BAB II LANDASAN TEORI

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 1 PENGENALAN SISTEM PAKAR

Untung Subagyo, S.Kom

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SISTEM PAKAR. Entin Martiana Jurusan Teknik Informatika - PENS

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan komputer sekarang ini sangat pesat dan salah. satu pemanfaatan komputer adalah dalam bidang kecerdasan buatan.

SISTEM PAKAR. Entin Martiana, S.Kom, M.Kom

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sistem Pakar Dasar. Ari Fadli

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI. Landasan teori atau kajian pustaka yang digunakan dalam membangun

SISTEM PAKAR. Jurusan Teknik Informatika

Definisi Keuntungan dan kelemahan Konsep Dasar Bentuk dan Struktur Sistem Basis Pengetahuan Metode Inferensi Ciri-ciri Aplikasi dan Pengembangannya

MENGENAL SISTEM PAKAR

BAB 2 TINJAUAN TEORI. Artificial Intelligence. Jika diartikan Artificial memiliki makna buatan,

SISTEM PAKAR (SP) Saiful Rahman Yuniarto, S.Sos, M.AB

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN ANGGREK MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

BAB II LANDASAN TEORI

Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

BAB VI SISTEM PAKAR. Bahan Ajar Kecerdasan Buatan

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR 20 BAB III TEORI DASAR SISTEM PAKAR DAN SISTEM KONTROL BERBASIS SISTEM PAKAR

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JAGUNG BERBASIS WEB (STUDI KASUS : DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA KAB INHIL)

Gambar 3.1 Arsitektur Sistem Pakar (James Martin & Steve Osman, 1988, halaman 30)

BAB 2 LANDASAN TEORI

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN SEPEDA MOTOR NON MATIC

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH VIRUS INFLUENZA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR

Expert System. Siapakah pakar/ahli. Pakar VS Sistem Pakar. Definisi

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DALAM MEMBANGUN SUATU APLIKASI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB III ANALISA SISTEM

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR TROUBLESHOOTING PADA MESIN FOTOCOPY CANON MENGGUNAKAN FORWARD CHAINING

Pengantar Kecerdasan Buatan (AK045218) Sistem Pakar. Sistem Pakar 1/17

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

1. Pendahuluan. dengan reformasi adminstrasinya telah menyediakan layanan prima pada jam

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

APLIKASI WEB PADA SISTEM PAKAR FORWARD CHAININGUNTUK DETEKSI KERUSAKAN PC (PERSONAL COMPUTER)

Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Tanaman Padi

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA GEJALA DEMAM UTAMA PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

By: Sulindawaty, M.Kom

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KERUSAKAN TELEVISI BERWARNA

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining

(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan

2/22/2017 IDE DASAR PENGANTAR SISTEM PAKAR MODEL SISTEM PAKAR APLIKASI KECERDASAN BUATAN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

DIAGNOSA PENYAKIT MANUSIA YANG DIAKIBATKAN OLEH GIGITAN HEWAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

INTELEGENSI BUATAN. Sistem Pakar. M. Miftakul Amin, M. Eng. website :

BAB 2 LANDASAN TEORI

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Sistem Pakar Pertemuan 5. Diema Hernyka S, M.Kom

Aplikasi untuk Diagnosis Penyakit pada Anak dan Balita Menggunakan Faktor Kepastian

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit yang Disebabkan Nyamuk dengan Metode Forward Chainning

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. yaitu dengan suatu media konsultasi yang bersifat online. mengemukakan pesoalan-persoalan yang terjadi kemudian pakar akan

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS ATURAN UNTUK MENENTUKAN MATA KULIAH YANG AKAN DIAMBIL ULANG (REMEDIAL) DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Feresi Daeli ( )

BAB 2 LANDASAN TEORI. berkonsultasi dengan seorang pakar atau ahli. Seorang pakar adalah seseorang yang

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN CENGKEH BERBASIS WEBSITE

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

BAB I PENDAHULUAN. produksi secara keseluruhan sangat ditentukan oleh pemilihan jenis perlengkapan

