BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian mengacu pada jenis atau macam penelitian yang dipilih untuk

BAB III METODE PENELITIAN. keadaan secara objektif (Setiadi, 2013). Deskripsi peristiwa dilakukan secara

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE STUDI KASUS. awal suatu penelitian. Setiap penelitian empiris sekurang-kurangnya memiliki

BAB III METODE PENELITIAN. keadaan secara objektif. Metode ini digunakan untuk memecahkan atau

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian deskriptif dengan metode studi kasus. Penelitian deskriptif adalah suatu

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. studi kasus. Menurut shields; Rangarajan (2013) didalam (Sinambela, 2014)

BAB 3 METODE PENELITIAN. deskriptif studi kasus. Penelitian studi kasus adalah suatu penelitian yang

BAB III METODE STUDI KASUS. Metode penelitian deskripti adalah suatu metode penelitian yang dilakukan

BAB III METODE PENELITIAN. yang terjadi.penelitian deskriptif merupakan salah satu desain penelitian dengan

JUDUL PENELITIAN SKRIPSI. Oleh ALKHALIFAAMIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. penelitian meliputi desain penelitian, tempat dan waktu penelitian, identifikasi

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian studi kasus deskripsi. Studi kasus deskriptif merupakan penelitian yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Studi kasus merupakan salah satu jenis penelitian yang meneliti

BAB III METODE PENELITIAN. penelitiannya. Desain penelitian mengacu pada jenis atau macam. sahih, objektif, akurat serta hemat (Setiadi, 2007).

BAB III METODE PENELITIAN. desain yang digunakan dalam penilitian ini adalah pendekatan cross sectional

KOMISI ETIK PENELITIAN KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO DAN RSUP

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang. Panembahan Senopati Bantul Yogyakarta.

BAB III METODE PENELITIAN. dan waktu penelitian, identifikasi variabel dengan definisi operasional,

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. hipertensi pada mahasiswa FKIK UMY angkatan yang berjumlah 499 mahasiswa.

BAB III METODE PENELITIAN. mencapai tujuan penelitian, serta berperan sebagai alat dan pedoman untik. mencapai tujuan tersebut ( Setiadi, 2013 ).

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. intervensi diberikan pretest tentang pengetahuan stroke dan setelah

BAB III METODE STUDI KASUS. secara intensif misalnya satu klien, keluarga, kelompok, komunitas, atau institusi

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif. Jenis penelitian yang dipakai menggunakan Quasi Experimental,

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Design penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif,

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. suatu keadaan secara objektif. Studi kasus ini dilakukan dengan cara meneliti

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini bersifat observasi analitik non-eksperimental dengan

BAB III METODE PENELITIAN. analytic dengan pendekatan cross sectional, dimana waktu pengukuran

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental pretest-posttest with control

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena yang ada. Fenomena

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian ini menggunakan Quasy Eksperimental pretest-posttest with control

BAB III METODE PENELITIAN. dikumpulkan (data kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasikan ) dan pernyataan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN. untuk melakukan prosedur penelitian (Hidayat, 2008). Pada penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Mopuya, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango. Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 1 minggu pada bulan mei dari

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. pendekatan cross-sectional. Pendekatan cross-sectional yaitu jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. dalam satu kelompok (One-group pre-post test design). Sebelum diberikan

BAB III METODE PENELITIAN. pada suatu waktu, baik data pelatihan APN maupun data motivasi bidan dalam

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Kelurahan Pulubala merupakan kelurahan yang memiliki angka kejadian DBD

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan Quasy Eksperimental (eksperimen semu) pretest-posttest

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian menggunakan metode penelitian Pra Eksperimental yaitu

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Dulalowo Kota

BAB III METODE PENELITIAN. ini menggunakan quasy eksperiment pre-test & post-test with control group

BAB III METODE PENELITIAN. berupaya mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan melibatkan

BAB III METODE PENELITIAN. metode deskriptif dengan pendekatan survei (Arikunto, 2013). intervensi (Nursalam, 2013). Seperti pada penelitian gambaran

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental, yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimen yaitu desain penelitian dengan menggunakan 2 kelompok yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. A. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment)

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i. HALAMAN PENGESAHAN... ii HALAMAN PERNYATAAN...iii KATA PENGANTAR... iv

BAB III METODE PENELITIAN. correlative dengan menggunakan pendekatan cross-sectional yaitu jenis

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. obyek dan subyek penelitian. Rancangan penelitian secara survei untuk

BAB III METODE PENELITIAN. descriptive analytic dengan pendekatan cross sectional, dimana waktu

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif

BAB 3 METODE PENELITIAN. dan dianalisa mendalam baik dari segi yang berhubungan dengan kasusnya

BAB 3 METODE PENELITIAN. Penelitian survei merupakan rancangan yang digunakan untuk menyediakan. antar variabel dalam suatu populasi (Nursalam, 2014).

