#~ Konfigurasi Debian 7 ~# 1. Konfigurasi Network/Set Ip Address Login sebagai Administrator Pertama-tama yang harus dilakukan untuk mengkonfigurasi network atau set ip address adalah login sebagai administrator ( root ), yang mana Administrator ini adalah su ( super user ) yang memiliki full akses atau bisa dikatakan sebagai user yang bisa mengakses segalanya, setelah itu masukkan password root yang telah dibuat pada saat installasi. Perhatikan perintah berikut, Scan DVD - Lambang # menandakan login sebagai administrator. - Lamabang $ menandakan login sebagai user/account biasa. Setelah berhasil login sebagai root maka disamping hostname akan muncul lambang pagar :~# yang mendakan bahwa posisi login sebagai administrator. Selanjutnya untuk memepermudah dalam proses konfigurasi maupun installasi nantinya lakukan proses scan DVD Debian 7 ( DVD 1,2,3 ) dengan cara sebagai berikut, - Apt cdrom add ( memasukan/scan dvd) - eject ( mengeluarkan DVD )
Set Ip Address/Konfigurasi Network Masuk pada step awal yaitu konfigurasi network yang berfungsi untuk memberikan pengalamat atau identifikasi terhadap kartu jaringan ( LAN Card ) menggunakan Ip Address, buka file konfigurasi di /etc/network/ interfaces Edit file network pada bagian eth0, setelah itu tambahkan Ip Alias ( eth0:1 ) dimana Ip alias ini berfungsi untuk memvirtualkan sebuah lan card agar dapat digunakan lebih dari satu buah Ip address dengan catatan Ip address yang digunakan sebagai Ip alias harus satu subnet dengan Ip eth0 ( lan card sebenarnya ), Perintah nano adalah untuk membuka sekaligus merubah isi file konfigurasi, sedangkan perintah cat untuk hanya untuk melihat tetapi tidak bisa merubah isi file.
Tambahkan script seperti yang bergaris merah Setelah melakukan konfigurasi jangan lupa untuk menyimpannya dengan cara menekan ctrl+o setelah itu keluar dengan cara menekan ctrl+x Untuk memberikan penamaan pada Ip yang dibuat tadi masuk pada konfigurasi hostname, file hostname terletak di /etc/hosts, kemudian tambahakan domain yang digunakan pada masing-masing Ip, Selanjutnya buka file konfigurasi di /etc/resolv.conf, file konfigurasi ini berfungsi untuk mengarahkan dns mana yang ingin digunakan,
Restart Pengujian Via Localhost
2. Konfigurasi DNS Installasi Konfigurasi Edit file Konfigurasi DNS di /etc/bind/named.conf.default-zones tambahkan script berikut pada baris terakhir dan simpan DOMAIN UTAMA DOMAIN VIRTUAL Simpan konfigurasi dengan menekan ctrl+o dan keluar dengan menekan ctrl+x Copy file forward dari db.local (default) ke db.1 dan db.2 begitu juga dengan file revers copy dari db.127 (default) ke db.3. Edit file forward (db.1) yang telah di copy tadi db.1, db.2, dan db.3 hanya penamaan saja, boleh diganti Edit script yang bergaris merah kemudian tambahkan sub domain yang diperlukan untuk domain utama ( ex:www,ftp,mail ) dan simpan
SUB DOMAIN Setelah itu edit file db.2 sama halnya seperti db.1 SUB DOMAIN Edit file reverse ( db.3 ) DOMAIN UTAMA IP AKHIR
Restart Pengujian Via Localhost
3. Konfigurasi SSH ( Remote Access ) Installasi Konfigurasi Edit file konfigurasi ssh di /etc/ssh/sshd_config Ubah prot default ssh ( 22 ) sesuai keinginan ( ex : 2015 ) kemudian simpan Restart
Pengujian Via Client (putty) Masukan Ip server dan ubah port sesuai konfigurasi ssh server Login sebagai rooat dan masukan passwordnya
Pengujian Via Client (Localhost) Untuk melakukan pengujian SSH client dapat dilakukan pada mesin itu sendiri menggunkan perintah dibawah ini, pertama-tama login sebagai user biasa ( ex: akhdiattkj ) Apabila port SSH yang ingin di remote tidak di ubah atau tetap di default ( port 22 ) maka script p tidak perlu digunakan. Karena baru pertama kali meremote menggunakan SSH maka akan muncul option yes or no, pilih saja yes untuk melanjutkan Masukan password root Hasilnya akan berubah dari user biasa menjadi super user ( root ), yang menandakan bahwa remote via localhost berhasil. perhastikan lambang dibawah Remote via localhost ini juga dapat digunakan untuk meremote user biasa selain root,