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS KEJIWAAN MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS RUMAH SAKIT JIWA DAERAH PROVINSI SUMATERA UTARA)

BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang. Penyakit gigi pada manusia menduduki urutan pertama dari daftar 10

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT CABAI PAPRIKA BERBASIS ANDROID

Struktur Sistem Pakar

TAKARIR. : pelacakan yang dimulai dari tujuan, selanjutnya. dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk. kesimpulannya

SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK DIAGNOSA HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN MELON

Pendahuluan PENGERTIAN SISTEM PAKAR

HARYO WICAKSONO

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PAKAR PENDETEKSI PENYAKIT MATA BERBASIS ANDROID

PERANCANGA SISTEM PAKAR PENDETEKSI GANGGUAN KEHAMILAN ABSTRAK

BAB II LANDASAN TEORI

SISTEM PAKAR BERBASIS MOBILE UNTUK MENDETEKSI PENYAKIT PADA GINJAL

APLIKASI DIAGNOSA KERUSAKAN MESIN SEPEDA MOTOR BEBEK 4 TAK DENGAN METODE FORWARD CHAINING

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM. dan perancangan pembuatan Sistem Pakar Sistem Pakar Pengolahan Data Hadits

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR PENYAKIT LAMBUNG MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB 1 PENDAHULUAN. internet. Kemampuan komputer dalam mengolah angka menjadi sebuah data

SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU

SISTEM PAKAR MENGIDENTIFIKASI PENOLAKAN FILM RADIOLOGI MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

SISTEM PAKAR DAIGNOSA MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA DINI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB TUGAS AKHIR

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

SISTEM PAKAR DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE BASE MENGGUNAKAN PROBABILITAS BAYES DAN MESIN INFERENSI FORWARD CHAINING

BAB I PENDAHULUAN. ilmu Biologi adalah Fitopatologi, yaitu cabang ilmu pengetahuan yang

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT SAPI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Transkripsi:

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Sistem Pakar Sistem pakar adalah paket perangkat lunak pengambilan keputusan atau pemecahan masalah yang dapat mencapai tingkat performa yang setara atau bahkan lebih dengan pakar manusia di beberapa bidang khusus dan biasanya mempersempit area masalah (Turban, 2005 :31). Menurut Muhammad Arhami dalam bukunya yang berjudul Konsep Dasar Sistem Pakar, ada beberapa definisi sistem pakar, antara lain (Muhammad Arhami, 2005): 1. Sistem pakar adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligences (AI) yang membuat penggunaan secara knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar. 2. Suatu sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang menyamai (emulates) kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar. 3. Sistem pakar (expert system) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasehat dan sarana bantuan dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, prekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. 2.1.1 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar Menurut Muhammad Arhami (2005 : 9), secara garis besar banyak keuntungan yang didapatkan dengan adanya sistem pakar, antara lain : 1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat. 2. Meningkatkan output dan produktivitas. 3. Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar. 4. Meningkatkan penyelesaian masalah menerusi panduan pakar, penerangan, sistem pakar khas. 5. Meningkatkan realibilitas. 6. Memberikan respon (jawaban) yang cepat. 8

7. Merupakan panduan yang intelligence (cerdas). 8. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian. 9. Intelligence database (basis data cerdas), bahwa sistem pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas (Kerschberg:86, Schur:88). Selain kelebihan-kelebihan diatas, sistem pakar seperti hal lainnya, juga memiliki kelemahan, diantaranya adalah : 1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan dimana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah. Karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki pakar berbeda-beda. 2. Untuk membuat suatu sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaannya. 3. Boleh jadi sistem tak dapat membuat keputusan. 4. Sistem pakar tidaklah 100% menguntungkan, walawpun seorang tidak sempurna atau tidak terlalu benar. Oleh Karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. Kelemahan-kelemahan atau kekurangan dari sistem pakar tersebut bukanlah sama sekali tidak bisa diatasi, tetapi dengan terus melakukan perbaikan dan pengolahan berdasarkan pengalaman yang telah ada maka hal itu diyakini akan dapat diatasi, walawpun dalam waktu yang panjang dan terus menerus. 2.1.2 Konsep Umum Sistem Pakar Pengetahuan dari suatu sistem pakar mungkin dapat dipresentasikan dalam sejumlah cara. Salah satu metode yang paling umum untuk mempresentasikan pengetahuan adalah dalam bentuk tipe aturan (rule) IF THEN (jika maka). 9

