Pertemuan XII. Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH.

dokumen-dokumen yang mirip
SURVEILANS EPIDEMIOLOGI

BAB I PENDAHULUAN. Sanitasi adalah usaha pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan fisik manusia

PROSEDUR TETAP (PROTAP) PEMERIKSAAN AKHIR KESEHATAN CALON JAMAAH HAJI I. PROSEDUR TETAP PENERIMAAN CJH

BAB 1 PENDAHULUAN. tinggi. Survei morbiditas yang dilakukan oleh sub Direktorat diare, Departemen

BAB 1 PENDAHULUAN. termasuk makanan dari jasaboga. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik

Jasaboga. Usaha pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan yang dilakukan oleh perseorangan atau Badan Usaha.

BAB IV PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

KEBIJAKAN PROGRAM PENYEHATAN LINGKUNGAN

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I (sesuai dengan PERMENKES No.356/MENKES/PER/IV/2008)

BAB I PENDAHULUAN. seluruh daerah geografis di dunia. Menurut data World Health Organization

INSPEKSI SANITASI TEMPAT-TEMPAT UMUM DAN TEMPAT PEMBUATAN DAN PENJUALAN MAKANAN DAN MINUMAN

HIGIENE SANITASI PANGAN

HUBUNGAN KONDISI FASILITAS SANITASI DASAR DAN PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE DI KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG.

BAB 1 : PENDAHULUAN. dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat tersebut. (1) Selain

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 949/MENKES/SK/VIII/2004 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 288/MENKES/SK/III/2003 TENTANG PEDOMAN PENYEHATAN SARANA DAN BANGUNAN UMUM

Panduan Pelayanan Pencegahan Penyakit Menular

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Penanggulangan Penyakit Menular

Berapa penghasilan rata-rata keluarga perbulan? a. < Rp b. Rp Rp c. > Rp

BAB I PENDAHULUAN. mengindikasikan masih rendahnya cakupan dan kualitas intervensi. kesehatan lingkungan. (Munif Arifin, 2009)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

TL-2271 Sanitasi Berbasis Masyarakat Minggu 3

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) INSPEKSI SANITASI TEMPAT- TEMPAT UMUM DAN TEMPAT PEMBUATAN DAN PENJUALAN MAKANAN MINUMAN

BAB I PENDAHULUAN. yaitu program pemberantasan penyakit menular, salah satunya adalah program

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG SERTIFIKASI TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN, TEMPAT-TEMPAT UMUM DAN PENGAWASAN KUALITAS AIR

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 265/MENKES/SK/III/2004 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG PENYELENGGARAAN KESEHATAN HAJI

BAB I PENDAHULUAN. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal sangat ditentukan oleh tingkat

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang. Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan

Sanitasi Penyedia Makanan

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG SERTIFIKASI LAIK SEHAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SUMBAWA,

Lampiran 1. Aspek Penilaian GMP dalam Restoran

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG TAHUN 2008 NOMOR 26 NOMOR 26 TAHUN 2008

BAB I PENDAHULUAN. Menurut WHO (World Health Organization) dalam Buletin. penyebab utama kematian pada balita adalah diare (post neonatal) 14%,

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG PERATURAN WALIKOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. karena adanya interaksi antara manusia dengan lingkungan. Terutama

STRUKTUR ORGANISASI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I (sesuai dengan PERMENKES No.356/MENKES/PER/IV/2008)

RUMAH SEHAT. Oleh : SUYAMDI, S.H, M.M Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar


2017, No Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116,

Tempat-tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi umum yang. pemerintah, swasta, dan atau perorangan yang dipergunakan langsung oleh

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1096/MENKES/PER/VI/2011 TENTANG HIGIENE SANITASI JASABOGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG

PANDUAN WAWANCARA PENDERITA TB PARU DI KLINIK SANITASI

INDIKATOR KINERJA UTAMA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TEBO

BAB I PENDAHULUAN. sebesar 3,5% (kisaran menurut provinsi 1,6%-6,3%) dan insiden diare pada anak balita

D. Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Petugas P2 Diare (Program Pemberantasan Diare) Puskesmas Payolansek

BUPATI BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BELITUNG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 356/MENKES/PER/IV/2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN

KESEHATAN DAN SANITASI LINGKUNGAN TIM PEMBEKALAN KKN UNDIKSHA 2018

BAB I PENDAHULUAN. lima tahun pada setiap tahunnya, sebanyak dua per tiga kematian tersebut

Bagian Kedua Kepala Dinas Pasal 159 (1) Kepala Dinas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 huruf a, mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerinta

Kerangka Acuan Kerja ( KAK )Kegiatan survailance epidemiologi kesehatan. Puskesmas Kijang Tahun Anggaran : Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan

BAB 1 PENDAHULUAN. tinggi. Berbagai program telah dilaksanakan oleh pemerintah guna menurunkan

Gambar lampiran 1: Tempat Pencucian Alat masak dan makan hanya satu bak

d. Sumber Data Laporan Puskesmas. Laporan Dinas Kesehatan Kab/Kota

BUPATI TASIKMALAYA KEPUTUSAN BUPATI TASIKMALAYA NOMOR 17 TAHUN 2004 TENTANG URAIAN TUGAS UNIT DINAS KESEHATAN KABUPATEN TASIKMALAYA

KEBIJAKAN DASAR PUSKESMAS (Kepmenkes No 128 th 2004) Latar belakang

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

BAB 1 : PENDAHULUAN. fenomena penyakit yang terjadi pada sebuah kelompok masyarakat, yang berhubungan,

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1098/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG PERSYARATAN HYGIENE SANITASI RUMAH MAKAN DAN RESTORAN

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 942/MENKES/SK/VII/2003 TENTANG PEDOMAN PERSYARATAN HYGIENE SANITASI MAKANAN JAJANAN

LEMBAR OBSERVASI HYGIENE SANITASI KAPAL

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PELALAWAN NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN PELALAWAN

BAB 1 PENDAHULUAN. masa depan yang penduduknya hidup dalam lingkungan dan perilaku sehat, mampu

BAB 1 PENDAHULUAN. Undang-Undang Kesehatan RI Nomor 36 Tahun 2009 menyatakan bahwa

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Oleh Direktur Jenderal PP-PL Depkes

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS KESEHATAN KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DIDUGA AKIBAT INFEKSI DI DESA GONDOSULI KECAMATAN BULU KABUPATEN TEMANGGUNG

PP DAN PL DALAM PERSPEKTIF PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN. Ditjen PP dan PL

Kegiatan tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

LAPORAN TAHUNAN PROGRAM KESLING LAPORAN TAHUNAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN BAB I UMUM 1.1. PENDAHULUAN

PENGUATAN PERAN SURVEILANS EPIDEMIOLOGI DALAM MANAJEMEN KESEHATAN

PANDUAN MANAJEMEN RESIKO PUSKESMAS CADASARI PEMERINTAH KABUPATEN PANDEGLANG DINAS KESEHATAN UPT PUSKESMAS CADASARI

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan mutu dan daya saing sumber daya manusia Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan masyarakat. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal dapat

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN. Transmitted Helminths. Jenis cacing yang sering ditemukan adalah Ascaris

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 311/MENKES/SK/V/2009 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Kesehatan lingkungan mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat,

BAB I PENDAHULUAN. penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan

PENDAHULUAN. waktu terjadi pasang. Daerah genangan pasang biasanya terdapat di daerah dataran

SOP PENGAMBILAN SAMPEL AIR UNTUK UJI BAKTERIOLOGIS No. Dokumen 60/L/PL/2013

BAB I PENDAHULUAN. yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana

UNTUK KEPALA SEKOLAH SDN KOTA BINJAI

KERANGKA ACUAN PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN (KESLING) PUSKESMAS MANIMPAHOI

KERANGKA ACUAN PROGRAM P2 DBD

DAFTAR BUKU PEDOMAN PENYELENGGARAAN UKM PUSKESMS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 PENDAHULUAN. Tujuan pembangunan nasional bidang kesehatan yang tercantum dalam

Transkripsi:

Pertemuan XII SURVEILANS KESEHATAN LINGKUNGAN Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH http://pbm-alhiko.blogspot.com http://alhiko.blogspot.com