4. Konfigurasi Web Server Installasi Isikan password untuk root database Ulangi password sekali lagi
Configure phpmyadmin: conteng apache2 ( ok ) Kemudian pilih no Konfigurasi Copy file konfigurasi dari default ke smk ( penamaan terserah ) dan copy juga ke tkj ( penamaan terserah ). Tkj digunakan untuk membuat web virtual Buka file konfigurasi yang sudah di copy tadi, kemudian ubah dan tambahkan script yang bergaris merah dan simpan
/var/www/ adalah folder default untuk web Buka file konfigurasi tkj ( web virtual ), ubah dan tambahkan script yang bergaris merah dan simpan Buat folder untuk web utama ( smk ) dan web virtual ( tkj ) serta berikan full access untuk kedua folder tersebut,
Edit file index.html untuk web utama ( smk ) dan ubah kata its works! Edit juga file index.html yang ada di di folder tkj ( virtual web ) dan ubah kata its works! Dissable web default, kemudian enable kan untuk web smk dan web tkj, Restart Pengujian Via Localhost Akses web utama yang telah di buat tadi ( www.smkn1tanjung.sch.id ) Jika berhasil maka akan muncul tampilan seperti berikut Akses web virtual ( www.tkj.com ) Tampilan web virtual
Memanggil Alamat Web Menggunakan Slash Tilde ( /~ ) Masuk pada directory sites-available menggunakan perintah cd Copy dan buat file baru untuk web virtualhost, copy jadi dua file yang nantinya akan digunakan satu untuk memanggil slash tilde web utama ( www.smkn1tanjung.sch.id ) dan satu untuk memanggil menggunkan slash tilde web virtual ( www.tkj.com ). Setelah di copy masuk pada file konfigurasi tkj1. Edit script seperti biasa namun yang membedakan tambahkan slash tilde pada bagian belakang domain dan pada bagian dimana letak directory web tersebut. Masuk pada file konfigurasi tkj2 Edit script seperti biasa sama seperti konfigurasi diatas namun yang digunakan disini adalah domain virtual Buat folder untuk meletakan web utama nantinya serta berikan hak akses pada folder tersebut
Edit file.html Setelah selesai untuk domain utama, selanjutnya lakukan hal sama pada domain virtual yang akan dipanggil menggunakan slash tilde Aktifkan kedua file yang telah dibuat Restart
Pengujian Via Localhost Panggil alamat web utama menggunakan slash tilde Panggil alamat web virtul menggunakan slash tilde
5. Konfigurasi FTP ( proftpd ) Installasi Pilih standalone ( ok ) Konfigurasi Buat 2 buah folder untuk ftp nantinya dan berikan hak akses yang berbeda pada tiap folder serta tambahkan file di tiap-tiap folder sebagai pelengkap Membuat folder Memberi Hak akses folder Membuat file
Buat username dan password untuk ftp Edit file konfigurasi di /etc/proftpd/proftpd.conf Tambahkan script berikut di baris paling bawah Restart Pengujian Via Localhost Lihat akses dan folder yang dibuat tadi, apabila muncul maka konfigurasi ftp tanpa password berhasil HAK AKSES FOLDER
6. Konfigurasi NTP Installasi Edit file konfigurasi NTP di /etc/ntp.conf Beri tanda pagar pada script server 0. Sampai server 3, restrict -4, restrict -6., restrict ::1, tambahkan script server 127.127. Dibawah server 3 dan tambahkan juga script restrict 192.168.1.0 mask 255.255.255.0 nomodify notrap. lihat gambar dibawah Restart Pengujian Via Localhost
7. Konfigurasi Samba Server Installasi Buat folder yang akan di share oleh samba server sebagai contoh buat 2 buah folder yaitu public dan internal dengan hak akses yang berbeda kemudian kedua folder yang dibuat tadi letakan di folder /home/akhdiattkj/samba, tentunya terlebih dahulu harus membuat folder samba. Perhatikan script dibawah Sama seperti FTP, samba harus diberi username dan password Edit file konfigurasi samba server di /etc/samba/smb.conf Carilah tulisan ###### Authentication ####### kemudian tambahkan tulisan security = share di bawah tulisan security = user jika sudah tambahkanlah tanda pagar(#) di depan tulisan security = user. Jika ingin samba login tanpa menggunakan password ( anonymous login ) maka security = user diganti dengan security = share tetapi apabila samba login menggunakan password ( authentifikasi login ) maka tetap menggunakan security = user ketika login masukan username dan password yang telah dibuat diatas.
