ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS UKS

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. proporsinya yang tinggi dalam keseluruhan populasi rakyat Indonrsia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tahun 1980 ditingkatkan menjadi keputusan bersama antara Depdik-bud dan Depkes

PROGRAM DOKTER KECIL SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SEKOLAH DASAR

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian kesehatan sebenarnya telah diatur dalam UU No.9 Tahun 1960

BAB 1 PENDAHULUAN. manusia yang sehat yaitu sehat fisik, mental dan sosial. Agar manusia indonesia

Tujuan usaha kesehatan sekolah secara umum adalah untuk. sedini mungkin serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat sehingga

II. TINJAUAN PUSTAKA. usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah

BAB II KAJIAN TEORI. prinsip hidup sehat dalam kehidupan peserta didik sehari-hari (Ahmad

UNIT KESEHATAN SEKOLAH (UKS) Indah Prasetyawati Tri Purnama Sari Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta

I. PENDAHULUAN. Upaya peningkatan kesehatan di Indonesia dilaksanakan dengan pembangunan kesehatan

2 pembinaan dan pengembangan usaha kesehatan sekolah/madrasah di setiap sekolah/madrasah; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada

sekolah dengan upaya promotif dan preventif (Simon, 2007).

1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat disekolah

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia yang berkualitas. Salah satu upaya yang strategis untuk meningkatkan

UKS (USAHA KESEHATAN SEKOLAH)

TENTANG PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. investasi sumber daya manusia, serta memiliki konstribusi yang besar untuk

BAB II TINJAUAN KONSEP DAN TEORI. nilai strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia sejak dini. (Effendy,

PENDIDIKAN KESEHATAN. Oleh Erwin Setyo K, M.Kes PENDIDIKAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Untuk mempercepat terwujudnya masyarakat sehat, yang merupakan bagian

Oleh: Sriawan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY

BAB I PENDAHULUAN. perkembangan hidup manusia di zaman modernisasi, namun pendidikan terasa

PERAN GURU KELAS DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM UKS DI SD 1 PEDES SEDAYU BANTUL

USAHA KESEHATAN SEKOLAH ( UKS ) DI KABUPATEN WONOSOBO

Pembinaan dan Pengembangan UKS

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA BAB I PENDAHULUAN

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 SERI D NOMOR 9 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LOMBOK UTARA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Sekolah adalah tempat utama dimana individu mengikuti proses pendidikan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. 1. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) a. Kesehatan dalam Perspektif Islam

BUPATI MAMUJU UTARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAMUJU UTARA NOMOR 6 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA KESEHATAN SEKOLAH/MADRASAH

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan (Nuraida dkk, 2014). Sedangkan pada kenyataannya masih banyak

WALIKOTA TANGERANG SELATAN. Menimbang : a. bahwa pembangunan di bidang kesehatan pada. dasarnya ditujukan untuk peningkatan

BAB I PENDAHULUAN. agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Pelayanan merupakan suatu aktivitas atau serangkaian alat yang bersifat

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Usaha kesehatan lingkungan merupakan salah satu dari enam usaha dasar

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BENGKAYANG NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG JAMINAN KESEHATAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BENGKAYANG,

BAB 1 PENDAHULUAN. hidup bersih dan sehat, mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil

B. Tujuan Umum : Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan terhadap usia lanjut dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1992 dijelaskan bahwa pengertian

M ENULAR DAN GIZI BU RU K

Jurnal CARE, Vol. 3, No. 1, 2015

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

B. Pengertian UKS Arti lambang UKS, yaitu segitiga artinya Trias UKS adalah Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan lingkungan sekolah

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

2016 GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG MANAJEMEN PELAYANAN HOSPITAL HOMECARE DI RSUD AL-IHSAN PROVINSI JAWA BARAT

Indonesia Menuju Pelayanan Kesehatan Yang Kuat Atau Sebaliknya?

Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreations

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada saat ini di Indonesia terdapat lebih dari sekolah negeri,

tingkat Pencegahan Penyakit

PANDUAN PENYULUHAN PADA PASIEN UPTD PUSKESMAS RAWANG BAB I PENDAHULUAN

Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) UKS Dokter Kecil. Puskesmas Kijang Tahun Anggaran : Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan

PEMERINTAH KABUPATEN KAPUAS HULU

BAB I PENDAHULUAN. umur termasuk murid Sekolah Dasar (SD) (Kepmenkes, 2010).

URAIAN PROGRAM PUSKESMAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. keperawatan yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang

GUBERNUR JAWA TENGAH PERATURAN GUBERNUR PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 36 TAHUN 2014 TENTANG

BAB I PEDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka didapatkan rumusan masalah yaitu: 1. Apa pengertian dari keperawatan keluarga?

BAB II KEBIJAKAN. Untuk mencapai visi tersebut, maka telah disepakati misi yang akan dijalankan, yaitu :

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan merupakan hal yang paling penting dalam setiap kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. mutu pelayanan kesehatan pada seluruh masyarakat. Menurut WHO kesehatan adalah

BAB I PENDAHULUAN. imunisasi, status gizi, dan penyakit infeksi pada anak. Faktor-faktor tersebut

BAB I PENDAHULUAN. Anak usia sekolah merupakan kelompok usia yang kritis karena pada usia

BAB 1 PENDAHULUAN. dan bayi terjadi transisi epidemiologis penyakit. Populasi lansia semakin

Terciptanya kondisi lingkungan yang kondusif yang terbebas dari : Pengertian UKS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan (health service). Sarana Pelayanan Kesehatan merupakan tempat

PROGRAM KERJA UKS. No. Jenis Program Tujuan Jenis Waktu Sasaran Pelaksana Sumber Dana Ket. pelajaran

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. jenjang pendidikan mulai dari TK/RA sampai SMU/SMK/MA (Tim Pembina

2 Mengingat : Pasal 20, Pasal 21, Pasal 28H ayat (1), dan Pasal 34 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; Dengan Persetuju

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

KEBIJAKAN DEPARTEMEN KESEHATAN TENTANG PKMRS PADA PENYULUHAN KELOMPOU BAGI RS SWANTA SE JABAR BANDUNG, 5 JULI Dr. Henni Djuhaeni, MARS

PEDOMAN PEDOMAN PENGELOLAAN USIA LANJUT (USILA) PUSKESMAS WARA BARAT BAB I PENDAHULUAN

2017, No Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Neg

UPAYA PEMBINAAN DAN PELAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT. Asfriyati, SKM, MKes. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang. Anak usia sekolah merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai

KONSEP DASAR ASKEB KELOMPOK KHUSUS

BAB I PENDAHULUAN. perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budaya

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dermawan (2012) dan Mubarak, Chayatin, Santoso (2012) Upaya Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan usaha

SISTEM PELAYANAN KESEHATAN & SISTEM RUJUKAN. Dr. TRI NISWATI UTAMI, M.KES

BAB I PENDAHULUAN. Primary Health Care (PHC) di Jakarta pada Agustus 2008 menghasilkan rumusan

BAB 1 : PENDAHULUAN. memperoleh derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Upaya kesehatan dalam

2 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1. Pelayanan Kesehatan adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian

BAB I PENDAHULAUAN. optimal diselenggarakan upaya kesehatan dengan pemeliharan dan peningkatan

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan

BAB I PENDAHULUAN. untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata,

FERRY EFENDI MAKHFUDLI

2016, No Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 41 TAHUN 2016 TENTANG SISTEM RUJUKAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB I PENDAHULUAN. (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing (UU No. 17/2007).