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan

BAB IV METODE PENELITIAN

O1 (X) O2. BAB lll METODOLOGI PENELITIAN. A. Desain Penelitian. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experimental design:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental yaitu descriptive

BAB IV METODE PENELITIAN. Penelitian ini mencakup bidang Ilmu Kedokteran khususnya Ilmu. Kesehatan Anak dan Ilmu Kesehatan Masyarakat.

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu(quasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif.

BAB III METODE PENELITIAN. usia, jenis kelamin, masa kerja, pengetahuan, tingkat pendidikan, ketersediaan

Lampiran Malang, Kepada, Yth. Kepala Jurusan Poltekkes Kemenkes di Malang Yang bertanda tangan dibawah ini :

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode True Eksperiment Pre-

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus.studi kasus adalah suatu metode penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berarti satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah, sekelompok masyarakat di suatu daerah.unit yang menjadi kasus tersebut secara mendalam dianalisis baik dari segi yang berhubungan dengan keadaan kasus itu sendiri, faktor-faktor yang mempengaruhi, kejadian-kejadian khusus yang muncul sehubungan dengan kasus, maupun tindakan dan reaksi kasus terhadap suatu perlakuan atau pemaparan tertentu.meskipun di dalam studi kasus ini yang diteliti hanya berbentuk unit tunggal, namun dianalisis secara mendalam (Notoatmodjo, 2010). Studi kasus ini menggunakan rancangan penelitian yang bersifat deskriptif bertujuan untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif (Setiadi, 2013).Penelitian ini untuk mendeskripsikan atau menguraikan tentang gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan lapas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih sehat di lapas klas IA lowok waru malang.

3.2 Subjek Penelitian Subjek studi kasus adalah sasaran pengamatan yang harus dilihat dan diamati mengenai kenyataan atau gejala-gejala sosial yang diperlukan dalam penelitian (Notoatmodjo, 2010). Dalam studi kasus ini, Subyek pada penelitian ini adalah Warga Binaan pemasyarakat di Lapas Lowokwaru Malang. Pada studi kasus ini, subjek penelitian yang akan diteliti dengan Kriteria inklusi dan eksklusi sebagai Adapun Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah : 1. Warga binaan pemasyarakatan meliputi : Narapidana yang tinggal dilingkungan lapas 2. Warga binaan pemasyarakatan yang pernah mengalami gangguan kesehatan saat tinggal di lapas misalnya ( scabies, ISPA, Diare dan lain sebagainya) 3. Warga binaan pemasyarakatan yang berjenis kelamin Laki-Laki 4. Bersedia menjadi responden dengan mendatangani informed consent 5. Bisa baca tulis dan memahami kalimat 6. Warga binaan pemasyarakatan mampu mengikuti instruksi dengan baik 7. Mau mengikuti pendidikan kesehatan yang diberikan oleh peneliti.

Kriteria eksklusi : 1. Warga Binaan pemasyarakatan meliputi : narapidana yang tinggal dilingkungan lapas 2. Sakit saat pengambilan data 3. Tidak kooperatif dan tidak bersedia menjadi responden. 4. Warga binaan pemasyarakatan yang tidak kooperatif dan tidak bisa baca tulis. 3.3 Fokus Studi Kasus Studi kasus ini untuk mengetahui gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan lapas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih sehat.dengan fokus studinya adalah gambaran PHBS pada warga binaanlapas Klas IA lowokwaru Malang. 3.4 Definisi Operasional Definisi operasional adalah proses perumusan atau pemberian arti atau makna pada masing-masing subjek untuk kepentingan akurasi, komunikasi, dan replikasi agar memberikan pemahaman yang sama kepada setiap orang.definisi operasional pada penelitian ini adalah gambaran tentang perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan pemasyakatan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang PHBS.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) juga merupakan suatu wujud operasional promosi kesehatan dalam upaya mengajak, mendorong kemandirian masyarakat untuk berperilaku sehat.berperilaku sehat dilakukan sebagai upaya untuk mencegah timbulnya potensi bahaya penyakit. Untuk Lembar observasi yang digunakan yaitu observasi terstruktur yang melalui perencanaan yang matang dari peneliti, observasi ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan lapas yang dapat menimbulkan penyakit di lapas lowokwaru. Peneliti memilih jenis kuesioner dan lembar observasi dengan check list. Responden menjawab pada lembar kuesioner dengan caramencontreng ( ) pada lembar jawaban yan tersedia sesuai dengan jawaban. Peneliti mengisi lebar observasi responden dengan cara mencontreng ( ) pada lembar observasi yang tersedia.

