Model Vector Autoregressive-Generalized Space Time Autoregressive

dokumen-dokumen yang mirip
Kurniawati, Sri Sulistijowati Handajani, dan Purnami Widyaningsih Program Studi Matematika FMIPA UNS

BAB II LANDASAN TEORI

oleh KURNIAWATI M

ABSTRAK. Kata kunci: laju inflasi, GSTAR, invers jarak, normalisasi korelasi silang. iii

PEMODELAN GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR) SEASONAL PADA DATA JUMLAH WISATAWAN MANCANEGARA EMPAT KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH

BAB III GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE. Model GSTAR adalah salah satu model yang banyak digunakan untuk

Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sebelas Maret Surakarta 1.

SKRIPSI JURUSAN STATISTIKA PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN 4 KOTA DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

PERAMALAN PASANG SURUT AIR LAUT DI PULAU JAWA MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

HASIL DAN PEMBAHASAN

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, Halaman Online di:

PERAMALAN OUTFLOW UANG KARTAL DI BANK INDONESIA WILAYAH JAWA TENGAH DENGAN METODE GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

Pemodelan Inflasi di Kota Semarang, Yogyakarta, dan Surakarta dengan pendekatan GSTAR

ADLN PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

PREDIKSI INFLASI BEBERAPA KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2014 MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

PEMODELAN GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR) SEASONAL PADA DATA JUMLAH WISATAWAN MANCANEGARA EMPAT KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH

PENDEKATAN MODEL TIME SERIES UNTUK PEMODELAN INFLASI BEBERAPA KOTA DI JAWA TENGAH

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada semester genap tahun akademik 2014/2015

BAB I PENDAHULUAN. Data yang mempunyai keterkaitan dengan kejadian-kejadian sebelumnya

PEMODELAN SEASONAL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE

Model Generalized Space Time Autoregressive

PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN 4 KOTA DI JAWA TENGAH MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

PERAMALAN OUTFLOW UANG KARTAL DI BANK INDONESIA WILAYAH JAWA TENGAH DENGAN METODE GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR)

oleh DIAN BELLY YANI M SKRIPSI ditulis dan diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh gelar Sarjana Sains Matematika

PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

APLIKASI GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR) PADA PEMODELAN VOLUME KENDARAAN MASUK TOL SEMARANG. Abstract

Generated by Foxit PDF Creator Foxit Software For evaluation only.

PROYEKSI DATA PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DAN FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI) MENGGUNAKAN VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

PERAMALAN JUMLAH KUNJUNGAN WISATAWAN MANCANEGARA YANG BEKUNJUNG KE BALI MENGGUNAKAN FUNGSI TRANSFER

PERAMALAN NILAI TUKAR DOLAR SINGAPURA (SGD) TERHADAP DOLAR AMERIKA (USD) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH

PERAMALAN DEBIT AIR SUNGAI BRANTAS DENGAN MODEL GSTAR DAN ARIMA. Abstrak

PERBANDINGAN HASIL ESTIMASI PARAMETER GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE (GSTAR) DENGAN VARIABEL EKSOGEN BERTIPE METRIK

PERBANDINGAN MODEL STAR DAN GSTAR UNTUK PERAMALAN INFLASI DUMAI, PEKANBARU, DAN BATAM

PERAMALAN DBIT AIR SUNGAI BRANTAS DENGAN METODE GSTAR DAN ARIMA

VERIFIKASI MODEL ARIMA MUSIMAN MENGGUNAKAN PETA KENDALI MOVING RANGE

PERAMALAN LAJU INFLASI DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA MENGGUNAKAN MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

PERAMALAN KUNJUNGAN WISATA DENGAN PENDEKATAN MODEL SARIMA (STUDI KASUS : KUSUMA AGROWISATA)

BAB III PEMBAHASAN. Pada bab ini, dibahas mengenai model Vector Error Correction (VEC),

PENGGUNAAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (P,Q) UNTUK PERAMALAN HARGA DAGING AYAM BROILER DI PROVINSI JAWA TIMUR

Peramalan Laju Inflasi dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Menggunakan Model Vector Autoregressive (VAR)

