Penyusun: Tim Laboratorium Energi

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

DAFTAR ISI. ABSTRAK... Error! Bookmark not defined. KATA PENGANTAR... Error! Bookmark not defined. DAFTAR ISI... iv. DAFTAR TABEL...

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini memanfaatkan energi cahaya matahari untuk menggerakan

BAB 3 PERANCANGAN PEMBANGKIT LISTRIK ENERGI TERBARUKAN DAN MODEL JARINGAN LISTRIK MIKRO ARUS SEARAH

NASKAH PUBLIKASI PENGGUNAAN PANEL SURYA (SOLAR CELL) SEBAGAI PEMBANGKIT LISTRIK ALTERNATIF UNTUK POMPA AKUARIUM DAN PEMBERI MAKAN OTOMATIS

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian dilakukan di Laboraturium Daya dan Alat Mesin Pertanian (Lab

1. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dan perancangan serta penyelesaian penulisan laporan tugas akhir

RANCANG BANGUN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN MODUL SURYA 50 WP SEBAGAI ENERGI CADANGAN PADA RUMAH TINGGAL

PERANCANGAN STAND ALONE PV SYSTEM DENGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT) MENGGUNAKAN METODE MODIFIED HILL CLIMBING

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

BAB IV PERHITUNGAN DAN PENGUJIAN PANEL SURYA

NASKAH PUBLIKASI DESAIN PENYIRAM TAMAN OTOMATIS TENAGA SURYA MENGACU PADA KELEMBABAN TANAH

BAB IV HASIL DAN ANALISIS Perancangan Sistem Pembangkit Listrik Sepeda Hybrid Berbasis Tenaga Pedal dan Tenaga Surya

Diajukan untuk memenuh salah satu persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan sarjana (S-1) pada Departemen Teknik Elektro OLEH :

BAB III PRINSIP KERJA ALAT DAN RANGKAIAN PENDUKUNG

BAB III DESKRIPSI DAN PERENCANAAN RANCANG BANGUN SOLAR TRACKER

BAB I PENDAHULUAN 1.1 L atar Belakang Masalah

Materi Sesi Info Listrik Tenaga Surya. Politeknik Negeri Malang, Sabtu 12 November 2016 Presenter: Azhar Kamal

BAB III PERANCANGAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) SEBAGAI CATU DAYA PADA BTS MAKROSEL TELKOMSEL

STUDI TERHADAP UNJUK KERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA 1,9 KW DI UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN

Andriani Parastiwi. Kata-kata kunci : Buck converter, Boost converter, Photovoltaic, Fuzzy Logic

BAB II TINJAUAN PUSTAKA...

ABSTRAK. Kata-kata kunci: Solar Cell, Media pembelajaran berbasis web, Intensitas Cahaya, Beban, Sensor Arus dan Tegangan

TRAINER SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

NASKAH PUBLIKASI PEMANFAATAN SEL SURYA UNTUK KONSUMEN RUMAH TANGGA DENGAN BEBAN DC SECARA PARALEL TERHADAP LISTRIK PLN

NASKAH PUBLIKASI EVALUASI PENGGUNAAN SEL SURYA DAN INTENSITAS CAHAYA MATAHARI PADA AREA GEDUNG K.H. MAS MANSYUR SURAKARTA

PERANCANGAN SISTEM HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN JALA-JALA LISTRIK PLN UNTUK RUMAH PERKOTAAN

BAB IV SIMULASI 4.1 Simulasi dengan Homer Software Pembangkit Listrik Solar Panel

RAB ENERGI TERBARUKAN (SMA/SMK)

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM. Bab ini menjelaskan tentang pengujian program yang telah direalisasi.