Tabel.3.5. Definisi Operasional Variabel Definisi Operasional Parameter Alat Ukur Pengetahuan Pemahaman responden atau Warga Binaan Pemasyarakatan tentang Perilaku Hidup Bersih Sehat a. Pengertian PHBS b. Bidang PHBS c. Manfaat PHBS d. Indikator PHBS e. Indikator PHBS di tiap tatanan f. Jenis perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri Kuesioner Sikap Tanggapan responden atau Warga Binaan Pemasyarakatan tentang cara penerapan perilaku hidup bersih sehat. 1. Keyakinan pentingnya menjaga perilaku hidup bersih sehat 2. Evaluasi terhadap objek 3. Kencenderungan untuk bertindak Kuesioner

Tindakan Upaya WBP dalam Pentingnya WBP dalam Lembar mencegah penyakit menjaga : Observasi dengan menerapkan - Mandi, perilaku hidup bersih sehat. - Mencuci rambut, - Membersihkan hidung, - Gosok gigi, - Mencuci tangan, - Memotong kuku, - Pakai alas kaki, - Menjaga kebersihan pakaian - Belajar makanmakanan yang sehat 1.5. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di Lapas Klas IA lowokwaru Malangyang berada di Jalan Asahan No.7, Bunulrejo Blimbing, Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada bulan 11 Juni 31 Juni 2017 1.6. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan penelitian untuk mengumpulkan data (Hidayat, 2008:36). 3.6.1. Metode pengumpulan data Metode pengumpulan data dalam studi kasus ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan Kuesioner. a. Observasi Menurut hidayat (2008:36) observasi merupakan cara pengumpulan data dengan mengadakan melakukan pengamatan secara langsung kepada responden penelitian untuk mencari perubahan atau hal-hal yang akan diteliti. Dalam penelitian studi kasus ini, peneliti melakukan observasi dengan cara melihat menggunakan panca indera untuk mendeskripsikan bagaimana gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan. Lembar Observasi yang dilakukan peneliti menggunakan check list. Check list adalah daftar pengecek, berisi nama subjek dan beberapa gejala atau identitas lainnya dari sasaran pengamatan (Setiadi, 2007:170). Peneliti memberikan tanda contreng ( ) pada lembar check list yang telah disediakan sesuai dengan yang diamati. Check list berisi tentang gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan dalam melakukan kegiatan sehari-hari saat di Lapas. b. Wawancara Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk mengumpulkan data secara lisan dari responden atau bercakapcakap berhadapan muka dengan wawancara (Setiadi,

2007:170).Dalam studi kasus ini, wawancara ini dilakukan kepada responden dengan menggunakan pedoman wawancara untuk mengetahuidan memperdalam observasi yang dilakukan terhadap gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan saat dilapas.wawancara berisi tentang gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan saat dilapas. Teknik wawancara ini dilakukan Wawancara pre dan post dilakukan penkes dan observasi dilakukan selama 5 kali. Wawancara dilakukan pada saat subjek penelitian pada saat sebelum dan sesudah dilakukan pendidian kesehatan tentang perilaku hidup bersih sehat. c. Kuesioner Salah satu teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan kuesioner atau lebih dikenal sebagai angket.angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden.responden adalah orang yang memberikan tanggapan atau jawaban atas pertanyaanpertanyaan yang diajukan. Dalam studi kasus ini, Kuesionerini dilakukan kepada responden dengan menggunakan lembar kuesioner yang akan dibagikankepada Subjekuntuk mengetahuipengetahuan responden tentang perilaku hidup bersih sehat.jawaban dari lembar kuesioner ini juga dapat digunakan untuk memperkuat hasil dari penelitian.kuesioner ini berisi tentang soal seputar pengetahuan responden tentang perilaku hidup bersih sehat. Teknik