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN LAJU INFLASI, SUKU BUNGA INDONESIA DAN INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE (VAR)

PERBANDINGAN RESIKO INVESTASI BANK CENTRAL ASIA DAN BANK MANDIRI MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED AUTOREGRESSIVE CONDITIONAL HETEROSCEDASTICITY (GARCH)

Sidang Akhir Tugas Akhir PERAMALAN KETERSEDIAAN BATUBARA MENGGUNAKAN METODE VECTOR AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (VARMA) PADA PT.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. penelitian ini, yaitu ln return, volatilitas, data runtun waktu, kestasioneran, uji

Tugas Akhir. Peramalan Penjualan Produk Minuman TB Wilayah Pemasaran Jawa Timur dengan Menggunakan Metode VARIMA. Oleh : C. Ade Kurniawan

PEMODELAN DAN PERAMALAN INDEKS HARGA SAHAM VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS (VARX)

PERBANDINGAN AKURASI MODEL ARCH DAN GARCH PADA PERAMALAN HARGA SAHAM BERBANTUAN MATLAB Sunarti, Scolastika Mariani, Sugiman

FORECASTING INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) DENGAN MENGGUNAKAN METODE ARIMA

PERBANDINGAN MODEL ARIMA DAN MODEL REGRESI DENGAN RESIDUAL ARIMA DALAM MENERANGKAN PERILAKU PELANGGAN LISTRIK DI KOTA PALOPO

Model Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR) dengan Analisis Data Menggunakan Software R

Peramalan Penjualan Pipa di PT X

PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN MENGGUNAKAN MODEL INTERVENSI FUNGSI STEP

Pemodelan Autoregressive (AR) pada Data Hilang dan Aplikasinya pada Data Kurs Mata Uang Rupiah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Peramalan Volume Pemakaian Air di PDAM Kota Surabaya dengan Menggunakan Metode Time Series

PERBANDINGAN INVESTASI PADA MATA UANG DOLAR AMERIKA (USD) DAN YEN JEPANG (JPY) DENGAN MODEL ARIMA DAN GARCH

Presented by: Sri Sulistijowati Desy Lusiyanti Hot Bonar

PENENTUAN RESIKO INVESTASI DENGAN MODEL GARCH PADA INDEKS HARGA SAHAM PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR TBK.

ABSTRAK. Kata kunci : Data Runtun Waktu, Indeks Harga Konsumen, ARIMA, Analisis Intervensi, Fungsi Step, Peramalan. I Pendahuluan

SBAB III MODEL VARMAX. Pengamatan time series membentuk suatu deret data pada saat t 1, t 2,..., t n

PERAMALAN JUMLAH PENUMPANG PESAWAT TERBANG DOMESTIK DI BANDAR UDARA JUANDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUNGSI TRANSFER MULTI INPUT

Analisis Dasar dalam Runtun Waktu

MENGGUNAKAN METODE GARCH ASIMETRIS

Model Space Time Autoregressive (STAR) Orde 1 Dan Penerapannya Pada Prediksi Harga Beras Di Kota Manado, Tomohon Dan Kabupaten Minahasa Utara

BAB III MODEL ARIMAX DENGAN EFEK VARIASI KALENDER

Model Vector Autoregressive (VAR) untuk Analisis Indeks Harga Konsumen Kota Samarinda dan Kota Sampit

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan. Universitas Sumatera Utara

III. METODE PENELITIAN

PENERAPAN MODEL EGARCH-M DALAM PERAMALAN NILAI HARGA SAHAM DAN PENGUKURAN VALUE AT RISK (VAR)

model Seasonal ARIMA

PERAMALAN DERET WAKTU MULTIVARIAT SEASONAL PADA DATA PARIWISATA DENGAN MODEL VAR-GSTAR

PERAMALAN KUNJUNGAN WISATAWAN MENGGUNAKAN MODEL ARMAX DENGAN NILAI KURS DAN EKSPOR-IMPOR SEBAGAI FAKTOR EKSOGEN

MODEL HIBRIDA RUNTUN WAKTU FUZZY TERBOBOT-DERET FOURIER UNTUK PERAMALAN CURAH HUJAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO

IV. METODE PENELITIAN

BAB 3 MODEL FUNGSI TRANSFER MULTIVARIAT

HASIL DAN PEMBAHASAN

PENENTUAN MODEL TERBAIK UNTUK PERAMALAN DATA SAHAM CLOSING PT. CIMB NIAGA INDONESIA MENGGUNAKAN METODE ARCH-GARCH

Peramalan Aset dengan Memperhatikan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan Perbankan Syariah di Indonesia dengan Metode Fungsi Transfer

Metode Variasi Kalender untuk Meramalkan Banyaknya Penumpang Kereta Api

BAB III MODEL STATE-SPACE. dalam teori kontrol modern. Model state space dapat mengatasi keterbatasan dari

BAB III PEMBAHARUAN PERAMALAN. Pada bab ini akan dibahas tentang proses pembaharuan peramalan.

PERAMALAN INDEKS HARGA KONSUMEN DAN INFLASI INDONESIA DENGAN METODE ARIMA BOX-JENKINS

III METODE PENELITIAN

4 MODEL VECTOR AUTOREGRESSIVE EXOGENOUS (VARX)

PERAMALAN JUMLAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA DENPASAR MENGGUNAKAN MODEL FUNGSI TRANSFER MULTIVARIAT

PEMODELAN TARCH PADA NILAI TUKAR KURS EURO TERHADAP RUPIAH. Retno Hestiningtyas dan Winita Sulandari, M.Si. Jurusan Matematika FMIPA UNS

Prediksi Wisatawan Mancanegara Ke Jawa Barat Melalui Pintu Masuk Bandara Husein Sastranegara dan Pelabuhan Muarajati Menggunakan Metode SARIMA

PEMODELAN ARIMA UNTUK PREDIKSI KENAIKAN MUKA AIR LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LUAS SEBARAN ROB DI KOTA AMBON

PEMODELAN DATA TIME SERIES DENGAN METODE BOX-JENKINS

PENGGUNAAN METODE PERAMALAN KOMBINASI TREND DETERMINISTIK DAN STOKASTIK PADA DATA JUMLAH PENUMPANG KERETA API (Studi Kasus: KA Argo Muria)

III. METODE PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series

PERAMALAN JUMLAH WISATAWAN DI AGROWISATA KUSUMA BATU MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPEKTRAL. Oleh: Niswatul Maghfiroh NRP.

BAB 2 LANDASAN TEORI

PERAMALAN CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE ANALISIS SPEKTRAL

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

ISSN: JURNAL GAUSSIAN, Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016, Halaman Online di:

Transkripsi:

Model Vector Autoregressive-Generalized Space Time Autoregressive Hilma Mutiara Winata 1), Entit Puspita 2), Fitriani Agustina 3) 1), 2), 3) Departemen Pendidikan Matematika FPMIPA UPI *Surel: hilmamutiarawinata@gmail.com ABSTRAK. Data volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui gerbang tol yang berada di Kota Bandung adalah data runtun waktu multivariate berpola musiman. Untuk memperoleh prediksi volume kendaraan yang masuk melalui gerbang tol dimasa yang akan datang dibutuhkan suatu model peramalan. Salah satu model runtun waktu multivariat yang menghubungkan keterkaitan antara waktu dan lokasi, dimana data runtun waktu tersebut berpola musiman adalah model Vector Autoregressive-Generalized Space Time Autoregressive (VAR-GSTAR). Model ini terdiri dari 2 orde yaitu orde waktu yang diperoleh dari model VAR dan orde spasial yang diperoleh dari model GSTAR. Keterkaitan antar ruang pada model ini ditunjukkan dengan pembobotan lokasi. Dalam penelitian ini digunakan bobot lokasi normalisasi korelasi silang. Hasil ramalan yang diperoleh dari model VAR-GSTAR pada data volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui gerbang tol yang berada di Kota Bandung adalah mengikuti pola data yang sebelumnya, yaitu berfluktuasi dengan kecenderungan yang naik. Kata Kunci: VAR-GSTAR, Bobot lokasi normalisasi korelasi silang, Peramalan. ABSTRACT. Volume of vehicles coming into the city of Bandung through toll gates in the city of Bandung is the seasonal multivariate time series data. To obtain a prediction volume of vehicles that go through the toll booths in the future requires a forecasting model. One of model multivariate time series that connects between the time and the location, where the data of the time series data is seasonally namely Vector Autoregressive-Generalized Space Time Autoregressive (VAR-GSTAR) models. This model has two orders, the order of the time obtained from the VAR model and order the space obtained from GSTAR. connection between the space on this model is indicated by the weighting of the location. This research used a weight normalized cross correlation. Forecast results obtained from the VAR-GSTAR model on the data volume of vehicles coming into the city of Bandung through toll gates in the city of Bandung is to follow the pattern of previous data, which fluctuates with rising tendency. Keywords: VAR-GSTAR, Weights location normalized cross correlation, Forecasting. 52 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7

