IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV. KONDISI UMUM WILAYAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. memiliki aksesibilitas yang baik sehingga mudah dijangkau dan terhubung dengan

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan. Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 105.

V GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Banjararum terletak sekitar 26 km dari Puasat Pemerintahan Kabupaten Kulon

BAB IV GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Letak Geografis dan Topografi Daerah Penelitian

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK RESPONDEN. wilayah kilometerpersegi. Wilayah ini berbatasan langsung dengan

KONDISI UMUM WILAYAH STUDI

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Desa Purwasari terletak di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Fisiografi

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. terletak di bagian selatan Pulau Jawa. Ibu kota Provinsi Daerah Istimewa

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Selatan

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Tanggamus merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Lampung yang

LOKASI PENELITIAN. Desa Negera Ratu dan Negeri Ratu merupakan salah dua Desa yang berada

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. terkecil lingkup Balai Besar TNBBS berbatasan dengan:

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. sekitar 4 Km dari Kabupaten Gunungkidul dan berjarak 43 km, dari ibu kota

BAB I PENDAHULUAN. sektor pertanian merupakan sektor yang mendasari kehidupan setiap

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten yang terdapat di Provinsi

V. GAMBARAN UMUM KECAMATAN TOSARI

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN Kondisi Geografis Daerah Penelitian. Kecamatan Rumbai merupakan salah satu Kecamatan di ibukota

KEADAAN UMUM WILAYAH. Projotamansari singkatan dari Produktif-profesional, ijo royo royo, tertib, aman,

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Lokasi Geografis

BAB V KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kecamatan Pugung memiliki luas wilayah ,56 Ha yang terdiri dari

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Posisi wilayah Kota Metro berada di tengah Provinsi Lampung, secara

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. alamiah yang membatasi dan batas administratif yang mencakup daerah tersebut

GAMBARAN UMUM WILAYAH. tenggara dari pusat pemerintahan kabupaten. Kecamatan Berbah berjarak 22 km

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II KONDISI WILAYAH DESA SEMPOR. membuat sungai dari sebelah barat (Sungai Sampan), sedang yang muda

I. KARAKTERISTIK WILAYAH

KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN. Berdasarkan data monografi Desa Sukorejo (2013) menunjukkan keadaan

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. A. Kondisi Geografis. dusun dan terletak di bagian selatan Gunungkidul berbatasan langsung dengan

Katalog BPS :

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-undang

BAB III DESKRIPSI WILAYAH DAERAH PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN. a) Kondisi Grafis Kota Bandar Lampung

GEOGRAFI DAN IKLIM Curah hujan yang cukup, potensial untuk pertanian

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH. 1. Kondisi Geografis dan Batas-Batas Administrasi

BAB III MONOGRAFI KECAMATAN BUNGUS TELUK KABUNG KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

KARAKTERISTIK WILAYAH STUDI. Kecamatan Bantul berada di Ibukota Kabupaten Bantul. Kecamatan Bantul

STATISTIK DAERAH KECAMATAN LOBALAIN 2016

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu dari lima daerah otonom di

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. A. Gambaran Umum Wilayah Penelitian Kabupaten Lampung Selatan

IV. KEADAAN UMUM KABUPATEN SLEMAN. Berdasarkan kondisi geografisnya wilayah Kabupaten Sleman terbentang

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kecamatan Sragi merupakan salah satu kecamatan dari 17 Kecamatan yang

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

BAB IV GAMBARAN UMUM

Bab 3. Deskripsi Daerah Penelitian

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM WILAYAH DAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DAERAH PENELITIAN

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

STATISTIK DAERAH KECAMATAN PEGANDON 2016

V. GAMBARAN UMUM WILAYAH

V. GAMBARAN UMUM PENELITIAN. Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Kersana mempunyai 13

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Secara geografis, Kabupaten OKU Selatan terletak antara sampai

KARAKTERISTIK WILAYAH. A. Kecamatan Kretek

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Administrasi

STATISTIK DAERAH KECAMATAN BONDOWOSO 2015

3. KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN. Letak Geografis

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Tanggamus terbentuk atas dasar Undang-undang Nomor 2 tertanggal 3


BAB III TINJAUAN WILAYAH KABUPATEN SLEMAN


V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Desa Naga Beralih adalah salah satu Desa yang ada di Kecamatan Kampar Utara.