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN NOMOR : 31 TAHUN : 2004 SERI : D NOMOR : 4

2 Mengingat e. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d, perlu membentuk Undang-Undang tentang

Transkripsi:

ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS UKS 1. Pengertian Keperawatan kesehatan komunitas merupakan praktik promotif dan proteksi kesehatan populasi yang menggunakan pengetahuan atau ilmu keperawatan, sosial, dan kesehatan masyarakat (American Public Health Association, 1996). Praktik yang dilakukan berfokus pada populasi dengan tujuan utama promosi kesehatan dan mencegah penyakit serta kecacatan untuk semua orang melalui kondisi yang diciptakan di mana orang bisa menjadi sehat. Fokus utama kegiatan pelayanan keperawatan kesehatan komunitas adalah meningkatkan pengetahun dan keterampilan, membimbing dan mendidik individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat untuk menanamkan pengertian, kebiasaan, dan perilaku hidup sehat sehingga mampu memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya. Satu di antara pelayanan kesehatan komunitas adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan kelompok khusus. Keduanya merupakan bagian penting dalam keperawatan komunitas. Usaha kesehatan sekolah (UKS) merupakan salah satu usaha kesehatan pokok yang dilaksanakan oleh puskesmas dan juga usaha kesehatan masyarakat yang dijalankan di sekolah-sekolah dengan anak didik beserta lingkungan sekolahnya sebagi sasaran utama. Usaha kesehatan di sekolah juga berfungsi sebagai lembaga penerangan agar anak tahu bagaimana cara menjaga kebersihan diri, menggosok gigi yang benar, mengobati luka, merawat kuku dan juga memperoleh pendidikan seks yang sehat ( Prasasti, 2008). Usaha kesehatan disekolah juga merupakan wadah untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin. Usaha kesehatan disekolah merupakan perpaduan antara dua upaya dasar, yaitu upaya pendidikan dan upaya kesehatan yang pada gilirannya nanti diharapkan UKS dapat dijadika sebagai usaha untuk meningkatkan kesehatan anak usia sekolah pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan ( P.Anto, 2006)

2. Tujuan a. Tujuan umum Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. b. Tujuan khusus Untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik yang mencakup upaya menurunkan angka kesehatan anak sekolah; meningkatkan kesehatan peserta didik, baik fisik, mental maupun sosial; serta memberikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat. 3. Alasan mendasar perlunya UKS Berikut ini akan dijelaskan alasan mendasar mengapa UKS itu amat diperlukan a. Anak usia sekolah merupakan kelompok yang beresiko terkena berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu status kesehatannnya. b. Anak usia sekolah merupakan kelompok anak terbesar, sehingga sasarannya sangat tepat. c. Pada anak usia sekolah penting ditanamkan pemahaman mendasar tentang apa itu kesehatan, khususnya perilaku untuk selalu hidup bersih dan sehat. d. Kesehatan juga turut menentukan prestasi yang dicapai oleh anak didik. e. Sekolah merupakan institusi yang bersifat formal sehingga mudah diorganisasikan di bidang kesehatan. f. Promosi kesehatan melalui anak-anak sekolah akan efisien dan efektif dalam kaitannya menanamkan. 4. Keperawatan kesehatan di sekolah Perawat sebagai salah satu komponen bangsa di bidang kesehatan mempunyai tanggung jawab untuk mewujudkan pendekatan paradigma sehat, yang memberikan prioritas pada upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, dan rehabilitasi sejak pembuahan sampai usia lanjut.

Tujuan perawat kesehatan di sekolah adalah untuk secara aktif mengidentifikasi faktor-faktor yang ada pada siswa sebagai usaha pencegahan bagi peserta didik agar selalu siap belajar. Menurut Brietly, fungsi perawat sekolah ada tiga, yaitu memberikan pelayanan dan meningkatkan kesehatan individu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada di sekolah, memberi kontribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik dan sosial sekolah serta menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat yang lain. Pelayanan kesehatan di sekolah meliputi a. Basic care, meminimalkan komplain dan memberikan pelayanan yang pertama kepada peserta didik sesuai dengan health records. b. Primary Care, memberikan pelayanan dan follow up pada kasus akut dan kronis yang terjadi pada peserta didik serta melakukan pendokumentasian. c. Physical Examination, pengkajian kesehatan secara menyeluruh pada peserta didik. d. Screening, penilaian terhadap penglihatan, pendengaran, keadaan tulang belakang, dan kondisi lain. e. Specialized care, memberikan pelayanan kesehatan khusus kepada orang yang memiliki keterbatasan. Karakteristik perawat sekolah antara lain sebagai berikut : a. Sebagai aplikasi pengetahuan keperawatan yang ditujukan pada siklus kehidupan manusia umumnya serta pada anak dan remaja khususnya. b. Mengutamakan pada health promotion, health maintenance, dan disease prevention. c. Merupakan praktik keperawatan non klinis, yaitu di sekolah, rumah, komunitas. d. Praktik mandiri dan merupakan pelayanan kesehatan profesional di sekolah. e. Penerima pelayanannya adalah individu, orang tua, kelompok, dan yang ada disekitarnya. f. Berpraktik sepanjang waktu dan episodik tanpa batasan jam sekolah.