Pada bagian Share Definitions, buatlah script seperti dibawah [ ] = Nama folder yang dibuat Path = Dimana letak folder yang dibuat Browseable = Menampilkan folder yang telah dibuat pada sisi client Writeable = Memperbolehkan client melakukan pengeditan dalam folder Valid Users = Memberikan authentifikasi ( pengamanan ) pada folder Guest ok = Memperbolehkan client mengakses folder tanpa password Restart Pengujian Via Localhost
8. Konfigurasi DHCP Server Installasi Edit file dhcp server di /etc/dhcp/dhcp.conf Hapus tanda pagar pada script authoritative; Hapus pagar dari subnet sampai }, edit sesuaikan dengan ip yang akan di berikan kepada client
Edit file /etc/default/isc-dhcp-server dan tambahkan pada interface yang mengarah ke client Restart
9. Konfigurasi HTTPS Installasi Aktifkan modul ssl, copy file default-ssl ke file smk-ssl dan berikan hak akses pada file smk-ssl setelah itu edit file smk-ssl
Edit file smk-ssl seperti dibawah Buat folder smk-ssl untuk meletakkan file index.html, berikan hak akses pada folder Dissable file default-ssl dan enable file smk-ssl Restart Pengujian Via Client
Apabila muncul tamoilan seperti ini berarti HTTPS berhasil, kemudian untuk masuk web tersebut pilih Saya Paham Risiko Masalah Ini Pilih Tambah Pengecualian
Pilih Konfirmasi Pengecualian Keamanan Maka tampilannya akan berubah seperti semula dengan link menggunkan HTTPS
10. Konfigurasi Webmail & Mail Server Installasi Postfix Configurastion = ok Postfix Configurastion = internet site
System mail name = ( hapus nama hosnamenya dan sisakan domainnya saja ) Create directories for web-based administration = No
Postfix Configurastion = ok Postfix Configurastion = internet site
System mail name = ( domain ) ok Root and postmaster mail recipient = ok ( biarkan saja kosong ) Other destination to accespt = ( tambahkan network untuk mail )
Force synchronous updates on mail queue? = No Local networks = 192.168.1.0/24 Use procmail for local delivery = No
Mailbox size limit (bytes) = Ok Local address extension character = Ok Internet protocols to use = ipv4 ( ok )
Edit file konfigurasi di /etc/postfix/main.cf tambahkan script berikut dibaris paling bawah Buat file mail setelah itu buat 2 buah user sebagai bahan uji coba untuk mengirim dan menerima pesan Membuat user admin - Useradd atau adduser adalah perintah untuk membuat user - Userdel adalah perintah untuk menghapus user
Membuat user guest Konfigurasi Web Mail Server Pilih ( 2 )
Pilih ( 1 ) Tambahkan domain
Pilih ( R ) Pilih ( D )
Tambahkan courier Pilih ( S )
Pilih ( Q ) Edit file Web Mail di /etc/apache2/apache2.conf Tambahkan script Include di baris paling bawah Terakhir, Edit file Web Mail di /etc/squirrelmail/apache.conf Tambahkan tanda pagar pada Alias kemudian edit bagiat <VirtualHost *:80> lihat script di bawah
Restart Pengujian Via Localhost
11. Konfigurasi Telnet Server Installasi Setelah menginstall dengan menggunakan script diatas maka secara otomatis paket telnet server sudah berjalan, kemudian yang harus dilakukan agar client dapat terhubung dengan telnet server adalah mengaktifkan feature telnet client. 12. Enable feature Telnet Client via Win 7 Mengaktifkan feature telnet client pada os yang pada dasarnya memiliki mode graphical tidaklah sulit, untuk platform windows khususnya windows 7 feature telnet client terletak pada control panel. Cara menaktifkannya perhatikan langkah berikut Clik start, pilih control panel
Pada jendela control panel pilih Programs Kemudian pilih Turn Windows Features on or off
Conteng pada check box Telnet Client dan Telnet Server pilih ok dan tunggu beberapa saat telnet client telah berjalan pada client windows 7 selanjutnya tinggal dilakukan pengujian. Pengujian Via Client Buka command promp,tekan CTRL + R ketik cmd
Pada jendela command promp tuliskan telnet Masukan Ip address server