IV. KONDISI UMUM PROVINSI RIAU

KEADAAN UMUM LOKASI. Tabel 7. Banyaknya Desa/Kelurahan, RW, RT, dan KK di Kabupaten Jepara Tahun Desa/ Kelurahan

BAB IV KONDISI UMUM 4.1 Letak dan Luas IUPHHK-HA CV. Pangkar Begili 4.2 Tanah dan Geologi

IV. GAMBARAN LOKASI PENELITIAN. A. Keadaan Umum Kabupaten Lampung Tengah BT dan LS, dan memiliki areal daratan seluas

KEADAAN UMUM WILAYAH. ke selatan dengan batas paling utara adalah Gunung Merapi.

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Pulau Jawa, dan sebaliknya. Provinsi Lampung memiliki 12 kabupaten dan 2

Statistik Daerah Kabupaten Bintan

V. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

BAB II KONDISI DESA BELIK KECAMATAN BELIK KABUPATEN PEMALANG. melakukan berbagai bidang termasuk bidang sosial.

KEADAAN UMUM KABUPATEN SINTANG

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kecamatan Godean merupakan salah satu dari

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kabupaten Pesawaran dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI TUKAR PETANI SEBAGAI INDIKATOR KESEJAHTERAAN PETANI PADI DI KABUPATEN SRAGEN

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Pringsewu, secara geografis Kabupaten

KONDISI UMUM LOKASI PENELITIAN

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Propinsi Lampung merupakan salah satu propinsi yang terdapat di Pulau

IV. KEADAAN UMUM DAERAH PENELITIAN. DIY. Secara geografis, Kabupaten Bantul terletak antara 07 44' 04" ' 27"

V. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN. Kota Kendari dengan Ibukotanya Kendari yang sekaligus Ibukota Propinsi

SAMBUTAN. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang senantiasa melimpahkan rahmat dan ridho-nya kepada kita sekalian.

PRODUKSI PADI DAN PALAWIJA (ANGKA RAMALAN II TAHUN 2015)

IV. GAMBARAN UMUM DAERAH PENELITIAN dengan pusat pemerintahan di Gedong Tataan. Berdasarkan

BAB II GAMBARAN UMUM. Ibukotanya adalah Demak. Tanggal 28 Maret 1503 ditetapkan sebagai hari jadi

PRODUKSI PADI DAN PALAWIJA PROVINSI ACEH (ANGKA SEMENTARA TAHUN 2015)

Transkripsi:

IV. KEADAAN UMUM WILAYAH PENELITIAN A. Keadaan Wilayah Kecamatan Sayegan 1. Letak Geografis dan Topografi Seyegan adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.Kecamatan Seyegan berada di sebelah Barat Daya dari Ibukota Kabupaten Sleman. Jarak Ibukota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan Kabupaten Sleman sekitar 9 Km. Secara geografis, Kecamatan Seyegan berbatasan dengan Kecamatan Tempel dan Kecamatan Sleman di bagian utara, Kecamatan Minggir di bagian barat, Kecamatan Godean di bagian selatan, dan di bagian Timur berbatasan dengan Kecamatan Mlati. Tabel 1. Luas dan Ketinggian Wilayah Kecamatan Seyegan Menurut Desa,2015 No Desa Luas Wilayah (km2) Ketinggian (mdpl) 1 Margoluwih 5,00 137 2 Margodadi 6,11 148 3 Margomulyo 5,19 167 4 Margoagung 5,18 177 5 Margokaton 5,15 159 Kecamatan 26,12 165 Lokasi Ibukota Kecamatan Seyegan be rada di 7.72119 LS dan 110.30841 BT. Kecamatan Seyegan mempunyai luas wilayah sebesar 26,12 km 2. Kantor 32