Turban (1995) menyatakan bahwa konsep dari suatu sistem pakar mengandung beberapa unsur/elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Menurut Turban (1995), terdapat tiga orang yang terlibat dalam lingkungan sistem pakar, yaitu : 1. Pakar Pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan khusus yang orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Seorang pakar dengan sistem pakar mempunyai banyak perbedaan. Darkin (1994) mengemukakan perbandingan kemampuan atara seorang pakar dengan sebuah sistem pakar seperti pada table 2.1 berikut ini : Table 2.1 Perbandingan kemampuan seorang pakar dengan sistem pakar Factor Human Expert Expert System Time availability Hari kerja Setiap saat Geografis Local / tertentu Dimana saja Keamanan Tidak tergantikan Dapat diganti Perishable / dapat habis Ya Tidak Performasi Variable Konsisten Kecepatan Variable Konsisten Biaya Tinggi Terjangkau 2. Knowledge Engineer (Perekayasa Sistem) Knowledge Enginner adalah orang yang membantu pakar dalam menyusun area permasalahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang diajukan, mengambarkan analogi, mengajukan counte example dan menerangkan kesulitan kesulitan konseptual. 3. Pemakai Sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu pemakai bukan pakar, pembangun sistem pakar yang ingin meningkatkan dan menambah basis pengetahuan dan pakar. 10

2.1.3 Struktur Sistem Pakar Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultasi environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Komponen komponen sistem pakar dalam kedua bagian tersebut dapat dilihat dalam Gambar 2.1 berikut ini : Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar (Turban, 1995) Komponen komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti yang terdapat pada gambar 2.1, antara lain : 1. Antarmuka Pengguna (User Interface) User Interface merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan sistem pakar untuk berkomunikasi. Menurut McLeod (1995), pada bagian ini terjadi dialog antara program dan pemakai, yang memungkinkan sistem pakar menerima instruksi dan informasi (input) dari pemakai, juga memberikan informasi (output) kepada pemakai. 11

2. Basis Pengetahuan Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi dalam objek dalam area permasalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tentang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui. 3. Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition) Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program computer. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. 4. Mesin Inferensi Mesin Inferensi adalah program komputer yang memberikan metodologi untuk penalaran tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk memformulasikan kesimpulan (Turban, 1995). Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam sistem pakar berbasis aturan, yaitu pelacakan kebelakang (backward chaining) dan pelacakan ke depan (forward chaining). a. Pelacakan ke belakang adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan, selanjutnya dicari aturan yang memiliki tujuan tersebut untuk kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut sampai semua kemungkinan ditemukan. Gambar 2.2 Proses backward chaining 12

b. Pelacakan kedepan adalah pendekatan yang dimotori data (datadriven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN. Gambar 2.3 Proses forward chaining Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam penelusuran, yaitu Depth-first search, Breadth-first search dan Best-first search. a. Depth-first search, melakukan penelusuran kaidah secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan. Gambar 2.4 Diagram alir teknik penelusuran Depth First Search (Toto Haryanto, 1995) b. Breadth-first search, bergerak dari simpul akar, simpul yang ada pada setiap tingkat diuji sebelum pindah ke tingkat selanjutnya. 13

Gambar 2.5 Diagram alir teknik penelusuran breadth-first search (Toto Haryanto, 1995) c. Best-first search, bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya. 5. Workplace Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working memory). Workplace digunakan untuk merekam hasil-hasil dan kesimpulan yang dicapai. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu : a. Rencana : Bagaimana menghadapi masalah b. Agenda : Aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi c. Solusi : Calon aksi yang akan dibangkitkan 6. Perbaikan Pengetahuan Pakar memiliki kemampuan untuk menganalisa dan meningkatkan kinerjanya serta kemampuan untuk belajar dari kinerjanya. Kemampuan tersebut adalah penting dalam pembelajaran terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisis penyebab kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya. 14