pengumpulan data dengan kuesioner ini dilakukan 2 kali yaitu pada saat pre dan post di lakukan Penkes. 3.6.2. Instrument penelitian Instrumen penelitian adalah alat-alat yangakan digunakan untuk pengumpulan data, instrumen ini dapat berupa kuesioner (daftar pertanyaan), formulir observasi, ataupun formulir-formulir lain yang berkaitan dengan pencatatan data (Notoatmodjo, 2010). Instrument penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu check list. Selain itu juga menggunakan beberapa pertanyaan sesuai lembar wawancara terpimpin yang diajukan kepada responden untuk wawancara, dan lembar kuesioner untuk memperkuat pengumpulan data yang dilakukan. 3.6.3. Langkah-langkah pengumpulan data Adapun prosedur pengumpulan data adalah sebagai berikut : A. Prosedur administrasi Adapun langkah-langkah pengambilan data sebagai berikut : 1. Mengurus surat perijinan dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang 2. Mengurus perijinan di kantor Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Malang 3. Mendapatkan ijin dari Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Malang untuk pengambilan data atau penelitian pada responden 4. Menemui Kepala Bidang Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Malang

5. Menemui Petugas Kesehatan di Rumah Sakit Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Lowokwaru Malang 6. Peneliti memilih subyek yang diinginkan sesuai dengan criteria inklusi 7. Peneliti melakukan kontrak waktu dengan responden yang terpilih untuk pengambilan data 8. Peneliti memberikan penjelasan kepada subjek tentang maksud dan tujuan penelitian, dengan demikian diharapkan subjek dapat memahami dan mengerti sehingga dapat memberikan informasi dengan jujur dan kerahasiaan data hanya diketahui oleh peneliti. 9. Peneliti membagikan informed consent 10. Setelah itu peneliti dengan bantuan Petugas Kesehatan yang bekerja di pihak Rumkit, melakukan wawancara dengan subjek sebanyak 3 kali kunjungan sebelum dilakukan penkes dan 2 kali kunjungan sesudah dilakukan penkes selanjutnyadiberikan lembar kuesioner sekaligus mengobservasi tindakan yang dilakukan responden saat dilingkungan lapas. 11. Kemudian peneliti melakukan penkes tentang PHBS selama ±30 menit kemudian Penelitian melakukan observasi lagi tentang tindakan yang dilakukan subjek. 12. Kemudian kunjungan selanjutnya dilakukan wawancara lagi sekaligus pembagian kuesioner sesudah diberi pendidikan kesehatan. 13. Melakukan observasi tindakan subjek dan lingkungan disekitar lapas 14. Mendampingi dan menjelaskan hal-hal yang belum mengerti oleh subjek

15. Kemudian mengolah data B. Persiapan Intervensi Sebelum melakukan intervensi peneliti melakukan kontrak waktu dengan pihak lapas untuk diizinkan bertemu responden dan kemudian melakukan kontrak waktu dengan responden, kemudian peneliti melakukan BHSP dengan responden.kemudian setelah BHSP terjalin, wawancara secara terstruktur dengan responden. Seminggu kemudian peneliti bertemu dengan responden setelah itu menetukan topic tentang PHBS dengan sasaran warga binaan pemasyarakatan klas IA lowokwaru malang. Kegiatan pendidikan kesehatan akan dilaksanakan pada bulan Juli 2017 selama 60 menit. Tujuan dari kegiatan pendidikan kesehatan ini adalah setelah dilakukan pendidikan kesehatan ini WBP diharapkan mengetahui Penerapan jenis Perilaku hidup bersih sehat terhadap diri sendiri. Materi yang akan diberikan yaitu, meliputi pengertian PHBS, bidang PHBS, manfaat PHBS, indikator PHBS, Indikator PHBS di tiap tatanan, dan jenis perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri Metode yang digunakan adalah ceramah, sebelum dilakukan ceramah responden harus mengisis kuesioner terlebih dahulu, dan kemudian diadakan tanya jawab seputar materi penkes yang telah diberikan. Sebelum dan sesudah penkes di lakukan wawancara untuk menunjang data yang diambil peneliti memberikan kuesioner berisi tentang pengetahuan responden mengenai PHBS. Pretest dan posttest ini diberikan untuk mengetahui pengetahuan subjek mengenai penkes yang