O u t l i n e Pengantar, Silabus, Definisi Dasar hukum pelaksanaansurveilans Penyelenggaraan SurveilansFaktor ResikoLingkungan SurveilansFaktorResikoLingkungan TerhadapKejadianISPA, Diare, Leptospirosis. Surveilans Kesling Saat Haji Tugas5

SILABUS MATA KULIAH No MATERI Dosen 8 Wabah: Pengantar, Definisi, Penyakit Potensial Wabah, Alhiko, Husein, Rizky 9 Penyelidikan Wabah Alhiko, Husein, Rizky 10 Sistem Kewaspadaan Dini KLB Alhiko, Husein, Rizky 11 Surveilans: Definisi, Kegiatan Alhiko, Husein, Rizky 12 Surveilans Kes. Lingkungan Alhiko, Husein, Rizky 13 Screening 1 Rizky, Alhiko, Husein 14 Screening 2 Rizky, Alhiko, Husein UAS TA. 2011/2012 TIM

PENYELENGGARAAN SURVEILANS DI DINAS KESEHATAN KAB/ KOTA *) A. Kegiatan surveilans yg diampu oleh Seksi Surveilans: 1. Surveilans penyakit menular dan tidak menular 2. STP 3. SurveilansPD3I (AFP, campak, integrasitn-difteri) 4. Surveilans KIPI 5. Surveilans Kewaspadaan dini KLB (W1,W2) 6. Surveilansmatra(haji, pascabencana) 7. Surveilans KLB B. Kegiatan surveilans yang melekat pada bidang/program: SurveilansGizi, Kesehatanibuanak(Restibumil), sandas, kualitas makanan, dll

Dasar Hukum pelaksanaansurveilans UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah penyakit menular UU No.17 tahun1999 tentangibadahhaji Kepmenkes No. 1116 tentang Pedoman penyelenggaraan sistem surveilans epidemiologi kesehatan Kepmenkes No. 1479 tahun 2003 tentang STP Pedoman prosedur kerja Surveilans Faktor resiko Lingkungan Dalam Intensifikasi Pemberantasan Penyakit menular, Ditjen PP dan PL, Jakarta, 2003 PedomanPenyelidikandanPenanggulangan KLB, DitjenPP danpl, Jakarta 2004

DEFINISI SURVEILANS Proses pengumpulan, pengolahan dan analisis data secara sistematik dan terus menerus sertapenyebaraninformasikepadaunit yang membutuhkan utk dpt mengambil tindakan Surveilans Epidemiologi(SE) adalah kegiatan analisis scr sistematis dan terus menerus thdp penyakit/ masalah2 kesehatan& kondisi yg mempengaruhi terjadinyapeningkatandanpenularanpenyakit/ masalah2 kesehatantsb, agar dpt melakukan tindakan penanggulangan scr efektif dan efisien melalui proses pengumpulan data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kpd penyelenggara program kesehatan.

TUJUAN: Tersedianya data dan informasi epidemiologi sebagai dasar manajemen kesehatan utk pengambilan keputusan dlm perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi program kesehatan dan peningkatan respon kewaspadaan dini KLB.

FENOMENA Integrasi konsep Pemberantasan/pengendalian penyakit menular dengan penyehatan lingkungan masih perlu dioptimalkan Dasar2 kegiatan pokok penyehatan lingkungan (penyehatan air, penyehatan pemukiman, higiene sanitasi, Penyehatan TTU, makmin, dll) yg tertera dalam Pedoman Kerja Puskesmas perlu diaplikasikan secara langsung dalam pemberantasan/pengendalian penyakit menular Aplikasi berupa kesatuan gerak tim puskesmas dalam penanggulangan kasus2 penyakit menular.

LATAR BELAKANG

PENGELOLAAN PPM-PL TERPADU BERBASIS WILAYAH INTERVENSI PENYAKIT PADA SEMUA ASPEK Host Agent Environment Pengobatan didukung dengan pengendalian akan memberikan hasil yang maksimal

TIM EPIDEMIOLOGI PUSKESMAS KOORDINATOR P2 PENANGGULANGAN PENYAKIT SURVEILANS IMUNISASI KESLING PROMKES BP KIA LAB OBAT POSYANDU P.E YANKES SWASTA

RUANG LINGKUP SURVEILANS PENYAKIT SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN PERILAKU YANKES

DEFINISI SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN Pengamatan dan pengkajian secara sistematik terhadap aspek lingkungan sebagaifaktorresiko, dalam rangka menurunkan prevalensi penyakit menular.