1. PENDAHULUAN Volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung mengindikasi adanya wisatawan yang masuk ke Kota Bandung. Banyaknya kendaraan yang masuk ke Kota Bandung dapat dimanfaatkan bagi pemerintahan daerah dalam pengelolaan sektor ekonomi maupun pelayanan masyarakat tetapi dapat juga memberikan dampak negatif seperti terjadinya kemacetan lalu lintas. Jika volume kendaraan yang masuk di setiap gerbang tol dapat diketahui lebih awal, maka hal ini dapat dimanfaatkan bagi pemerintahan daerah, jasa marga, kepolisian dan lain sebagainya dalam merencanakan suatu strategi dimasa yang akan datang sesuai dengan disiplin ilmunya. Oleh sebab itu dibutuhkan perkiraan mengenai volume kendaraan yang masuk ke Kota Bandung melalui gerbang tol di Kota Bandung. Teknik dan model peramalan yang tepat kiranya dapat menjawab harapan bagi pihak terkait dalam menyusun strategi. Fenomena yang ada di 5 gerbang tol yang berada di Kota Bandung menunjukkan kepadatan yang tidak tetap. Dengan mempelajari data yang diambil dari PT. Jasa Marga sejak Januari 2011 September 2016 menunjukkan pola data musiman. Oleh sebab itu dibutuhkan model peramalan yang dapat digunakan pada data yang berpola musiman. Model Vector Autoregressive-Generalized Space Time Autoregressive (VAR-GSTAR) yang dikemukakan oleh Wutsqa dan Suhartono (2010) adalah model yang dikembang dari model GSTAR u ntuk mengatasi data yang mempunyai pola musiman. Model VAR-GSTAR adalah model VAR yang direpresentasikan ke dalam model GSTAR. Model ini terdiri dari 2 orde yaitu orde waktu yang diperoleh dari model VAR dan orde runag yang diperoleh dari model GSTAR. Pada model VAR- GSTAR diasumsikan bahwa datanya stasioner dan sisaan yang bersifat white noise. Model VAR-GSTAR adalah model ruang dan waktu, dimana keterkaitan antar ruangnya ditunjukkan dengan pembobotan lokasi. Dalam penelitian ini digunakan bobot lokasi normalisasi korelasi silang. 2. METODELOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data volume kendaraan masuk melalui 5 gerbang tol yang berada di Kota Bandung. Data diperoleh dari PT. Jasa Marga (Persero) Tbk. cabang Purbaleunyi Bandung. Digunakan data untuk dilakukan pengolahan sejak bulan Januari 2011 sampai dengan bulan September 2016. 53 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7