sudah diberikan. Untuk Media yang digunakan adalah power point, leaflet, dan poster. C. Kegiatan Pendidikan Kesehatan Kegiatan penyuluhan ini diawali dengan pembukaan, perkenalan, menjelaskan tujuan dari kegiatan pendidikan kesehatan. Menyebutkan pokok materi yang akan disampaikan sertan menyampaikan berapa lama kegiatan ini akan dilaksanakan. Dilakukan selama ±10 menit.kemudian lanjut dengan kegiatan inti yaitu penyampaian materi oleh penyaji. Penyaji melakukan observasi pengetahuan WBP dengan cara menggali sejauh mana pengetahuan mereka tentang Penerapan jenis Perilaku hidup bersih sehat terhadap diri sendiri, setelah itu menyampaikan apa itu pengertian PHBS, bidang PHBS, manfaat PHBS, indikator PHBS, Indikator PHBS di tiap tatanan, dan jenis perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri. Setelah penyampaian materi selesai, kemudian membuka sesi tanya jawab selama 5 menit, memberikan kesempatan pada WBP untuk bertanya tentang seputar materi yang masih kurang dipahami. Setelah itu berlanjut pada sesi evaluasi dilakukan 10 menit dengan cara penyaji menanyakan kembali kepada WBP tentang materi yang baru saja diberikan dan juga memberikan reinforcement kepada subjek yang berhasil menjawab dengan benar.kemudian diakhiri dengan kegiatan penutup, dan penyaji menjelaskan kesimpulan dari kegiatan pendidikan kesehatan yang telah berlangsung, mengucapkan terimakasih dan memberikan salam penutup. Peneliti menentukan criteria evaluasi dari kegiatan pendidikan kesehatan ini yang terdiri dari evaluasi struktur memastikan bahwa subjek

hadir tepat waktu saat pendidikan kesehatan.pendidikan kesehatan dilaksanakan di Lapas klas IA lowokwaru malang. Sedangkan untuk evaluasi proses yaitu melihat apakah responden antusias mengikuti jalanya kegiatan pendidikan kesehatan ini atau sebaliknya. Apakah subjek mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan baik, kemudian untuk evaluasi hasil adalah diharapkan setelah dilakukanya kegiatan pendidikan kesehatan sekitar 90% subjek yang mengikuti pendidikan kesehatan mampu mengerti dan memahami materi yang disampaikan oleh penyaji selama kegiatan pendidikan kesehatan tentang Perilaku hidup bersih sehat berlangsung. 1.7. Analisa Data dan Penyajian Data Menurut Notoatmojo (2010), hasil studi kasus disajikan dalam bentuk tekstual yaitu penyajian data hasil studi kasus berupa tulisan atau narasi dan hanya dipakai untuk data yang jumlahnya kecil serta memerlukan kesimpulan yang sederhana. Pada penelitian ini peneliti memilih penyajian data dalam bentuk teks.dari hasil wawancara dan observasi inilah data diperoleh kesimpulan secara umum dan diharapkan dapat memberikan jawaban gambaran perilaku hidup bersih sehat pada warga binaan lapas lowokwaru Malang, dan

dilengkapi dengan pengambilan data dengan kuesioner kemudian disimpulkan secara umum dan disajikan dalam bentuk narasi. 1.8. Etika Penelitian Menurut Nursalam (2008:114), secara umum prinsip etika dalam penelitian atau pengumpulan data dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu prinsip manfaat, prinsip menghargai hak-hak subjek, a. Prinsip manfaat 1) Bebas dari penderitaa Penelitian harus dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan kepada subjek, khususnya jika menggunakan tindakan khusus. 2) Bebas dari eksploitasi Partisipasi subjek dalam penelitian, harus dihindarkan dari keadaan yang tidak menguntungkan. Subjek harus diyakinkan bahwa partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang telah diberikan, tidak akan dipergunakan dalam hal-hal yang dapat merugikan subjek dalam bentuk apa pun. 3) Risiko (benefits ratio) Peneliti harus hati-hati mempertimbangkan risiko dan keuntungan yang akan berakibat kepada subjek pada setiap tindakan. b. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity) 1) Hak untuk ikut atau tidak menjadi responden (right to self determination)

Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek mempunyai hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek ataupun tidak, tanpa adanya sangsi apa pun atau akan berakibat terhadap kesembuhannya, jika mereka seorang klien. 2) Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan (right to full disclosure) Seorang peneliti harus memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggungjawab jika ada sesuatu yang terjadi kepada subjek. 3) Informed consent Subjek harus mendapatkan informasi secara lengkap tentang tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau menolak menjadi responden. Pada Informed consent juga perlu dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya akan dipergunakan untuk pengembangan ilmu. c. Prinsip keadilan (right to justice) 1) Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair treatment) Subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan sesudah keikutsertaannya dalam penelitian tanpa adanya diskriminasi apabila ternyata mereka tidak bersedia atau dikeluarkan dari penelitian. 2) Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy) Subjek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang diberikan harus dirahasiakan, untuk itu perlu adanya tanpa nama (anonymity) dan rahasia (confidentiality)