PEMANFAATAN SEL SURYA DAN LAMPU LED UNTUK PERUMAHAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

8 Nov 2007 BALAI BESAR TEKNOLOGI ENERGI

DESAIN SISTIM ENERGI ALTERNATIF SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK LABORATORIUM LISTRIK DASAR

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

PENERANGAN JALAN UMUM MENGGUNAKAN PHOTOVOLTAIC ( PV)

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN KOMBINASI SOLAR HOME SYSTEM DENGAN LISTRIK PLN

BAB I PENDAHULUAN. Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan penyuplai listrik di Indonesia

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PERANCANGAN SISTEM HIBRID PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN JALA-JALA LISTRIK PLN UNTUK RUMAH PEDESAAN

ANALISIS KARAKTERISTIK ELECTRICAL MODUL PHOTOVOLTAIC UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SKALA LABORATORIUM

DASAR TEORI. Kata kunci: grid connection, hybrid, sistem photovoltaic, gardu induk. I. PENDAHULUAN

NASKAH PUBLIKASI DESAIN SPRAYER PERTANIAN DENGAN SEL SURYA

BAB III PERANCANGAN MINI REFRIGERATOR THERMOELEKTRIK TENAGA SURYA. Pada perancangan ini akan di buat pendingin mini yang menggunakan sel

BAB III PERANCANGAN ALAT

DESAIN PEMOTONG RUMPUT TENAGA SURYA MENGGUNAKAN MOTOR STARTER SEPEDA MOTOR

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

12/18/2015 ENERGI BARU TERBARUKAN ENERGI BARU TERBARUKAN ENERGI BARU TERBARUKAN

PENGGUNAAN PANEL SURYA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF PEDAGANG KAKI LIMA (SOLAR CELL)

ANALISA EFISIENSI MODUL SURYA 50 WATT PEAK PADA RANCANG BANGUN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA SEBAGAI ENERGI CADANGAN LAPORAN AKHIR

Kata Kunci : Solar Cell, Modul Surya, Baterai Charger, Controller, Lampu LED, Lampu Penerangan Jalan Umum. 1. Pendahuluan. 2.

SEMINAR TUGAS AKHIR. Dosen Pembimbing: Imam Abadi, ST, MT Dr. Ir.Ali Musyafa MSc

NASKAH PUBLIKASI PEMBASMI HAMA MENGGUNAKAN GELOMBANG ULTRASONIC DENGAN MEMANFAATKAN PANEL SURYA (SOLAR CELL)

Jurnal Ilmiah TEKNIKA ISSN: STUDI PENGARUH PENGGUNAAN BATERAI PADA KARAKTERISTIK PEMBANGKITAN DAYA SOLAR CELL 50 WP

BAB I PENDAHULUAN. pengoperasiannya seperti bidang industri, perkantoran dan rumah tangga. Peralatan

BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

ENERGI TERBARUKAN DENGAN MEMANFAATKAN SINAR MATAHARI UNTUK PENYIRAMAN KEBUN SALAK. Subandi 1, Slamet Hani 2

PROTOTIPE PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MATAHARI. Asep Najmurrokhman, Een Taryana, Kiki Mayasari, M Fajrin.

INTENSITAS CAHAYA MATAHARI TERHADAP DAYA KELUARAN PANEL SEL SURYA

Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Secara Mandiri Untuk Rumah Tinggal

BAB I PENDAHULUAN. Energi listrik adalah energi yang mudah dikonversikan ke dalam bentuk

Perancangan Controlling and Monitoring Penerangan Jalan Umum (PJU) Energi Panel Surya Berbasis Fuzzy Logic Dan Jaringan Internet

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. ditunjukkan pada Gambar 2.1. Sedangkan, arus dan kurva karakteristik sel. surya ditunjukkan pada Gambar 2.2.

ABSTRAK. Kata kunci: Solar Cell, Media pembelajaran berbasis web, Intensitas Cahaya, Beban, Sensor Arus dan Tegangan PENDAHULUAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

UNJUK KERJA PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK TENAGA MATAHARI PADA JARINGAN LISTRIK MIKRO ARUS SEARAH Itmi Hidayat Kurniawan 1*, Latiful Hayat 2 1,2

RANCANG BANGUN LAMPU PENERANGAN UMUM DENGAN SUMBER ENERGI MATAHARI DI DAERAH LOKASI PENGUNGSIAN GUNUNG SINABUNG

NASKAH PUBLIKASI KINERJA POMPA AIR TENAGA SURYA PORTABLE BERDASARKAN INTENSITAS TENAGA SURYA

PERBANDINGAN KELUARAN PANEL SURYA DENGAN DAN TANPA SISTEM PENJEJAK

P R O P O S A L. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), LPG Generator System

PERANCANGAN SUMBER ENERGI HYBRID PADA ALAT MESIN PENGERING IKAN

Kata Kunci Sistem Hibrida PV-Genset, Sensor Arus, Otomatisasi Pensaklaran, SFC Genset, Zelio Logic Smart Relay.