Prosedur untuk mendapatkan model VAR-GSTAR sehingga dapat dilakukan peramalan adalah dengan memeriksa stasioneritas data menggunakan uji Im Pesaran Shin (IPS), jika data tidak stasioner maka dilakukan differencing data. Selanjutnya mengidentifikasi model dengan menentukan orde waktu dari model VAR dengan memilih nilai Akaike s Information Criterion (AIC) terkecil dan untuk orde ruang dipillih ( ) = 1, karena menurut Ruchjana orde ruang yang lebih tinggi sulit untuk diinterpretasikan. Setelah menentukan orde waktu dan ruang kemudian menentukan bobot lokasi digunakan bobot normalisasi korelasi silang. Bobot normalisasai korelasi silang menggunakan hasil normalisasi korelasi silang antar lokasi pada lag waktu yang bersesuaian (Suhartono & Atok, 2006). Langkah selanjutnya adalah mengestimasi parameter dengan menggunakan metode kuadrat terkecil. Setelah itu diperoleh model VAR-GSTAR dengan bobot normalisasi korelasi silang. Kemudian dilakukan Uji Ljung & Box untuk menguji apakah model memiliki sisaan yang bersifat white noise dan melakukan verifikasi model berdasarkan root mean square error (RMSE). 3. HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Uji Stasioneritas Data Dengan menggunakan Uji IPS dimana statistik ujinya adalah = 1 dimana adalah nilai t hitung yang diperoleh dari uji augmented Dickey Fuller (ADF) daerah ke-i. Diperoleh jika t = 2.393433, dengann mengambil taraf nyata (α = 0.05) diperoleh nilai t. = 1.99 dari tabel distribusi t, Karena t = 2.393433 1.99 = t. ; ;, ini berarti data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol di Kota Bandung merupakan data stasioner. 3.2 Identifikasi model Orde ruang yang ditentukan berdasar model VAR ditentukan dengan memilih nilai AIC terkecil. Menurut Tsay (2010) nilai AIC dapat ditentukan dengan menggunakan perumusan berikut: = + 2 dimana adalah jumlah kuadrat sisaan, banyak data, dan adalah jumalh parameter pada model. Diperoleh nilai AIC untuk masing-masing lag, sebagai berikut: 54 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7

Akaike Information Criterion (AIC) Lag 0 Lag 1 Lag 2 Lag 3 Lag 4 Lag 5 111.0717 110.0693* 110.1983 110.2919 110.4067 110.3228 Berdasarkan Tabel Nilai Akaike Information Criterion (AIC) diperoleh informasi bahwa orde waktu model VAR-GSTAR pada data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol di Kota Bandung adalah 1, karena lag 1 memiliki nilai AIC terkecil. Untuk orde ruang dipilih ( ) = 1, karena menurut orde ruang yang lebih tinggi sulit untuk diinterpretasikan. 3.3 Model VAR-GSTAR Penentuan bobot lokasi dalam penelitian ini menggunakan bobot normalisasi korelasi silang. Pembobot normalisasi korelasi silang yang diperkenalkan oleh Suhartono dan Subanar (2006) dirumuskan sebagai berikut: ( ) ( ) = ( ) dimana, = 1, 2,,, dan taksiran dari korelasi silang pada data sampel dirumuskan sebagai berikut: ( ) = [ ( ) ] ( ) ( [ ( ) ] ) ( ) dengan ( ) merupakan data waktu ke- pada daerah, ( ) merupakan data waktu ke- pada daerah dan adalah lag waktu ke-. Untuk memenuhi ketentuan bahwa jumlah elemen dalam matriks korelasi harus bernilai satu, maka perlu dilakukan normalisasi. Diperoleh matriks bobot lokasi normalisasi korelasi silang sebagai berikut: 0 0.255 0.264 0.242 0.240 0.231 0 0.255 0.261 0.253 (1) = 0.231 0.231 0 0.260 0.278 0.229 0.237 0.269 0 0.266 0.225 0.241 0.277 0.257 0 Selanjutkan mengestimasi parameter dengan metode kuadrat terkecil, sehingga diperoleh estimator sebagai berikut: 55 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7