TUJUAN UMUM: Terselenggaranya surveilans faktor resiko lingkungan dalam rangka menurunkan prevalensi penyakit menular KHUSUS: Terselenggaranya: 1. Pengumpulan data faktor resiko lingkungan berdasarkan penyakit 2. Pengolahan dan analisis data faktor resiko lingkungan berdasarkan penyakit 3. Diseminasi informasi hasil kajian faktor resiko lingk 4. Rencana tindak lanjut

ManajemenSurveilans PERENCANAAN, PENGENDALIAN, EVALUASI PROGRAM INFORMASI DETERMINAN FAKTOR DATA MASALAH KESEHATAN DETERMINAN FAKTOR ENTRY PENGOLAHAN ANALISIS INTERPRETASI

BEBERAPA HAL TENTANG DATA Garbage In Garbage Out(GIGO) Cara pengumpulandata: Wawancara, Observasi, Survei Frekuensi pengumpulan data: Frekuensi pengumpulan data: a. Setiapsaatsesuaidengankebutuhan(KLB, potensial KLB) b. Periodik: Survei awal dan survei lanjutan

SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN ISPA TELAAH PUSTAKA: a. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita yaitu: jenis lantai, kepadatan huniandanjenisbahanbakaryang dipakai (A. Lubis, 1996) b. Terdapat hubungan antara ISPA/pneumonia pada anakdenganpenggunaanbahanbakarmasak (Suryadi, 1997) c. Kebiasaan ibu membawa anak sambil memasak di dapur mempunyai resiko 2,5 kali pada anak terserang ISPA (Tugaswati, 1994)

DEFINISI OPERASIONAL SK MENKES No: 829 tahun1999: a. Persyaratan kesehatan perumahan bhw luas ruang tidurminimal 8 m2, tdkboleh>2 orang b. Bahan bakar kategori baik: gas, listrik, kategori sedang: minyak tanah, kategori kurang: kayu bakar, arang c. Luas ventilasi permanen minimal 10% dari luas lantai d. Jenis lantai yang baik: kedap air, mudah dibersihkan

VENTILASI BAGAN OPERASIONAL SURVEILANS LINGKUNGAN ISPA INPUT MASALAH RTL/SARAN VENTILASI BAHAN BAKAR UTK MASAK JENIS LANTAI LETAK KAMAR TIDUR DAN DAPUR Perilaku meludah Perilaku bawa bayi saat masak LANTAI TANAH VENTILASI RMH TIDAK MEMENUHI SYARAT PERILAKU LANTAI DISEMEN Menambah ventilasi buatan Memperbaiki lubang ventilasi Tdk membawa anak/bayi saat masak

SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DIARE TELAAH PUSTAKA: a. Faktor-faktoryang mempengaruhikejadianispa pada balita yaitu: jenis lantai, kondisi jamban, jarak jambandg sumberair, pencemaransumber air, perilaku merebus air, cuci tangan, perilaku membuang sampah (Retno, E, 2008) b. Terdapat hubungan antara kejadian diare dengan perilaku BAB sertariwayatmakanminum (Depkes RI, 2003)

BAGAN VENTILASI OPERASIOANAL SURVEILANS LINGKUNGAN DIARE INPUT MASALAH RTL/SARAN KONDISI LANTAI RMH KEBERADAAN E COLLI PD SGL KONDISI JAMBAN JARAK JAMBAN DG SMBER AIR Sanitasi makanan Perilaku merebus air Perilaku cuci tangan Pembuangan sampah RIWAYAT MAKAN LANTAI TANAH Sanitasi makanan Jamban tdk sehat PERILAKU LANTAI DI SEMEN Stimulan jamban sehat Perbaikan sanitasi mak Penyediaan bak smpah Perilaku buang sampah

SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN LEPTOSPIROSIS TELAAH PUSTAKA: Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian Leptospirosis yaitu: Tata rumah, kondisi SPAL, sarana air bersih, keberadaanvektor, sanitasimakanan, serta kebiasaan cuci tangan (Oka, 2007)