g. Selama praktik selalu profesional, menggunakan prinsip manajemen, berkolaborasi, dengan disiplin ilmu lain, dan berkolaborasi denga tempat pelayanan kesehatan. Sementara itu, peran perawat sekolah secara langsung adalah mendidik siswa mencegah masalah-masalah kesehatan yang mungkin muncul dan melakukan intervensi sebagai upaya kuratif atau memodifikasi masalah kesehatan yang terjadi di sekolah dan menggunakan metode pencegahan dengan tiga tahap, yaitu pencegahan primer, sekunder dan tersier. 5. Tiga Program Pokok Usaha Kesehatan Disekolah Untuk meningkatkan kesadaran hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik, dilakukan upaya menanamkan prinsip hidup sehat sedini mungkin melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan di lingkungan sekolah sehat yang dikenal denga istilah tiga program pokok (trias) UKS (Depkes RI, 2003) a. Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat tumbuh kembang sesuai, selaras, seimbang dan sehat baik fisik, mental, sosial maupun lingkungan melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan/atau latihan yang diperlukan bagi peranannya saat ini maupun di masa yang mendatang. Pada kurikulum berbasis kompetensi (KBK), pendidikan kesehatan ditekankan pada sikap dan perilaku sehat. Hal ini sesuai dengan definisinya, bahwa KBK merupakan pernyataan tentang apa yang harus dicapai oleh siswa yang mencakup aspek kognitif, psikomotor, dan afektif yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Untuk itu, kompetensi yang dituntut pada pendidikan kesehatan diharapkan dapat direfleksikan dalam cara berpikir dan bertindak di kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan kesehatan 1) Peserta didik dapat memiliki pengetahuan tentang ilmu kesehatan, termasuk cara hidup sehat dan teratur. 2) Peserta didik dapat memiliki nilai dan sikap yang positif terhadap prinsip hidup sehat.

3) Peserta didik dapat memiliki keterampilan dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan dan perawatan kesehatan. 4) Peserta didik dapat memiliki kebiasaan dalam hidup sehari-hari yang sesuai dengan syarat kesehatan 5) Peserta didik dapat memiliki kemampuan untuk menalarkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari 6) Peserta dapat memiliki pertumbuhan termasuk bertambahnya tinggi badan dan berat badan yang seimbang. 7) Peserta didik dapat mengerti dan dan menerapkan prinsip-prinspi pengutamnaan pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kesehtan sehari-hari. 8) Peserta didik dapat mengerti dan menerapkan prinsip-prinsip pengutamaan pencegahan penyakit dalam kaitannya dengan kesehatan dan keselamatan dalam kehidupan sehari-hari. 9) Peserta didik dapat memiliki daya tangkal terhadup pengaruh buruk dari luar 10) Peserta didik dapat memiliki tingkat kesegaran jasmani dan derajat kesehatan yang optimal serta mempunyai daya tahan tubuh yang baik terhdap penyakit Agar tujuan pendidikan kesehatan bagi para peserta didik dapat tercapai secara optimal, dalam pelaksanaannya hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut 1) Sesuai dengan tingkat kemampuan dan perbedaan individual peserta didik 2) Diupayakan sebanyak-banyaknya dengan melibatkan peran aktif peserta didik 3) Sesuai dengan situasi dan kondisi setempat 4) Selalu mengacu pada tujuan pendidikan kesehtaan termasuk upaya alih teknologi 5) Memeprhatikan kebutuhan pembangunan nasional 6) Mengikuti atau memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Pelaksanaan pendidikan melalui kesehatan diberikan melalui kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler. Pelaksanaan pendidikan melalui kegiatan kurikuler adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan pada jam pelajaran sesuai dengan garisgaris besar program pengajaran mata pelajaran sains dan ilmu pengetahuan sosial. Pelaksanaannya dilakukan melalui peningkatan pengetahuan, penanaman nilai, dan sikap positif terhadap prinsip hidup sehat dan peningkatan keterampilan