2.1.4 5 Ciri-ciri Sistem Pakar Disebabkan oleh karakteristiknya dan sifatnya yang berdasarkan pada pengetahuan, maka umumnya sistem pakar memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Memiliki informasi yang handal, baik dalam menampilkan langkahlangkah maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses penyelesaian. 2. Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari bisnis pengetahuan. 3. Heuristik dalam penggunaan pengetahuan (yang sering kali tidak sempurna) untuk mendapatkan pengetahuannya. 4. Dapat digunakan dalam berbagai jenis gadget baik itu komputer maupun smartphone apabila basisnya website. 5. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi. 2.1.5 Kategori Masalah Sistem Pakar Sistem pakar saat ini telah dibuat untuk memecahkan berbagai macam permasalahan dalam berbagai bidang, seperti matematika, teknik, kedokteran, kimia, farmasi, sains computer, bisnis, hokum, pendidikan, sampai pertahanan. Secara umum ada beberapa area permasalahan sistem pakar, yaitu : 1. Interpretasi, yaitu pengambilan keputusan atau deskripsi tingkat tinggi dari sekumpulan data mentah, termasuk diantaranya juga pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal dan beberapa analisis kecerdasan. 2. Proyeksi, yaitu memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu, diantaranya peramalan, prediksi demografis, permasalahan ekonomi, prediksi lalulintas, estimasi hasil, militer, pemasaran atau peramalan keuangan. 3. Diagnosis, yaitu menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak. 15

4. Desain, yaitu menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu, diantaranya layout sirkuit dan perancangan bangunan. 5. Perencanaan, yaitu merencanakan serangkaina tindakan yang akan mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu, diantaranya perencanaan keuangan, komunikasi militer, pengembangan produk, routing dan menajemen proyek. 6. Monitoring, yaitu membandingkan tingkah laku suatu sistem yang teramati dengan tingkah laku yang diharapkan darinya diantaranya Computer Aided Monitoring System. 7. Debugging dan repair, yaitu menentukan dan mengimplementasikan cara-cara untuk mengatasi multifungsi, diantaranya memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan. 8. Intruksi, yaitu mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek, diantaranya melakukan intruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja. 9. Pengendalian, yaitu mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks seperti kontrol terhadap interpretasi-interpretasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakuan sistem. 10. Seleksi, mengidentifikasi pilihan terbaik dari sekumpulan (list) kemungkinan. 11. Simulasi, pemodelan interaksi antara komponen-komponen sistem. 2.2 Multiple Intelligences Multiple intelligence adalah sebuah penilaian yang melihat secara deskriptif bagaimana individu menggunakan kecerdasannya untuk memecahkan masalah dan menghasilkan sesuatu. Adapun kecerdasan kecerdasan tersebut sebagai berikut : a. Kecerdasan linguistic, adalah kecerdasan dalam mengolah kata, atau kemampuan menggunakan kata secara efektif baik secara lisan maupun tertulis. 16

b. Kecerdasan logika matematika, adalah kecerdasan dalam hal angka dan logika. c. Kecerdasan fisik / kinestetik, adalah suatu kecerdasan dalam hal melakukan gerakan gerakan yang bagus seperti berlari, menari, membuat berbagai karya seni. d. Kecerdasan visual spasial, merupakan salah satu bagian dari Multiple Intellegence yang berhubungan erat dengan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar di dalam pikiran seseorang, atau untuk berpikir dalam bentuk visualisasi dan gambar untuk memecahkan sesuatu masalah atau menemukan jawaban. e. Kecerdasan intrapersonal, adalah kemampuan diri untuk berfikir secara reflektif, yaitu mengacu kesadaran reflektif mengenai perasaan dan proses pemikiran diri sendiri. f. Kecerdasan interpersonal, adalah berpikir lewat berkomunikasi dengan orang lain. g. Kecerdasan musical, yaitu kemampuan menangani bentuk-bentuk musical, dengan cara mempersepsi (penikmat music), membedakan (kritikus music), mengubah (composer), mengekspresikan (penyanyi). h. Kecerdasan natural yaitu kemampuan untuk mengenali dan mengklasifikasikan berbagai aneka tumbuhan dan binatang di lingkungan sekitar, makhluk hidup atau benda mati. i. Kecerdasan spiritual, adalah kecerdasan dalam memandang makna atau hakikat kehidupan ini sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa yang berkewajiban menjalankan perintahnya dan menjauhi semua larangannya. 17