BAGAN VENTILASI OPERASIOANAL SURVEILANS LINGKUNGAN LEPTOSPIROSIS INPUT MASALAH RTL/SARAN KEADAAN DAN PENATAAN RMH KONDISI SPAL SARANA AIR BERSIH KEBERADAAN VEKTOR Sanitasi makanan Perilaku cuci tangan Pembuangan sampah SARANA MANDI DAN CUCI KEBERADAAN VEKTOR Sanitasi makanan Kandang dlm rmh PERILAKU RACUN TIKUS Sanitasi kandang Perbaikan sanitasi mak Penyediaan bak smpah Perilaku buang sampah dan cuci tangan

TUPOKSI TIM EPIDEMIOLOGI PUSKESMAS 1. Mengkoordinir penanggulangan kasus 2. Menyampaikan hasil kajian dan penanggulangan ke pihak-pihak lain KOORDINATOR P2 PENANGGULANGAN PENYAKIT 1. Mengkoordinir pembentukan, pelaksanaan dan evaluasi Tim P.E 2. Mengkoordinir perencanaan, pelaksanaan keg, pemantauan dan evaluasi pd keg penanggulangan penyakit 3. Melngkoordinir analisis thd permasalahan penanggulangan penyakit dan penyampaian rekomendasi ke Kapusk SURVEILANS IMUNISASI KESLING PROMKES 1. Melakukan pelacakan kasus untuk memetakan besaran kasus/ frek distribusi(wto) 2. Melakukan kajian faktor resiko berdasarkan input dari lintas program 3. Menyampaikan laporan hasillengkappe kpd pihak-pihak lain 1. Melakukan pelacakan memetakan besaran pengaruh FR imunisasi thd kasus 2. Melakukan kajian faktor resiko imunisasi thdp korelasi dengan kasus 3. Menyampaikan laporan hasil dan kajian FR imunisasi kpd ptgs surveilans 1. Melakukan pelacakan memetakan besaran pengaruhfr lingkungan thd kasus 2. Melakukan kajian faktor resiko lingkungan thdp korelasi dengan kasus 3. Menyampaikan laporan hasildankajianfr lingkungan kpd ptgs surveilans 1. Melakukan perencanaan keg promosi keshtn terkait dg hasil kajian kasus, melalui berbagai media 2. Melakukan kegiatan promosi dengan melibatkan lintas program 3. Melakukan evaluasi keg Promosi

KESEHATAN HAJI Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Kegiatanpokokpelayanan kesehatanhaji Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji Pembinaan kesehatan calon jemaah haji Pelayanan medis Imunisasi Surveilans Kesiapsiagaan Penanggulangan KLB dan Musibah Masal Kesehatan Lingkungan

KESEHATAN LINGKUNGAN Tujuan Kegiatan Pelaksanaan

Tujuan Mengendalikan faktor risiko lingkungan untuk mewujudkan kondisi lingkungan yang sehat, nyaman dan calon jemaah haji terbebas dari penularan penyakit

Kegiatan Penyuluhan kesehatan lingkungan dan kesehatan perorangan(personal higyne) dilaksanakan sejak pembinaan kesehatan calon jemaah haji di puskesmas, kab/ kota, provinsidanembarkasi/ debarkasi haji. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan rumah makan atau restoran maupun jasaboga lainnya yang melayani calon jemaah haji dalam perjalanandaridaerahasalkeasramaembarkasi/ debarkasi haji.

Cont... Kegiatan Melaksanakan pengamatan dan pemantauan kesehatan lingkungan di asrama transit, asrama embarkasi/ debarkasi haji, sanitasi pesawat dan di pemondokan Arab Saudi. Melaksanakan pembinaan dan pemeriksaan jasaboga serta pengelola makanan, minuman di asrama transit, asrama embarkasi/ debarkasi haji dan jasaboga pesawat.

Kegiatan Cont... Kegiatan Melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengambilan usap dubur pada petugas pengelola makanan/minuman. Melakukan pengamatan, pemantauan dan pengendalian vektor penyakit di asrama transit, asrama embarkasi/ debarkasi haji dan pesawat.

