Pendidikan Pancasila di Indonesia STMIK AMIKOM YOGYAKARTA NAMA : SYARIF HIDAYATSYAH NIM : 11.11.5488 STUDI DOSEN : TUGAS MAKALAH : ABIDARIN ROSIDI, DR, M.MA.
KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang maha ESA karna atas limpahan rahmat dan karunia-nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pendidikan Pancasila Di Indonesia dengan tepat waktu. Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat penilaian mata kuliah Pancasila. Penyusunan makalah ini tidak berniat untuk mengubah materi yang sudah tersusun. Namun, hanya lebih pendekatan pada study banding atau membandingkan beberapa materi yang sama dari berbagai referensi. Yang semoga bisa member tambahan pada hal yang terkait dengan Kepentingan Pendidikan Pancasila dalam perkembangan Negara Indonesia di Era Reformasi. Pembuatan makalah ini menggunakan metode study pustaka, yaitu mengumpulkan dan mengkaji materi Pendidikan Pancasila dari berbagai referensi. Kami gunakan metode pengumpulan data ini, agar makalah yang kami susun dapat memberikan informasi yang akurat dan bisa dibuktikan. Penyampaian pembandingan materi dari referensi yang satu dengan yang lainnya akan menyatu dalam satu makalah kami. Sehingga tidak ada perombakan total dari buku aslinya. Kami sebagai penyusun pastinya tidak pernah lepas dari kesalahan. Begitu pula dalam penyusunan makalah ini, yang mempunyai banyak kekurangan. Oleh karena itu, kami mohon maaf atas segala kekurangannya. Kami ucapkan terima kasih kepada Abidarin Rosidi, Dr, M.Ma. sebagai pengajar mata kuliah Pancasila yang telah membimbing kami dalam penyusunan makalah ini. Penyusun Syarif HidayatSyah
BAB 1 PENDAHULUAN LATAR BELAKANG MASALAH Kondisi Moral di Indonesia saat ini sudah mulai menghawatirkan. Banyak remaja Indonesia yang seharusnya menjadi tiang Bansa sudah mulai melupakan pentingnya pendidikan pancasila. mereka sudah melupakan Nilai, Norma dan Etika yang seharusnya mereka jaga. Kurangnya perhatian pendidikan pancasila ini bukan semata-mata kesalahan Pemerintah yang terlihat tidak memperdulikan hal ini. Seolah-olah pemerintah hanya fokus pada mutu pendidikan melalui perbaikan-perbaikan standar nilai tidak melihat bagaimana Moral peserta didik. Instansi Sekolah seakan hanya sebagai hiasan saja, tidak ada sesuatu yang dihasilkan oleh sekolah yang seharusnya turut serta memberikan pengetahuan tentang pancasila dan membentuk moral anak didik yang menjadi penerus Bangsa. RUMUSAN MASALAH 1.) Bagaimana Pendidikan Pancasila Di Masyarakat Indonesia? 2.) Apakah yang dimaksud dengan pendidikan pancasila? 3.) Bagaimana pendidikan pancasila memperbaiki kondisi moral Bangsa Indonesia? BAB 2 PEMBAHASAN Pendidikan Pancasila Di Masyarakat Indonesia Negara Indonesia terdiri atas sejumlah besar kelompok kelompok etnis, budaya, agama dan lainlain. Saat ini Dunia pendidikan Kewarga negaraan sedang mengalami kemunduran. upaya peminggiran Pancasila dalam kehidupan masyarakat semakin terasa. Undang-Undang tentang Pendidikan Nasional justru menghapuskan pelajaran Pancasila yang menyebabkan minimnya pemahaman tentang Pancasila. "Mereka bukan hanya gagal memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga gagap ketika harus menyebutkan urutan sila demi sila dari dasar negara kita. Kenyataan itu merupakan ancaman serius bagi upaya memperkuat keberadaan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. semua elemen pendidikan harus mewujudkan pendidikan yang berkarakter kebangsaan adalah ketika secara konteks dan sesuai dengan paradigma strata pendidikan mampu mengenal konsep dan strategi pendidikan karakter bangsa sebagai kurikulum mutlak yang menjadi dasar bagi setiap kelulusan siswanya.