Setelah berhasil melakukan remote melalui telnet client kemudian login sebagai user biasa ( account ) dalam hal ini login sebagai user akhdiattkj Ketika meremote via telnet maka terlebih dahulu login sebagai user biasa setelah itu login sebagai administrator menggunakan perintah su Untuk masuk ke mode administrator gunakan perintah su ( super user ) dan masukan passwordnya
Remote via telnet client berhasil login sebagai administrator
13. Konfigurasi NAT NAT ( Network Address Translation ) banyak sekali kegunaan dari konfigurasi ini diantaranya adalah agar dapat terkoneksi walaupun berbeda subnet dengan cara mentranslasikan ip melalui rule firewall, NAT biasanya digunakan pada pc router. Konfigurasi Cari baris yang bergaris warna merah, enablekan script berikut dengan menghapuskan tanda pagar Aktifkan script tadi dengan mengetikkan sysctl p Buat rule firewall untuk NAT Untuk melihat hasil konfigurasi firewall yang telah dibuat, ketikkan perintah berikut dan lihat apakah script yang telah dibuat tadi telah muncul Agar konfigurasi firewall yang dibuat tadi tidak hilang ketika di restart maka harus di masukkan kedalam file /etc/rc.local
Sebelum exit=0 tuliskan rule firewall tadi Restart
14. Konfigurasi PROXY Installasi Konfigurasi Edit file konfigurasi pada /etc/squid/squid.conf Script pada squid sangat banyak maka akan sulit sekali jika mencari script satu per satu secara manual, gunakan perintah CTRL + W yang berfungsi untuk mencari script yang ingin di edit. Tekan CTRL + W dan tulis http_port 3128 Edit script http_port 3128 seperti gambar di bawah
Edit juga pada bagian acl connect, terlebih dahulu gunakan CTRL + W untuk mencari script acl connect Setelah itu tambahkan script berikut di bawah acl connect Buka file /etc/squid/block.txt Masukkan alamat web yang ingin di block dan simpan Cek apakah konfigurasi sudah benar atau masih ada yang salah Buat konfigurasi firewall seperti dibawah iptables t nat A PREROUTING s 192.168.1.0/24 p tcp dport 80 j REDIRECT toports 3128
Cek apakah konfigurasi sudah berhasil dibuat Untuk PROXY sama halnya dengan konfigurasi firewall untuk NAT supaya tidak hilang pada saat di restart maka masukan konfigurasi firewall pada /etc/rc.local Restart Pengujian Via Client
15. Konfigurasi DHCP-Relay Pc Server Installasi Konfigurasi Pada pc server konfigurasi dhcp-server seperti biasa, masuk pada konfigurasi dhcp di /etc/dhcp/dhcpd.conf Hapus tanda pagar pada authoritative; Edit sesuaikan dengan interface eth0 pada server Tambahkan script berikut pada bagian paling bawah sesuaikan dengan interface eth1 pada router atau ip yang akan di distribusikan kepada client nantinya
Edit file /etc/default/isc-dhcp-server Tambahkan eth0 pada bagian interface Restart Pc Router Installasi Masukan ip eth0 server
Tambahkan eth0 eth1 Pada bagian ini kosongkan saja Untuk melihat atau merubah konfigurasi diatas dapat dilihat di /etc/default/isc-dhcprelay
Buat routing table Untuk melihat routing table gunakan perintah route n Pengujian Via Client Klik kanan pada icon tray jaringan di sebelah kanan bawah kemudian karena disini saya menggunakan vmware maka klik pada bagian VMware Network Adapter VMnet1
Pastikan TCP/IPv4 dalam keadaan otomatis tidak terisi secara manual, klik TCP/Ipv4 pilih properties Pilih Obtain an IP address automatically, ok
Klik detail untuk mengetahui apakah client berhasil mendapatkan ip secara otomatis dari router Hasilnya client memperoleh ip secara otomatis dari router melalui konsep relay
Tes koneksikan ke Router dan juga server RELATED ARTICLE : Join Link at Below :.. - http://pas-download.blogspot.com/2013/04/kumpulan-modul-debian-linuk-lengkap.html - http://www.linuxku.com/2012/12/install-dan-konfigurasi-openvpn-di.html - http://herliandiserli.blogspot.com/2012/07/instalasi-pptp-vpn-server-pada-ubuntu.html - http://blog.iixmedia.com/install-mrtg-snmp-di-debian - http://ewams.net/?date=2014/07/14&view=how_to_install_cacti_on_debian_7_step_by_st ep