Kegiatan Cont... Kegiatan Pengambilansampelmakanan, minuman, air, jajanan dan ulas alat untuk pemeriksaan bakteriologis. Pengambilan sampel air untuk pemeriksaan kualitasair meliputi: pemeriksaanfisik, mikrobiologi, kimiawi. Selain itu dilakukan pemeriksaan PH air dan sisa chlor secara langsung dilapangan.

Kegiatan Cont... Kegiatan Pengambilan sampel makanan untuk disimpan di bank sampel dalam freezer

PELAKSANAAN Di Indonesia Di Arab Saudi Tindak Lanjut

Di Indonesia Pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan pada penyelenggaraan kesehatan haji di Indonesia dilaksanakanditingkatkab/ Kota, Provinsi dan Pelabuhan Embarkasi/ Debarkasi Haji.

PemeriksaandanPenilaian Pendahuluan Pemeriksaan dan penilaian pendahuluan kesehatanlingkungandi AsramaEmbarkasi/ Debarkasi Haji dilakukan dua tahap, yaitu: Pemeriksaandanpenilaianawal (pertama) dimaksudkan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan lingkungan, jasaboga(asrama dan pesawat) dan membuat rekomendasi kepada pengambil keputusan tentang perbaikan asrama haji, saranasanitasiyang amandannyaman, perbaikan jasaboga, dilaksanakan 3 (tiga) bulan sebelum operasional haji.

Pemeriksaan kedua dimaksudkan untuk memantau perbaikan kesehatan lingkungan dan kesiapan asrama serta pemeriksaan kesehatanpenjamahmakanandilakukan1 (satu) minggu sebelum operasional haji. Khususpengendalianvektordilakukan1 (satu) hari sebelum operasional haji dan selama operasional haji dilaksanakan oleh KKP bersama dengan Dinas Kesehatan setempat

Pelaksanaan pemeriksaan/ penilaian pendahuluan sanitasi asrama embarkasi/ debarkasi haji dilaksanakan oleh Tim yang terdiri dari unsur-unsur: Pelaksana: Kantor KesehatanPelabuhanembarkasi/ debarkasi haji(sebagai koordinator dan penanggung jawab). Dinas Kesehatan Provinsi tempat embarkasi haji. Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota tempat embarkasi haji. Kantor Wilayah / Kantor Departemen Agama di embarkasi.

Pembina: Subdit Kesehatan Haji, Dit. Epim-Kesma DitjenPPM & PL. Subdit Hygiene dan Sanitasi Makanan Minuman, Dit. PAS DitjenPPM & PL SubditKesehatanPelabuhan& DP, Dit. Epim-Kesma Ditjen PPM & PL.

Subdit Hygine Sarana dan Bangunan Umum Dit. PL DitjenPPM & PL SubditPengamananKualitasAir Dit. PAS DitjenPPM & PL SubditSanitasiDarurat, Dit. PAS DitjenPPM & PL SubditPengasramaanDepartemenAgama RI.

SasaranPemeriksaandan PenilaianKesling Bangunanasramameliputi: ventilasi, pencahayaan, kulaitasudara, kelembaban, kondisi lantai, kepadatan penghuni di dalam kamar tidur, lubang asap atau fasilitas sirkulasi udara di dapur, ruang makan, fasilitas tangga yang aman dan pengamanan instalasi. Dapur.

SasaranPemeriksaandanPenilaian Cont... PenilaianKesling Fasilitas penyediaan air bersih, pembuangan tinja/ jamban, pembuangan sampah, fasilitas untuk wudhu dan air limbah melalui kegiatan inspeksi sanitasi. Kran-kran air, perpipaan air, titik-titik pengambilan air (water point), tandon (reservoir), bak-bak penampungan air melalui kegiatan pengambilan sampel air.

SasaranPemeriksaandanPenilaian Cont... PenilaianKesling Jasaboga pesawat. Fasilitas umum lainnya.

PemeriksaandanPengawasanSelama OperasionalHaji Pengawasan sanitasi lingkungan termasuk tempat-tempat umum. Pengawasan hygiene sarana dan bangunan. Pengawasan pembuangan sampah, kotoran dan air limbah. Pengawasan terhadap kualitas air, kesinambungan dan kecukupan persediaan air serta perilaku hygienis pengguna air.