33 Kecamatan Seyegan terletak di Terwilen, Margodadi, Seyegan, Sleman. Kecamatan Seyegan berada di dataran rendah, yaitu antara 137 mdpl sampai dengan 177 mdpl, sementara ibukota kecamatan Seyegan berada pada ketinggian 165 mdpl. Bentangan wilayah di Kecamatan Seyegan berupa tanah yang datar dan berombak serta sedikit yang berbukit. 2. Iklim Musim hujan hanya dikenal di wilayah dengan iklim tropis. Di daerah tropis musim hujan bergantian dengan musim kemarau dan sangat dipengaruhi oleh Pergerakan semu matahari tahunan. Pergerakan matahari mengubah peta suhu udara dan Permukaan tanah dan samudera. Pada gilirannya Perbedaan suhu akan mengubah konsentrasi uap air di udara. Secara teknis meteorologi, musim hujan dianggap terjadi apabila curah hujan dalam tiga puluh harian (dasarian) berturut-turut telah melebihi 100 mm Per meter Persegi Per 10 harian dan berlanjut terus. Apabila hal ini belum terpenuhi namun curah hujan telah tinggi kondisinya dianggap sebagai Peralihan musim (pancaroba).

34 Tabel 2. Data Rata-Rata Curah Hujan Kecamatan Seyegan Bulan Jumlah Hari Hujan Rata-rata Curah Hujan (mm) Januari 20 64 Februari 18 81 Maret 24 62 April 23 47 Mei 8 26 Juni 0 38 Juli 0 0 Agustus 0 0 September 0 0 Oktober 0 0 November 15 32 Desember 22 65 Jumlah 130 415 Sepanjang tahun 2015, wilayah kecamatan Seyegan mengalami 7 bulan masa hujan, yaitu pada bulan Januari, Februari, Maret, April, Mei, November dan Desember. Rata-rata curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember (65 mm) dan terendah pada bulan Mei (26 mm). Pada musin hujan, jumlah hari hujan dengan tertinggi terjadi pada bulan Maret sebanyak 24 hari dan hari paling sedikit pada bulan Mei sebanyak 8 hari. 3. Keadaan Lahan Dari luas lahan keseluruhan di Kecamatan Seyegan, sebagian besar wilayah dimanfaatkan sebagai sawah dan pekarangan. Tanah sawah disunakan petani sebagai sumber matapencaharian dalam menjalankan usahatani. Perincian penggunaan lahan di Kecamatan Seyegan dapat dilihat pada tabel 11.

35 Tabel 3. Penggunaan Lahan Kecamatan Seyegan Desa Tanah Sawah Bangunan Pekarangan Tanah Kering Lainnya Jumlah 1. Margoluwih 299,23 151,30 3,64 45,83 500 2. Margodadi 330,94 175,32 39,46 65,28 611 3. Margomulyo 259,23 227,96 0,91 30,89 518,99 4. Margoagung 279,81 194,80 2,41 40,98 518 5. Margokaton 319,43 143,47 0,00 52,10 515 Kecamatan 1 488,64 892,85 46,42 235,08 2 662,99 Berdasarkan tabel 11 terlihat bahwa dikecamatan seyegan penggunaan lahan terbesar digunakan sebagai lahan pertanian yaitu sebesar 1448,64 atau setara dengan 54,40% dari total lahan di kecamatan seyegan. Sebesar 33,52% untuk bangunan pekarangan, 1,75% untuk tanah kering dan 8.85% untuk lain-lain. 4. Kependudukan Perkembangan jumlah penduduk Kecamatan Seyegan pada tahun 1990-2000 menunjukkan trend peningkatan. Dalam kurun waktu tersebut jumlah penduduk Kecamatan Seyegan tumbuh sekitar 0,51 Persen Per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi di desa Margoluwih dan Margomulyo, masing- masing sebesar 0,75 Persen. Sepuluh tahun berikutnya (2000-2010), Perkembangan penduduk Kecamatan Seyegan masih menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dengan tingkat Pertumbuhan Per tahun sebesar 1,40 Persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi di desa Margoluwih dan Margomulyo masing- masing sebesar 1,60 Persen.