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

DESAIN SISTEM HIBRID PHOTOVOLTAIC-BATERAI MENGGUNAKAN BI-DIRECTIONAL SWITCH UNTUK CATU DAYA KELISTRIKAN RUMAH TANGGA 900VA, 220 VOLT, 50 HZ

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Latar Belakang dan Permasalahan!

RANCANG SUPPLY K LISTRIK JURUSAN MEDAN AKHIR. Oleh : FABER HENDRA FRISKA VOREZKY

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

ANALISA PENGARUH PUTARAN ROTOR PADA TURBIN ANGIN TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN OLEH SIMULASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN LUCAS-NUELLE

Uji Karakteristik Sel Surya pada Sistem 24 Volt DC sebagai Catudaya pada Sistem Pembangkit Tenaga Hybrid

PANEL SURYA dan APLIKASINYA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 ALAT PRAKTIKUM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI TENAGA SURYA SEBAGAI CATU DAYA PADA SKUTER BERODA DUA SEIMBANG OTOMATIS UNIVERSITAS TELKOM

5 HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. memiliki intensitas matahari yang tinggi pertahunnya. Potensi tersebut

Sistem PLTS OffGrid. TMLEnergy. TMLEnergy Jl Soekarno Hatta no. 541 C, Bandung, Jawa Barat. TMLEnergy. We can make a better world together CREATED

PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI MENGGUNAKAN SOLAR CELL SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF UNTUK MENGGERAKKAN KONVEYOR

RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING BEBAN DAN INDIKATOR GANGGUAN PADA RUMAH MANDIRI BERBASIS MIKROKONTROLLER

III. METODE PENELITIAN

PROTOTIPE OTOMATISASI POMPA AIR TENAGA SURYA BERBASIS MIKROKONTROLER

STUDI KELAYAKAN DAN DED PLTS KOMUNAL DI KABUPATEN SIGI

BAB IV ANALISIS DAN HASIL DESAIN ALAT. Analisis desain Tas Elektronik membahas mengenai pengujian Tas

KOMBINASI SOLAR HOME SYSTEM DENGAN ALIRAN LISTRIK PLN

IMPLEMENTASI PANEL SURYA PADA LAMPU LALU LINTAS YANG DITERAPKAN DI SIMPANG LEGENDA MALAKA BATAM

Transkripsi:

Penyusun: Tim Laboratorium Energi Prodi D-IV Teknik Otomasi Listrik Industri Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta-Tahun 2013

DAFTAR ISI BAB Pokok Bahasan Halaman 1 Pengujian Pembangkit Listrik Tenaga Surya 3 Dengan Variasi Posisi Panel Surya 2 Pengujian Pembangkit Listrik Tenaga Surya Dengan Variasi Posisi Sumber Cahaya 3 Pengujian Kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Bayu 9 4 Pengujian Plts Riil 12 6 5 Pengujian Plts Dengan Sumber Cahaya Matahari Variasi Posisi Pv 14 6 Pengujian Rangkaian Paralel Panel Surya Variasi Posisi Panel Surya 7 Pengujian Rangkaian Paralel Panel Surya Variasi Posisi Sumber Cahaya 16 18 2