Gambar 2.6 Multiple Intelligences (Heinemann, 2002) 2.3 Faktor Kepastian (Certainty Factor) Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe Buchanan dalam pembuatan MYCIN (Wesley, 1984). Certainty factor (CF) merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. Certainty factor didefiniskan sebagai berikut : CF (H, E) = MB (H, E) MD (H, E) CF (H,E) MB (H,E) MD (H,E) : certainty factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala (evidence) E. Besarnya CF berkisar antara -1 sampai dengan 1. Nilai -1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak sedangkan nilai 1 menunjukkan kepercayaan mutlak. : ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E. : ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased disbelief) terhadap hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala E. Untuk rumus perhitungannya menggunakan rumus Factor Kombinasi sebagai berikut : Certainty CF Kombinasi = CF1 + CF2 (1-CF1) 18

Hasil dari CF kombinasi diatas akan dijadikan persentase, sehingga didapat hasil untuk menentukan nilai persentase dan kepercayaan akan multiple intelligences pada anak. 2.4 Alat Pengembangan Sistem Pakar 2.4.1 PHP PHP adalah singkatan dari (Hypertext Preprocessor), sebuah bahasa pemrograman yang lebih menitik beratkan pada Applikasi Web. PHP dapat melakukan apa yang dapat dilakukan oleh CGI, seperti mengambil Variabel dari Form, Akses ke Database, Manipulasi String, Mengakses FileSystem, dan masih banyak lagi. PHP adalah sebuah bahasa pemrograman berbasis On The Fly Creation, yang mengerjakan perintahnya ketika ada request. PHP melakukan Interpretasi/Penterjemahan scriptnya pada waktu berada di server, dan yang akan diberikan kepada perequest adalah sebuah HTML murni, tanpa terdapat script PHP satupun. Hal ini berbeda dengan script-script lain yang bekerja pada client seperti JavaScript atau VBScript yang menginterpretasikan scriptnya pada browser. (Heni, 1995) 2.4.1.1 Script PHP Script PHP diawali dengan tag (<?) dan diakhiri dengan tag (?>). Setiap baris perintah / statement harus diakhiri dengan menggunakan tanda titik koma (;). Umumnya setiap statement dituliskan dalam satu baris. Script PHP merupakan script yang digunakan untuk menghasilkan halaman-halaman web. Cara penulisannnya dibedakan menjadi embedded dan non embedded script. (PHP dan MySQL, Didik Dwi Prastyo, 2003, h : 4-5) 1. Embedded Script Script yang dari embedded script adalah script PHP yang disisipkan di antara tag-tag HTML. Script PHP digunakan apabila isi dari suatu dokumen HTML diinginkan dari hasil eksekusi suatu script 19

PHP, selama informasi masih tidak membutuhkan program maka pemrogram umumnya tidak akan menggunakan program. <html> <head> <title> Contoh Embedded Script PHP</title> </head> <body> <?php Echo Halo, Selamat Datang Di Pemrograman PHP ;?> </body> </html> Gambar 2.7 Embedded Script 2. Non Embedded Script Script PHP pada cara ini digunakan sebagai murni pembuatan program PHP, tag HTML yang dihasilkan untuk membuat dokumen merupakan bagian dari script PHP. <?php echo <html> ; echo <head> ; echo <title> non embedded script </title> ; echo </head> ; echo <body> ; echo ; echo </body> ; echo </html> ;?> Gambar 2.8 Non Embedded Script 20