Pengawasan sanitasi makanan dan minuman. Pemeriksaan bakteriologis ulas alat makanan (perabot) dan usap dubur. Pengamatan dan pemberantasan vektor penyakit. Pembinaan dan Pemeriksaan kesehatan petugas pengolah makanan.

Pengawasan dam pengambilan sampel makanan dan minuman katering asrama dan katering pesawat, untuk disimpan pada bank sampel dalam freezer dan secara periodik dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Memberikan penyuluhan kesehatan perorangan(personel hygiene) maupun sanitasi lingkungan kepada calon jemaah haji. Pengambilan sampel makanan untuk disimpan di bank sampel dalam freezer. Izin usaha penyelenggaraan penyediaan makanan(jasa boga) untuk jemaah haji sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

Di Arab Saudi Pengamatan, Pemantauan Pemondokan dan Jasaboga Pemantauan suhu dan kelembaban

PemondokandanJasaBoga Tersedianya lift pada gedung yang lebih dari 4 lantai. Disetiapkamartidurtersediapenyejukruangan(AC, kipasangin) danheater (padasaatmusimdingin), ventilasi, pencahayaan yang cukup, tempat tidur lengkap dengan kasur dan bantal serta kunci kamar. Kepadatanhunianminimal 1 x 2,5 m per jemaahhaji. Kamarmandi, W.C. 1 : 15 jemaahhajidancukupair. Dapur aman, bersih dan cukup air. Pembuangan kotoran, air dan sampah memenuhi syarat kesehatan. PH air : 6,5 8,5 dgn SisaChlor0.2 0,5 mg/l (ppm).

Untuk catering harus diperhatikan Tempat pengolahan dan dapur Penjamah makanan(food handler) Proses pengolahan Penyimpanan Pengangkutan Penyajian Pengambilan sampel makanan Tersedianyakamarmandi( 1 : 10 orang)

Pemantauan suhu dan kelembaban Pukul06.00 WAS Pukul14.00 WAS Pukul20.00 WAS

TINDAK LANJUT Di Indonesia Di Arab Saudi

Di Indonesia Hasil pemeriksaan/ penilaian dan pengendalian kesehatan lingkungan asrama haji dan bandara, jasa boga asrama haji serta pesawat direkomendasikan kepada penyelenggara dan atau instansi yang berwenang dalam penyelenggaraan haji.

Di Indonesia Tindak lanjut untuk perbaikan kesehatan lingkungan asrama haji dan bandara, jasa boga asrama haji dan pesawat merupakan tanggung jawab masing-masing penyelenggara dan atau instansi yang berwenang dalam penyelenggaraan haji.

Di Arab Saudi Hasil pemeriksaan/ penilaian dan pengendalian kesehatan lingkungan pemondokan, asrama haji Madinatul Hujjaj, jasa boga Madinatul Hujjaj, airport dan pesawat direkomendasikan kepada penyelenggara dan atau instansi yang berwenang dalam penyelenggaraan haji (Muassasah, Maktab, Majmu ah, Konsulat Jenderal, Kabid Haji dan Kadaker).

Di Arab Saudi Tindak lanjut untuk perbaikan kesehatan lingkungan pemondokan, asrama haji Madinatul Hujjaj, jasaboga, airport dan pesawat merupakan tanggung jawab masingmasing penyelenggara dan atau instansi yang berwenang dalam penyelenggaraan haji (Muassasah, Maktab, Majmu ah, Konsulat Jenderal, Kabid Haji dan Kadaker).

TugasTerakhir Terakhir... Individual: Mencari/download dan Baca Buku Penyelidikan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular dan Keracunan Pangan(Pedoman Epidemiologi Penyakit) Buat 3 soal Multiple Choice & jwbn Kumpulkan & Kirim ke email: alhiko@yahoo.com(jangka waktu 2 minggu)

Sumber Rujukan SURVEILANS FAKTOR RESIKO LINGKUNGAN DALAM RANGKA INTENSIFIKASI PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR, Dinkes Kab. Bantul, 2011. KESEHATAN HAJI, Departemen Kesehatan RI