Mengingat fungsi Pancasila yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka perlu ada pendidikan Pancasila bagi setiap warga negara. KARNA pada saat ini pendidikan di Indonesia cenderung pada system Liberal yang mementingklan aspek akademis tanpa menghiraukan akhlak dan Moral para peserta Didik kemerosotan moral para remaja terjadi karna beberapa factor : A.) Longgarnya pegangan agama, sehingga membuat hilangnya kontrol pada diri. Jika orang hanya di kontrol dengan hukum maka orang tersebut akan melanggar jika tidak ada orang yang mengetahuinya. B.) Kurang efektifnya pembinaan Moral oleh keluarga, sekolah maupun masyarakat C.) D.) Derasnya arus materialistis, hedonistis dan sekularistis, karena pola hidup semata-mata mengejar kepuasan materi, kesenangan hawa nafsu dan tidak mengindahkan nilai-nilai agama. Belum adanya kemauan sungguh-sungguh dari pemerintah, tampaknya belum menunjukan yang serius untuk melakukan pembinaan Pancasila dan Moral Bangsa. E.) Sistem pendidikan Indonesia yang kurang memperhatikan pendidikan pancasila dan Moral PENDIDIKAN PANCASILA Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia, sebagai falsafah, ideologi, dan alat pemersatu bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Pembelajaran pancasila secara lebih mendalam sangat penting untuk memajukan bangsa Indonesia. Pembelajaran pancasila ini bertujuan Memberi pengertian dan pemahaman kepada warga Negara diharapkan mampu memahami, menganilisis dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara berkesinambungan dan konsisten berdasarkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dengan sikap dan perilaku: 1. Memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang bertanggung jawab sesuai dengan hati nuraninya. 2. Memiliki kemampuan untuk mengenali masalah hidup dan kesejahteraan serta cara-cara pemecahannya. 3. Mengenali perubahan-perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. 4. Memiliki kemampuan untuk memaknai peristiwa sejarah dan nilai-nilai budaya bangsa untuk
menggalang persatuan Indonesia. Melalui Pendidikan Pancasila, warga negara Republik Indonesia diharapkan mampu memahami, menganilisis dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsanya secara berkesinambungan dan konsisten berdasarkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia. PERAN PANCASILA MEMPERBAIKI MORAL BANGSA Pendidikan moral harus didukung oleh kemauan, kerjasama ÿang kompak dan usaha ÿang sungguhsungguh dari keluarga, sekolah dan masÿarakat. Dari pihak keluarga harus sudah memberikan pendidikan moral dini pada anak-anak agar anak-anak mengetahui bagaimana bertingkah laku ÿang baik. Kondisi lingkungan masÿarakat juga harus mendukung pendidikan moral pada anak-anak maupun remaja,misalnÿa dengan dibentuk situasi ÿang religius, atau adanya gotong royong, kerja bakti dan lain-lain. Sekolah juga harus ikut serta dalam mencetak masyarakat yang memiliki moral yang baik. PENDIDIKAN saat ini kurang memperhatikan segi Moral tapi hanya mementingkan segi Intelektual saja. Akibatnya tidak dapat membentuk sumber daya manusia yang memilki kualitas baik melainkan menciptakan generasi Robot yang hanya melakukan tindakan sesuai perintah yang diberikan tanpa bisa memilih perintah yang diberikan benar atau tidak. Pendidikan yang dapat membentuk moral generasi : a.) b.) c.) Memantapkan pendidikan agama, karena agama merupakan hal yang pribadi dan berhubungan dengan ketuhanan. Sehingga seseorang akan takut melakukan pelanggaran Moral Pendekatan disiplin ilmu pengetahuan, pendidikan moral tidak hanya ada pada pendidikan agama saja tetapi juga pendidikan yang lainya. Pendukungan dan usah dari lingkungan sekitar, hal ini dapat member pengetahuan bagaimana bertingkah laku yang baik. Sikap positif dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila. 1. Menghormati anggota keluarga 2. Menghormati orang yang lebih tua 3. Membiasakan hidup hemat 4. Tidak membeda-bedakan teman 5. Membiasakan musyawarah untuk mufakat 6. Menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing 7. Membantu orang lain yang kesusahan sesuai dengan kemampuan sendiri.
BAB 3 PENUTUP Kesimpulan Pancasila adalah pandangan hidup bangsa dan dasar negara Republik Indonesia. Pancasila juga merupakan sumber kejiwaan masyarakat dan negara Republik Indonesia. Maka manusia Indonesia menjadikan pengamalan Pancasila sebagai perjuangan utama dalam kehidupan kemasyarakatan dan kehidupan kenegaraan. Oleh karena itu pengalamannya harus dimulai dari setiap warga negara Indonesia, setiap penyelenggara negara yang secara meluas akan berkembang menjadi pengalaman Pancasila oleh setiap lembaga kenegaraan dan lembaga kemasyarakatan, baik dipusat maupun di daerah. Saran Berdasarkan uraian di atas kiranya kita dapat menyadari bahwa Pancasila merupakan falsafah negara kita republik Indonesia, maka kita harus menjungjung tinggi dan mengamalkan silasila dari Pancasila tersebut dengan setulus hati dan penuh rasa tanggung jawab. Daftar pustaka 1.) Srijanto Djarot, Drs., Waspodo Eling, BA, Mulyadi Drs. (1994) Tata Negara Sekolah Menngah Umum. Surakarta: PT. Pabelan. 2.) H. Mohammad Adib, MA.(2008). Pendidikanb Pancasila. From http://madib.blog.unair.ac.id/jatidiri-and-characters/pendidikan-pancasila-sebagaimatakuliah-wajib-institusional/, 10/11/2011 3.) http://www.cara2.info/makalah-pendidikan-moral 4.) http://www.scribd.com/doc/68038470/pendidikan-pancasila 5.) http://edukasi.kompasiana.com/ 23 November 2010 6.)