Jika dilihat dengan menggunakan View Source pada browser IE, maka source dokumen HTML yang ditampilkan berupa dokumen HTML murni, tidak ada lagi tag dan script PHP, karena semuanya telah menjadi tag HTML, karena pada saat dieksekusi maka bukan scriptnya yang dikirim tetapi hasil eksekusi dari script tersebut yang dikirim. Hasilnya berupa dokumen HTML, mekanisme inilah yang disebut dengan on the fly HTML creation. 2.4.1.2 Variabel, Tipe Data dan Konstanta Identifier dalam PHP terdiri atas variabel, konstanta dan fungsi. 1. Variabel Variabel tempat menyimpan data, di dalam PHP diawali dengan karakter $ diikut dengan huruf sebagai karakter pertama setelah $, kemudian kombinasi karakter dan angka. Tidak boleh ada spasi dan tanda baca dalam penamaan, kecuali karakter garis bawah atau under score. 2. Tipe Data PHP mempunyai tiga dasar tipe data, yaitu integer, double dan string. Selain tipe data dasar, PHP juga mempunyai tipe data compound yang terdiri atas array dan obejct. 3. Konstanta Konstanta adalah sesuatu nilai yang tidak berubah selama proses dari program. Selain konstanta, PHP juga menyediakan fungsi define() untuk membuat konstanta sendiri. Fungsi define() memperkenalkan kita untuk menentukan ada tidaknya konstanta. Menghasilkan nilai 1 jika konstanta ada dan 0 jika tidak ada konstanta. 2.4.2 MySQL MySQL adalah sebuah database yang didukung oleh PHP untuk dapat melakukan koneksi dan query pada database ini. PHP memang mendukung banyak database, tetapi kita mengambil yang lebih umum yaitu MySQL. MySQL dapat menyimpan semua data Website seperti 21

Berita, Artikel, Counter dan sebagainya dengan mudah dan terstruktur, dan dapat membukanya kembali dengan mudah dan cepat. Yang paling disukai dari MySQL yaitu Querynya yang simple dan menggunakan escape character yang sama dengan PHP, selain itu MySQL adalah database tercepat saat ini. (Heni, 1995) 2.4.3 CSS (Cascading Style Sheet) Cascading Style Sheet (CSS) merupakan aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Jika berbicara dalam konteks web, bisa diartikan CSS merupakan bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengatur tampilan / desain suatu halaman HTML. (Heni, 1995) Keuntungan menggunakan CSS : 1. CSS memberikan keseragaman dalam web 2. Dengan CSS dapat menghemat banyak waktu dan pekerjaan berulang. Saat menggunakan CSS, perubahan tidak perlu dilakukan dalam setiap halaman web. Hanya tinggal membuat perubahan pada style sheet. 3. CSS memungkinkan untuk memuat halaman web dengan mudah. 4. Layers (lapisan), seperti item pop-up, dapat digunakan dalam dokumen. 5. CSS membuat pemeliharaan halaman web jadi mudah dan efektif. 2.5 Metode Penelitian Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini, dilakukan penelitian terlebih dahulu guna mendapatkan data-data dan informasi yang terkait dengan sistem pakar untuk diagnosa kecerdasan Multiple Intelligences pada anak dengan metode CF (Certainty Factori). Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka dan interview/wawancara. 2.5.1 Studi Pustaka Pada tahapan pengumpulan data dengan studi pustaka, penulis mencari referensi-referensi yang relevan dengan objek yang akan diteliti. Pencarian referensi dilakukan diperpustakaan, toko buku, maupun secara 22