MODUL I. PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN VARIASI POSISI PANEL SURYA 1.1 TUJUAN Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 2. Menganalisa daya yang dihasilkan berbagai jenis PV 3. Menentukan posisi PV yang tepat 1.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit energilistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu BCR (Battery Charge Regulator), baterai, dan beban. Pada alat ini digunakan lampu dengan daya 1000W sebagai pengganti cahaya matahari. Lampu ini dapat diatur kuat cahayanya dengan menggunakan autotrafo. Pada alat ini juga dilengkapi dengan sensor tegangan dan sensor arus untuk mengukur tegangan arus dan daya listrik yang dihasilkan PLTS menggunakan program LabVIEW. 1.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystalline dan Monocrystalline10Wp/12V, 20Wp/12V 2. BCR 12V,10A 3. Akumulator 12V, 45Ah 4. Lampu DC 12V, 5W 5. Autotransformer 220V,5A 6. Lampu halogen 220V, 1000W 7. Luxmeter 0-1000Lux 8. Multimeter 9. Hardware MyRio 10. Kabel Penghubung 3

1.4. DIAGRAM RANGKAIAN - V A BCR - - - Sollar Cell - Battery Beban DC Gambar 1.1. Diagram Rangkaian pengujian 1.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 1.1 menggunakan PV Polycrystalline 10Wp, 12V 2. Tegakkan posisi lampu pada sudut 90 o dan atur posisi PVpada sudut 0 o 3. Kemudian aturlah autotransformerpada tegangan 20 V untuk menghidupkan lampu halogen 4. Buatlah tabel, lalu catat intesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV 5. Kemudian aturlah autotransformersecara bertahap pada tegangan 60V, 100 V, 140 V, 180 V, 220 V 6. Ukurlahintesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV pada setiap perubahan tegangan autotransformer pada langkah 5. 7. Aturlah posisi PVpada sudut 20 o, 30 o, 40 o, 50 o 8. Ulangi prosedur 3-6 pada setiap perubahan posisi PV pada langkah 7 9. Gantilah jenis PV dengan PV Monocrystalline 10Wp, 12V 10. Ulangi prosedur 2-8 11. Gantilah jenis PV dengan PV Polycrystalline 20Wp, 12V 12. Ulangi prosedur 2-8 13. Gantilah jenis PV dengan PV Monocrystalline 20Wp, 12V 14. Ulangi prosedur 2-8 4

1.6. Tugas dan Pertanyaan 1. Buatlah grafik : a. Daya yang dihasilkan PV fungsi iluminasi cahaya: P = f (E) untuk semua jenis PV dan semua posisi PV b. Daya yang dihasilkan PV fungsi posisi PV: P = f ( ) untuk semua jenis PV dan semua iluminasi 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Jelaskan perbedaan daya yang dihasilkan PV jenis Monocrystallinedengan Polycrystalline b. Jelaskan pengaruh intensitas cahaya terhadap daya yang dihasilkan PV c. Jelaskan pengaruh posisi PV terhadap daya yang dihasilkan d. Jelaskan posisi PV yang tepat, agar menghasilkan daya maksimum 5

MODUL II. PENGUJIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA DENGAN VARIASI POSISI SUMBER CAHAYA 2.1 TUJUAN Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 4. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 5. Menganalisa daya yang dihasilkan berbagai jenis PV 6. Menentukan posisi sumber cahaya yang tepat 2.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit energilistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu BCR (Battery Charge Regulator), baterai, dan beban. Pada alat ini digunakan lampu dengan daya 1000W sebagai pengganti cahaya matahari. Lampu ini dapat diatur kuat cahayanya dengan menggunakan autotrafo. Pada alat ini juga dilengkapi dengan sensor tegangan dan sensor arus untuk mengukur tegangan arus dan daya listrik yang dihasilkan PLTS menggunakan program LabVIEW. 2.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystalline dan Monocrystalline10Wp/12V, 20Wp/12V 2. BCR 12V,10A 3. Akumulator 12V, 45Ah 4. Lampu DC 12V, 5W 5. Autotransformer 220V,5A 6. Lampu halogen 220V, 1000W 7. Luxmeter 0-1000Lux 8. Multimeter 9. Hardware MyRio 10. Kabel Penghubung 6