36 a. Data kependudukan berdasarkan Jenis Kelamin Jenis kelamin digunakan untuk mengetahui berapa besarnya penduduk pria dan wanita yang ada di Kecamatan Seyegan. Perincian jumlah penduduk menurut jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 12. Tabel 4. Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin Desa Penduduk /Kelurahan L P L+P Margoluwih 5.194 5.245 10.439 Margodadi 4.600 4.686 9.286 Margokaton 3.930 3.964 7.894 Margomulyo 6.350 6.345 12.695 Margoagung 5.269 5.248 10.517 Jumlah 25.343 25.488 50.831 % 49.9 50.1 100 Jumlah penduduk Kecamatan Seyegan tahun 2016 berdasarkan data yang tercatat di masing-masing desa adalah sebesar 50.831 jiwa. Jumlah penduduk terbanyak adalah di Desa Margomulyo yaitu sebanyak 12.695 (6.345 perempuan, 6.350laki-laki). Desa Margokaton memiliki jumlah penduduk terkecil diantara desa-desa di Kecamatan Seyegan yaitu sebesar 7.894 jiwa (3.964perempuan, 3.930laki-laki). Berdasarkan jenis kelamin jumlah penduduk Perempuan di Kecamatan Seyegan lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk laki-laki yaitu 25.488 Perempuan atau sebesar 50,1%, 25.343 laki-laki atau sebesar 49,9%.

37 b. Data Kependudukan berdasarkan Desa Jumlah penduduk berdasarkan desa digunakan untuk melihat distribusi penduduk di Kecamatan Seyegan berdasarkan pembagian wilayah desa. Kecamatan Seyegan terbagi menjadi 5 desa. Jumlah penduduk berdasarkan agama di Kecamatan Seyegan dapat dilihat pada tabel 13. Tabel 5. Jumlah Penduduk Menurut Pembagian Desa Desa Penduduk /Kelurahan Jumlah % Margoluwih 10.439 20.54 Margodadi 9.286 18.27 Margokaton 7.894 15.53 Margomulyo 12.695 24.97 Margoagung 10.517 20.69 Jumlah 50.831 100.00 Kepadatan penduduk di Kecamatan Seyegan adalah sebesar 1.946 yang berarti bahwa setiap 1 km luasan wilayah dihuni oleh 1.946 penduduk. Berdasarkan kepadatan penduduk, desa dengan penduduk terpadat adalah desa Margomulyo yaitu sebe- sar 2.516 orang/km2 atau sebesar 24.97%. Desa dengan kepadatan penduduk terkecil di Kecamatan Seyegan adalah Desa Margodadi yaitu sebe- sar 1.507 orang/km2 atau sebesar 18.27%. c. Data kependudukan berdasarkan Agama Jumlah penduduk berdasarkan agama digunakan untuk melihat distribusi penduduk di Kecamatan Seyegan berdasarkan agama yang dianutnya. Agama di Kecamatan Seyegan terbilang cukup beragam meskipun perbandingan jumlah