online melalui internet. Setelah mendapatkan referensi-referensi yang relevan, penulis lalu mencari informasi-informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan landasan teori, metodologi penelitian serta pengembangan aplikasinya secara langsung. 2.5.2 Interview / Wawancara Dalam melakukan pengumpulan data, penulis juga melakukan wawancara secara langsung kepada pihak yang terlibat yang nantinya akan menggunakan aplikasi (user) untuk mengetahui kebutuhan aplikasi yang diinginkan. 2.6 Konsep Expert System Development Life Cycle (ESDLC) Pengembangan sistem dapat diartikan sebagai sebuah proses pengembangan terstandarisasi yang mendefinisikan satu set aktivitas, metode, praktek terbaik dan perangkat terotomatisasi yang akan digunakan oleh para pengembang sistem dan manajer proyek untuk mengembangkan dan berkesinambungan memperbaiki sistem informasi dan perangkat lunak (Whitten, 2004). Dalam pengembangan sistem pakar ini, metodologi yang digunakan adalah Expert System Development Life Cycle. Metode ini dipilih dengan alasan model pengembangan di Expert System Development Life Cycle menggunakan tahapan yang dapat mempresentasikan kebutuhan pada pengembangan sistem pakar diagnosa kecerdasan Multiple Intelligences pada anak usia dini dengan metode CF (Certainty Factor). Expert System Development Life Cycle melibatkan empat tahapan pokok seperti yang terdapat pada gambar 2.7 : 23

Gambar 2.7 Fase Pengembangan Sistem pakar (Biyani, 2003) 2.7 Tinjauan Literatur Sejenis Berdasarkan pengamatan penulis, pada penelitian sebelumnya kategori masalah sistem pakar yang diimplementasikan, berkisar pada bidang kesehatan dan intruksi. Adapun beberapa yang dapat dijadikan literature sejenis diantaranya : 1. Rancang Bangun Sistem Pakar untuk mendeteksi Gizi Buruk pada Anak (Sukma, 2009) Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Sukma dapat diambil beberapa kelebihan dan kekurangan dari sistem tersebut. Kelebihannya adalah sistem pakar ini menggunakan bahasa pemrograman Java yang berorentasi pada objek. Java membagi sistem pakar menjadi objek-objek serta memodelkan sifat dan tingkah laku masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Kelemahan sistem pakar ini menggunakan model penalaran forward chaining yang kurang efisien atau berputar-putar dalam menanyakan pertanyaan, bahkan menimbulkan pertanyaan yang tidak berhubungan dengan hasil konklusinya. 24

2. Sistem Pakar untuk Diagnosa Anak Penderita Autisme dengan Metode Forward Chaining (Gusti, 2013) Kelebihan penelitian ini sama dengan yang diatas, yaitu menggunakan bahasa pemrograman Java. Kelemahannyapun sama dengan penelitian yang diatas yaitu penggunaan metode Forward Chaining hanya saja penelitian ini berbeda dari segi aspek kasus yang di diagnosa. 3. Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Anak Menggunakan Certainty Factor (CF) (Luther, 2012) Kelebihan penelitian ini adalah sistem berbasis web dan bisa diakses kapanpun dan dimanapun tanpa adanya batasan waktu. Hanya saja punya kelemahan pada aksesnya, yaitu harus adanya jaringan internet. Dan juga pada penelitian ini konklusi yang dihasilkan hanya terbatas pada penyakit yang diderita tanpa adanya konklusi berupa penanganan penyakit dari hasil diagnosa sistem. Berdasarkan pada beberapa penelitian sebelumnya, ada beberapa kelebihan dari sistem yang sekarang ini, diantaranya adalah : 1. Menggunakan bahasa pemrograman PHP yang dapat berjalan pada web server apapun, sehingga memberikan kemudahan pada user. 2. Sistem menggunakan MySQL yang mampu menangani database dalam skala yang besar dengan jumlah record yang besar pula. 3. Sistem berbasis web base sehingga dapat diletakkan dalam jaringan dan bisa diakses oleh banyak user. 4. Terdapat fasilitas management admin sehingga admin bisa memperbaharui bagian-bagian dari aplikasi tanpa membongkar aplikasi. 5. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 3 (tiga) tahap, yaitu pengujian mandiri yang dilakukan oleh penulis, pengujian oleh dosen pembimbing dan pengujian langsung di lapangan. 6. Pemiliha data kasus menggunakan filtering abjad berupa pilihan kriteria kriteria anak usia dini. 25