2.4. DIAGRAM RANGKAIAN - V A BCR - - - Sollar Cell - Battery Beban DC Gambar 2.1.Diagram Rangkaian Pengujian 2.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 2.1 menggunakan PV Polycrystalline 10Wp, 12V 2. Aturlah posisi PVpada sudut 0 o dan posisi lampu pada sudut 45 o 3. Kemudian aturlah autotransformerpada tegangan 20 V untuk menghidupkan lampu halogen 4. Buatlah tabel, lalu catat intesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV 5. Kemudian aturlah autotransformersecara bertahap pada tegangan 60V, 100 V, 140 V, 180 V, 220 V 6. Ukurlahintesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV pada setiap perubahan tegangan autotransformer pada langkah 5. 7. Aturlah posisi lampupada sudut 60 o, 90 o, 120 o 8. Ulangi prosedur 3-6 pada setiap perubahan posisi lampu pada langkah 7 9. Gantilah jenis PV dengan PV Monocrystalline 10Wp, 12V 10. Ulangi prosedur 2-8 11. Gantilah jenis PV dengan PV Polycrystalline 20Wp, 12V 12. Ulangi prosedur 2-8 13. Gantilah jenis PV dengan PV Monocrystalline 20Wp, 12V 14. Ulangi prosedur 2-8 7

2.6. Tugas dan Pertanyaan 1. Buatlah grafik : c. Daya yang dihasilkan PV fungsi iluminasi cahaya: P = f (E) untuk semua jenis PV dan semua posisi sumber cahaya d. Daya yang dihasilkan PV fungsi posisi sumber cahaya: P = f ( ) untuk semua jenis PV dan semua iluminasi 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Jelaskan perbedaan daya yang dihasilkan PV jenis Monocrystallinedengan Polycrystalline e. Jelaskan pengaruh intensitas cahaya terhadap daya yang dihasilkan PV f. Jelaskan pengaruh posisi sumber cahaya terhadap daya yang dihasilkan g. Jelaskan posisi sumber cahaya yang tepat, agar menghasilkan daya maksimum 8

MODUL III PENGUJIAN KINERJA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU 3.1. TUJUAN Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja dari sistem PLTB 2. Menganalisa dayayang dihasilkan PLTB 3.2.DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Generator DC 12V, 5A 2. Baterai 12V, 35 Ah 3. Dioda Power 4. Autotransformer 1 Phasa 220V, 5A 5. Blower 1000 W, 220V 6. Multimeter 7. Tachometer 8. Kabel Penghubung 3.3.DIAGRAM RANGKAIAN 9

A A G V - Baterai - Gambar 3.1. PLTB dengan beban seri A A G V - Baterai - Gambar 3.2. PLTB dengan beban paralel 3.4.PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 3.1 2. Lalu atur autotransformer untuk menghidupkan blower mulai dari tegangan 20 V 3. Ukurlah putaran generator, tegangan, dan arus generator 4. Naikkan tegangan secara bertahap 40 V, 60 V, 80 V, 100 V, 120V, 140V, 180V, 200V, 220V 10

5. Ukurlah putaran generator, tegangan, dan arus generator pada setiap pengaturan tegangan autotransformer 6. Buatlah rangkaian seperti pada gambar 3.2 7. Lalu ulangi langkah 2-5 3.5.Tugas dan Pertanyaan 1. Buatlah grafik tegangan generator fungsi kecepatan generator 2. Buat analisa pengaruh beban terhadap tegangan generator dan kecepatan generator Tegangan Blower ( V) 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 Tabel 3.1 Data Pengujian PLTB dengan Beban Seri Putaran Generator (rpm) Tegangan Generator (V) Arus Generator (A) Daya Generator (W) Kondisi Lampu Tegangan Blower ( V) 20 40 60 80 Tabel 3.2 Data Pengujian PLTB dengan Beban Paralel Putaran Generator (rpm) Tegangan Generator (V) Arus Generator (A) Daya Generator (W) Kondisi Lampu 11