38 penganutnya cukup jauh antara agama satu dengan yang lainnya. Jumlah penduduk berdasarkan agama di Kecamatan Seyegan dapat dilihat pada tabel 14. Tabel 6. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Desa /Kelurahan Islam Kristen Katholik Hindu Budha Konghu cu Total Margoluwih 10.082 169 186 2 0 0 10.439 Margodadi 8.836 70 305 67 8 0 9.286 Margokaton 7.528 33 332 0 0 1 7.894 Margomulyo 12.436 36 218 4 1 0 12.695 Margoagung 10.253 39 192 17 3 13 10.517 Jumlah 49.135 347 1.233 90 12 14 50.831 % 97 0,68 2 0,17 0,023 0,027 100 Distribusi penduduk Kecamatan Seyegan berdasarkan agama yang dianut menunjukkan bahwa pada tahun 2016 mayoritas penduduk memeluk agama Islam, yaitu sebanyak 49.135 orang atau 97 Persen dari total penduduk. Jumlah pemeluk agama Kristen sebanyak 347 orang atau 0,68 Persen, pemeluk agama Katolik sebanyak 1.233 orang atau 2 Persen, pemeluk agama Hindu sebanyak 90 orang atau 0,17 Persen dan pemeluk agama Konghucu 14 orang atau 0.027 persen dari jumlah penduduk Kecamatan Seyegan. d. Data Kependudukan berdasarkan kelompok Usia Secara ekonomis usia dapat menunjukan produktifitas dari seseorang. Pengelompokan usia secaara ekonomis dapat dibagi menjadi beberapa golongan yaitu usia belum produktif yaitu 0-14 tahun, usia produktif 15-55 tahun dan usia non

39 produktif >56 tahun. Perincian jumlah penduduk menurut usia di Kecamatan Seyegan dapat dilihat pada tabel 15. Tabel 7. Jumlah Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia Usia SEYEGAN L P L + P 0-10 th 3938 3835 7773 11-20 th 3614 3611 7225 21-30 th 3250 3232 6482 31-40 th 4065 3882 7947 41-50 th 4017 3910 7927 51-60 th 2926 3129 6055 61-70 th 1832 1921 3753 > 70 th 1654 1850 3504 Jumlah 25296 25335 50.831 Dari tabel 15. dapat dilihat bahwa mayoritas penduduk di Kecamatan Seyegan masuk dalam kategori usia produkti yaitu lebih dari >50% dan sisanya merupan usia non Produktif. e. Data Kependudukan berdasarkan pendidikan Tingkat pendidikan dan pengetahuan di suatu wilayah akan dapat berpengaruh terhadap perilaku dan tindakan seseorang dalam mengambil suatu keputusan, termasuk keputusan yang berkaitan dengan usahatani. Pendidikan formal juga mempengaruhi pola pikir petani responden dalam menjalankan usaha taninya terutama yang berkaitan dengan keuntungan dan kerugian dan orientasi bisnis. Jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan di Kecamatan Seyegan dapat dilihat pada tabel 16.

40 Tabel 8. Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat Pendidikan Keterangan Jumlah % Tidak Sekolah 8.562 16.84 Belum Tamat SD/MI 5.970 11.74 Tamat SD/MI 8.889 17.49 SMP/MTs 7.263 14.29 SMA/SMK/MA 16.102 31.68 Diploma I/II 405 0.796 Akademi/Dplm III/S.Mud 1.076 2.12 Diploma IV/Strata I 2.402 4.73 Strata II 150.000 0.295 Strata III 12 0.023 Jumlah 50.831 100.00 Dari tabel 16. dapat dilihat bahwa mayoritas penduduk Kecamatan Seyegan berpendidikan Sekolah menengah atas yaitu sebesar 16.102 atau 31,68%. Kemudian berpendidikan sekolah dasar 8.889 atau 17,49%. Jumlah penduduk yang tidak sekolah di Kecamatan Seyegan ada 8.652 atau sebesar 16,84% dan pendidikan tertinggi strata III sebanyak 12 orang atau sebesar 0,023% dari total jumlah pnduduk Kecamatan Seyegan. f. Pertanian Kecamatan Seyegan adalah salah satu kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman yang dilewati oleh alur Selokan Mataram. Kecamatan Seyegan juga dialiri beberapa sungai yang cukup besar yaitu Sungai Konteng di Desa Margodadi dan Margomulyo, dan Sungai Krusuk di Desa Margoluwih. Hal ini berpengaruh pada sektor Pertanian.