dalam melaksanakan hal yang berkaitan dengan pemeliharaan, pertolongan, dan perawatan kesehatan. Materi pendidikan kesehatan disekolah dsar yang masuk dalam sains pada KBK adalah kebersihan dan kesehtan pribadi, makan bergizi, pendidikan kesehatan reproduksi, dan pengukuran tingkat kesegaran jasmani. Memelihara kebersihan dan kesehatan pribadi adalah salah satu upaya pendidikan kesehatan yang diberikan kepada peserta didik disekolah, madrasah dan rumah. Melalui peningkatan kebersihan dna kesehatan pribadi diharapkan peserta didik dapat meningkatkan derajat kesehatannya menjadi lebih baik. Dalam usaha peningkatan kesehtan, masalah kebiasaan hidup bersih serta menyenangi kebersihan dan keserasian harus ditanamkan sejak dini, yaitu sejak dari kelas satu sekolah dasar, bahkan sejak di taman kanak-kanan (pra-sekoalh). Upaya pertama dan yang paling utama agar seseorang dapat tetap dalam keadaan sehat adalah dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri, bahkan agama sangat memperhatikan kesehatan pribadi antara lain dengan adanya aturan bersuci, makan, minum serta adanya pengaturan dispensasi pelaksanaan ibadah bagi orang sakit. Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan diri sendiri sebenarnya bukanlah hal yang mudah namun bukan pada hal yang terlalu sulit untuk dilaksanakan. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan dalam rangka melaksankan pendidikan keshatan antara lain pendekytan individual dan kelompok. Pendektan kelompok terbagi lagi menjadi pendekatan kelompok kelas, bebas, dan lingkungan keluarga. Sedangkan, metode yang dapat digunakan oleh guru atau pembina dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan adalah belajar langsung, karya wisata, bermain peran,ceramah, demonstrasi, tanya jawab, simulasi, dramtisasi dan bimbingan (konseling). b. Pelayanan Kesehatan Penekanan utama pada pelayanan kesehatan disekolah atau madrasah adalah upaya peningkatan (promotif), pencegahan (preventif), pengobatan (kuratif), dan pemulihan (rehabilitatif) yang dilakukan secara serasi dan terpadu terhdap peserta didik pada khususnya dan warga sekolah pada umumnya dibawah koordinasi guru pembinan Uks dengan bimbingan teknis dan pengawasan puskesmas setempat. Pelayanan kesehatan di sekolah atau madrasah dilaksanakan dengan kegiatan yang komprehensif, yaitu kegiatan peningkatan kesehatan (promotif) berupa