100 120 140 160 180 200 220 12

MODUL IV. PENGUJIAN PLTS RIIL 4.1 TUJUAN Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 2. Menganalisa daya yang dihasilkan PV 4.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit energilistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu BCR (Battery Charge Regulator), baterai, inverter, dan beban. 4.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystalline dan Monocrystalline50 Wp/12 V, 20Wp/12V 2. BCR 12V,10A 3. Akumulator 12V, 45Ah 4. Lampu DC 12V, 5W 5. Lampu AC 100W 6. InverterDC 12 volt To AC 220 volt, 1000 Watt 7. Luxmeter 0-1000Lux 8. Multimeter 9. Kabel Penghubung 13

4.4. DIAGRAM RANGKAIAN Gambar 4.1 Diagram Rangkaian Pengujian 4.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 1.1 menggunakan PV Polycrystalline 10Wp, 12V 2. Ukurlahtegangan dan arus PV 4.6. Tugas dan Pertanyaan 1. Buatlah grafik : e. Daya yang dihasilkan PV fungsi iluminasi cahaya: P = f (E) untuk semua jenis PV dan semua posisi PV f. Daya yang dihasilkan PV fungsi posisi PV: P = f ( ) untuk semua jenis PV dan semua iluminasi 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Jelaskan perbedaan daya yang dihasilkan PV jenis Monocrystallinedengan Polycrystalline b. Jelaskan pengaruh intensitas cahaya terhadap daya yang dihasilkan PV c. Jelaskan pengaruh posisi PV terhadap daya yang dihasilkan d. Jelaskan posisi PV yang tepat, agar menghasilkan daya maksimum 14

MODUL V. PENGUJIAN PLTS DENGAN SUMBER CAHAYA MATAHARI DAN VARIASI POSISI PV 5.1 TUJUAN Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 2. Menganalisa daya yang dihasilkan berbagai jenis PV 3. Menentukan posisi PV yang tepat 5.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit energilistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu panel surya, baterai, dan beban. 5.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystallinedan Monocrystalline10Wp/12V, 20Wp/12V 2. Akumulator 12V, 45Ah 3. Lampu AC 4. Luxmeter 0-1000Lux 5. Multimeter 6. Dioda 7. Kabel Penghubung 15

5.4. DIAGRAM RANGKAIAN A PV V - Baterai Beban DC - Gambar 5.1. Diagram Rangkaian pengujian 5.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 5.1 menggunakan PV Polycrystalline20Wp, 12V 2. posisi PV menghadap ke arah baratatur posisi PV sudut 0 o, 20 o,30 o,40 o, 50 o 3. Buatlah tabel,ukurlah intensitas cahaya matahari, tegangan dan arus PVsetiap selang waktu 2 menit selama 30 menit 4. Gantilah posisi PV menghadap ke arah timur atur posisi PV sudut 0 o, 20 o,30 o,40 o, 50 o 5. Ulangi prosedur 2-3 5.6. Tugas dan Pertanyaan 1. Buatlah grafik : a. Daya yang dihasilkan PV fungsi iluminasi cahaya: P = f (E) untuk semua jenis PV dan semua posisi PV b. Daya yang dihasilkan PV fungsi posisi PV: P = f ( ) untuk semua jenis PV dan semua iluminasi 2. Jawablah pertanyaan di bawah ini: a. Jelaskan perbedaan daya yang dihasilkan PV jenis Monocrystallinedengan Polycrystalline b. Jelaskan pengaruh intensitas cahaya terhadap daya yang dihasilkan PV c. Jelaskan pengaruh posisi PV terhadap daya yang dihasilkan d. Jelaskan posisi PV yang tepat, agar menghasilkan daya maksimum 16

6.1 TUJUAN MODUL VI PENGUJIAN RANGKAIAN PARALEL PANEL SURYA VARIASI POSISI PANEL SURYA Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 2. Menganalisa daya yang dihasilkan berbagai jenis PV 3. Menentukan posisi sumber cahaya yang tepat 6.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit energilistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu BCR (Battery Charge Regulator), baterai, dan beban. Pada alat ini digunakan lampu dengan daya 1000W sebagai pengganti cahaya matahari. Lampu ini dapat diatur kuat cahayanya dengan menggunakan autotrafo. 6.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystalline dan Monocrystalline10Wp/12V, 20Wp/12V 2. BCR 12V,10A 3. Akumulator 12V, 45Ah 4. Lampu DC 12V, 5W 5. Autotransformer 220V,5A 6. Lampu halogen 220V, 1000W 7. Luxmeter 0-1000Lux 8. Multimeter 9. Kabel Penghubung 17

