan dan ciptaannya (hewan, tumbuhan, dll) kemudian menghindari sifat konsumtif yang mengakibatkan pemborosan padahal sifat tersebut merupakan salah satu sifat yang tidak disukai Allah. Sifat boros juga akan menimbulkan kerusakan moral apabila manusia tersebut sudah berani melakukan tindakan seperti korupsi atau mengambil hak orang.