penyuluhan kesehtan dan latihan keterampilan memberikan pelayanan kesehatan, kemudian kegiatan pencegahan (preventif) berupa kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, kegiatan pemutusan mata rantai penularan penyakit, dan kegiatan penghentian proses penyakit sedini mungkin, serta selanjutnya adalah kegiatan penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif) berupa kegiatan mencegah cedera atau kecacatan akibat proses penyakit untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi optimal. Namun demikian,upaya pelayanan kesehatan di sekolah harus lebih diutamakan pada upaya meningkatkan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit terutama dilaksanakan melalui kegiatan penjaringan kesehatn siswa kelas satu atau baru masuk sekolah, pemeriksaan berkala seluruh sisa, penyuluhan kesehatan dan imunisasi 1) Tujuan pelayan kesehatan a) Tujuan umum : meningkatnya derajat kesehtan peserta didik dan seluruh warga masyarakat sekolah secar optimal b) Tujuan khusus : (1) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan melakukan tindakan hidup sehat dalam rangka membentuk perilaku hidup sehat (2) Meningkatkan daya tahan tubuh peserta didik terhadap penyakit dan mencegah terjadinya penyakit, kelainan dan cacat (3) Menghentikan proses penyakit dan pencegahan komplikasi akibat penyakit atau kelainan pengembalian fungsi, dan peningkatan kemampuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi optimal (4) Meningkatkan pembinaan kesehatan baik fisik, mental sosial maupun lingkungan 2) Tempat melakukan pelayanan kesehatan : a) Disekolah atau madrasah dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler b) Di puskesmas dan tempat pelayanan kesehatan (misalnya dokter praktik) yang ada disekitar sekolah atau madrasah sesuai kebutuhan 3) Pelaksanaan pelayanan kesehatan Dilakukan melalui serangkaian kegiatan peningkatan status kesehatan (promotif), tindakan pencegahan (preventif), serta penyembuhan dan

pemulihan kesehatan (kuratif dan rehabilitatif) yang dilaksanakan melalui kegiatan berikut. a) Peningkatan kesehatan (promotif) dilaksankan melalui kegitan intrakurikuler dan penyuluhan kesehatan serta latihan keterampilan oleh tenaga kesehatan di sekolah. Misalnya kegiatan penyuluhan gizi, kesehatan pribadi, penyakit menular, cara menggosok gigi yang benar, cara mengukur tinggi badan dan berat badan, serta cara meemriksa ketajaman pengelihatan b) Tindakan penceghan (preventif) dilaksankan melalui kegiatan peningkatan daya tahan tubuh, pemutusan mata rantai penularan penyakit, dan penghentian proses penyakit pada tahap dini sebelum timbul penyakit. Misalnya, imunisasi yang dilakukan oleh petugas puskesma, pemberantasan sarang nyamuk, pengobatan sederhanan oleh dokter kecil, kegiatan penjaringan (skrining) kesehatan bagi siswa SD kelas satu dan pemeriksaan berkala setiap enam bulan bagi seluruh siswa c) Penyembuhan dan pemulihan (kuratif dan rehabilitatif) dilakukan melalui kegiatan pencegahan komplikasi dan kecacatan akibat proses penyakit atau untuk meningkatkan kemampuan peserta didik yang cedera atau cacat agar dapat berfungsi dengan normal lagi Kegiatan dapat berupa pengobatan ringan dan pertolongan pertama di sekolah serta rujukan medis ke puskesmas untuk mengurangi derita sakit, kasus kecelakaan, keracunan atau kondisi lain yang membahayakan nyawa, dan kasus penyakit khusus. 6. Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat Program pembinaan lingkungan sekolah sehat mencakup pembinaan lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, masyarakat dan unsur-unsur penunjang. Program pembinaan lingkungan sekolah a. Lingkungan fisik sekolah 1) Penyediaan dan pemeliharaan tempat penampungan air bersih 2) Pengadaan dan pemeliharaan tempat pembuangan sampah 3) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah 4) Pemeliharaan kamar mandi, WC kakus, urinoar

5) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruangan kelas, ruang perpustakaan, ruang laboratorium dan tempat ibadah 6) Pemeliharaan kebersihan dan keindahaan halaman dan kebun sekolah (termasuk pengelihatan sekolah) 7) Pengadaan dan pemeliharaan warung atau kantin sekolah 8) Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah b. Lingkungan mental dan sikap c. Program pembinaan lingkungan mental dan sosial yang sehatdilakukan melalui usaha pemantapan sekolah sebagai lingkungan pendidikan (wiyata mandala) dengan meningkatkan pelaksanaan konsep ketahan sekolah, sehingga tercipta suasasa dan hubunan kekeluargaan yang akrab dan erat antara sesama warga sekolah 7. Sasaran usaha kesehatan di sekolah Sasaran pelayanan uks adalah seluruh peserta didik dari berbagai tingkat pendidikan sekolah, mulai dari taman kanak-kanak, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan agama, pendidikan kejuruan, dan pendidikan khusus (sekolah luar biasa). Untuk sekolah dasar, UKS diprioritaskan pada kelas satu, tiga, dan enam karena alasan-alasan berikut. a. Kelas satu Merupakan fase penyesuaian dalam lingkungan sekolah yang baru dan mulai lepas pengawasan dari orang tua. Kemungkinan kontak dengan berbagai penyebab penyakit lebih besar karena ketidaktahuan dan ketidakmengertian tentang kesehatan. Di samping itu, kelas satu adalah saat yang baik untuk diberikan imunisasi ulangan. Pada kelas satu ini dilakukan penjaringan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kelainanyang mungkin timbul sehingga mempermudah pengawasan untuk jenjang berikutnya. b. Kelas tiga Dilaksanan di kelas tiga untuk mengevaluasi hasil pelaksanaan UKS di kelas satu terhadulu dan langkah selanjutnya akan dilakukan dalam program pembinaan UKS. c. Kelas Enam

Dalam rangka mempersiapkan kesehatan peserta didik ke jenjang selanjutnya, sehingga memerlukan pemeliharaan dan pemeriksaan kesehatan yang cukup. 8. Peran perawat kesehatan sekolah 1. Sebagai pelaksana asuhan keperawatan di sekolah, perawat mempunyai peran : a. Mengkaji masalah kesehatan dan keperawatan peserta didik dengan melakukan pengumpulan data, analisis data, analisis data, serta perumusan dan prioritas masalah. b. Menyusun perencanaan kegiatan UKS bersama Tim Pembina Usaha Kesehatan di Sekolah (TPUKS) c. Melaksanakan kegiatan UKS sesuai dengan rencana kegiatan yang disusun d. Menilai dan memantau hasil kegiatan UKS e. Mencatat dan melaporkan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 2. Sebagai pengelola kegiatan UKS, perawat kesehatan yang bertugas di puskesmas menjadi salah seorang anggota dalam TPUKS atau dapat juga ditunjuk sebagai seorang koodinator UKS di tingkat puskesmas. Bila perawat kesehatan ditunjuk sebagai koordinasi maka pengelolaan pelaksanaan UKS menjadi tanggung jawabnya atau paling tidak ikut terlibat dalam tim pengelola UKS. 3. Sebagai penyuluh dalam bidang kesehatan, peranan perawat kesehatan dalam memberikan penyuluhan kesehatan dapat dilakukan secara langsung (melalui kesehatan yang bersifat umum dan klasikal) atau tidak langsung sewaktu melakukan pemeriksaan kesehatan peserta didik secara perseorangan. 9. Fungsi Perawat Sekolah 1. Memberikan pelayanan serta meningkatkan kesehatan individu dan memberikan pendidikan kesehatan kepada semua populasi yang ada di sekolah.

2. Memberikan kontribusi untuk mempertahankan dan memperbaiki lingkungan fisik dan sosial sekolah. 3. Menghubungkan program kesehatan sekolah dengan program kesehatan masyarakat yang lain

DAFTAR PUSTAKA 1. Sujiono, Yuliani Nurani. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT Mancana Jaya Cemerlang, 2009. 2. Departemen Kesehatan. Pedoman Pelatihan Kader Kesehatan di Sekolah. Jakarta, 2008. 3. Herawati, Neni FS. Buku Panduan Praktikum Keperawatan Komunitas I. Banjarbaru: PSIK FK UNLAM, 2012. 4. Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 1/U/SKB/2003, No. 1067/MENKES/VII/2000, No. MA/230 A/2003, No. 26 Tahun 2003 Tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah. 5. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. Pedoman Pelaksanaan UKS di Sekolah, 2012. 6. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar. 2012. Pedoman Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan SekolahKementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pedoman pelaksanaan UKS di sekolah. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, 2012. 7. Notoatmodjo, Soekidjo. Pendidikan dan Promosi Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007. 8. Efendi F, Makhfudli. Keperawatan Keshatan Komunitas Teori dan Praktik dalam Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika, 2009)