41 Tabel 9. Produksi Padi Kecamatan Seyegan Luas (Ha) Desa rata-rata produksi (kw/ha) produksi (kw) tanam panen 1. Margoluwih 705 884 66 58 344 2. Margodadi 812 886 67,2 59 539,2 3. Margomulyo 508 528 65 34 320 4. Margoagung 548 568 66 37 488 5. Margokaton 792 880 67 58 960 Kecamatan 3 365 3 746 66,2 248 651,2 Hampir sepanjang tahun, di seluruh wilayah Kecamatan Seyegan dapat ditanami padi.produksi terbesar tanaman pangan di wilayah Kecama tan Seyegan adalah padi, dengan produksi mencapai 248 651,2 kw gabah kering giling di tahun 2016. Komoditas Pertanian lain adalah jagung, kacang tanah, ubi jalar, ubi kayu dan kedelai. g. Perikanan Selain pertanian, Kecamatan Seyegan juga merupakan penghasil perikanan yang cukup bersar di Kabupaten Sleman karena memang kondisi wilayahnya yang sangat mendukung untuk dilakukan usaha perikanan. Berikut ini tabel hasil perikanan di Kecamatan Seyegan.

42 Tabel 10. Jenis dan Hasil Perikanan Kecamatan Seyegan Desa Karpe Lele Nila Gurami Tawes Grasscarp Bawal lain 1. Margoluwih 550 90 890 230 461 92 278 1 351 8 356 155 584 180 2. Margodadi 108 287 160 000 159 454 1 430 8 586 221 133 120 3. Margomulyo 350 141 225 123 282 58 656 1 244 5 367 131 981 5 4. Margoagung 250 138 988 53 247 46 399 1 241 1 285 122 180 300 5. Margokaton 200 1 655 000 108 000 90 073 874 4 696 148 722 5 Kecamatan 1 840 2 134 390 674 990 446 860 6 140 28 290 779 600 610 Perikanan di Kecamatan Seyegan bisa disebut merupakan komoditas unggulan karena wilayah Kecamatan Seyegan mempunyai sumber daya air yang melimpah sehingga mendukung untuk diterapkannya perikanan. h. Sarana Perekonomian Upaya pembangunan daerah tidak terlepas dari pengembangan perekonomian di wilayah tersebut. Guna mendukung peningkatan perekonomian dibutuhkan sarana dan prasarana perekonomian yang memadai baik yang diusahakan pemerintah, swasta mauoun masyarakat setempat. Perekonomian di Kecamatan Seyegan juga didukung oleh adanya pasar umum dan lembaga keuangan Non Bank yang menyediakan dana kredit guna memenuhi kebutuhan modal bagi masyarakat dan petani pada khususnya. Tabel 11. Sarana Perekonomian Kecamatan Seyegan Desa Pasar Umum Pertokoan Lembaga Keuangan non Bank 1. Margoluwih 0 1 0 2. Margodadi 1 1 0 3. Margomulyo 0 2 4 4. Margoagung 1 1 0 5. Margokaton 0 1 1 Kecamatan 2 6 5

43 Tabel 19. dapat terilihat bahwa sarana perekonomian di Kecamatan Seyegan paling banyak adalah pertokoan dimana pertokoan tersebut bnyak menjual kebutuhan bahan pokok dan sarana produksi pertanian. Hal ini disebabkan karena memang mayoritas penduduk Kecamatan Seyegan adalah petani. Dimana petani dapat membeli kebutuhan pertanian dengan jarak yang tidak terlalu jauh sehingga tidak mengeluarkan biaya transportasi.