6.4. DIAGRAM RANGKAIAN A PV V - Baterai Beban DC - Gambar 6.1. Diagram Rangkaian pengujian 6.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 6.1 menggunakan PV Polycrystalline 10Wp, 12V dan Monocrystalline 10Wp, 12V 2. Tegakkan posisi lampu pada sudut 90 o dan atur posisi PVpada sudut 0 o 3. Kemudian aturlah autotransformerpada tegangan 20 V untuk menghidupkan lampu halogen 4. Buatlah tabel, lalu catat intesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV 5. Kemudian aturlah autotransformersecara bertahap pada tegangan 60V, 100 V, 140 V, 180 V, 220 V 6. Ukurlahintesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV pada setiap perubahan tegangan autotransformer pada langkah 5. 7. Aturlah posisi PVpada sudut 20 o, 30 o, 40 o, 50 o 8. Ulangi prosedur 3-6 pada setiap perubahan posisi PV pada langkah 7 9. Gantilah jenis PV dengan PV Polycrystalline 20Wp, 12V dan PV Monocrystalline 20Wp, 12V 10. Ulangi prosedur 2-8 18

7.1 TUJUAN MODUL VII PENGUJIAN RANGKAIAN PARALEL PANEL SURYA VARIASI POSISI SUMBER CAHAYA Setelah melakukan percobaan ini diharapkan mahasiswa mampu : 1. Memahami prinsip kerja sistem PLTS 2. Menganalisa daya yang dihasilkan berbagai jenis PV 3. Menentukan posisi sumber cahaya yang tepat 7.2 TEORI DASAR PLTS merupakan salah satu jenis pembangkit19nergylistrik yang dapat diperbarui.plts ini menggunakan matahari sebagai energi primernya untuk membangkitkan listrik.energi yang dibangkitkan pada pembangkit berupa tegangan DC.Pada sistem PLTS ini terdapat beberapa komponen utama, yaitu BCR (Battery Charge Regulator), baterai, dan beban. Pada alat ini digunakan lampu dengan daya 1000W sebagai pengganti cahaya matahari. Lampu ini dapat diatur kuat cahayanya dengan menggunakan autotrafo. 7.3 DAFTAR KOMPONEN DAN PERALATAN 1. Panel surya Polycrystalline dan Monocrystalline10Wp/12V, 20Wp/12V 2. BCR 12V,10A 3. Akumulator 12V, 45Ah 4. Lampu DC 12V, 5W 5. Autotransformer 220V,5A 6. Lampu halogen 220V, 1000W 7. Luxmeter 0-1000Lux 8. Multimeter 9. Kabel Penghubung 19

7.4. DIAGRAM RANGKAIAN A PV V - Baterai Beban DC - Gambar 6.1. Diagram Rangkaian pengujian 7.5. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Buatlah rangkaian seperti padagambar 6.1 menggunakan PV Polycrystalline 10Wp, 12V dan Monocrystalline 10Wp, 12V 2. Aturlah posisi PVpada sudut 0 o dan posisi lampu pada sudut 45 o 3. Kemudian aturlah autotransformerpada tegangan 20 V untuk menghidupkan lampu halogen 4. Buatlah tabel, lalu catat intesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV 5. Kemudian aturlah autotransformersecara bertahap pada tegangan 60V, 100 V, 140 V, 180 V, 220 V 6. Ukurlahintesitas cahaya, tegangan PV dan arus PV pada setiap perubahan tegangan autotransformer pada langkah 5. 7. Aturlah posisi lampupada sudut 60 o, 90 o, 120 o 8. Ulangi prosedur 3-6 pada setiap perubahan posisi lampu pada langkah 7 9. Gantilah jenis PV dengan PV Polycrystalline 20Wp, 12V dan PV Monocrystalline 20Wp, 12V 10. Ulangi prosedur 2-8 20