Parameter Nilai Estimasi 0.784 0.549 0.522 0.451 0.639 0.118 0.06 0.15 0.04 0.01 Bobot lokasi dan parameter yang sudah diperoleh disubtitusikan kedalam model sehingga diperoleh model VAR-GSTAR (1 ) sebagai berikut: ( ) = 0.784 ( 1) + 0.030 ( 1) + 0.031 ( 1) + 0.029 ( 1) + 0.028 ( 1)+ ( ) ( ) = 0.549 ( 1) 0.014 ( 1) 0.015 ( 1) 0.016 ( 1) 0.015 ( 1)+ ( ) ( ) = 0.522 ( 1) 0.035 ( 1) 0.035 ( 1) 0.039 ( 1) 0.042 ( 1) + ( ) ( ) = 0.451 ( 1) + 0.009 ( 1) + 0.009 ( 1) + 0.011 ( 1) + 0.011 ( 1) + ( ) ( ) = 0.639 ( 1) + 0.002 ( 1) + 0.002 ( 1) + 0.003 ( 1) + 0.003 ( 1) + ( ) Dimana GP adalah Gerbang Tol Pasteur, GPK adalah Gerbang Tol Pasir Koja, GK adalah Gerbang Tol Kopo, GM adalah Gerbang Tol Moh. Toha dan GB adalah Gerbang Tol Buah Batu. 3.4 Uji White Noise Uji white noise digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi nilai sisa antar lag. Menurut Montgomery (2015) pemeriksaan sisaan yang bersifat white noise dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Ljung and Box. Statistik uji dari Uji Ljung and Box adalah sebagai berikut: = ( + 2) dengan n adalah banyaknya pengamatan, k adalah banyaknya lag dan autokorelasi duga pada lag ke-. 56 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7 1 adalah

Diperoleh nilai = 337.4894. Dengan mengambil taraf signifikansi (α = 0.05) dan ukuran sampel 345. Dari tabel chi-square diperoleh nilai χ. ; = 0004. Karena Q = 337.4894 > 0.004 = χ ;, maka sisaan model VAR- GSTAR(1 ) pada data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol di Kota Bandung bersifat white noise. 3.5 Verifikasi Model Verikasi model adalah tindakan untuk memastikan ukuran ketepatan model, setelah dinyatakan mempunyai sisaan yang bersifat white noise. Salah satu cara untuk menentukan model terbaik dapat dilakukan dengan menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol yang berada di Kota Bandung memiliki nilai RMSE sebesar 30278.464. Karena nilai RMSE bernilai puluhan ribu sedangkan data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol yang berada di Kota Bandung mencapai ratusan ribu maka nilai RMSE dikatakan kecil dalam mempresentasikan data volume kendaraan masuk melalui gerbang tol yang berada di Kota Bandung, ini berarti model dapat digunakan untuk peramalan. 3.6 Peramalan Diperoleh hasil ramalan sebagai berikut: Gerbang Tol Pasteur Gerbang Tol Pasir Koja Gerbang Tol Kopo 57 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7

Gerbang Tol Moh. Toha Gerbang Tol Buah Batu 4. KESIMPULAN Diperoleh model VAR-GSTAR (1 ) dengan bobot normalisasi korelasi silang dimana memberikan hasil ramalan yang memiliki kecenderungan mengikuti pola data yang sebelumnya, yaitu berfluktuasi dengan kecenderungan yang naik. Dari informasi hasil ramalan ini, pihak terkait dapat menyusun strategi dimasa yang akan datang sesuai dengan disiplin ilmunya. 5. DAFTAR PUSTAKA [1] Montgomery, D. C., & all., a. (2015). Introduction to Time Series Analysis and Forecasting. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. [2] Suhartono., & Atok, R. (2006). Pemilihan Bobot Lokasi yang Optimal pada Model GSTAR. Presented at National Mathematics Conference XIII. Semarang: Universitas Negeri Semarang. [3] Suhartono., & Subanar. (2006). The Optimal Determination of Space Weight in GSTAR Model by using Cross-correlation Inference. Journal of Quantitative Method, Journal Devoted to the Mathematical and Statistical Aplication in Various Field, 2 (2), 45-53. [4] Tsay, R. S. (2010). Analysis of Financial Time Series. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc. [5] Wutsqa, D. U., & Suhartono. (2010). Peramalan Deret Waktu Multivariat Seasonal pada Data Pariwisata dengan Model VAR-GSTAR. Jurnal ILMU DASAR, Vol. 11 No. 1, 101-109. 58 E u r e k a M a t i k a, V o l. 5, N o. 2, 2 0 1 7